Happy Reading! :D
Chapter 21: Kalah saat main game (Request dari Honey Sho, maaf kalau kurang memuaskan... m-w-m)
Chase
"Lu lagi main apa, Chase?" tanya Marshall yang mengunjungi kamar Chase saat melihat anak berambut coklat tua itu sedang anteng di depan laptop-nya.
"LS!" jawab Chase singkat.
"Oooh, game yang bikin Author ngaret lanjutin fic ini toh!"
Eh Marshall, darimana lu tau kalau Author suka main game itu sampe lupa sama fic-nya? -Thundy sang Narator-
"Memang kenapa kalau Author juga suka main?" tanya Chase sedikit mengerutkan kening.
"Nggak ada sih, cuma ya itu... Dia jadi nggak lanjutin beberapa fic-nya..." jelas Marshall sambil memutar mata.
Gue penasaran deh sama Marshall, apa jangan-jangan dia cenayang ya? -Thundy sang Narator-
"Suka-suka lu deh!"
Marshall pun pergi keluar kamar untuk mencari udara segar, sementara Chase sibuk mencari room untuk battle dengan tombol 'Quick Join'.
Setelah menunggu agak lama, akhirnya dia mendapat sebuah room dengan mode Prisoner dan map Cube Square. Ketika pertandingan dimulai, dia berpikir sejenak untuk memilih Hero apa yang akan dipakainya dan langsung menggunakan Western Gunman.
Chase, aku berharap semoga nanti Alexia tidak ter-summon ke sini! Soalnya kalau sampai kejadian, entar bakalan runyam lho! -Thundy sang Narator-
Chase yang menggunakan Gunman level 15 dengan nickname 'BrownPolice17' (Absurd? Memang!) di tim merah langsung roll ke tempat musuh sampai tak sengaja bertemu user Gunman lainnya dengan level 40 di tim biru. Alhasil, pertempuran pun terjadi.
Tapi yang membuat Chase bingung, Gunman itu bisa menembak banyak peluru dan dia pun berusaha menghindar sebisa mungkin saat di-aim musuh.
Akhirnya setelah setengah jam kemudian, tim merah pun kalah 1-3.
Maafkanlah screen Battle yang singkat itu, Author rada susah menjelaskannya! -Thundy sang Narator-
"Chase!"
Anak itu menengok dan mendapati Rocky sudah berada di sebelahnya.
"Ada apa?" tanya Chase dengan tampang kusut.
Rocky ngangkat alis sambil nanya balik, "Muka lu kusut amat, kenapa sih?"
"Gue heran, tadi gue ketemu user Gunman bisa nembak banyak peluru! Itu cheat atau apa ya?"
Lha, kenapa malah nyambung ke cheat? KALAU LU KETEMU MAFIA BOSS BISA NEMBAK PELURU BANYAK TANPA RELOAD, ITU BARU CHEAT! -Author Girl-chan yang kelewat emosi-
"Oooh, soal itu toh... Lu nggak tau ya? Western Gunman kan bisa di-evo, jadinya bisa nembak banyak peluru begitu! Lu dapet Soul Stone dari event cuma dipake buat evo Rare Gear sih!"
Setelah Rocky pergi keluar kamar, Chase pun langsung pundung di pojokan.
Sejujurnya bukan true story Author sih, tapi tentang evo itu memang beneran lho! Author cuma punya beberapa Rare Gear ulti evo dan bicara soal Hero evo, sebenarnya dia punya Wild Tiger permanen (Tiger merupakan salah satu Hero yang bisa di-evo), tapi sayangnya cuma first evo karena dia jarang pakai (itupun cuma di Dungeon Mode). -Thundy sang Narator-
Marshall
Ready to roar, ready or not~ Ready to give it all I've got~ Gotta live to win, get up, get out, get even~
"Yes, akhirnya ketangkep juga!"
Nah lho, ada apa ini?
Oh, rupanya itu hanya Marshall yang sedang memainkan 'Monster Galaxy' di layar laptop-nya. Dia baru saja menangkap seekor Chuunchila di Summer Field.
Sejujurnya Author memainkan game itu jauh sebelum mengenal game online, contoh sederhananya sewaktu Elsword masih ada server Indo-nya. -Thundy sang Narator-
"Sekarang tangkap apalagi, ya?"
Marshall pun meng-klik 'Spiral Cave' untuk mencari tau Moga apa yang bisa dikoleksi.
