Prev Chap 3

"Bella. Kamu sudah menghancurkan kerajaan-kerajaan yang ada dan membunuh ribuan manusia. Kali ini aku tidak akan tinggal diam. Aku tidak akan membiarkan kamu merusak kedamaian yang sudah di sepakati semua Empire dan Kingdom yang telah terjalin dalam surat aliansi kedamaian selama 50 tahun ini. Tidak akan." Batin Naruto.

Lalu Naruto dan Hinata menghabiskan makan siang itu dengan suasana diam dan tegang. Hinata yang tidak tahu harus berkata apa terhadap Naruto sedangkan pria itu, Naruto hanya terdiam memikirkan hal lain. Naruto sekilas melihat ke punggung tangannya yang terbalut sarung tangan hitam dan berpikir panjang.


Naruto © Masashi Kishimoto

Star of Worlds © Namikaze Lily

Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.

Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)

For safety , Rate : M

Happy Reading All _^^_


Chapter 4

GradKnight City , (capital) Knight Empire

Setelah peristiwa di depan gerbang Mansion Hatake, Sakura berjalan di depan yang di susul oleh Sasori. Terlihat gadis itu masih kesal dengan Sasori. Dari belakang pria itu hanya terkekeh pelan. Jujur , dia sudah lama sekali tidak pernah tertawa sebebas ini. Hanya karena kehadiran Haruno Sakura dia bisa seperti ini. Bahkan kedatangan Sakura dalam hidupnya hanya tergolong 2 hari. Sasori senang berada di dekat Sakura. Entah sadar atau tidak, kedatangan Sakura membawa perubahan sedikit di kehidupan pria ini, Sasori juga menikmati suasana ini, ya lebih tepatnya menganggu gadis ini hingga marah atau pun tersinggung seperti tadi. Tiba-tiba gadis itu menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Sasori dan Sasori menyadarinya. Pria itu langsung mengangkat sudut bibirnya untuk menggoda Sakura lagi.

"Ada apa Sakura? Sudahan marahnya?" Tanya Sasori tenang. Sakura menggigit bibirnya dengan geram. Pria ini sudah membuatnya marah tetapi entah kenapa Sakura tidak bisa memarahinya dengan gamblang. Jujur, Sakura berhenti jalan karena dia lapar lalu ya seperti yang ditebak, gadis ini tidak mempunyai uang di dunia ini lalu juga dia tidak tahu harus kemana alias tidak tahu jalan. Sasori pun mendekati Sakura dengan senyumnya yang mengejek itu, menurut Sakura.

"Khehehehe. Aku minta maaf. Lain kali aku tidak akan menggodamu lagi," kata Sasori dengan tulus tapi masih menahan tawanya. Sakura hanya mendengus dengan kelakuan pria ini tetapi ya sudahlah. Dia pun tersenyum pada Sasori. "Iya. Aku sudah memaafkanmu." Kata Sakura lembut dan Sasori membalas senyumnya. "Ayo. Aku akan membawamu jalan-jalan," kilah Sasori.

Lalu Sakura pun berpetualang di GradKnight City dan melupakan rasa laparnya sejenak. Sepanjang jalan Sakura dapat melihat keramaian dan keramahan penduduk ini. Terbukti dari sikap penduduk ini yang menyapanya, padahal Sakura tidak mengenal mereka semua, kecuali Sasori. Semua penduduk ini sepertinya menyukai pemuda ini. Sasori hanya membalas sapaan mereka dengan ramah dan tersenyum pada mereka, meski ya senyumnya berbeda yang di tunjukkan pemuda itu di matanya dan di depan orang-orang yang di kenalnya.

Sasori dan Sakura melihat atraksi jalanan, perjudian dadu, penjual souvenir jalanan, dan bermacam-macam. Menunjukkan GradKnight City adalah kota yang megah dan penuh keanekaragaman. Sasori juga membawa Sakura ke toko obat, membeli beberapa keperluannya kemudian ke pandai besi, tempat menempa senjata yang ada di kota ini. Lalu Sasori juga membawa ke Akademi GradKnight. Sakura melihat akademi itu dengan tatapan yang takjub. Mewah tetapi terkesan kuno dengan sedikit sentuhan yang masih kebudayaan lama. Banyak murid akademi yang berlalu-lalang sambil membawa beberapa buku di tangannya. Bahkan ada yang masih berbicara, tetapi ketika melihat kehadiran Sakura yang asing dan Sasori notabene komandan Red Knight itu datang berkunjung ke akademi sontak membuat mereka kegirangan. Pasalnya Sasori adalah panutan mereka dan komandan paling tangguh di Knight Empire. Beberapa dari mereka pun mendatangi Sasori dan Sakura.

"Sasori senpai! Kamu datang berkunjung! Sudah lama sekali!" Tanya salah satu dari mereka. Sasori hanya tersenyum simpul menjawab pertanyaan mereka. "Ya. Aku membawa gadis ini untuk jalan-jalan. Sudah dulu ya. Lain kali kita bicara lagi," kata Sasori cepat dan menarik Sakura dari hadapan mereka. Lebih tepatnya Sasori mengandeng tangan Sakura lagi.

Murid-murid yang mengerubungi Sasori dan Sakura ini kebingungan. Setelah Sasori dan Sakura sudah berjalan jauh dari hadapan mereka, mereka mulai bergosip.

"Kamu lihat tadi?" Tanya salah seorang dari mereka. "Iya. Sasori senpai mengandeng seorang wanita?" Jawab temannya dengan histeris. "Ya. Jujur aku terkejut, karena selama ini Sasori senpai tidak pernah dekat dengan seorang wanita. Dia akan berusaha menghindar secepat mungkin jika berurusan dengan wanita." Kata murid akademi itu lagi.

Sakura dan Sasori terus berjalan di depan, menghiraukan tatapan iri dari murid perempuan di akademi ini dan tatapan kaget dari murid laki-laki juga. Akasuna no Sasori, komandan Red Knight yang paling tangguh di antara semua komandan yang ada di Knight Empire, calon kandidat King Kugutsu Kingdom yang terkenal cuek dengan wanita kecuali neneknya sendiri ,datang berkunjung ke akademi dengan seorang wanita. Apalagi mengandeng tangan wanita itu. Benar-benar suatu pemandangan yang langka! Sakura hanya tertunduk malu menjadi pusat tontonan di akademi ini tetapi Sasori sepertinya tidak peduli dengan sekitar mereka.

Mereka melewati berbagai kelas. Dari kelas ekenomi, sejarah, pandai besi, medis, memasak, teka-teki, pertanian, pertambangan, dan terakhir. Kelas yang berbeda dari kelas lain. Jika kelas-kelas tadi hanya memerlukan banyak teori daripada praktek maka kelas ini memerlukan banyak praktek daripada teorinya. Sasori pun berhenti di sebuah lapangan yang besar. Mereka berdiri tidak jauh dari lapangan beberapa murid akademi yang sedang melakukan sesuatu yang er..sulit di jelaskan. Itu pikiran Sakura.

"Sasori, apa yang mereka lakukan di sana? Mengapa mulut mereka berteriak seperti merapal sesuatu?" Tanya Sakura dengan nada yang hati-hati. Sasori pun tersenyum pada Sakura.

