Prev Chap 5
Darah milik pria itu bercipratan kemana-mana dan juga mengenai tubuh Naruto. Wajah pria itu sedikit di nodai oleh darah milik pria misterius itu. Naruto pun berdiri dan menerawang. Dia tidak percaya dengan perkataan pria yang dia bunuh barusan.
"Ukh. Komandan Red Knight Empire. A-akasuna no Sasori!"
Perkataan pria itu tergiang-giang di pikirannya sekarang. Naruto memandang lurus ke depan memikirkan Sasori.
Naruto © Masashi Kishimoto
Star of Worlds © Namikaze Lily
Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.
Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)
For safety , Rate : M
Happy Reading All _^^_
Chapter 6
15 tahun yang lalu...
GradKnight Academy
(Ketika Sasori, Naruto, Shikamaru, Sasuke, dan Chouji berusia 7 tahun dan Bella berusia 17 tahun)
"Sasori!" Teriak seorang anak kecil yang mempunyai rambut berjabrik kuning dengan ceria.
Dengan setengah berlari anak kecil berjabrik kuning itu menghampiri teman sebayanya yang mempunyai rambut merah darah.
"Naruto!" Pekik Sasori antusias saat mendapati Naruto berlari ke arahnya.
"Yo! Aku sudah melihat hasil test kita semua! Sial! Lagi-lagi kamu di peringkat pertama!" Celoteh Naruto sambil mengepal tangannya kesal.
"Cih! Berisik sekali kamu Naruto!" Kata anak kecil yang mempunyai berambut nanas dari belakang mereka. Sasori dan Naruto membalikkan badan mereka dan melihat anak itu yang datang bersama dengan 2 anak lainnya, yang satu mempunyai berat badan yang besar serta anak kecil yang mempunyai rambut seperti pantat bebek alias spike.
"Shikamaru!" Pekik Naruto dan Sasori bersamaan. "Eh, ada Chouji dan Sasuke juga," lanjut Sasori ramah.
"Hn!" Jawab Sasuke dingin. "Yo! Kruk. Kruk. Kruk." Jawab Chouji juga sambil menyemot keripik kentang yang di bawanya.
"Cih Teme. Dingin sekali engkau. Apakah karena peringkatmu ku geser lantas kamu memasang wajah dongkol begitu?" Goda Naruto kepada Sasuke.
Sasuke membuang mukanya ke samping. Ya, dia memang sedikit jengkel karena peringkatnya menurun. Dia memang sudah tahu kemampuan dan kepintaran Sasori tetapi Naruto? Cih! Sasuke tidak menyangka Naruto mengalahkan nilainya di semester ini dan terpaksa harus menempati peringkat ke 3.
"Dobe. Jangan bangga hanya sekali menggeser peringkatku. Sasori yang perlu kau kalahkan." Kata Sasuke ketus.
Mereka semua lantas melihat ke arah Sasori yang memasang muka santai dan tidak menanggapi perkataan Sasuke. Sesaat Sasuke dan Naruto memasang muka jengkel karena biar bagaimana pun persaingan mereka berdua tetap saja tidak bisa menggeser peringkat satu milik Sasori. Jika selama ini Sasori nomor satu, maka sudah di pastikan Sasuke nomor 2 dan Naruto nomor 3 kemudian di susul Shikamaru nomor 4. Chouji? Ya teman mereka satu ini hanya menempati 15 besar yaitu peringkat 13. Shikamaru menatap mereka semua malas kemudian ke Sasori juga, begitu juga Chouji yang masih setia dengan keripik kentangnya.
"Ada apa? Mengapa kalian menatapku?" Kata Sasori sedikit jengah dengan tatapan mereka.
"Sial! Aku iri dengan kesempurnaan milikmu Akasuna no Sasori!" Teriak Naruto frustasi akhirnya dan Sasuke menghela nafas.
"Mendokusai!" Kata Shikamaru yang tidak peduli dan Chouji tersenyum melihat sahabat-sahabatnya.
"Ara! Bocah-bocah elit ini ternyata berada di sini semua, lima sekawan yang selalu bersama-sama!" Teriak seorang gadis heboh.
Mereka berlima pun menatap ke arah sang gadis remaja yang sudah berdiri di hadapan mereka. Ya gadis itu adalah Princess Bella yang masih berusia 17 tahun.
"Mau apa kau cewek monyet!" Teriak Sasuke ketus kepada Bella dan gadis itu hanya terkekeh melihat sikap dongkol Sasuke terhadapnya.
"Heh! Bocah Uchiha! Sebaiknya jaga bicaramu atau ku sumpal mulutmu pakai bibirku," Goda Bella yang sudah berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan mereka berlima sambil memajukan bibirnya ke arah Sasuke.
"Ish! Menjijikkan!" Dengus Sasuke dan sontak mengundang gelak tawa dari Naruto, Sasori, Shikamaru , dan Chouji. Bella hanya memanyunkan bibirnya saat tidak berhasil mengganggu Sasuke. Lalu Naruto menatap Sasori jahil kemudian ke arah Shikamaru dan Chouji. Sasuke masih melotot ke arah Bella, begitu juga Bella yang masih melotot ke bocah Uchiha ini.
"Hole Power," kata Naruto pelan dan menulis kata Hole di tanah dengan jari telunjuknya. Lalu muncullah lubang besar yang di tanah dan membuat Bella jatuh terperosok ke dalamnya.
"Kyaa!" Pekik Bella kesakitan dan terjatuh ke dalam lubang yang lumayan dalam.
"Huahahahaha!" Tertawa Naruto yang memegang perutnya dengan sebelah tangannya. "Hn. Bagus Dobe," kata Sasuke dengan senyum khasnya yang puas melihat Bella terjatuh ke dalam lubang yang di buat Naruto.
"Sialan! Kalian mengerjaiku lagi! Dan kamu Namikaze Naruto! Biang kerok!" Teriak Bella keras dari lubang itu. Bella berusaha bangkit dari lubang yang di buat oleh Naruto tadi. "Akan ku hajar kalian semua!" Teriak Bella lagi dengan penuh amarah.
"Hua! Lari semuaaa!" Komando Sasori kepada sahabat-sahabatnya.
Mereka pun segera berlari meninggalkan Bella yang sudah bangkit dari lubang itu dan berteriak-teriak ,"Akan ku balas kalian semua! Terutama kamu Namikaze Naruto! Lihat saja nanti!"
"Bwekkk!" Kata Naruto yang sudah menjulurkan lidahnya begitu juga Sasori. "Kami tidak takut!" Pekik Sasuke.
