Prev Chap 4

"Keluar kamu bocah! Kita harus selesaikan ini!" Teriak seorang wanita dengan tiba-tiba

Sontak semua mata orang tertuju kepada seorang wanita yang berambut kuning panjang yang di ikat dua mempunyai tanda biru di dahinya. Dia memakai celana seperempat berwarna biru dan dan pakaian berwarna abu tanpa lengan berjalan sambil berkacak pinggang menuju ke arah Queen Bella di ikuti beberapa oleh di belakangnya. Belum selesai membicarakan kejadian Sasori dan Deidara barusan di benak orang-orang di ruangan ini, kali ini datang seorang wanita yang mempunyai kuasa dan aura yang membuat sekitarnya segan.


Naruto © Masashi Kishimoto

Star of Worlds © Namikaze Lily

Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.

Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)

For safety , Rate : M

Happy Reading All _^^_


Chapter 5

Semua mata tertuju kepada kedatangan wanita itu, tidak terkecuali Sakura. Dia melihat wanita itu datang dengan penuh amarah. Kedatangan wanita ini bersama dua pengawalnya membuat suasana pesta menjadi ricuh. Wanita itu masih menatap Bella dan Madara yang berdiri di sampingnya sengit. Bella yang sepertinya mengetahui kedatangan wanita itu hanya tersenyum sinis.

"Wah. Wah. Aku tidak menyangka kedatanganmu heboh begini Queen Tsunade. Aku kira kamu datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Tapi ternyata tidak. Lihatlah. Kamu membuat tamuku ketakutan semua," sindir Bella

"Huuh! Tidak usah basa-basi padaku bocah ingusan! Aku ke sini bukan untuk menikmati hidangan pestamu yang sudah pasti aku mati memakannya karena ada racun!" Sindir Tsunade keras balik kepada Bella.

Suasana makin ricuh saat Tsunade mencetuskan kata-kata kasar itu kepada Bella. Shikamaru dan Kakashi saling bertukar pandang kemudian ke Eagle dan Sasori. Mereka tidak tahu apa yang terjadi sampai-sampai Queen dari Snamedic Kingdom itu datang penuh amarah, padahal seingat mereka Tsunade itu adalah wanita yang ramah dan tidak asal menggunakan emosinya di depan umum.

"Tuan muda Sasori, apakah anda tidak mendekati mereka untuk mencari tahu?" Tanya Yura cemas. Sasori hanya berdiri di samping Sakura dan Eagle saja, dia cuma mengisyaratkan diam di tempat saja. Dengan kata lain Sasori ingin mengamati mereka dari jauh begitu juga Eagle, Shikamaru , dan Kakashi. Mereka melakukan hal yang sama, mereka memilih diam di tempat.

"Queen Tsunade jangan terlalu kaku. Makananku di sini yang di buat oleh kokiku tidak akan membuatmu mati. Hal itu akan merusak kedamaian yang sudah di sepakati oleh semua Empire dan Kingdom karena aku membunuh wanita tangguh di antara semua Empire dan Kingdom," Kata Bella sambil tersenyum sinis.

"Bocah ingusan, sebaiknya kamu berhati-hati dalam berbicara. Bukannya belakangan ini kamu menyuruh pasukanmu menghabisi Empire dan Kingdom lain secara diam-diam? Ataukah aku salah berbicara?" Sindir Tsunade yang sontak membuat Bella menahan emosi.

"Queen Tsunade, sebaiknya kita bicarakan ini di dalam ruangan. Tidak baik merusak suasana pesta yang ada," ujar Madara tiba-tiba memecah ketegangan di antara Bella dan Tsunade. Tsunade hanya tersenyum saat mendengar perkataan Madara.

"Tidak ada yang perlu di bicarakan!" Bentak Tsunade

Ya, Tsunade tiba-tiba maju untuk menyerang Bella dengan tinjunya, tetapi ada dua orang yang melindungi Bella yaitu Zetsu dan Dave yang memegang tangan Tsunade yang hendak meninju Bella sedangkan dua pengawal yang mengawal Tsunade langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing mengarah ke leher Zetsu dan Dave. Suasana pesta makin ricuh dan semua orang di dalam ruangan itu berteriak-teriak melihat serangan tadi.

"Kent. Yura. Kalian jaga Sakura." Kata Sasori tegas yang berlari menuju ke tempat kejadian yang di susul oleh Shikamaru, Kakashi, dan Eagle.

"Baik Tuan muda!" Jawab mereka kompak dan segera mengambil posisi untuk melindungi Sakura. Sakura hanya memandang punggung Sasori yang lari menuju ke arah Queen Bella dan Queen Tsunade.

"Queen Tsunade, maaf sebaiknya anda tidak menggunakan kekerasan di sini. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Shikamaru saat mereka berempat menghampiri mereka.

"Hmph! Perdana menteri Shinobi Kingdom, Prince Kugutsu Kingdom, wakil SilverStone Kingdom dan komandan bocah ingusan. Aku ke sini hanya berurusan dengan Queen Knight Empire. Kalian jangan menghalangi ku jika tidak ingin merasakan tinjuku." Kata Tsunade dengan nada emosi yang tertahan.

Eagle, Kakashi , dan Shikamaru yang mendengar itu bergidik saat mendengar ancaman Tsunade. Siapa yang tidak tahu kekuatan mengerikan milik wanita cantik ini, jangan tertipu penampilan muda dan sexy-nya. Begini-gini Tsunade adalah nenek-nenek berusia 50 tahun. Sasori pun melangkah maju mendekati mereka semua dengan tenang. Dave pun melepaskan tangan Tsunade. Dua pengawal Tsunade pun kembali ke posisinya semula.

"Queen Tsunade. Sebaiknya anda bicarakan sebenarnya apa yang terjadi." Kata Sasori tenang. Tsunade pun menatap Sasori sengit.

"Kamu mau tahu apa yang sebenarnya terjadi Prince Sasori? Huh! Akan kuberitahu apa yang dilakukan bocah ingusan ini," kata Tsunade tersenyum sinis dan Sasori masih tenang saja mendengar nada sinis dari Tsunade. Semua mata tertuju pada Tsunade.

"Aku tidak tahu kamu pura-pura lugu atau memang tidak tahu. Yang pasti aku katakan padamu dan wakil-wakil Empire dan Kingdom yang ada di sini. Knight Empire memulai perang di mana-mana. Mereka menjajah Empire dan Kingdom kecil dan bahkan menghancurkannya! Snamedic Kingdom sebagai pemasok obat-obatan dan tenaga medis awalnya tidak curiga tetapi untuk jumlah banyak bahkan untuk sebuah latihan percobaan medan perang sangat berlebihan. Hal ini memicu kelangsungan kehidupan di Snamedic Kingdom, sebagai Queen , aku harus tegak berdiri membela rakyat dan kingdomku. Huh! Belum lagi Queen yang kalian lindungi ini terang-terangan ingin menghancurkan Kingdomku dengan mengirimkan surat ancaman jika aku tidak mengirim bala bantuan. Queen kalian memandang rendah Snamedic Kingdom dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi ," terang Tsunade tegas.