"Justru itu yang mau ku tunjukkan padamu. Mereka sedang berlatih menggunakan power," jelas Sasori tenang.

"Po-power? Apa itu?" Tanya Sakura tidak mengerti.

"Kekuatan kata yang tanpa menggunakan fisik. Tetapi cara menggunakannya adalah mempelajari kata-kata yang berhubung dengan power itu dan menuliskannya di tanah. Ini adalah kelas Power. Coba lihat anak laki-laki yang sedang menulis kata Kaze." Kata Sasori kepada Sakura sambil menunjuk seorang murid akademi yang sedang menulis kata Kaze di tanah dengan menggunakan pedangnya dan sambil berteriak, "Kaze power!"

Lalu huruf Kaze yang terukir di tanah itu bersinar dan angin pun keluar seolah-olah seperti badai kecil yang menghempas ke depan. Sakura bisa merasakan angin itu berhembus di sekitar dan dirinya. Kemudian angin itu menghilang secara halus. Sakura terkejut dengan apa yang di lihatnya barusan. Inikah yang di namakan power? Seperti sihir-shir saja, pikir Sakura sekilas. "Yey! Aku berhasil menguasai Kaze Power!" Teriak anak laki-laki itu girang. Teman-temannya yang lain melihat keberhasilannya pun mendatangi dia sambil memberi salam dengan mengatakan "Selamat, akhirnya kamu bisa," atau "Gila. Aku saja belum bisa. Tapi kamu keren. Selamat ya!"

"Sudah mengerti kan?" Tanya Sasori dengan tiba-tiba dan sukses membuat Sakura terkejut. "Inikah yang di namakan power? Aku terkejut. Jadi apa hubungannya denganku?" Tanya balik Sakura dengan terkejut masih tidak percaya dengan yang barusan.

"Iya. Aku mengira kamu pengguna power untuk datang ke dunia ini. Tetapi kamu sama sekali tidak tahu menahu tentang power. Jadi aku membawamu kemari untuk menjelaskan apa itu power dan cara penggunaannya, lalu kita tanyakan pada ahlinya untuk memikirkan cara bagaimana kamu pulang ke duniamu," Jelas Sasori cepat dan lengkap. Sakura akhirnya mengerti kenapa Sasori membawa dia ke sini. Pria ini ternyata sampai memikirkannya begitu jauh.

"Lalu apakah kamu pengguna power?" Tanya Sakura tiba-tiba kepada Sasori dan pria itu menatap Sakura dengan tatapan yang datar lalu menjawab dengan pelan , "Ya...Tetapi aku tidak terlalu menggunakannya."

Sekilas Sakura melihat Sasori muram seolah menyembunyikan sesuatu. Tetapi Sakura tidak berani bertanya kepadanya, dia hanya menatap Sasori. Lalu pria itu tersenyum simpul pada Sakura.

"Ayo Sakura. Kita temui seseorang. Aku yakin dia dapat membantumu," kata Sasori lembut. Sakura hanya membalas perkataan Sasori dengan anggukan. Mereka memasuki lapangan itu dan berjalan menuju ke kelasnya. Di sana berdiri seorang pria yang sedang membaca buku yang berjudul Power. Pria itu memakai kacamata , mempunyai rambut pirang keemasan yang panjang dan di ikatnya menjadi satu. Saat melihat keadatangan Sasori dan seorang gadis asing di sampingnya, dia langsung meletakkan kacamatanya. Berdiri dan menyambut kedatangan mereka berdua.

"Selamat datang Sasori. Tumben kamu berkunjung di akademi. Sepertinya kamu tidak sendiri hari ini," kata pria itu ramah. Sasori tersenyum simpul kepada pria itu begitu juga Sakura.

"Ya Eagle. Hari ini aku mau bertanya kepadamu. Sesuatu yang penting bagi gadis ini," kata Sasori tenang.

"Ahhh. Kukira kamu kangen padaku, rupaya cuma bertanya-tanya. Gadis ini kenalanmu?" Tanya Eagle ramah lagi.

"Iya. Namanya Haruno Sakura." Jawab Sasori pendek dan tidak menjawab Eagle panjang-panjang.

"Astagaaaa. Mengapa kamu dingin sekali padaku? Apa kamu masih marah soal Shiho?" Tanya Eagle dengan nada yang pura-pura frustasi, padahal sebenarnya untuk menggoda Sasori.

"Tidak!" Pekik Sasori dan Eagle yang sudah tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha!" Sasori pun melayangkan tatapan tajam terhadap Eagle. Ya, Eagle makin tertawa, sebab jika Sasori menunjukkan wajah itu tandanya dia dalam mood yang jelek. Lalu Sakura? Gadis itu hanya terkekeh.

"Hahaha! Maafkan aku. Aku jadi ngakak saat melihat wajahmu yang babyface itu," ngakak Eagle. Saat Eagle mengatakan Sasori mempunyai wajah yang babyface, Sakura baru menyadari bahwa Sasori itu mempunyai wajah yang imut dan perawakannya tergolong muda dari usianya. Julukan babyface cocok untuknya.

"Sudahlah. Mau sampai kapan mengejekku?" Tanya Sasori sedikit kesal dengan perlakuan Eagle.

"Baiklah. Maafkan aku. Jadi Sakura, perkenalkan aku adalah Lutherford Eagle, komandan Purple Knight dan divisi akademi, pangkat 2. Salam kenal," kata Eagle sopan.

"Ehm. Salam kenal Eagle." Jawab Sakura sopan juga dan berjabat tangan dengan Eagle.

"Lalu apa yang mau kamu tanyakan Sasori?" Tanya Eagle kepada Sasori. "Apa ada power untuk mencapai dunia lain Eagle?" Tanya Sasori yang langsung tanpa basa-basi. Eagle sedikit kaget dengan pertanyaan Sasori dan menjawabnya, "Hm. Kayaknya kamu sudah tahu jawabannya kenapa malah berbalik tanya padaku?"

"Maksudmu?" Tanya Sasori bingung. "Ya. Tidak ada. Sampai sejauh ini Mon Power hanya di gunakan untuk teleport ke satu kota ke kota lain dan mengirim monster-monster liar di tempat lain. Door Power juga begitu fungsinya, hanya bedanya Door Power dapat mengundang monster-monster di tempat lain," Jelas Eagle heran kepada Sasori.

"Sudah kuduga. Aku terlalu parno." Keluh Sasori pelan dan Sakura tahu sepertinya belum ada cara untuk kembali ke dunianya. Eagle hanya keheranan melihat Sasori, karena setahu Eagle, pria ini adalah pengguna power yang hebat dan mungkin nomor 1 di seluruh Empire dan Kingdom. Ya selain kemampuan berpedangnya yang hebat, berpengetahuan luas, wibawanya, dan ketampanannya. Sangat sesuai untuk kriteria sebagai King, ya meskipun yang urutan terakhir itu kategori tambahan. Kenyataan juga Sasori adalah calon kandidat King di Kugutsu Kingdom, jadi bisa kata lain statusnya adalah seorang Prince juga.

