"Tentu saja , kita akan menemui Queen Tsunade, ya kan semuanya?" Tanya Sasori memiringkan kepalanya sedikit ke arah mereka.

Mereka berenam hanya mengangguk iya untuk menyetujui ide Sasori.

"Huh! Baiklah, kita akan mengguncang tanah Xincland ini dengan di mulai dari Snamedic Kingdom sebagai aliansi pertama kita," kata Sasori semangat.

Naruto © Masashi Kishimoto

Star of Worlds © Namikaze Lily

Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.

Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)

For safety , Rate : M

Happy Reading All _^^_

Chapter 10

Unknown Place

"Huh. Aku tidak menyangka kau yang datang menolong nenek tua yang sudah peyot ini," kata seorang nenek yang duduk kelelahan di dekat sebuah pohon bersama seorang gadis yang kelihatan masih muda dan gadis itu menopang nenek itu. Kelihatan sekali mereka kelelahan dan membutuhkan istirahat. Pemuda itu menatap nenek tua yang duduk kelelahan itu dengan senyum simpulnya. Pemuda itu berdiri ,berkacak pinggang lalu menatap ke atas pohon.

"Arigatou tuan muda Sasuke, anda sungguh-sungguh menyelamatkan hidup kami berdua. Jika tidak, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib kami jika kami tidak di tolong oleh anda,"

"Hn. Aku tidak sendiri," celetuk Sasuke malas kemudian tersenyum kecil pada mereka berdua.

Nenek itu kemudian menatap pemuda itu dengan tatapan jengkel.

"Apa maksudmu? Sudah jelas-jelas kau hanya sendiri Sasuke.

"Tidak, aku bersama Aniki," jawab Sasuke lagi. Lalu dari atas pohon turunlah seorang pria yang di sebut oleh Sasuke sebagai kakaknya. Kedua wanita itu terkejut saat menatap pria itu.

"Kau…tidak mungkin," celetuk nenek itu saat melihat pemuda itu.

"A-anda! Tuan muda Itachi!" Teriak kaget wanita muda yang satu lagi.

Hunmediuc City, capital Snamedic Kingdom

Merlbou Castle

Mereka berenam akhirnya tiba di Snamedic Kingdom beserta dengan Genma. Tsunade melihat kedatangan mereka terutama Naruto menjadi sangat gembira. Dia berlari memeluk Naruto saat melihat Naruto memasuki ruangannya.

"Naruto!" Teriak Tsunade memeluknya erat.

"Hua! Lepaskan aku Tsunade Oba-chan!" Pekik Naruto sesak saat Tsunade memeluknya erat.

Sasori memandang mereka berdua dengan terkekeh sementara Shikamaru hanya menunjukkan muka malasnya. Hinata dan Sakura yang melihat itu hanya tersenyum kecil. Naruto benar-benar di sayang oleh Tsunade, sedangkan Genma menenangkan Shizune yang menangis sesengukan.

"Lebih baik kalian menikah saja. Masa kau memanggil nenekmu dengan suffiks-chan!" Celetuk Shikamaru malas.

"NANI! Ada masalah dengan kau bocah Nara!" Teriak Tsunade tidak terima dengan sindiran Shikamaru.

"GLEK!" Shikamaru menelan ludah saat melihat Tsunade sudah melepaskan pelukkannya dari Naruto dan mengacungkan kepalan tangannya kepada dia. Di belakang Naruto mengatur nafasnya seolah mengatakan ,"Huff, akhirnya lepas dari kekuatan monster ini!"

"Hahahaha!" Ketawa Sasori dengan keras. Begitu juga di susul lainnya. Mereka tertawa dengan keras karena melihat tingkah Shikamaru, Tsunade , dan Naruto.

"Ehm! Baiklah! Kita kembali ke tujuan semula kita. Aku mengucapkan selamat datang di Snamedic Kingdom, terima kasih telah mau memenuhi undanganku Prince Sasori. Kerja bagus Genma!" Kata Tsunade menyambut mereka kemudian melirik ke Genma dengan ujung ekor matanya.

Genma yang berdiri di belakangnya bersama Shizune hanya menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda penghormatannya kepada Tsunade.

"Tidak masalah Queen Tsunade. Aku memenuhi undanganmu juga karena ada hal yang ingin kutawarkan padamu," kata Sasori.

