Happy Reading! :D
Chapter 17: Melihat Yaoi Live Action (Request dari Hanazawa Yuki -lagi-)
Chase
"Nah, siapa yang jadi raja?" tanya Chase.
Sekarang Paw Patrol (plus Everest yang menginap) sedang duduk melingkar di ruang tengah Mansion untuk bermain King of Game.
"Gue rajanya!" sahut Everest. "Nomor 2 harus main Pocky Game sama Marshall!"
Webek, webek...
"E-Evewest, k-kau sewius?" tanya Zuma gelagapan karena rupanya dia dapat sumpit nomor 2.
"Iya!" jawab Everest sambil nyengir.
Zuma dan Marshall pun berdiri.
"I-ini mesti sisa berapa senti?" tanya Marshall ragu sambil duduk dan menyiapkan biskuit batang itu.
"Satu milimeter!" seru Rocky yang langsung disiram sama Marshall.
"LU UDAH GILA YA, ROCKY?! SATU MILI TUH SAMA AJA CIUMAN, GOBLOK!" bentak Marshall emosi.
Sementara Rocky, dia udah kabur nyari handuk untuk mengeringkan diri.
"Ya udahlah! Namanya juga main, ya terima aja!" ujar Skye sambil duduk di sebelah Rubble untuk jaga-jaga kalau kepolosannya terancam.
"Cih, serah deh!" Marshall pun menggigit salah satu ujung biskuit, sementara Zuma duduk berhadapan dengannya dan mulai menggigiti sisi lain biskuit itu dengan perlahan TANPA RASA MALU ke arah Marshall.
1 cm...
"Ayo! Ayo! Satu milimeter!" teriak Everest dan Rocky (yang udah mengeringkan diri) menyoraki kedua anak itu.
Jarak muka mereka sekarang udah deket aja atau deket banget? *alay mode on.* Muka Marshall dan Zuma udah kayak kepiting rebus, tuh! XD
0,5 cm...
"Terus! Terus!" Kedua anak masih aja nyorakin Marshall dan Zuma yang mukanya udah merah banget.
Mereka pun mulai merem dan melihat hal itu, Everest ngeluarin smirk kecil selebar dada (?).
Gadis itu pun diam-diam berjalan ke belakang Marshall, kemudian mendorong sedikit kepalanya dan...
CHU~ BRAK!
"Gue terlalu kenceng dorongnya, ya?" tanya Everest watados.
Sekarang Marshall dan Zuma jatuh dengan posisi yang ambigu dan saling berciuman.
"Kyaaa! Fanservice!" teriak Rocky sambil foto-foto adegan MarshallxZuma yang lagi ciuman tersebut.
Sementara yang lainnya? Chase mangap lebar, Rubble sweatdrop, Skye nosebleed, sementara Everest malah nyengir nista.
Marshall
Setelah sebuah ciuman kemudian, mereka pun kembali melanjutkan permainan.
"Baik, siapa raja?" tanya Rubble.
"Err, nomor lima siapa ya?" tanya Everest.
Yang lainnya pun langsung gemetaran, terutama Zuma.
'Mampus! Dia lagi rajanya!' batin mereka semua (min Everest).
"Gue!" teriak Rocky sambil ngangkat kakinya (?).
Muncullah smirk kecil selebar muka di punggung Everest (?).
"YAOI DENGAN CHASE!" teriak Everest menggelegar sampai terdengar ke seluruh Aernas (?). *plak!* *salah fandom!*
Kedua anak itu pun langsung tersenyum senang, sementara yang lainnya hanya bisa sweatdrop di tempat dan Rocky pun langsung mencium bibir Chase saat itu juga.
Lima menit kemudian...
Desahan-desahan pun mulai terdengar di seluruh ruangan.
"Psst, Skye! Mereka kapan selesainya?" bisik Rubble kepada Skye.
"Kagak tau, deh!" jawab Skye sambil ber-sweatdrop ria.
Sepuluh menit kemudian...