"Kamu ini sebenarnya ada apa? Seharusnya kamu tahu jawabannya. Kamu ini datang untuk mengejekku ya? Ingin merebut jabatan kepala divisi akademi begitu?" Jelas Eagle dengan nada yang sebal kali ini. Sasori yang sebenarnya bertanya cara untuk memulangkan Sakura ke dunianya terpaksa tertawa. Dia tidak menyangka itu membuat Eagle sedikit berang dan bahkan mengatakan menggeser kedudukkannya di divisi akademi.

"Wkwkwk. Tidak. Tidak. Aku hanya memastikan. Tentu saja kamu itu adalah kepala divisi akademi. Aku cukup di divisi keamanan saja. Aku tidak pintar sepertimu Eagle." Puji Sasori sambil tertawa.

"Kamu yakin hanya memastikan? Sepertinya ada hubungannya dengan Sakura," kata Eagle serius kali ini. "Hah? Apa?" Tanya Sasori pura-pura untuk menyembunyikan identitas Sakura.

"Tidak. Ku kira kamu menjadi bodoh karena pensiun menggunakan power," ejek Eagle sambil mengangkat bahu. Sasori hanya terkekeh mendengar penuturan Eagle.

"Ya. Anggap saja begitu. Aku mendengar rumor yang beredar belakangan ini. Queen Tsunade dari Snamedic Kingdom akan menuju kemari dalam waktu dekat ini, ada apa ya? Kabarnya dia sangat marah dengan Queen Bella. Kamu tahu rumor ini?" Tanya Sasori untuk mengalihkan pembicaraan, takut Eagle ingat dan balik bertanya yang aneh-aneh.

"Tidak. Aku sebenarnya agak curiga juga dengan kepergian Pison dan Zetsu akhir-akhir ini. Mereka pulang dengan keadaan yang lelah dan bahkan kondisi pasukannya mereka berdua itu yaa jika mau di bilang kasar, mungkin itu semua harus masuk rumah sakit. Tapi aku tidak tahu mereka pergi kemana." Terang Eagle sedikit serius. Sasori hanya tertegun mendengar hal itu dan Sakura diam , merasa sedikit di abaikan. Sebenarnya Sakura diam-diam mengingat percakapan Sasori dan Eagle, dia tertarik saja dengan apa yang mereka bicarakan seolah-olah belajar sejarah secara live bukan dari buku. Meski ya bukan sejarah dunianya. Lalu Sasori pun melihat ke arah Sakura, dia merasa bersalah telah mengabaikan gadis rambut soft pink ini terlalu lama.

"Maaf Sakura. Aku jadi mengabaikan kamu," kata Sasori dengan nada yang menyesal. " Ti-tidak Sasori. Sebenarnya aku ingin bertanya padamu sekarang. Tapi mungkin nanti saja," kata Sakura malu. "Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa Eagle. Aku harus membawa Sakura makan siang." Kata Sasori. "Baiklah. Kita bertemu ketika di pesta ulang tahun Queen Bella. Dia mengundang seluruh Empire dan Kingdom," jawab Eagle ramah.

Sasori dan Sakura pun berjalan meninggalkan Akademi GradKnight City dan menuju restoran yang ada di kota ini dan kemudian setelah itu Sasori membawa Sakura singgah di toko pakaian. Membeli kebutuhan Sakura selama tinggal di dunia ini. Sasori membayar semua yang menjadi kebutuhan Sakura termasuk makan di restoran tadi.


Hunmediuc City, (capital) Snamedic Kingdom

Merlbou Castle

"Queen Tsunade! Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi terus. Knight Empire telah mencetuskan perang dimana-mana. Jika anda terus membantu mereka dalam bidang medis dan membantu pemasokan obat terus menerus maka kita di anggap sebagai pencetus perang dan sebagai komplotannya Knight Empire. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan di Snamedic Kingdom!" Kata seorang wanita yang berambut pendek warna hitam dengan nada yang serius.

"Itu sebabnya aku akan datang mengunjungi gadis ingusan itu. Aku ingin bertanya apa tujuannya dan membatalkan aliansi kita,kalau perlu kita bicarakan di Sidang Kedamaian. Mengumpulkan semua Empire dan Kingdom juga Empire dan Kingdom yang sudah dia hancurkan." Kata Tsunade tegas.

"Apakah anda sudah mengabarkan ini kepada King Jiraiya?" Tanya wanita ini lagi. Pertanyaan ini membuat Tsunade tersenyum yang penuh amarah dan berkata," Shizune. Sebaiknya kamu diam dan tidak berbicara tentang Jiraiya. Jika tidak, kamu akan menjadi korban eksperimenku."

"Ugh! Baik-baik! Aku tidak berbicara tentang King Jiraiya lagi!" Seru Shizune cepat sebelum amukan Tsunade sampai padanya.

"Baguslah kalau kamu mengerti!" Bentak Tsunade pada Shizune. "Ihhh. Queen Tsunade sangat menyeramkan!" Kata Shizune takut-takut dan tatapan tajam berhasil dilayangkan Tsunade kepada gadis itu.

"Shizune, segera siapkan perjalananku dan panggilkan Kakuzu dan Hidan untuk menggiringku ke GradKnight City!" Bentak Tsunade lagi kepada Shizune. Tanpa menjawab Tsunade, Shizune segera melesat keluar dari ruangan Tsunade menjalankan perintah Tsunade.


Atheme Village , Teritorial Akimichi Empire

"Hei kamu! Kamu mencuri makanan!" Teriak seorang pria yang tua kepada seorang gadis berambut pirang yang di ikat menjadi satu seperti ekor kuda. "Ti-tidak! Lepaskan aku!" Teriak sang gadis balik kepada pria tua itu sambil meronta-ronta karena pria tua itu menangkap satu tangannya.

Kejadian ini di luar restoran bagian belakangnya. Pemilik restoran ini menangkap seorang gadis yang berusaha mencoba makanan yang ada di dapurnya. Kehebohan yang dibuat pemilik restoran dan gadis ini langsung mengundang orang-orang di sekitarnya untuk melihat apa yang terjadi.

"Prince Chouji, sepertinya ada masalah di restoran itu," kata seorang pria yang seperti seorang penjaga. Seorang pria yang gemuk dengan pipinya yang tembem serta ada guratan bulat merah yang menghiasi pipinya itu hanya tersenyum dan berkata, " Mari kita lihat apa yang terjadi."

"Lepaskan akuuu. Aku tidak mencuriii," keluh gadis itu dengan geram. "Apa katamu?! Sudah mencuri tetapi tidak mengaku?! Lihat itu apa yang di tangan kirimu! Kamu mencuri ikan dan rotiku!" Teriak pemilik restoran emosi. Chouji pun mendekati mereka.

"Lepaskan dia. Biarkan aku yang membayar makanannya," kata Chouji lembut.

Semua orang yang ada di tempat kejadian yang menyaksikan kehebohan tersebut kaget, bahkan termasuk pemilik restoran dan gadis itu. Bahkan mereka berteriak-teriak.