"Hohhh, aku sudah mendengar garis besarnya dari Genma tadi. Sepertinya kau ingin membalas dendam kepada Knight Empire akibat ulah mereka yang menghancurkan Kingdom-mu," balas Tsunade.

"Anggap saja begitu, jadi bagaimana? Kau mau bekerja sama dengan kami?" Tanya Sasori.

"Tsunade Oba-chan! Aku mohon bantuanmu! Jadilah aliansi Army kami! Ya? Ya? Ini demi cucumu! Kau sudah dengar dari Genma juga kan? Menma telah menjadi Hokage. Aku dan Shikamaru sudah tidak dapat kembali ke Shinobi Kingdom!" Bujuk Naruto dengan nada memelas.

Tsunade pun mendelik ke arah Naruto dan sontak pria berjabrik kuning itu hanya menunjukkan cengirannya. Tsunade pun memandang Sasori , begitu juga dengan Sasori. Mereka seolah mencari kebenaran melalui saling menatap ini. Tsunade pun berkacak pinggang dan memejamkan matanya.

"Huff, aku ingin bertanya padamu Prince Sasori. Kau sudah kehilangan Kingdom , harta , dan bahkan seluruh tentaramu, bagaimana mungkin kau mengajakku kerjasama tanpa aku mendapat apa-apa. Bukankah aku menjadi pihak yang rugi?" Tanya Tsunade.

"Kalau begitu, aku bertanya padamu kembali Queen Tsunade. Apakah kau mau melihat rakyatmu jatuh di tangan Madara? Snamedic Kingdom mengalami hal yang sama dengan Kugutsu Kingdom? Bahkan seperti Kingdom dan Empire lainnya. Madara bukan lagi mengincar Grawers tetapi juga tanah Xincland ini. Apakah peruntungan kerjasama itu penting lagi sementara Surat Aliansi Kedamaian sudah tidak berlaku lagi?!" Jelas Sasori sedikit emosi.

Tsunade menatap pemuda yang di depannya lagi. Suasana tegang dan kaku ada di ruangan itu. Sakura dan Hinata saling memandang dengan cemas, Shikamaru, Kent, dan Naruto menatap Tsunade penuh harap. Begitu juga Genma dan Shizune yang berdiri di belakang Tsunade sambil memeluk Tonton, babi peliharaan Tsunade.

"Bocah ini, tidak mempunyai keraguan sama sekali. Sorot matanya menyiratkan bahwa dia siap bertempur kapan pun dan menanggung segala sesuatu. Tatapan yang dapat membuat seolah mengajak semua orang untuk mengikutinya. Huh! Akasuna no Sasori,kau membuat penilaianku terhadapmu semakin bertambah," batin Tsunade tersenyum misterius.

Sesaat Tsunade melihat ke arah Sakura dan Hinata yang berdiri kelelahan tetapi mereka menahan itu semua. Kedua gadis itu sepertinya membutuhkan perawatan sekarang, batin Tsunade lalu kemudian Tsunade menatap Naruto. Wanita paruh baya ini memutuskan untuk menutup pertemuan ini.

"Oe Naruto!" Teriak Tsunade.

"Eh? A-apa Tsunade Oba-chan?" Tanya Naruto kaget.

"Antarkan mereka semua ke kamar tamu, kalian perlu istirahat, terutama kedua gadis di belakang kalian. Kasihan mereka," celetuk Tsunade malas.

Mereka semua pun melihat ke arah Sakura dan Hinata yang sudah kelihatan lelah sekali. Maklum mereka belum terbiasa dengan dunia ini, bahkan berpergian dengan Mon Power sepertinya tidak biasa untuk mereka yang berasal dari dunia lain. Jadi itu menguras tenaga mereka. Hinata yang paling lelah dibandingkan dengan Sakura, itu karena Sakura di dunia asalnya adalah karateka, jadi sudah pasti latihan fisik keras membentuk tubuh dan staminanya.

Sontak Sasori, Shikamaru, Kent , dan Naruto melihat ke arah Hinata dan Sakura yang kelihatan lelah tetapi berusaha menutupinya tersebut. Mereka pun mendekati kedua gadis itu. Kelihatan sekali ke empat pemuda ini mengkhawatirkan kondisi kedua gadis ini, terutama Sasori dan Naruto. Akan tetapi jika pembicaraan penting ini tidak di lanjutkan, maka akan berdampak ke depannya, batin Naruto keras.