Mereka semua yang ada di ruangan itu hanya kaget mendengar penjelasan Tsunade dan berbagai macam pikiran juga ada di benak masing-masing. Bahkan orang-orang yang di pesta itu mulai bergunjing-gunjing apakah perkataan Tsunade benar atau Bella hanya di fitnah olehnya. Sasori terlihat tenang saat mendengarnya. Bella dan Madara juga terlihat tenang seolah pernyataan Tsunade hanyalah perkataan yang tidak penting.

"Apakah itu benar Queen Bella? Jika itu benar, berarti anda merusak surat aliansi kedamaian yang telah berlanjut selama 50 tahun ini," sahut Dave tiba-tiba memecah keheningan yang ada.

"Apakah kamu lebih percaya dengan perkataan nenek-nenek? Bilang saja Snamedic Kingdom sudah tidak mampu untuk menyupport Knight Empire lagi di bidang medis, maka aliansi mudah di putuskan," kata Bella santai menanggapi pertanyaan Dave.

"Bocah! Sudah kukatakan barusan! Jangan meremehkan Snamedic Kingdom! Aku dan rakyatku tidak akan diam menghadapi ancamanmu. Jika kamu ingin menginvansi Snamedic Kingdom, kami siap berperang melawan Knight Empire!" Tegas Tsunade mantap. "Kakuzu! Keluarkan surat itu!" Bentak Tsunade kepada salah satu pengawalnya di belakang. Kakuzu pun memberikan selembar surat dari dalam jubahnya dan memberikannya kepada Tsunade, "Ini , Queen Tsunade."

"Hmph!" Tsunade tersenyum kecut melihat surat itu. Mereka kebingunan melihat kelakuan Tsunade. Sasori mengerutkan dahinya saat membaca sekilas surat itu dari tangan Tsunade. 'Surat Aliansi Kedamaian'

"Apa yang mau dilakukan Queen Tsunade? Jangan katakan!" Seru Sasori dalam hati. Tepat seperti yang di pikirkan Sasori. Tsunade pun mengoyak surat itu di depan Tsunade.

'Sret. Sret. Sret. Sret.'

Suara robekan kertas yang di timbulkan Tsunade ke hadapan Bella. "Bocah, kami tidak termasuk dalam aliansi kedamaian lagi. Tidak ada lagi tentang perdamaian. Kamu yang memulai ini semua. Lalu aliansi kita sejak hari ini sudah selesai!" Bentak Tsunade di hadapan Bella.

"Hmph! Wahahahaha! Queen Tsunade, anda terlalu emosi. Baiklah jika itu keinginanmu. Maka mulai hari ini Snamedic Kingdom dan Knight Empire telah selesai." Kata Bella tersenyum senang.

Mereka tertegun saat mendengar perkataan Bella. Tsunade hanya tersenyum meremehkan Bella, dan Madara hanya tersenyum sinis seolah menyembunyikan sesuatu. Sakura yang melihat itu semua dari kejauhan mencoba mencerna apa yang terjadi, dia melihat Sasori tenang-tenang saja.

"Baiklah. Sepertinya kita sudah selesai di sini. Kakuzu! Hidan! Ayo kita kembali ke Snamedic Kingdom mempersiapkan semuanya!"Perintah Tsunade kepada dua pengawal setianya. "Siap Queen!" Jawab mereka kompak.

Lalu wanita itu bersama dua pengawalnya berjalan meninggalkan ruangan pesta itu. Mereka semua melihat kepergian Tsunade bersama Kakuzu dan Hidan dengan pandangan yang sulit di artikan. Sementara semua orang terfokus kepada kepergian Tsunade dan kedua pengawal setianya. Madara memberikan kode sinyal kepada seseorang di sana dan orang itu mengangguk seolah melaksanakan tugas dari Madara.


Okh Village, Teritorial Snamedic Kingdom

Seminggu sudah Naruto dan Hinata tinggal di desa ini. Saat ini Naruto sedang jalan-jalan mengumpulkan informasi dari percakapan penduduk di desa ini. Hinata yang tidak mengerti apa yang dilakukan Naruto hanya diam dan mengikuti pria berjabrik kuning ini. Hinata tidak mau di tinggal sendirian di penginapan, itu sebabnya dia mengikuti kemanapun Naruto pergi. Kali ini Naruto lagi pura-pura transaksi menjual barang dagangannya di pusat perdagangan seluruh Empire dan Kingdom. Naruto dan Hinata pun mendatangi counter transaksi.

"Berapa harga Yellow Seed jika di jual?" Tanya Naruto kepada penjaga itu.

"Yellow Seed satu pack 500pich tuan. Apakah anda berniat menjualnya?" Kata penjaga itu.

Naruto tampak berpura-pura berpikir. Naruto sebenarnya masih mempunyai banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya dan Hinata. Ya Hinata tidak merengek apapun saat bersama Naruto sehingga Naruto sempat berpikir apakah Hinata sungkan meminta apapun kepadanya, tetapi jawabannya adalah tidak. Hinata berkata padanya bahwa dia tidak tahu barang di dunia ini sehingga tidak berniat membeli apa pun. Naruto tahu Hinata adalah wanita yang sederhana tidak penuntut seperti kebanyakan wanita lain, sekarang dia bukan kekurangan uang. Tidak kekurangan uang sama sekali hanya saja dia sengaja ke sini untuk mencari informasi tentang Sakura dan perang yang akan terjadi dalam waktu dekat ini.

"Hm.. aku mempunyai 5 Yellow Seed, sepertinya aku bisa menjualnya kepadamu." Kata Naruto lagi.

"Aku akan membelinya darimu tuan. Apakah anda ingin menjual atau membeli yang lain tuan? Sebelum harga pasar akan berubah." Kata penjaga counter itu lagi.

"Memangnya kenapa?" Tanya Naruto pura-pura kepadanya.

"Iya tuan. Dalam waktu dekat ini kingdom kami dan Knight Empire akan berperang, harga pangan naik, harga pasar dagangan pasti akan berubah antara naik dan turun. Semua orang tua, anak-anak dan wanita di ungsikan. Lalu para pria akan maju ke garis depan," keluh penjaga counter itu.

"Apakah Queen Tsunade telah membatalkan aliansi dengan Knight Empire?" Tanya Naruto lugu.

"Benar anak muda. Sebaiknya juga kamu bersiap-siap untuk kemungkinan terjadi," kata penjaga counter itu ramah. Hinata yang mendengar percakapan mereka hanya tahu bahwa dalam waktu dekat ini akan terjadi perang. Hinata cemas. Di dunianya tidak ada yang namanya perang, jika pun iya hanya terjadi belahan negara lain. Melalui ujung ekor matanya, Naruto dapat melihat gadis itu gelisah, sepertinya dia harus membawa Hinata pergi dari sini.

"Paman. Aku akan menjual 5 Yellow Seed in," kata Naruto cepat dan menyerahkan kelima Yellow Seed itu kepada penjaga counter itu.

"Baiklah tuan. Ini 2500pich. Terima kasih tuan." Kata penjaga counter itu sambil menyerahkan uang kepada Naruto.

