Pals

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

AU, OOC for sure

Dont be a smart ass in front of your friend

Karin menghempaskan tubuhnya ke ranjang queen size milik Ino. Gadis itu membenamkan kepalanya di bantal empuk milik sang gadis pirang. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat Ino yang tengah mengganti bajunya dengan baju tidur berenda kesayangannya, dan Sakura yang kini tengah mencari-cari majalah fashion yang belum dibacanya di rak buku berwarna pink.

"Katakan, kenapa kita menginap di rumah Ino dan bukannya rumahmu?" Tanya Karin sambil menatap Sakura sebal. Seharusnya minggu ini jadwal mereka bertiga mengadakan pajama's party di rumah Sakura. Padahal dia sudah menunggu hari ini sejak kemarin, berharap bisa melihat Sasori, kakak Sakura yang tampan dan berkacamata itu.

"Beberapa hari ini Nii-san sedang bad mood, jadi aku pikir sebaiknya kita menginap di rumah Ino saja. Kau tahu kan kebiasaan Nii-san ketika kesal, semua orang akan dia omeli. Aku saja sudah kena omelannya tadi pagi."

"Tumben." Karin menggerutkan dahinya heran. Setahunya sesebal-sebalnya Sasori, pemuda berambut itu tak akan pernah mengomeli Sakura, serta Ino dan Karin.

"Hm…, aku tidak tahu, tapi sepertinya Nii-san menjadi seperti itu setelah bertemu dengan Sasuke-kun."

"Mereka bertemu?" Ucapan Sakura mendapatkan perhatian dari Ino yang tengah mengolesi tubuhnya dengan body butter beraroma coklat kesukaannya.

"Bodoh," ucap Karin disertai dengan anggukan setuju dari Ino.

"Kenapa?" Tanya Sakura sambil menatap bingung ke arah kedua orang temannya.

"Sudah kubilang, sebaiknya kau tidak pacaran dengan pria berambut ekor ayam itu! Kau tidak lihat ia berteman dengan Suigetsu? Suigetsu! Euw!" Karin menggidikkan tubuhnya saat menyebut nama teman sekelasnya itu. Ino menaikkan alisnya saat percakapan tiba-tiba membahas tentang Suigetsu.

"Memangnya kenapa kalau Sasuke-san berteman dengan Suigetsu-san? Suigetsu-san kan baik." Mata Karin melotot saat mendengar ucapan Ino.

"Baik? BAIK?" Ino dan Sakura menutup kedua telinga mereka ketika Karin mengeraskan suaranya. "Kau tidak lupa kan kalau hari ini ia sudah memakan roti kare milikku?!" Ino mendesah mendengar perkataan dramatis Karin.

"Tidak mungkin aku lupa. Karena kejadian itu kau melemparkan meja ke arahnya, membuat kelas kita dimarahi Asuma karena lagi-lagi kau membuat keributan." Karin menunjukkan tatapan yang seolah berkata sudah sepantasnya si bocah berambut putih itu mendapatkannya.

"Memangnya kalian pernah ada sesuatu ya? Suigetsu baik pada semua orang kecuali padamu. Ah aku tahu, jangan-jangan kalian pernah berkencan—" ucapan Sakura terhenti saat sebuah bantal melayang ke arahnya.

"Kau ingin kubunuh? Lagipula yang kita bicarakan sekarang itu tentang hubungan Si cengeng ini dan Sasuke." Sakura menggerutu saat Karin menyebutnya si cengeng. Gerutuan Sakura terhenti saat Karin menatapnya tajam. "Kau harus putus dengan dia."

"Kenapa?" Karin menarik nafas kesal mendengar pertanyaan Sakura.

"Sudah kukatakan! Dia berteman dengan Suigetsu. Itu sudah menjelaskan semuanya!" Ino memutar kedua bola matanya. Lagi-lagi kembali ke pembahasan mengenai pemuda berambut putih, musuh bebuyutan Karin. Jika saja Ino tidak tahu bahwa Karin menyimpan perasaan ke ketua OSIS mereka, Hyuuga Neji— meskipun gadis itu sendiri tidak mau mengakuinya. Ia pasti sudah mengira teman berambut merahnya itu menyimpan perasaan ke Suigetsu.

"Dan sudah kukatakan. Tidak ada yang salah apabila mereka berteman." Karin menatap Ino dengan tatapan yang seolah-olah berkata kau bercanda.

"Suigetsu itu yankee. Dan orang yang berteman dengan yankee adalah yankee. Anak kecil saja sudah tahu itu!"

"Yankee?" Tanya Ino.

"Hm. Waktu SMP dia masuk ke kelompok serigala salju. Kelompok itu bermusuhan dengan kelompokku dulu."

Ah, kini sepertinya Ino mulai mengerti mengapa kedua orang ini sering bertengkar. Nampaknya mereka berdua masih terbawa dendam masa lalu. Ino terkikik saat memikirkan hal itu. Dendam masa lalu. Seperti novel horor saja.

"Ah, Sasuke-kun pernah bercerita tentang hal itu. Tapi kata Sasuke-kun sekarang Suigetsu sudah tidak menjadi berandalan."

"Sakura sayang, tidak ada yankee yang bisa keluar begitu saja dari kelompoknya. Dan Sasuke sebagai temannya sudah dipastikan bahwa dia juga masuk ke kelompok serigala salju." Ino menatap Karin dengan tatapan bodoh.

"Kau mantan yankee," ucap Ino dengan nada datar.

"I— itu dan ini berbeda!" Jawab Karin dengan gelagapan.

"Dan kami berdua temanmu, si mantan yankee yang ternyata sepertinya masih menjadi seorang yankee karena tidak ada yankee yang keluar dari kelompoknya begitu saja. Seperti yang kau bilang." Mulut Karin terbuka dan tertutup berulang-ulang. Ia kehabisan kata-kata mendengar ucapan Ino.

"Eh? Jadi kita yankee juga Ino?" tanya Sakura dengan mata yang membesar karena terkejut.

Ino menghela nafas panjang. Gadis itu heran. Kenapa ia bisa berteman dengan si tsundere yang bodoh dan keras kepala, serta si cengeng yang nampaknya sedikit lemot ini. Tuhan sepertinya tengah mengujinya.

TBC