Lalu kelima bocah itu berlari dengan cepat meninggalkan Bella. Mereka berlari sampai ke arah hutan yang rindang. Di hutan itu terdapat pondok kecil dan mereka berhenti istirahat di sana. Kelima bocah ini saling memandang semua dengan tersenyum kemudian tertawa dengan keras.
"Hahahaha!" tawa mereka bersamaan.
"Kalian lihat tadi wajah Princess Bella? Gila! Hahaha!" Kata Naruto lantang.
"Rasain itu cewek monyet!" Pekik Sasuke senang.
"Kamu keterlaluan Naruto!" Lanjut Sasori sambil menahan tawanya.
"Aku jadi kecapekan lari karena kalian tapi seru," celetuk Chouji.
"Makanya diet Chouji." Jawab Shikamaru.
Itulah sekilas masa kecil antara Sasori, Naruto, Shikamaru, Chouji , Sasuke , dan Bella sebelum menjadi Queen.
Akimichi Castle , Akimichi Empire
Di Akimichi Castle, Chouji dan Ino duduk saling berhadapan dan mereka sedang terlibat percakapan serius. Ino menceritakan asalnya dari mana dan Chouji mendengarkan ceritanya.
"Jadi kamu berasal dari dunia lain dan kamu tinggal di capital Tokyo?" Tanya Chouji ramah.
"Iya. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa berada di dunia ini. Yang ku ingat terakhir kali adalah aku berada di taman Ueno. Aku sedang menunggu Takeshi, pacarku. Tetapi dia tidak berkunjung datang, aku berpikir dia telat. Jadi aku memutuskan untuk berjalan di sekitar taman. Saat itu aku melihat cahaya aneh di antara pepohonan taman itu. Lalu aku berjalan mendekati untuk melihat cahaya apa itu dan ketika aku mendekati cahaya itu, aku tertelan dan tiba di dunia ini," terang Ino pelan.
"Hm..baiklah. Aku percaya padamu Lady Ino. Tinggallah di sini sampai kamu menemukan cara untuk kembali ke duniamu. Aku akan menjamin keselamatanmu," tawar Chouji.
"Terima kasih Prince Chouji, anda sangat bermurah hati padaku yang asing ini. Sungguh, aku tidak tahu harus bagaimana hidupku jika tidak bertemu dengan anda waktu itu," puji Ino tulus saat mengenang bagaimana Chouji menolongnya dari kasus pencurian yang di sebabkannya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya membantu yang kesusahan. Lady Ino, apakah anda keberatan jika seandainya kita keluar berpetualang?" Tanya Chouji lagi.
"Kita akan kemana?" Tanya Ino balik dengan bingung.
"Kita akan pergi ke GradKnight City, pusat pemerintahan Knight Empire. Di sana ada Akademi GradKnight, aku ingin mencari cara untuk memulangkanmu ke duniamu. Di sana ada kenalanku yang dapat membantumu." Terang Chouji ke Ino.
"Baiklah. Terima kasih Prince Chouji," kata Ino tulus.
Chouji hanya tersenyum manis saat mendengar ucapan terima kasih dari Ino.
Inside Castle, Wihki Island
"Selamat datang wakil dari Knight Empire. Maafkan kelakuan muridku yang terlampau batas tadi. Namaku Lei." Sapa Lei ramah pada mereka semua saat Sakura, Sasori, Shikamaru, Kent , Yura, dan Ferdud yang sudah memasang wajah angkuh.
"Huh! Tidak apa-apa! Asalkan anda memberi hukuman yang pantas untuk murid tololmu itu!" Kata Ferdud dengan nada memerintah.
"..."
Mereka berlima yang melihat tingkah Ferdud barusan hanya menunjukkan ekspresi jengkel, dalam hati mereka berteriak padahal yang lari di pertarungan siapa ya tadi? Benar-benar berkepribadian ganda! Sedangkan Lei hanya tersenyum mendengar penuturan Ferdud.
"Baiklah. Wakil Knight Empire silakan ke ruanganku. Di sana aku akan menyampaikan hasil ramalan yang di minta Queen Bella." Kata Lei lagi kepada mereka berenam.
"Sasori, sebaiknya kamu pergi ke dalam. Kan kamu yang di tugasi oleh Queen Bella," celetuk Shikamaru.
Sasori hanya mengangguk iya kepada Shikamaru kemudian mengikuti Lei ke ruangannya. Sakura hanya menatap kepergian Sasori dengan pandangan yang sulit di artikan. Di dalam ruangan itu, Lei dan Sasori berdiri berhadapan. Lei menatap Sasori intens. Sasori hanya diam di perhatikan oleh Lei. Tiba-tiba muncul sinar yang menyilaukan di dekat meja Lei berdiri berada. Batu kecil yang mempunyai bentuk persegi empat memancarkan sinar yang terang warna merah. Lei dan Sasori dengan munculnya cahaya kemerahan itu. Tetapi Lei hanya memasang tampang yang tenang dan sedikit tersenyum.
"Pemimpin Star of Worlds adalah Akasuna no Sasori," kata Lei dalam hatinya.
"A-apa itu? Cahaya apa itu?" Tanya Sasori sedikit kaget.
"Tidak apa-apa. Lupakan saja. Terimalah kotak ini Akasuna no Sasori, ini adalah hasil ramalan ku untuk Queen Bella," kata Lei tenang sambil menyerahkan kotak kecil berwarna hitam kepada Sasori.
Sasori menerima kotak itu dengan tangan kanannya kemudian menyimpannya di dalam tas yang berada di belakang punggungnya.
"Baiklah, berarti sudah selesaikan? Terima kasih Lady Lei," kata Sasori ramah.
"Sasori," panggil Lei pelan. "Ya? Ada apa Lady Lei?" Tanya Sasori pelan.
"Sasori, kamu akan mengalami hal yang luar biasa dalam hidupmu. Kamu akan kehilangan orang-orang yang berharga kemudian hal besar akan menunggumu. Berbagai situasi mendatangimu yang akan memaksamu membuat berbagai pilihan." Kata Lei kepada Sasori.
"Apa maksudmu Lady Lei? Apakah ini adalah ramalanmu untukku?" Tanya Sasori tenang.
"Ya, anggap saja hadiah dariku Sasori," kata Lei ramah
"Terima kasih Lady Lei untuk ramalan gratismu. Aku menghargainya meskipun aku kurang percaya dengan namanya ramalan," kata Sasori tenang.
