"Karena kita melihat hal yang di lakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Kita kan termasuk orang yang belum menikah Sakura. Ja-jadi itu hal yang sangat aneh dan ciuman hanya dapat di lihat saat pernikahan seseorang. Jika kasus kayak tadi , kita di anggap mengintip," jelas Sasori polos dan sedikit terbata.
Ya, jawaban polos Akasuna no Sasori berhasil membuat Sakura melongo. Lalu pria itu? Masih berjongkok menahan gugup dan malu.
Naruto © Masashi Kishimoto
Star of Worlds © Namikaze Lily
Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.
Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)
For safety , Rate : M
Happy Reading All _^^_
Chapter 9
Konoha City, capital Shinobi Kingdom
"Apa maksudmu? Kenapa aku tidak boleh menemui para petinggi? Aku datang membawa pesan dari Hokage dan wakil dari Kugutsu Kingdom!" Teriak Shikamaru emosi.
Shikamaru telah tiba bersama Kent 3 jam lalu di Konoha City dan mereka sedang di tahan oleh Ibiki, ninja Konoha, ketua bagian keamanan di Konoha City.
"Ini berdasarkan rapat yang di adakan 2 hari lalu Shikamaru,kau sudah di tetapkan sebagai buronan class S di tanah Xincland ini. Meskipun kau membawa pesan dari Hokage ,tidak akan ada yang percaya padamu sekarang, karena kau telah membantu Prince Sasori melarikan diri,Shinobi Kingdom di anggap berbahaya karena telah membantu seorang pembunuh Queen, dan oleh sebab itu para petinggi memutuskan untuk menahanmu ataupun membekukan masa jabatanmu Shikamaru," jelas Ibiki serius.
"Tetapi tuan muda Sasori tidak bersalah sama sekali! Tu-tuan muda Sasori tidak meracuni Queen Bella sama sekali!" Bela Kent yang berdiri di antara mereka berdua.
Ibiki memandang Kent begitu juga Shikamaru yang sudah kesal karena perlakuan Ibiki. Dia adalah perdana menteri Shinobi Kingdom, tangan kanan Hokage. Di perlakukan tidak adil sama sekali oleh negaranya sendiri? Go to hell ya.
"Sial!" Pekik Shikamaru menggertakkan giginya rapat menahan emosi.
"Aku mengerti perasaanmu Shikamaru, berpikirlah dengan tenang. Aku di sini juga akan membantumu, karena aku percaya dengan ceritamu bahwa Hokage telah kembali," kata Ibiki tenang.
"Itu sudah tidak di perlukan lagi, karena Hokage yang baru adalah aku Ibiki," kata seorang pria yang tiba-tiba datang menyela percakapan mereka.
Sontak mereka bertiga melihat ke arah seorang pria yang datang bersama beberapa orang yang bertopeng untuk mengawal pria itu. Shikamaru , Kent dan Ibiki terkejut dengan kedatangan pria itu. Pria yang mempunyai 3 guratan yang sama dengan Naruto, memakai baju ungu dengan lambang angin hitam yang berada di punggungnya , wajah yang sama dengan Naruto hanya yang membuat mereka berbeda adalah rambut jabrik berwarna hitam yang di milikinya.
Pria itu berjalan mendekati mereka bertiga dan menatap mereka intens. Shikamaru, Ibiki , dan Kent shok. Ya, mereka mengenal pria itu sebagai kembaran Hokage Shinobi Kingdom, pemimpin keamanan yang bernama ANBU Squad khusus Shinobi Kingdom ,Namikaze Menma. Kembaran dari Namikaze Naruto. Jika Naruto di gambarkan sebagai pria yang ceria dan penuh dengan warna maka kembarannya adalah seorang yang dingin dan penuh dengan misterius, seolah tidak ada yang dapat mengetahui isi hatinya.
"Me-menma! Kau! Apa maksudmu kau menjadi Hokage?" Tanya Shikamaru terkejut dan belum bisa menguasai keterkejutannya begitu juga Ibiki dan Kent.
"Mulai hari ini, aku adalah Hokage dan Shikamaru, kau bukan lagi perdana menteri Shinobi Kingdom, karena aku telah menunjuk Uchiha Obito sebagai tangan kananku. Lalu Nara Shikamaru, kau telah di usir dari Shinobi Kingdom serta Namikaze Naruto juga di jadikan buronan class S. Sebaiknya kau cepat meninggalkan Kingdom ini atau kalau tidak , aku akan menangkapmu sekarang," jelas Menma dingin.
Menma menunjukkan keseriusannya, dengan dingin dia mengusir Shikamaru. Baik Shikamaru, Kent, maupun Ibiki menelan ludah. Inikah karisma yang di miliki oleh Namikaze yang seorang lagi? Tidak dapat membayangkannya jika di bandingkan dengan karisma milik Namikaze yang satu lagi. Kembar tetapi berbeda , memang benar kata orang. Kembar belum tentu mempunyai kepribadian yang sama. Melawan Namikaze Menma hanya akan membuat hidupmu mati sia-sia, pikir mereka.
Lalu Menma berbalik berjalan meninggalkan mereka. Shikamaru yang merasa tidak terima pun tanpa sadar telah maju selangkah. Shikamaru tidak puas dengan penjelasan Menma, yang ingin dia utarakan adalah kejadian yang sesungguhnya.
"Tunggu Menma!" Teriak Shikamaru dan itu berhasil membuat Menma berhenti. Melirik Shikamaru dengan ujung ekor matanya seolah menyiratkan , "Apa yang mau kau katakan lagi?"
"Naruto telah kembali dan kau harusnya mendengar ceritaku! Kugutsu Kingdom telah di hancurkan! Sasori tidak bersalah sama sekali! Dia diserang oleh Madara, begitu juga Naruto 3 tahun yang lalu! Sasori membutuhkan bantuan kita! Tidak, Kugutsu Kingdom membutuhkan Shinobi Kingdom." Jelas Shikamaru emosi.
