Pair : Taekook, Minyoon, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG , BXB, YAOI, Homophobic silahkan mundur teratur

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…

.

.


-In Tempore-

.

.

Happy Reading !

.

.


Chapter VI : defense!

.

.

Sebut saja Taehyung sedang bahagia sekarang mendengar ucapan Jungkook mengenai dia tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap salah satu programmer di departmentnya, Eunwoo. Bahkan Jungkook sedikit mendengus menjelaskan berkali-kali kepada Taehyung.

" Aku tidak ada apa-apa dengannya, Kim. Hanya sebatas teman, rekan kerja. Astaga !" pekik Jungkook frustasi untuk yang kesekian kalinya.

" Baguslah kalau memang begitu " tanggap Taehyung cerita.

" Tapi aku tidak menjamin kalau nantinya aku jatuh cinta terhadap perlakuannya yang sangat lembut kepadaku " lanjut Jungkook.

" Ya! Jeon !" teriak Taehyung sambil melempar bantal yang ada di ranjangnya kepada Jungkook yang terlihat tengah bersiap-siap. Si manis sudah selesai mandi dan rapi sekali pagi ini, berbeda dengan Taehyung yang ingin menghabiskan waktunya bercumbu dengan ranjang. Awalnya ia ingin mengajak Jungkook cuddle di pagi hari saat ini, tapi Jungkook mengatakan dia ada janji. Taehyung tidak melarang asal jangan dengan Eunwoo saja, jujur saja Taehyung tidak menyukai ketika Eunwoo sangat berniat sekali mendekati Jungkooknya.

" Kau mau kemana sebenarnya ?" tanya Taehyung.

" Kenapa kau terus menanyaiku ? Sangat ingin tahu tentang kemana aku pergi, hm ?" tanya Jungkook balik. Dia berjalan ke arah nakas di dekat Taehyung dan mengantongi ponselnya. Taehyung hanya memperhatikan gerak gerik Jungkook.

" Hanya memastikan hatimu hanya ada padaku " jawab Taehyung.

" Kau bisa memilikinya kalau kau benar-benar jatuh cinta kepadaku, Kim. Aku pergi, sampai bertemu saat makan malam " Jungkook keluar dari kamar itu. Tanpa memberi Taehyung ciuman pagi.

" Sialan ! Jungkook, ciuman selamat pagiku " teriak Taehyung. Tapi Jungkook sudah keluar dari apartemen itu.

.

.

Jungkook memasuki sebuah mobil keluarga yang menjemputnya. Kali ini ia akan mengunjungi mansion keluarga Taehyung. Bambam mengabarinya tadi pagi, menyuruhnya kesana dan eomma-nya datang berkunjung. Jungkook tentu sangat senang, seminggu tidak bertemu dengan ibunya. Meski ibunya itu hanya mampir sebentar sebelum pergi lagi ke Busan. Setelah dari Inggris, ibunya kerja di salah satu rumah sakit besar di Busan, dan ayahnya memindahkan perusahaannya kesana.

" Eomma !" Jungkook berlari ke arah Luhan yang juga baru sampai, lelaki cantik itu sedang duduk di ruang tamu di temani Baekhyun. Mereka saling tertawa sebelum Jungkook datang dan memeluknya.

" Kau tidak menyapa Mommy ?" rungut Baekhyun. Dia senang melihat Jungkook yang seperti anak kecil berada di dalam pelukan Luhan. Luhan mengusap rambut dan sesekali mengecup kepala anaknya itu.

" Aku terlalu merindukan eomma, Mommy ! nanti Jungkook akan peluk Mommy juga ya " tanggap Jungkook yang kini masih dalam pelukan eomma-nya.

Setelah puas melepaskan rasa rindunya, setengah jam kemudian Luhan pamit karena hari itu dia akan menjadi pemimpin operasi dirumah sakit barunya. Jungkook hampir saja kembali menangis ketika ibunya itu tidak mengimingi-nya untuk menemuinya kembali.

Kini Jungkook sedang bercanda dengan Bambam, mereka memang sangat cocok satu sama lain. Baekhyun hanya tertawa melihat tingkah kedua uke kesayangannya itu.

" Kookie, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan si berandalan ?" tanya Baekhyun. Jungkook tersenyum mendengar Baekhyun memanggil Taehyung seperti itu.