Lei hanya tersenyum melihat sorot mata Sasori yang tenang itu. Kemudian Lei dan Sasori berjalan keluar dari ruangan itu dan menemui Sakura, Kent, Shikamaru, dan Yura yang sudah menunggunya dengan cemas. Ferdud hanya menggerutu karena merasa Sasori terlalu lama di dalam ruangan itu bersama Lei. Ketika melihat kedatangan Sasori bersama Lei, mereka segera menyadarinya dan mendekati Sasori.
"Sasori, apakah kamu sudah selesai?" Tanya Shikamaru.
"Tuan mudaaaa, anda sangat lama sekali. Aku sangat-sangat cemas dengan keadaan anda," kata Yura heboh kemudian di susul jitakan Kent.
"Jangan terlalu heboh Yura! Tuan muda tidak lama dan kemudian dia tidak di serang oleh Lady Lei," kata Kent. Sakura hanya tersenyum melihat kedatangan Sasori dan pria itu membalas senyuman Sakura dengan senyuman yang hangat. Lei pun kemudian memandang Sakura intens dan mendekati gadis itu.
"Kamu bernama Haruno Sakura kan?" Tanya Lei ramah.
"I-iya. Kenapa anda tahu namaku?" Tanya Sakura dengan nada yang kaget.
"Tentu saja aku tahu. Selamat datang kembali Sakura," kata Lei ramah lagi.
Mereka semua terkejut dengan perkataan Lei termasuk Sakura sendiri. Dia tidak mengerti dengan penuturan Lei yang mengatakan selamat datang kembali kepadanya.
"A-apa maksudmu? A-anda!" Pekik Sakura yang terkejut. "Tidak lama lagi kamu akan tahu,"potong Lei cepat.
"Iruka." Panggil Lei lagi.
Kemudian Iruka datang dengan kecepatan yang tidak bisa di terka oleh mereka semua, karena kedatangan Iruka seperti angin. Kehadirannya tidak dapat dirasakan sampai dia muncul tepat di belakang mereka semua.
"Ya Lady Lei. Anda memanggilku?" Tanya Iruka dengan penuh hormat kepada Lei.
"Antarkan tamu kita ke tempat mereka datang pertama kali di sini. Mereka sudah selesai di sini," perintah Lei lembut.
"Baik Lady Lei," jawab Iruka. "Tu-tunggu! Aku ingin bertanya pada anda!" Pekik Sakura.
Dalam hati Sakura, wanita yang di hadapannya ini sepertinya mengetahui sesuatu yang berhubungan dengannya. Pasti wanita tahu cara untuk mengembalikannya ke dunia asalnya. Sakura tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka semua sedikit kaget dengan sikap Sakura yang tiba-tiba memaksa seperti ini kecuali Lei yang masih menatapnya dengan datar.
"Belum saatnya Lady Sakura," potong Lei lagi.
Sakura merasa frustasi dengan jawaban Lei. Tetapi biar bagaimana pun dia tidak boleh menyerah. Dia harus mendapatkan jawaban dari Lei. Belum Sakura mengeluarkan protesnya lagi, Sasori pun mendekati Sakura dan menghibur gadis itu.
"Sudah Sakura. Kita pulang ya? Simpan dulu uneg-unegmu. Lady Lei mengatakan tidak sekarang berarti kamu nanti akan bertemu dengannya lagi." Hibur Sasori.
Sakura tertegun dengan perkataan Sasori barusan. Akhirnya Sakura pun menyerah dan melirih, "Baiklah. Maafkan aku Sasori."
"Tidak apa-apa, tidak perlu minta maaf. Ini hanya masalah kecil," kata Sasori dengan senyumnya.
"Pertemuan kita yang selanjutnya akan dalam situasi yang berbeda Akasuna no Sasori, Haruno Sakura, Nara Shikamaru, McKlark Kent. Aku menantikan saat itu." Kata Lei misterius kepada mereka semua.
Belum sempat lagi Kent bertanya, Iruka sudah memotong mereka dengan berdiri di hadapan mereka, sehingga Lei berdiri di belakang Iruka.
"Baiklah. Jika kalian sudah siap. Aku akan antar kalian ke tempat orang Silk Island itu. Tolong tutup mata kalian semua," kata Iruka.
Lalu mereka berenam pun menutup mata dan Iruka lalu menulis kata Mon di tanah dengan tongkatnya.
"Mon Power." Kata Iruka dengan tenang. Mon power pun menunjukkan kekuatannya dengan membawa mereka berenam menghilang dalam sebuah cahaya. Iruka dan Lei saling memandang dengan senyum misterius.
"Tidak lama lagi akan terjadi perang besar di tanah ini Iruka." Kata Lei dan Iruka mengangguk iya seolah sudah mengerti maksud Lei.
Sementara itu Pohl yang menunggu mereka dari tadi sudah mulai menggerutu karena grup Sasori terlalu lama di dalam sana.
"Kenapa mereka lama sekali? Apa mereka terjadi sesuatu ya? Aku penasaran Blue," celoteh Pohl kepada Blue sang Naga yang duduk dengan santai kemudian mengepakkan sayapnya sekali seolah dia mengerti apa perkataan majikannya dan bersuara, "Gueeeee."
'PYUT'
Tiba-tiba muncul cahaya yang terang benderang di hadapan Pohl dan Blue. Dari cahaya itu terlihatlah Sasori. Belum lagi habis rasa kaget Pohl akan kedatangan Sasori yang bagaikan kilat itu di susul cahaya-cahaya yang lain.
'PYUT' muncullah Sakura,
'PYUT', Kent
'PYUT',Shikamaru
'PYUT', Yura
'PYUT', terakhir sang pria gendut, admin Knight Empire yang bertugas mengawasi pekerjaan Sasori yaitu Ferdud. Pria gendut ini terjatuh dengan tidak elit. Padahal yang lain berdiri sedangkan dia ketika di teleport oleh Iruka, dia sampai dengan terjatuh dan lebih parahnya lagi dia tidak terkena sandung. Jatuh sendiri.
"Hua!" Pekik Ferdud dan terjatuh. 'BRUK'
"Hahaha!" Tawa Kent dan Pohl. Shikamaru hanya memasang muka malas, Yura terpaksa senyum padahal dia juga tertawa begitu juga Sakura dan Sasori yang sudah sama-sama membalikkan badan untuk menahan tawa mereka. Melihat mereka yang tertawa ,Ferdud pun cepat-cepat bangun dari terjatuhnya.
"Apa yang kalian tertawakan!" Teriak Ferdud keras.
"Sudah. Sudah. Sebaiknya kita cepat kembali ke capital GradKnight City. Sebab aku takut kita malam hari tiba di sana," potong Pohl cepat melihat kemarahan pria itu.
