Akhirnya update juga dan... Sudah berapa lama nih fic hiatus? *ngecek kalender.*
Yah, maaf kalau lama update... Soalnya buntu ide plus terlalu lama mendem di fandom Lost Saga... Yah... *mojok.*
Happy Reading! :D
Chapter 19: Bertemu Genderbend (Warning tambahan: Mungkin bakalan sedikit nggak nyambung!)
Zuma
"Eh Zum, katanya di dekat Nordic Mansion ada cewek cakep lho!" seru Marshall.
"Siapa?" tanya Zuma.
"Entah, kalau nggak salah namanya Zima!"
"Terus, mana tuh cewek?"
"Noh, lagi ngobrol sama Everest!"
Tidak lama kemudian, datanglah Everest yang di belakangnya terdapat seorang gadis berambut coklat berantakan dengan baju renang jingga dan sebuah dayung di tangannya.
Sebentar, bukannya baju renang hanya boleh dipakai di pantai atau kolam renang ya? -Thundy sang Narator-
"Kenalin nih bro, dia Sista Zima!" seru Everest sambil menepuk punggung gadis itu.
"Sa-salam kenal... A-aku adik Kak Zuma..." ujar gadis itu gugup.
Webek, webek...
"HAH?! SEJAK KAPAN ZUMA PUNYA ADEK?!" pekik Marshall dan Rocky (yang entah muncul dari mana) kaget.
"Sejak pembuat fic ini nonton Kekkai Sensen..." balas Zuma singkat.
Skye
"Eh sis, tau nggak? Di depan kafe itu ada cogan, lho!" seru Everest. "Yang lebih kerennya lagi, mereka mirip banget sama kita!"
"Masa sih?" tanya Skye nggak percaya.
"Nggak percaya banget, sih! Entar kalau nyesel awas aja ya!"
Beberapa hari kemudian...
"Masa sih ada cogan di sini?" tanya Skye sambil celingukan di depan Basara Café.
Tanpa diduga, muncullah sepasang cowok di depan Skye. Salah satunya mirip Skye dengan rambut dirty blonde, mata pink, dan memakai baju ala pilot beserta seorang cowok mirip Everest dengan rambut lavender, mata biru, dan memakai baju ala orang eskimo.
"Hay, aku Skylar!"
"Dan aku Everion!"
"Salam kenal~" sapa kedua cowok itu sambil mengedipkan matanya.
Alhasil, Skye pun langsung meleleh dengan background lagu 'Heart Attack'.
Setelah pertemuan itu...
"Gue nyesel, Rest! Gue ketemu sama cogan yang lu ceritain kemaren dan ternyata emang bener!"
"Nah, gue bilangin juga apa!"
Rubble
Suatu hari, Rubble tak sengaja memergoki Zuma sedang berdandan rapi.
"Mau kemana, Zum?"
"Kencan~"
"Sama siapa?"
"Pokoknya cakep deh!"
"Boleh ikut?"
"Nggak usah!"
Tapi dasar nekat, Rubble malah diam-diam mengikuti Zuma.
Ketika Zuma sampai di depan Basara Café, Rubble melihat seorang gadis kecil dirty blonde berbadan agak montok sedang duduk santai di sana.
"Yo Wubina, udah lama nunggu?"
"Nggak kok!"
'ITU KAKAK GUE, ANJER!' pekik Rubble dalam hati.
Beberapa menit kemudian di garasi Mansion...
"Lu kenapa, Rubble?" tanya Chase yang tak sengaja melihat Rubble memasang tampang kusut sambil mengobrak-abrik buldoser-nya.
"Kesel banget, masa Zuma pacaran sama kakak gue?!"
"Cewek yang namanya Rubina itu? Ya elah, itu mah udah lama keles!"
BRMMM BRMMM!
"Mampus, marah dia! KABOOOOOOOOOR!" teriak Chase sambil kabur.
Alhasil, Mansion dan Hovercraft Zuma langsung jadi korban lindes buldoser Rubble.
Rocky
Di suatu malam, Rocky bermimpi sedang bertemu dengan seorang gadis berambut abu-abu pendek dengan topi hijau yang sama persis serta memakai baju abu-abu dan overall berwarna hijau.
"Halo, aku Rosella, salam kenal... Aku Genderbend-mu dan aku tak butuh kamu, khukhukhukhu..." ujar gadis itu.