"Ya! Tuan muda Menma, tuan muda Sasori dan tuan muda Naruto telah berkumpul di Kugutsu Kingdom!" Sambung Kent membantu Shikamaru menjelaskan.
"Aku tidak peduli dengan Kingdom yang sudah hancur dan lalu..aku tidak percaya dengan cerita kalian. Pergilah sebelum aku turun tangan menghadapi kalian berdua langsung. Soal clan Nara, ayahmu Shikaku yang akan memegang jabatan itu kembali," kata Menma dan kali ini berjalan meninggalkan mereka.
Shikamaru, Kent , dan Ibiki pun memandang kepergian Menma dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Lalu mereka bertiga saling memandang, dengan wajah penuh penyesalan, Ibiki menepuk bahu Shikamaru.
"Maafkan aku Shikamaru, Kent, kalian sudah dengarkan? Sebaiknya kalian cepat pergi tinggalkan Konoha. Aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian lebih lama lagi di sini," terang Ibiki dengan penuh penyesalan.
"Tidak. Kami tidak apa-apa. Ayo kita pergi Shikamaru, kita harus kembali menemui tuan muda Sasori dan tuan muda Naruto secepat mungkin, sebelum mereka menuju ke sini," tutur Kent cepat dan Shikamaru pun mengangguk setuju.
"Sampaikan salamku pada Hokage Naruto, biar bagaimanapun..dia masih Hokage bagiku. Aku tidak tahu Menma menjadi Hokage, para petinggi tidak berkata apa-apa. Sepertinya akan terjadi perang lagi..," tutur Ibiki pelan.
"Ya, terima kasih Ibiki, kami akan menggunakan jalur cepat untuk kembali menemui Naruto dan Sasori," celetuk Shikamaru.
"Ayo pergi tuan muda Shikamaru!" Ajak Kent dan Shikamaru pun mengangguk iya. Lalu mereka dengan cepat pergi berlari meninggalkan Ibiki yang menatap mereka berdua cemas. Di balik itu, Namikaze Menma mengintip kepergian mereka dengan pandangan yang sulit di artikannya.
ANBU Headquarters, West Konoha City, capital Shinobi Kingdom.
"Aku mengatakan kebenaran ini kepadamu Menma. Aniki yang kau banggakan telah membantu Akasuna no Sasori meracuni Queen Bella," kata Madara tenang saat mengunjungi Menma.
Kedatangan Madara di markas ANBU membuat Menma terkejut. Bagaimana mungkin seorang Madara yang hanya sendiri saja memasuki wilayah ANBU milik Shinobi Kingdom. Pertahanan militer terkuat kedua di tanah Xincland selain Kugutsu Kingdom. Akan tetapi berbeda halnya untuk seorang Madara.
Dia dapat menembus pertahanan milik Shibobi Kingdom dengan mudahnya. Namikaze Menma, sang pemimpin ANBU menelan ludahnya dan dengan gugup dia menatap Madara yang telah tersenyum sinis kepadanya. Jika salah berbicara ataupun melakukan gerakan aneh sedikit saja, dia mungkin akan terbunuh malam ini. Bukan hanya kedatangan Madara yang diam-diam dan juga menembus pertahanan Konoha City ini membuat Menma shok akan tetapi juga kabar berita yang di beritahukan oleh Madara.
Sekilas Menma menatapnya serius, akan tetapi di balik tangannya, dia telah bersiap dengan pedang kecil berwarna hitam untuk melawan Madara. Pria berjabrik hitam ini begitu emosi saat mendengar Naruto, kakak kembarnya terlibat pembunuhan terhadap Queen Bella. Menma tidak percaya akan hal ini, oleh sebab itu, dia akan mencoba mengorek informasi dari Madara.
"Kau pandai berkelakar malam ini Lord Madara, ingatlah. Kau berada di wilayahku. Jangan sembarangan menuduh Hokage, dia adalah pemimpin Shinobi Kingdom," provokasi Menma.
Madara mendengus dan tersenyum licik. Dengan tenang dia menjentikkan jari telunjuknya seolah mengatakan pada Menma, jangan meremehkanku.
"Kau ingin saksi hidup?" Tanya Madara.
Belum sempat Menma menjawab pertanyaannya Madara memiringkan badannya sedikit dan berkata , "Keluarlah! Beritahu bocah Namikaze ini!"
Lalu seorang pria masuk ke ruangan Menma dan menyapanya, "Tuan muda Menma.."
Menma tidak percaya ini dan dengan mulut termanga serta mata yang melotot dengan lebar..
"Kau..tidak..mungkin..," gumam Menma shok.
Snajach City, West (tetorial) Snamedic Kingdom
Di sebuah tanah kosong yang tidak jauh dari keramaian kota, dua orang pria yang berasal dari dua Kingdom berbeda bertemu. Pertemuan yang tidak terduga satu sama lain.
"Kau!" Pekik dua orang pria yang bertemu satu sama lain. Mereka berdua tersenyum misterius.
"Genma, aku tidak menyangka akan bertemu dengan kau di sini," celetuk pria mempunyai mata onyx serta memakai pelindung kepala dengan lambang pedang keperakan terbalik dan jubah hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
"Aku juga terkejut dengan pertemuan ke-120 kita Yamato, ku harap kali ini aku yang akan memenangkan pertarungan ini," celetuk Genma yang menggigit sebuah jarum yang menjadi ciri khasnya.
"Jadi? Pertarungan apa yang kau inginkan kali ini? Ah! Apakah tugas dari Queen Tsunade kali ini dapat membuatmu bertarung denganku?" Sindir Yamato dengan senyum licik.