Tanpa basa-basi lagi Sasori segera naik ke punggung keranjang Blue, begitu juga Sakura yang di bantu Sasori, lalu di susul Kent, Shikamaru , dan Yura.
Ferdud menghentakkan kaki kanannya ke tanah berkali-kali dan meringis dengan kasar, "Suatu saat kau akan ku balas!"
Lalu mereka kembali ke GradKnight City dengan sang naga yang membawa mereka, Blue.
GradKnight City
"Baiklah. Tugasku sampai di sini saja. Perjalanan yang menyenangkan komandan Sasori. Aku sangat bangga dapat bekerja sama denganmu lagi suatu saat nanti," kata Pohl senang saat menurunkan mereka di GradKnight City.
Sasori tersenyum mendengar penuturan anak kecil di hadapannya ini.
"Dengan senang hati Pohl. Aku juga senang di pandu olehmu dan Blue. Benarkan Sakura?" Kata Sasori dan tanyanya ramah.
"Un. Iya benar. Kamu sangat hebat Pohl. Usia semudamu sudah menunggang Blue," angguk Sakura.
"Baiklah. Aku kembali ke Silk Island dulu. Aku yakin Lord Orochimaru telah menungguku," kata Pohl.
"Sampaikan salamku pada Lord Orochimaru." Kata Sasori lagi.
"Baiklah. Aku pulang dulu. Sampai jumpa semuanya!" Celetuk Pohl.
Lalu Pohl terbang lagi bersama Blue meninggalkan mereka berenam. Mereka memandangi kepergian Pohl sampai menghilang dari hadapan mereka. Tinggallah mereka berenam dan Ferdud pun mendekati Sasori.
"Sasori. Bagaimana kamu bersamaku menghadap Queen Bella? Bukankah hasil ramalannya ada di tanganmu?" Tawar Ferdud.
"Baiklah Sir Ferdud. Kalian pulanglah terlebih dahulu. Aku akan pergi menghadap Queen Bella bersama Sir Ferdud. Shikamaru terima kasih buat bantuanmu hari ini." Kata Sasori.
"Ya. Tidak apa-apa. Tadi perjalanan yang menarik. Aku akan menunggumu di mansion bersama Yura dan lainnya," jawab Shikamaru.
"Tuan muda, kami akan menunggumu di mansion," kata Yura.
Sasori hanya mengangguk iya kepada Yura. Lalu Yura , Shikamaru , dan Kent pun berjalan meninggalkan Sasori. Sakura juga mengikuti mereka bertiga seaat dia berhenti dan membalikkan badannya menghadap Sasori.
"Ada apa Sakura?" Tanya Sasori ramah.
"Tidak. Aku hanya ingin mengatakan cepatlah pulang. Aku menunggumu di rumah." Kata Sakura cepat dan menyusul Yura, Shikamaru, dan Kent yang sudah berjalan duluan di depan.
Sasori tertegun dengan perkataan Sakura. Rumah? Sebuah kata yang hangat dan bermakna dari pada kata mansion. Sasori tidak mengerti dia sempat terhanyut dengan perkataan Sakura dengan menunggunya, hal itu sudah biasa di ucapkan oleh Kent ataupun Yura, tetapi di tambah kata rumah , ini di luar dugaannya.
"Dia seolah tahu apa yang kubutuhkan selama ini. Haruno Sakura, kamu telah memasuki duniaku tanpa ku izinkan." Batin Sasori.
West Knight Area, Knight Empire, Other World
Sinar matahari pelan-pelan meredup dan berganti merah kejinggahan, matahari terbenam menunjukkan sebentar lagi waktunya malam. Naruto dan Hinata telah tiba di Knight Empire dan mereka berada di hutan yang menuju GradKnight City. Secara juga ini adalah wilayah patroli divisi Red Knight dan Yellow Knight, tetapi sepertinya hari ini berbeda sebab yang berjaga dan berpatroli di wilayah ini adalah divisi Blue Knight dan Silver Knight.
Dari kejauhan Naruto dan Hinata berdiri memperhatikan prajurit-prajurit Blue Knight dan Silver Knight berkeliaran. Mereka berdiri di salah satu pohon di hutan West Knight Area itu. Naruto memperhatikan mereka dengan serius. Hinata yang ketakutan berdiri di pohon itu hanya memegang erat jubah milik Naruto.
"Na-naruto –kun! Su-sudah selesai melihat-lihat? A-aku sudah ingin turun dari pohon ini," bisik Hinata terbata.
"Ah. Maaf hime. Baiklah. Aku sudah selesai. Yuk , kita pergi temui Sakura." balas Naruto dengan suara pelan.
Naruto pun membawa Hinata turun dari pohon itu dengan menggendongnya ala pengantin. Naruto pun menurunkan Hinata. Dengan jari telunjuk Naruto memberikan Hinata kode untuk berjalan dengan hati-hati dan meminimalkan suara, supaya tidak ketahuan oleh prajurit-prajurit yang bertugas itu. Hinata menuruti Naruto dan berjalan di belakangnya dengan hati-hati.
Naruto yang melihat Hinata yang mengikutinya dengan hati-hati sedikit tenang karena Hinata pintar mengendap-endap. Entah di sadari gadis ini atau tidak, tapi gadis ini menjadi sedikit pemberani untuk urusan menyeludup. Dalam hati Naruto sedikit was-was karena sudah lama dia tidak dalam situasi seperti ini. Apalagi membawa Hinata, Naruto harus lebih fokus supaya tidak terjadi pertarungan yang di inginkan.
Mereka berdua berjalan dengan mengendap di hutan itu, menelusuri , dan menghindari prajurit-prajurit yang berkeliaran dengan bebas. Baik Hinata maupun Naruto sama-sama berkeringat dingin ketika dalam situasi ini. Beda dengan Naruto yang waspada Hinata berkeringat dingin ketakutan, sewaktu berjalan, terkadang dia harus berkomat-kamit di dalam hatinya, Naruto yang menyadari itu langsung menggandeng tangan Hinata dengan erat. Hinata terkejut dengan perlakuan Naruto barusan, tetapi dia terdiam dan terhanyut dalam genggaman tangan hangat milik Naruto.