" Ya seperti itulah, Mom " jawab Jungkook. Memang begitu kan ?

" Berat pasti ya ? menjalani hubungan dengan orang seperti Tae-hyung, aneh, seenaknya, keras kepala" celetuk Bambam. Jungkook mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan adik bungsu Taehyung.

" Apapun yang terjadi, Mommy ingin kau bertahan selama mungkin disana. Jika kesulitan katakan kepada Mommy, kepada Bambam, atau siapapun dirumah ini. Kau menantuku, sayang" jelas Baekhyun. Jungkook yang mendengar itu langsung memeluk Baekhyun.

" Mommy !" Baekhyun hanya tertawa melihat Jungkook yang manja kepadanya. Benar-benar lugu dan apa adanya.

" Ayo jalan-jalan Mom ! aku mau belanja, Kookie juga ikut " semangat Bambam.

.

.

Selesai mereka jalan-jalan dengan bawaan yang sangat banyak sekali. Bambam dan Baekhyun juga memilihkan Jungkook pakaian dan berbagai macam barang yang menurut mereka cocok dengan pemuda kelinci itu.

" Kau lelah, Kook ?" tanya Bambam, Jungkook mengangguk dan bersandar di bahu Bambam. Hari ini dia sangat bahagia karena bisa jalan-jalan dengan Bambam dan Baekhyun. Baekhyun sudah pergi satu jam yang lalu, menyambut suaminya yang pulang dari perjalanan bisnis

" Tidak mau menginap di Mansion saja malam ini?" tanya Bambam lagi.

" Tidak Bam. Ingin pulang ke apartemen saja. Lagian kau nanti juga akan kencan dengan pacarmu, dan kau akan meninggalkanku, Jennie-noona juga tidak ada. Aku ingin pulang saja " ucapnya. Lantas mobil mewah itu membawa Jungkook ke apartemen Taehyung. Sudah pukul 7 malam, dan dia sudah cukup untuk berpetuang hari ini.

Sesampainya di depan gedung apartemen mewah itu, Jungkook turun dan pamit kepada Bambam. Berjanji akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Jungkook hampir saja akan masuk ke dalam gedung apartemen, matanya memandang seorang pumuda yang bersandar di dekat pintu masuk dan terlihat sedang memejamkan matanya.

"Kim ?" panggil Jungkook, memastikan orang yang ada disana.

" Oh, kau sudah kembali, sudah makan malam ?" tanya Taehyung, dia dari tadi menunggu Jungkook untuk pulang dan berencana akan mengajak si manis untuk kencan dan makan malam.

" Belum, aku berencana aka—"

" Temani aku makan malam" Taehyung langsung menarik tangan Jungkook yang penuh dengan paper-bag hasil belanjaannya.

Di dalam mobil, Jungkook masih merengut tidak suka karena tanpa persetujuannya Taehyung membawanya entah kemana.

" Aku lelah main seharian, Kim. Aku hanya ingin makan di apartemen dan tidur " jawab Jungkook.

" Jangan merengut begitu, aku akan menciummu " tanggap Taehyung, bahagia rasanya bertemu dengan Jungkook meski berpisah Cuma beberapa jam. Taehyung rasa dia sudah terbiasa dengan kehadiran Jungkook, seminggu sudah ia dan Jungkook bersama, dengan semua permasalahan yang terus menimpa hubungan pertunangan mereka. Dan dia juga tidak habis pikir bahwa Jungkook masih mau bertahan dengannya.

" Tidak sudi kau menyentuh bibirku " ketus Jungkook.

" Benarkah ?" Taehyung memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Jungkook melihat ke arah Taehyung dengan tatapan kesalnya.

" Jalankan mobilmu Kim !" kesal Jungkook.

" Tidak, tidak mau sebelum aku mendapatkan ciumanku" Taehyung melepaskan sabuk pengamannya dan mencodongkan badannya kearah Jungkook. Jungkook memundurkan badannya sampai terbentur pintu mobil Taehyung. Taehyung mendekatkan wajahnya sementara tangannya menahan tangan Jungkook yang ingin memberontak. Sebentar mengagumi wajah Jungkook yang sangat menggoda gairahnya, katakanlah Jungkook pembangkit hasrat kemesuman Taehyung yang jarang sekali bangkit. Tapi sekali bangkit sepertinya korban nafsunya itu akan menderita karena Taehyung.