"Tentu saja bisa , karena tugasku adalah mencari seseorang yang sangat penting untuk Queen-ku. Kau sendiri buat apa ada di wilayah kami? Bukannya kau menemani Lord Kakashi di Mansion Hatake? Kau yang menang waktu itu, kau saja yang menentukan tema pertarungan kita," celetuk Genma malas.
"Huh! Kebetulan sekali, aku mencari informasi seseorang berdasarkan perintah Lord Kakashi, sepertinya ini akan menjadi menarik. Bagaimana tema pertarungan kita adalah mencari info orang itu dan menemukan orang itu? Siapa yang dapat menemukan target, dia lah pemenangnya," tawar Yamato percaya diri.
"Huh. Jadi ceritanya saling menukar informasi. Bukannya aku jadi mempunyai 3 pekerjaan? Aku ingin tahu siapa orang yang kau cari terlebih dahulu, biar bagaimana pun aku sebentar lagi harus melawanmu di medan perang, kali saja aku mati," balas Genma asal.
"Hei! Jangan sembarangan bicara, biar Snamedic Kingdom melawan Knight Empire, kami aliansi dari SilverStone Kingdom tidak terlibat dalam perang ini. Hanya pasukan milik Knight Empire sendiri yang akan maju berperang. Jadi kau tidak akan bertemu denganku di medan perang nanti," terang Yamato sedikit kesal.
"Oh. Jadi? Kalian aliansi hanya diam dan tidak mengeluarkan bala bantuan?" Tanya Genma lagi.
"Tentu saja, Lord Kakashi memutuskan SilverStone Kingdom sebagai posisi netral, begitu juga Shinobi Kingdom dan Kugutsu Kingdom, tetapi malahan terjadi peristiwa Prince Sasori di tuduh sebagai pelaku yang meracuni Queen Bella, kemudian Kugutsu Kingdom hancur dalam waktu bersamaan." Terang Yamato panjang lebar.
"Lalu siapa yang mau kau cari sebenarnya? Cerewet sekali kau hari ini, ditanya satu jawabnya sepuluh. Aku heran dengan otakmu," sindir Genma malas.
"Nani?! Kau! Gr..ehm (berdehem) tentu saja mencari Prince Sasori, ini adalah suruhan Lord Kakashi..dia tidak percaya bahwa Lord Sasori adalah pelakunya.." erang serta terang Yamato dengan suara pelan seolah tidak ingin ada yang mengetahuinya.
Padahal di sana hanya ada mereka berdua. Genma sedikit terkejut dengan pernyataan Yamato dan tersenyum licik.
"Hei Yamato. Sepertinya aku tidak jadi melakukan 3 pekerjaan, tema pertarungan kita tidak bisa jadi pertarungan, karena tujuan kita sama. Bagaimana kita menjadi tema kerja sama saja? Aku mendapat bagianku dan kau mendapat bagianmu juga. Jadi seri saja," tawar Genma
"Huh! Jadi kau juga mencari Prince Sasori? Baiklah. Kuterima tawaranmu, sepertinya tidak buruk bekerja sama denganmu," balas Yamato tersenyum meremehkan Genma.
"Ya, ide yang bagus bukan? Sekali-kali kita harus berhenti bertarung dan bekerja sama mendapatkan target kita," kata Genma dengan nada santai.
Kugutsu Kingdom
"Er..jadi tadi kalian tidak sengaja berciuman?" Tanya Sakura dengan nada yang hati-hati. Naruto melipat tangan dengan sebal, membuang mukanya. Hinata memilin jari-jarinya tertunduk malu.
"Er..terus kalian tidak menikah ya?" Tanya Sasori lebih malu. Mereka berempat duduk di satu meja setelah kejadian memalukan tadi. Kesalahpahaman dan kecelakaan kecil, yaitu ciuman.
Tiba-tiba Naruto berteriak dan mencak-mencak, "Sudah ku bilang kalian salah paham! Aku dan Hinata-chan belum menikah! Ciuman tadi hanya kecelakaan!"
Sasori dan Sakura yang duduk bersebelahan tanpa sadar saling mendekat karena kaget mendengar penjelasan Naruto yang emosi. Begitu juga dengan Hinata yang semakin menunduk malu akibat Naruto mengatakan kata "Ciuman."
"Er..tapi kamu memanggilnya suffiks-chan. Kalau begitu kalian kan harus menikah menurut peraturan perundangan pernikahan tanah Xincland," terang Sasori sedikit hati-hati karena kaget akibat teriakan Naruto barusan.
"Kau! Arghhh! Iya! Iya! Sudahlah! Bisakah kita melupakan hal ini?" Teriak Naruto frustasi sambil mengacak-acak kepalanya yang tidak gatal. Diam-diam Hinata mencolos saat mendengar pernyataan Naruto barusan. Padahal itu adalah ciuman pertamanya. Meskipun itu bentuk kecelakaan, tetap saja Hinata merasa itu penting. Padahal Hinata selalu memimpikan akan melakukan ciuman itu bersama dengan orang yang di sukainya tetapi beda dengan kenyataan, karena ciumannya di rebut oleh Naruto. Lelaki yang di sampingnya ini menyangkal habis-habisan. Sontak Hinata menjadi murung dan Sakura menyadari perubahan Hinata itu.
"Iya. Iya. Maafkan aku , salah menangkap maksudmu waktu itu, salahmu juga sok mengatakan menurutmu bagaimana?" Balas Sasori tenang.
"Sasori! Sejak kapan kau menjadi menyebalkan seperti si Teme!" Bentak Naruto
"Hmm, sejak kau meninggalkan Knight Empire 3 tahun lalu mungkin," celetuk Sasori santai dengan wajah tidak berdosa. Naruto pun mendekatkan wajahnya ke Sasori.
"Kau!" Geram Naruto.