"Kalian memang perlu istirahat," celetuk Shikamaru di ikuti anggukan Kent.

Sakura dan Hinata memandang Shikamaru sekilas dan mengangguk iya padanya. Kent pun menggendong Sakura , begitu juga Shikamaru menggendong Hinata. Sasori dan Naruto terkejut dan menunjukkan wajah sedikit yang tidak suka pada Shikamaru dan Kent. Akan tetapi Kent dan Shikamaru tidak peduli dan Kent malah berkata, "Tuan muda Sasori, tuan muda Naruto. Serahkan nona Sakura dan nona Hinata pada kami, kalian lanjutkan saja pembicaraan ini."

"Er..baiklah." kata Sasori dengan muka sedikit tertekuk. "Awas saja kau Kent" "Shikamaru! Kau!" Pekik batin Sasori dan Naruto kompak. Hal itu tidak terluput dari penglihatan Tsunade , Genma , dan Shizune. Dari belakang Shizune pun berbisik pada Genma.

"Ternyata, dua bocah ini bisa dewasa juga. Ku kira mereka tidak tertarik pada perempuan," bisik Shizune dan di tanggapi senyuman oleh Genma. Lalu Kent dan Shikamaru pun keluar dari ruangan dengan menggendong Sakura dan Hinata.

"Baiklah, kita bisa melanjutkan pembicaraan yang tertunda tadi Queen Tsunade," kata Sasori balik menghadap Tsunade begitu juga Naruto.

"Huh! Kau selalu fokus apa yang kau kerjakan ya? Baiklah apakah kalian sudah menetapkan nama Army kalian? Lalu kalian juga sudah menetapkan headquarters kalian?" Tanya Tsunade balik.

"Tentu saja sudah! Sewaktu perjalanan kami kemari , kami telah membahasnya! Ya kan Sasori!" Pekik Naruto semangat di sertai anggukan iya dari Sasori.

Beberapa jam lalu sebelum tiba di Snamedic Kingdom..

Mereka bertujuh menggunakan kapal menuju ke Hunmediuc Castle , Snamedic Kingdom. Di tengah perjalanan laut itu, Naruto tiba-tiba teringat sesuatu.

"Hoi Sasori! Apakah kau sudah tahu nama Army kita? Bagaimana dengan headquarters kita?!" Tanya Naruto dengan semangat.

"Hah? Belum, jika kau tidak bilang aku sudah lupa. Soal headquarters, kau mungkin sudah tahu? Hutan yang paling lebat dari seluruh tanah Xincland ini, di katakan tidak ada ujungnya serta tempat strategis untuk membangun sebuah negara baru. Hutan yang berpotensial tinggi untuk melakukan peternakan, penambangan serta tempat yang luas untuk menampung pasukan di tambah lokasi yang di kelilingi laut," terang Sasori senang saat mengutarakan pendapatnya.

Naruto, Kent , Shikamaru, dan Genma mendengar hal itu pun terkejut. Sakura dan Hinata yang tidak mengerti apa yang lagi yang di bicarakan mereka terdiam saja. Berasal dari dunia lain memang benar-benar membuat repot. Keluh batin kedua gadis itu bersamaan.

"Hidden Forest!" Pekik ke empat pria itu secara bersamaan. Sasori tersenyum nyengir ke arah mereka yang tepat menebak lokasi yang di maksud pria berambut darah itu.

"Itu ide yang bagus Sasori!" Pekik Naruto semangat.

"Ta-tapi! Kau sama sekali tidak pernah ke sana kan? Itu wilayah yang dilarang bukan?" Tanya Shikamaru yang masih tidak percaya dengan perkataan Sasori.

"Be-benar tuan muda! Kita tidak bisa seenaknya!" Pekik Kent juga.

"Er,Sasori pernah bercerita padaku saat masih di GradKnight City, dia pernah menjelajah di daerah terlarang dengan Hokage terhilang," potong Sakura dengan tiba-tiba dan langsung di plototi oleh Kent dan Shikamaru.

