"SASORI!" Pekik mereka semua bersamaan.
Sakura, Naruto, Shikamaru, dan Kent pun mendekati tubuh Sasori yang tergeletak pingsan di lantai. Mereka mengelilinginya dan Sakura segera mengangkat tubuh Sasori dan menopangnya dengan kedua pahanya. Hinata hanya berdiri di dekat mereka dan memperhatikan pria berambut merah darah ini dengan gemetar. Tanpa mereka sadari, seseorang dari mereka telah tersenyum sinis dan mengkhianati mereka setelah ini.
"Hmph. Sepertinya ini adalah hari keberuntunganku. Red Moon Grawer dan Kaze Grawer akan ku dapatkan hari ini. Lord Madara pasti akan puas dengan pekerjaanku," kata seseorang di antara mereka.
Sontak mereka melihat ke arah pria itu. Pria itu tersenyum sinis dan licik. Gemeruh hujan dan petir menghiasi suasana mereka semua. Naruto memandang sengit ke arah pria itu, sedangkan yang lain tidak mengerti apa maksud perkataan pria itu.
Naruto © Masashi Kishimoto
Star of Worlds © Namikaze Lily
Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.
Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)
For safety , Rate : M
Happy Reading All _^^_
Chapter 7
Pria itu tersenyum miring seolah menertawakan kemenangannya hari ini. Naruto memandang pria itu dengan tatapan sengit pria ini dan yang lainnya tidak mengerti akan prilaku pria ini bingung sekaligus terperangah saat pria itu terkekeh dengan nada yang jahat.
"Khu khu khu. Tidak perlu memasang wajah seperti itu tuan muda Naruto. Anda terlihat menyeramkan," celetuk pria itu.
"Heh! Aku tidak menyangka kau adalah mata-mata milik Madara. Ku kira kau anjing paling setia milik Sasori." Kata Naruto sinis.
"Hahahaha. Dari sejak awal aku hanya bekerja untuk Lord Madara. Anda yang salah sangka," jawab pria itu dengan sinis. Lalu sekilas Sakura mengingat pria yang bernama Madara itu, dia yang mendampingi Q ueen Bella di pesta ulang tahunnya. Mengapa dia mengincar Sasori? Batin Sakura bertanya-tanya tetapi melihat keadaan Sasori sekarang , Sakura tidak berpikir lanjut lagi.
"Begitukah? Aku jadi ingat kau adalah salah satu yang berdiri di samping Madara 3 tahun yang lalu. Sekilas aku tidak tahu itu adalah kau karena kau memakai topeng, tetapi jika di lihat dari gestur tubuhmu serta perawakanmu, tidak salah lagi itu kau. Kali ini kau benar-benar pintar dalam situasi ini. Kau menjebakku dan juga Sasori. Pembunuh bayaran itu juga kerjaanmu kan, Yura?" Kata Naruto sarkatis.
Mereka semua memandang sengit kepada Yura yang berdiri berlawanan dari mereka. Naruto , Kent, dan Shikamaru menatap Yura dengan pandangan yang penuh hawa nafsu membunuh. Sementara Sakura yang duduk memapah Sasori berusaha membersihkan darah-darah serta merawat luka-lukanya di bantu oleh Hinata yang sudah tidak lagi gemetar akan tubuh Sasori yang penuh luka. Sakura tidak peduli dengan situasi yang panas dan dia hanya fokus pada Sasori. Selama bersama pria ini di dunia ini, Sakura selalu mendapati pria ini tersenyum dan tidak pernah terbaring lemah seperti ini. Sesaat Sasori terbangun karena dia mulai batuk berdarah.
"Cogh! Cogh!" suara Sasori yang tebatuk dan memuntahkan darahnya dengan jumlah yang lumayan banyak.
"Sa-sasori! Jangan bangun terlebih dahulu!" Teriak Sakura.
"Aku..tidak.. apa-apa Sakura," celetuk Sasori pelan.
"Anda sudah sadar rupaya tuan muda Sasori," celetuk Yura.
"...hm.." Sasori hanya terdiam dan menatap Yura dengan kondisi yang lemah.
"Yura, ku kira kamu adalah penjaga yang paling setia di antara semua wakil komandan Knight Empire. Ternyata kamu juga adalah sampah," kata Naruto yang sudah mengepalkan kedua tangannya dengan emosi.
"Ternyata kamu adalah pengkhianat Yura. Naruto, kamu berhutang penjelasan padaku kali ini," kata Shikamaru tanpa menatap Naruto.
"Yura! Mengapa kamu mengkhianati tuan muda Sasori! Dia-dia itu adalah anak yang kamu asuh sejak dari dia kecil!" Teriak Kent frustasi.
Seketika Yura mengingat memorinya yang mengasuh Sasori dari kecil, Sasori yang menjadi tuan mudanya, tuan muda yang dia sayangi dan bahkan sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Tidak. Sasori sudah seperti darah dagingnya sendiri. Lalu juga ada Kent , Naruto, Shikamaru, Kakashi, Eagle, Sakura yang juga datang ke kediaman Akasuna Mansion dan juga memorinya yang lain. Bertabrakan dan bercampur aduk dengan berbagai perasaan emosi yang terkandung di dalamnya. Memori mereka sejak dulu, berjalan bagaikan film yang berputar di pikirannya. Sontak hal itu membuat Yura mengerang kesakitan , seolah-olah dia telah melawan sesuatu dan tiba-tiba dia terkulai memegang kepalanya yang kesakitan.