Hinata semakin murung dan ingin menangis , Naruto sepertinya sangat tidak suka dengan kecelakaan tadi. Pria ini benar-benar menyangkalnya , meski kecelakaan. Bukankah itu keterlaluan sikap Naruto? Bisakah dia menganggapnya seperti biasa atau mungkin menanggapinya santai. Naruto yang mencak-mencak seperti ini malah membuat Hinata merasa tidak nyaman.
Sakura benar-benar memperhatikan Hinata dan tanpa sadar menarik-narik celana Sasori yang duduk di sebelahnya. Sasori yang menyadari perbuatan Sakura pun melihat ke arah Sakura dan melihat gadis soft pink itu menatap Hinata yang tertunduk sendu, sedangkan Naruto? Pria yang tidak peka. Tanpa memperhatikan Hinata dan keadaan gadis itu , terus saja mengoceh ke arah Sasori.
Sasori pun kesal dengan ocehan Naruto yang tidak dapat berhenti itu, dan kemudian dengan tangannya mendorong wajah Naruto sedari tadi menantangnya.
"Auh! Ouch! Kau!" Pekik Naruto kesakitan memegang wajahnya.
Sasori dan Sakura menatap Naruto dengan pandangan sebal. Naruto yang melihat mereka berdua begitu hanya bergumam ,"Eh?" lalu ke arah Hinata. Gadis itu tertunduk menahan air matanya. Dengan panik Naruto pun menggoyangkan tubuh Hinata untuk menghadapnya.
"Hime! Kau menangis?! Maafkan aku! A-aku! Aku tidak bermaksud begitu! Kau tidak apa-apa?" Teriak tanya Naruto panik.
Hinata terkejut dengan perlakuan Naruto dan dia sekarang berhadapan dengan Naruto yang menatapnya khawatir.
"Ah..mata langit biru itu..benar-benar membuatku tenang, tetapi..." Batin Hinata bahagia bercampur sendu. Dia senang Naruto yang mengkhawatirkannya akan tetapi Hinata juga terluka dengan kejadian ini kemudian Hinata terpaksa tersenyum. Mencoba membuat suasana ini semakin tidak runyam.
"A-aku tidak apa-apa Naruto-kun!" Jawab Hinata dengan sedikit terpaksa.
Naruto menatap Hinata khawatir , begitu juga Sasori dan Sakura.
"Er..kalau begitu, bagaimana kita mencari makanan? Kita kan menunggu kabar dari Shikamaru dan Kent. Aku sudah lapar. Menurutmu bagaimana Sasori?" Tanya Sakura untuk mengelak peristiwa tidak nyaman ini. Sasori yang mengerti maksud Sakura pun tersenyum.
"Kebetulan , aku juga sudah lapar. Bagaimana dengan kalian berdua?" Tanya Sasori.
"Kami juga akan ikut mencari makanan, berempat lebih baik, mengingat bahayanya kita," jawab Naruto dengan lugas, melupakan masalah ini.
Mereka berempat pun keluar dari rumah itu bersamaan mencari makan malam. Malam yang panjang dan hari yang melelahkan bagi mereka semua. Setelah mencari makan malam di rumah penduduk-penduduk yang kosong, lebih tepatnya di antara puing-puing rumah kota ini, mereka mengisi perut dan akhirnya bermalam di situ.
GradCurl Castle , GradKnight City, capital Knight Empire
Di dalam castle terjadi rapat terbesar yang sangt jarang sekali di adakan oleh Knight Empire. Seluruh komandan divisi Knight Empire beserta aliansi komandan untuk Knight Empire pun di juga di ikutsertakan dalam rapat ini, minus komandan Red Knight Empire dan Yellow Knight Empire. Suasana tegang dan kaku menyelimuti ruangan ini. Rapat ini di pimpin oleh tangan kanan Queen Bella untuk membahas Prince Sasori yang meracuni Queen Bella yaitu Madara.
Bukan hanya komandan-komandan penting yang menghadiri rapat ini, para petinggi serta menteri-menteri Knight Empire pun hadir dalam rapat ini. Dari sebelah kanan meja depan, Deidara komandan Silver Knight dan divisi ketentaraan pangkat 2 , KcSteld Dave wakil dari KcSteld Empire,komandan Blue Knight dan divisi ekonomi divisi pangkat 2 serta Zetsu komandan Grey Knight Empire dan divisi arsitektur pangkat 2 duduk bersama dalam satu meja.
Lalu Lutherford Eagle, komandan purple Knight Empire dan divisi akademi pangkat 2, Hatake Kakashi wakil dari SilverStone Kingdom, komandan Black Knight Empire dan divisi penduduk pangkat 2 , serta Matsuyama Shiho, komandan Orange Knight Empire dan divisi ahli strategi pangkat 2 duduk bersama di satu meja yang sama.
Kemudian Qing Yon , wakil dari Sing Empire , komandan White Knight Empire dan divisi kebudayaan pangkat 2 duduk bersama Shain Pison, komandan Green Knight Empire dan divisi persenjataan pangkat 2. Ini adalah ke sepuluh komandan khusus yang di bentuk oleh Queen Bella sendiri yang minus Akasuna no Sasori dan Nara Shikamaru. Madara membuka rapat ini dengan topik Sasori yang meracuni Queen Bella.
"Kerja bagus Zetsu dan Pison. Kalian telah meruntuhkan Kugutsu Kingdom. Ini pembalasan yang setimpal untuk perbuatan Sasori terhadap Queen Bella," kata Madara pertama.
'Suatu kehormatan mendapat pujian dari anda Lord Madara," kata Zetsu dengan menunjukkan gigi taringnya di sertai anggukan Pison.
