Pals

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

AU, OOC for sure

"Friendship is born at that moment when one person says to another: "What! You too? I thought I was the only one." – CS Lewis

Karin, Ino dan Sakura memang memiliki kepribadian yang berbeda, itu sebabnya banyak yang merasa tidak persaya saat mengetahui hubungan persahabatan mereka. Persahabatan mereka dimulai saat memasuki jaman SMA, dan tidak seperti sebagian besar orang kira dimana persahabatan mereka dimulai dengan Sakura dan Ino yang awalnya dipalak oleh seorang preman kemudian diselamatkan oleh Karin, persahabatan mereka justru dimulai karena hal remeh yang sedikit memalukan. Sebuah ucapan yang secara tidak sengaja terucap oleh mereka bertiga secara bersamaan.

"Senpai berkacamata itu kereen!"

"Lihat, paman kantoran itu tampan sekali!" Ucap Karin sambil menengedahkan kepalanya ke arah pria yang menggunakan kemeja berwarna biru, dan menenteng tas kantornya.

"Aku lebih memilih kakak kuliahan yang menggunakan kaos berwarna orange itu." ucap Sakura tak mau kalah. Karin melihat ke arah pemuda yang ditunjuk Sakura, dan secara otomatis mengernyitkan matanya tak suka saat melihat warna bajunya.

"Orange? Orange? Duh. Yang benar saja, selera berpakaiannya sama dengan Naruto. Kalau kau menganggapnya keren, sama saja kau menganggap sepupu idiotnya Karin itu keren!"

"Hey!" Pekik Karin tak terima. Meskipun ia tahu bahwa sepupunya itu idiot, tetap saja ia tak terima sepupunya dijelek-jelekan. Solidaritas sesama sepupu, kau tahulah.

"Tunggu− itu memang Naruto!" Pekik Ino saat melihat pemuda itu lebih teliti.

"Hei! Dia menggandeng seorang gadis! Euw! Akan aku adukan dia ke Kushina baa-chan! Beraninya dia berkencan saat musim ujian begini. Lagipula siapa gadis bodoh yang mau berkencan dengan idiot sepertinya?" Ino memutar bola matanya saat mendengar perkataan Karin. Perasaan baru saja gadis berambut merah itu tak mau sepepu pirangnya itu dijelek-jelekan, kini ia sudah mengata-ngatainya idiot. Ino memicingkan matanya, berusaha melihat teman kencan Naruto lebih jelas lagi. Rambutnya panjang, kulitnya putih, wajah yang selalu merona merah, dan sepertinya sebentar lagi akan pingsan.

"Oh tuhan! Dia berkencan dengan Hinata! Lihat! Oh, Neji pasti akan membunuhnya!" Desis Ino saat menyadari siapa teman kencan Naruto. Karin mendelik ke arah Ino saat mendengar ucapannya. Gadis berambut merah itu langsung mengamati gadis yang kini nampaknya hampir pingsan itu.

"Ja− jangan katakan Neji menyukai gadis berambut panjang itu?!" Ino melirik ke arah Karin yang kini berwajah pucat. "Dasar! Semua pria sama saja! Mereka pasti menyukai gadis berambut panjang yang memancarkan aura ingin dilindungi sepertinya. Dasar Sadako jadi-jadian!"

Sakura dan Ino saling berpandang-pandangan dan akhirnya tertawa terpingkal-pingkal. Baru kali ini mereka melihat Karin mengatai seseorang karena rasa cemburu.

"Tenanglah Karin, dia Hyuuga Hinata." Ujar Sakura yang merasa kasihan pada Karin sambil mengusap air mata di sudut matanya akibat tawa yang berlebihan.

"Apa peduliku? Bagiku dia Sadako! Sadako! Kalian tidak lihat rambut panjang dengan poni yang hampir menutupi matanya itu?! Lihat juga kulitnya yang terlalu putih itu!"

Ino menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar ucapan penuh emosi Karin. Terkadang gadis itu memang tidak bisa menggunakan akalnya saat terlalu emosi, seperti saat ini, ketika ia terbakar api cemburu. "Hyuuga Hinata, Hyuuga Neji. Kau tidak lihat persamaannya? Hyuu-Ga. Mereka kakak adik. Jangan bilang keidiotan Sakura kini menular padamu?"