"Ugh.. Argh...tuan..muda..Sasori...Argh..." Erang Yura kesakitan.
Dengan tenaga yang tersisa Sasori bangkit dengan bantuan Sakura dan Hinata. Dia menatap Yura yang kesakitan. Naruto , Shikamaru , dan Kent sigap melindungi Sasori yang di belakang bersama Sakura dan Hinata.
"Hosh..hosh.." keluh Sasori dan Naruto menatap Sasori dengan ujung ekor matanya dan berteriak, "Sasori! Lebih baik kamu tidak bergerak dengan keadaanmu! Aku bisa merasakan Red Moon Grawer yang bergejolak!"
"UGH.. La..lari..tuan..muda Naruto! Cepat bawa tuan muda Sasori lari dari tempat ini. Sebentar lagi prajurit-prajurit Knight Empire milik Lord Madara telah sampai di sini," kata Yura dengan sekuat tenaga.
'Drap! Drap! Drap! Drap!' sayup-sayup terdengar suara derapan kaki dari luar Akasuna Mansion, sontak membuat mereka semua terkejut dan saling memandang.
Sakura ketakutan saat mendengar penuturan Yura yang mengatakan prajurit-prajurit milik Madara datang untuk menangkap Sasori. Dengan susah payah Sasori berdiri sambil menahan kesakitan akibat luka yang di dapatinya dan Yura juga kelihatan menahan kesakitan di kepalanya. Mereka berdua saling memandang dengan tatapan yang lemah lalu perhatian Sasori teralih dengan gadis pink yang berdiri di sebelahnya dengan gemetaran, Sasori langsung mengenggam erat tangan gadis itu dan menatapnya. Tindakan Sasori itu membuat Sakura mendongak ke arahnya.
"Sebaiknya kita melarikan diri, tidak ada gunanya lagi aku bertahan di kerajaan ini. Tenang saja, aku akan melindungimu." Kata Sasori untuk menenangkan Sakura.
"Apakah kamu bersamaku apa pun yang terjadi?" Tanya Sakura pelan.
"Bukan hanya bersamamu, tetapi kemana pun aku pergi kamu harus ikut denganku dan itu tanda aku telah mempercayaimu." Jawab Sasori mantap.
Sakura terpaku mendengar pernyataan Sasori barusan, ya, ketakutakannya menghilang. Pria ini selalu membuatnya tenang dan kali ini juga pria ini telah berkata akan melindunginya dan bahkan mempercayainya meski Sakura tidak mengerti dalam bentuk apa kepercayaan pria ini terhadap dirinya. Tetapi rasa hangat dan terlindungi itu yang di rasakan oleh gadis ini. Hinata melihat Sasori dan Sakura yang saling memandang tersenyum kecil, entah kenapa dia sangat senang Sakura bersama dengan pria yang bernama Sasori ini.
"Percayalah padaku Sakura," kata Sasori untuk menyakinkan Sakura sekali lagi dan gadis itu mengangguk iya.
"Woe, di situasi begini sempat-sempatnya bermesraan,kita jadi melarikan diri tidak?" Kata Shikamaru memotong pembicaraan kedua sejoli ini.
"Tentu saja. Naruto, kamu datang melalui jalan rahasia itu kan?" Tanya Sasori yang sepertinya sudah mulai pulih dari lukanya.
"Yo! Ayo kita ke sana!" Teriak Naruto semangat.
"Ayo!" Teriak Kent yang sudah berlari duluan kemudian di susul Naruto , Hinata , dan Shikamaru. Begitu juga Sakura dan Sasori, mereka juga lari menuju ke arah dapur Akasuna Mansion ini. Sesaat Sasori berbalik badan dan dia melihat Yura yang telah tersenyum lemah padanya. Pria itu bergumam kepadanya , "Tuan muda..pergilah dengan selamat..selamat tinggal..maafkan aku..."
Sasori tahu apa yang di gumamkan oleh pria itu, hati pria berambut merah itu mencolos saat melihat Yura yang tersenyum padanya. Sasori pun berbalik lari meninggalkan Yura yang sudah roboh dan lemah...
Sasori 10 tahun dan Yura berumur 21 tahun..
"Yura! Yura!" Teriak Sasori kejauhan memanggil nama seseorang yang berdiri bersama dengan seorang wanita. Sasori berlari kecil mendekati pria dan wanita itu. Mendengar namanya di panggil sontak Yura dan wanita itu menatap Sasori yang sudah datang berlari dengan senyumnya
"Tuan muda Sasori!" Teriak Yura kegirangan dan langsung membuka kedua tangannya lebar-lebar untuk memeluk Sasori, tetapi bocah 10 tahun itu hanya berdiri di hadapannya dengan antusias, menolak pelukan Yura.