"Ahhh, jadi Sasori-ku telah jadi buronan class S ya? Padahal aku sudah lama tidak pulang ke GradKnight City. Kalian jahat sekaliii." Komentar Shiho manja saat membahas masalah Sasori.
"Huh! Itu adalah kesalahannya. Dia telah berani meracuni seorang Queen. Padahal dia tahu bahwa dia adalah bentuk aliansi Kingdomnya di sini," cerca Dave.
"Kau jangan menghina Sasori-ku! Kurang ajar!" Teriak Shiho manja lagi.
"Alah, nada bicaramu sepertinya kau senang sekali dia tersingkir dari Knight Empire ini" sindir Qing Yon kepada Dave.
"APA! Kau mengajak bertengkar?!" Teriak Dave tidak terima dengan sindiran Qing Yon.
"Boleh saja! Bagaimana denganmu Deidara? Saingan abadimu sepertinya sebentar lagi tinggal nama." Kata Qing Yon pada Deidara yang biasanya ribut kini terdiam dan menanggapi kata Qing Yon dengan dingin.
Kakashi dan Eagle hanya terdiam saja mendengar komentar-komentar dari mereka semua. Kakashi mengamati mereka semua dan kemudian ke arah Madara. Dia melihat Madara tersenyum licik dan seolah senang dengan pemandangan pertengkaran para komandan yang ada di sini. Begitu juga dengan Eagle sampai berkeringat dingin, dia dapat melihat senyuman Madara yang menyiratkan bahaya yang mengancam.
"Pokoknya, selain masalah ini sambil menunggu kesembuhan Queen Bella dan pemburuan terhadap Akasuna no Sasori, Nara Shikamaru serta Namikaze Naruto. Aku ingin kalian dengar baik-baik, 2 hari lagi kita akan berperang dengan Snamedic Kingdom. Aku ingin nama komandan yang disebutkan di sini maju berperang bersama dengan tentaranya." Terang Madara memotong perkelahian mereka semua. Sontak semua melihat ke arah mereka.
"Lord Madara, aku Hatake Kakashi selaku wakil SilverStone Kingdom menyatakan tidak akan ikut serta dalam perang ini." Kata Kakashi.
"Hm. Baiklah Kakashi. Aku mengerti tugasmu yang telah sibuk mengurus seluruh penduduk Knight Empire ini," balas Madara.
"Terima kasih atas pengertianmu," jawab Kakashi singkat.
Eagle duduk di samping Kakashi hanya memandang pria bermasker hitam itu dengan tatapan cemas. Begitu juga dengan orang-orang yang berada di ruangan itu terkejut dengan ke tidak ikut sertaan dari Hatake Kakashi. Padahal divisi Black Knight Empire adalah yang terkuat ketiga setelah Red Knight Empire dan Yellow Knight Empire. Ini hanya memperlihatkan kelemahan kekuatan Knight Empire.
"Komandan Orange Knight Empire Matsuyama Shiho dan komandan Green Knight Empire Shain Pison, kalian yang akan maju berperang melawan Snamedic Kingdom bersama tentara kalian dan assist kalian adalah komandan Blue Knight Empire, KcSteld Dave." Kata Madara lagi.
"Siap Lord Madara!" Jawab Shiho, Pison, dan Dave serentak.
"Ah, sebelum itu. Untuk mengisi kekosongan pemerintahan Red Knight Empire dan Yellow Knight Empire, di sini aku akan memperkenalkan seseorang. Dia adalah komandan yang tidak kalah kuatnya dengan Akasuna no Sasori bahkan Namikaze Naruto maupun Nara Shikamaru. Masuklah kau," kata Madara mempersilahkan seseorang masuk ke dalam ruang rapat mereka.
Lalu pria itu memasuki ruangan itu. Sontak semua orang terkejut bahkan ada yang berdiri dengan kedatangan pria itu, termasuk Kakashi dan Eagle sendiri.
"Me-menma?" Panggil Kakashi shok.
"Ya, dia adalah komandan baru yang terpanggil untuk memimpin Yellow Knight Empire sebagai wakil dari Shinobi Kingdom, begitu juga Red Knight Empire di bawah pengawasannya, karena Kugutsu Kingdom telah kita hancurkan. Dia adalah Hokage baru yang di angkat sekaligus pemimpin keamanan di Shinobi Kingdom , ANBU Squad, yaitu Namikaze Menma." Terang Madara panjang.
"Namikaze Menma, yoroshiku," kata Menma datar dan dingin.
"Ti-tidak mungkin..bagaimana dengan Naruto?" Gumam Eagle pelan yang shok begitu juga Kakashi yang juga shok dengan kedatangan Menma.
Badai tidak terelakkan lagi...
Beberapa hari kemudian..
"Kalian lama sekali. Kenapa membutuhkan waktu yang lama untuk kembali ke Kugutsu Kingdom?" Celetuk Naruto yang berkacak pinggang melihat kedatangan Shikamaru dan Kent yang telah kembali dari Shinobi Kingdom.
"Kita tidak dapat menggunakan jalur cepat karena Mon Power tidak dapat di gunakan. Sepertinya ada seseorang yang mengunci Mon Power, kita dapat menggunakannya lagi," terang Shikamaru menjelaskan keterlambatan mereka kepada Sasori, Naruto, Sakura , dan Hinata.
"Mon Power tidak dapat di gunakan? Apa maksud kalian?" Tanya Naruto keheranan.
"Sudahlah, yang penting sekarang mereka telah kembali. Bagaimana dengan Shinobi Kingdom? Ceritakan pada kami semuanya." Potong Sasori cepat.
Mendengar pertanyaan dari Sasori, Kent dan Shikamaru pun saling berpandangan. Mereka rasanya enggan sekali untuk memberitahukan pada Sasori dan Naruto hasil kepergian mereka dari Shinobi Kingdom.