Naruto pun membawa Hinata keluar dari situ dan kembali ke penginapan. Saat menuju ke kamarnya mereka menerima selebaran dari tukang berita kilat. Hinata dan Naruto pun membawa selebaran itu dengan seksama. Tentang aliansi Knight Empire dan Snamedic Kingdom yang sudah berakhir dan dalam waktu dekat ini terjadi perang. Hinata makin gelisah dengan berita ini dan Naruto yang menyadarinya langsung menghibur gadis itu.

"Hime. Jangan takut. Aku akan melindungimu. Kita akan keluar dari desa ini dan ke desa lain sambil mencari Sakura. Bagaimana?" Hibur Naruto. Hinata terkejut saat mendengar perkataan Naruto barusan.

"Iya Naruto-kun!" Jawab Hinata semangat saat mendengar tawaran Naruto, setidaknya dia dapat menghindari yang namanya perang.

Lalu Naruto melihat sekilas foto seorang wanita yang mempunyai rambut soft pink yang mendampingi teman baiknya di Knight Empire dulu, Akasuna no Sasori. Dia sangat cantik tetapi rasanya dia tidak pernah melihat wanita ini. Naruto tersenyum menyeringai melihat wajah Sasori yang tenang tetapi kelihatan bahagia tersebut. Pria berambut merah ini akhirnya bisa juga mendekati wanita. Padahal dulu dia itu anti dengan yang namanya perempuan dan lagi Sasori terlihat bahagia meski dia hanya mengangkat sudut bibirnya, tetapi Naruto tahu Sasori bahagia.

"Heh! Kepala cabai benar-benar membuat kemajuan setelah kepergianku." Gumam Naruto pelan dan Hinata menyadarinya.

"Ada apa Naruto-kun?" Tanya Hinata penasaran dengan yang Naruto gumamkan tadi. Naruto tersenyum saat mendengar pertanyaan Hinata dan menyuruh Hinata melihat kolom bawah yang terdapat berita Sasori bersama seorang gadis. Dia menunjuk-nunjuk Sasori.

"Dia ini teman baikku Hinata. Teman sejak kecil. Namanya Akasuna no Sasori." Jelas Naruto kepada Hinata sambil menunjukkan foto Sasori yang sedang bersama seorang wanita. Hinata sepertinya mengenal wanita yang di foto itu. Gadis yang cantik. Sangat cocok mendampingi teman Naruto itu. Lama-lama Hinata perhatikan, dia merasa ada yang aneh. Warna rambut yang tidak biasa itu, pink, kemudian mata emelard hijaunya yang hangat itu. Ya. Sakura! Dia menemukan Sakura! Hinata membelakkan matanya

"Na-naruto-kun! Dia. Dia. Dia Sakura- ," perkataan Hinata terhenti karena Naruto telah membekap mulut Hinata dengan tangan kirinya.

"Ja-jangan menyebut Sakura dengan suffix –chan. Bahaya Hinata-chan." Kata Naruto sedikit panik.

"Ma-maaf Naruto-kun!" Kata Hinata ikutan panik karena Hinata lupa lagi soal pemanggilan di dunia ini. Naruto tersenyum kepada Hinata. Ah. Senyum hangat yang seperti matahari itu lagi. Hinata berdebar melihat senyuman Naruto itu.

"Jadi ini yang namanya Sakura?" Tanya Naruto memastikannya kepada Hinata dan gadis itu hanya mengangguk iya berkali-kali.

"Dia aman hime. Dia bersama teman baikku di Knight Empire," jelas Naruto.

"Knight Empire? Apakah kamu termasuk Knight Empire Naruto-kun?" Tanya Hinata terkejut saat mendengar perkataan Naruto barusan. Sontak pria itu terkejut dan langsung mengelak untuk menyembunyikan sesuatu.

"Ano hime. Aku bukan dari Knight Empire. Aku hanya pengembara biasa dan teman baikku ini yang di Knight Empire!" Elak Naruto. Hinata pun termakan perkataan Naruto dan hanya mengangguk percaya pada Naruto. Naruto menghela nafas lega saat mendapati gadis itu berhasil di kelabuinya lagi.

"Jadi kamu akan membawaku ke tempat Sakura?" Tanya Hinata lagi kepada Naruto.

"Hm. Tetapi sebentar lagi ada perang hime. Kamu yakin mau ke tempat Sakura?" Tanya Naruto balik ke Hinata.

"I-iya Naruto-kun. Aku harus bertemu dengannya. Mungkin saja Sakura juga mencariku!" Jawab Hinata kepada Naruto.

"Baiklah hime. Tapi kamu yakin? Mungkin saja di tengah jalan kita akan di serang prajurit. Sebentar lagi perang." Kata Naruto sekali lagi kepada Hinata.

"I-iya! A-aku yakin Naruto-kun!" Tegas Hinata kepada Naruto.

Mendengar jawaban Hinata, Naruto hanya berpikir bahayanya perjalanan ke sana. Belum lagi dia dalam status pelarian. Tetapi melihat tekad gadis itu, mau tidak mau Naruto menjadi menuruti gadis ini. Naruto pun mengangkat sudut bibirnya dan berkacak pinggang.

"Baiklah! Aku akan membawamu menemui temanmu Hinata-chan! Bersiap-siaplah untuk perjalanan panjang ini!" Kata Naruto ceria. Hinata bahagia saat Naruto mengatakan dia akan membawanya menemui Sakura. Tiba-tiba Naruto pun menunjukkan nyengir kepada Hinata.

"Hime. Aku sepertinya membutuhkan stamina dari mu sebelum memulai perjalanan kita. Maukah kamu menciumku?" Goda Naruto yang mendekati Hinata

"Ti-tidak!" Pekik Hinata keras sambil melayangkan cubitan ke pipi Naruto. Lalu pria itu ya, dia hanya tertawa terbahak-bahak saat mendapati wajah gadis itu sudah semerah apel.


Hokage Mansion

Keesokan harinya suasana tegang terjadi di ruang kerja milik Nara Shikamaru. Di dalam ruangan berkumpul beberapa komandan selain pemilik empu ruangan ini sendiri. Terlihat Sasori, Eagle, Kakashi, dan Shikamaru yang masih berpikir mengenai kejadian di pesta ulang tahun Queen Bella semalam.

"Bagaimana ini bisa terjadi? Jika memang yang dikatakan Queen Tsunade benar, maka sebenarnya surat aliansi kedamaian sudah tidak berlaku lagi, karena Knight Empire secara diam-diam mencetuskan perang. Aku jadi berpikir mengapa sebab Pison dan Zetsu akhir-akhir ini di kirim keluar." Kata Shikamaru yang mencoba menganalisis kejadian itu kepada mereka bertiga.

"Ya. Mereka pergi menyerang Empire dan Kingdom lainnya atas perintah Queen Bella tanpa sepengetahuan kita yang sudah teraliansi lama dengannya. Apa mungkin dia takut ketahuan kita karena kita adalah aliansi penting baginya atau juga sebagai cadangannya jika Empire ini di serang," lanjut Kakashi yang mengeluarkan hasil analisisnya juga.

"Jika itu memang terjadi, apa yang akan kalian lakukan? Memutuskan aliansi atau mendukung Knight Empire?" Tanya Eagle kepda mereka bertiga, pasalnya Sasori, Shikamaru, dan Kakashi adalah wakil Kingdom lain yang dikirim sebagai bentuk aliansi dengan Knight Empire.