" Jeon, kenapa kau sangat menggoda ?" bisik Taehyung sambil memegang pipi Jungkook dan ia menyatukan bibirnya dengan bibir ranum Jungkook. Bibir kecil, merah menggoda dan sangat lembut itu. Jungkook hanya diam dan berusaha mengatup bibirnya agar tidak terbuka yang akan berujung dengan diobrak-abriknya isi mulutnya oleh Taehyung. Taehyung dan mulut kotornya. Taehyung hanya aktif sendiri , melumat bibir Jungkook. Diakhiri dengan satu kecupan kecil cepat. Dirasa cukup meski belum puas Taehyung menyudahi ciumannya. Membuat Jungkook sedikit harus mengambil oksigen banyak-banyak agar dapat bernafas dengan baik.

" Sialan ! kau dan bibir kotormu, brengsek! " umpat Jungkook yang hanya dibalas cengiran Taehyung.

" Harusnya kau bersyukur tidak aku perkosa di mobil ini, meskipun luas dari mobil biasa pasti rasanya tidak senyaman di ranjang, iya kan ?" goda Taehyung kembali, memasang sabuk pengaman dan kembali melanjutkan perjalanan mereka. Jungkook mendelik tidak suka kepada Taehyung.

" Bibirmu rasa strawberry, pasti bibir indahmu itu dicecoki lipbalm oleh Bambam, kan ?" tanya Taehyung lagi, rasa strawberry yang manis membuatnya ingin mencumbui bibir Jungkook lagi, tapi Taehyung cukup tahu diri untuk tidak memaksakan kehendak birahinya yang liar.

" darimana kau tahu ?" tanya Jungkook penasaran, menggigit bibir bawahnya. Masih basah karena ulah Taehyung .

" Aku tadi menghubungi Mommy dan mengatakan kau bersama mereka. Aku sangat khawatir jika kau pergi dengan orang lain" jawab Taehyung.

..

Mereka terdiam sampai ditempat tujuan, tempat makan pinggir jalan yang sederhana. Awalnya Jungkook berpikir jika Taehyung akan mengajaknya ke restoran mahal atau tempat makan cepat saji. Taehyung mengajak Jungkook untuk masuk ke dalam restoran itu. Taehyung memesan menu yang ingin ia makan. Jungkook hanya memperhatikan bibir bangsat Taehyung yang sesekali tertawa menanggapi bibi penjual yang mungkin ia kenal dengan akrab.

" Bi, untuk dia samakan saja denganku" ucap Taehyung. Bibi itu melihat ke arah Jungkook dan tersenyum tulus. Jungkook juga membalasnya dengan tersenyum, meski sedikit canggung.

" Dia manis, pacarmu ?" goda bibi itu. Taehyung menggeleng, Jungkook sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan Taehyung.

" Tunanganku bibi !" jawab Taehyung kemudian diiringi dengan cengiran khasnya.

" Wah, pandai sekali kau mencari yang bening " bisik Bibi itu, Jungkook mendengarnya dan rona di pipinya hadir begitu saja.

" Jungkookie, habis ini kita jalan-jalan sebentar, mau ?" tanya Taehyung, polos sekali. Jungkook mengangguk, tak apa sesekali membahagiakan Taehyung.

Makanan mereka sampai, Jungkook sedikit takjub dengan apa yang ada di hadapannya, semua makanan rumahan, makanan khas korea.

" Uwaaah !" decak Jungkook. Siap menyerang dengan sumpit yang sudah ada ditangannya.

" Selamat menikmati Kookie" Taehyung sedikit bangga karena bisa menghadirkan senyuman dan kebahagiaan Jungkook dengan hal-hal kecil seperti ini.

" Kau tidak pernah memakan makanan ini ?" tanya Taehyung disela kunyahannya. Jungkook menggeleng.

" Tidak, untuk 8 tahun terakhir mungkin. aku tidak boleh makan sembarangan oleh eomma dan juga faktor aku tinggal di luar negeri membuatku tidak pernah menjumpai makanan seperti ini. Paling hanya melihat di drama-drama korea yang aku tonton " cerita Jungkook. Dan kemudian ia kembali melahap makanan yang ada di depannya.

