Sweet Calling

Cast

Park Chanyeol

Do Kyungsoo /GS/

Summary

Hobi Chanyeol yang suka sekali menggoda Kyungsoo yang kadang membuat Kyungsoo kesal dan juga tersipu malu. Dan Kyungsoo ingin sesekali membalas menggoda Chanyeol, tanpa disangka hal itu membuat Chanyeol menangis...

FF Chansoo One Shoot

"Will you marry me Do Kyungsoo?" Lamaran Chanyeol dengan segenap rasa gugupnya dan ekspresi serius berusaha meyakinkan Kyungsoo.

1

2

3

4 detik, waktu yang diperlukan Kyungsoo untuk menjawab lamaran Chanyeol.

Akhirnya, jawaban yang Chanyeol tunggu terjawab setelah 4 detik pertanyaan penuh keberaniannya terucap. Oh Tuhan...

Blank

Chanyeol merasakan ada lubang hitam yang menghisap dirinya menuju entah kemana untuk menjauh dari Kyungsoo. Dan seakan ada bom nuklir meledakan dirinya, seakan ada meteor yang jatuh menimpa tubuh etletisnya, dunia Chanyeol runtuh dalam waktu 4 detik. Chanyeol lemas bukan main.

Dengan ekspresi sedih Kyungsoo menggeleng.

Apa?

Kyungsoo menggeleng...

"I'm sorry Chan~"

Genggaman tangan Chanyeol pada tangan Kyungsoo terlepas, tubuhnya terasa lemas, hatinya sangat sakit, kepalanya pusing bukan main. Chanyeol tak percaya Kyungsoo akan menolaknya.

Banyak sekali kejutan hari ini, pikir Chanyeol. Syok bukan main karena Kyungsoo menciumnya lebih dulu, sekarang syok hingga ingin mati karena lamarannya ditolak sang kekasih. Oh God.

"Berdirilah" Perintah Kyungsoo lembut. Chanyeol masih membatu.

"Chan~ berdiri dulu kumohon" Kyungsoo mulai membimbing Chanyeol untuk berdiri, tetapi laki-laki itu tetap membatu menatap Kyungsoo dengan mata mulai berkaca-kaca dan tatapan sayu.

Menyerahkah kau Chanyeol?

"Dengar, berdiri dulu baru aku jelaskan semuanya" Perintah Kyungsoo mutlak.

Chanyeol mulai merespon. Berkedip, menandakan dirinya masih hidup. Satu tetes air mata membasahi pipinya, menandakan bahwa hatinya sangat sakit dan hancur. Di usapnya kasar dengan tangan kanan yang masih memegang cincin.

Setelah perang di batin dan otaknya akhirnya Chanyeol bisa berdiri dengan sisa tenaga yang dia punya.

Oke, dia butuh penjelasan.

Tanpa disadari Chanyeol, Kyungsoo tersenyum tipis melihat pria malang didepannya. Ya Tuhan, maafkan aku.

"Jangan menangis" Kyungsoo berbisik lirih. Tahukah kau Kyungsoo, justru kata dari mulut manismu itu yang kini membuat pertahanan seorang Park Chanyeol untuk tetap tegar runtuh seketika.

Lamaranmu ditolak dalam 4 detik oleh wanita yang kau cintai lebih dari dirimu sendiri, dan mencoba tetap tegar adalah hal yang sangat sulit. Menangis adalah hal tabu bagi para lelaki, apalagi dihadapan seorang wanita yang menjadi duniamu. Tuhan, Chanyeol butuh peti mati sekarang.

Kyungsoo tersenyum manis sekali, kemudian tangannya meraih wajah Chanyeol, menghapus air mata lelakinya.

"Lihat aku" Chanyeol menurut, walau dengan menatap Kyungsoo membuat hatinya semakin hancur berantakan. "Kau adalah pria jantan Chanyeol, jangan menangis hanya karena aku menggeleng" Kyungsoo berusaha menahan tawanya.