"I-itukan Prince Chouji! Mengapa dia ada disini?!" Pekik salah satu penonton itu. "Iya benar. Dia Prince Chouji!" Jawab lagi dari salah satu mereka yang lain. Terjadi kehebohan lagi dengan kedatangan seorang pangeran yang mempunyai berat badan yang tergolong besar itu.

"Berapa semuanya?" Tanya Chouji ramah kepada pemilik restoran itu tanpa memperdulikan hiruk pikuk yang di tunjukkan oleh orang-orang di sekitarnya. Gadis itu bingung , ketakutannya seketika lenyap dan menatap Chouji. Dia melihat Chouji membayar semua makanan yang di curinya itu dengan sukarela.

"Terima kasih Prince Chouji. Hati-hati, dia adalah seorang pencuri!" Kata pemilik restoran ketus setelah menerima bayaran dari Chouji tetapi Chouji hanya tersenyum menanggapi perkataan pria tua itu. Maka semuanya pun bubar saat Chouji telah menyelesaikan masalah itu. Gadis itu akhirnya bisa bernafas lega dan menatap Chouji. Chouji pun berjalan mendekati gadis itu bersama perjaganya.

"Kamu tidak apa-apa Lady?" Tanya Chouji lembut. Gadis itu hanya terkejut dengan perlakuan pria itu barusan, dan dia dipanggil Lady? Ya. Tidak heran lagi jika ada terjadi keanehan di dunia ini. Gadis ini sudah tahu sejak seminggu yang lalu tersesat di dunia ini. Dia di kejar-kejar prajurit yang tidak jelas, di kira maling , bahkan pencuri seperti sekarang ? Empire? Kingdom? Apalah coba. Gadis itu tidak mengerti itu semua, dia hanya ingin makan, tetapi kenapa mereka tidak mau memberinya saat gadis itu meminta dengan baik-baik. Nasib memang malang. Tetapi hari ini berbeda gadis ini bertemu seorang pria yang baik hati dan menolongnya dari kekacauan tadi, jika tidak entah apalagi yang terjadi pada dirinya.

"Lady?" Kata Chouji pelan untuk menyadarkan gadis yang melamun melihatnya.

"Ah. Maafkan aku. Terima kasih sudah menolongku tuan! Anda sungguh sangat baik!" Kata gadis itu membungkukkan badannya berkali-kali.

"Tidak apa-apa. Aku hanya kebetulan lewat saja. Siapa namamu? Kamu berasal dari mana? Kingdom mana? Atau Empire mana?" Tanya Chouji lembut lagi.

"Na-namaku Yamanaka Ino. Aku tidak tahu aku ada di mana. Yang pasti aku bukan dari dunia ini. Tolong jelaskan padaku bagaimana aku kembali ke duniaku. Hik!" Terang Ino bertubi-tubi dan akhirnya menangis seketika.

Chouji dan penjaganya seketika terperangah melihat tangisan Ino. Chouji kasihan melihat Ino dan akhirnya Chouji membawa gadis itu ke kediamannya.


Okh Village, Tetorial Snamedic Kingdom

Sementara itu Naruto membawa Hinata singgah ke toko pakaian. Naruto menarik Hinata untuk memilih-milih pakaiannya. Hinata sangat malu dengan perlakuan Naruto.

"Ayo himee. Pilihlah. Kamu membutuhkan ini semua." Kata Naruto dengan nada yang tidak sabaran.

"Ta-tapi Naruto-kun! A-aku tidak enak padamu!" Pekik Hinata malu.

"Tidak. Tidak. Ayoo. Pilih saja. Jangan malu. Aku yang membayarnya!" Cengir Naruto dan Hinata pun akhirnya mengalah. Berdebat dengan Naruto tidak akan pernah menang, sebab Hinata memang membutuhkan pakaian untuk di dunia ini. Naruto pun mencoba memilih baju untuk Hinata dan menyodorkannya kepada gadis itu. Hinata pun mengiyakan pakaian yang di rekomendasikan oleh Naruto. Selain pilihan Naruto, Hinata juga memilih beberapa pakaian yang menurutnya tidak susah di pakai olehnya. Mereka seperti pasangan yang lagi berkencan saja. Pemilik toko yang melihat kemesraan mereka berdua pun berteriak kepada mereka berdua.

"Oi tuan! Kalian berdua apakah pengantin baru?!" Teriak pemilik toko pakaian tersebut.

Naruto dan Hinata menoleh melihat sang pemilik toko, Hinata hanya mengerjap kaget sedangkan Naruto makin menunjukkan cengirannya saja.

"Ya Ojisan! Makanya Ojisan, maklum istriku ini masih kikuk!" Jelas Naruto gembira. Padahal Naruto dan Hinata belum menikah tapi gara-gara Hinata yang memanggil Naruto dengan suffix –kun akhirnya mereka di anggap telah menikah.

"Na-naruto –kun! Kenapa berkata bohong!" Pekik Hinata pelan. "Ya. Mau gimana hime. Jika kita tidak bohong, kita bakalan di tangkap dan di hukum karena kamu tidak punya status dan lagi kita tidak punya status pernikahan. Jadi sebaiknya bersikap sewajarnya saja. Ingat Hinata-chan , kamu mau mencari Sakura kan?" Jelas Naruto dengan sedikit berbisik.

Hinata baru menyadari bahwa dia dengan Naruto dekat sekali. Naruto juga menyadarinya. Lavender bertemu Aquamarine. Waktu seolah berhenti untuk mereka berdua. Baik Hinata maupun Naruto, mereka terdiam dan saling memandang dengan dalam. Sesaat Hinata tidak dapat bernafas saat melihat Naruto. Dia baru menyadari betapa tampannya Naruto. Mata biru lautnya mententramkan jiwanya sesaat. Naruto juga seolah terhanyut oleh mata putih milik Hinata. Dia memang tahu Hinata cantik tetapi hari ini dia baru pertama kali dia tersedot oleh tatapan Hinata. Naruto sadar ini sudah terlalu lama mereka saling menatap. Kemudian tersenyum malu.

"Hime. Aku akan membayar pakaianmu. Kamu tunggu ya!" Kata Naruto tenang dan berjalan pergi membayar pakaian Hinata semua. Melihat kepergian Naruto, Hinata menyadari jantungnya berdebar dengan keras sekarang. Hinata tidak mengerti mengapa ininterjadi. Padahal Naruto hanyalah pria yang menolongnya. Terlebih lagi Naruto adalah seorang yang mesum dan suka menggodanya. Tapi jika jatuh cinta siapa juga yang dapat menghentikan perasaan ini? Yang pasti Hinata tahu, dia amat berdebar sekarang dengan pemuda yang telah menolongnya itu.


Seminggu kemudian...

Akasuna Mansion

Sudah seminggu Sakura berada di dunia ini, tetapi dia belum menemukan caranya bagaimana dia kembali ke dunia asalnya, begitu juga dengan kabar Hinata. Sakura tidak tahu apakah Hinata ada di dunia ini atau tidak. Menurut Sasori, dia masih belum mendapatkan kabar Hinata. Sakura menghela nafas saat melihat pemandangan GradKnight City dari balkon kamarnya. Sudah sore sebentar lagi malam, pikir Sakura.

