"ABYSMAL"

Disclaimer :

Kuroko No Basuke milik Fujimaki Tadatoshi

Abysmal milik Gigi

Warn :

T+

Akashi x Kuroko

Yaoi a.k.a Shounen-Ai

Generation Of Miracle

Romance. Family

OOC parah

Typo

Chapter 8.

Kuroko tengah merenung, benarkah keputusannya sekarang. Matanya memandang koper yang tengah digenggamnya. Koper yang berisi pakaian-pakaiannya. Tapi dia tidak mau berada disini lebih lama lagi. Kata-kata laki-laki yang ditemuinya kemarin seakan berdengung berulang kali di kepalanya.

Flashback beberapa minggu yang lalu.

Kuroko mengistirahatkan badannya di salah satu tempat duduk di taman dekat apartment mereka. Tangannya memegang erat kertas hasil pemeriksaannya kemarin. Sesuai yang dijanjikan, setelah Kuroko mendiamkan Akashi selama seminggu, Kuroko mendatangi dokter yang kemarin memeriksanya. Dokter itu bilang kalau kertas itu harus diberikan kepada tunangannya sebelum Kuroko membukanya. Matanya menerawang. Lamunannya dikejutkan oleh kedatangan laki-laki bersurai hitam yang tiba-tiba duduk disampingnya. Kuroko menoleh untuk melihat orang yang duduk disebelahnya. Kuroko mengingatnya. Laki-laki ini yang kemarin dia lihat sedang berbicara dengan Akashi di taman.

"Hei, boleh aku duduk disini?" Tanya laki-laki itu pada Kuroko.

"Silahkan."

"Apakah kau, Kuroko Tetsuya?"

Alis Kuroko mengkerut. Darimana orang ini tau namanya?

"Hai, Kuroko Tetsuya-desu. Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

"Belum. Aku Takasugi Sasuke."

"Yoroshiku, Takasugi-san. Bagaimana anda dapat mengetahui nama saya?"

"Tak usah terlalu formal, Kuroko. Aku tau dirimu dari Sei."

"Sei?"

"Akashi Seijuro, dari yang kudengar kalian telah bertunangan."

"I-iya."

"Ku harap kau tidak terlalu berharap pada Sei."

Kuroko mengerjap.

"Apa maksud Takasugi-san?"

"Aku sangat mengenal Sei. Dia tidak mungkin mencintaimu. Selama ini Sei paling hanya sekedar bermain."

"Sumimasen, aku benar-benar tidak mengerti maksud Takasugi-san dan lagi, apa hubungan kalian?"

"Intinya jangan berharap Sei mencintaimu. Aku mantan kekasihnya dan sebentar lagi kami akan kembali menjadi sepasang kekasih. Jadi aku berharap kau jauh-jauh dari sini."

Hati Kuroko sakit. Sesak kian menjadi padahal dia tidak bersama Akashi. Dia hanya menunduk. Tak mampu menjawab.

"Apakah kau pernah berciuman dengan Sei?"

"Eh?" muka Kuroko bersemu meskipun samar.

"Sudah kuduga. Kau tau, orang yang mencintai kita tidak akan menyentuh orang yang dicintainya sebelum menikah. Sei tidak pernah menciumku, ataupun menyentuhku karena dia mencintaiku dan akan menunggu saat menikah nanti. Kau tau kan maksudku, Kuroko-kun?"

Deg. Ingatan Kuroko berputar ulang. Akashi menciumnya. Akashi memeluknya. Akashi mencumbunya bahkan hampir terjadi pelepasan keperjakaan. Akashi yang menggodanya dengan kalimat mesum. Akashi yang selalu grepe-grepe. Akashi yang doyan raba-raba. Semua itu dilakukan Akashi karena nafsu, bukan cinta. Tanpa sadar mata Kuroko panas. Bibir bawah digigit kuat menahan sakit yang menusuk di dada.

"Baiklah, aku pergi dulu. Dan kau, jauh-jauh dari Sei."

Kuroko masih diam tak menjawab. Hanya air mata yang mengalir tanpa disadarinya.

Flashback end.

Tekadnya sudah kuat. Inilah yang terbaik. Sebenarnya Kuroko ingin menyerahkan surat yang diberikan dokter kepada Akashi. Tapi Kuroko sudah tak peduli. Biarkan dadanya sakit. Toh, dokter jantung banyak. Ah, polosnya..

Suara pintu terbuka menyadarkan lamunan Kuroko. Terlihat Akashi yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Untuk apa kau mengemas bajumu, Tetsuya?"

"Aku mau pulang."