" Dan sekarang nikmati apa yang ingin kau nikmati, Jungkookie " ucap Taehyung, memandang mulut Jungkook yang penuh dengan makanan, lucu.

..

Mereka berjalan sepanjang jalan yang di penuhi dengan penjual makanan. Festival makanan. Dan Jungkook merasa itu adalah salah satu surga dunia yang tidak bisa diabaikan. Jungkook bahagia kalau boleh ia mengaku. Hal-hal kecil yang dilakukan Taehyung hari ini menambah kesan baiknya di hati Jungkook.

" Kau senang ?" tanya Taehyung. Jungkook mengangguk lucu, membuat Taehyung ikut tersenyum.

" Aku senang sekali, terimakasih Taehyung" ujar Jungkook. Dalam perjalanan pulang kearah mobil yang terparkir, mata Taehyung mengarah ke sebuah pet-shop yang di dalamnya ada seekor anak anjing yang sangat lucu. Taehyung berhenti sehingga Jungkook yang tangannya di genggam Taehyung juga ikut terhenti.

" Wae ?" tanya Jungkook penasaran.

" Itu lucu sekali, ayo masuk" Taehyung kembali menarik tangan Jungkook. Taehyung memasuki toko yang menjual hewan-hewan itu dan berhenti di depan kandang anjing kecil berwarna hitam. Kecil sekali.

" Itu landak ?" tanya Jungkook penasaran lagi. Benar-benar terlihat seperti landak karena bulunya yang panjang dan mukanya hampir tak terlihat karena berwarna hitam, imut memang.

" Itu Puppy, Kookie" jawab Taehyung. Taehyung memainkan tangannya disekitar anjing kecil tersebut, dan disambut oleh anjing itu dengan mengigit kecil tangan Taehyung. Taehyung tertarik dengan anak anjing itu.

Mereka keluar dari pet-shop itu dengan Taehyung yang menenteng kandang kecil yang berisi anjing kecil yang dia taksir tadi. Jungkook sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melarang Taehyung agar tidak membeli anjing itu, di apartemennya sudah ada dua ekor kucing yang masih kecil.

" Tidak apa, aku hanya ingin memberikan saudara untuk Caramel dan Mocha "jawab Taehyung asal.

" Kalau kau perlu diingatkan, binatang yang ada di apartemenmu itu kucing. Kucing, Kim. Kau tidak tahu kalau anjing tidak pernah bersahabat dengan kucing. Anjingmu akan mati di keroyok kucing-kucingmu " tanggap Jungkook. Kesal sebenarnya.

" Mereka akan bersaudara Kookie, tidak akan berkelahi. Aku akan mengenalkan Yeontan kepada Caramel dan Mocha nanti " ucap Taehyung lagi.

"Yeontan ? siapa lagi itu ?" tanya Jungkook, benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak Taehyung.

" Ini, Yeontan. Anjing lucu kita. Aku baru saja menamainya, bagaimana ? bagus, kan ?" ucap Taehyung, bahagia sekali dia hari ini.

" Terserah kau sajalah" Jungkook berjalan terlebih dahulu, mengabaikan Taehyung yang berbicara dengan peliharaan barunya.

.

.

Mereka kembali ke apartemen. Jungkook tertidur, mungkin karena lelah. Taehyung tak tega membangunkan pemuda kelinci itu. Taehyung membuka pintu mobil yang ada disamping Jungkook, memandang si manis dan mengecup ringan bibir yang selalu menggodanya. Taehyung menggendong Jungkook di punggungnya, menaiki lift dengan perasaan senang. Entah mengapa Taehyung bahagia hari ini. Jungkook masih mau membuka hati untuknya, dan dia menambah anggota baru di apartemennya.

Setelah menidurkan Jungkook dengan benar di kamarnya, Taehyung kembali lagi kebawah untuk menjemput Yeontan dan membawa barang-barang Jungkook yang dia beli tadi. Saat memasuki lift, dia bertemu dengan Nayeon yang juga baru pulang, bau alkohol sangat menyengat pada wanita itu.

" Tae.. " wanita itu menatap Taehyung sayu, Taehyung hanya menatapnya datar.

" Tae… "rengeknya lagi.