"Hey, aku tidak idiot!" Ujar Sakura sambil memukul lengan Ino tak terima dikatakan idiot.

"Oh!" gumam Karin dengan penuh kelegaan, respon yang membuat kedua orang sahabatnya ingin menggodanya.

"Kenapa? Kau merasa cemburu ya pada gadis berambut panjang yang mirip Sadako jadi-jadian itu?" Goda Sakura sambil mencolek pipi Karin.

"Ti-tidak! Siapa bilang?! Aku hanya merasa selera si ketua OSIS itu payah!"

"Jadi menurutmu Hinata Hyuuga, sang putri yang memiliki banyak penggemar itu payah?" Goda Ino.

"Tentu saja! Lihat, dia berkencan dengan Naruto! Itu sudah mengungkapkan segalanya!" Ino memutar bola matanya, menyerah dengan kekeras kepalaan sahabat berambut merahnya itu.

"Terserah apa katamu Karin, terserah apa katamu."

"Hei, lihat pria berambut panjang itu! Dia tampan sekali! Kacamata dengan frame tebalnya sangat cocok! Urghhhh dia kereeen!" Ucap Karin sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya karena gemas.

"Mana mana?" Tanya Ino dan Sakura secara bersamaan.

"Ituu! Pria yang rambutnya diikat ke belakang! Bajunya berwarna hitam! Dia berjalan dengan pria berkulit… biru?" Karin memicingkan matanya, berusaha melihat lebih jelas lagi bahwa yang berwarna biru itu sebenarnya baju atau kulitnya.

"Ah aku lihat aku lihat! Hei, apa kalian tidak merasa dia mirip Sasuke?" Tanya Ino ketika menyadari siapa pria yang diucapkan Karin.

"Hm? Mana? Ah, Sasuke-kun lebih keren kok!" Ucap Sakura sambil memanyunkan bibirnya, tak terima kekasihnya dikatakan mirip dengan sembarangan pria di pinggir jalan. Yah, walaupun pria itu keren. Tapi tetap saja! Sasuke kekasihnya! Sudah seharusnya ia membela Sasuke, kan?

"Blah. Kau sepertinya harus menggunakan kacamata! Dan Ino, yang benar saja! Jangan samakan dia dengan si yankee Sasuke. Lihat, kakak itu lebih tampan, dan jauhhhh lebih keren dibandingkan dia!"

Ino mendesah pasrah. Ia melirik ke arah Sakura dan Karin yang kini tengah beradu mulut tentang Sasuke yang sebenarnya yankee atau tidak. Perdebatan yang biasa. Dan membosankan seperti biasa pula. Ino kembali melihat ke arah pria yang ditunjuk Karin tadi. Tak bisa disangkal, pria itu memang tampan. Saaaangat tampan. Dan memancarkan aura yang lain dibandingkan pria kebanyakan.

"Hmm, kau benar sih. Kakak itu memancarkan aura dewasa yang sulit dibendung," gumaman Ino menarik perhatian Sakura dan Karin yang masih berdebat.

"Hm, sepertinya dia juga susah didekati. Beda dengan susah didekati ala Sasuke, kakak ini susah didekai karena ia seperti berasal dari dunia lain." Timpal Karin.

"Hantu dong!" celetuk Sakura.

"Dia juga lebih tinggi, kakinya….. waw." Ucap Karin tak mempedulikan celetukan Sakura.

"Badannya lebih bagus dibanding Sasuke. Aku beri dia poin 90!" Desah Ino saat melihat sang pria kini tengah menggulung lengan bajunya untuk membantu temannya mengangkat beberapa keranjang belanjaan. Memperlihatkan otot-otot bisepnya yang mampu membuat Ino mengeluarkan liurnya.

"Dan yang lebih penting…. Rambutnya tidak model ekor ayam seperti Sasuke!" ucap Karin yang kemudian tergelak karena berhasil mengata-ngatai pemuda yang ia curigai merupakan rekan preman Suigetsu. Ino tergelak mendengar ucapan Karin. Memang benar sih, rambut sang pria jauuuh lebih keren dibandingkan model rambut ekor ayam milik Sasuke.

"Hahaha, jangan cemberut seperti itu dong! Lagipula poin yang paling penting, Sasuke tidak menggunakan kacamata." Ucap Ino sambil mencubit pipi Sakura yang sengaja digembungkan karena kesal.