Kyungsoo sadari memang dirinya sungguh keterlaluan, menjawab keseriusan Park Chanyeol dengan mengerjai pria itu hingga membuatnya menangis. Tapi ini kesempatan emas yang diberikan Tuhan kepada Kyungsoo untuk membalas segala tingkah laku Chanyeol yang kadang membuat kesal. Maafkan aku Tuhan, hanya sekali ini saja, batin Kyungsoo berdoa.

"Dengar, aku tahu kau sangat mencintaiku, aku pun begitu" Kyungsoo mulai berkata-kata. "Aku sangat mencintaimu Chanyeol, aku tak mungkin menolak untuk tak menjadi temanmu, sahabatmu, adikmu dan juga istrimu. Juga..." Kyungsoo tersenyum meyakinkan. "Menjadi ibu, eumm mommy untuk anak-anakmu"

Chanyeol mengangguk dengan raut sedih, masih mencoba tegar untuk mengikhlaskan jawaban Kyungsoo. Sepertinya pria ini belum menyadari penjelasan Kyungsoo.

1

2

3 detik. Chanyeol membelalakkan matanya. Menatap Kyungsoo dengan tatapan menuntut penjabaran. Seolah tahu arti tatapan Chanyeol, Kyungsoo tersenyum manis dengan kedua tangan yang masih terus mengusap wajah kekasihnya kemudian menggeleng.

"I'm sorry Chan~ aku tak mungkin menolakmu, jadi jangan menangis"

Chu~

"I love you Chan"

Apa itu tadi?

Hening. Tak ada reaksi berarti dari Chanyeol yang masih membolakan matanya menatap Kyungsoo. Chanyeol dibuat syok berkali-kali oleh tingkah Kyungsoo malam ini.

"Hei, Chan~ kau mau diam saja?"

'Kyung~ Lidahku kelu. Aku belum bisa mengerti situasi. Aku baru saja berfikir untuk merelakanmu pergi dariku jika itu membuatmu bahagia. Ohh, untung ini hanya di dalam otakku saja. Aku tak akan melepaskanmu kapanpun dan apapun yang terjadi Soo'

"Apa aku berlebihan?"

'YA! Aku akan mati jika kau menolak menikah denganku'

"Chanyeol apa kau marah? Maafkan aku sayang"

Chanyeol masih diam tak berkutik, obsidian coklatnya masih menatap wajah Kyungsoo lekat. Sepertinya Chanyeol masih dibuat syok karena ada sosok bidadari di hadapannya yang memanggilnya sayang.

'Tunggu. Sayang? Oh Tuhan kau apakan Do Kyungsoo-ku yang pendiam dan galak ini. Apa dia Do Kyungsoo yang selama ini menjadi kekasihku? Tapi terimakasih, aku bahagia Tuhan, bagaimanapun sifat ajaib yang Kyungsoo miliki aku tetap mencintainya' batin Chanyeol yang sudah tidak stabil sedari tadi.

Kyungsoo mendengus malas, "Seharusnya aku tahu jika kau hanya bermain-main"

Baru beberapa senti tangan Kyungsoo meninggalkan wajah tampan Chanyeol, tapi kemudian terhenti, tergenggam erat oleh tangan besar milik Chanyeol.

"I love you Kyungsoo" Setelah mengalami naik turun, maju mundur, serta putaran gejolak emosi akhirnya si pria bertelinga peri membuka suara. "Aku sangat-saangaaat mencintaimu. Aku tak suka bermain dengan perasaan, tapi aku suka bermain denganmu" Cengiran lebar terpatri di wajah Chanyeol. Kyungsoo mendengus.

"Aku tidak marah, hanya saja aku terlalu kaget dengan semua responmu malam ini. Aku masih meragukan bahwa dihadapanku ini adalah Do Kyungsoo yang selama ini aku kenal, bukan seorang bidadari yang jatuh dari surga dihadapanku eeeaaaaa" CY Junior tiba-tiba nyanyi /Plak/

Kyungsoo terkikik geli dengan candaan Chanyeol. "Aku Do Kyungsoo-mu. Kekasih seorang pria tampan bernama Park Chanyeol. Dan mungkin aku seorang bidadari yang jatuh dari surga untukmu Chan, eeaaa" tawa Kyungsoo tak bisa berhenti mendengar candaannya sendiri.