Setelah berjalan sekian lama dan mengendap dengan hati-hati, mereka tiba di sebuah area yang jauh dari jangkauan prajurit-prajurit itu dan di sana terdapat sungai dan pondok kecil yang terbuat dari batu. Naruto pun memandang sekelilingnya dengan hati-hati setelah memastikan tidak ada orang yang mengikuti mereka berdua, Naruto mendekati pondok itu. Hinata hanya diam memperhatikan pria itu dan pria itu berjongkok mencari-cari sesuatu di sekitar pondok batu itu. Meraba-raba yang tiang batu penyangga pondok itu dengan cepat dan teliti menelusurinya. Tiba-tiba Naruto meraba sesuatu yang seperti tonjolan batu tetapi sedikit lunak dan wajahnya menunjukkan raut yang bahagia seolah menemukan sesuatu.
"Ini dia!" Pekik Naruto tiba-tiba membuat Hinata kaget.
"A-apa itu Naruto-kun?!" Tanya Hinata kaget.
"Hihihi. Kamu nanti akan tahu hime," celetuk Naruto. Lalu Naruto menekan tonjolan batu itu.
'KLIK'
Bunyi dari tekanan tombol itu dan tiba-tiba dari samping pondok batu itu muncul sebuah lubang yang lumayan besar dan di bawahnya terdapat tangga menuju jalan ke bawah tanah. Hinata sedikit kaget dengan adanya jalan rahasia di bawah tanah sedangkan Naruto memiringkan senyum penuh kemenangan. Naruto pun berjalan turun melalui tangga itu.
"Ayo hime. Sebentar lagi kita akan menemui Lady Sakura," goda Naruto jahil.
"I-iya!" Jawab Hinata dan mengikuti Naruto turun ke bawah.
Setelah mereka turun dari tangga itu. Naruto menekan tombol warna merah yang berada di dinding sampingnya. Setelah di tekan muncullah penerangan jalan yang terbuat dari lampu-lampu pijar kecil yang menempel di sepanjang jalan dinding bawah tanah ini. Kemudian Naruto menekan tombol warna biru untuk menutup lubang pintu menuju ke pondok atas tadi.
"Aku tidak menyangka ada jalan bawah tanah seperti ini," kata Hinata takjub setelah melihat ini semua.
"Hm? Hime, kamu tidak terbata lagi?" Tanya Naruto kaget saat mendengar penuturan gadis itu. Biasanya gadis itu jawabannya terbata, mau bertanya dan berkata apa pun juga terbata.
"E-eh?" Jawab Hinata terbata lagi dan kembali ke asalnya yang terbata. Naruto pun melepaskan jubah putihnya yang dia pakai sejak perjalanan menuju ke sini dan melipatkannya kemudian memasukkan jubah itu ke ranselnya.
"Ini adalah jalan rahasia yang di buat olehku dan teman baikku hime," jawab Naruto.
"Be-benarkah? He-hebattt. Apakah temanmu yang ku lihat di selebaran itu?" Tanya Hinata kagum sambil melihat-lihat sekeliling jalan ini.
"Iya. Aku dan Sasori yang membuatnya. Aku yang mencetus idenya dan Sasori yang mendesainnya bahkan juga membuat rekonstruksi jalan bawah tanah ini. Hanya kami berdua yang tahu dan membutuhkan 7 tahun menyelesaikan ini semua," jelas Naruto dengan semangat.
"Sa-sasori? Bu-bukankah dia adalah orang yang mau membunuhmu Na-naruto –kun!" Pekik Hinata.
Mereka berdua sambil berjalan menelurusuri jalan bawah tanah ini sambil bercerita dan Naruto sedikit murung saat mengingat kejadian tadi siang. Pembunuh bayaran mencoba membunuhnya. Naruto memejamkan matanya sebentar.
Hidden Forest (Sasori dan Naruto berusia 10 tahun)
Sasori dan Naruto berdiri di antara air terjun yang berada di dalam hutan belantara ini. Hutan ini adalah hutan terlarang tetapi dua bocah ini memasukinya dengan tanpa izin dan mengelilingi hutan ini tanpa rasa takut. Konon Hidden Forest adalah hutan yang tidak mempunyai ujungnya dan sudah banyak manusia yang tersesat dan tidak pernah bisa keluar dari hutan ini. Hidden Forest ini juga terletak di ujung dunia ini dan tidak termasuk tetorial Kingdom dan Empire manapun. Okh Village tetorial Snamedic Kingdom dan Wihki Island paling dekat dengan Hidden Forest. Sasori dan Naruto sangat penasaran dengan rumor yang beredar tentang hutan belantara ini.
Itu sebabnya mereka berada di sini sekarang dan ingin membuktikan bahwa keberadaan hutan ini sesuai rumor orang-orang atau tidak. Sasori dan Naruto menciplak-ciplakkan kaki mereka ke dalam air sungai yang menjadi tempat mengalirnya air terjun itu.
"Katanya hutan ini tidak mempunyai ujung. Kita saja bisa sampai di titik ujung akhir hutan ini," celetuk Naruto memanyunkan bibirnya.
"Hihihi. Benar katamu. Tidak sia-sia kita menjelajanh hutan ini selama 2 bulan," kata Sasori tersenyum.
"Ya. Ini adalah wilayah terlarang bagi semua Kingdom dan Empire. Hihihi. Aku jadi ingin memamerkan penemuan kita pada teme, Shikamaru dan Chouji," kata Naruto lagi.
"Ehm. Sebaiknya jangan Naruto. Ingat ini adalah rahasia kita, aku takut kita di tangkap karena melanggar peraturan." Kata Sasori.
"Baiklah. Ini akan menjadi rahasia kita berdua seumur hidup! Eh! Eh! Sasori! Bagaimana kita ukir lambang persahabatan kita di batu dekat air terjun itu?" Tawar Naruto sambil menunjuk-nunjuk batu besar yang terletak di samping air terjun.
"Baiklah." Angguk Sasori.
Mereka berdua pun berdiri dan berjalan menuju batu besar itu. Mereka berdua memandangi batu itu dengan seksama dan saling memandang. Mereka mengangkat sudut bibirnya seolah menemukan sesuatu yang baru dan membuat mereka bersemangat. Sasori pun mendekati batu itu.
"Hei Naruto," panggil Sasori. "Ya? Ada apa?" Jawab Naruto di belakang pria itu dan berjalan mendekati pria itu.
"Apa pun yang terjadi kita tetap bersahabat bukan?" Tanya Sasori.
"Ya. Aku mempercayaimu apa pun yang terjadi," jawab Naruto mantap kemudian mengambil pedang kuningnya mengukir sesuatu di batu besar itu.
"Aku juga mempercayaimu apa pun yang terjadi," kata Sasori mantap lalu mengikuti Naruto mengukir sesuatu di batu itu dengan pedang merahnya.
