Prev Chap 1

Belum habis rasa terkejutnya, tiba-tiba sebilah pedang merah di arahkan ke belakang leher gadis itu sambil berteriak, "Katakan identitasmu penyusup! Sebutkan nama dan pangkatmu! Kamu telah memasuki wilayah Knight Empire!"

Gadis itu terkejut saat melihat pedang berwarna merah di sebelah lehernya dan segera menoleh ke belakang. Dia melihat dua orang pria yang sedang menangkap basah dirinya atau juga bisa disebut penyusup bagi dua pria itu, tetapi bagi gadis itu berharap ini semuanya adalah lelucon.

"Pangkat? Nama? Knight? Empire?"

Gadis itu menatap pria berrambut merah dan pria berrambut nanas yang di sebelahnya dengan pandangan yang terkejut dan sulit untuk di jelaskan bahkan untuk dirinya sendiri di situasi ini. Sedangkan pria berrambut merah itu, Sasori masih terus mengarahkan pedangnya ke leher gadis itu seolah dia harus menangkap gadis itu ke tendanya, Shikamaru juga hanya memandang gadis yang mempunyai warna rambut soft pink yang terduduk itu dengan pandangan sengit. Mereka bertiga saling memandang dengan artian berbeda dan gadis seolah menuntut jawaban bagi dirinya untuk situasi yang di alaminya sekarang.


Naruto © Masashi Kishimoto

Star of Worlds © Namikaze Lily

Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.

Warning : AU, OOC, OC dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)

For safety , Rate : M

Happy Reading All _^^_


Chapter 2

Malam yang tenang dan sunyi senyap menghiasi langit. Bintang-bintang bertaburan dengan indahnya. Terlihat beberapa prajurit Knight Empire yang berjaga-jaga di penjara dan obor api menghiasi tempat ini di berbagai sudut. Sakura duduk diam di dalam selnya beralas jerami-jerami sambil memandangi langit malam dari atap kamar sel miliknya. Sakura tidak percaya dengan kejadian tadi siang. Dia masih berpikir sebenarnya dia ada dimana dan bagaimana dia berada di sini.

"Huff," keluh Sakura dengan pelan. Sakura masih ingat sewaktu pria berambut merah serta yang mengarahkan pedang berwarna merah itu ke lehernya beserta pria yang berambut seperti nanas itu menangkap dirinya. Alasan penangkapan itu adalah Sakura di anggap sebagai penyusup kerajaan lain yang mencoba memasuki wilayah Knight Empire. Pangkat? Empire? Knight? Gila rasanya. Dia bukan keluarga kerajaan ataupun penduduk kerajaan Kn-knight apalah tadi, pikir Sakura dengan mood yang jelek. Bahkan dia hanya seorang gadis yatim piatu, lalu dia juga masih ingat dia itu dari Jepang, kota Tokyo tercinta, seorang gadis SMA biasa yang bersekolah di Konoha Gakuen. Jika ini hanyalah mimpi , Sakura berharap dia dapat bangun dari bunga tidurnya. Tapi apa yang diharapkan itu pasti tidak akan terjadi,nyatanya sekarang dia mendekam di dalam sel penjara.

Sakura melihat ke arah luar jeruji selnya, Sakura melihat ada dua orang prajurit yang berjaga-jaga di luar berdiri dekat obor api sambil mengawasinya. Di lihat cara berpakaian mereka yang aneh, baju besi yang berbeda warna yaitu merah dan hitam ataupun sepatu mereka lalu senjata yang mereka pegang atau pakai itu sangat lah kuno menurut Sakura. Tiba-tiba Sakura ketakutan sendiri dan bergidik saat mengingat dirinya dibawa ke sini beberapa jam lalu.

Beberapa jam yang lalu...

"A-apa maksudmu dengan pangkat? E-empire? Namaku Haruno Sakura, aku hanyalah seorang siswi SMA biasa yang bersekolah di Konoha Gakuen." Jawab Sakura dengan nada yang terbata saking shocknya melihat dua pria asing yang berada di hadapannya.