"Gluk. Ehm. Tuan muda Sasori..tuan muda Naruto.. tuan muda Menma..dia menjadi Hokage..." Tutur Kent pelan.
Sasori dan Naruto melototkan mata mereka seolah tidak percaya dengan pernyataan Kent barusan. Sakura dan Hinata yang tidak mengerti dengan topik ini pun bingung dengan perilaku pria-pria ini.
"A-apa maksudmu! Shikamaru!" Teriak Naruto kaget dan melihat ke arah Shikamaru seolah menuntut penjelasan lebih.
Shikamaru mengangguk iya dan dengan menunjukkan rasa bersalah pada Naruto, dia tidak sanggup menatap Naruto dan Sasori sesaat. Lalu kemudian menatap mereka semua dengan serius.
"Itu..." Kata Shikamaru memulai memberi penjelasan. Dengan serius dia menceritakan semua apa yang terjadi selama mereka di Shinobi Kingdom , Kent juga membantu Shikamaru menjelaskan segala sesuatunya, Naruto dan Sasori terkejut dan shok menerima kabar itu. Lalu Sakura dan Hinata yang mendengar cerita itu juga ikut prihatin seolah mereka dapat merasakan apa yang dapat di rasakan ke empat pria itu.
Jika dikatakan untuk tidak prihatin atas keadaan ke empat pria itu juga tidak bisa lagi. Sebab dari sejak awal Sakura dan Hinata telah terlibat jauh lebih dalam masalah dunia ini. Perang tidak dapat di elakkan lagi di tanah Xincland ini serta pengkhianatan dan tuduhan palsu sudah di alami oleh ke empat pria ini.
"Jadi..begitu rupaya. Menma menggantikanku menjadi Hokage dan aku juga di tuduh membantu Sasori melarikan diri dan jadi buronan class S," keluh Naruto.
"Ya, begitulah, kami juga terkejut saat di tahan oleh Ibiki. Ah. Ibiki mengatakan dia menyampaikan salam padamu, dia berkata bahwa bagi dia kau tetap Hokage di Shinobi Kingdom," terang Shikamaru.
"Benarkah?" Tanya Naruto kaget sekaligus tidak percaya. Shikamaru tersenyum mengangguk iya begitu juga Kent. Tanpa sadar Naruto hampir meneteskan air matanya. Ya, masih ada yang tetap menganggapnya pemimpin Shinobi Kingdom, Hokage Shinobi Kingdom. Sasori, Sakura , dan Hinata lega saat melihat Naruto. mereka turut bahagia dengan berita ini, setidaknya masih ada yang menaruh kepercayaan pada Naruto di Shinobi Kingdom.
"Baiklah. Kita sudah tahu apa yang terjadi dengan status kita dan serta dengan kondisi kita ini. Aku yakin kita akan tetap menjadi buronan. Percuma melarikan diri lebih lama lagi. Aku.." Terang Sasori tiba-tiba yang kemudian terhenti. Mereka berlima menatap Sasori intens dan sesaat Sasori memejamkan matanya.
"Aku akan mendirikan Army baru untuk melawan Knight Empire. Aku akan menghentikan kekejaman , kekejian, kecurangan serta ambisi Madara. Aku yakin Queen Bella di sandera olehnya, Empire dan Kingdom lain yang dia hancurkan. Dia adalah dalang dari semua ini!" Kata Sasori dengan serius.
Wajah Sasori sangat serius saat mengutarakan keinginannya. Berbeda dengan Sasori yang biasanya tenang dan santai. Yang selalu menanggapi situasi sulit dengan malas bahkan terkesan main-main. Mereka berlima terkejut saat melihat ekspresi wajah Sasori tetapi gagasan itu langsung di respon oleh Naruto dengan berteriak, "Yosh! Aku akan ikut denganmu Sasori!"
Begitu juga disertai anggukan Kent dan Shikamaru yang telah tersenyum semangat seolah mereka menemukan hal baru untuk di kerjakan. Sakura yang melihat Sasori dari samping terpana dengan pria itu. Entah kenapa setiap kali melihat pria itu berkata-kata sekarang ataupun dia melakukan sedikit gerakan saja, itu menjadi candu bagi Sakura. Ya, Haruno Sakura tidak dapat melepaskan pandangannya dari seorang Akasuna no Sasori.
"Lalu, kau merencanakan apa Sasori setelah mendirikan Army baru. Pasti kau memerlukan ahli strategi, wakil pemimpin serta tentara-tentara bahkan aliansi yang mau bekerja sama denganmu. Hal-hal yang lain juga seperti Headquarters untuk Army-mu," kata Shikamaru bertubi-tubi.
"Heh! Tentu saja Namikaze Naruto ini menjadi wakil ku lalu ahli strategiku adalah kau, Nara Shikamaru! Lalu McKlark Kent akan menjadi komandan peranghku yang pertama! Tentu saja kita juga akan berpetualang mencari-cari aliansi yang mau bergabung dengan kita. Soal Headquarters , aku sudah menemukan tempat yang paling bagus di tanah Xincland ini," terang Sasori dengan nyengir.
"A-apa! Kau! Mengapa gampang sekali memutuskan hal seperti ini? Selalu seenaknya saja." Keluh Shikamaru sambil memijit kepalanya
"Hahaha! Seharusnya kau sudah kenal sifat Sasori yang sama denganku Shikamaru!" Jawab Naruto dengan semangat seolah setuju dengan Sasori begitu juga Kent yang mengepalkan tangannya dengan semangat.
"Mendokusai. Lalu bagaimana dengan Sakura dan Hinata? Kapan kalian akan mencari cara mengembalikan mereka di dunia asal mereka?" Tanya Shikamaru menunjuk kedua gadis itu.
Lalu perhatian mereka teralihkan dengan kedua gadis itu yang memandang mereka dengan grogi. Kedua gadis itu terkejut karena tiba-tiba mereka menjadi pusat perhatian ke empat pria itu.