"Tu-tuan muda Sasori pernah ke sana bersama dengan tuan muda Naruto?" Tanya Genma yang ikut pembicaraan.

"Itu di saat kami berusia 10 tahun, ya kan Sasori?" Tanya Naruto yang duduk di samping Sasori. Pertanyaan itu hanya di jawab anggukan iya oleh pria berambut darah merah itu.

"Hutan itu ada ujungnya Shikamaru, banyak orang yang tidak dapat kembali karena tidak dapat menemukan akhir jalan hutan itu, tetapi kami bisa. Ya kan Naruto?" Tanya Sasori balik ke Naruto

Shikamaru pun memijit kepalanya seolah mengatakan kalian benar-benar pembuat onar. Kent dan Genma pun menatap Sasori dan Naruto dengan tatapan kagum. Lalu Hinata juga teringat bahwa pertemuan pertamanya dengan Naruto juga di hutan yang di maksud oleh mereka saat ini.

"Ka-kalian lupa? Aku juga bertemu dengan Naruto-kun pertama kali di hutan itu," sambung Hinata terbata.

"Akh! Benar juga hime! Ternyata kamu masih ingat!" Cengir Naruto.

Hinata tersipu malu saat mendengar perkataan Naruto. Hal itu tidak luput dari pandangan mereka semua. Lalu Shikamaru pun tersenyum puas. Memang Hidden Forest adalah tempat yang cocok untuk mereka.

"Baiklah, sebagai ahli strategi mu Sasori, aku salut dengan idemu menjadikan Hidden Forest sebagai headquarters. Masa bodoh dengan Surat Aliansi Kedamaian, kita harus melanggar aturan ini," celetuk Shikamaru yang akhirnya setuju dengan ide Sasori.

"HAHAHA! Ternyata tuan muda Shikamaru diam-diam,puff!" Kent menertawai Shikamaru yang duduk di sampingnya. Shikamaru menatap Kent malas.

"Lalu? Nama Army kita?" Tanya Naruto lagi. Mereka semua terdiam dan memikirkan nama Army.

"ExKnight Army?" Kata Naruto memberi saran.

"Er...tidak setuju," kata Kent di sertai anggukan Sasori dan Shikamaru.

"Kenapa? Padahal itu keren, kan kita di buang oleh Knight Empire," celoteh Naruto.

"Kalau begitu kita juga di buang Shinobi Kingdom," balas Shikamaru.

"Oh iya. Hehehe," cengir Naruto.

Sakura dan Hinata pun ikut berpikir. Sakura ingin membantu Sasori , kemudian Sakura pun memikirkan nama yang bagus.

"Bagaimana Freedom Army?" Kata Sakura.

"Freedom Army?" Tanya mereka semua kompak kecuali Sasori dan Hinata.

"I-iya. Itu karena aku berpikir , kita tidak harus bangun Army yang biasa saja. Aku cuma berpikir yang ada di sini semua adalah mempunyai tujuan yang sama, menginginkan kebebasan atas tanah Xincland ini," terang Sakura tulus.

Sasori melihat gadis itu dan tersenyum tulus. Lalu tanpa dia sadari , dia mengacak rambut gadis soft pink itu dengan lembut.

"Benar. Kita menginginkan kedamaian dan kebebasan. Kita harus menghentikan Madara. Nama yang bagus Sakura," kata Sasori dengan senyum yang tulus.

Perlakuan pria berambut darah itu membuat Sakura merona, padahal Sakura hanya mengajukan nama yang sesuai pikirannya. Dia tidak menyangka nama itu di terima oleh Sasori. Mereka yang semua menyaksikan keakraban Sakura dengan Sasori, pura-pura tidak tahu.

"Ehm. Baiklah, kita pakai nama itu saja. Ya kan Sasori?" Tanya Naruto dan Sasori pun menjawab iya dengan anggukannya.

Inilah yang terjadi saat mereka perjalanan menuju Snamedic Kingdom.

"Freedom..Army? Nama yang bagus, selain itu headquarters kalian.." respon Tsunade terkaget-kaget.

"Ya, aku dan Naruto juga sudah berdiskusi dan memutuskan Hidden Forest akan menjadi headquarters untuk Freedom Army," balas Sasori tenang.

Tsunade dan Shizune pun di buat terkejut lagi dengan pernyataan Sasori yang tenang serta Naruto yang dengan tenang menunjukkan cengirannya.