'Tok. Tok.' Terdengar suara ketukan pintu. "Sakura. Aku masuk ya?" Tanya seorang pria dari luar. Sakura yang menyadari suara orang itu dan berteriak, "Ya! Masuklah Sasori!"

Sasori pun memasuki kamar Sakura. Pria itu meletakkan sebuah kotak yang lumayan besar di ranjang Sakura, sementara gadis itu tetap memandang luar. Lalu dia pun berjalan mendekati Sakura.

"Sakura, kartu identitasmu sudah keluar, begitu juga data dan surat kelahiranmu. Kakashi sudah mengurusnya untukmu," terang Sasori sambil menyerahkan itu semua kepada Sakura.

"Arigatou Sasori." Kata Sakura tulus. Dia menerima itu semua dari tangan Sasori. Gadis itu menatap semua pemberian Sasori. Sakura bersyukur memikirkan semua hal yang dilakukan pria itu untuknya. Tempat tinggal, makanan, pertolongan bahkan hal seperti ini.

Sasori hanya memandang Sakura dengan senyumnya yang tenang. Kemudian Sasori mengambil tempat di sebelah Sakura.

"Ehm. Sakura, malam ini kamu bisa menemaniku?" Tanya Sasori tenang. Sakura pun mendongak menatap Sasori.

"Menemanimu? Kayaknya seminggu ini juga aku terus bersamamu Sasori. Menemanimu berpatroli, berkunjung ke mansion Hatake dan makan di restoran. Mengapa kamu hari ini formal sekali?" Tanya Sakura polos. Sasori hanya mengangkat sudut bibirnya mendengar pertanyaan Sakura yang polos.

"Kamu masih ingat undangan yang kuterima dari Kakashi minggu lalu?" Tanya Sasori balik. "Ah. I-iya. Aku masih ingat. Kamu mengajakku pergi bersamamu?" Kata Sakura gagap. Itu adalah undangan yang formal dan Sasori mengajaknya. Entah kenapa Sakura sedikit berlebihan hari ini, apakah mungkin ini adalah undangan resmi dari kerajaan Sasori sehingga Sakura bersikap begitu.

"Ya. Bisa dibilang begitu Sakura. Kamu tidak mungkin ku tinggal sendirian di Mansion Akasuna ini. Lagian sudah saatnya kamu keluar untuk menunjukkan bahwa kamu mempunyai kartu identitas. Tenang saja Kent dan Yura juga akan ikut kita. Ah. Soal gaun pesta, aku sudah memesannya sewaktu kita pergi beli pakaian minggu lalu." Terang Sasori sambil menopang dagunya.

Minggu lalu pria ini telah memesan gaun pesta untuknya? Ketika beli pakaian? Sakura tidak menyadari Sasori sudah mempersiapkan semuanya untuknya. Sakura tidak dapat menahan rona merah yang menjalar pipinya. Dia pun menunduk malu.

"A-apakah tidak apa-apa aku menghadiri pesta itu?" Tanya Sakura malu. "Tentu saja. Aku sudah meletakkan gaun pestamu di ranjangmu. Bersiap-siaplah. Aku akan menjemputmu kembali 30 menit lagi," kata Sasori tersenyum.

Belum sempat Sakura menjawab Sasori , pria itu telah melangkah keluar dan meninggalkan Sakura. Sakura pun berjalan mendekati ranjangnya. Di lihatnya kotak berwarna merah itu dengan berdebar-debar. Sakura pun membuka kotak itu. Terlihat sebuah gaun putih yang terlipat rapi dan sepatu hak tinggi berwarna senada dengan gaunnya di dalam kotak itu. Sakura takjub kemudian mengambil gaunnya. Lalu dia menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan gaun pemberian Sasori barusan.

Tidak lama kemudian Sakura keluar dengan memakai gaun putih pemberian Sasori, sangat pas di tubuhnya. Gaun putih selutut dan tidak terlalu terbuka yang menonjolkan kulitnya yang putih kemudian Sakura pun segera berdandan seadanya. Lalu dia pun memakai sepatu hak tinggi pemberian pria itu juga. Pas.

Sakura merasa Sasori meneliti setiap bagian inci tubuhnya. Gaun dan sepatu yang diberikan oleh pria itu pas di tubuhnya dan Sakura merasa sempurna dengan penampilannya. Jujur, jika mau Sakura katakan. Dia tidak pernah memakai gaun semewah ini bahkan di dunianya sendiri. Jika ada pesta ulang tahun temannya atau pun acara yang bersifat formal, Sakura selalu meminjam gaunnya Hinata. Ah. Jika membicarakan Hinata. Gadis itu murung sesaat. Dia mengkhawatirkan Hinata.

Mungkin saja Hinata tidak tersesat di dunia ini seperti dirinya, Sakura pun menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha melupakan semuanya. Tidak terasa sudah 30 menit berlalu.

'Tok. Tok.' Terdengar suara ketukan pintu kamar Sakura lagi. "Sakura, apakah kamu sudah siap?" Tanya Sasori dari luar pintu kamar. "Tuan muda, kelihatannya kamu semangat sekali hari ini," goda Kent di luar yang berdiri di samping Sasori dan Yura.

"Ya. Aku sudah selesai!" Teriak Sakura dari dalam kamarnya. Lalu Sakura dengan setengah berlari menuju pintu dan membukanya. Terlihat Sasori yang sudah menunggunya di luar bersama Kent dan Yura. "Maaf. Apakah aku lama?" Tanya Sakura.

Ketiga pria itu menatap Sakura dengan pandangan yang takjub. Haruno Sakura telah berhasil di ubah oleh Akasuna no Sasori menjadi seorang bidadari. Penampilan Sakura malam ini membuat ketiga pria ini berdecak kagum, apalagi di pesta nanti, Sasori yakin bakalan banyak pria yang akan menatap Sakura dengan bulat-bulat.

"Nona Sakura, anda benar-benar cantik!" Puji Yura antusias. "Benar Sakura! Aku sampai tidak percaya bahwa ini adalah Sakura!" Kata Kent lagi. Sakura hanya tersipu malu mendengar pujian mereka berdua. Bagaimana dengan Sasori? Pria itu terlihat terperangah dengan penampilan Sakura. Dia tidak percaya gaun pilihannya benar-benar tepat buat Sakura. Padahal sewaktu Sasori memesan gaun itu, dia hanya merasa gaun itu cocok untuk Sakura, tetapi ini melebihi perkiraannya. Sakura begitu cantik malam ini. Akhirnya Sasori pun tersenyum penuh kemenangan. "Tidak sia-sia. Gaun yang kupilih pas untuknya," pikir Sasori senang.

"Malam ini kamu mempesona Haruno Sakura," puji Sasori tulus. Sakura tambah tersipu malu dengan pujian Sasori. Yura dan Kent hanya menatap mereka berdua dengan tatapan mesum, seolah ingin menggoda Sasori dan Sakura. "Baiklah. Kita berangkat sekarang?" Tanya Sasori mengulurkan tangannya pada Sakura.

"Ya." Jawab Sakura menerima uluran tangan Sasori.