"Yaoi! Yaoi!" kata Everest sambil terus 'bernyanyi' selama Chase dan Rocky ciuman.
"Argh! Udah lima belas menit, nih! Males banget gue ngeliatnya!" bisik Skye kepada Zuma.
"Can someone please stop them?" gumam Zuma pasrah.
'Untung gue kagak kayak mereka!' batin Rubble lega.
Lima belas menit kemudian...
Marshall hanya melihat jam tangan yang dipakainya. Katanya, dia mau ngukur berapa lama mereka ciuman daripada memperhatikan mereka ciuman.
Pinter juga anak itu!
Zuma yang dari tadi duduk di sebelah Marshall hanya bingung sambil bergantian melihat Marshall yang melihat jamnya, Chase dan Rocky yang lagi ciuman, serta Everest yang dari tadi kagak berhenti 'nyanyi'. Kemudian, muncullah ide yang menurutnya sangat 'cemerlang'.
"Hei, Mawshall! Meweka kapan selesainya?" bisik Zuma dengan nada menggombal.
Marshall pun hanya bisa blushing parah sambil menggelengkan kepalanya.
'Kuatkan dirimu, Marshall!' batinnya dalam hati.
"Kalau meweka selesai, aku juga mau dong!" lanjut Zuma berbisik sambil mendekatkan kepalanya. (Thundy: "Zuma habis makan apa ya hari ini?" *sweatdrop.*)
BLUSH!
"Mawshall?" tanya Zuma sambil menepuk tangan anak itu.
Skye yang dari tadi kagak memperhatikan acara Yaoi ChasexRocky itu pun hanya memperhatikan kedua anak tersebut, tapi dia menyadari sesuatu. Marshall kagak bergerak sama sekali setelah Zuma mendekatkan kepalanya di tangan anak itu. Skye pun langsung menghampiri kedua orang tersebut.
"Kalau boleh tau, dia kenapa?" tanya Skye.
"Dia hanya gue 'goda', itu aja!" bisik Zuma.
Skye hanya bisa menggelengkan kepalanya.
'Haaah! Ada-ada aja, deh!' pikir Skye.
"Hoi, kalian lebih baik berhenti sekarang dan bantu aku bawa dia ke kamar!" tegur Skye kepada Everest dan Chase sambil berusaha mengangkat Marshall.
Everest dan Chase yang kaget karena ada orang pingsan pun langsung menghampiri Skye dan membantunya membawa Marshall ke kamarnya, sementara yang lainnya merasa khawatir saat anak itu dibawa ke kamarnya.
"Pst, dia kenapa?" tanya Rocky sambil menyenggol tangan Rubble yang hanya dibalas dengan mengangkat bahu.
Rocky
Beberapa menit kemudian...
"Siapa raja?" tanya Skye.
"Yatta! Gua dapet!" seru Rubble sambil ngacungin sumpitnya.
"Cepetan, nomor berapa?" tanya Rocky kesal karena kelamaan.
"Umm, apa ya?" gumam Rubble bingung.
"Tantangannya harus lebih ekstrim dari sebelumnya, biar seru!" usul Everest.
"Nomor 1, main 'Pocky Games' sama gue!" ujar Rubble yang sukses membuat kawan-kawannya langsung kaget.
"Jaa, siapa nomor enam?" tanya Rubble.
Tadinya dia berharap Skye atau Everest yang dapat, tapi...
"Z-Zuma?!" pekik Rubble kaget saat melihat sumpit nomor enam yang dipegang Zuma.
"Ayo, mulai aja! Owang cuma pewmainan, kan?" tanya Zuma marah-marah.
Chase, Everest, dan Rocky pun langsung buat spanduk 'ZumaxRubble : Way to Yaoi'.
"Ini mesti sisa berapa senti?" yanya Rubble.
"Umm, satu milimeter aja!" jawab Chase yang berhadiah timpukan tulang dari Rubble.
"Sorry ye, gue bukan yaoi kayak lu!" balas Rubble sewot.
