Happy Reading! :D


Chapter 18: Naik Kendaraan


Chase

"Duuh! Angkotnya lama banget, sih!" keluh Chase yang sedang menunggu angkot.

Tiba-tiba, di depannya berhenti sebuah mobil.

"Akhirnya..." gumam pemuda bersurai coklat tua itu sambil menaiki kendaraan itu.

'Tapi kok gampang banget, ya?' batinnya bingung.

"Dek, ini mobil ambulans!" kata sang supir mobil itu.

"EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH?!"


Beberapa menit kemudian, di depan Paw Patrol Mansion...

"Lu baca ini, kagak?" tanya Rocky sambil memperlihatkan sebuah majalah kepada kawannya yang bersurai putih dengan bercak hitam.

"Somplak lu!" bentak Marshall sambil menjitak pemuda bersurai abu-abu itu.

Tiba-tiba, mereka melihat sebuah ambulans lewat di depan mereka.

'Ambulans?' batin Marshall dan Rocky bingung sambil memperhatikan ambulans yang langsung berhenti itu.

'Berhenti di sini?' batin keduanya tambah bingung.

Kemudian, Chase pun keluar dari dalam ambulans tersebut.

"Makasih ya, Bang!" kata Chase kepada sang supir.

'CHASE, TOBAT NAK! LU MAU MATI PAKE NAIK MOBIL AMBULANS APA?!' jerit kedua bocah itu dalam hati.


Marshall

"Duuh, panas banget..." keluh Marshall sambil mengipasi dirinya.

Sekarang dia sedang dalam perjalanan pulang ke Mansion menaiki angkot yang penuh sesak.

Entah kenapa, tiba-tiba angkot yang dinaikinya berbelok ke arah yang tidak seharusnya.

"Lho, ini salah naik angkot atau apa ya?"

Marshall yang sedang menikmati pemandangan di jendela langsung menengok ke depannya dan mendapati seorang pemuda berkacamata dengan rambut merah, mata biru kehijauan, dan memakai baju hijau kecoklatan sedang mengamati sekitar dengan bingung.

"Hmm, mungkin ingin menghindari kemacetan atau mau isi bensin..." jawab Marshall seadanya.

"Ooooh..."

Rupanya angkot tadi berhenti di pom bensin untuk mengisi bensin. Selagi menunggu, Marshall dan anak berkacamata itu pun ngobrol dengan asiknya sampai...

"Sepertinya hampir sampai..." gumam pemuda bersurai putih dengan bercak hitam itu.

"Kamu tinggal di komplek itu, ya?" tanya pemuda di depannya.

"He-eh!" Marshall mengangguk.

Setelah Marshall memberhentikan angkot itu di depan Mansion, dia pun turun dan membayar ongkos.

"Kayaknya tadi asik banget, deh!"

"Apanya yang asik?"

Marshall pun menengok dan ternyata di belakangnya sudah ada Chase.

"Oooh, itu? Tadi di angkot ketemu cowok, asik banget deh ngobrol sama dia! Tapi sayang, gue lupa nanya siapa namanya dan dimana tinggalnya!" jelas Marshall.

"Kalau lu ketemu lagi sama dia, lu bisa ajakin main sama kita!" balas pemuda bersurai coklat tua itu sambil memasuki Mansion.

Pemuda bersurai putih dengan bercak hitam itu pun mengangguk setuju dan mengikuti Chase memasuki Mansion.

'Semoga suatu saat nanti, aku bisa bertemu lagi dengan anak berkacamata itu!'


Rocky

"Kapan sampainya, nih?" keluh Marshall yang langsung dihadiahi death glare dari kawan-kawannya.

"Ya sabar lha, Marshall!" balas Rubble. "Kita kan kagak bisa buru-buru, tau!"

Rydina selaku supir mobil berisi 7 jelmaan para anak anjing sarap itu (plus sepupunya yang memaksanya jadi supir mobil, sementara tuh bocah duduk di bangku paling belakang) pun hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar percakapan gaje di mobilnya.

'Hmm, sebaiknya aku ambil jalan pintas saja biar lebih cepat!' batin Rydina sambil menperhatikan jalan di sebelahnya yang kosong melompong, kemudian mengeluarkan suara tawa pelan (yang terdengar menyeramkan), "Khu khu khu khu~"

Ryder yang mendengar tawa seram dari sepupunya dari bangku paling belakang (entah gimana caranya) langsung ambil ancang-ancang untuk pasang sabuk pengaman dan memakai helm-nya.

Sementara yang lainnya masih sibuk ngobrol sampai...

WUUUUUUUUUUUUSH!

"ASTAGA KAMBING! APA-APAAN INI?!" jerit Rocky yang menyadari kalau mobil mereka tiba-tiba ngebut.

Mobil itu pun langsung ngebut dengan kecepatan 250 mil/detik (?) yang sukses membuat seluruh penghuni mobil itu panik (bahkan Rocky udah mulai ngeluarin 'girly scream' khas-nya saking ngebutnya).


Alhasil, mobil berisi 9 makhluk sarap itu pun berhasil sampai di depan NNG dengan efek samping (?) sempoyongan bagi para penghuninya (selain sang supir).

"Anjir! Sialan lu, Rydina! Ngapain pake ngebut, sih?!" gerutu Everest sebal.

"Tau, nih! Bikin panik aja, deh!" timpal Rocky kagak nyelow.