"A-aku! Aku hari ini berhasil menggunakan Red Moon Power!" Teriak Sasori senang. Pengakuan Sasori membuat Yura dan wanita ini terkejut tetapi Yura langsung menanggapinya dengan senyum yang lebar dan wanita itu tersenyum manis saja. Dengan cepat Yura memeluk Sasori.
"Tuan muda hebat!" Teriak Yura heboh dan Sasori kesesakan karena di peluk oleh Yura. Wanita yang bersama Yura ini hanya menghela nafas melihat kelakuan Yura yang berlebihan terhadap Sasori.
"Yura! Lepaskan aku! Aku harus menemui Naruto dan Sasuke setelah ini! Karena ku dengar mereka juga sudah menguasai Kaze Power dan Sharingan Power!" Teriak Sasori yang akhirnya lepas dari pelukan Yura dan berlari meninggalkannya bersama wanita itu.
Yura menatap kepergian Sasori dengan tersenyum begitu juga wanita itu.
"Yura. Sepertinya kamu bisa kehilangan kendali jika berhubungan dengan Sasori," keluh wanita itu.
"Hehehe. Iya Princess Bella. Bagiku tuan muda adalah yang terpenting melebihi nyawaku. Apa pun akan ku lakukan demi tuan muda Sasori," kata Yura dengan senyum yang tulus.
"Cih! Sepertinya aku benar-benar bersaing dengan Sasori," kata Bella dengan nada yang di buat-buat.
"Apa kata anda tadi?" Tanya Yura kebingunan. "Tidak! Lupakan saja!" Jawab Bella ketus dan berjalan meninggalkan Yura.
'MEREKA ADA DI DALAM! CEPAT TANGKAP AKASUNA NO SASORI!' Teriak salah satu prajurit milik Madara.
Mereka telah memasuki mansion itu. Sakura dan Hinata dengan cepat berlari duluan menuju ke dapur kemudian di susul Naruto. Lalu juga Shikamaru, Sasori, dan Kent yang telah mengeluarkan pedang masing-masing juga sambil melindungi mereka dan berlari dengan waspada dengan penyerangan yang akan terjadi. Para prajurit itu telah memasuki mansion itu dan berjelajah mencari keberadaan Sasori.
"Itu dia! Sebelah sini!" Teriak salah satu prajurit itu saat melihat mereka ber-enam berlari menuju ke arah dapur.
"Kent bersiaplah! Mereka datang!" Teriak Shikamaru tanpa melihat Kent yang berdiri di sampingnya.
"Kami tunggu kalian di dapur!" Teriak Naruto yang fokus ke jalan depan meninggalkan Kent dan Shikamaru.
Sementara itu para prajurit suruhan Madara telah berdiri di hadapan Kent dan Shikamaru yang sudah bersiap dengan pedang masing-masing.
"Knight Red dan Knight Yellow berkhianat, tangkap komandan Red Knight dan Yellow Knight!" Teriak salah satu prajurit itu dengan suara yang lantang.
Sementara itu mereka berempat yang lari menuju ke dapur mendengar suara teriakan prajurit itu makin panik dan menambah kecepatan berlari mereka.
"Hosh..hosh..aku baru kali ini membenci Akasuna Mansion yang tergolong paling luas di GradKnight City ini!" Teriak Naruto yang sambil berlari bersama Sasori , Sakura , dan Hinata.
"Hosh..hahaha..maaf..protesmu akan ku dengar setelah kita berhasil melarikan diri dari sini Naruto," celetuk Sasori.
Naruto pun sesaat melirik ke arah Sasori, luka-luka yang di alami Sasori tadi sepertinya sudah mulai menutup. Hal itu terlihat dari regenerasi luka kulitnya yang menutup.
"Red Moon Grawer pasti yang menyembuhkannya," batin Naruto
Akhirnya mereka berlari sampai ke dapur juga, dengan cepat Sasori dan Naruto mendekati tungku besar yang menjadi jalan rahasia milik mereka berdua. Dengan sigap mereka menyingkirkan kayu-kayu bakar serta masakan yang di siapkan Yura tadi. Sakura dan Hinata hanya melihat kedua pria itu dengan gugup karena tidak tahu harus melakukan apa. Setelah menyingkirkan semua itu, Sasori menekan tombol kecil yang berbentuk batu persegi empat di sudut tungku perapian itu.
'KLIK' lalu terbukalah jalan menuju ruang bawah tanah itu. Naruto mengibas-ngibaskan tangan kanannya menyuruh Hinata dan Sakura kemari.
"Hime. Hime. Sini. Cepat! Kamu dan Sakura masuklah duluan, aku dan Sasori akan menyusul setelah membantu Shikamaru dan Kent!" Kata Naruto cepat.
"Ba-baiklah Naruto –kun!" jawab Hinata terbata.
Hinata langsung menarik Sakura turun ke bawah dan Sasori melongo melihat wanita yang mempunyai wangi seperti lavender tersebut kemudian ke Naruto yang sudah memandangi kepergian Hinata dengan santai.
"Ka-kamu? Sudah menikah Naruto?!" Tanya Sasori kaget.