"Ayo, Zuma!" ajak Rubble yang mulai bersiap dengan 'pocky'-nya dengan Zuma di sisi lainnya yang juga sudah siap.
Mereka mulai menggerogoti biskuit itu dari dua sisi.
3 cm...
"AYO, TERUS! TERUS!" Yang lainnya menyemangati Rubble dan Zuma yang berusaha untuk menahan malu mereka yang udah selangit. XD
2 cm...
"TERUS! SATU MILIMETER!" Teriakan penyemangat itu malah membuat Rubble ingin menghajar mereka satu per satu.
1 cm...
"AYO! SATU MILIME-"
"DIEM AJA LU, DASAR MAKHLUK-MAKHLUK LAKNAT!" teriak Rubble yang udah emosi dan menjatuhkan biskuit yang masih sesenti itu.
"Yaaah, masa cuma satu senti sih? Kan mintanya satu milimeter..." komentar Rocky kecewa.
"HEH! GUE KAGAK YAOI KAYAK LU, YA!" balas Rubble emosi yang udah menaiki buldoser kesayangannya dan...
NGUEEEENG! CRAT CRAT CRAT!
Para makhluk yaoi itu pun sekarang rata dengan tanah. XD
Rubble (Terinspirasi dari kisah nyata pas kagak sengaja ngeliat abangku 'bercinta' dengan istrinya.)
Tengah malamnya, Rubble ingin pergi ke toilet untuk 'hajatan' ketika tak sengaja mendengar suara yang terdengar super duper hyper ultra ambigu.
"Hah, hah... Aaaaaah!"
'Itu suara apaan?!' batinnya kaget.
Dia pun langsung menuju ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari kamar Rocky dan setelah diintip...
Terlihat Rocky dan Chase yang sedang ber-'itu' ria di atas ranjang.
MEIN GOTT! ASTAGA KAMBING! WHAT THE DENMARK?! NGAPAIN MEREKA 'BEGITUAN' DI RANJANG?! OH, TUHAN! TOLONG LINDUNGI KEPOLOSAN RUBBLE SEBELUM PIKIRANNYA TERCEMAR! *plak!* *caps jebol.*
Rubble pun segera meninggalkan kamar itu sebelum ketauan ngintip.
Keesokan paginya, Paw Patrol sedang sarapan dengan menu favorit masing-masing.
"Eh, tau kagak? Semalam ada yang 'bercinta' di ranjang, lho!" celetuk Rubble yang sukses membuat teman-temannya ngeluarin ekspresi bermacam-macam.
Marshall mangap lebar, Zuma pasang tampang pokerface, Everest pingsan, Skye nosebleed, Rocky nyemburin minumannya ke atas meja, Chase batuk-batuk karena tersedak, sementara Rubble sendiri hanya bisa bingung melihat reaksi kawan-kawannya tersebut.
Itulah tanda-tanda anak setengah polos (?)!
Pesan Moral dari Thundy sang Narator: Kalau apa yang kau lihat bisa bikin orang shock, sebaiknya jangan diceritakan dengan cara yang ambigu!
Skye
Hari ini para guru NNG mengalami masalah dengan pintu yang anehnya kagak terbuka sama sekali sampai akhirnya, Raven mengeluarkan pedang miliknya.
"Chotto! Lu bisa ditangkep polisi, BakaRaven!" kata Ciel yang berusaha mencegah sang Nasod Hybrid tersebut.
"Pintu itu seharusnya terbuat dari kayu, kan? Mendingan ditebas aja biar kita bisa masuk..." Raven pun menghunuskan pedangnya ke arah sang pintu yang tidak berdosa (?) itu.
"Dancing Samurai, HEA!"
Lagu Dancing Samurai dari Gakupo pun berkumandang (?) dan yang lainnya pun langsung nari-nari gaje. *plak!*
Abaikan saja yang barusan!
SRING! WEEEET! (?)
Ternyata pedang Raven langsung memble kayak sulur pohon di planet Hork-Bajir (?).