"Hm… apa aku suruh Sasuke pakai kacamata ya?" gumam Sakura pelan.

"Jangan!" pekik Ino dan Karin secara bersamaan.

"Aku tidak mau dia menggunakan benda sakral pujaanku ituuu!" protes Karin tak terima.

"Arah jam 10, pria dengan baju berwarna hitam." Ucap Ino memberi tahu teman-temannya.

"Hm 70." Jawab Sakura saat melihat pria yang ditunjuk Ino.

"Ck, bagiku dia 60," Ucap Karin bosan.

"Ah! Arah jam 3! Rambut merah!" Ucap Sakura sambil menarik-narik baju Ino dan Karin.

"Waw, keren! Tapi…."

"70!"

"Karin benar. Kacamatanya kurang cocok untuknya." Ucap Ino saat melihat kacamata bulat yang digunakan sang pemuda.

"Ya, padahal dia tampan. Matanya tajam. Dia juga memiliki garis rahang tegas. Seharusnya dia menggunakan kacamata no frame. Ah! Atau lebih baik lagi frame atas warna hitam, dengan gagang tebal." Ucap Sakura panjang lebar.

"Hm hm, kemudian dia menggunakan kemeja dengan lengan yang digulung," Ucap Karin sambil menatap sang pemuda.

"Dengan dasi yang dilonggarkan," tambah Sakura.

"Dan wajah yang terlihat sperti kelelahan!" Ucap Ino tak mau kalah.

"Arghhh!" Erang mereka bertiga secara bersamaan.

"Kalian sedang apa?" Tiba-tiba terdengar suara bariton dari arah belakang tubuh mereka.

"Shikamaru!" Pekik Ino saat menyadari sosok yang memanggil mereka.

"Kau menggunakan kacamata!" pekik Karin saat menyadari kacamata yang bertengger di wajah sang pemuda berambut nanas.

"Dengan frame atas berwarna hitam!"

"Dan kemeja dengan lengan digulung!"

"Dan wajah kelelahan sehi− hmmppp," ucapan Karin terputus saat Ino menutup mulut sahabatnya dengan tangannya. Sakura pun kini tak bisa meneruskan ucapan Karin, karena Ino juga menutup mulut sang gadis berambut merah muda itu. Shikamaru menaikkan alis matanya, menatap heran ke arah tiga sahabat itu.

"Maafkan mereka, sepertinya terkena hawa panas." Ucap Ino dengan tawa yang ia paksakan.

"Ini musim semi." Ucap Shikamaru sambil mengernyitkan dahinya.

"Urgh… global warming. Kau tahu sendiri, jadinya cuaca sering tidak menentu. Kau menggunakan kacamata." Random Ino.

"Ah, aku sedang terkena alergi. Dokter menyarankanku untuk menggunakan kacamata agar tak terkena debu." Ujar Shikamaru, berusaha tak mengacuhkan kerandoman ucapan Ino. Pemuda itu mengamati gadis blonde itu. Tak seperti biasanya, rambut yang biasanya ia ikat, kini dibiarkan terurai, sehingga kini angin tengah memainkan rambutnya dengan lembut. Tak hanya itu, ia kini menggunakan dress one piece, dengan bahu yang terbuka. Tanpa ia sadari kini tangannya mengelus pipi lembut sang gadis.

Dada Ino bergemuruh dengan kencang saat merasakan sapuan tangan Shikamaru di pipinya. Ia menggenggam dressnya dengan gugup. Tangannya kini tak lagi membungkam mulut kedua sahabatnya.

"Dia kuberi poin 100." Ucap Sakura cukup nyaring.

"100 indeed." Sahut Karin.

"Diam bodoh!" erang Ino. Kenapa sih kedua sahabatnya itu tak bisa membaca situasi?!

TBC

a.n:

Hi! Its been a long time! How are you?

Fict ini masih berlanjut dengan kisah Ino, Sakura dan Karin. Seperti yang aku jelaskan di summary, persahabatan mereka karena mereka bertiga maniak kacamata. Tapi meskipun cerita sudah berchapter-chapter, aku tidak pernah memasukkan kegiatan mereka saat hangouts, cuci mata ngeliat cowok-cowok berkacamata.

So, this is it. Kegiatan mereka bertiga saat di Akihabara.

p.s ada yang sadar soal hint SasuSaku, NejiKarin, dan ShikaIno ga? atau hints lain?