Shikamaru dan Sasori semakin sengit menatap Sakura dan bahkan Sasori semakin mendekatkan pedangnya ke leher gadis itu.

"Sebaiknya kamu katakan identitasmu dan jelaskan kamu datang dari kerajaan mana, kenapa kamu memasuki wilayah penjagaan militer Knight Empire? Jika dilihat keadaanmu, sepertinya kamu menyusup melalui sungai. Hebat." Cecar Sasori dengan nada yang tegas.

"A-aku tidak mengerti yang kamu maksud. Yang pasti aku cuma anak SMA biasa. Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku bisa sampai di tempat seperti ini. Apalagi aku tidak tahu ini adalah wilayah sebuah kerajaan. Aku bukan penyusup!" Jelas Sakura kepada Sasori dan Shikamaru.

"Kamu masih tidak mau mengaku? Kalau begitu katakan padaku kamu datang darimana, sudah jelas kamu keluar dari sungai ini." Tanya Shikamaru dengan nada yang sengit.

"Sudah kubilang aku sendiri tidak tahu! Reseh sekali kamu kepala nanas!" Jawab Sakura dengan nada yang ketus.

Shikamaru dan Sasori saling memandang saat mendengar jawaban Sakura. Sakura bersikap dongkol kepada mereka, gadis itu merasa seperti seorang penjahat padahal dia hanyalah seorang asing di sini. Sasori kemudian memasukkan pedang ke sarung pedang miliknya dan memejamkan matanya sebentar. Shikamaru melihat Sasori dengan pandangan bingung sedangkan dalam hati Sakura berteriak aman dan lega karena Sasori telah melepaskannya. Sakura bisa saja melawan Sasori dan Shikamaru mengingat Sakura ikut klub Karate di sekolahnya, tetapi sekuatnya dia pasti akan kalah belum lagi dia di tempat yang asing, pikir Sakura cepat.

"Apa kamu melepaskan gadis pinky ini Sasori? Apa namanya tadi?" Tanya Shikamaru dengan nada malas. "Apa! Pinky? Kamu kepala nanas!" Balas Sakura mendengar dirinya di sebut pinky.

"Sakura. Namanya Haruno Sakura. Shikamaru, aku akan tahan gadis ini di sel penjara divisiku." Jelas Sasori dengan tenang. Sakura sempat terperangah saat mendengar Sasori mengeja namanya dengan lembut dan benar, tanpa sadar rona merah telah menjalar di kedua pipinya yang imut. Lalu Shikamaru menatap Sakura dengan tatapan sebal sedangkan Sasori hanya menatapnya intens.

"Haruno Sakura, kamu akan kutahan di wilayah Knight Empire pada jam 1 siang di divisi Red Knight. Kamu ditahan sebagai penyusup dari kerajaan lain. Silakan ikut kami untuk proses introgasi lebih lanjut untuk memutuskan hukuman tepat buatmu jika kamu ada pembelaan yang bisa dilakukan, maka bisa di jelaskan saat proses introgasi." Terang Sasori dengan nada yang santai dan tenang.

Mendengar penjelasan Sasori barusan, Sakura langsung melupakan rasa kagumnya terhadap Sasori. Dengan kasar, Shikamaru menahan kedua tangan Sakura dan mengikatnya dengan tali besi dan membawanya ke penjara di divisi Red Knight bersama Sasori, Sakura hanya meronta-ronta saat dibawa oleh Shikamaru dan Sasori.

"Lepaskan aku! Aku tidak tahu apa-apa! Kamisamaaaaaaaa," erang Sakura.

Akhirnya disinilah Sakura sekarang. Gadis itu meringkuk di dalam selnya. Tiba-tiba Sakura memikirkan akhir hidupnya jika seandainya nanti dia di introgasi. Mungkin dia akan di pancung mati, atau bisa saja di tebas pakai pedang. Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.