"Aduh, kekuatan banci taman lawangnya kurang nih cyiiin!" kata Raven yang (entah sejak kapan) berubah jadi banci yang sukses membuat kawan-kawannya melakukan ritual headbang berjamaah (kecuali empat orang yang 'mengambil kesempatan dalam kesempitan').
"Dasar mendadak banci..." gumam Emil pelan setelah 'mengambil kesempatan dalam kesempitan'.
"Manis..." gumam Lance sambil menjilati bibirnya sendiri.
"Terus, lu pada ngapain?" tanya Skye sambil menunjuk Chase dan Rocky yang 'keterusan' melakukan adegan Yaoi.
"Woy, lu kalau mau ciuman jangan di sini! Di jamban (?) aja sana!" teriak Rubble sambil berusaha menarik Chase dari pelukan Rocky dibantu Zuma yang menarik Rocky agar lepas dari Chase.
"Ah, apaan sih?! Kalau di jamban mah kita bakalan ngelakuin *sensored.* kali..." bentak Rocky kepada Rubble yang sukses membuat mereka semua (min Chase, Emil, dan Lance) langsung jawdrop mendengar perkataannya barusan.
'Mulai sekarang mereka kagak boleh dibiarin masuk toilet berdua!' batin mereka semua. (Thundy: "Parno banget, sih!" *sweatdrop.*)
"Lu berdua apa-apaan, sih?! Orang masih di tempat umum juga?!" bentak Marshall kepada sepasang makhluk pengidap Yaoi itu dan kedua orang yang dibentak pun hanya bisa nyengir kuda laut (?).
Setelah satu setengah jam kemudian...
"A-ah..." Skye yang baru masuk hanya bisa speechless di tempat.
Terlihat Mathias yang mukanya memerah (mabuk?) dan hanya diam di tempat, Aisha yang sedang menggampar Elsword, Andre yang membentangkan sebuah spanduk besar bertuliskan 'FOTO-FOTO LANGKA SI KAMBING!' dan beberapa foto nista Mathias, Matt yang entah kenapa jadi super pendiam hari ini (OOC!), dan yang paling mengejutkan adalah dua orang cowok yang sedang berciuman.
"Ya ampun..." gumamnya sambil geleng-geleng kepala.
"WOY! KALIAN KAGAK MALU, YA?! BADAN GEDE TAPI KELAKUAN KAYAK ANAK KECIL!" teriak Skye yang mengagetkan seluruh penghuni ruang guru, kecuali Chase dan Rocky yang sepertinya sedang berada di dunianya sendiri.
Melihat pasangan Yaoi itu tidak terusik, Skye pun mendekati mereka dengan tatapan membunuh yang sayangnya, dia dihiraukan lagi oleh kedua cowok yang asik-asiknya berciuman.
Hal yang membuatnya bingung adalah kenapa tidak ada yang menonton adegan mesum ini. Biasanya, Matt dan Elsword pasti udah nongkrong di depan pasangan mesra ini. Tapi tidak!
Untuk Elsword, Skye masih memaklumi karena dia disiksa oleh Aisha. Tapi Matt sangat dingin hari ini, seperti es.
"Kalian berdua ikut denganku sebentar!" kata Skye sambil memisahkan Chase dan Rocky dari ciuman panasnya dengan terpaksa dan menyeret mereka ke tempat lain.
"Yap, dua korban lagi..." gumam Matt dingin.
"Eh, Matt! Lu tau dari mana kalau dia bakalan ngambil korban lagi?" tanya Andre.
"Terus, kenapa lu dingin banget hari ini? Kebanyakan makan es krim, ya?" tanya Andre lagi dengan nada meledek dan dibalas dengan lemparan buku dari Matt.
"Urusai!" balas Matt sarkastik.
"Eet deh, orang cuma nanya juga..." balas Andre sambil mengambil sebotol minuman dari tasnya.
Setelah acara penyeretan pasangan Yaoi...