Gradcurl Castle, Knight Empire

Pesta sudah di mulai, banyak orang-orang yang berdatangan untuk merayakan ulang tahun pemimpin Empire ini. Dari kalangan rakyat, bangsawan, pemimpin Empire dan Kingdom lainnya. Mereka menikmati hidangan yang ada. Dari kue ringan, kecil, makanan khas Knight Empire dan bahkan makanan khas Empire dan Kingdom lainnya di hidangkan dengan begitu mewah dan banyak.

Para tamu undangan terus berdatangan. Begitu juga Sasori dan Sakura yang datang bersama Kent dan Yura. Kent dan Yura berjalan di depan mereka sedangkan Sakura dan Sasori berjalan di depan. Sakura mengandeng lengan Sasori. Sasori pun menunjukkan kartu identitas mereka berempat kepada kedua pengawal Knight Empire yang berjaga di buku tamu undangan dan Yura menyerahkan kado ulang tahun dari Kugutsu Kingdom kepada pengawal yang lainnya itu. Setelah memeriksanya, pengawal itu pun mempersilahkan mereka masuk ke dalam kastil itu.

"Komandan Red Knight , Akasuna no Sasori pangkat 2 bersama partner, Haruno Sakura pangkat 2! Wakil komandan Red Knight , Yura pangkat 3! Sekretaris Red Knight, McKlark Kent pangkat 3!" Teriak pengawal itu ketika mereka berempat memasuki ruang pesta.

Seketika juga semua mata tertuju mereka berempat. Kedatangan Sasori memang sangat dinanti-nantikan oleh para gadis-gadis. Pasalnya, Sasori sangatlah populer di kalangan bangsawan terutama di kalangan gadis. Biasanya Sasori tidak pernah membawa pasangan wanita ke dalam pesta manapun, tetapi hari ini pengecualian dan untuk pertama kalinya seumur hidup Akasuna no Sasori membawa seorang wanita di pesta. Banyak wanita yang iri melihat Sakura, belum lagi kecantikannya membius para pria di ruangan itu. Malam ini sudah di pastikan wanita-wanita yang mengincar Sasori patah hati setelah melihat ini semua.

Shikamaru menatap mereka dengan tatapan malas sedangkan Kakashi dan Eagle tersenyum mesum saja. Sakura jengah di tatap oleh orang-orang di ruang pesta ini. Sasori juga tidak suka dengan keadaan ini, refleks pria ini menarik Sakura untuk lebih dekat dengannya. Sakura terkejut dengan perlakuan ini begitu juga semua orang di ruangan ini. Perlakuan Sasori ini seolah untuk melindungi Sakura dari sesuatu, Sasori sesaat merasa tidak rela Sakura di tatap oleh pria-pria yang ada di ruangan ini. Di belakang Kent dan Yura hanya tersenyum jahil. Sakura menatap Sasori terkejut tetapi pria itu tetap memandang lurus.

Lalu Sasori pun berjalan ke arah depan, di mana depan itu terdapat seorang wanita yang cantik duduk di kursi singsana bersama pendamping yang berdiri di sampingnya. Wanita itu tersenyum senang saat melihat kedatangan Sasori yang bersama Sakura, Kent, dan Yura.

"Pasti ini yang namanya Queen Bella," batin Sakura gugup. Tiba-tiba tubuh Sakura menegang saat bertatap muka dengan Queen Bella. Gadis itu terlalu gugup untuk bertemu seorang ratu. Sasori merasakan itu sebab tubuhnya dekat dengan Sakura. Sasori langsung memegang tangan Sakura yang mengandeng lengannya dan tersenyum kepada Sakura.

"Tenang Sakura. Aku bersamamu, " bisik Sasori lembut di telinga Sakura.

'DEG'

Kali ini Sakura merasa detakan jantungnya berdebar dengan kencang. Bukan rasa gugup lagi yang melanda, tetapi perkataan Sasori membawa hipnotis padanya. Entah kenapa Sakura dapat mempercayai perkataan pria berambut merah darah ini. Apakah mungkin Sasori yang menolongnya pertama kali di dunia ini? Entahlah. Lalu mereka akhirnya bertatap muka dengan Queen Bella.

"Selamat ulang tahun Queen Bella," kata Sasori tulus pada wanita pemimpin Knight Empire itu.

"Terima kasih Sasori. Aku senang dengan kehadiranmu, membuat pesta ulang tahunku meriah. Silakan nikmati pesta ini. Gadis yang di sampingmu sangat manis, iya kan Madara?" Kata dan Tanya Bella pada Sasori kemudian ke pendamping yang di sampingnya. Pria berambut hitam panjang sepunggung itu hanya tersenyum mengangguk pada Bella.

"Iya. Hari ini sepertinya mencetak sejarah baru di Knight Empire. Sebab Akasuna no Sasori membawa gadis untuk pertama kalinya di istana dan gadis ini sangat mempesona," Kata Madara tulus. Semua mata masih tertuju pada apa yang terjadi di depan dan memperhatikan percakapan itu. Sepertinya apa yang di lakukan pria berambut merah ini selalu menjadi pusat perhatian.

Sakura hanya tersipu malu sedangkan Sasori tersenyum bahagia mendengar pujian dari Madara. Kent dan Yura juga merasa bangga mendengar pujian itu seolah Sakura adalah anak gadis mereka. Sasori pun mendorong pelan punggung Sakura dan Sakura mengerti apa yang harus di lakukannya.

"Ehm. Selamat ulang tahun Queen Bella. Semoga anda panjang umur," Kata Sakura sedikit gugup.

"Terima kasih Lady Sakura. Aku ingin mengenalmu, lain kali kita berbicara banyak. Silakan nikmati hidangan pesta ku." Kata Bella lembut.

"Selamat ulang tahun Queen Bella tercinta!" seru Kent tiba-tiba di belakang dan Yura pun tersenyum mengucapkan ucapan yang sama juga," Selamat ulang tahun Queen Bella."

"Terima kasih Kent. Hihihi. Jangan menggodaku Kent. Yura juga. Terima kasih. Silakan nikmati hidangan dari ku." Kata Bella sedikit terkekeh melihat tingkah Kent yang menggodanya. Kemudian Bella pun berkata lagi ,"Sasori. Aku ingin dalam minggu ini kamu keluar untuk menginvasi sekitar daerah Siok Village bersama pasukanmu."

Sasori terkejut dengan pernyataan Bella tetapi untuk menyembunyikan keterkejutannya dia tersenyum saja.

"Akan kupikirkan. Aku tidak akan sembarangan Queen Bella." Kata Sasori tenang lalu dia membawa Sakura berjalan meninggalkan Bella dan Madara kemudian di susul Kent dan Yura yang di belakangnya. Mereka pun berjalan menuju ke tempat Shikamaru , Eagle , dan Kakashi berada.

"Yo komandan Red Knight!" Sapa Kakashi jahil. Shikamaru tersenyum kecut sedangkan Eagle hanya menyesap minumannya sambil menyeringai jahil.

"Yo komandan Playboy!" Sapa Sasori balik kepada Kakashi. Mendengar ejekan Sasori, semuanya tertawa kecuali Sakura yang melongo. Kakashi hanya tersenyum malu. Lalu mereka semua menikmati pesta itu sambil berbicara lebar. Ketika mereka sedang menikmati hidangan, tiba-tiba Sasori merasakan sabetan pedang yang mau menghantam dirinya. Dengan sigap dia pun menarik pedang merahnya yang tersemat di sarung pedang samping pinggangnya kemudian menangkis serangan itu.

