Pals
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
AU, OOC for sure
Love make you be a better person
Mereka bilang, biasanya gadis cantik yang modis itu menyebalkan, suka menindasmu, dan tampil sok berkuasa seperti pemeran antagonis di sebuah drama siang. Dan bodoh. Tapi tidak begitu dengan Ino. Sebagai primadona Konoha High School ia cukup ramah, dan aktif di kegiatan OSIS. Bukti bahwa ia bukan salah satu gadis pirang berotak kosong, mengingat untuk menjadi anggota OSIS, ia harus memiliki prestasi akademik yang tidak mengecewakan. Sebenarnya ada alasan mengapa ia yang selama SMP hanya memperhatikan dunia fashion itu kini bersikap demikian.
Pertama, ia tak ingin orang mengatainya blonde girl. Rambut pirang, mata berwarna biru, dan tubuh yang bisa membuat semua pria menoleh itu, secara otomatis membuatnya mendapatkan julukan itu. Oleh sebab itu ia ingin membuktikan pada orang-orang bahwa ia bukan sekedar barbie berotak kosong.
"Pirang dan bodoh itu Naruto. Aku tidak mau disamakan dengan sepupu Karin yang idiot itu!" ucap Ino ketika seorang gadis yang iri dengannya mengoloknya di jaman SMP dulu.
Alasan kedua adalah—
"Seharusnya kau bisa berusaha lebih baik lagi, aku yakin dengan IQ mu itu kau bisa mendapatkan peringkat satu di Jepang." Tatapan Ino beralih ke arah Asuma sensei, wali kelas mereka yang kini tengah memarahi seorang pemuda yang rambutnya diikat model nanas, Shikamaru.
"Hah, merepotkan."
BUKH!
Ino terkikik saat melihat Asuma memukul kepala Shikamaru dengan sebuah buku yang digulung.
"Memperhatikannya lagi?" tanya Sakura. Gadis berambut merah muda itu mengunjungi kelas mereka untuk meminjam kamus, yang entah bagaimana gadis itu lupa membawanya— tak seperti biasanya, pikir Ino. Padahal yang biasanya terjadi adalah Karin lupa membawa sesuatu, dan kemudian gadis itu akan memaksa Sakura untuk meminjamkannya buku. Omong-omong soal Karin, gadis itu kini tengah terpuruk terkena flu musim semi. Bodoh seperti biasanya.
"Dia bodoh. Benar kata Asuma, seharusnya dengan otak jeniusnya itu dia bisa mendapatkan peringkat satu di ujian kemarin. Tapi ia pasti berpikir bahwa itu merepotkan dan memilih untuk mengosongkan jawaban terakhir karena malas." Sakura menatap Ino dengan tatapan menyelidik.
"Apakah tidak sebaiknya kau menyapanya? Kalian teman masa kecil kan?" Ino tersenyum kaku. Seperti yang Sakura katakan, Shikamaru adalah teman masa kecilnya. Akan tetapi saat berumur 10 tahun pemuda itu pindah ke Osaka mengikuti kedua orang tuanya yang pindah tugas ke daerah itu. Dan kini rupanya kedua orang tuanya kembali dipindahkan ke sini, sehingga Shikamaru kembali masuk ke SMA yang sama dengannya.
Meskipun begitu, entah mengapa gadis berambut pirang itu merasa segan menyapa Shikamaru. Itu sebabnya meskipun mereka sudah satu kelas hampir selama satu tahun, ia belum menyapa pemuda itu. Mungkin itu ada hubungannya dengan surat cintanya yang pada saat jaman SD dulu tak pernah di balas oleh sang pemuda hingga saat ini.
"Sapalah dia. Tunjukkan padanya kau bukan gadis yang sama seperti dulu. Yang hanya bisa berkata cermin cermin di dinding, siapa yang paling cantik di seluruh sekolah ini? Atau Shikamaru ambilkan aku bunga mawar kemudian buatkan mahkota untukku! Aku adalah ratumu! Sehingga dia mengataimu merepotkan."
"HEI!" Sakura melarikan diri dengan tawa yang berderai saat Ino hendak memukulnya. Ino tidak sadar bahwa saat itu Shikamaru mendengar pembicaraan mereka, dan kini tersenyum tipis melihat tingkah kedua sahabat itu.
Dan alasan yang kedua mengapa Ino menjadi seperti ini adalah agar pemuda malas itu memujinya dan tidak mengatainya merepotkan lagi seperti ketika mereka kecil dulu.
TBC