"Lebih baik aku di jual atau dijadikan budak daripada aku mati, tolong aku Kamisamaaaa," Teriak Sakura di dalam hatinya.

"Woe Pinky!" Teriak seorang pria yang Sakura sudah kenal tadi siang. Sakura menoleh dan melihat pria yang mempunyai rambut berwarna merah darah tersebut. Ya Sasori, pria itu yang menangkap dan menuduhnya sebagai penyusup tadi siang sekarang berdiri di luar jeruji selnya. Sakura terkejut dengan kedatangannya belum lagi memanggilnya Pinky. Padahal tadi Sakura sempat mengaguminya karena mengeja namanya dengan benar.

"Apa! Mau apa kamu ke sini kepala cabai!" Teriak Sakura dongkol sambil membuang mukanya.

"Hn." Hanya tanggapan itu saja yang diberikan oleh Sasori saat mendengar Sakura yang mengejeknya. Sasori hanya mengangkat sudut bibirnya dan berjongkok di hadapan Sakura. Sasori menatap Sakura dari atas sampai ke bawah dengan tenang. Sasori datang menemui Sakura untuk menanyainya langsung dan jujur dia penasaran dengan Sakura. Apakah gadis itu memang tersesat atau dia memang penyusup, itu sebabnya Sasori datang khusus menemuinya. Sasori tidak menyerahkan proses introgasi ini kepada Yura tangan kanannya ataupun Shikamaru yang memegang divisi introgasi sekaligus komandan Yellow Knight. Lalu dia mencoba untuk menilai Sakura sedangkan Sakura yang merasa ditatap oleh Sasori bersikap jengah. Dalam hatinya dia ingin sekali memukul Sasori dengan tinjunya.

"Gadis ini memakai pakaian yang aneh untuk ukuran penduduk kerajaan ini bahkan untuk penduduk kerajaan manapun. Apa memang gadis ini bukan seorang penyusup? Jika memang seorang penyusup, pasti dia mempunyai kartu identitas sebagai warga kerajaan mana. Tetapi gadis ini tidak ada kartu identitas malah mengakui dirinya datang dari kerajaan mana tadi? Tokyo. Ya Tokyo, Aku tidak pernah dengar ada nama kerajaan seperti itu. Lalu dia bersekolah di Konoha Gakuen? Mungkin maksudnya adalah Akademi. Tetapi di kerajaan manapun tidak ada akademi yang namanya Konoha Gakuen." Pikir Sasori panjang sambil memperhatikan Sakura.

"Lihat apa kamu kepala cabai!" Teriak Sakura menyadarkan lamunan Sasori.

"Khekhehehehe," cengir Sasori saat mendengar Sakura yang memanggilnya kepala cabai. Sasori tidak menyangka dia akan diperlakukan kasar oleh gadis seperti Sakura. Padahal di Knight Empire banyak gadis bangsawan mengincarnya dan bahkan tidak segan-segan memujinya mempunyai warna rambut yang indah, tetapi gadis ini malah memanggilnya kepala cabai.

"Aku baru pertama kali di katakan seperti itu oleh seorang gadis. Wkwkwkwk." Jelas Sasori sambil ngakak. Dia tidak dapat menahan tawanya saat melihat Sakura yang menatapnya dongkol. Dia tahu gadis itu sudah marah tetapi dia menikmati reaksi gadis itu. Sakura menatap Sasori dengan pandangan sebal dan melayangkan tatapan yang tajam terhadap Sasori bahwa dia tidak suka di ketawai alasan tidak jelas.

"Baiklah, aku akan bertanya langsung padamu saja. Kamu harus bangga Sakura, karena kamu ditanyai langsung oleh Komandan Red Knight yang tertampan di Knight Empire, dan paling banyak di incar gadis-gadis, yaitu Akasuna no Sasori. Biasanya proses introgasi itu kuserahkan pada tangan kananku atau si..kepala nanas itu. Tetapi beruntunglah kamu karena aku sendiri turun tangan menanyaimu," jelas Sasori dengan nada yang bangga memuji dirinya sendiri untuk melihat reaksi Sakura.