Lalu suasana hening terjadi lagi di dalam ruangan itu. Masing-masing dari mereka tenggelam dalam pikirannya sendiri. Shikamaru memejamkan matanya , Kakashi melihat ke arah langit-langit ruangan itu, Eagle hanya melipat tangannya dan Sasori terlihat tenang saja mencerna perkataan mereka.

"Selama aku tidak ikut berperang, aku akan tetap melanjutkan aliansi ini," terang Sasori tiba-tiba kepada mereka bertiga yang langsung di sambut tatapan kaget mereka.

"Tidak berperang? Kamu sudah dengar sendiri Sasori bagaimana semalam Queen Bella yang langsung menyuruhmu invasi di Siok Village! Itu tetorial Beast Empire! Padahal semalam adalah pesta ulang tahunnya! Aku tidak mengerti apa yang dipikirkan Bella!" Cecar Shikamaru emosi akhirnya.

"Shikamaru. Aku tahu itu, itu sebabnya aku bilang kepadanya tidak akan sembarangan. Kamu lupa Shikamaru, gunakan hak bebas kita sebagai aliansi Knight Empire. Kita boleh tidak memberikan bantuan jika kita tidak menginginkannya." Terang Sasori enteng yang membuat mereka terbelak kaget dan menepuk dahi masing-masing.

"Be-benar juga. Mengapa aku dari tadi tidak kepikiran itu." Kata Kakashi yang masih yang tidak menghilangkan rasa kagetnya.

"Aku tidak tahu apa tujuan Bella, selama dia tidak menganggu aliansiku dengannya kemudian Kugutsu Kingdom, aku tidak mau ikut campur. Selain itu..." perkataan Sasori terdiam saat dia teringat gadis berambut soft pink itu. Dia memikirkan Sakura. Kakashi dan Shikamaru mengerti, Sasori memikirkan Sakura dan dia ingin fokus membantu gadis itu kembali ke dunianya. Eagle yang tidak tahu apa-apa mengenai Sakura pun bertanya

"Selain itu apa Sasori? Jangan buat kami penasaran!" Cecar Eagle. "Kami tidak penasaran!" Batin Shikamaru dan Kakashi serentak.

"Tidak apa-apa. Itu tidak penting bagimu," kata Sasori tenang kepada Eagle. Belum sempat Eagle bertanya lebih lanjut, tiba-tiba Shikamaru berbicara untuk membungkam mulut gatal Eagle.

"Sasori, besok kamu berkunjung ke Wihki Island bukan?" Tanya Shikamaru untuk mengalihkan pembicaraan.

"Wihki Island? Itu kan pulau tempat tinggal Lady Lei? Sang peramal yang terkenal itu kan? Ngapain ke sana?" Tanya Kakashi antusias.

"Di suruh Bella. Katanya dia ingin melihat perbintangan yang di ramal Lady Lei. Aku pergi untuk mengambil hasil ramalannya saja tetapi Sir Ferdud ikut denganku," terang Sasori tenang kepada mereka.

"Hah! Mendokusai. Tumben Bella memakai ramalan. Mau ramalan bintang kecebur atau ramalan sisir juga kalau ramalan itu benar, kalau tidak siapa juga yang rugi. Itu kan hanya perhitungan manusia. Sir Ferdud ikut?" Kata dan tanya Shikamaru malas yang tidak tertarik dengan yang namanya ramalan.

"Hm. Iya untuk mengawasi kerjaanku, sebenarnya aku juga begitu. Tetapi ini perintahnya daripada aku disuruh pergi ke garis depan? Kamu mau menemaniku Shikamaru? Besok kamu bebas tugas juga," tawar Sasori.

"Hm. Baiklah. Besok jam berapa?" Tanya Shikamaru. "Jam 9 pagi, ku tunggu di kandang naga." Kata Sasori.

Keesokan paginya , Sasori bersama Sakura, Kent dan Yura menunggu Shikamaru dan Ferdud, admin kerajaan yang ikut kelompok Sasori untuk mengawasi kerjaannya. Tadi pagi selesai sarapan, Sasori mengajak mereka bertiga ke Wihki Island dan janjian dengan Shikamaru di kandang. Sakura berpikir kandang yang di maksud Sasori adalah kandang kuda yang biasa mereka pakai untuk berpatroli tetapi kandang ini beda dari kandang kuda. Ketika melihat kandang itu. Sakura merasa kandang ini lebih luas dari kandang kuda yang biasanya dan juga makhluk-makhluk yang besar bukan kuda, mempunyai taring yang besar, badan yang besar, sisiknya yang kuat, suara mereka yang menggema, serta ekornya yang memanjang. Ya! Naga. Ini adalah kandang naga!

"I-ini naga?" Tanya Sakura kaget kepada mereka bertiga. "Iya nona Sakura. Ini adalah naga. Mereka berasal dari Silk Island." Jawab Yura ramah kepada Sakura.

"Apakah ini pertama kalinya kamu melihat naga Sakura?" Tanya Kent sambil meminum air putih yang dia bawa.

"Er.. aku malah berpikir yang ini tidak ada di dunia nyata, kalian tahu di duniaku mereka tidak ada bahkan keberadaan mereka hanyalah dongeng," keluh Sakura yang terlihat tidak percaya bahwa naga itu nyata.

"Hahaha. Kalau begitu hari ini kamu telah melihatnya dan bahkan akan menaikinya nanti Sakura," tawa Sasori. "Be-benarkah?" Tanya Sakura antusias. "Ya. Itu sebabnya kita di sini Sakura." Jawab Sasori tenang.

"Yo!" Sapa Shikamaru dari belakang mereka. Mereka pun berbalik dan melihat Shikamaru datang dengan gaya malasnya.

"Selamat pagi tuan Shikamaru," sapa Yura ramah.

"Formal sekali kamu Yura. Kepalaku bisa sakit mendengarnya," kata Shikamaru jengkel dengan sikap Yura yang sopan itu. "Hahahaha! Kamu yang berlebihan Shikamaru!" Celetuk Kent.

"Sepertinya semua sudah berkumpul," sapa seseorang yang berjalan ke arah mereka. "Sir Ferdud. Anda siap berangkat?" Tanya Sasori kepada pria gendut yang di panggil Sir Ferdud.

"Tentu saja. Mana orang dari Silk Island? Bukankah dia bertugas untuk membawa kita ke Wihki Island. Pemalas sekali, sudah tahu kita mau berangkat," omel Ferdud kepada mereka.

"Sir, orang itu lagi mengambil cap dan tanda tangan Queen di dalam istana," jawab Kent malas.

Lalu mereka menunggu penunggang naga itu. Sasori pun memeriksa peralatan milik Kent, Yura, dan Shikamaru. Lalu Ferdud hanya melihat mereka dari samping dan menatap Sakura lama. Dia memperhatikan gadis itu. Sakura yang merasa di tatap langsung lari ke arah Sasori yang sedang memeriksa peralatan milik Shikamaru. Sasori keheranan melihat tingkah Sakura yang bersembunyi di antara dia , Kent , Yura, dan Shikamaru.