'TAK!'

Suara pedang yang saling berbenturan. "Heh!" Pekik pria itu dengan senyuman yang meremehkan. Pria itulah yang menyerang Sasori. Semua orang yang di sana terkejut saat melihat Sasori yang di serang tiba-tiba dari belakang, tetapi bukan namanya Akasuna no Sasori jika tidak bisa menghindari serangan itu.

"Mau apa kamu Deidara?" Kata Sasori tenang yang masih beradu pedang dengan pria berambut kuning panjang itu. "Tidak. Aku hanya menguji refleks komandan Red Knight." Sindir Deidara.

Semua mata tertuju pada Deidara dan Sasori, termasuk Sakura. Sakura kaget karena Sasori di serang oleh Deidara secara mendadak. Ya, semua orang di Knight Empire sudah tahu bahwa Deidara menganggap Sasori adalah rival abadinya, meskipun Sasori hanya menanggapi santai tantangan Deidara. Apa pun yang terjadi dan apa pun bidangnya, Deidara selalu menganggap itu adalah pertarungan mereka berdua. Melihat Sakura yang terkejut, Kent dan Yura pun menepuk-nepuk punggung gadis itu untuk menenangkannya. Shikamaru menatap mereka malas, Eagle tersenyum dan Kakashi menghela nafas melihat kelakuan Deidara lalu berjalan menengahi di antara Sasori dan Deidara. Sasori pun memasukkan kembali pedangnya ke sarung pedang miliknya.

"Komandan Silver Knight dan divisi ketentaraan pangkat 2, Deidara. Sebaiknya anda menyimpan pedang itu jika tidak ingin kena Kode pelanggaran, " kata Kakashi serius.

"Cih! Hatake kamu memang pengganggu! Lain kali kita lanjutkan Sasori!" Kata Deidara sambil melangkah meninggalkan mereka semua.

"Haa. Benar-benar merepotkan. Kamu terlalu banyak fans Sasori. Tidak Dave pasti Deidara. Ckck." Keluh Shikamaru pelan. "Dave?" Tanya Sakura pelan.

Eagle pun memegang bahu Sakura dan satu tangannya lagi menunjuk pada seorang pria berambut cokelat yang sedang tersenyum berbicara dengan pria berambut putih yang mempunyai gigi seperti taring tajam.

"Dia adalah komandan Blue Knight dan divisi ekonomi pangkat 2, dia adalah keturunan langsung dari KcSteld dari KcSteld Empire, calon King," Jelas Eagle pada Sakura. Sakura hanya mengangguk-angguk pelan setelah mengetahui identitas pria itu. Sasori, Shikamaru , dan Kakashi hanya menghela nafas melihat tingkah Eagle yang seperti seorang dosen sedangkan Yura dan Kent hanya tertawa kecil.

"Lalu pria yang menyeramkan di sampingnya adalah komandan Grey Knight dan divisi arsitektur pangkat 2, Zetsu. Hati-hati bertemu dia Sakura. Dia adalah pria yang tidak mempunyai perasaan," sindir Eagle secara tidak langsung sedangkan Zetsu yang merasa diperhatikan jauh langsung melayangkan tatapan tajam yang seram di tambah menampilkan giginya yang tajam itu. Sakura bergidik di tatap oleh Zetsu seperti itu sementara Eagle menatap Zetsu bosan, sudah terbiasa dengan pandangan mematikan dari pria tidak jelas itu.

"Sakura, jika kamu ingin belajar. Sebaiknya kamu mendaftar di Akademi GradKnight saja," celetuk Shikamaru bosan. "Benar Nona Sakura, daripada anda bosan di mansion Akasuna. Bagaimana menurut pendapat tuan muda?" Sambung Yura yang melihat ke arah Sasori.

"Itu terserah Sakura saja. Aku tidak masalah," kata Sasori tenang. "Ti-tidak. Aku hanya penasaran saja. Sebenarnya apa bedanya Empire dan Kingdom? Berapa komandan yang ada di Knight Empire?" Tanya Sakura kepada mereka semua. "Maaf, jika aku bertanya banyak," sambung Sakura buru-buru.

"Tidak apa-apa!" Jawab Kent , Eagle , dan Yura kompak.

Lalu tiba-tiba Eagle, Kent , dan Yura memakai kacamata sambil berpose menopang dagu seolah mereka adalah dosen yang siap untuk mengajari Sakura bersekolah , Sakura pun menatap mereka serius seperti seorang murid. Shikamaru dan Kakashi menatap mereka malas karena merasa mereka berlebihan sementara Sasori hanya tertawa kecil dengan tingkah mereka yang berlagak jadi dosen tersebut. Di dalam ruangan itu, semuanya menyadari tawa Sasori kecuali Sakura yang sudah terbiasa melihat Sasori seperti itu. Mereka tahu bahwa selama ini Sasori itu terkenal sifat cuek, tenang, dan tidak pernah tertawa sekeras itu sekalipun lelucon yang di keluarkan badut terlucu dan pelawak sekaliber dunia jika dia tertawa dia hanya mengangkat sudut bibirnya sebagai tanda dia tersenyum ataupun tertawa, tapi hanya melihat tingkah gadis soft pink itu. Dia tertawa lepas. Shikamaru dan Kakashi saling menatap dan tersenyum miring seolah senang melihat Sasori seperti itu.

"Beda Kingdom dan Empire adalah hanyalah satu Sakura. Jika Empire di pimpin langsung oleh keturunan Raja atau Ratu, misalnya Queen Bella. Dia dulu hanyalah seorang Princess yang menggantikan ayahnya naik tahta dan memimpin Knight Empire sebagai Queen. Tapi kalau Kingdom, mereka akan memilih dari beberapa kandidat terbaik menjadi calon Raja atau Ratu, lalu kandidat yang terpilih itu akan bersaing untuk mendapatkan kursi pemimpin itu." Jelas Eagle kepada Sakura.

"Komandan di Knight Empire ada 10 Sakura, tetapi 5 komandan adalah wakil dari Empire dan Kingdom yang lain lalu 5 komandan lain itu asli berasal dari Knight Empire yang di angkat oleh Queen Bella sendiri." Jelas Kent kepada Sakura. "Berbeda? Memangnya 5 komandan yang berasal dari luar itu siapa saja?" Tanya Sakura penasaran. Lalu Kent, Yura, dan Eagle pun dengan kedua tangan kompak menunjuk ke arah Sasori , Shikamaru , dan Kakashi.

"Tadaaaa!" Kata mereka kompak. Sakura terkejut tetapi sebenarnya mengerti penjelasan Kent barusan.

"Hatake Kakashi berasal dari SilverStone Kingdom calon kandidat King, lalu SilverStone Kingdom adalah penghasil batu bara terbanyak di dunia tetapi ada batu paling langka yaitu Silver Stone yang dapat di peroleh di sana itu sebabnya diberi nama SilverStone Kingdom, usia Kakashi adalah 25 tahun. Dia di kirim ke Knight Empire pada usia 22 tahun sebagai tanda bentuk aliansi SilverStone dengan Knight Empire." Jelas Kent semangat sambil menunjuk Kakashi sedangkan pria itu hanya tersipu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal tersebut.