Sakura yang mendengar perkataan Sasori barusan hanya menunjukkan reaksi melongo dan kita bisa tahu reaksi gadis ini selanjutnya.

"Ka-kamu! Jangan terlalu percaya diri! Buat apa aku harus bangga di introgasi oleh kamu langsung kepala cabai! Lagian aku sudah jelaskan aku tidak tahu apa-apa soal kerajaan kalian ataupun kerajaan-kerajaan menurut kalian! Ahh! Aku bisa gila karena ada seorang pria yang memuji dirinya sendiri, padahal dia hanyalah kepala cabai!" Teriak Sakura bertubi-tubi sambil menunjuk-nunjuk Sasori dengan jari telunjuknya dan Sasori tertawa sambil menahan perutnya. Entah kenapa rasanya dia suka sekali melihat reaksi gadis ini.

"Wkwkwkwk! A-aduhh. Perutku sakit mendengar jawabanmu. Wkwkwk!" Jawab Sasori sambil tertawa. Sakura hanya menunjukkan pandangan sebal terhadap Sasori dan sesaat dia berpikir bahwa Sasori itu pria yang gila karena terlalu memuji dirinya setinggi langit tetapi Sakura entah kenapa juga sangat suka melihat Sasori tertawa seperti sekarang ini. Lalu Sasori menghentikan tawanya dan mendehem melaksanakan tujuan semulanya menemui Sakura.

"Ehm! Ehm hm! Baiklah, kita ke pokok pembicaraan langsung dan jawab pertanyaanku Sakura." Kata Sasori yang masih mengatur dirinya supaya tidak tertawa lagi melihat reaksi Sakura itu. Suasana tiba-tiba menjadi serius. Emelard bertemu hazel. Mereka saling memandang dengan lama tetapi bukan pandangan yang tenang dan bersahabat,akan tetapi pandangan yang saling bertanya dan menuntut jawaban, itu di pikiran Sasori dan Sakura.

"Kamu berasal darimana? Kelas mana? Jika bukan dari Knight Empire , kamu berasal dari kerajaan mana?" Tanya Sasori dengan nada yang tenang.

"Sudah kujelaskan, aku tidak tahu aku ada dimana. Aku berasal dari Tokyo! Aku hanyalah seorang siswi SMU biasa!" Jawab Sakura dengan nada yang jengkel karena ini Sakura merasa pertanyaan ini sangatlah membosankan baginya.

"Kalau begitu ceritakan padaku, mengapa kamu bisa sampai di sini. Aku akan mendengarkan ceritamu dan jelaskan padaku kamu berasal darimana," kata Sasori sambil membuka pintu sel jeruji Sakura dan duduk di samping gadis itu.

Melihat Sasori yang duduk di sampingnya dan mencoba mempercayai dirinya , Sakura pun akhirnya menceritakan dari awal sampai akhir kepada Sasori. Sewaktu mendengar cerita Sakura, Sasori sesekali mengangguk iya dan mencerna cerita Sakura. Terlihat dia tertarik dengan cerita Sakura bahwa dunianya berbeda dengan dunia yang dia tinggal sekarang. Lalu Sakura pun selesai bercerita dan menunggu reaksi Sasori.

"Jika di simpulkan ceritamu,dunia yang kamu tinggali itu berbeda dengan dunia ini. Bahkan nama Jepang , Tokyo ataupun Konoha Gakuen tidak ada di sini. Kamu sepertinya memang berasal dari dunia lain. Pusaran air membawa kamu kemari ke duniaku. Hmm. Apakah kamu pengguna power?" tanya Sasori sesudah menyimpulkan cerita Sakura.

"Power? Apa itu?" Tanya Sakura balik dengan keheranan.

"Sepertinya kamu memang dari dunia lain. Soal power, tidak usah kamu pikirkan, nanti ku jelaskan saja. Jadi kamu tadi juga katakan temanmu Hinata terbawa bersamamu?" Tanya Sasori lagi.

