Happy Reading! :D


Chapter 16: Melakukan uji nyali


Hari ini Paw Patrol ditantang untuk uji nyali di sebuah rumah tua yang angker bersama Glasses Trio (Giro-Idham-Luthfi).

Mau tau seperti apa kejadiannya? Simak saja, oke? :)


Zuma

Saat ini Zuma sedang berjalan berdua dengan Idham mengitari tangga rumah angker tersebut.

"Dham, aku takut!" kata Zuma sambil memeluk lengan Idham.

"Jangan takut, lha! Aku kan di sini!" balas Idham yang sebenernya udah pucat banget.

"Hiks... Hiks..."

Tiba-tiba, mereka mendengar suara aneh.

"I-itu suara apaan..?" tanya Idham yang keringat dinginnya udah keluar banyak.

"Hai..." kata sebuah suara.

Kedua anak itu pun langsung menuju ke TKP.

"Si-siapa lu?" tanya Zuma to the point.

"Gue?" tanya hantu itu sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Ih, siapa juga yang ngomong sama lu? Owang gue lagi ngomong sama owang yang lagi telepon gue, sih!" jawab Zuma yang sukses bikin hantu itu langsung nge-JLEB seketika.

"Sialan..." umpat hantu itu.

"Tengsin... Tengsin... Tengsin..." seru Zuma sambil menirukan iklan snack yang ada gambar ikan hiu-nya.

"BWAHAHAHAHA!" Entah kenapa, hantu itu malah ketawa gila.

"Ih, dasar gila! Kita pergi yuk, Zuma!" ajak Idham sambil menggandeng tangan Zuma dan pergi.

Sementara hantu itu malah tengsin sendiri di pojokan.


"Zuma... Kau berani sekali dengan hantu..." kata Idham yang ketakutan sambil memeluk lengan Zuma.

Tapi Zuma malah terdiam.

"Zuma?" panggil Idham.

Tidak ada jawaban.

"Zuma?" panggil Idham lagi.

Idham melihat ke arah Zuma dan ternyata dia udah pucat banget dengan keringat dingin yang membasahi bajunya.

"Ternyata beraninya cuma di depan hantunya doang!" gumam Idham sambil facepalm sendiri.

"Hiks... Hiks..."

Terdengarlah suara lain dari pojok tangga.

"K-kau..." panggil Idham.

"Iya?" jawab setan yang berada di pojok tangga dan...

"BAA!" Setan itu pun memperlihatkan mukanya.

"KYAAA!" teriak keduanya.

Idham langsung pingsan di tempat, sementara Zuma hanya bisa ngomong "Kau..." sambil menunjuk hantu itu.

"Iya, anak manis? HAHAHA! KAU PASTI TAKUT DENGANKU, KAN?! HAHAHA!" balas hantu itu sambil tertawa sendiri.

Zuma langsung menghampiri hantu itu sambil berkata, "Kau hawus memakai make up dengan kualitas yang bagus dan bibiwmu itu harus dipakaikan lipstick kawena tewlalu pucat dan kau harus memakai pewawatan bla bla bla..."

Rupanya Zuma malah menceramahi hantu itu.

"Ha'i, sensei!" kata hantu itu menuruti perkataan Zuma.

"Aku yakin bahwa seminggu kemudian kau pasti akan cantik jika mewawat kulitmu itu!" ujar Zuma dengan senyuman kecil.


Skye

Terlihat Skye yang ketakutan di kamar mandi yang udah kumuh (WHAT?!).

Gimana kagak takut?! Orang hantu cowok godain dia!

"Hei, manis! Mau kagak berkencan denganku?" tanya sang Pocong.

"Tidak, denganku saja! Jangan sama lontong besar itu!" kata sang Genderuwo.

"Tidak, sama aku saja! Jangan sama si item dan si lontong besar itu!" kata Vampire.

"Tidak, jangan sama si lontong besar, si item, dan gigi tonggos itu! Sama aku saja!" kata sang Serigala jadi-jadian itu.

"Tidak, sama aku! Dasar siluman jadi-jadian!" bantah si pocong lontong besar (?).

"Tidak, sama aku!" teriak sang Genderuwo.

"Tidak, sama aku!" teriak sang Vampire.

"Aku!" bantah sang Serigala.

"Aku!"

"Aku!"

"Aku!"

"Aku!"

Keempat makhluk kagak jelas itu pun sibuk memperebutkan Skye.

"HUWAAAAAAAAAA! TOLONGIN GUEEEEEEEEE! GUE MAU DIBAWA KABUR MAKHLUK KAGAK JELAS!" teriak Skye sambil menghancurkan tembok sebelah (yang notabene merupakan tempat Rubble berada) dengan tinju saktinya (?).


Rubble (Bagian sebelumnya dari yang di atas)

Terlihatlah Rubble yang lagi digodain sama para hantu cewek di dalam perpustakaan rumah angker itu.

"Hai, tampan! Mau jadi pacarku, kagak?" tanya sang kuntilanak.

"Setuju! Mau kagak jadi pacarku?" tanya sang Hantu Cina wanita (?).

"Hahaha! Ma-maaf, tapi aku sudah punya pacar!" jawab Rubble ketakutan.

"Kagak usah perduliin pacarmu, jadikan kami selingkuhanmu saja!" kata suster ngesot dengan mata lope-lope (?).