"Hihihi. Entah ya? Sudahlah, kita bantu Kent dan Shikamaru terlebih dahulu," jawab Naruto sambil nyengir lebar ke arah Sasori yang masih syok.
"Huh! Kamu benar-benar berhutang cerita kali ini Naruto," kata Sasori tersenyum mantap tanpa memandang Naruto yang telah berdiri di sampingnya.
"Ahh. Tentu saja, anggap saja itu reuni kita nanti. Kamu sudah pulihkan Sasori?" Tanya Naruto juga yang tersenyum mantap.
"Ya, Madara membuatku kerepotan tadi," jawab Sasori yang sudah bersiap dengan pedangnya begitu juga dengan Naruto bersama kunai di tangannya.
Sementara itu Kent dan Shikamaru hampir terdesak melawan prajurit-prajurit suruhan Madara, dari tadi mereka sudah membunuh puluhan prajurit milik Madara itu. Sambil bertarung mereka berdua , mereka berlari ke arah dapur yang di katakan Naruto tadi.
"Hi Power!" Teriak Kent yang telah menuliskan kata Hi di lantai dengan pedangnya dan di lanjutkan oleh Shikamaru dengan Kage Power.
Api yang besar muncul dari tanah dan berkobar menyerang prajurit-prajurit itu dengan cepat, merek ada yang terbakar dan ada yang lolos dari serangan Kent itu. Lalu di sertai bayangan milik Shikamaru yang mengikat mereka, Kent maju menyerang mereka dengan pedangnya. Dengan kecepatan kilat dia menusuk jantung mereka , kemudian menyayat leher mereka yang sudah terikat bayangan , Kage Power milik Shikamaru. Setelah beberapa prajurit itu di kalahkan, Kent dan Shikamaru lanjut berlari lagi menuju dapur dan meninggalkan prajurit-prajurit Madara yang menyusul mereka dari belakang.
Mereka terus berlari tanpa menghiraukan kejaran dari belakang dan sampai di dapur, mereka sudah mendapati Sasori dan Naruto yang sudah siap bertempur bersama mereka. Di tangan kanan Sasori , Red Moon Grawer telah bersinar terang, dengan seperti adanya kekuatan yang memadat memenuhi ruangan itu dengan miniatur bulan sabit merah di tangannya. Begitu juga Naruto dengan Kaze Grawernya, sebuah benda padat berbentuk bola spiral berwarna biru di tangan kanannya itu.
"Menyingkirlah Kent, Shikamaru. Kali ini kita yang akan menyerang mereka secara bersamaan," kata Naruto dengan senyumnya.
Kent dan Shikamaru pun menyingkir dan berdiri di belakang mereka. Sasori dan Naruto maju sedikit dan tidak lama kemudian para prajurit itu datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak yang di hadapi oleh Kent dan Shikamaru nanti.
"Rasakanlah! Kombinasi Red Moon Grawer dan Kaze Grawer kami!" Teriak Naruto dengan semangat dan mengarahkan bola spiral itu ke depan begitu juga dengan Sasori yang mengarahkan bulan sabit berwarna merah itu. Lalu kedua kekuatan itu bersatu dan melebur menjadi satu.
"RASENGAN!" "AKAI NO TSUKI!" Teriak Naruto dan Sasori yang menyebutkan nama kekuatan mereka masing-masing. Kedua kekuatan itu pun bersatu dan membentuk gelombang angin yang berwarna merah dengan besar lalu menyerang prajurit-prajurit itu dan seketika..
'DHUAR!'
Hasil kombinasi kekuatan Sasori dan Naruto meledakkan semua prajurit milik Madara dan tewas di tempat. Darah-darah milik prajurit itu berceceran di mana-mana memenuhi ruangan dapur itu.
Shikamaru dan Kent takjub melihat kekuatan kombinasi milik Sasori dan Naruto. Mulut mereka terbuka lebar dan shok akan pemandangan yang di hadapan mereka. Sementara itu Hinata dan Sakura yang menunggu di bawah tanah itu menutup kedua telinga dengan tangan akibat ledakan itu.
"Gi-gila. Inikah kekuatan asli para pengguna Grawer?" Tanya Kent.
"Ti-tidak sama dengan Power yang seperti biasa di gunakan," sambung Shikamaru.
Naruto hanya memasang senyum nyengir pada mereka berdua sedangkan Sasori tersenyum lemah.
"Ayo, kita tinggalkan tempat ini. Sakura dan istri Naruto sudah berjalan duluan tadi," kata Sasori mengkomando mereka.
"A-apa?!" Teriak Shikamaru kaget, dan Naruto pun sudah turun ke bawah bersama Sasori, meninggalkan Shikamaru yangh penuh dengan pertanyaan di kepalanya. Naruto menikah?! Gila! Naruto benar-benar berhutang cerita padanya! Batin Shikamaru memanas akibat ulah sahabatnya ini.
Lalu dengan cepat Kent dan Shikamaru pun turun ke bawah tanah dan tidak lupa juga menutup pintu rahasia itu. Mereka berempat melihat kedua gadis itu masih menutup kedua telinganya dan berjongkok gemetaran. Dengan pelan Sasori mendekati Sakura begitu juga Naruto mendekati Hinata.