Setelah selesai mengukir, mereka berdua memandangin hasil ukiran yang mereka buat di batu besar itu. Bulan sabit dan pusaran angin yang berdampingan tanda persahabatan Sasori dan Naruto.
"Apa pun yang terjadi juga ini adalah titik kita bertemu saat kita berdua terpisah satu sama lain," lanjut Naruto sambil memandangi Sasori yang berdiri di sampingnya.
"Ya. Pasti itu," jawab Sasori tersenyum tipis pada Naruto yang sudah tersenyum lebar di sebelahnya.
"...Sasori tidak begitu Hinata-chan. Aku percaya pada Sasori," kata Naruto.
Lalu sepanjang perjalanan mereka di habiskan diam. Baik Hinata maupun Naruto tidak membuka topik pembicaraan. Mereka terus berjalan ke dalam. Keheningan di antara mereka berdua menjadi kontras dengan penerangan yang menemani perjalanan mereka.
Sementara itu Sasori dan Ferdud menghadap Madara di sebuah ruangan yang kecil dalam Gradcurl Castle. Madara tersenyum melihat kedatangan Sasori dan Ferdud.
"Selamat datang Sasori. Bagaimana dengan tugasmu dan hasil ramalannya?" Sambut Madara.
Mendengar sambutan Madara, Sasori merasakan hal yang tidak enak apalagi tidak seperti biasanya. Madara berada di ruangan yang kecil dan tidak diketahui orang lain. Entah kenapa Sasori merasakan firasat buruk akan hal ini tetapi dia bersikap tenang saja seolah tidak ada hal yang buruk akan terjadi.
"Hm. Ya. Ini hasil ramalannya. Silakan lihat sendiri. Dimana Queen Bella?" Tanya Sasori tenang dan menyerahkan kotak ramalan Lady Lei kepada Madara.
" Terima kasih Sasori. Kerja bagus Sasori dan Ferdud. Queen sedang beristirahat di kamarnya," kata Madara setelah menerima kotak hitam dari tangan Sasori.
"Begitu rupaya, jadi apa maksudmu membawaku ke ruangan tertutup begini?" Tanya Sasori dengan tenang tetapi menusuk.
"Sasori, bagaimana jika kamu ceritakan padaku kalau kamu juga adalah pengguna Grawer," celetuk Madara sinis.
"?!" Sasori terkejut dan tidak sanggup menjawab pertanyaan Madara.
"Ferdud!" Teriak Madara memanggil Ferdud dan Ferdud hanya mengangguk. Dengan cepat Ferdud menyerang Sasori , reflek Sasori yang cepat menghindari serangan dari pria gendut itu. Lalu dengan sekali tendangan Sasori menjatuhkan pria itu. Ferdud terlempar jauh membentur dinding di ruangan itu karena tendangan Sasori dan pingsan di tempat dengan posisi duduk.
"Hm? Ada apa ini? Jelaskan padaku," kata Sasori setelah di serang oleh Ferdud tadi.
"Tidak. Hanya saja kami ingin mengambil Grawer yang ada pada dirimu," jawab Madara dengan tenang.
"Grawer? Apa maksudmu? Aku bukan pengguna power, kalian tahu aku sudah pensiun menggunakan power apalagi memiliki Grawer. Tidak lucu." Kilah Sasori.
"Sudahlah Sasori, tidak perlu berbohong. Kami tahu bahwa kamu memiliki salah satu Grawers itu. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lolos seperti Naruto waktu itu." Tekan Madara dengan senyum liciknya.
Sasori terkejut dan memandang Madara dengan pandangan nanar.
"Naruto? Apa maksudmu?!" Tanya Sasori terkejut.
"Jangan banyak tanya Sasori. Kamu punya dua pilihan di sini. Pertama menyerahkan Grawer milikmu dengan baik-baik dan Kugutsu Kingdom tidak akan hancur, kedua memutuskan aliansi dan kamu di tuduh telah meracuni Queen Bella," tawar Madara licik.
"Hmph. Kelihatannya tanpa aku memilih pun aku sudah tahu kau tetap akan menghancurkan Kugutsu Kingdom. Itu sebabnya Naruto melarikan diri." Kata Sasori tenang dan bersiap dengan pedang merahnya. Madara tersenyum sinis karena Sasori tahu apa yang menjadi pikirannya. Ya, dia telah menyuruh pasukan divisi Green dan Grey maju menyerang Kugutsu Kingdom.
"Serahkan Grawer milikmu!" Teriak Madara dan maju menyerang Sasori.
Melihat Madara yang maju menyerang dirinya. Sontak Sasori melompat ke belakang selangkah dan menghunus pedangnya. Madara yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini menyerang Sasori. Dengan pedang besarnya dia menyerang Sasori.
"Hiatttt!"
'CTAR!'
"Hujan.. petir, apakah Sasori baik-baik saja?" Tanya Sakura duduk di ruang makan bersama Shikamaru , Kent , dan Yura. Mendengar suara petir yang menggelegar serta hujan angin yang deras turun melanda GradKnight City membuat Sakura khawatir dengan Sasori yang pergi terlalu lama dan pulang dengan kehujanan.
"Iya. Tuan muda terlalu lama untuk laporan misi. Apa terjadi sesuatu ya?" Tanya Yura lagi. Mereka berempat saling memandang cemas. Shikamaru menghela nafas.
"Jangan khawatir, mungkin sebentar lagi Sasori pulang. Yura sebaiknya kamu menyiapkan teh untuk kami dan makan malam untuk Sasori nanti," kata Shikamaru.
"Benar Yura. Kasihan nanti tuan muda pulangnya menemukan tidak ada makanan. Tidak biasanya lama." Kata Kent sambil melipat tangannya di dada.
"Baiklah, aku ke dapur dulu menyiapkan teh untuk kalian dan makan malam tuan muda nanti," kata Yura dan pergi meninggalkan mereka.
Yura berjalan menuruni tangga menuju ke lantai bawah dan menuju dapur yang terletak di belakang gang mansion Akasuna ini. Saat dia berjalan memasuki dapur , dia melihat dua sosok manusia yang sedang keluar dari perapian bakar yang berukuran besar di dapur itu. Dia terkejut dan hampir berteriak jika dia tidak mengenali sosok pria yang sedang berjongkok menolong seorang wanita untuk keluar dari perapian itu.
"Anda..?" Kata Yura kaget saat melihat itu berbalik badan dan berdiri menatapnya bersama wanita yang di sampingnya.