'Tuhkan...ini pasti bukan Kyungsoo si manusia pendiam pasif tak banyak respon. Ini adalah Do Kyungsoo penuh kejutan, seperti pesulap. Mana mungkin Kyungsoo menggombal seperti tadi. Kuatkan jantungku Ya Tuhan' Chanyeol tersenyum melihat raut wajah bahagia kekasihnya, si pesulap Kyungsoo.

"Jadi kau menerimaku? Kau mau menikah denganku?" Tanya Chanyeol meminta kepastian.

Kyungsoo tersenyum kemudian mengangguk.

"Jangan hanya tersenyum dan mengangguk sayang" Chanyeol butuh kejelasan saudara...

Chu~

Sepertinya mulai saat ini Chanyeol harus terbiasa dengan ciuman dari Kyungsoo yang tiba-tiba, karena kalau tidak, hal itu sungguh tidak baik untuk kesehatan jantungnya.

Sambil terus mencoba menetralkan detak jantungnya, kemudian Chanyeol berdehem. "Sebuah kecupan saja tidak akan memberi kejelasan"

"Tidak mau ya sudah" balas Kyungsoo acuh.

Ini adalah si acuh Do Kyungsoo-ku. Chanyeol tersenyum.

"Kau ini, berikan tanganmu" perintah Chanyeol agak ketus.

"Tanganku sedari tadi digenggam olehmu Chan" oh iya. Akhirnya sebuah cincin berukiran sederhana dengan hiasan tiga mata berlian kecil dipasangkan Chanyeol ke jari manis Kyungsoo.

"Cantik. Kau suka?" Kyungsoo tersenyum dan mengangguk. "Kau tahu? Saat tadi kau menggelengkan kepala setelah aku bertanya dan kau berkata I'm sorry Chan~" kata Chanyeol menirukan suara Kyungsoo. "Demi Tuhan duniaku seakan runtuh Soo, mungkin jika kau benar menolakku aku akan gila, dan mati secara perlahan"

"Maafkan aku, aku keterlaluan hingga membuatmu menangis, tapi aku juga sesekali ingin mengerjaimu. Jangan kau terus yang selalu mempermainkan aku" balas Kyungsoo kesal sambil menepuk dada Chanyeol. Chanyeol terkekeh.

"Maafkan aku juga, karena selalu bercanda padamu. Tapi entah kenapa aku sangat suka menggodamu" Chanyeol meringis merasakan cubitan kecil di perutnya, ulah kekesalan Kyungsoo. Kekehan Chanyeol semakin keras.

"Hentikan Chan" kata Kyungsoo mulai bersungut-sungut. Mengerti kekasihnya mulai nengeluarkan tanduk, tawa Chanyeol berhenti.

"Maafkan aku karena lamaran ini tidak romantis, karena aku tahu kau tidak suka hal picisan seperti candle light dinner atau bunga atau hal semacamnya" Chanyeol mencium jari manis Kyungsoo yang terpasang cincin tadi. "Tapi aku sudah menyiapkan hadiah yang pasti kau suka. Sekarang tutup matamu"

Dengan ekspresi bingung, Kyungsoo menurut menutup matanya.

"Apapun yang terjadi atau kau dengar jangan buka matamu jika aku belum perintah, oke?" Bisik Chanyeol yang dibalas gumaman oleh Kyungsoo.

Hening. Kyungsoo yakin Chanyeol masih berdiri di depannya, tarasa dari hembusan napas Chanyeol yang menerpa wajahnya. Mau apa Chanyeol sebenarnya?

"Kyung~" Chanyeol memanggil Kyungsoo dengan deep tonenya.

"Apa" tidak seperti biasanya, Kyungsoo menjawab.

"Kyungsoo sayang" panggil Chanyeol manja.

"Berhenti memanggilku seperti itu"

"Soo-ya" bisik Chanyeol di telinga Kyungsoo.