"Sakura!" "Hime!" Teriak Sasori dan Naruto bersamaan. Kedua gadis itu pun mendongak melihat Sasori dan Naruto yang sudah di depan mereka bersama Kent dan Shikamaru.
"Sasori!" "Naruto-kun!" Balas Sakura dan Hinata. "Kent! Shikamaru!" Lanjut Sakura lagi.
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Sasori khawatir dan Naruto yang telah memasang wajah cemas.
"Ti-tidak. Kami aman-aman saja. Kita tidak tahu harus kemana," jawab Hinata terbata.
"Kita mau menuju kemana Sasori , Naruto. Kita tidak akan pernah bisa kembali lagi ke Knight Empire," sambung Shikamaru.
"Aku tidak punya ide.." jawab Naruto sekenanya. Mereka semua saling memandang dan berharap ada yang mempunyai ide untuk pelarian.
"Bagaimana kita ke Kugutsu Kingdom tuan muda?" Tanya Kent cepat.
Sasori teringat perkataan Madara sewaktu menyerangnya dan pun mengangguk dengan mantap.
"Jangan banyak tanya Sasori. Kamu punya dua pilihan di sini. Pertama menyerahkan Grawer milikmu dengan baik-baik dan Kugutsu Kingdom tidak akan hancur, kedua memutuskan aliansi dan kamu di tuduh telah meracuni Queen Bella," tawar Madara licik.
"Baiklah! Kita menuju Kugutsu Kingdom! Rute terdekat menuju ke sana adalah melewati Iwa City , tetorial Shinobi Kingdom." Kata Sasori mantap.
"Yura..kenapa dia mengkhianati kita?" Tanya Kent tiba-tiba membuat mereka menjadi sedikit murung.
"Aku tidak habis berpikir juga..," lanjut Sakura.
"Aku juga tidak tahu..pasti dia punya alasan. Untuk sementara kita simpan dulu semua kejadian ini dan fokus kepada pelarian kita. Setidaknya sampai kita keluar dari tetorial Knight Empire ini," potong Sasori cepat.
Iwa City , Tetorial Shinobi Kingdom
Keesokan paginya mereka berenam telah tiba di salah satu kota milik Shinobi Kingdom, Iwa City. Mereka memutuskan beristirahat di sini sebelum memulai melanjutkan perjalanan ke Kugutsu Kingdom. Mereka berenam menginap di penginapan dan sarapan bersama sambil membahas nasib mereka ke depan. Sakura duduk di antara Sasori dan Kent lalu Naruto yang duduk di antara Hinata dan Shikamaru.
"Jadi bagaimana denganmu Shikamaru? Dengan kejadian ini, pasti Shinobi Kingdom di cap berkhianat juga karena membantuku," tanya Sasori tenang.
"Huff! Tanya saja dengan Hokage yang di sampingku ini," celetuk Shikamaru malas.
"Woe. Woe Shikamaru. Kecilkan suaramu. Jangan sampai aku ketahuan!" Bisik Naruto keras.
"Cih!" Shikamaru berdecih sambil membuang mukanya dan Naruto yang masih menutup dirinya dengan jubah putih pun membuang mukanya. Mereka semua tertawa kecuali Hinata. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa kecewa dengan Naruto yang sudah menyembunyikan sesuatu darinya.
"Hahaha. Kamu membuat Shikamaru repot Naruto selama 3 tahun ini, wajar saja dia bersikap seperti itu," kata Sasori tertawa di susul anggukan Kent yang melipat kedua tangannya di dada.
"Yah.. mau bagaimana? Kalian kan sudah tahu aku di incar Madara." Kata Naruto cengir seolah dia tidak bersalah sedikit pun.
"Huff. Sudahlah bicara dengan Naruto tidak ada gunanya soalnya dia bodoh," celetuk Shikamaru.
"Apa?" Tanya Naruto seolah tidak terima.
"Sudah. Sudah. Jangan bertengkar Naruto, Shikamaru. Lebih baik kita bahas saja apa yang terjadi," kata Kent menenangkan.
"Baiklah. Kita mulai dari Naruto terlebih dahulu, karena dia duluan yang di incar oleh Madara. Ceritakan pada kami Naruto apa yang terjadi 3 tahun lalu sehingga kamu melarikan diri dari Knight Empire. Bahkan meninggalkan Shinobi Kingdom seenak perutmu," kata Sasori.
"Aku bukannya ingin meninggalkan semuanya, tapi aku terdesak.." kata Naruto memulai ceritanya.
3 tahun lalu, GradCurl Castle, GradKnight City,capital Knight Empire
Naruto berjalan dengan ceria untuk menemui Bella dan di sampingnya berdiri Ferdud yang mengantarnya ke sebuah ruangan. Ketika masuk ke dalam ruangan itu terlihat Madara yang berdiri dengan pria bertopeng (Yura). Naruto pun bingung karena dia ingin menemui Bella bukan pendampingnya.
"Mana si Bella?" Tanya Naruto celingak-celinguk.
"Queen Bella sedang istirahat dan tidak dapat di ganggu Naruto," jawab pria bertopeng itu.