"Iya. Aku melihat Hinata meloncat ke sungai untuk menolongku tapi dia malah ikut terhanyut di pusaran air itu. Harusnya Hinata bersamaku di sini, tapi mungkin hanya akulah yang terdampar di dunia ini.." keluh Sakura dengan nada yang sedikit sedih.

Melihat Sakura yang menunduk sedih saat memikirkan Hinata, tanpa sadar Sasori menepuk-nepuk punggung gadis itu untuk menenangkannya.

"Tidak apa-apa. Pasti temanmu ditemukan ataupun memang tidak terdampar. Aku akan menggunakan kekuasaanku untuk mencari temanmu." Hibur Sasori yang masih menepuk punggung Sakura. Lalu Sakura menatap Sasori yang sudah tersenyum padanya. Sakura bisa melihat senyum pria itu terlihat tulus dan Sakura akhirnya membalas senyuman Sasori sambil berkata, "Arigatou Sasori..."

'Heee, ternyata kamu bisa tersenyum juga. " Kata Sasori mengangkat bibir sudutnya sedikit. "Tentu saja! Memangnya kamu kepala cabai yang pelit senyum," kata Sakura dengan nada yang mengejek.

"Wkwkwk. Gila kamu. Berani sekali kamu ngejek aku kepala cabai. Untung saja aku kenal kamu, kalau kamu bukan temanku, kamu bisa dihukum karena menghina prajurit Knight." Kata Sasori dengan tenang kepada Sakura yang sudah pucat saat mendengar kata hukuman dari mulut Sasori. Bagi gadis ini, sudah cukup dia mendekam di penjara ini dan dia berharap ini terakhir kalinya berada di ruangan yang bernama sel penjara.

"Kamu akan kubebaskan. Selagi kamu mencari temanmu Hinata ataupun cara kembali ke duniamu sementara kamu tinggallah denganku," tawar Sasori.

"Ti-tinggal bersamamu?" Tanya Sakura dengan nada yang malu.

"Ya, jika kamu bebas berkeliaran kamu bakalan di tangkap seperti ini lagi karena kamu tidak punya identitas jelas. Jadi aku akan menolongmu sehingga kamu mempunyai identitas jelas di kerajaan ini dan lagi kamu bisa mencari cara kembali ke duniamu dengan tenang." Jelas Sasori lagi.

"O-oh. Baiklah," kata Sakura sambil mengangguk cepat yang kembali membayangkan dirinya ditangkap seperti tadi siang.

"Baiklah, kita perkenalkan diri sekali lagi. Namaku Akasuna no Sasori, Komandan divisi Red Knight. Knight Empire pangkat 2." Kata Sasori sambil memperkenalkan diri kepada Sakura.

"Wew. Namaku Haruno Sakura. Seorang asing di sini. Mohon bantuanmu Sasori." Jelas Sakura yang sudah terlalu bingung dengan perkenalan diri Sasori yang tergolong panjang.


Hidden Forest , Other World

Sementara itu di sebuah hutan yang penuh pepohonan terlihat seorang pria yang sedang menyender di atas salah satu pohon. Dia sepertinya santai menikmati pemandangan malam di atas pohon itu. Mata manik birunya sedang mengamati bintang-bintang di langit yang bertaburan dengan indahnya,kemudian dia memutuskan untuk tidur. Sesaat dia baru memejamkan matanya tiba-tiba tubuhnya tertimpa sesuatu yang keras. Ketika dia membuka matanya sekilas dia melihat seorang gadis yang mempunyai rambut panjang lurus dan berwarna hitam keunguan menimpa dirinya.

"Kyaaaaaa!"

"Huaaa!"