"Oh iya. Aku sampai lupa tujuanku semula," tutur Sasori malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mengembalikan? Itu.." kata Naruto yang tiba-tiba teringat perkataan Lei yang mengatakan dunia Hinata dan Sakura hancur.
"Ada apa tuan muda Naruto?" Tanya Kent yang penasaran dengan pernyataan Naruto barusan.
"Eh! Ti-tidak apa-apa!" Jawab Naruto cepat.
Sakura dan Hinata pun saling memandang dan tersenyum mengangguk setuju. Lalu kedua gadis itu menatap ke empat pria itu dengan intens.
"Kami tidak apa-apa Sasori, jika kami memang belum waktunya kembali ke dunia kami, bolehkah kami membantu kalian? Mungkin kami malah jadi beban kalian." Kata Sakura tulus.
Ke empat pria itu terkejut dengan pernyataan Sakura, dengan cepat Sasori memegang kedua bahu Sakura.
"Ka-kau yakin Sakura? A-aku. Aku pasti akan mengembalikanmu ke duniamu, lalu kau bukan beban bagiku begitu juga dengan Lady Hinata. Kemanapun aku pergi akan tetap membawamu bersamaku," terang Sasori serius.
"E-eh? Iya." Jawab Sakura terkejut dengan pernyataan Sasori. Tatapan pria berambut merah darah itu telah membius emelardnya.
Rona kemerahan menjalar memenuhi pipinya. Gadis itu seolah tidak dapat bernafas. Mungkin. Kata-kata Sasori tadi adalah sebuah janji yang mengembalikannya ke dunianya tetapi kalimat terakhir tadi seolah melamar dirinya untuk menikah dengannya. Itulah pikiran Sakura.
Naruto dan Hinata terkejut dengan pernyataan Sasori barusan. Naruto tidak menyangka sahabatnya Sasori dapat berkata dan berjanji seperti itu dengan seorang gadis begitu juga dengan Hinata, gadis lavender itu tidak menyangka betapa Sasori memperhatikan sahabatnya Sakura. Kent hanya tersenyum bahagia seolah-olah dia adalah orang tua Sakura dan Sasori yang menyetujui pernikahan mereka. Padahal itu hanyalah sebuah janji, Shikamaru? Pria itu hanya mendengus Mendokusai tetapi kemudian tersenyum karena dia sudah tahu. Sebab Shikamaru sudah memperhatikan perubahan Sasori sejak kedatangan Sakura di dunia mereka.
"Hiaaattt! Kali ini aku yang akan sampai duluan di garis finish!" Teriak seorang pria dari kejauhan sedang adu lari kecepatan dengan pria yang di sampingnya.
"Tidak! Aku yang duluan Yamato!" Teriak pria di sebelahnya dengan menambah kecepatan larinya.
Sontak pemandangan itu menjadi suguhan baru bagi mereka berenam. Mereka melihat kedua pria yang sedang berlari menuju ke arah mereka dengan penuh semangat. Sasori terkejut saat mengenali kedua pria itu.
"Lho? Itu?" Kata Sasori kaget.
"Kau kenal Sasori?" Tanya Sakura.
"Ya, sepertinya.." jawab Sasori masih berusaha mengingat mereka.
Lalu pertarungan adu kecepatan itu pun semakin seru dengan pria berambut sebahu berlari menuju di hadapan Sasori duluan disusul dengan pria bermata onyx. Dengan nafas terengah-engah mereka pun menunduk lemas sambil memegang lutut. Setelah di lihat dengan dekat rupaya mereka berdua adalah Genma dan Yamato.
"Kau! Hosh..hoshh..sial aku kalah..." Keluh Yamato kelelahan.
"Heh! Akui saja kekalahanmu hari ini Yamato. Huff..hosh..hosh.." Jawab Genma kelelahan.
"Er...kalian berdua..tidak berubah ya? Selalu melakukan pertarungan konyol. Genma, Yamato." Potong Kent dengan hati-hati.
"Diam kau Kent!" Pekik Yamato dan Genma kompak.
"Hahaha..." Tawa hambar Kent sambil menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.
"Kalian kenapa bisa tahu kami berada di sini?" Tanya Shikamaru.
Yamato dan Genma telah selesai mengatur nafas mereka dan akhirnya dengan tenang mereka berdiri menghadap mereka berenam. Tiba-tiba mereka terkejut melihat Naruto yang berdiri di antara mereka.
"Lo-lord Naruto!" Pekik mereka bersamaan.
"Ha-halo," sapa Naruto dengan sedikit terbata.
"Anda kemana saja. Queen Tsunade sangat-sangat cemas saat mendengar anda menghilang 3 tahun yang lalu," terang Genma.
"Er.. sedikit peristiwa. Ah! Bagaimana kabar Tsunade Oba-chan?! Aku juga mendengar kehebohan yang dia buat di pesta Bella," kata Naruto.
"Queen Tsunade baik dan seperti yang anda tahu, kami persiapan perang melawan Knight Empire. Syukurlah..aku bisa membawa anda pulang ke Snamedic Kingdom, biar bagaimanapun anda adalah cucu kesayangannya," terang Genma.
"Lord Shikamaru, Lord Sasori, dan Lord Naruto dengarkan kami baik-baik." Kata Yamato setelah selesai mengatur nafasnya.
"Aku di suruh melakukan pencarian oleh Queen Tsunade untuk mencarimu Lord Sasori, Queen Tsunade menyuruhku untuk membawamu menemuinya di Snamedic Kingdom," terang Genma.
"Lalu begitu juga aku Lord Sasori. Aku disuruh menyelidiki kasus ini serta mencari keberadaan anda atas suruhan Lord Kakashi. Dia berusaha ingin membongkar kasus ini untuk membersihkan nama baik anda," lanjut Yamato.