" ? Kamu siapa? Kenapa memakai topeng? Oi, Madara? Siapa dia?" Tanya Naruto cerewet.
"Namikaze Naruto, Hokage dari Shinobi Kingdom serahkan Kaze Grawer milikmu," kata Madara mengacuhkan pertanyaan Naruto.
"Woe. Woe. Apa maksudmu?" Tanya Naruto kebingungan.
"Serang Naruto," kata Madara kepada pria bertopeng di sampingnya dan Ferdud di belakang Naruto.
Dengan cepat Naruto melompat ke belakang dan di belakangnya Ferdud telah bersiap menyerangnya, dengan cepat Naruto mengeluarkan kunainya menangkis serangan Ferdud. Lalu pria bertopeng itu maju dengan pedangnya, Naruto berhasil menghindari serangan pria bertopeng itu tetapi ujung pedang itu menggores pipinya Naruto. Pria berjabrik kuning itu pun melayangkan sebuah tinju yang keras kepada pria bertopeng ini dan tinju itu mengenai topengnya sehingga membuat pria itu sedikit oleng dan mundur ke belakang.
Naruto pun memutar tubuhnya dan dengan kunainya menyerang perut Ferdud sehingga pria itu juga akhirnya terjatuh. Naruto memandang Madara dengan tatapan sengit.
"Apa maksudmu menyerangku Madara?" Tanya Naruto dingin.
"Sudah ku bilang serahkan Kaze Grawer milikmu!" Teriak Madara dan menyerang Naruto.
Tetapi Naruto sebelum di serang Madara segera melarikan diri dengan Kaze Grawer. Dengan paksa, dia menggunakan Kaze Grawer membawanya pergi teleport meninggalkan Knight Empire dan di mulailah pertualangannya itu dan menghilang sebagai Legenda Hokage terhilang.
"Begitulah. Aku memaksa menggunakan Kaze Grawer untuk membawaku pergi dari hadapan Madara karena...," kata Naruto pelan dan semuanya melihat ke arahnya "..aku tahu aku tidak sanggup mengalahkan Madara dan yang pasti aku tidak mengerti mengapa Madara juga menyerang Sasori?" lanjut Naruto.
"Hm..begitu rupaya. Lalu Sasori katakan pada kami mengapa kamu bisa sampai di rumah dengan keadaan terluka," kata Shikamaru.
Sontak semua tatapan tertuju ke Sasori dan Sasori canggung di tatap oleh mereka yang seolah menuntut jawaban.
"Er..hm..sebenarnya aku juga begitu. Aku memaksa menggunakan Red Moon Grawer, kamu tahu kan Naruto, jika memaksa menggunakan Grawer untuk teleport maka kamu akan mengalami cedera karena efek Grawer itu besar. Waktu aku menggunakan itu..aku hanya berpikir untuk kembali ke Akasuna Mansion," jawab Sasori tenang sambil melirik Sakura sekilas. Lalu Sasori menceritakan semua kejadian penyerangan Madara terhadapnya termasuk ancamannya Madara kepada dia.
"Baiklah. Kita sudah tahu kejadian ini, berarti jika kita bisa simpulkan Madara itu mengincar kalian karena kalian adalah pengguna Grawer. Sebenarnya apa tujuannya mengambil Grawer milik kalian? Aku jadi penasaran akan hal itu," kata Shikamaru menganalisa cerita Naruto dan Sasori.
"Oh ya. Aku lupa cerita dengan kalian. Sebenarnya aku itu 3 tahun lebih kebanyakan bersembunyi di Hidden Forest atas suruhan nenek tua itu." Kata Naruto sambil mengingat sesuatu yang penting.
"NENEK TUA?" Tanya mereka semua bersamaan.
"I-iya. Nenek tua Lei. Aku di suruh diam ke Hidden Forest atas suruhannya dan menunggu salah satu Stars datang dan yang datang adalah Hinata." Celetuk Naruto.
"La-lady Lei? Kamu juga bertemu dengan Lady Lei? Kamu kenal dengannya Naruto?" Tanya Kent antusias
"Heh! Tentu saja! Katanya sebentar lagi akan di mulai perang di tanah ini dan Stars sudah mulai berkumpul. Aku di suruhnya menunggu kedatangan seseorang di Hidden Forest karena aku dan dia adalah salah satu Stars dari Star of Worlds, aku jadi ingin melihat siapa pemimpin Stars berikutnya, biar ku beritahu kalian. Lei itu sudah berusia 500 tahun makanya ku panggil dia nenek." Kata Naruto cerewet.
"Wew. Kamu ini sopanlah Naruto setidaknya dia memberitahumu cara menjinakkan Kaze Grawer dulu,tunggu dulu kamu bilang pemimpin Stars? Sebelumnya sudah ada perang Stars?" Tanya Sasori.
"Eh? Anda juga sudah mengenalnya dari sebelumnya tuan muda?" Tanya Kent melihat Sasori dan Sasori menggeleng kepalanya dan menjawab,"Tidak Kent. Aku hanya dengar cerita Naruto dulu sewaktu mendapatkan Kaze Grawer. Aku baru pertama kali bertemu dengannya di Wihki Island, jujur aku tidak menyangka dia berusia 500 tahun."