Saking kagetnya pria itu spontan memeluk gadis yang menimpanya supaya tidak jatuh ke bawah jika tidak menangkapnya pria ini yakin pasti gadis ini sudah mencium tanah. Sang gadis yang merasa menimpa seseorang dan dipeluk akhirnya membuka matanya. Mata nya bertemu dengan manik biru yang sedang menatapnya dengan pandangan yang menelitinya, rambut kuningnya yang cerah lebih terang daripada bintang malam di atas langit menghiasi pandangan dia sekarang. Sang gadis terkejut saat mendapati pria asing di depannya. Belum sempat berkata apa-apa lagi sang gadis berteriak dengan keras lagi, "KYAAAAAA!"

Akhirnya seperti yang kita tahu, sang gadis langsung menampar sang pria yang sudah menolongnya.

"WO-WOE!" Pekik pria bermata biru itu

"Ti-tidak!" Teriak Sang gadis sambil menampar pipi pria itu berkali-kali, 'Plak! Plak! Plak!'

"Woe! Tenanglah!" Teriak pria itu dengan nada yang keras.

Akhirnya pria itu melepas pelukkannya dan sekarang mengelus-elus pipinya yang di tampar oleh gadis itu. Gadis itu mengerjap kaget saat melihat pria itu yang memanyunkan bibirnya sambil mengelus-elus pipinya.

'A-ah! Ma-maaf!" Pekik gadis itu sambil menundukkan kepalanya. Melihat gadis itu menundukkan kepalanya dengan malu, membuat pria itu cengar-cengir dan menatap gadis itu dengan tatapan menggoda.

"Hihihihi. Mimpi apalah aku ini. Sekian lama melarikan diri dari kehidupan ku dan malam ini tiba-tiba ada gadis yang muncul di hadapanku di hutan yang tidak ada penghuninya ini. Ahhhh. Oasis!" Pekik pria itu dengan mata yang berbinar-binar menatap gadis itu.

Sontak gadis itu menjauh dari pria itu karena ketakutan mendengar perkataan pria itu apalagi pria itu melihatnya seolah ingin memakan dirinya seutuhnya. Lalu pria itu mendekatkan wajahnya dan sukses membuat wajah gadis itu memerah saat menatap wajahnya secara dekat.

"Haloo hime. Siapa namamu? Apakah kamu dikirimkan oleh langit untuk menemani hari-hariku yang sepi ini di hutan belantara yang tidak ada penghuninya ini? Ataukah kamu adalah bidadari yang tersesat? Ahhh! Perkenalkan namaku Namikaze Naruto, pengembara yang tampan! Salam kenal hime," kata Naruto dengan ceria sambil mencium punggung tangan gadis itu.

Gadis itu ketakutan sekaligus gugup saat Naruto mencium punggung tangannya dengan lembut, di dalam pikirannya, pasti dia adalah pria yang mesum sekaligus aneh. Meski menilai pria itu begitu tetap saja dengan terbata-bata gadis itu menjawab pertanyaan Naruto.

"A-aku. Na-namaku Hyuuga Hinata. A-aku. A-aku ada dimana? Me-mengapa aku ada di sini?" tanya Hinata sambil terbata-bata.

Mendengar penuturan Hinata, Naruto hanya menunjukkan cengirannya saja. Entah kenapa tiba-tiba Naruto senang sekali melihat gadis ini apalagi saat dia berbicara. Tergagap atau malu tapi entahlah yang pasti gadis ini bukan dari dunia ini. Naruto tahu itu, karena tanpa sepengetahuan gadis ini, Grawer di dalam dirinya bergejolak dari tadi dan Lei telah memberitahu Naruto sejak dia mengembara sendirian sampai dia menetap di Hidden Forest ini.

Flashback 3 tahun yang lalu

"Naruto." Panggil seseorang dari belakang Naruto saat dia lagi berlari melintasi hutan dengan kecepatan kakinya dia loncat melewati dari satu pohon ke pohon lain. Hal itu sudah biasa bagi dirinya sebagai salah satu shinobi dari Shinobi Kingdom. Dari belakang Naruto bisa merasakan kehadiran seseorang. Tanpa menoleh Naruto menjawab panggilannya dan menghentikan langkahnya.

