"ABYSMAL"
Disclaimer :
Kuroko No Basuke milik Fujimaki Tadatoshi
Abysmal milik Gigi
Warn :
T+
Akashi x Kuroko
Yaoi a.k.a Shounen-Ai
Generation Of Miracle
Romance. Family
OOC parah
Typo
Chapter 3.
Akashi POV.
Sebenarnya aku tidak mesum seperti yang Tetsuya teriakkan padaku setiap kami bertemu. Bahkan ciuman yang ku lakukan dengan Tetsuya pada saat tunangan juga merupakan ciuman pertamaku. Aku memang beberapa kali pernah pacaran, tapi bukan atas dasar cinta atau suka. Lebih ke rasa penasaran. Rasanya sama saja. Kau akan ditanyai dimana, sedang apa, bersama siapa dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berarti sama. Dan jika kau bertanya kenapa aku mau bertunangan dengan Tetsuya, padahal belum berpengalaman, karena aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Tetsuya atau bahasa kerennya first sight love.
Awalnya aku merasa kalau rasa ku pada Tetsuya hanya sekedar rasa penasaran biasa. Tapi lama-lama bayangan Tetsuya membuatku gila. Mau makan ingat Tetsuya, mau minum ingat Tetsuya, mau tidur ingat Tetsuya. Bahkan aku mimpi basah pertama kali karena Tetsuya. Mau apapun pokoknya ingat Tetsuya. Entah kenapa kalau bersama Tetsuya mulutku rasanya ingin nyosor saja. Tanganku juga gatal ingin grepe – grepe sana-sini. Padahal aku pernah beberapa kali pacaran, beberapa laki-laki dan beberapa perempuan, tapi tidak pernah seperti ini.
Biasanya aku selalu pasif. Paling hanya pegangan tangan. Herannya ketika bersama Tetsuya, tangan yang biasanya hanya pegang tangan, naik tingkat menjadi hobi pegang-pegang. Sungguh, mata emperor-ku pasti langsung menajam ketika bersama Tetsuya. Berusaha menebak apa yang ada di dalam baju dan celana Tetsuya, meski sudah ku yakinkan berkali-kali bahwa bentuk dan isinya pastilah sama. Berkali-kali aku menggodanya, tapi hanya omelan dan ceramah Tetsuya yang ku dapat. Salah siapa coba mukanya cantik, kulit putih mulus minta di grepe-grepe, belum lagi aroma tubuh Tetsuya yang.. Intinya kalau dekat Tetsuya, otak jeniusku jadi mesum seperti Daiki, makhluk dekil yang jadi anak buahku saat SMP. Pokoknya Tetsuya milikku. Hal-hal yang bersangkutan dengan Tetsuya akan jadi urusanku.
Normal POV
Kuroko bergidik memandang Akashi yang tengah memejamkan mata sambil senyum-senyum najong.
'Ini bocah kenapa sih? Pasti mikir mesum.' Batin Kuroko. Tak tahan dengan senyuman Akashi yang –ehm-tampan-tampan nista, Kuroko pun memilih segera menyadarkan Akashi.
"Akashi-kun."
"…"
"Akashi-kun!"
"…"
"Akashi Seijuro-kun!"
"Apa, Tetsuya?"
"Kita sudah sampai lobi hotel. Sampai kapan Akashi-kun mau senyum-senyum seperti itu?"
"Ah, Tetsuya rupanya sudah tidak sabar."
"Aku hanya tidak mau dilihat orang-orang yang lewat, Akashi-kun."
"Alibi yang bagus, Tetsuya."
"Terserah Akashi-kun."
"Tetsuya?"
"Apa?"
"Kau tidak mau mendengar isi kepalaku?"
"Kalau isinya hanya tentang pikiran mesum Akashi-kun, aku tidak mau."
"Tapi kalau kau tau, kau pasti bisa dengan mudah ku maafkan, Tetsuya."
"Baiklah. Jadi apa pikiran dari Akashi-kun?"
"Kira-kira.."
"Kira-kira apa Akashi-kun?"
Akashi maju sambil mendekat di telinga Kuroko hingga Kuroko dapat merasakan hembusan nafas hangat rasa mint milik Akashi.
"Kira-kira, seperti apa isi dari balik baju dan celanamu Tet-su-ya?"