"Entahlah! Mana ku tahu! Ramalan nenek tua begitu, siapa juga yang percaya? Namanya juga mitos dari orang-orang dulu." Balas Naruto manyun lagi.
Stars? Star of Worlds? 500 tahun? Lady Lei itu? Tidak kelihatan dia berusia 500 tahun. Gila. Apalagi itu semua, pikiran Sakura tambah kacau mendengar percakapan mereka begitu juga Hinata yang sama sekali tidak mengerti percakapan mereka dan merasa di asingkan.
"Hei Naruto. Aku rasa kita juga harus mencari cara untuk mengembalikan Sakura dan Hinata ke dunia mereka." Kata Sasori.
Sakura mengangguk-angguk iya dan Hinata hanya tersenyum malu saja saat mereka membahas itu.
"Hm. Aku pernah soal itu Sasori. Menurut buku yang ku baca, kalau kita mengabungkan Grawers maka akan terbuka gerbang menuju dunia lain. Mengapa kita tidak mencobanya saja?" Tanya Naruto
"Benarkah itu?!" Tanya Sakura antusias dan sontak berdiri dari bangkunya.
"Er..Sakura. Tenang dulu. Itu hanya yang ku tahu dari buku yang ku baca milik perpustakaan Shinobi Kingdom dan ada cara lain juga." Jawab Naruto sedikit kaget ketika melihat Sakura berdiri dengan antusias.
"Aku dan Hinata harus kembali ke dunia kami, karena Hinata mempunyai keluarga di sana," celetuk Sakura.
"Cara lainnya gimana?" Tanya Sasori
"Menggunakan Shunsin Grawer," jawab Naruto singkat.
"Wew. Itu...," celetuk Shikamaru saat mendengar jawaban Naruto.
"Er..kalian kan pengguna Gra-grawar atau apalah itu, kalian kan bisa menggunakannya untuk mengembalikan kami ke dunia kami," jawab Hinata.
"Grawer Hime." Jawab Naruto memperbaiki ucapan Hinata.
"Baiklah, aku dan Naruto akan mencoba menggunakannya tetapi kalian berdua bisakah sabar sampai ke Kugutsu Kingdom? Aku ingin kembali ke sana untuk memastikan sesuatu," tawar Sasori.
"Iya. Tidak apa-apa Sasori. kami mengerti, maafkan kami." Kata Sakura menyesal.
"Tidak apa-apa Sakura," balas Sasori dengan tersenyum tulus.
Mereka semua melihat interaksi Sasori dengan Sakura yang terlihat mesra itu seperti melebihi kekasih itu hanya tersenyum-senyum dan Naruto melayangkan pandangan mesum kepada Sasori seolah berkata "Pastikan dirimu bercerita padaku."
"Baiklah setelah selesai ini semua, kita berangkat ke Kugutsu Kingdom. Perjalanan ini memakan waktu 3 hari." Kata Shikamaru dan mereka semua mengangguk-angguk mengerti.
3 hari kemudian..
Kugutsu Kingdom , Kingdom milik Akasuna no Sasori. Telah hancur berkeping-keping. Rumah-rumah yang terbakar tinggal puing-puing dan Akai no Kugutsu Castle runtuh tinggal sebagian yang utuh. Sasori sudah menduga bahwa Madara pasti akan menghancurkan Kingdom miliknya meski dia menyerahkan atau tidaknya Grawer miliknya. Mereka semua terkejut dengan pemandangan ini begitu juga Sasori meski di luar wajahnya datar tetapi Sasori marah campur terkejut. Kingdom terkuat dari seluruh Kingdom dan Empire di tanah ini hancur berkeping-keping dan sebagai calon King, dia tidak mampu melindungi rakyatnya...
"Sial. Akan ku balas kamu Madara! Kamu telah menghancurkan Kingdom milik tuan muda!" Teriak Kent emosi.
Sasori berjalan ke depan mendahului mereka dan Sakura yang melihat pria itu, punggung pria itu kelihatan sangat kecewa dan sedih. Dia tahu. Pria itu pasti sangat sedih melihat Kingdom miliknya di hancurkan. Sasori mengepalkan tangannya dan bersumpah bahwa dia akan membalas Madara yang telah menghancurkan segala miliknya.
"Sasori..," gumam Sakura.
"Ayo, kita masuk ke dalam Castle. Aku mau mencari sesuatu," kata Sasori cepat dan berjalan duluan meninggalkan mereka.
"Ini. Tidak bisa di maafkan. Naruto, aku akan kembali ke Shinobi Kingdom dan menjelaskan kepada para petinggi untuk memutuskan aliansi dengan Knight Empire! Mereka benar-benar telah merusak kedamaian yang telah di sepakati oleh seluruh Empire dan Kingdom!" Kata Shikamaru tegas.
"Pergilah Shikamaru. Aku sebagai Hokage akan memberikan kuasa untukmu menjalankan tugas itu dan kita tidak perlu beraliansi dengan sampah seperti Knight Empire," perintah Naruto sambil menyerahkan kunai emas bercabang 3 kepada Shikamaru dan pria berambut nanas itu menerimanya dengan mantap.