"Ada apa Sakura?" Tanya Sasori ramah. "Pria gendut itu terus melihat ke arahku. A-aku tidak nyaman!" Celetuk Sakura.

Mereka berempat pun mendelik ke arah Ferdud, kecuali Sakura yang menunduk tidak mau di perhatikan oleh pria itu. Sasori melirik tajam ke Ferdud dan pria gendut itu merasakan tatapan Sasori langsung berbalik badan ketakutan. Tidak lama kemudian, seseorang datang berlari ke arah mereka. Dia memakai pakaian dari sisik naga, serta memakai topi yang mempunyai potongan sisik naga, masih anak kecil.

"Maaf menunggu lama komandan Sasori!" Kata anak laki-laki itu sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal habis berlari.

"Tidak apa-apa Pohl. Jadi sekarang kita berangkat?" Jawab Sasori enteng. "Ya! Silakan naik ke dalam keranjang Blue." Kata Pohl yang segera menuju ke naga miliknya yang berwarna biru muda tersebut.

"Baiklah! Kita berangkat! Aku lah pemimpin perjalanan ini!" Kata Ferdud kepada mereka dan mereka semua menatap Ferdud malas. Saat pria gendut itu menaiki ke kandang naga milik Pohl, pria itu terjatuh berkali-kali karena dia dapat meraih tali yang ada di kandang itu. Alhasil mereka berlima pun tertawa termasuk Pohl yang sudah duduk di kursi penunggang.

"Apa yang kalian tertawakan!" Bentak Ferdud kepada mereka. "Tidak. Tidak. Mari saya bantu Sir Ferdud," kata Yura menenangkan dan membantu dia menaiki naga itu. Lalu Yura pun menaikinya. Begitu juga Sasori yang menaikinya dan membantu Sakura. Kemudian di susul Kent dan Shikamaru.

"Siap? Pegangan yang erat semua!" Teriak Pohl kepada mereka. Mereka semua hanya mengangguk iya kemudian Pohl membisiki Blue, "Blue! Ayo berangkat!"

Lalu naga itu pun mulai mengepak-ngepakkan sayap nya dan mulai terbang ke langit. Menembus awan-awan. Angin pun bersepoi menemani perjalanan mereka. Sakura takjub akan pemandangan ini semua. GradKnight City yang besar menjadi kecil saat dia berada di atas langit biru. Di Jepang sekalipun, dia tidak pernah naik pesawat terbang. Mungkin ini rasanya menaiki kendaraan udara, mikir Sakura senang.

"Bagaimana rasanya?" Tanya Kent yang berdiri di samping Sakura. "Keren!" Jawab Sakura dengan mata berbinar-binar. Mereka semua tersenyum melihat Sakura yang polos seperti anak kecil kecuali Pohl yang konsentrasi di depan dan Ferdud yang sudah komat-kamit tidak jelas.


Wihki Island

Setelah terbang sekian lama melintasi pulau, laut dan daratan. Blue pelan-pelan turun ke sebuah pulau kecil yang penuh dengan pepohonan biru, ya itu adalah Wihki Island. Tempat tinggal sang peramal , Lady Lei. Sementara itu di dalam kastil Wihki Island, Lei dan Iruka sedang berbicara.

"Iruka, sambutlah tamu kita yang berasal dari Knight Empire itu," Kata Lei lembut.

"Baik Lady Lei. Aku pergi dulu." Jawab Iruka kemudian menghilang dari hadapan Lei. Lalu Lei memandang keluar.

"Pemimpin Stars of World telah datang, aku jadi ingin melihat sosoknya." Gumam Lei.

Sakura bersama Sasori, Shikamaru, Kent dan Yura pun turun dari keranjang yang di pasang ke punggung Blue, kemudian Ferdud yang susah payah turun sehingga mencium tanah. "AH!" Pekik Ferdud.

"Sir, anda tidak apa-apa?" Tanya Yura hati-hati sambil menolongnya berdiri. "Kalian! Mengapa tidak ada yang menolongku?!" Teriak Ferdud emosi karena merasa malu telah jatuh berkali-kali di hadapan mereka.

Kent dan Shikamaru memandang pria gendut itu malas, Pohl menghela nafas, sedangkan Sasori hanya tersenyum manis saja. Lalu Sakura? Gadis itu hanya terkekeh melihat pria gendut itu.

"Baiklah, aku akan menunggu kalian di sini sampai tugas kalian selesai," kata Pohl ramah.

"Mengapa dia dari tadi marah-marah tidak jelas, terus perintah-perintah orang lagi. Menyebalkan sekali," bisik Kent pada Shikamaru yang berdiri di sampingnya. "Aku juga tidak tahu," balas Shikamaru malas. Ferdud yang merasa di bisiki oleh Kent langsung datang mengangkat kerahnya.

"Kamu! Aku tahu barusan kamu membicarakanku bukan!" Teriak Ferdud kepada Kent yang sudah berkeringat dingin.

"Eh-eh! Tidak! Tidak! Itu hanya perasaan anda Sir!" Jawab Kent bohong untuk menghindari amukan pria gendut itu. "Apa! Masih tidak mau mengaku?!" Teriak Ferdud lagi kepadanya.

"Sudahlah. Jangan buang waktu lagi, selesaikan tugas kemudian pulang." Kata Sasori menghentikan pertengkaran Kent dan Ferdud.

Lalu Sasori pun berjalan ke depan memasuki hutan belantara menuju kastil Lady Lei. Sakura berlari menyusul Sasori di depan, kemudian Shikamaru dan Yura berjalan mengikuti mereka. Ferdud pun menatap Kent tajam, dan Kent hanya berusaha memasang wajah tertawa.

"Lain kali aku tidak memaafkan kamu!" Kata Ferdud dan melepaskan Kent. "Selamat bertugas!" Teriak Pohl kepada mereka semua yang sudah memasuki hutan belantara Wihki Island itu.

Mereka ber-enam berjalan menelusuri hutan itu dengan santai. Meski santai tetap saja Sasori sigap dan berkonsentrasi memandang sekeliling. Mungkin saja tiba-tiba musuh bisa menyerang mereka. Ketika mereka berjalan sekian lama, di depan mereka terlihat kastil yang besar sekali dan juga akhir dari perjalanan mereka. Sebab yang menjadi penghuni di pulau ini hanyalah Lady Lei dan tangan kanannya, Iruka. Mereka berhenti berjalan saat melihat Iruka berdiri di luar gerbang kastil.

"Selamat datang tamu dari Knight Empire. Komandan Red Knight dan Yellow Knight," Kata Iruka ramah dan melirik sekilas ke arah Sakura. Lalu tersenyum sinis kepada mereka ber-enam.

"Kalau kamu mengetahui Sasori dan Shikamaru, seharusnya kamu tahu diriku juga, Argeson Ferdud, Admin Knight Empire, pangkat 2!" Potong Ferdud yang merasa tidak ingin kalah dari Sasori dan Shikamaru.

"Kamu mengetahui kami?" Tanya Shikamaru heran. "Tentu saja. Akasuna no Sasori dan Nara Shikamaru. Sebab tidak ada yang tidak di ketahui dari Stars,"Kata Iruka tenang kepada Shikamaru.