"Kalian ini apa-apaan, sih? Kalian mau nanti direkam terus dimasukin ke Baybox (?) di Gakuen sekian (?) sama para Fujo?" tanya Skye menasihati mereka.
Chase dan Rocky hanya menggeleng, sementara Skye hanya bisa menghela nafas.
Lily Lily burning night~
HP Skye berbunyi dan dia pun mengangkat panggilannya tanpa melihat namanya.
"Jiah, ringtone-nya 'Lily Lily Burning Night'..." gumam Chase pelan.
"Halo?" tanya Skye kepada yang di seberang sana.
Skye terdiam agak lama sambil sesekali menganggukan kepalanya, sementara Chase dan Rocky hanya bisa menatapnya dengan penasaran.
"Oh, oke! Bisa tunggu sebentar?" tanya Skye sambil menekan tombol 'hold' di HP-nya, kemudian berbalik menatap Chase dan Rocky yang (tanpa sepengetahuannya) sedang ber-Yaoi ria lagi dengan tanpa beban dan Skye sebagai 'anak teladan' pun berusaha menarik paksa Chase dari pelukan Rocky.
Kenapa Chase? Karena kalau dia narik Rocky, nanti dibilangnya malah nyari kesempatan. Mau dibawa ke mana mukanya sebagai seorang guru?
"KALIAN KAGAK USAH BER-YAOI RIA DI TEMPAT UMUM BISA KAGAK, SIH?!" teriak Skye sambil menarik Chase yang masih saja melakukan adegan 'indah tapi menyesatkan' itu dengan Rocky.
"Aaah, lu mah ganggu aja nih! Atau lu minta dicium ju-" tanya Chase dengan nada jahil sebelum dipotong oleh...
DUAK!
"Bisa bilang sekali lagi?!" tanya Skye dengan nada yang menyeramkan.
"Ka-kagak, kagak ada apa-apa!" jawab Chase yang mukanya ringsek ke dalam karena dihadiahi sebuah bogem mentah dari tangan Skye.
"J-jadi, Chase selingkuh? Chase selingkuh? Chase seling-" tanya Rocky mendramatisir sebelum dibungkam oleh Chase yang sukses membuat Skye hanya bisa jawdrop sambil mencerna perkataan Rocky barusan.
'What the... Setinggi apa imajinasi mereka?' pikir Skye yang heran melihat kedua makhluk tersebut.
"Kalian, bisa dihentikan?!" teriak Skye dan kedua orang itu pun langsung melepaskan diri masing-masing.
"I-iya?" balas mereka berdua gelagapan.
"Kalian boleh kembali ke ruang guru, jangan diulangi lagi!" kata Skye mempersilahkan kedua anak itu keluar.
Sebenarnya, Skye berniat memarahi mereka habis-habisan. Tapi karena ada panggilan 'orang penting', dia pun buru-buru mempersilahkan mereka keluar.
Zuma
Chase dan Rocky terkenal di seluruh Paw Patrol Mansion dan daerah tempat tinggal mereka karena seringnya adegan Yaoi yang mereka lakukan tiap harinya. Mulai dari sekedar pegangan tangan sampai ke arah perbuatan lemon.
Misalnya, seperti yang terjadi di Basara Café ini!
"Haiyayah, Wocky! Jangan 'main' di sini, dong! Ini masih tempat umum!" teriak Zuma sambil menarik Rocky yang sedang duduk berhadapan dengan Chase.
Di hadapannya, terdapat Marshall yang sedang berusaha menarik Chase dari pelukan Rocky dan kedua anak itu pun langsung dibantu oleh Skye, Rubble, serta Nordic Five (plus Luthias) yang kebetulan sedang berkunjung saat itu.
Sementara Everest, dia malah menjadikan mereka sebagai tontonan.
Yah, kira-kira begitulah keadaan sehari-hari seluruh penghuni Mansion setelah munculnya gejala Yaoi pada kedua anak tersebut.
To Be Continue...
Aku tak tau harus bilang apa tentang ini, tapi yang pastinya begitu deh! ^^V
Review! :D