Oke ini sudah diambang batas kesabaran Kyungsoo, Kyungsoo hendak membuka mata, tapi sebelum berhasil Kyungsoo merasa ada sesatu yang lembab, kenyal dan hangat di bibirnya, serta hembusan napas beraroma mint menerpa pipinya. Hanya orang tidak peka yang tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kyungsoo tak menolak, membiarkan Chanyeol menciumnya.

Cukup lama ciuman itu terjadi walau hanya ada kecupan dan lumatan-lumatan kecil yang dilakukan bibir Chanyeol. Chanyeol yang melepas terlebih dahulu.

"Gadis pintar, kau belum membuka matamu apapun yang terjadi" kekeh Chanyeol.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan Chan" Kyungsoo masih menutup matanya, mulai jengah.

"Aku menciummu" jawab Chanyeol enteng.

"Park Chanyeol!" Bentakkan pertama Kyungsoo hari ini, yang berarti jangan lagi main-main.

"Baiklah, sekarang buka matamu" Chanyeol menyambut tatapan mata Kyungsoo dengan senyuman merekah.

"Taraaaa~" ada dua lembar kertas di tangan Chanyeol yang ditunjukkannya pada sang gadis, disinyalir sebagai hadiah yang dimaksud untuk Kyungsoo.

"Ini hadiahmu. Tiket teater anaknya Harry" masih dengan senyum merekahnya Chanyeol memberikan salah satu kertas yang katanya adalah tiket ke tangan Kyungsoo.

Kyungsoo menerimanya, kemudian membaca kertas itu yang semuanya bertuliskan bahasa Inggris. Setelah selesai Kyungsoo kemudian menatap Chanyeol dengan tatapan tak percaya. Matanya berkaca-kaca.

"Ya aku memang hebat, terimakasih pujiannya" kata Chanyeol menyombongkan diri, padahal Kyungsoo belum berkata apa-apa.

"Ini asli kan?" Tanpa diduga itulah kata Kyungsoo pertama kali setelah mendapat hadiahnya.

"Aku harus berjuang memesannya berbulan-bulan yang lalu dengan persaingan ketat sayang. Dan kau meragukanku?" Tanya Chanyeol tampak kecewa.

Oh ayolah, sebuah tiket teater the cursed child yang berada di Inggris sana itu sangat sulit untuk didapatkan, butuh berbulan-bulan untuk memesannya, terlebih saingannya adalah pecinta buku seri Harry Potter yang mendunia. Demi dua buah tiket untuk hadiah kekasihnya yang sangat menggilai segala karya J.K Rowling, perjuangan Chanyeol tidaklah mudah kawan.

"Tidak mau ya sudah" lanjut Chanyeol menirukan gaya bicara Kyungsoo.

Kyungsoo menggeleng manja. "Mana mungkin aku meragukanmu, aku tahu memesan tiket teater Harry Potter itu sangat sulit, jadi aku bertanya apakah ini asli" Kyungsoo tersenyum menenangkan. "Terimakasih Chan, kau pria yang hebat, kau tahu apa keinginanku, kau tak pernah mengecewakanku, walau kadang kau memanggil namaku berulang kali sampai membuatku kesal, tapi aku suka. Itu sudah menjadi ciri khasmu bermanja padaku" Kyungsoo terkikik geli.

Chanyeol yang tadinya memasang wajah pura-pura kesal, mau tak mau tersenyum lebar menanggapi perkataan Kyungsoo.

"I love you Park Chanyeol. Terus menjadi Park Chanyeol yang aku cintai" bisik Kyungsoo sembari melingakarkan kedua tangan ke leher sang pria, memeluk erat tubuh kekasihnya.

"I love you too Park Kyungsoo" Chanyeol terkekeh, mempererat pelukan keduanya.

"Jangan asal menggganti nama Chan"

"Aku tidak asal sayang, bagaimana kalau besok kita ke pendaftaran pernikahan... Oh, tanpa ada penolakkan" tegas Chanyeol yang merasa Kyungsoo akan menolak dengan melonggarkan pelukannya.