" Aku benar-benar mencintaimu, kenapa kau jahat sekali kepadaku ? kenapa kau mengabaikanku ?" ungkap Nayeon, bergerak mendekati Taehyung, tapi Taehyung menjarak menjauhinya.

" Berhenti membual, kau membuatku jijik. Jika kau mencintaiku kau tidak akan melakukan hal sejahat itu kepada adik kecilku, berkacalah! Jangan main kotor, menjijikkan!" Taehyung keluar dari lift setelah pintu itu terbuka. Taehyung meninggalkan wanita yang masih menatap nanar kepada Taehyung.

..

Yeontan dikeluar Taehyung dari kandangnya. Benar apa yang dikatakan Jungkook, anjing dan kucing tidak akan pernah bersahabat. Mereka saling memasang posisi melindungi diri. Yeontan yang sibuk menggonggong dan bulu Caramel yang meremang, berdiri lucu. Mocha-nya tidur nyaman dekat tempat makannya. Taehyung menggeleng melihat peliharaannya. Tidak bisa dibiarkan.

" Apa begitu cara kalian berkenalan ? Yeontan masuk kandang, ppalli " ucap Taehyung. Anjing kecilnya dia masukkan kandang, dan dia masukkan ke dalam kamar. Taehyung keluar lagi dan memberi makan Caramel dan Mocha.

" Tidak begitu sambutan terhadap keluarga baru, Caramel " Taehyung mengelus bulu putih Caramel, Caramel mana peduli dengan apa yang Taehyung katakan. Caramel dan Mocha hanya fokus dengan makanan yang ada di depan mereka. Berbicara dengan kedua kucing itu terkadang adalah hal yang menyenangkan untuk Taehyung.

Selesai memberi makan kedua kucing itu Taehyung masuk kamar, tidur di samping Jungkook-nya. Memeluk si manis mencari kenyamanan dan kehangatan.

.

.

Akhir-akhir ini Jungkook sering sekali bangun dini hari. Haus. Merasa ada yang memeluk pinggangnya, Jungkook bisa langsung menebak siapa yang punya tangan kekar yang melingkar di perutnya. Berusaha melepaskan pelukan nyaman itu dan berjalan ke dapur untuk mengambil air. Baru saja Jungkook ingin mengambil gelas, seseorang menarik rambutnya dari belakang.

" Jalang ! kau mengambil Taehyung dariku " teriaknya. Wanita mabuk yang tadi masih belum tidur. Jungkook meringis karena jambakan kuat itu. Jungkook mencengkram tangan wanita yang sangat kacau itu hingga lepas dari rambutnya. Wajah memerah dan bau alkohol. Jungkook benci ketenangannya di usik.

" Kau yang Jalang ! Dini hari membuat masalah " ucap Jungkook dingin.

" Kau !" Nayeon mencakar pipi mulus Jungkook dengan kuku panjangnya. Cakaran cepat itu membuat pipi Jungkook luka, pipinya tergores dan mengeluarkan darah segar. Jungkook benar-benar murka sekarang. Tangannya ia layangkan dan tamparan mendarat di pipi Nayeon. Jungkook belum puas sebenarnya. Dia menendang tulang kering Nayeon sampai wanita itu merintih.

" Agh, Sialan kau ! hiks " teriak Nayeon sambil menangis. Jungkook masih memandanginya kesal.

Taehyung terbangun, tidak mendapati Jungkook dipelukannya. Taehyung keluar berniat mencari Jungkook dan berakhir di dapur dengan pemandangan yang sangat tidak mengenakan. Nayeon yang merintih menangis dan Jungkook yang terluka.

" Astaga !" Ucap Taehyung. Nayeon merasa bersyukur karena Taehyung datang, dan akan membelanya.

" Tae…" rengek Nayeon, berharap Taehyung menggendongnya dan membawanya ke kamar Taehyung.

" Jungkookie, Gwaenchana ? ayo kita obati lukamu " ucap Taehyung, berjalan mendekati tunangannya dan menatap pipi Jungkook, pasti sangat menyakitkan.

" Kau tidak mau mengurusi wanitamu ?" tanya Jungkook dingin. Taehyung mengacuhkannya dan menarik tangan Jungkook kearah keluar dari apartemen mereka.