"Apa! Hidden Forest?! Bukankah itu wilayah yang di larang di masuki oleh semua orang?! Hutan itu juga tidak ada ujungnya! Itu sudah ada dalam perjanjian Surat Aliansi Kedamaian!" Teriak Tsunade.

"Woe Tsunade Oba-chan! Ingat! Dulu sewaktu kecil aku dan Sasori pernah menyelinap di Hidden Forest! Begitu juga selama 3 tahun, aku menetap di Hidden Forest!" Teriak Naruto semangat dan Tsunade memandang ke arah Naruto sekilas dengan wajah yang ragu,kemudian menatap Sasori.

"Tetapi kasus itu berbeda tuan muda Naruto. Kalian tidak ketahuan saat menyelinap ke daerah hutan itu," celetuk Shizune.

"Hei Queen Tsunade. Sejak Kugutsu Kingdom hancur, hal itu sudah tidak berlaku lagi. Kau sudah lupa? Kugutsu Kingdom terpilih sebagai penengah seluruh Kingdom dan Empire? Jika sudah hancur, siapa lagi jadi penengahnya?" Tanya Sasori tenang.

"Ka-kau benar..huh! Prince Sasori. Tidak. Leader Freedom Army, Master Sasori . Kau benar-benar menguncang tanah Xincland ini. Naruto. kau punya teman yang hebat nak," puji Tsunade tulus.

"Heh! Terima kasih atas pujianmu Queen Tsunade. Jadi bagaimana?" Tanya Sasori.

"Aku akan beraliansi denganmu Freedom Army," jawab Tsunade mantap.

Lei Castle, Wihki Island

"Iruka, kau dan Sheirin bersiap-siaplah. Sebentar lagi kita akan menemui pemimpin Star of Worlds," kata Lei dengan tersenyum.

"Baik Lady Lei. Aku sudah siap. Perang Star of Worlds dimulai lagi setelah beberapa dekade," jawab dan gumam Iruka menerawang seolah mengingat sesuatu.

Gumaman Iruka hanya di tanggapi oleh senyuman Lei. Mereka berdua pun tersenyum memandang langit malam yang penuh dengan bintang-bintang. Bintang besar yang berwarna merah menyinari sekitarnya dengan terang. Sheirin hanya mengamati Iruka dan Lei dari belakang, kemudian Iruka pun berjalan keluar dari ruangan Lei. Tinggallah Lei bersama Sheirin berdua di ruangan itu.

"Lady Lei. Sebenarnya apa tujuanmu menjadi saksi dari perang Star of Worlds ini selama ini?" Tanya Sheirin.

Lei pun menatap Sheirin intens. Wanita itu pun berjalan mengitari ruangan itu dan kemudian tersenyum.

"Kau akan mengerti saat memperhatikan Star of Worlds mulai di kumpulkan. Alasanku menyuruh kau memperhatikan perjalanan perang Star of Worlds dekade ini sampai selesai adalah melihat, mengetahui, gairah dan berbagai alasan mereka untuk berperang. Itulah kumpulan Star of Worlds." Kata Lei lalu berjalan keluar meninggalkan Sheirin di ruangan itu sendirian.

"Tapi..aku masih belum mengerti Lady Lei. Apa hubunganmu dengan itu semua... Stars , Grawer dan Star of Worlds..." Gumam Sheirin dalam kesendiriannya.

ShineKnight City, tetorial Knight Empire

"Lady Ino. Kakashi sudah memberiku kabar, katanya sepuluh hari lagi, kita dapat bertemu dengan temanku yang bernama Sasori itu. Pasti di sana kau akan bertemu dengan temanmu yang bernama Sakura itu," kata Chouji dengan ceria.

"Be-benarkah?" Tanya Ino antusias pada Chouji yang memasuki ruangan dengan semangat. Chouji mengangguk iya pada Ino. "Kali ini, tidak salah lagi, karena Kakashi membuat temu janji pada Sasori sendiri, dan tentu saja Kakashi menyuruh kita ikut bersamanya," tutur Chouji lagi.