"Apa maksudmu pulang? Ini rumah kita."

"Ini rumah Akashi-kun."

Akashi mengusap wajahnya kasar. Berjalan cepat. Menarik Kuroko dan memeluknya erat.

"Lepaskan."

"Tidak. Aku butuh penjelasan, Tetsuya. kau menghindariku hampir sebulan. Kau tau, aku khawatir padamu."

"Akashi-kun tidak mengerti."

"Kalau begitu buat aku mengerti, sayang."

Deg. Hati Kuroko berdetak aneh.

"Lepaskan, Akashi-kun."

"Tidak!"

"Lep-hmpph"

Akashi mencium bibir Kuroko cepat. Awalnya sih hanya menempelkan, tapi lama kelamaan berubah jilatan dan berakhir dengan lumatan.

PLAKK!

Kuroko menampar pipi Akashi keras.

"Aku membencimu, Akashi-kun! Kau-.."

Akashi sudah mengira kalau Kuroko akan mengatainya. Ditulikan telinganya yang tidak sanggup mendengar penolakan yang kesekian kalinya dari orang yang dicintainya.

"..-Membuatku sakit jantung!"

Eh? Apa kata Kuroko tadi? Akashi mengerjap. Sakit jantung? Dengan perlahan Akashi melihat Kuroko. Bibir merah itu mencebik dan terlihat basah, muka yang memerah, pipi yang menggembung, mata yang berkaca-kaca. Akashi tidak tau harus ketawa atau menyerang Kuroko sekarang juga. Ekspresi Kuroko yang seperti ini membuat Akashi berpikir yang 'iya-iya'.

"Kalau kau sakit jantung, aku bisa memberikan jantungku untukmu, Tetsuya."

"Akashi-kun bisa mati. Jangan gombal."

"Kau takut aku mati?"

"Tentu sa- maksudku aku belum punya beras untuk melayat Akashi-kun."

Kalau ini anime, Akashi pasti sudah terjatuh dengan tidak elitnya.

"Aku pergi. Dekat-dekat Akashi-kun tidak baik bagi kesehatan. Pertunangan ini sele-"

Gelap. Sebelum Kuroko menyelesaikan kalimatnya, Kuroko jatuh pingsan. Bukan, bukan karena penyakit jantung yang divonis seenak jidat oleh Kuroko, tapi karena Akashi memeluk Kuroko dan memukul tengkuk Kuroko cepat. Dengan perlahan, Akashi menidurkan Kuroko di tempat tidur mereka dan berbaring sambil memeluk Kuroko.

"Kau tau, kau butuh istirahat sayang. Aku bukannya mengacuhkanmu juga, setiap pagi ku lihat lingkaran hitam dikantung matamu, aku berpikir bahwa kau butuh sendiri. Tapi aku tak pernah menghiraukanmu. Aku tau kau pergi ke rumah sakit, dan kau tau? Aku sangat takut. Untung saja aku tau bahwa kau baik-baik saja meski aku masih belum mengerti kenapa kau begitu murung. Katakanlah aku kejam memaksamu untuk tetap di sisiku, tapi aku tak mau kehilanganmu. Aku mencintai Tetsuya, sangat. Aku berharap suatu saat nanti, kau mau memberi hati dan tubuhmu seutuhnya kepadaku. Dan aku berjanji atas nama Akashi, aku akan membahagiakanmu."

Monolog Akashi diakhiri dengan ciuman lama di kening Kuroko. Menidurkan dirinya di rambut Kuroko. Menghirup sebanyak-banyaknya aroma vanilla yang menguar dari sana. Membiarkan dirinya jatuh sepenuhnya pada mimpi yang menghampirinya.

Akashi mengerjap pelan sambil menunggu kesadaran pulih sepenuhnya. Tangannya mengambil handphone yang berada di meja samping tempat tidur untuk melihat pukul berapa sekarang. Pukul tujuh malam. Berarti sudah empat jam dia tertidur. Matanya melirik pemuda yang berada dipelukannya yang masih terlelap. Pantas, dia bisa tertidur begitu lama. Pemuda yang dicintainya berada di dekapannya. Kulitnya yang putih. Bulu mata yang lentik. Bibir merah muda yang menggoda. Pipi yang kenyal. Rambut yang halus. Ah, rasanya Akashi sudah nggak tahan!.

'Mumpung Kuroko masih pulas, grepe-grepe dikit deh' sisi setan Akashi berbicara

'Jangan, dia pemuda yang masih polos' sekarang ganti sisi malaikat yang berbicara.