" Kita mau kemana? ini jam dua pagi kalau kau lupa, dan aku mengantuk " ucap Jungkook. Meski protes tapi dia tidak menarik atau melepaskan tangannya dari genggaman Taehyung.

Taehyung mengetuk apartemen Daniel. Beberapa menit menunggu Daniel membukakan pintu dengan keadaannya yang seperti habis bercinta.

" Kau bau sperma " ucap Taehyung, sedikit mendorong Daniel agar ia bisa masuk ke apartemen juniornya itu.

" Aku sedang menggenjot Seongwoo, dan kau sesuka hatimu bertamu. Kau tidak sadar jam berapa sekarang, hyung ? ini dini hari, astaga ! kau menggangguku, dan sebentar lagi aku akan klimaks, aaagghh !" geram Daniel.

" Aku kesini numpang menginap, tapi sebelumnya dimana letak obat merahmu ? Jungkook berdarah" mendengar ucapan Taehyung, Daniel melihat kearah Jungkook, dan matanya membulat sempurna. Darah mengalir dari cakaran yang bisa dibilang cukup dalam dipipi berisi itu.

" Astaga ! Jungkookie, kau tidak apa-apa ?" tanya Daniel khawatir. Jungkook mengangguk.

" Tunggu sebentar. Sayang !" teriak Daniel, dia memanggil Seongwoo yang ada dikamar. Seongwoo keluar dan sama terkejutnya dengan Daniel yang melihat Jungkook berdarah.

Seongwoo mengobati luka Jungkook dengan hati-hati. Sebenarnya dari tadi Taehyung bersikeras untuk mengobatinya tapi Seongwoo memaksa. Dan Daniel total kesal karena Seongwoo-nya. Khawatirnya kepada Jungkook lebih besar dibanding klimaks Daniel yang tertunda.

" Aku menyayangi Jungkook, Niel. Dan klimaks-mu bisa dilanjutkan nanti. Jadi diamlah disebelah Taehyung" perintah mutlah Seongwoo sukses membuat pemuda tampan itu pundung disebelah Taehyung yang terus meringis melihat Jungkook yang menahan sakit ketika Seongwoo mengusapkan obat merah dilukanya.

" Sudah selesai ! sekarang tidurlah " ucap Seongwoo lembut, mengacak rambut Jungkook yang sudah acak-acakan dari tadi. Seongwoo menjadi kesal sendiri mendengar cerita Jungkook kenapa dia bisa seperti ini, dan tertawa saat Jungkook juga menceritakan tentang dia menampar dan menendang kaki Nayeon.

" Rasanya aku salah karena aku melawan wanita,hyung " ucap Jungkook. Daniel dan Taehyung hanya diam, mendengarkan kedua uke itu bercerita.

" Kau hanya dalam mode mempertahankan diri, dan darimana salahnya ? kau kan melukainya karena dia juga melukaimu terlebih dahulu. Sekarang sana tidur, Tae bawa Kookie tidur " titah calon nyonya Kang adalah mutlak dalam apartemen itu. Taehyung mengangguk dan mengajak Jungkook untuk tidur di kamar mereka menginap malam tadi.

" Pasti sangat menyakitkan ya ? cepat sembuh " Taehyung mengecup lembut luka itu dan beralih ke bibir Jungkook, sebelum mereka sama-sama untuk memasuki mimpi mereka yang tadi tertunda.

Baru seminggu dan masalah benar-benar hobi sekali datang ke dalam hubungan Taehyung dan Jungkook. Dan mereka berharap apapun akhir dari hubungan ini, tidak akan menyakiti siapapun, tidak Taehyung ataupun Jungkook.

.

.

Hari ini mereka ke kantor dengan menggunakan Bus seperti keinginan Jungkook. Jungkook sangat bahagia karena dapat merasakan apa yang orang-orang pada umumnya rasakan. Taehyung bahkan rela berdiri untuk melindungi Jungkook yang hampir terhimpit orang yang seenaknya. Jungkook terkekeh, ingatkan dia untuk menambah point Taehyung nanti.