"Glek! Tsunade Oba-chan!" Keluh Naruto.
"Eh? Queen Tsunade mencariku dan mau menemuiku? Naruto, kelihatannya ada yang berpihak pada kita, nenekmu memang orang yang kuat instingnya," goda Sasori.
"Er..jangan membuatku malu Sasori!" Pekik Naruto.
"Eh?! Queen Tsunade itu adalah nenekmu Naruto? Aku tidak percaya!" Bentak Sakura yang langsung mendekati Naruto.
"Er..hahaha! Memang tidak banyak yang tahu aku adalah keturunan langsung Namikaze Tsunade itu," kilah Naruto.
"Sudah. Sudah. Kita kembali ke tujuan semula kita. Yamato , kembalilah temui Kakashi. Aku ingin kau katakan padanya, aku tidak meracuni Queen Bella sama sekali. Lalu aku katakan padanya bahwa aku tidak bisa menceritakan padanya secara keseluruhan kecuali dia sendiri datang menemuiku. Kemudian juga katakan padanya, bahwa aku akan mendirikan Army melawan antek-antek Knight Empire dan Knight Empire. Aku akan menggulingkan kekuasaan Knight Empire bersama dengan mereka yang di sini," terang Sasori panjang dan tegas.
"Ba-baik Lord Sasori. Kapan anda menemui Lord Kakashi?" Tanya Yamato lagi.
"Sepuluh hari lagi di perbatasan Hidden Forest dan Wihki Island, yaitu Stingy River, jam 10 malam," kata Sasori.
"Ba-baik!" Kata Yamato.
"Anda membangun Army baru?" Tanya Genma kaget.
"Ya, aku bersama mereka berlima akan menjadi anggota pertamanya." Kata Sasori lagi.
"Nama Army anda?" Tanya Yamato.
"Sebenarnya kami belum memutuskan nama Army itu , karena kami baru saja membahasnya, pokoknya sampaikan pada Kakashi itu saja dan simpan hal penting ini sampai pertemuanku dengannya," terang Sasori lagi.
"Baik! Kalau begitu aku pamit dulu Lord Sasori, Lord Naruto serta Lord Shikamaru! Ingat Genma! Aku akan menunggu pertarungan kita yang ke 121!" Jawab Yamato semangat dan berlari meninggalkan mereka. Genma hanya menatap kepergian saingannya itu dengan malas.
"Lalu bagaimana dengan penawaran Queen Tsunade?" Tanya Genma pada Sasori saat Yamato sudah menjauh dari hadapan mereka.
"Tentu saja , kita akan menemui Queen Tsunade, ya kan semuanya?" Tanya Sasori memiringkan kepalanya sedikit ke arah mereka.
Mereka berenam hanya mengangguk iya untuk menyetujui ide Sasori.
"Huh! Baiklah, kita akan mengguncang tanah Xincland ini dengan di mulai dari Snamedic Kingdom sebagai aliansi pertama kita," kata Sasori semangat.
-Continue-
Thank you buat yang fav :
*AoStraw *Arifuluka *Blue-senpai *Bunshin Anugrah ET *Dragon warior *Minato Malik Ibrahim *SANG GAGAK HITAM *Yamashita Hyuuga *YashiUchiHatake *Yukina Itou Sephiienna Kitami *alvaro d diarra *arisha matsushina *chy karin *hime namikaze *shiro19uzumaki *uzumaki reverend *viryaparamita
Thank you buat yang follow :
*AoStraw *Bunshin Anugrah ET *SANG GAGAK HITAM *Uzumaki Shizuka *Yamashita Hyuuga *YashiUchiHatake *alvaro d diarra *bohdong palacio *daeTheReaderRanger *haru no aoibara *hime namikaze *kensuchan *miskiyatuleviana *nInEtAILf0X *uzumaki reverend *viryaparamita
Balasan Review
kensuchan : Halo kensuchan! Aduhh, bayangkan saja deh Sasori malu-malu. Lily sendiri juga membayangkan betapa malunya dia. Senangkan ada romance Naru-Hina nya. Baca saja kelanjutannya terus! Happy reading! _^^_
Yuka Namikaze : Halo Yuka, ini sudah di lanjutkan. Happy reading! _^^_
uzumaki reverend : Halo uzumaki, ini adalah rahasia. Supaya kamu makin penasaran. Hohoho. Happy reading! _^^_
Blue-senpai : Halo Blue, mungkin 1-2 chap lagi ada pertemuan Ino dengan Sakura dan Hinata. Fufufu. Happy reading! _^^_
Bunshin Anugrah ET : Halo Bunshin, iya ini. Sasorinya malu-malu. Sesuai dengan permintaanmu. Lily telah mengubah skenario aslinya dari jaman SMP dulu. Happy Reading! _^^_
Finally chapter 9 selesai. Akhirnya Lily dapat meminjam laptop lagi dari adik. Hahahaha. Langsung ketik cerita lanjutannya, karena Lily tidak mau di bilang terlalu lama update. Maaf kalau seandainya lama dan thank you buat JaeJung yang sengaja PM Lily buat update. This chapter for you. Thank you sudah suka dengan cerita fanfic Lily. Kesibukan kuliah dan mengajar membuat Lily makin semangat menulis kelanjutan cerita ini.
Thank you very much yang sudah fav, follow bahkan review cerita ini. Buat Silent readers thank you juga sudah singgah dan baca fanfic yang tidak sempurna ini. Alangkah indahnya jika bisa ikutan review. *HarapAmat* sih.
Hahahaha
At last, Happy Reading and enjoy your Holiday!
Buat yang ngerayain Hari Raya Nyepi ,Lily ucapkan selamat hari raya.
Arigatou Gozaimasu!