'Alaah, cuman dikit, gapapa nanti dikucek pake rinto. Coba lihat, kapan lagi bisa raba-raba'

'Jangan Sei, nanti pas kalian nikah aja grepe-grepenya'

'Nanti keburu diraba orang lain dong, Sei'

Hell! Akashi tidak akan membiarkan orang lain menyentuh Kuroko seujung kuku pun.

'Dasar setan! Ya udah, gimana kalo kamu grepenya pake tangan kanan? Yang pake tangan kanan katanya baik Sei'

Si malaikat sudah terkontaminasi otak setan -_-

Akashi menyeringai, ah, sisi malaikatnya memang bisa fleksibel. Namun, baru saja niat grepe-grepe dimulai, tangan Akashi tak sengaja menyentuh sesuatu di kantong celana Kuroko.

"Apa ini? Surat dari rumah sakit?" Tanya Akashi kembali bermonolog. Tangan putihnya cepat-cepat membuka isi surat dari salah satu rumah sakit paling canggih di Jepang itu.

Yang terhormat, Tn. Kuroko Tetsuya

Bersama dengan surat ini dan berdasarkan hasil tes lab yang sudah dijalani, kami memberitahukan bahwa Tn. Kuroko Tetsuya negative mengalami penyakit jantung. Adapun hal-hal yang menyebabkan jantung anda berdetak lebih keras, kadang sesak dan sakit, atau berdetak aneh tidak lain dan tidak bukan karena Tn. Kuroko Tetsuya positive jatuh cinta. Hal ini berdasarkan dari sesi curhat anda kemarin, dimana anda mengatakan bahwa gejala ini anda alami karena dekat-dekat dengan Tn. Akashi Seijuro. Sakit dan sesak yang anda alami juga karena Tn. Akashi Seijuro sedang dekat dengan orang lain. Oleh karena itu, dengan seyakin-yakinnya, kami menyarankan agar anda segera menyatakan cinta kepada Tn. Akashi Seijuro dengan cara mengatakan 'I Love You' atau 'Aku Mencintaimu' kepada yang bersangkutan yaitu Tn. Akashi Seijuro.

Sekian pemberitahuan dari kami. Bila ada salah kata, mohon dimaafin yaa Tn. Kuroko Tetsuya *pelukdanciumhangat

Tertanda,

Mibuchi Reo.

Akashi tidak tau harus bersikap bagaimana saat selesai membaca surat yang menurut Akashi cukup nista meski membuatnya berasa terbang tinggi ke awan. Rasanya hati Akashi campur aduk dan yang pasti sangat sangat sangat bahagia. Berulang-ulang dibacanya kalimat yang menunjukkan bahwa Kuroko jatuh cinta padanya. Akashi takut kalau itu hanya imajinasinya. Meski punya mata emperor, tapi kalo berhubungan dengan Kuroko, matanya kadang error. Akashi nyengir lebar. Seumur hidupnya dan mungkin ini juga cuman satu kali seumur hidupnya, Akashi tersenyum lebar. Bukan Akashi sekali. Dengan gemas dipeluknya Kuroko. Diciumnya pipi kenyal itu berkali-kali meski sang empunya cuman ngulet.

Demi apa, Kuroko Tetsuya mencintainya!

TBC.

Author's Note :

Terimakasih sudah membaca!

Sign,

Gigi.

Special Thanks

Outofblue, Anonymous, Elvoldysh, Ritsu Syalalala,

Zafreena, Seishrin A, S Hanabi, Efi Astuti L,

Shota Nogami, Sofi Asat, Kufufufu Chan,

Eruchan777, Tetsuya Ran,

Arlert09, Aishi Kichianobe,

Thalita Claluchuchachachuke, Kny14,

Kinoshita Yuu, Ice Ohice, Bona Nano,

Rukanra411, Meikha0102, Kichan Elpeu,

Eru Arasu, Nameless Pierrot, Fujoshi Hentai,

Rukanra, Aka To Kuro, Babyeagledeer12,

Liliya04, Macaroon Waffle, Furi Shirogane,

Uchiha Yunahitssugaya, Ryuusuke583,

Kazuharuka Takumi, Momonpoi, Guest,

Acio, Kurotatsu, .9, Mai-Chan

Miss Ngiweung, Uchiha Yunahitssugaya,

Acio, Caesar 704, Kazuka-Chan, Daun Salak,

Fujoshi Hentai, Siucchi, Nameputri,

Akakuromylovely, Yaoilovers, Suzu-Chan,

The Blood, Fujozell, Suzukimichiyo,

Zfwfujo