Setelah masuk ke Spiral Cave, dia masuk ke area pertama dan bertemu Skuzzy.
Tapi yang menjadi masalah...
Dia hanya punya satu Moga yang sekarat. Sebenarnya dia bawa tiga, tapi dua Moga lainnya sudah 'mati' karena melawan Chuunchilla barusan.
"Waduh, Blue Coffee habis! Cola habis! Bisa mati gue!"
Setelah itu...
"Marshall lagi stress ya?" tanya Everest saat mendapati kamar Marshall yang diselimuti aura suram.
"Sepertinya..." balas Rocky sweatdrop.
Rocky
Rocky sangat suka memainkan game online bernama 'Elsword' di kamarnya. Character yang dimainkannya adalah Rena Wind Sneaker dengan nickname 'Ecopup' berlevel 55 dan rank PvP 'A'.
Suatu hari, Rocky menghabiskan waktunya dengan memainkan 'Elsword' dan karena bosan bermain mode Dungeon, akhirnya dia memilih memainkan mode PvP yang 1 vs 1.
Setelah sekian detik menunggu lawan, didapatkanlah lawan yaitu Lord Knight level 54 dengan rank 'A' juga. Rocky sangat benci melawan Lord Knight karena sering kalah dan juga skill Armor Body (cmiiw) yang benar-benar bikin kesel.
'Anjrit! Kenapa harus ketemu LK?!' batin Rocky kesal dan mau tidak mau harus dia hadapi.
Detik demi detik pun terlewati dan HP (Health Point) keduanya sama-sama tinggal setengah.
Tapi di detik 104, Rocky lengah sehingga masuk ke dalam combo LK itu. Rocky dengan cepat terus menekan tombol arah atas dua kali yang berarti double jump, tapi sayangnya dia tidak bisa keluar. Akhirnya dia hanya bisa menunggu Char-nya 'jatuh' dan HP-nya tinggal 3 hit. Karena hal itu, Rocky terus kabur-kaburan menghiraukan lawannya yang terus mengejar dan berniat mengisi kembali MP(Mana Point)-nya.
Kali ini lawannya lengah dan Rocky yang tidak ingin membuang kesempatan langsung mendekati lawannya untuk men-combo LK itu. Alhasil, HP lawannya pun tinggal 1 hit.
MP terisi penuh dan Rage pun digunakan. Akhirnya dia bisa menumpas si LK sialan itu.
Tapi takdir berkata lain. Saat ingin menggunakan skill andalannya, window game 'Elsword' itu tiba-tiba keluar dan Rocky pun langsung cengo karena tidak percaya hasil kerja kerasnya dibayar dengan 'Disconnected'. Dia baru pertama kali mengalami hal ini saat PvP.
"NOOOOOOOOOOOOOOOOOO!"
Mungkin itu akan menjadi permainan PvP terakhir Rocky dan dia pun langsung merutuki jaringan internetnya tersebut.
Rubble
"Rubble main EBF?" tanya Marshall penasaran. "Masa sih?"
"Iye, bro!" balas Rocky. "Gue juga kaget pas tau dia main game itu!"
Sekarang mari kita lihat keadaan Rubble!
Saat ini dia sedang adem ayem di kamar sambil memainkan 'Epic Battle Fantasy 3' di laptop-nya dan sedang berusaha melawan Wooly Mammoth.
Pertama dia menyerang sang Mammoth terlebih dahulu, tapi dia memiliki teman yang bisa menyembuhkan. Ketika dia membunuh si penyembuh, beberapa ronde kemudian malah muncul lagi. Apalagi ketika character-nya di-Bodyslam sampai sekarat dan itu menambah sulit keadaan.
Akhirnya setelah beberapa saat kemudian, ketiga character-nya mati dan Game Over untuk Rubble.
Setelah kalah dari gajah purba itu, dia malah pundung seharian sampai nggak mau makan sama sekali.
Waktu Author main EBF 3, dia kalah terus saat melawan Wooly Mammoth. -Thundy sang Narator-
Skye
"Everest! Rubble kenapa, sih? Bad mood?" tanya Rocky saat melihat Rubble meringkuk di pojok ruang tengah dengan aura suram.
"Maksud lu galau?" jawab Everest nanya balik sambil ngangkat alis.
"Sama aja, keles..." balas Rocky sweatdrop.
"Hm... Ya udah, ceritanya begini..." Everest mulai menceritakan.