BUGH!
"Akashi-kun hentai. "
"Aww, sakit Tetsuya." Ujar Akashi sambil memegangi perutnya yang di ignite pass oleh Kuroko.
"Salah Akashi-kun sendiri."
"Ck ! Baiklah, ayo kita pesan kamar."
…
"Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu?" Sapa resepsionis hotel yang menyambut pasangan Akakuro.
"Kami pesan kamar yang paling mewah, 3 hari."
"Akashi-kun, kita tidak bermalam disini."
"Kau ini suka terburu-buru, Tetsuya. Pelan-pelan saja mainnya."
Resepsionis yang mendengar kalimat ambigu dari Akashi pun langsung memerah wajahnya.
"Akashi-kun berhenti bicara yang tidak-tidak."
"Benar tuan, tuan yang berambut merah ini benar. Rata-rata pasangan honeymoon itu mengambil kamar selama tiga hari."
"Tapi kami tidak sedang honeymoon." Bantah Kuroko
"Sayang, jangan malu-malu gitu ah."
"Kau yang membuat aku malu, Akashi-kun."
"Tenang saja, kau tidak perlu menyembunyikan ini semua, Tetsuya."
"Terserah Akashi-kun, lagipula kita belum ijin Okaa-san"
"Sayang, nanti malam mereka akan kesini."
"Apaaa?! Ba-bagaimana bisa? Akashi-kun jangan bercanda."
"Apa aku terlihat bercanda? Sudahlah anggap saja ini honeymoon kita, Tetsuya."
"Jadi bagaimana tuan? Jadi ambil kamarnya?" Tanya sang resepsionis lagi
"Jadi."
"Baik, ini kunci ruangan 411. Kalau ada barang-barang, silahkan ditinggal, nanti kami antarkan kesana."
"Tidak perlu," Ujar Akashi "Barangku hanya ini." Tambahnya seraya memanggul Kuroko di bahunya tak menghiraukan Kuroko yang memukul-mukul punggungnya minta diturunkan.
"Pasangan yang sungguh romantis." Ujar sang resepsionis.
"Akashi-kun, turunkan akuu." Teriak Kuroko datar.
Sesampainya di depan pintu kamar 411, mereka dikejutkan dengan teriakan dari arah kiri lorong hotel.
"Kurokocchi.. are, Akashicchi?"
"Kise-kun?"
"Kurokocchi dan Akashicchi, kalian saling mengenal-ssu?"
"Dia tunanganku." Sahut Akashi cepat.
"Kise-kun kenal Akashi-kun?"
"Iya-ssu, dia kaptenku saat SMP dulu. Apa yang kalian lakukan disini? Dan posisi Kurokocchi.."
"Kami sedang bulan madu. Ada masalah Ryota?'
"Bu-bulan madu?"
"Jangan hiraukan Akashi-kun, Kise-kun. Ini penculikkan."
"Ryota, kalau kau tidak pergi dari sini, jangan harap kau masih hidup besok."
"Hahaha." Kise tertawa garing "Baiklah, aku permisi dulu Kurokocchi, Akashicchi" Kise pun pergi dengan kokoro yang berdarah-darah melihat sang gebetan ternyata sudah bertunangan.
…
"Ngomong-ngomong Tetsuya, bagaimana kau bisa kenal Ryota?"
"Emm.. sebelumnya bisa lepaskan aku dulu, Akashi-kun?" Tanya Kuroko sambil melihat posisinya yang ehm, kurang normal untuk dilihat. Kuroko tidur menyamping dan Akashi memeluknya dari belakang.
"Katanya kau mau kita saling mengenal, Tetsuya. Ini cukup efektif bukan?"
"Tapi Akashi-kun, berhenti mengecupi leherku. Kau membuatku geli."
"Lalu kau mau aku bagaimana, Tetsuya? Menindihmu?"
"Disitu ada dua kursi. Kita bisa duduk disitu, Akashi-kun."
"Nanti ranjangnya nganggur, Tetsuya."
"Ranjang untuk tidur, Akashi-kun."
"Kau mau ku tiduri?"
"Tidak, terimakasih."
"Anak baik jangan banyak protes. Jadi bagaimana kau kenal Ryota?"
"Kise-kun adalah kenalanku saat aku bertanding basket melawan sekolahnya kemarin."