Kugutsu Kingdom
Terdengar suara teriakan dan tangisan yang menggema di luar lapangan. Mayat yang bergelimpangan di mana-mana. Kobaran api yang menyelimuti di seluruh tempat Kugutsu Kingdom. Para prajurit yang tersisa mencoba melawan musuh yang ada untuk melindungi kingdom tercinta. Dua orang pria yang berdiri berdampingan menyaksikan pemandangan ini dengan bangga. Seolah mereka puas akan hasil keadaan di tempat ini. Mereka berdua adalah komandan Green dan Grey di Knight Empire terlihat dari lencana mereka yang berwarna hijau dan abu. Beserta pasukan mereka yang memakai baju besi berwarna hijau dan abu.
"Hancurkan semua tempat ini! Jangan sampai ada yang tersisa! Kumpulkan semua tawanan di luar istana! Anak-anak bergabung dengan perempuan dan orang tua! Yang laki-laki di siksa! Tangkap jenderal dan komandan yang ada di sini! Jika ada yang melawan bunuh saja!" Teriak seseorang kepada prajurit-prajuritnya. "Baik!" Jawab semua prajurit itu serempak dan meninggalkan tempat menjalankan tugasnya masing-masing.
"Khuhuhuhu. Aku jadi ingin melihat reaksi Sasori saat mendengar kingdomnya hancur," kata Pison kepada Zetsu yang ada di sebelahnya. "Hahaha! Kehancuran Kugutsu Kingdom akan menjadi awal perang dengan Empire dan Kingdom lain. Aku tidak sabar itu!" Jawab Zetsu kepada Pison.
"Yo Yura. Lama tidak bertemu," sapa pria itu ramah dengan cengiran khasnya.
Pria yang mempunyai ciri khas 3 guratan di pipi kiri kanannya, mata biru laut yang menghibur siapa pun itu serta sifatnya yang ceria itu. Rambut kuningnya yang berjabrik dan pakaian hitam ke oranye-an yang menjadi ciri khasnya tidak berubah. 3 tahun yang lalu pria itu pergi meninggalkan segala miliknya, komandan Yellow Knight yang sebenarnya serta melepaskan jabatannya sebagai Hokage di Shinobi Kingdom dan menjadi legenda Hokage yang terhilang, Namikaze Naruto. Pria itu berdiri di hadapannya sekarang dan dia tidak sendirian. Dia bersama dengan seorang gadis di sini, ya gadis itu adalah Hinata.
"Tu-tuan muda Naruto!" Pekik Yura dan mendekati Naruto dan Hinata. Dengan segera Yura memeluk Naruto erat dan berteriak girang, "Tuan muda Narutooo."
"Woe. Woe. Lepaskan Yura!" Pekik Naruto yang geli karena di peluk oleh Yura.
Hinata hanya menatap mereka berdua dengan aneh dan memutuskan diam.
"Anda kemana saja selama ini. Kami semua sangat khawatir denganmu yang tiba-tiba menghilang. Ada apa dengan anda. Sekarang anda kembali. Bagaimana anda bisa memasuki mansion ini?" Kata dan tanya Yura cepat kepada Naruto.
"Aku tidak bisa cerita Yura. Sekarang katakan padaku, apa ada gadis yang bernama Haruno Sakura di sini?" Tanya Naruto cepat.
Yura terkejut dan terheran-heran dengan pertanyaan Naruto yang mengetahui tentang Sakura. Hinata yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tenang menjadi gugup saat mendengar nada pertanyaan Naruto yang serius menanyai sahabatnya Sakura.
"Jadi kedatangan anda karena berhubungan dengan nona Sakura?" Tanya Yura sarkatis.
"Ya, gadis ini adalah sahabatnya , namanya adalah Hyuuga Hinata. Aku ke sini mencari Haruno Sakura karena gadis ini. Kamu sudah tahu kan? Gadis ini juga tersesat dan kami tidak sengaja menemukan foto Sakura bersama Sasori di selebaran," jelas Naruto singkat, padat, dan jelas.
"Jadi ini adalah nona Hinata? Kami juga mencari anda atas perintah tuan muda Sasori dan nona Sakura." Kata Yura kaget.
Yura tidak menyangka Hinata yang mereka cari bersama dengan Naruto. Pantas saja mereka tidak mendapat petunjuk apapun, karena gadis ini bersama Naruto yang notabene juga dalam status pelarian dan tidak di temukan jejaknya selama ini.
"Mana Sasori?" Tanya Naruto.
"Eh? Tuan muda sedang pergi melaporkan tugas misi yang baru kami lakukan di Wihki Island. Tetapi sampai sekarang tidak kembali." Jelas Yura.
"Wihki Island? Itu kan tempat tinggal nenek tua." Batin Naruto. Tiba-tiba Naruto menyadari sesuatu dengan perkataan Yura yang mengatakan Sasori belum kembali dari laporan misi. Dia jadi teringat akan dirinya yang 3 tahun lalu. Tiba-tiba Naruto merasakan firasat buruk akan Sasori.
"Yura! Sudah berapa lama Sasori tidak kembali?! Bawa aku dan Hinata temui Sakura!" Bentak Naruto tiba-tiba yang membuat Hinata dan Yura terkaget-kaget.
"Ba-baik! Nona Sakura berada di lantai 2 , ruang makan bersama tuan Shikamaru dan Kent," jawab Yura terbata.
Setelah mendengar jawaban Yura, Naruto segera berlari keluar dapur menarik tangan Hinata menuju lantai 2 tempat Sakura berada. Dengan berlari, Naruto menarik tangan Hinata tanpa mempedulikan reaksi gadis itu yang terkejut dan meringis kesakitan. Saat menuju ke ruang makan, Naruto membuka pintunya dengan kasar dan memasukinya.
"Haruno Sakura!" Teriak Naruto memasuki ruang makan itu kepada 3 sosok manusia yang duduk gelisah menunggu kepulangan Sasori.
Sakura, Shikamaru, dan Kent terkejut dengan kedatangan Naruto dan Hinata. Sakura dan Hinata sama-sama terkejut dan sama-sama memanggil nama.
"Sakura-chan!" "Hinata-chan!" Pekik Hinata dan Sakura bersamaan. Lalu mereka berdua saling berpelukan dengan erat. Air mata Sakura dan Hinata turun. Mereka tidak menyangka mereka akhirnya dapat bertemu, dan mereka merasa mereka tidak sendirian di dunia ini. Sejenak melupakan kedatangan Naruto itu. Mereka semua menghela nafas dan tersenyum lega saat menemukan Sakura dan Hinata telah bertemu pada akhinya.
"Dasar. Padahal sudah di peringati jangan panggil dengan suffix-chan!" Celetuk Naruto.