Rasanya tidak percaya, sebentar lagi aku akan bertemu dengan Sakura. Batin Ino berteriak senang dan dia tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia ini. Berada di dunia yang tidak di kenalnya, pengalaman buruk yang di alaminya, membuat Ino sedikit trauma dan tentu saja saat mendengar teman baiknya Sakura juga tersesat di dunia ini, Ino merasakan penghiburan yang luar biasa meski hanya mendengar saja. Chouji tersenyum senang saat melihat Ino yang tersenyum kecil seolah memikirkan hal lain.

"Lady Ino, maaf aku mengganggumu yang sedang memikirkan sesuatu. Aku ingin member tahu bahwa kita harus keluar dari kota ini, menuju kota lain yang lebih aman." Kata Chouji membuyarkan kebahagiaan Ino untuk sesaat.

"Aku hanya mengikutimu Prince Chouji, mohon bantuannya lagi," kata Ino pada Chouji.

Hunmediuc City, capital Snamedic Kingdom

Merlbou Castle

Malam harinya, Sakura berdiri di salah satu balkon Merlbou Castle ini, menikmati indahnya bulan purnama yang bersinar dengan terang di sertai bintang-bintang berkelap-kelip. Angin malam berhembus dengan sepoi dan terlihat di bawah sana, prajurit-prajurit Snamedic Kingdom yang sedang berjaga-jaga di posisi yang sudah di tetapkan untuk mereka.

"Bulannya sangat indah ya?"

Sakura terkejut saat mendengar suara seseorang yang sangat familiar di telinganya dan dengan segera dia berbalik badan menatap orang itu.

"Sasori," panggil Sakura saat dia mendapati orang yang berbicara padanya adalah Sasori.

Sasori tersenyum tipis pada Sakura kemudian berdiri di sebelahnya. Mereka berdua menatap lurus ke depan, menatap bulan purnama yang bersinar terang.

"Bagaimana keadaanmu Sakura?" Tanya Sasori pada Sakura. "Aku sangat baik dan ketika aku beristirahat tadi, entah kenapa tenagaku lebih cepat pulih dari biasanya. Padahal kita sudah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan," jawab Sakura pada Sasori.

"Syukurlah kau kelihatan sangat sehat. Kau tahu mengapa kau cepat pulih dari rasa lelahmu?" Tanya Sasori lagi pada Sakura. Sakura hanya menggeleng kepalanya dan Sasori tersenyum padanya.

"Itu karena kau berada di wilayah penyembuhan, wajar saja kau cepat pulih," kata Sasori pada Sakura. "Wilayah penyembuhan?" Tanya Sakura bingung pada Sasori.

"Khekhekhe, benar. Snamedic Kingdom adalah wilayah yang di penuhi tanaman obat yang mendatangkan penyembuhan berbagai penyakit, tentu saja Kingdom ini berperan sebagai penyedia obat-obatan untuk seluruh Kingdom dan Empire yang beraliansi dengannya. tentu saja wilayah ini penuh penyembuhan, berkat tanaman-tanaman obat yang di tanam di setiap tempat ini, makanya tempat ini tidak hanya bisa di bilang sekedar Kingdom, tetapi bisa di bilang Healing Tetorial. Apalagi Queen Tsunade sendiri adalah Queen sekaligus Doctor di sini." Jelas Sasori panjang pada Sakura.

"Berarti di sini penuh dengan dokter-dokter ya?" Tanya Sakura polos padanya.

"Ya begitulah dan tentu saja mereka bukan tipe prajurit yang berperang tetapi justru bagian menyembuhkan saja. Kau tahu mereka mempunyai penatua yang bernama Katsuyu. Dia sangat lucu dan menggemaskan. Kalau kau bertemu dengannya, kau akan suka padanya," terang Sasori lagi padanya.

"Ohhh. Aku jadi ingin bertemu dengan Katsuyu itu," kata Sakura penasaran.

Alasan Sakura penasaran sebenarnya bukan tentang Katsuyu yang menggemaskan dan lucu itu, tetapi cara Sasori menceritakan sosok itu sangat menganggu benak Sakura. Aneh sungguh aneh, tetapi Sakura mencoba menyembunyikannya di hadapan Sasori dengan bersikap antusias. Sasori pun menatap Sakura dan tersenyum kecil padanya.

"Pasti. Kau pasti akan bertemu dengannya," jawab Sasori lagi padanya.

-Continue-