"Aku akan ikut denganmu Shikamaru, aku akan membantumu sebagai wakil dari Kugutsu Kingdom!" Tawar Kent.
"Baiklah, kamu ikut denganku Kent. Ayo kita ke Konoha City, capital Shinobi Kingdom!" Balas Shikamaru.
Sakura dan Hinata hanya memandang mereka semua sedih dan berusaha untuk memahami perang yang mereka hadapi saat ini. Sakura jadi teringat akan kebaikan dan kehangatan Akasuna no Sasori. Pria itu pasti sedang bersedih sekarang dan Sakura pun berlari masuk ke dalam lagi menyusul Sasori dan meninggalkan mereka berempat.
"Nona Sakura, pasti khawatir pada tuan muda," celetuk Kent.
"Iya, aku akan menunggu Sasori dan Sakura di sini bersama Hinata dan jika sudah selesai. Kami akan menyusul kalian berdua ke Konoha City." Kata Naruto.
Lalu Kent dan Shikamaru meninggalkan Naruto dan Hinata menuju Konoha City. Mereka berdua melihat kepergian kedua pria itu sampai hilang dari sosok pandangan mata mereka.
"Hime. Sebaiknya kita tunggu Sasori dan Sakura di rumah itu saja," tawar Naruto sambil menunjuk sebuah rumah kosong yang lumayan hancur akibat kebakaran.
"Ehm. Baiklah." Kata Hinata nurut karena dia tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi seperti ini.
Naruto dan Hinata pun berjalan pelan menuju rumah itu dan memasuki rumah itu. Sementara itu Sakura berlari-lari ke dalam Akai no Kugutsu Castle. Di castle yang luas ini , dia berlari-lari mencari Sasori tanpa memperdulikan sekelilingnya yang hancur. Gadis ini tanpa sadar mengkhawatirkan Sasori sehingga dengan berani memasuki castle ini padahal gadis ini tidak pernah datang kemari sebelumnya. Gadis berambut soft pink ini terus berlari menelusuri castle ini sampai dia berhenti di sebuah pintu yang terbuka menuju ruang bawah tanah.
Dia memasuki pintu itu dan melihat tangga yang besar dan menurun menuju ke bawah dan serta menyisakan penerangan cahaya matahari yang sedikit dari sela-sela batu atap dan jendela-jendela castle itu. Sakura pun mengatur nafasnya yang kelelahan akibat berlari tadi. Dengan tangannya dia menyeka keringat yang membasahi wajahnya lalu turun ke bawah melalui tangga itu. Sakura harus berhati-hati karena tangga itu tidak mempunyai pegangan dan sepertinya tangga batu itu terlihat sudah mulai rapuh.
Sakura mengedarkan pandangannya ke kiri dan kanan dan kemudian fokus turun ke bawah. Saat sudah sampai di bawah, dia melihat pria itu. Pria berambut merah itu berdiri membelakangi dirinya. Pria itu meneteskan air matanya. Ya, pria yang sedang menangis itu adalah Akasuna no Sasori. entah dapat dari dorongan mana, Sakura pelan-pelan berjalan mendekati pria itu dan memeluk pria itu dari belakangnya.
"Sasori.."
Sasori terkejut dengan suara yang memanggilnya belum lagi pemilik suara itu memeluk dirinya begitu erat. Haruno Sakura memeluk punggungnya dengan erat dan gadis itu perlahan meneteskan air matanya, Sasori dapat merasakan goncangan tubuh gadis itu. Dengan terisak Sakura berkata kepada Sasori
"Menangislah..aku akan ada di sini..aku mengerti..aku tahu apa yang kamu rasakan Sasori...," bisik Sakura.
-Continue-
Balasan Review
kensuchan : pria itu adalah Yura. Hahaha. Semoga ke depannya bisa update secepat petir. Wakaka! _^^_ Happy Reading!
uzumaki reverend : sudah di update, maaf lama ya! _^^_ Happy Reading!
Bunshin Anugrah ET : bukan Kent tetapi Yura. Sasori tidak di pukul siapa pun tetapi melarikan diri dengan menggunakan Red Moon Grawer. _^^_ Happy Reading!
Blue-senpai : sudah di lanjutkan! Semoga tidak mengecewakan _^^_ Happy Reading!
MaruRaito : Sudah di lanjutkan! Semoga memuaskanmu! _^^_ Happy Reading!
Thank you all yang sudah menunggu-nunggu kelanjutan cerita ini. Lily berharap ke depannya bisa update secepat kilat bagaikan Raikiri milik Kakashi. Hahaha. Maaf jika ada kesalahan. Buat yang sudah Review, Fav, dan Follow. Lily say thank you so much, tanpa ini semua Lily tidak ada apa-apanya. Thank you sudah mendukung fanfic pertama Lily. Ke depannya Lily berharap tidak ada kesalahan dan makin bisa update cepat. (Maaf juga di chap 7 ini tidak menyertakan nama-nama yang fav dan follow karena Lily tidak sempat lagi dan buru-buru ingin update cerita ini.)
ARIGATOU GOZAIMASU! _^^_ Happy Reading!