"Jadi ini yang namanya nona Hinata," komentar Kent dan Shikamaru memasang tampang terkejut. Belum lagi mendapati Naruto yang menghilang dan pulang ke GradKnight City, bersama Hinata pula yang di cari-cari olehnya, Kakashi, dan Sasori. Shikamaru menatap Naruto sengit dan Naruto berkeringat dingin karena telah di tatap oleh Shikamaru.
"Naruto. Kau berhutang penjelasan padaku," kata Shikamaru sengit.
"Er..etoo. .yah... Jangan galak Shikamaru! Ini bisa di jelaskan. Ya? Ya?" Elak Naruto.
'BLETAK' Shikamaru pun menjitak kepala Naruto.
"Ittai! Sakit Shikamaru!" Pekik Naruto yang meringis kesakitan.
Pekikkan Naruto membuat Sakura dan Hinata melepaskan pelukan mereka masing-masing. Mereka menyeka air mata mereka dengan tangan mereka dan tersenyum menatap Naruto, Shikamaru, Kent, dan Yura yang telah memasuki ruang makan ini. Mereka pun duduk di meja makan dan Hinata pun menceritakan kejadian yang dia alami ketika tersesat di dunia ini dan bertemu dengan Naruto pertama kalinya. Serta Naruto yang membawanya keluar berpetualang mencari Sakura dan sampai di sini. Begitu juga Sakura menceritakannya untuk Hinata dan Naruto.
"Perkenalkan Sakura. Dia bernama Namikaze Naruto. Dia yang menolongku." Kata Hinata.
"Ya, sekaligus pelarian yang di cari. Legenda Hokage yang terhilang," sindir Shikamaru sengit.
"Waa. Kamu kelihatannya kesal sekali denganku Shikamaru," kata Naruto dengan nada yang di buat-buat.
"Jadi legenda Hokage itu memang ada?" Tanya Sakura tidak percaya. Orang yang mereka ceritakan sebagai Hokage yang menghilang dan membuat Shikamaru menopang Shinobi Kingdom ada di hadapannya. Shikamaru, Kent, dan Yura mengangguk-angguk iya menjawab pertanyaan Sakura.
"Kamu adalah Hokage yang terhilang?" Tanya Sakura sekali lagi memastikan bahwa Naruto yang menolong Hinata adalah Hokage yang mereka sebut-sebut selama ini.
"Waduh. Ano. Sakura. Kamu jangan terkejut begitu. Aku lah Hokage itu. Hahaha," kata Naruto sambil tertawa dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Er. Maafkan aku Naruto. Aku hanya kaget saja," kata Sakura.
Hinata yang tidak tahu apa-apa hanya terkejut dengan pembicaraan mereka. Tetapi sebelum Hinata bertanya kepada mereka. Tiba-tiba di bawah sana terdengar suara pecahan kaca dan suara orang yang terjatuh.
'PRANG!'
'BRUK'
Mereka semua terkejut dan saling memandang. Tiba-tiba Naruto merasakan firasat buruk dan mengingat perkataan Yura yang mengatakan Sasori belum kembali dari GradCurl Castle.
"Apa itu?!" Pekik Kent dan bangkit dari bangkunya. "Sasori mana?! Kenapa dia belum kembali?!" Teriak Naruto.
"Ayo kita lihat ke bawah melihat apa yang terjadi!" Teriak Yura yang mengabaikan pertanyaan Naruto.
Lalu mereka keluar dari ruang makan dengan berlari menuju ke lantai bawah. Saat mereka turun ke bawah. Mereka telah mendapati Sasori yang ambruk dengan bersimbah darah beserta pecahan kacanya yang bertebaran di sekitar tubuhnya.
"SASORI!" Pekik mereka semua bersamaan.
Sakura, Naruto, Shikamaru, dan Kent pun mendekati tubuh Sasori yang tergeletak pingsan di lantai. Mereka mengelilinginya dan Sakura segera mengangkat tubuh Sasori dan menopangnya dengan kedua pahanya. Hinata hanya berdiri di dekat mereka dan memperhatikan pria berambut merah darah ini dengan gemetar. Tanpa mereka sadari, seseorang dari mereka telah tersenyum sinis dan mengkhianati mereka setelah ini.
"Hmph. Sepertinya ini adalah hari keberuntunganku. Red Moon Grawer dan Kaze Grawer akan ku dapatkan hari ini. Lord Madara pasti akan puas dengan pekerjaanku," kata seseorang di antara mereka.
Sontak mereka melihat ke arah pria itu. Pria itu tersenyum sinis dan licik. Gemeruh hujan dan petir menghiasi suasana mereka semua. Naruto memandang sengit ke arah pria itu, sedangkan yang lain tidak mengerti apa maksud perkataan pria itu.
Don't like don't read, I just write what I have imagined.
Thank you buat yang fav : * Aozora Straw * Bunshin Anugrah ET * Minato Malik Ibrahim * SANG GAGAK HITAM * uzumaki reverend *Yamashita Hyuuga * Blue-senpai *Yukina Itou Sephiienna Kitami * Dragon warior *Arifuluka * Gray areader * YashiUchiHatake
Thank you buat yang follow : * 2nd princhass * Aozrora Straw * Bunshin Anugrah ET * SANG GAGAK HITAM * nInEtAILf0X * Yamashita Hyuuga * Uzumaki Shizuka * miskiyatuleviana * kensuchan * uzumaki reverend * YashiUchiHatake
-Balasan Review—
uzumaki reverend : Sudah di lanjutkan. Happy Reading! _^^_
Blue-senpai : Sudah pasti bela Tsunade. Lihat saja nanti. Happy Reading! _^^_
Kensuchan : Sasori tidak jahat kok. Hanya saja di jebak. Happy Reading! _^^_
Bunshin Anugrah ET : Aduh. Sudah di tebak sedikit ya. Benar. Naruto tidak percaya Sasori melakukan hal seperti itu. Happy Reading _^^_
YashiUchiHatake : Iya. Jebakan. Tepat tebakanmu. Sakura dan Sasori termasuk Stars kok hanya pemimpin Stars-nya adalah Sasori. Nanti ada alasan mengapa Sakura tersesat di dunia ini. Nantikan saja. Happy Reading! _^^_
Chap 6 siap juga. Lily sangat telat-telat sekali meng-update ceritanya. Mohon di maafkan. 'GLEK'
Ya. At last thank you buat yang sudah review, fav , and follow. Silent readers too. Happy reading! _^^_
(Their review and silent readers is my spirit and their fav and follow is my fire. Thank you all!)
Happy Reading! Happy Chinese New Year who's celebrate it! _^^_