"Ku lihat kalian cukup akrab. Dan aku tidak suka itu, Tetsuya."
"Kise-kun sering mampir ke Seirin untuk bermain basket bersamaku atau dengan Kagami-kun."
"Siapa itu Kagami?"
"Teman satu kelas dan basketku, Akashi-kun."
"Aku tidak suka kau akrab dengannya, Tetsuya."
"Kenapa?"
"Kau milikku, hanya milikku."
"Tapi Akashi-kun.."
"Aku tidak menerima penolakkan."
"Tapi aku straight, Akashi-kun."
"Tidak masalah, aku bisa mengubahnya kalau kau mau. Mumpung kita diranjang"
"Aku masih suka perempuan, Akashi-kun."
"Kau akan menyukai ku, Tetsuya."
"Akashi-kun percaya diri sekali."
"Aku selalu benar."
"Akashi-kun, kalau nanti Akashi-kun menikah denganku, kita tidak bisa mempunyai anak."
"Kata siapa? Tetsuya mau buktikan?"
"Buktikan? Dengan?"
"Ya kita akan berusaha membuatnya, Tetsuya. Berulangkali dan terus menerus, setiap hari."
"Mesuum!"
"Tapi kau suka kan, Tetsuya?"
"Aku masih normal, Akashi-kun."
"Aku tau, dan kau sudah bilang padaku tentang ke normalan mu tiga kali. Sejak tadi pagi."
"Lalu kenapa Akashi-kun nekat?"
"Karena kau akan jatuh cinta padaku, Tetsuya."
"Aku benci Akashi-kun"
"Sama-sama Tetsuya, aku mencintaimu"
"Aku tidak mengucap cinta padamu, Akashi-kun."
"Terserah. Ngomong-ngomong, aku belum memaafkanmu, Tetsuya."
"Aku sudah meminta maaf, Akashi-kun."
"Tapi belum ku maafkan"
"Lalu Akashi-kun ingin aku bagaimana?"
"Bagaimana dengan permainan menjerit dan mendesah?"
"Aku tidak mau berbuat mesum, Akashi-kun."
"Memangnya menjerit dan mendesah itu permainan yang bagaimana? Tetsuya mengerti?" Tanya Akashi sambil menyeringai.
"Aku tidak tau dan tidak mau tau, Akashi-kun."
"Sayang sekali remaja seperti mu tidak punya rasa ingin tau, Tetsuya. Bagaimana mau pintar kalau seperti itu?"
"Aku memang tidak pintar Akashi-kun, jadi kau bisa cari yang lain yang leb-Ahh! Akashi-kun, jangan menjilat leherku."
"Kau banyak omong, Tetsuya."
"Akashi-kun juga mesum."
"Aku tidak mesum, Tetsuya. Kau bisa Tanya dengan mantan-mantanku."
"Itu karena mantan Akashi-kun sama-sama mesum seperti Akashi-kun."
"Perasaanku atau kau terlihat cemburu?"
"Aku tidak cemburu, Akashi-kun."
"Kenapa nada mu seperti itu?"
"Aku tidak cemburu dan ini memang nada bicaraku Akashi-kun. Lagipula kenapa Akashi-kun tidak balikan saja dengan mantan Akashi-kun yang sama mesumnya?"
"Aku tidak mesum, Tetsuya. Aku hanya mesum terhadapmu. Kau boleh berbangga Tetsuya, karena hanya Tetsuya yang membuatku mimpi bas-"
"Aku tidak akan bangga dengan itu Akashi-kun. Kau membuatku seperti penggoda."
"Kau memang menggoda."
"Aku bukan penggoda dan aku tidak menggoda, Akashi-kun."
"Tapi aku tergoda bersamamu, Tetsuya."
"Itu bukan urusanku, Akashi-kun."
"Itu urusanmu karena kau harus bertanggung jawab, Tetsuya."
"Akashi-kun kau menyebalkan."
"Ku anggap itu pujian sayang."
"Kau membuatku geli dengan panggilan itu, Akashi-kun."
"Aku bisa membuatnya menjadi geli-geli basah."
"Tidak, terimakasih."
"Tidak usah sungkan, Tetsuya, kau akan merasakan itu, setiap malam."
