Aku membuat Chapter ini hanya untuk selingan, soalnya aku masih nyari ide buat lanjutin fic ini! Jadi sabar aja, ya! ^^V
Happy Reading! :D
Special Chapter: Go Go Mario versi Paw Patrol
"Surat!"
"Terima kasih!"
"Ah, ini dari putri Skye! Apa ya isinya?" tanya Rocky sambil melihat isi surat itu.
Halo, semuanya! Apa kabar kalian? Aku ingin mengundang kalian makan kue! Harap datang, ya!
Skye
"Kue, ya?"
"Oy, Rocky! Ada apa? Surat dari siapa itu?" tanya Chase.
"A-aaah, tidak ada apa-apa! Ini hanya surat yang tidak penting! Aku ada urusan, jadi aku pergi dulu ya!" jawab Rocky sambil pergi perlahan.
"Oh, selamat bersenang-senang!" balas Chase agak bingung.
Tanpa Rocky sadari, surat di tangannya terlepas dan jatuh.
Di tempat Skye...
"Putri~"
"Wah, Rocky! Terima kasih telah datang!" kata Skye senang.
"Putri, aku senang sekali menerima-" ujar Rocky yang terpotong karena...
"Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh?!" jerit Rocky yang kaget karena melihat seseorang yang ternyata...
"Kue, kue~" gumam Marshall yang rupanya sedang duduk di meja tamu.
"Oy, Marshall! Apa yang kau lakukan di sini?!" tanya Rocky kaget.
"Eh, sejak kapan dia di situ?" tanya Skye heran.
"Memangnya aku hanya diam saja mendengar Skye-chan membuat kue yang enak itu?" tanya Marshall dengan mulut terbuka yang memperlihatkan gigi-giginya plus air liur yang menetes.
"Jangan bersikap sok keren, lihat saja mulutmu!" balas Rocky yang agak jijik dengan hal itu.
"Tetap saja, kau tidak boleh memakan kue putri Skye! Aku tidak akan membiarkanmu!"
"Apa kau bilang?! Baiklah, akan aku buatmu menyesalinya!"
Akhirnya, mereka berdua pun langsung berantem dengan hebohnya sampai...
"Hahaha, keadilan selalu menang!" kata Rocky dengan sedikit babak belur setelah berhasil menghajar Marshall.
"Sial~" umpat Marshall yang udah tepar digebukin Rocky.
"Nah, saatnya makan kue buatan put- Hieaaaaaaaaaah?!" Rocky langsung cengo melihat kue itu udah dihabiskan oleh Chase, Ryder, dan Zuma.
Sementara Skye hanya bisa sweatdrop melihat pemandangan itu.
"Ah, kenyangnya! Kue-nya enak sekali!" kata Zuma senang.
"Jangan bilang kalau kue-nya enak! Betapa teganya kalian menghabiskan kue itu tanpa menyisakannya untukku!" bentak Rocky kagak nyelow.
"Kau tidak bilang kalau kita diundang putri Skye, dasar kejam!"seru Chase emosi.
"Chase?"
"Benar, benar! Kau mau menghabiskan kue itu sendirian, ya?!" timpal Ryder kesal.
"Geez... Darimana kalian tau hal itu?"
"Kau menjatuhkan ini, bukan?" tanya Zuma sambil memegang sebuah surat.
"A-aku minta maaf!"
"Aaaah, aku dapat balasannya! Tapi aku masih mau makan kue itu!" gumam Rocky dengan tampang ngenes.
"Rocky-kun, apa kau mau makan kue buatanku?" tanya Everest (yang muncul entah darimana).
"Ah, putri Everest! Betapa baiknya dirimu!" balas Rocky yang kembali bersemangat.
JRENG JRENG JRENG! TRENG TRENG TERERERERENG!
Suara BGM aneh itu pun mengiringi suasana horror yang dialami Rocky dimana dia melihat kue yang dipenuh berbagai macam benda aneh di dalamnya.
"Nah, silakan dimakan!" ujar Everest.
"Hieeeeeeeeh! Ada terlalu banyak benda yang tak seharusnya berada di dalam kueeeeee!" seru Rocky merinding.
"Ah, putri Everest! Aku ada urusan di suatu tempat, jadi aku harus segera pergi!" Rocky berniat kabur sebelum...
KREEET!
"Woah?!" Rocky langsung kaget karena dicegat dari belakang sama Marshall.
"Beruntungnya kau, Rocky! Akhirnya kau bisa makan kue buatan Everest!" ujar Marshall dengan dark aura.
"Marshall uzaiiiiiii!" umpat Rocky (yang entah kenapa mirip banget kayak Norway manggil Denmark 'Anko uzai'). (Lukas: *bersin.*)
"Baik, buka mulut~" kata Everest sambil memberikan sesendok kue dengan sebuah biji pinus (?) di atasnya.
"Hieeeeeeeeh! Berikan bagian apa saja, asal jangan yang itu!" seru Rocky yang tak dihiraukan karena dipaksakan oleh Everest.
"Buka mulut~"
"Buka mulut~"
"Buka mulut~"
"Apa kau tidak ingin memakan kue buatanku?!" tanya Everest marah dengan aura api di belakang tubuhnya.
"Bukan itu, tapi bentuknya tidak terlihat seperti kue!" bantah Rocky gelagapan.
"Diam kau! Rubble!"
"Iya?" Rubble langsung muncul di belakang Everest.
"Cepat buat mulut Rocky terbuka!" perintah Everest.
"Siap laksanakan!" balas Rubble tegas.
"Hieeeeeeeeeeh! Kenapa kau lakukan ini padaku?!" tanya Rocky ketakutan.
"Maaf ya, tapi aku hanya seorang pelayan!" balas Rubble dengan tampang miris.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Special Chapter End!
Aku terinsipirasi bikin Chapter ini dari Vocaloid Petit Drama 'Go Go Mario'! Sumpah, ngakak banget sama bagian kue buatan Luka yang sangat anti-mainstream itu! XD *digaplok tuna.*
Ada yang bisa nebak siapa jadi siapa di sini? Soalnya agak mirip sama video-nya, lho! :)
Oke, mari balas Review sebentar! :D
Honey Sho: Beh, gila kali kalau itu sampai terjadi! *plak!* Yah, jangan dibayangin aja deh! Entar malah perang beneran! *duar!* Baiklah, terima kasih Review-nya!
Bigfoot the 2nd: Investigasi terunik sejagat raya dan Marshall memang kadang sama dodolnya dengan Emy! *di-Energy Shot.* *dilindes truk pemadam Marshall.* Okey, Thanks for Review! :D
Hanazawa Yuki: Request akan aku kerjakan dan sebenarnya aku punya persepsi sendiri tentang pairing di fic ini, oke? :) Nah, selamat menikmati fic ini! :D
Review! :D