"Ada apa nenek Lei?!" Tanya Naruto dengan nada ketus. "Lebih baik kamu sembunyi di Hidden Forest saja." Kata Lei kepada Naruto dan Naruto membalikkan badannya menghadap Lei untuk berbicara.

"Woe nenek! Mengapa aku harus tinggal di hutan terlarang itu? Itu kan daerah yang sudah disepakati oleh semua Kingdom dan Empire untuk tidak memasukinya. Kamu mau aku jadi penjahat kelas S?" Cecar Naruto sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Ya, jika kamu lebih senang di kejar dari satu kota ke kota lain oleh shinobi-shinobi. Aku tidak maksa. Aku kan menyarankan tempat persembunyian yang baik untukmu. Lagian juga kamu pakai acara melarikan diri." Kata Lei sambil tersenyum.

"Cih! Kayaknya aku sudah biasa melarikan diri sana sini. Bilang saja alasan sebenarnya." Kata Naruto dengan nada yang mengejek.

"Hehehe. Aku memang tidak bisa membohongimu. Tapi pertimbangkan itu saja. Aku mengatakan hal ini karena Stars mulai berkumpul dan tinggal menunggu waktunya. Lalu salah satu stars itu bakalan muncul di Hidden Forest dan dia berasal dari dunia yang akan hancur itu." Jelas Lei lagi dengan nada yang tenang.

"Ish! Kenapa aku harus terlibat Stars sih! Ramalan kuno milikmu mengganggu saja! Bodoh amat sih! Kamu juga termasuk salah satu pengguna Grawer yang cerewet." Ngejek Naruto sambil memanyunkan bibirnya.

"Ayolah Naruto. Padahal kamu juga salah satu Stars. Apa salahnya kamu menolong Star yang dari dunia lain itu. Lagi pula kamu sudah tahu kejadian yang sebenarnya. Itu sebabnya kamu melarikan diri dari Shinobi Kingdom dan keluar dari Knight Empire kan?" Bujuk Lei lagi.

"Cih! Baik-baiklah aku akan bersembunyi di Hidden Forest sampai Star dari dunia lain itu datang. Aku jadi berpikir kenapa dulu aku harus bertemu denganmu saat aku mendapatkan Kaze Grawer. Huff!" Sindir Naruto pada Lei dengan nada yang di buat-buat.

Lei hanya tersenyum mendengar penuturan Naruto.

"Lebih parahnya lagi bukan membantuku melawan Kaze Grawer malah aku pula menolongmu." Sindir Naruto lebih lagi untuk mencoba memancing kemarahan Lei sambil melihat-lihat tanda corak aneh yang bertuliskan Kaze tetapi di seperti di lukis (Grafi) itu pada tangan kanannya.

"Iya. Kamu memang hebat Naruto. Kamulah satu-satunya orang di dunia ini yang dapat menang melawan Grawer. Aku bahkan tidak membantumu saat itu." Puji Lei dengan nada yang tulus.

"Arghhhh! Kenapa kamu tidak pernah marah?!" Teriak Naruto frustasi sambil mengacak-ngacak rambut kuningnya itu dan Lei hanya tertawa melihat tingkah pria itu.

Begitulah komunikasi Naruto dengan Lei 3 tahun lalu.

Dan sekarang Naruto telah bertemu Hinata. Dia yakin Hinata adalah Star yang di bicarakan Lei dengannya 3 tahun lalu. Tidak sia-sia dia bersembunyi di hutan ini dan penantiannya yang panjang membuahkan hasil. Naruto tidak menyangka ternyata Star yang satu ini adalah salah satu gadis yang cantik. Naruto masih saja tersenyum-senyum menatap Hinata dan lalu mulai menggodanya lagi. Entah kenapa dia sangat suka melihat reaksi Hinata yang gagap itu.