"Maaf, tidak bisa!" balas Rubble semakin ketakutan.

'Uhm, aku harus bagaimana ini?' batin Rubble saat beberapa hantu cewek mulai memeluknya.

'Aku harus bagaimana?' batinnya lagi dengan resah.

"HUWAAAAAAAAAA! TOLONGIN GUEEEEEEEEE! GUE MAU DIBAWA KABUR MAKHLUK KAGAK JELAS!"

Terdengarlah suara teriakan Skye dan tembok sebelah pun langsung hancur yang sukses membuat Rubble hanya bisa sweatdrop serta membuat cengo para hantu yang sedang memperebutkan mereka berdua.


Rocky

Rocky sekarang sedang jalan-jalan di sekitar lantai dua dengan Giro.

"Ro-Rocky-pyon, l-lu kagak takut?" tanya Giro yang udah mengalir keringat dinginnya.

"Takut apa?" tanya Rocky dengan begonya.

"INI RUMAH ANGKER, BEGO!" teriak Giro.

"Hiks... Kenapa teriak-teriak? Aku kan lagi tidur... Hiks..." kata sang kuntilanak yang tiba-tiba bangun.

"GYAAAAA!" teriak Giro yang langung ngacir dari situ.

Sementara Rocky? Dia hanya menatap kuntilanak yang berjalan ke arahnya.

"Hai... Maaf kalau temen gue bangunin lu!" sapa Rocky ramah.

"Lu kagak takut sama gue?" tanya kuntilanak itu.

"Hm? Kenapa takut? Memangnya lu setan?" jawab Rocky nanya balik dengan polosnya.

Si kunti langsung sweatdrop di tempat.

"GUE KUNTILANAK, BEGO!" teriak si kunti.

"Oh... Ya udah!" balas Rocky watados.

"Mendingan gue lanjutin tidur aja deh, daripada gangguin target kayak lu!" ujar si kunti sambil melanjutkan tidurnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"APA?! KUNTILANAK?! KABUUUUUR!" teriak Rocky yang (terlambat) mencerna perkataan kuntilanak itu dan langsung kabur.


Marshall

Di lantai tiga, Marshall sedang jalan-jalan dengan Luthfi.

"Luthfi, lu takut kagak?" tanya Marshall.

"Lumayan..." gumam Luthfi pelan sambil merinding kecil.

"Kok dari tadi kita muter-muter belum ada apa-apa, ya?" tanya Marshall.

Tiba-tiba, terlihat pocong yang melompat-lompat di depan mereka dengan muka yaranaika sambil ngomong, "Hai sayang~"

"PO-POCONG!" teriak Marshall dan Luthfi yang langsung berpelukan.

"Ah... Senpai sini dong~" kata sang pocong yaranaika.

"KAGAK BAKALAN!" pekik mereka berdua sambil kabur dan mencari tempat persembunyian sampai akhirnya, mereka bersembunyi di salah satu kamar.

"Goblok lu! Kita jadi dikejar-kejar sama pocong yaranaika, nih!" bentak Luthfi kepada Marshall.

"So-sorry, gue kan kagak tau bakalan begini jadinya!" balas Marshall.

"Senpai... Kalian ngomongin akyu, ya?" tanya sang pocong yaranaika yang tau-tau udah berada di sebelah mereka.

"KABUUUR!" teriak kedua anak tersebut sambil ngacir dari tempat itu.

"Senpai ah... Jangan kabur..."

Akhirnya, mereka berdua pun berakhir kejar-kejaran dengan sang pocong.


Chase

Chase sedang sendirian di dapur rumah angker tersebut.

"Ugh! Di sini gelap banget, sih! Demi nenek moyangku yang sudah meninggal (?), tolong lindungi cucumu ini!" gumam Chase sambil berdoa.

GRATAK!

Chase yang lagi berdoa ria (?) pun langsung kaget mendengar suara itu.

"Hahahaha! Jangan takut, Chase! Jika kau takut dengan makhluk yang kagak ada kemungkinannya di dunia ini, itu hanya akan mencoreng nama baikmu saja!" kata Chase ketakutan sambil tetap berada di tempatnya dan duduk dengan gemeteran.


Beberapa menit kemudian...

Chase lagi resah di tempatnya.

Gimana kagak resah? Orang dia mengkhawatirkan kawan-kawannya yang dibawa kabur sama makhluk kagak jelas.

'Aduh! Bagaimana keadaan mereka, ya? Apa mereka baik-baik saja? Mereka kagak bakalan diganggu sama makhluk kagak jelas, kan? Atau jangan-jangan mereka dibawa kabur sama hantu kagak jelas itu?' batinnya resah sambil mondar-mandir di tempatnya dan kagak nyadar kalau para hantu ngumpul di sana sambil melihatnya dengan sweatdrop.

Para hantu itu terdiri dari Sadako (?), Zombie (?), Suster ngesot (?), Kuntilanak (?), Tuyul (?), Pocong (?), Boneka Chucky (?), Hantu bermulut robek (?), Hantu kaca (?), Hanako (?), dan lain-lain.

Yang pastinya, mereka semua hanya bisa sweatdrop melihat kelakukan Chase.

"Hei, kenapa tuh orang kagak nyadar kita di sini menampakkan diri?" tanya sang Hanako.

"Aku juga kagak tau!" jawab sang Pocong sambil angkat bahu (?).


To Be Continue...


Review! :D