Mereka berdua saling menatap, Chanyeol dengan senyuman dan tatapan tidak ingin dibantah sedangkan Kyungsoo dengan tatapan memohon meminta keringanan. Dan sang jantan yang menang.

"I hate you" bisik Kyungsoo kemudian menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol.

"I hate you too sweet heart" kekeh Chanyeol. Kyungsoo semakin mempererat pelukan dan menenggesek-gesekkan wajahnya di dada Chanyeol.

"Sayang" Chanyeol mulai memanggil Kyungsoo dengan nada manja.

"Hentikan Chan, aku tak suka kau memanggilku dengan kata dan nada seperti itu" jawab Kyungsoo yang masih menenggelamkan wajahnya di dada bidang Chanyeol.

"Bagaimana ini, tapi aku sangat suka memanggilmu sayang~" tanya Chanyeol dengan ekspresi sok bingung dan manja, padahal Kyungsoo tak mungkin melihatnya.

"Sayangku~ cintaku~ Kyungsooku~" lanjut Chanyeol demi memggoda Kyungsoo.

"Terserahlah" Kyungsoo tak mau berdebat dengan penguasa dunianya, CEO Park Chanyeol. Terdengar kekehan sang penguasa dan semakin mempererat pelukannya pada si mungil.

"My whole world, my love, my everything" gombalan Chanyeol yang kita juga mau denger langsung.

"Kyuuuuung~ aku sangat mencintaimu" rengek Chanyeol manja dan mulai mengecupi pucuk kepala Kyungsoo.

"Kenapa kau imut sekali si? Ya ampun" Chanyeol yang gemas dengan tubuh Kyungsoo kini menggoyangkan tubuh keduanya ke kanan dan ke kiri.

"Sayang, apa kau ingin kita merayakannya?" Dijawab gumaman tanya oleh Kyungsoo tanpa berniat menggerakkan kepalanya menatap Chanyeol.

"Yeah, merayakan kau menerima lamaranku. Kau sudah mendapat hadiahmu dariku. Sekarang giliranku mendapat hadiahku" balas Chanyeol dengan seringai tipis di wajahnya.

Akhirnya Kyungsoo mengangkat kepalanya, menatap Chanyeol dengan tatapan tajam.

"Tanpa pengaman" bisik Chanyeol penuh penekanan di telinga Kyungsoo, kemudian menggendong si mungil yang kini meronta munuju kamar perayaan.

Kegiatan pasangan Chansoo malam ini dipastikan akan berakhir lama, yang pasti sebelum ada lolongan serigala yang berwujud manusia bernama Park Chanyeol terdengar, sang waktu pun tak akan berani menggangu.

Kasihan our little Soo harus menghadapi sang penguasa bernama Perkasa Chanyeol sepanjang malam.

.

.

.

END

Note :

Bagaimana menurut kalian cerita abal-abal ini? Bikin gemesh atau palah bikin jijik? wkkk

Kenapa Chansoo? Soalnya real moment mereka berdua bikin gemesh ㅅ.ㅅ Chanyeolnya yang suka banget nge-goda Kyungsoo, dan Kyungsoonya yang pura-pura marah dan kalau ketawa imut syekali

Dan Sweet Calling ini sebenernya terinspirasi dari sebuah fanart milik duckhymne. Terimakasih banyak sudah menginspirasi saya master-nim :)

Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri, mohon maaf apabila ada kesamaan unsur intrinsik cerita

Terimakasih yang sudah berkenan mau membaca my first FF, yang masih jauh dari kata baik dan belum ada feel-nya.

Terimakasih juga yang sudah mau review, follow dan favorite ㅂ, ㅂ

Terimakasih banyak, yang juga aku kasih ketchup jidat untuk :

chabii soo : so sweet yaah? uncchhh

waterm3lon : iya nih wkk, hanya mencoba menyalurkan ide yang sudah lama terpendam .v

Kaisooship : gak di php-in, cuma di bikin nangis doang wkk

p.s. Doakan semoga bisa publish another story wkk. Doakan juga semoga cerita selanjutnya gak abal-abal :D

p.s.s ElyXion Dot Daebak! w o w