"A-apa maksudnya?" Kata Kent heran dan Iruka tersenyum sinis kepada mereka.

"Aku jadi ingin menguji kekuatan kalian. Selamat bertarung para prajurit Knight Empire." Kata Iruka yang membuat mereka semua kompak berteriak,"APA!"

"Hmph! Mon Power!" Teriak Iruka yang menulis kata Mon di tanah dengan telunjuk jarinya.

Lalu sekitar mereka menjadi gelap. Angin bertiup kencang, Sakura bergidik saat melihat cuaca langit yang tiba-tiba berubah drastis dan muncullah sosok yang besar melebihi mereka semua. Monster liar dari dimensi lain yang mempunyai bentuk badan seperti manusia tetapi dari batu, nama monster itu adalah Big Stone, dari belakang Iruka hanya mengamati mereka. Mereka ber-enam pun melihat Big Stone yang berdiri di hadapan mereka sambil menunjukkan keperkasaannya.

"GROAAAA!" Pekik Big Stone.

"A-apa yang kalian lakukan! Cepat hadapi monster itu!" Teriak Ferdud ketakutan dan sukses membuat mereka ber-lima menatap ke arahnya dengan tatapan jengkel.

"Cih. Makanya tua bangka di belakang saja!" Pekik Shikamaru jengkel dan Ferdud pun melarikan diri ke belakang duluan.

Sasori hanya menghela nafas dan berjalan mendekati Big Stone. Dia pun mengeluarkan pedang merahnya dari sarung pedang. "Yura! Shikamaru! Kalian jadi back up aku dan Kent!" Teriak Sasori di depan dan Kent pun berdiri di samping Sasori juga mengeluarkan pedang miliknya.

"Nona Sakura, menjauhlah dari sini. Ini akan menjadi pertarungan berat," Kata Yura dan Sakura pun langsung berlari ke belakang yang tidak jauh dari tempat pertarungan mereka.

"Serang dia!" Perintah Sasori yang langsung berlari ke depan untuk menyerang Big Stone, begitu juga Kent yang berlari ke depan. Yura dari belakang telah menyerang Big Stone dengan panah dan Shikamaru dengan Shurikennya.

'DAK!'

'PIANG!'

Pedang Sasori dan Kent telah mengenai Big Stone. Big Stone meringis kesakitan sehingga dia mulai mengayunkan tangannya untuk menyerang Sasori dan Kent.

"Black Power!" seru Yura dari belakang sambil menulis Black di atas tanah, muncullah pedang yang berwarna hitam untuk menghentikan gerakan Big Stone dan termundur sedikit. Sasori pun menyerang Big Stone dengan pedang merahnya lagi dan kemudian melompat ke belakang. Lalu juga Kent yang menyerang kepala Big Stone dengan pedangnya tetapi Big Stone hanya meringis kesakitan.

"Sasori! Aku akan menahannya dengan Kage Power! Kamu selesaikanlah!" teriak Shikamaru dari belakang. Sasori melirik ke belakang sambil tetap mengambil posisi satu tangan yang memegang pedangnya. Sasori mengangkat sudut bibirnya dan berkata, "Aku serahkan padamu Shikamaru!"

"Kage Power!" teriak Shikamaru, muncullah bayangan hitam yang besar menyerupai sosok Shikamaru yang kemudian mengunci pergerakan Big Stone, sehingga monster itu hanya meraung-raung di tempat. Sakura hanya menyaksikan pertarungan itu di belakang dengan tatapan nanar, ini gila. Masa ini ada di dunia nyata? Kalau Jepang ada monster seperti itu dia harus mencari lawan seperti Godzila, mikir Sakura sambil melihat jalan pertarungan itu.

"Ayo Kent!" Teriak Sasori kepada Kent.

Kent hanya mengangguk iya seolah mengerti apa maunya Sasori. Mereka berdua sama-sama berlari menuju Big Stone dan melompat ke arah kepalanya. Sakura yang melihat manusia melompat dengan ketinggian seperti itu terbelak dan Ferdud melihat dengan tatapan ketakutan. Shikamaru dan Yura bersiap-siap dengan serangan lain jika seandainya Kent dan Sasori gagal.

'CTAK!'

Pedang Sasori dan Kent mengenai di titik tengah kepala Big Stone. Serangan itu membuat Big Stone tidak bisa lagi membuatnya bergerak dan akhirnya terjatuh di tanah.

"Berhasil!" Seru Yura dan membuat mereka ber-enam tersenyum lebar kecuali Sasori yang hanya mengangkat sudut bibirnya.

Ferdud dan Sakura tanpa sadar berpegangan tangan dan berteriak mereka berhasil! Shikamaru dan Yura saling memandang dan tersenyum miring. Lalu Kent yang merangkul bahu Sasori sambil berteriak gembira karena telah mengalahkan Big Stone. Tanpa mereka sadari Big Stone sudah mulai berdiri di belakang mereka. Sakura dan Ferdud melihat itu lalu gadis itu berteriak, "Sasori!" Yura dan Shikamaru terkejut saat Big Stone bangkit dari kejatuhannya.

Sasori terkejut saat mendengar Sakura memanggilnya dan sontak melihat ke belakang, tetapi belum sempat melihatnya, Kent telah melindungi Sasori. Kent mendorong Sasori sehingga pria berambut merah itu terjatuh. Serangan tinju Big Stone pun mengenai tubuh Kent dan pria itu terjatuh.

"Kent!"Pekik Sasori saat mendapati Kent telah berdarah karena serangan Big Stone. Iruka yang mengamati pertarungan itu hanya berteriak, "Apakah kamu sudah jadi bodoh komandan Red Knight?! Big Stone tidak bisa di kalahkan dengan cara biasa!" Tetapi Sasori menghiraukan perkataan Iruka, dia hanya memperhatikan luka-luka Kent.

"Dia terlalu kuat, tidak mungkin kita lawan." Kata Ferdud lemas saat melihat Big Stone berdiri lagi dengan keangkuhannya.

"Shikamaru! Yura! Kalian rawatlah luka Kent! Aku akan menghadapinya!" Teriak Sasori.

Tanpa mendengar jawaban dari Shikamaru dan Yura, pria itu berlari ke depan menghadapi Big Stone. Sasori menatap sengit Big Stone yang telah melukai Kent. Sasori mengeratkan pegangan pedangnya di tangan kanannya. Sasori sekilas melirik sekilas ke arah tangan kanannya yang terbalut sarung tangan hitam. Lalu melirik ke belakang sekilas. Terlihat Yura, Shikamaru , dan Sakura yang sudah mendekati mereka, dia membantu Yura dan Shikamaru merawat Kent yang terbaring lemah di tanah.

"Aku terpaksa harus menggunakannya," batin Sasori yang memejamkan matanya.

Lalu Sasori pun melepaskan sarung tangan di tangan kanannya itu. Terlihat sebuah corak aneh dengan tulisan Red Moon di tangan Sasori. Dengan erat dia memegang pedang merahnya, mereka ber-lima dan Iruka terkejut saat melihat corak itu. Big Stone pun melayangkan tinjunya lagi dan sontak membuat Yura berteriak, "Tuan muda!"

Sasori dengan mudah menghindari serangan itu, dengan fokus dia melihat Big Stone dan berlari ke arah Big Stone.