"Hei Hime. Maukah kamu menikah denganku? Aku yakin kamu itu telah jatuh cinta padaku. Buktinya kamu jatuh dari langit itu menimpa diriku yang tampan ini, aku yakin kamulah pasangan hidupku." Goda Naruto dan sukses membuat Hinata berwajah merah lebih dari yang tadi lagi.

"Ja-jangan mendekatiku Naruto-kun! A-apalagi menggodaku!" Jerit Hinata dengan terbata dan pelan. Mendengar jawaban Hinata yang terbata serta Hinata yang memanggilnya suffix-kun, Naruto semakin gencar menggodanya.

"Astaga Himee. Ternyata kamu memang jatuh cinta padaku! Buktinya kamu memanggilku Naruto-kun. Itu adalah tanda bahwa kita adalah suami-istri tahu. Waw!" Jerit Naruto dengan nada yang antusias. Hinata semakin bingung dan takut dengan jawaban Naruto. Memangnya ada apa dengan suffix-kun, baginya itu adalah panggilan sopan di Jepang.

"A-apa salahnya aku memanggilmu Naruto-kun ?" Tanya Hinata lagi.

"Hime. Kamu tahu panggilan akhir –kun itu hanya berlaku bagi seorang wanita memanggil suaminya." Jelas Naruto dengan nada yang menggoda, karena sudah pasti Hinata tidak tahu peraturan pemanggilan di dunia ini.

'A-APA!" Pekik Hinata.

"Sudahlah akui saja bahwa kamu memang jatuh cinta padaku. Aku bersedia menikahimu di sini sekarang." Goda Naruto yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Hinata. Ya. Begitu juga bibir Naruto semakin dekat dengan bibir Hinata. Sesaat Hinata dan Naruto saling memandang. Lama dan dalam. Hinata seolah terhanyut dengan tatapan Naruto, sampai Naruto mulai memeluknya untuk makin dekat padanya. Naruto hanya mengangkat sudut bibirnya , dia ingin tahu reaksi Hinata bagaimana jika dia mencium gadis itu.

Tetapi sebelum kedua bibir itu saling bertaut, Hinata yang sadar langsung mendorong Naruto dengan keras dan berteriak, "TI-TIDAK! JANGAN DEKATI AKU!" dan ya dorongan gadis itu sukses membuat Naruto jatuh dari pohon kali ini kemudian mencium tanah.

Pertemuan Hinata dan Naruto yang aneh serta Naruto yang menggoda Hinata menjadi pertemuan yang tidak terlupakan bagi mereka berdua nantinya.

-Continue-


Don't like don't read, I just write what I have imagined.

Receive positive review and decline anything I don't think important for this story.

Thank you buat yang fav : * Aozora Straw * Bunshin Anugrah ET * Minato Malik Ibrahim * SANG GAGAK HITAM * uzumaki reverend

Thank you buat yang follow : * 2nd princhass * Aozrora Straw * Bunshin Anugrah ET * SANG GAGAK HITAM * nInEtAILf0X

-Balasan Review—

Blue-senpai : sudah di update. Selamat menikmati dan Happy Reading _^^_

Aozora Straw : Hehehe. Sudah di update. Semoga mengerti dan tidak mengecewakan. Silakan bertanya-tanya juga. Happy Reading _^^_

Guest : Hallo Guest. Panggil Lily saja, jangan Author. Pair Naruto-Hinata tetap dapat porsinya sendiri. Silakan menikmati pertemuan pertama mereka di chap ke 2 ini. Yang pasti pair utamanya Sasori-Sakura. Happy Reading _^^_

arjuna ptra: Sip juga. Happy Reading _^^_

Bunshin Anugrah ET : Thank ypu. Semoga tidak mengecewakan. Happy Reading _^^_

For all silent readers thank you so much. Happy Reading too _^^_

Finally Chap 2 finish. Hope you enjoy it!

Arigatou Minna! Happy Reading!

Note ; jika ada yang mau sumbang karakter , silakan kasih idenya melalui PM Lily. _^^_