"Aku juga tak butuh kamu, ngehehehe~ Dadah~" balas Rocky yang langsung ngilang entah kemana.
"Anjrit, apaan tuh barusan?!" tanya Ryder yang entah gimana caranya bisa nongol di dalam mimpi Rocky.
Alhasil, Rocky pun langsung terbangun dari mimpinya.
"Gue mimpi apa ya barusan?" tanya anak itu dengan tampang bengong.
Marshall
"Mar, keluar yuk! Gue lagi bosen!" ajak Rocky di ruang tengah Mansion.
"Iya aja deh..." balas Marshall pasrah.
Di luar Mansion...
"Eh Mar, tuh liat! Ada cewek mirip banget sama lu!" seru Rocky sambil menunjuk seorang cewek berambut putih yang sedang ngobrol dengan seseorang di seberang mereka.
Entah kenapa, Marshall malah auto fokus sama lawan bicara cewek itu.
Seorang cowok berambut merah dengan kacamata bulat dan jaket coklat.
'Dia kan yang waktu itu...' batin Marshall.
Tiba-tiba cowok itu menengok dan mendapati kedua anak itu di seberang. Dia pun melambaikan tangan dan berkata, "Yo, mau ikut ngobrol? Ayo sini!"
Marshall dan Rocky pun menghampiri mereka.
"Kau anak yang waktu itu ketemu di angkot kan?" tanya cowok itu.
"I-iya..." jawab Marshall seadanya.
"Lu kenal, Mar?" tanya Rocky bingung.
"Dia yang gue ceritain waktu itu, tau!" bisik Marshall.
"Oooh..."
"Eh, saling kenal ya?" tanya cewek berambut putih tadi.
"Nggak juga sih!" balas cowok itu watados sambil menggaruk rambutnya. "Ah iya, lupa kenalan! Namaku Chairone Teiron dan dia Marsela..."
Author, aku berani taruhan kalau kau sengaja munculin Teiron sejak Chapter kemaren karena suatu alasan! -Thundy sang Narator-
"Kalau kalian?" tanya Marsela.
"Marshall..."
"Rocky!"
"Salam kenal ya!"
Setengah jam kemudian...
"Habis darimana? Ketemu cewek cakep?" tanya Chase saat Rocky dan Marshall baru pulang ke Mansion.
"Yoi, bro!" balas Rocky santai. "Cakep banget coy, mirip banget sama Marshall! Rambutnya, matanya, bahkan sifatnya hampir mirip!"
"Gue masih kepikiran deh..." gumam Marshall.
"Lu kepikiran sama anak yang namanya Teiron itu?" tanya Rocky dan dibalas anggukan dari Marshall.
"Teiron itu siapa?" tanya Chase bingung.
"Lu masih inget sama cerita Marshall waktu di angkot? Nah, kita tuh ketemu sama anak yang waktu itu!" jelas Rocky.
"Oooh..."
Chase
"Chase, ada cewek seksi nanyain lu nih!" seru Rubble di depan Mansion.
"Hah? Dimana?" tanya Chase yang lagi baca koran.
"Noh..." Zuma menunjuk seorang cewek berambut coklat pendek dengan dada D cup dan baju polisi yang 'sulit untuk dijelaskan' mendatangi mereka.
"Eh?" Chase langsung cengo melihatnya.
"Kenapa?" tanya Rubble.
"Nggak ada..." balas Chase seadanya.
"Namaku Chelsea, salam kenal~" ujar gadis itu ramah.
"Oh iya, apa hubungannya Chase sama Chelsea?" tanya Zuma.
"Saudara sepupu!" jelas Chase singkat.
Webek, webek...
"HAH?! MASA SIH?! KOK KITA NGGAK TAU?!" pekik Zuma dan Rubble kaget.
"Susah menjelaskannya..." gumam Chase sambil menghela nafas.
To Be Continue...
Chairone Teiron sebenarnya OC dari fic-ku di fandom LS. Untung di sini PAW Patrol jadi manusia, kalau masih anak anjing pasti dia udah kabur duluan karena Teiron takut anjing. :V / *dilempar batu bata.*
Aku akan mengubah sistem update dari tiga Chapter menjadi satu Chapter sekali update, yah begitu deh... -w-a
Aku belum bisa balas Review sekarang, tapi untuk request masih diterima kok, jadi tunggu saja! ^^/
Review! :D