"Jadi dia adalah pemilik Red Moon Grawer!" Batin Iruka keras tidak percaya bahwa Akasuna no Sasori adalah pemilik Red Moon Grawer, salah satu kekuatan misterius di dunia ini, Grafi Power.

"Red Moon Grawer!" Teriak Sasori keras yang meloncat ke arah Big Stone.

Keluar cahaya merah dari ukiran tangan kanan Sasori yang membentuk seperti bulan penuh tetapi berwarna merah itu kemudian cahaya itu menelan Big Stone penuh-penuh sehingga tidak menampakkan lagi sosok Big Stone begitu juga sosok Sasori.

"Sasori!" Pekik Shikamaru saat melihat Sasori yang menghilang di telan cahaya bulan merah itu.

Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah Sasori dengan sekali tebasan pedangnya menghantam titik keretakan yang di buat Kent dan dirinya tadi, yaitu titik tengah kepala Big Stone. Lalu cahaya itu berubah menjadi pasir merah yang memasuki tubuh Big Stone dan menghancurkannya dari dalam. Tubuh Big Stone pun hancur berkeping-keping dan Sasori , ya pria itu menginjak tanah dengan kedua kakinya dengan mulus. Tangan kanannya masih bersinar, Red Moon Grawer.

"Pasti ini yang di katakan oleh Lord Madara! Aku harus melaporkan kepadanya nanti!" Batin Ferdud saat menyaksikan kekuatan Red Moon Grawer milik Sasori.

Iruka tampaknya harus mengakui kehebatan seorang Akasuna no Sasori, yang lebih dia tidak sangka Sasori adalah pemilik Red Moon Grawer yang selama ini di perkirakan menghilang sekian lama. Yura, Shikamaru dan Kent yang terbaring lemah terkejut dengan kekuatan milik tuan muda mereka barusan. Shikamaru lebih tidak menyangka, dan itu berarti Sasori juga sama seperti Naruto, tetapi Sasori menyembunyikannya selama ini. Sakura shok tetapi tanpa sadar kakinya telah melangkah mendekati Sasori yang sudah memakai sarung tangannya.

"Sasori.." Panggil Sakura pelan dan pria itu tersenyum padanya.

"Ada apa Sakura?" Tanya Sasori tenang.

"Kamu hampir membuatku mati.. aku kira kamu menghilang." Lirih Sakura dan Sasori mencelos saat mendengar pernyataan Sakura. Sasori pun menepuk-nepuk kepala Sakura pelan dan berkata, "Aku tidak apa-apa. Maaf."

Iruka pun bertepuk tangan dan berjalan ke arah mereka melewati batu-batu berhancuran dan pasir merah yang berserakkan di tanah, itu adalah tubuh Big Stone yang hancur karena Red Moon Grawer milik Sasori.

"Bravo! Memang pantas Akasuna no Sasori menyandang komandan Red Knight Empire! Kamu memang aset berharga milik Queen Bella, pantas dia menyuruhmu ke sini!" Puji Iruka tulus.

Sasori menatap Iruka dengan sengit, Iruka sedikit bergidik saat Sasori menatapnya dengan seperti itu. Tanpa sadar Iruka telah berkeringat dingin tetapi Iruka tetap menunjukkan wajah yang tenang. Dari belakang Shikamaru dan Yura berjalan sambil memapah Kent kemudian di susul oleh Ferdud yang ketakutan.

"A-apa maksudmu menyerang kami?! Kamu tahu kami berasal dari Knight Empire!" Teriak Ferdud keras.

"Ya. Aku tahu itu. Itu sebabnya aku ingin menguji ketangguhan prajurit Knight Empire. Mengagumkan! Pantas Knight Empire di juluki Empire yang kuat akan penyerangannya. Baiklah, cukup sudah basa-basinya. Perkenalkan namaku Iruka, tangan kanan Lady Lei. Silakan memasuki kediaman Lady Lei. Dia sudah menunggu kalian di atas." Kata Iruka tenang.

"Arigatou Iruka. Kemudian juga untuk serangan tadi," kata Sasori sengit.

Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, Sasori dan Sakura pun memasuki kastil itu, dan dari belakang disusul Kent, Yura, Shikamaru dan Ferdud yang sempat mencibir ke arah Iruka tetapi Iruka hanya menanggapi santai ejekan dari Ferdud. Setelah kepergian mereka, Iruka melihat ke langit biru.

"Pemimpin Stars of Worlds telah di temukan," gumam Iruka.


Sementara itu Naruto dan Hinata melakukan perjalanan menuju ke GradKnight City. Dalam hati Hinata sangat gembira, akhirnya dia tidak sendirian di dunia ini, Sakura ada di dunia ini dan dia akan segera menemuinya. Naruto dapat melihat Hinata yang bersenandung ceria padahal sebelumnya gadis ini sangatlah ketakutan, cemas, dan gugup. Gadis ini bersenandung sambil mententeng tas ransel terus berjalan dan tidak peduli dengan jalan apa yang mereka lalui. Padahal sebelumnya waktu perjalanan ke Okh Village, Hinata sangat ketakutan. Tetapi ini? Gadis ini santai saat melewati lintasan hutan. Dari samping Naruto hanya tersenyum tulus melihat Hinata yang bahagia. Lalu Naruto pun memandang lurus ke depan dan kembali fokus untuk mengawasi jika ada musuh menyerang. Hinata tidak sengaja melihat ke arah pria yang berjalan bersama di sampingnya. Naruto. Pria ini terlihat fokus dan serius akan sesuatu.

Belum lagi Hinata sebenarnya aneh dengan penampilan Naruto, semenjak mereka keluar dari Okh Village, Naruto selalu memakai jubah panjang berwarna putih menutupi tubuhnya dan kerudung menutupi kepalanya. Seolah dia ingin menyembunyikan dirinya dari orang lain. Hinata menjadi agak khawatir dengannya.

"Naruto-kun, apakah kamu memikirkan sesuatu?" Tanya Hinata membuyarkan fokus Naruto.

"Tidak himee. Aku hanya fokus memandang sekeliling, supaya kita tidak tersesat," jawab Naruto ramah.

'SREK.'

Tiba-tiba terdengar suara kresekan daun dan sontak Naruto menghentikan langkahnya. Hinata yang melihat pria itu berhenti, dia juga berhenti. Dia memperhatikan Naruto yang melihat sekeliling dengan seksama seolah-olah mencari sesuatu.

'SREK'

Lagi. Naruto pun dengan sigap makin mendekati Hinata, Hinata tidak mengerti mengapa pria ini berdiri dekat dengannya tetapi membelakanginya.

"Hime, jangan jauh-jauh dariku," bisik Naruto pelan. Melihat sorot mata Naruto yang serius, Hinata mengangguk-angguk iya. Saat mereka sedang waspada melihat arah ke lain, tiba-tiba seseorang meloncat dari atas pohon sambil menghunuskan pedang ke arah Hinata dan Naruto.

"Hiattt!" Teriak orang yang meloncat itu.