-Flashback-
"Rubble, tembak terus monster besar itu! Kalau menang, kita bisa naik ke level 100!"
"Kau juga, Skye! Gunakan sihir airmu untuk memperlambat monster itu!"
-Flashback Interupped (?)-
"Tu-tunggu dulu!" potong Rocky. "Rubble dan Skye main game online?"
"Iya!" jawab Everest.
"Ya elah! Gue kan juga mau ikutan main!"
Everest pun mengabaikan keluhan Rocky dan melanjutkan ceritanya.
-Flashback Continued-
Suatu hari, Skye log in duluan dan langsung dikelilingi monster. Setelah itu, Rubble log in dan terkejut melihat kerumunan monster yang mengelilingi Skye.
"Skye!" teriak Rubble sambil mengambil senjatanya yang berupa AK-47.
Tunggu sebentar! Game abstrak apa yang salah satu pilihan senjatanya AK-47?!
Ah, lupakan saja! Back to Story!
Setelah mengeluarkan senjatanya, Rubble pun mulai menembak secara membabi buta.
DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!
"Rubble, hentikan!"
"Kenapa?! Aku marah dan mereka harus dibunuh!"
DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!
"Ru-Rubble..."
Rubble melihat Skye di antara kerumunan monster mati itu dengan tubuh berdarah dan di layar komputer, terlihat kalau nyawa Skye sudah habis.
Skye's HP -300
Skye's HP: 0
Skye is dead
"TIIIIIDAAAAAAAAAAK!" jerit Rubble histeris.
-Flashback End-
"Jadi Rubble bad mood-"
"Galau!" potong Everest.
"Karena Skye mati dalam game online?" lanjut Rocky sambil bertanya dengan sweatdrop.
"Iya!" jawab Everest datar.
Zuma
Malam harinya, Chase, Marshall, Rocky, dan Zuma memainkan game online yang pernah dimainkan Rubble dan Skye. Sekarang mereka sedang berlari dari monster yang bernama Lolimon.
Lho, alasannya? Karena Marshall kagak sengaja menggigit monster itu gara-gara bentuknya yang kayak lolipop.
Terus, kenapa mereka tidak bertarung? Itu karena level mereka rata-rata hanya Level 50-an, sementara Lolimon itu Level 150!
"Zuma, lari! Cepetan!" teriak Chase.
"Kok lu ketinggalan jauh, sih?" tanya Rocky.
"Aduuuh... Padahal gue udah lawi!" balas Zuma panik.
"Tanda panah di keyboard itu ditahan, bukan dipencet berkali-kali!" ceramah Chase gondok.
"Oh, begitu!"
"Zuma, Chase, Rocky! Seharusnya kalian fokus lari dulu! Kalau lari sambil ngetik dialog kan jadi lama la-"
Marshall has been attacked by Lolimon
Marshall's HP -500
Marshall's HP: 0
Marshall is dead
"MAWSHALL, KEKASIHKU TEWCINTA! TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!"
Rocky dan Chase langsung menarik Zuma ke semak-semak untuk bersembunyi.
"Ini kan cuma game, Zuma! Baru tau gue kalau lu kena 'Boyfriend Complex'!" bentak Chase sambil menjewer telinga Zuma yang nangis tanpa henti, sementara Rocky hanya bisa sweatdrop.
Special Bonus: Everest and Mobile Legends
"Main Mobile Legends ya?" tanya Tracker si Chihuahua (yang belum jadi manusia) saat mengintip kegiatan Everest dengan smartphone-nya.
"Iya, kenapa emangnya?" Everest nanya balik.
"Nggak ada." balas Tracker yang beranjak pergi.
Sekarang kita lihat kondisi Everest setelah ditinggal Tracker.
"Awas, turret diserang!"
"Kok musuhnya sakit banget?! Dia pake item apaan coba?!"
"Woy, jangan kelamaan farming! Minion musuh ke turret tuh!"
"Kok nge-lag terus sih?!"
"Aaaah, jadi kalah deh!"
Yah, begitulah yang terjadi...
Special Bonus End!
Yah, aku hanya berusaha yang terbaik untuk ini! ^^V
Maaf nggak bisa balas Review, aku pusing soalnya. *plak!*
Soal Request, mungkin bakalan lebih lama dari ini. Yah, soalnya aku lebih senang mendem di fandom sebelah yang lebih sepi lagi. *mojok.*
Review! :D