Sesampainya di kantor mereka di sambut dengan segudang Dateline yang menumpuk. Selesai makan siang, Eunwoo mengajak Jungkook untuk menemaninya untuk ke toko eletronika untuk membeli beberapa komponen Komputernya yang sedang bermasalah. Jungkook tentu senang, ada tempat baru yang akan dia kunjungi. Berbeda dengan Taehyung yang sudah memasang wajah masamnya, tidak suka. Sebenarnya bisa saja Eunwoo memesan keperluannya via telepon, tapi dia bersikeras untuk melihat langsung barang-barangnya sebelum dikirim ke kantor, padahal ia hanya ingin menghabiskan waktu dengan intern kesayangan mereka.

" Bau-bau cemburu" goda Daniel yang memiliki meja disebelah Taehyung. Taehyung mendelik ke arah Daniel.

" Jangan kau pelototi kekasihku, Kim " tegur Seungwoo tidak suka.

" Jangan berisik, konsentrasiku pecah " ketus Jimin. Jimin dari pagi mood-nya benar-benar hancur.

" Kau kenapa ? seluruh hidupku yang sudah mengenalmu sangat mengerti kalau kau tidak baik-baik saja, ada apa ?" tanya Taehyung.

" Yoongi-hyung lebih memilih mengantarkan Holly ke dokter di banding mengantarkan aku kerja, Tae " jelas Jimin, lengkap dengan bibirnya yang cemberut.

" Kau di duakan dengan Holly, anyway Holly itu siapa ?" tanya Hoseok penasaran.

" Holly itu anjing peliharannya Yoongi-hyung" jawab Taehyung.

" Haha, Jimin diduakan dengan anjing " serentak Jackson dan Hoseok tertawa lebar.

" Sialan kalian !" umpat Jimin.

.

.

Hoshi dan Jeonghan kembali dari membeli cemilan untuk makan sore mereka, dan mereka jelas sekali melihat bahwa Jungkook yang turun dari motor Eunwoo. Jungkook kesusahan membuka pengait helm-nya dan dibantu oleh Eunwoo, dan disanalah mereka benar-benar terkejut melihat Eunwoo yang mencium bibir Jungkook dengan tiba-tiba.

" Daebak, berani sekali Eunwoo" gumam Hoshi. Jungkook yang sadar dicium Eunwoo langsung meninggal Eunwoo dengan senyuman di wajahnya. Senang rasanya bisa merasakan bibir lembut Jungkook.

Jungkook kembali ke ruangan dengan kepala yang sedikit menunduk, bersalah rasanya dikecup seperti ini meskipun bukan dia yang memulai. Hoshi dan Jeonghan datang dan membagikan cemilan. Jeonghan mengajak Seungwoo dan Jimin ke toilet, ingin menceritakan apa yang terjadi. Maklum mereka adalah biang gossip yang ada di department mereka.

" Kalian tahu tadi Eunwoo mencium Jungkook " ucap Jeonghan antusias.

" Benarkah ?" tanya Jimin dan Seongwoo serentak. Jeonghan mengangguk.

Salah satu bilik toilet terbuka, Taehyung keluar dari dalam sana, auranya sangat buruk.

" Tae.. " ucap Jimin dan Seongwoo serentak lagi.

" Lanjutkan saja acara kalian kembali " ujarnya sebelum keluar dari sana.

" Matilah kita !" ucap Seongwoo. Ia dan Jimin gusar sekarang.

" Wae ? Wae ? kenapa kalian begitu panik? " tanya Jeonghan yang tidak tahu apa-apa.

"Jungkook itu tunangan Taehyung, Jonghan-ah " jawab Jimin.

" Jinjja ?" tanya Jeonghan terkejut.

.

.

Sewaktu mereka pulang,Taehyung diam saja padahal Jungkook sudah mengajaknya bicara.

" Jungkook, hari ini aku akan ke Club bersama Hoseok-hyung dan Jackson-hyung, kau pulang dengan Daniel dan Seongwoo saja" titah Taehyung yang di angguki oleh Jungkook.

Dia benar-benar butuh sesuatu untuk tenang sekarang. Dia membutuhkan alkohol. Taehyung itu mudah mabuk, tapi dia ingin melepaskan kegalauannya malam ini.

..

Di ruangan yang penuh gemerlap itu, Taehyung sudah duduk di meja bartender. Memesan satu gelas minuman beralkohol sementara Hoseok dan Jackson sudah menari ria di lantai dansa. Taehyung melihat mereka sedang berbicara dengan beberapa orang wanita dan tertawa sangat girang. Setelah itu mereka bergabung dengan Taehyung dan memaksa pemuda tampan itu meminum banyak alkohol.