Melihat serangan itu, Hinata berjongkok menutupi kedua telinganya dan Naruto pun maju dan mengeluarkan kunai menangkis serangan itu. Lalu pria itu meloncat ke belakang begitu juga Naruto yang kembali ke posisi dekat Hinata. Gadis itu berjongkok dan sudah mengeluarkan bulir-bulir air mata dari sudut matanya. Dengan sudut matanya dia menyaksikan Naruto yang masih tetap berdiri dekat dengannya.

"Apa maumu?" Tanya Naruto kepada pria yang tidak di kenal itu.

"Membunuhmu," jawab pria itu.

"Cih! Membunuhku? Kamu suruhan siapa? Bella? Atau Madara?" Kata Naruto meremehkan.

"..."

Pria itu tidak menjawab seolah untuk menyembunyikan siapa orang yang menugaskan dirinya untuk membunuh Naruto. Lalu pria itu memilih menyerang Naruto lagi dan Naruto pun segera menulis huruf Kage di tanah dengan jari telunjuknya.

"Kage Power!" Teriak Naruto dengan lantang dan kemudian muncullah 2 bayangan klon asli yang mirip dengan Naruto. Hinata terkejut dengan banyaknya Naruto tetapi dia tidak sempat bertanya, Naruto telah memerintahkan kedua klonnya untuk menjaga Hinata.

"Kalian jaga Hinata!" Teriak Naruto lagi.

Lalu pria misterius itu lalu menggunakan pedangnya untuk menulis kata-kata Power di tanah.

"Hi Power!" Teriak pria itu dan dari tanah muncullah api yang berkobar untuk menyerang Naruto tetapi Naruto telah mengantipasinya dengan cepat dia menuliskan kata Mizu di tanah menggunakan kunainya dan berkata dengan santai, "Mizu Power."

Pusaran air muncul dari tanah menghadapi serangan api milik pria itu dan dengan sigap Naruto meloncat menyerang pria itu dengan kunainya. Kobaran api itu berhasil di hentikan oleh pusaran air milik Naruto, pria itu dapat melihat kunai yang di lemparkan Naruto kemudian menghindarinya. Tetapi Naruto seolah tidak melepaskan kesempatan itu langsung menyerangnya lagi dengan shuriken dengan jumlah yang banyak.

Pria yang tidak di ketahui identitasnya itu menangkis serangan shuriken milik Naruto dengan pedangnya, melihat pria itu yang sedang menangkis serangannya Naruto sudah berpindah ke belakangnya dan menusuk punggung pria itu dengan kunainya.

"Akhhhh!" Pekik pria itu kesakitan dan roboh akibat serangan Naruto.

Naruto pun menahan leher pria itu dengan tangan kirinya dan tangannya kanan memegang kunai sambil mengacungkan tepat ke arah kepalanya. Naruto semakin mengeratkan pegangannya di leher itu.

"Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu?" Tanya Naruto tenang kali ini tetapi semakin menekan leher pria misterius yang ingin membunuhnya.

"Ukh. Komandan Red Knight Empire. A-akasuna no Sasori!" Pekik pria itu.

Jawaban pria itu sukses membuat Naruto terkejut. Begitu juga Hinata yang baru pertama kali melihat reaksi shok dari Naruto. Selama bersama Naruto, pria itu sama sekali tidak pernah menunjukkan reaksi seperti itu. Hati Hinata sesaat mencolos ketika melihat Naruto. Meski di landa terkejut Naruto akhirnya dapat mengendalikan emosinya kembali tenang.

"Hinata, tutuplah matamu," kata Naruto tenang.

Hinata yang melihat Naruto yang menunduk itu akhirnya menuruti perkataan Naruto. Gadis itu memejamkan matanya dan Naruto pun dengan kunai-nya membunuh pria itu dengan sekali tebasan.

"AKHHH!" Pekik pria misterius itu dan akhirnya tubuhnya menegang.

Darah milik pria itu bercipratan kemana-mana dan juga mengenai tubuh Naruto. Wajah pria itu sedikit di nodai oleh darah milik pria misterius itu. Naruto pun berdiri dan menerawang. Dia tidak percaya dengan perkataan pria yang dia bunuh barusan.

"Ukh. Komandan Red Knight Empire. A-akasuna no Sasori!"

Perkataan pria itu tergiang-giang di pikirannya sekarang. Naruto memandang lurus ke depan memikirkan Sasori.

-Continue-


Don't like don't read, I just write what I have imagined.

Thank you buat yang fav : * Aozora Straw * Bunshin Anugrah ET * Minato Malik Ibrahim * SANG GAGAK HITAM * uzumaki reverend *Yamashita Hyuuga * Blue-senpai *Yukina Itou Sephiienna Kitami * Dragon warior

Thank you buat yang follow : * 2nd princhass * Aozrora Straw * Bunshin Anugrah ET * SANG GAGAK HITAM * nInEtAILf0X * Yamashita Hyuuga * Uzumaki Shizuka * miskiyatuleviana * kensuchan * uzumaki reverend

-Balasan Review—

kensuchan : Hallo kensuchan! Itu bukan tokoh antagonisnya. Lihat saja siapa yang datang. Hihihi. Semoga chap ini tidak kecewa. Happy reading! _^^_

uzumaki reverend : Hallo uzumaki –san. Maaf iya kalau Naruto-nya sedikit. Tetapi sesuai jalan ceritanya, jika terdapat Naruto-nya banyak atau sedikit karena sesuai alur cerita. Tapi di chap ini Naruto sudah nongol dengan action-nya. Semoga tidak kecewa. Happy reading! _^^_

Blue-senpai : Hallo Blue-senpai. Salut benar saya. Anda menebak benar. Ino berasal dari dunia yang sama dengan Sakura dan Hinata, tetapi Ino duluan yang tersesat. Eaph. *kasih bocoran* Naruto adalah Hokage yang terhilang. Nice buat tebakanmu. Semoga chap ini tidak kecewa. Happy reading! _^^_

Bunshin Anugrah ET : Hallo Bunshin! Iya ini humornya sudah berkurang. Sesuai alur cerita saja. Wahhh sudah tahu saja musuh utamanya siapa. Soal Ino dengan siapa. Di tunggu dan di lihat saja. Hehehe. Semoga chap ini tidak kecewa. Happy reading! _^^_

Rimadhani Hime : Hallo Rimadhani. Thank you buat pujiannya. Lily masih belajar saja. Iya sengaja buat perbedaan antara Empire dan Kingdom. Semoga chap ini tidak kecewa. Happy reading! _^^_

Finally Chapter 5 ini selesai.

Sungguh benar Lily sangat-sangat sibuk minggu ini. Mohon maaf atas keterlambatan updatenya terutama kepada uzumaki reverend, sampai di BBM "Kapan lanjut ceritanya?" 'Glek'

Awalnya Lily janjiin hari senin atau selasa update tidak tahunya tertunda sampai sabtu ini. Sungguh minta maaf. Lily sibuk dengan kuliah Lily terutama main drama. Kacau. Tapi hari ini sungguh bisa selesai di ketik dan Lily langsung update. Semoga chap ini tidak kecewa.

At last, thank you yang sudah me-review , fav, follow dan dukungannya buat cerita ini. So appreciate it! For silent readers too, hope you enjoy it! _^^_

ARIGATOU MINNA! Happy Reading! _^^_