'Tuhan, bolehkah aku membuang makhluk mesum ini lewat jendela?!' Jerit Kuroko OOC dalam hati.
"Ku rasa tidak ada waktu setiap malam untuk kita, Akashi-kun."
"Kita punya waktu tiga malam untuk percobaan, Tetsuya. Oh ya Tetsuya, mengenai hukumanmu aku ada 3 opsi, kau boleh pilih salah satu."
"Ku harap tidak aneh-aneh, Akashi-kun."
"Tentu saja tidak. Kau pasti akan menyukainya."
"Jadi apa saja pilihan untukku?"
"Yang pertama, kita bermain bertindih, menjerit dan mendesah. Yang kedua, kau harus memberitahukan kepada semua orang yang kau kenal bahwa kau adalah calon pasangan hidupku atau tunanganku dan saat Final Winter Cup nanti kau menciumku, yang ketiga kita menikah sekarang. Jadi mana yang kau pilih, Tetsuya?"
"Aku tidak akan memilih opsi mu, Akashi-kun."
"Kau harus memilih. Atau kau ingin masalah ini sampai ke Okaa-san?"
"Tapi Akashi-kun, ku rasa kau tidak sakit hati sedikitpun."
"Aku sakit, Tetsuya."
"Tapi kau tidak sedikitpun menunjukkan bahwa Akashi-kun sakit."
Lalu Akashi berdiri dan melepas kemeja yang dipakai nya
"Apa yang Akashi-kun lakukan?"
"Ingin menunjukkan bahwa aku terluka karena perkataan, Tetsuya."
"Tapi Akashi-kun tidak perlu membuka baju juga."
"Tetsuya takut tergoda?"
"Kau telanjang pun aku tidak minat, Akashi-kun."
"Baiklah jika Tetsuya mau." Kata Akashi sambil melucuti pakaiannya.
"Akashi-kun, hentikan!"
"Tapi tadi Tetsuya-"
"Oke, aku percaya Akashi-kun terluka. Dan aku tidak akan memilih opsi apapun."
"Baiklah sayang. Berarti tinggal menunggu keputusan Okaa-san"
"Jadi kita bisa pulang sekarang, Akashi-kun?"
"Tidak. Kan kita honeymoon 3 hari."
"Kita belum menikah, Akashi-kun."
"Jadi Tetsuya mau nikah sekarang sebelum kita memulai honeymoon?"
"Aku tidak mau menik-Ah, Akashi-kun, jaga tanganmu!"
"Aku hanya memeluk Tetsuya."
"Tapi tanganmu grepe-grepe, Akashi-kun. Dan tolong lepaskan pelukanmu. Aku tidak bisa bernapas."
"Aku bisa melakukan pertolongan pertama, yah setidaknya napas buatan untukmu Tetsuya. Kau tidak perlu khawatir."
"Justru aku khawatir jika kau memberiku nafas buatan, Akashi-kun."
"Tetsuya berpikir mesum rupanya. Tak apa Tetsuya, aku suka."
"Aku lelah bertengkar denganmu, Akashi-kun. Aku ingin tidur."
"Tidur saja, Tetsuya. Nanti setelah kau fit, kita mulai ronde pertama."
"Apa maksudmu dengan ronde pertama, Akashi-kun?"
"Tetsuya ingin tau? Aku tak keberatan memulainya sekarang."
"Kau tau Akashi-kun? Kau adalah orang paling mesum yang pernah ku kenal."
"Terimakasih sayang atas pujiannya. Aku juga mencintaimu."
"Akashi-kun sama sekali tidak nyambung."
"Kenapa kau tidak minta dari tadi sayang? Pasti ini kode kalau kau mau bermain sambung lidah lagi kan Tetsuya?"
Daripada melempar Akashi dari jendela, sepertinya Kuroko lebih memilih menjadi yang melompat saja dari jendela. Heran, Akashi ini manusia atau setan. Bikin frustasi, sebel dan gregetan.
TBC.
Author's Note :
Terimakasih sudah membaca!
Sign,
Gigi.
Special Thanks
Outofblue, Anonymous, Elvoldysh, Ritsu Syalalalala,
Zafreena, Seishirin. A, , Efi . Astuti .L,
Shota Nogami, Sofi Asat, Akashi Seiyuuki
Dan semua yang udah Follow dan Fav :)