"Iya, tuh! Jangan bikin orang panik, bego!" umpat Skye kesal.

"Kenapa? Aku kan hanya ingin lebih cepat sampai aja!" balas Rydina datar.

"TAPI KAGAK USAH PAKE NGEBUT JUGA, KELES!" pekik mereka semua (kecuali Zuma yang lagi muntah-muntah setelah turun dari mobil) emosi.

"BERISIK! JANGAN TERIAK-TERIAK DI HARI SABTU, OMAE-TACHI BAKA DABE!" teriak seseorang dari gedung NNG.

Webek, webek...

'Mampus, gue salah hari! Kabur, ah!' batin Ryder yang langsung ngacir dari tempatnya.

"BALIK LU KE SINI, RYDER YOU IDIOT!" teriak mereka semua sambil mengejar Ryder dengan membawa pentungan (yang entah dapat darimana).


Sementara di dalam NNG...

"Thias, ada apaan di luar?" tanya Lance sambil main poker dengan Lukas, Emil, Matt, dan Ieyasu.

"Biasa, makhluk nyasar!" jawab sang ketua guru datar yang sukses bikin pemuda berambut merah itu langsung sweatdrop.

Yah, biarlah nasib Ryder setelah itu jadi rahasia Ilahi! *ditabok Ryder.*


Rubble (Sedikit kagak nyambung, tapi terinspirasi dari kisah nyata)

"Ugh..."

"Lu kenapa, sih?" tanya Rocky.

"Hmm, aku mual..."

"Makanya lu jangan kayak kebo, dong! Makan tidur, makan tidur!" nasihat Chase datar.

"Ta-tapi... Hu-huek!"

Tiba-tiba, Rubble langsung muntah di tempat dan mengenai jaket coklatnya beserta sepatu Marshall.

"Sepatu gue!" seru Marshall saat melihat sepatunya ternodai muntahan barusan.

"Cepat kasih dia kantong muntah!" usul Zuma panik.

Everest pun langsung melemparkan kantong muntah ke arah Skye dan gadis itu buru-buru menadahkan kantong itu ke depan Rubble.

"Huek, huek!"

"Ih, jijay..." gumam Zuma sedikit jijik.

"Mendingan dia dikasih minuman hanget aja!" usul Rocky.

"Mana AC di bus ini dingin banget lagi!" celetuk Marshall agak menggigil (walaupun dia pakai jaket).

"Entar aja kalau udah berhenti di rest area!" saran Chase.

Setelah bus yang mereka tumpangi berhenti di rest area, Chase, Marshall, Rocky, dan Zuma pun buru-buru mencari minuman hangat, sementara Skye dan Everest menjaga Rubble yang muntah lagi untuk kelima kalinya.


Skye

Skye sedang menaiki sebuah angkot dalam perjalanan ke suatu tempat.

Ketika sedang berada di dekat lampu merah, supir angkot itu berkata, "Neng, turun aja ya!"

"Lho, kenapa bang?" tanya Skye bingung.

"Mau muter balik, neng! Mending eneng naik angkot lain aja, di depan ada tuh yang lagi ngetem! Nggak usah bayar, kok!" jelas supir angkot itu.

Alhasil, Skye pun terpaksa turun dan menaiki angkot lain.


Zuma

"Gue merasa aneh, deh!" gumam Marshall yang sukses dihadiahi tatapan bingung dari kawan-kawannya.

"Aneh gimana?" tanya Skye sambil mengangkat alisnya.

"Yah, gue merasa kayak gimana gitu!" jawab Marshall yang malah membuat teman-temannya tambah bingung.

Sekarang mereka sedang naik angkot menuju ke tempat kemah mereka.

"Lho, kok kita belok sih? Perasaan lurus, deh!" gumam Rubble saat melihat jalan yang mereka lalui berbeda dari biasanya.

"Mas, kok belok?" tanya Rocky.

"Saya kan memang sering lewat sini, dek!"

"Memangnya ini angkot jurusan apa?" tanya Everest bingung.

"Elrios-Citadel!"

"APA?!"

"Stop, stop! Kita berhenti di sini aja, bang! Salah naik angkot!" seru Chase yang langsung menghentikan angkot itu.


Setelah mereka diturunkan di sebuah jalanan sepi (dan terpaksa bayar ongkos karena terlanjur naik angkot itu)...

"Siapa yang nyaranin kita naik angkot tadi?" tanya Skye.

Lima jari pun langsung menunjuk Zuma.

"Lha, salah ya?" tanya Zuma bingung.

"YA JELAS SALAH, BEGO!" bentak keenam orang lainnya sewot.

"Sekarang gimana?" tanya Marshall.

"Terpaksa kita jalan kaki sampai nemu angkot yang bener..." usul Rocky yang langsung disetujui kawan-kawannya.

Alhasil, mereka pun jalan kaki mengikuti jalur dan langsung menaiki sebuah angkot yang sedang berada di dekat lampu merah (tentunya setelah mengecek apakah itu angkot yang mereka cari).


To Be Continue...


Yah, sebagian kejadian yang ada di atas itu kisah nyata! Jadinya bayangin aja, deh! ^^V

Mari balas Review! :D

Farhan Azis: Ini udah update dan terima kasih Review-nya! :D

Honey Sho: Nanti update berikutnya aku usahakan kok! ^^/ Okay, Thanks for Review! :D

Review! :D