"Nara Shikamaru, umur 22 tahun, berasal dari Shinobi Kingdom dan dia berasal dari klannya Nara. Kingdom yang penuh dengan ninja dan bergerak di bidang antarjasa dan telekomunikasi surat. Lalu Shinobi Kingdom terkenal dengan Legenda Hokagenya," sindir Eagle yang terakhir membuat Kakashi, Kent dan Yura tertawa. Sasori hanya tersenyum tipis saja dan Sakura tambah bingung dengan legenda Hokage. "Cih! Mendokusai," celetuk Shikamaru.

"Le-legenda Hokage?" Tanya Sakura heran.

"Shikamaru ini hanyalah perdana menteri di Shinobi Kingdom, beda dengan yang lain. Peraturan Shinobi Kingdom adalah mengirim pemimpin langsung yaitu Hokage untuk menjalin aliansi dengan Empire atau Kingdom. Lalu Shikamaru sebenarnya di kirim ke Knight Empire untuk menggantikan posisi Hokage selaku pemimpin Shinobi Kingdom yang menghilang 3 tahun lalu. Dengan kata lain dia terpaksa melakukan tugas ini dan sekaligus memegang pemerintahan Shinobi Kingdom yang telah mengalami kekosongan pemerintahan. Itu sebabnya muncullah cerita Legenda Hokage." Jelas Eagle lagi dengan nada yang di buat-buat. Shikamaru semakin menatap Eagle jengkel dan mengorek-ngorek telinganya dengan malas seolah tidak ingin mendengar hal itu lagi.

"Hokagenya menghilang? Jadi sudah di temukan?" Kata Sakura penasaran. "Belum. Banyak rumor yang mengatakan dia sudah hilang di bunuh oleh musuh yang tidak senang dengan Shinobi Kingdom atau pun juga Hokage itu sendiri memilih melarikan diri." Jelas Eagle hati-hati.

"Lalu. Tuan muda kita yang tercinta. Akasuna no Sasori! Calon kandidat King dan Prince dari Kugutsu Kingdom. Pemerintahan Kugutsu Kingdom sekarang di pegang oleh nenek tuan muda yaitu Akasuna no Chiyo untuk menunggu pertandingan King yang di adakan semua calon kandidat King berusia 25 tahun. Kugutsu Kingdom adalah pencipta boneka prajurit perang pertama dan hanya teknologi ini murni di miliki oleh Kugutsu Kingdom, selain itu Kugutsu Kingdom adalah tempat penghasil emas terbanyak di dunia. Bisa di bilang Kingdom yang kaya karena mempunyai tambang emas di seluruh wilayah Kingdom itu. Tuan muda Sasori di kirim kemari juga sebagai tanda aliansi dengan Knight Empire untuk menjaga kestabilan keamanan seluruh Empire dan Kingdom yang tercatat dalam surat aliansi kedamaian yang di sepakati oleh seluruh Kingdom dan Empire selama ini dan hal ini telah berjalan 50 tahun," jelas Yura semangat sambil berpose kemenangan membanggakan Sasori dan panjang lebar.

Ternyata Sasori dan Sakura telah berbicara dan membahas sebuah buku profile yang di berikan Eagle sedangkan Kakashi , Kent , dan Shikamaru lomba menikmati hidangan yang ada. Yura yang merasa di abaikan hanya tertunduk suram. "Ternyata aku di abaikan!" Keluh Yura sambil menghela nafas.

"Keluar kamu bocah! Kita harus selesaikan ini!" Teriak seorang wanita dengan tiba-tiba

Sontak semua mata orang tertuju kepada seorang wanita yang berambut kuning panjang yang di ikat dua mempunyai tanda biru di dahinya. Dia memakai celana seperempat berwarna biru dan dan pakaian berwarna abu tanpa lengan berjalan sambil berkacak pinggang menuju ke arah Queen Bella di ikuti beberapa oleh di belakangnya. Belum selesai membicarakan kejadian Sasori dan Deidara barusan di benak orang-orang di ruangan ini, kali ini datang seorang wanita yang mempunyai kuasa dan aura yang membuat sekitarnya segan. Entah apa yang akan terjadi. Tapi yang pasti badai telah datang.

-Continue-


Don't like don't read, I just write what I have imagined.

Thank you buat yang fav : * Aozora Straw * Bunshin Anugrah ET * Minato Malik Ibrahim * SANG GAGAK HITAM * uzumaki reverend *Yamashita Hyuuga * Blue-senpai *Yukina Itou Sephiienna Kitami

Thank you buat yang follow : * 2nd princhass * Aozrora Straw * Bunshin Anugrah ET * SANG GAGAK HITAM * nInEtAILf0X * Yamashita Hyuuga * Uzumaki Shizuka * miskiyatuleviana * kensuchan

-Balasan Review—

uzumaki reverend : Thank you. Sip. Sip. Terima kasih buat dukungannya. Makin semangat nulis ini. Semoga chap yang baru ini makin buat penasaran ya! Happy Reading _^^_

Blue-senpai : Okey. Ini sudah ku lanjutkan Blue-senpai. Selamat menikmati dan Happy Reading! _^^_

kensuchan : Hallo kensuchan. Lily tidak janji bisa update cepat. Karena Lily sibuk kuliah, tapi tenang saja. Cerita pasti sudah selesai di bertahun-tahun lalu. (Di tunggu saja kejutannya.) Hanya saja cerita ini ada di otaknya Lily. Hihihi. Okay. Pasti ada Naru-Hina. Untuk chap ini maaf Naru-Hina nya sedikit karena sedikit berbasi memperkenalkan tokoh lain. At last Happy Reading! _^^_

Bunshin Anugrah ET : Hehehe. Semoga chap ini tidak bosan iya. Soalnya muncul Tsunade, Madara, Ino dan Chouji. Eaph. Bakalan ada actionnya. Tidak chap 5 pasti chap 6. Karena memang ada actionnya. Naru-Hina nya pasti selalu ada. Karena mereka pasangan kedua di cerita ini setelah pasangan Saso-Saku. Lalu semoga makin penasaran ya! Happy Reading! _^^_


Finally Chapter 4 Finish! Lily tidak menyangka sudah nulis sampai chap 4. Mohon di maafkan apabila ada kesalahan teknis dalam cerita ini. Lily akan tetap menyelesaikan cerita ini sampai selesai apa pun yang terjadi. Lalu, Lily juga tidak menyangka banyak yang suka dengan Naru-Hina ^^. So appreciate it! Yang fans Saso-Saku tidak pada keluar ya? *Heran*

Honestly, thank you so much yang sudah mengikuti cerita ini baik yang fav ataupun follow bahkan yang review cerita ini. Your fav, follow , review is my spirit and my fire. For silent readers too, you make me on fire to continue this story. Semoga chap ini tidak membuat bosan dan Happy reading! _^^_

Arigatou Minna! Happy Reading!