" Tae, kau kampungan sekali. Anak kecil juga bisa minum sebanyak sekarang " kompor Jackson.

" Sini aku tuangkan untukmu, tapi kau harus habiskan " lanjut Hoseok. Kepala Taehyung pening, dia benar-benar tidak kuat minum sekarang. Mabuk. Berbicara sembarangan sembari mengumpat Eunwoo.

Sementara di tempat lain, Jungkook sangat khawatir. Padahal sudah jam setengah satu dan Taehyung belum juga pulang. Hari ini Bambam main ke apartemen mereka, dan dia hanya mendapati Jungkook, hyungnya entah kemana.

" Kau kenapa, Kookie ?" tanya Bambam yang masih menonton televisi lengkap dengan cemilan di tangannya.

" Bambam, sebenarnya tadi sore Taehyung pamit ke club dengan Hoseok-hyung dan Jackson-hyung " jujur Jungkook. Bambam membulatkan matanya tidak percaya. Gawat.

Bambam buru-buru mengambil ponselnya dan menelepon Baekhyun.

" Mom, belum tidur ?"

/" Belum, ada apa nak ?"

" Taetae di club sekarang, Mom !"

/" Apa ?"

" Iya sekarang dia sedang berada di club bersama hosiki-hyung dan Jackson-hyung"

/" tunggu di apartemen hyungmu dan sekarang, Mommy akan kesana"

" Daddy, Mom ?"

/" Tenang saja Daddy masih diluar kota, dan besok pagi pulang "

" Baiklah, cepat ya Mom.. Menantumu dari tadi risau terus"

Sambungan diakhiri, Alkohol adalah yang ditakuti Baekhyun. Dia benar-benar akan menjauhkan minuman terkutuk untuk Taehyung itu.

..

Baekhyun dan supirnya datang menjemput Bambam dan Jungkook. Melajukan ke club tempat Taehyung berada setelah menanyakan kepada Namjoon dimana alamat club yang biasa Hoseok dan Jackson datangi.

Mereka menuju Club tersebut. Jungkook sudah waswas dari tadi, takut Taehyung kenapa-napa. Memasuki Club yang penuh dengan asap dan bau alkohol yang menyengat, dari arah pintu masuk, Jungkook sudah melihat seorang laki-laki dan wanita yang tengah bercumbu dengan panas, bahkan laki-laki itu tak segan untuk merangkul pinggang wanita yang tengah duduk di pangkuannya.

" Mom !" lirih Jungkook. Ingin menangis rasanya. Baekhyun yang mengikuti arah pandang Jungkook langsung menghampiri mereka dan menarik kasar rambut wanita itu.

" Sudahku bilang kalau kau menyakiti menantuku kau akan mati " Baekhyun benar-benar kasar sekarang. Wanita itu tersenyum manis kearah Baekhyun.

" Oh, mertua ! bagaimana kabarmu ? aku dan anakmu sedang bersenang-senang sekarang" ujar Nayeon, wanita dengan pakaian yang sangat seksi itu, sedikit mendelik ke arah Jungkook yang ada di pintu masuk. Bambam sudah memengangi tangan Jungkook, menggenggam erat menguatkan sahabatnya itu.

" Aku tidak akan pernah sudi mempunyai menantu sepertimu, Jalang !" marah Baekhyun.

Hoseok dan Jackson terdiam melihat marahnya Baekhyun. Dua orang Bodyguard datang membawa Taehyung dari sana. Taehyung yang sudah lemas tak berdaya, dikuasai oleh mabuknya.

" Bamie.. aku pikir tokoh jahat itu hanya ada di drama-drama yang kau tonton, aku tidak menyangka ada didunia nyata " bisik Jungkook, tapi masih bisa di dengar oleh Bambam sebelum mereka keluar dari tempat laknat itu.

.

.

To Be Continued.

.

.

Meski telat,

Happy Born Day kesayangan Jungkook, hak milik maknae. Kim-Alien-Taehyung. Tetap berikan yang terbaik. Jaga kesehatan. Tuhan sedang berbahagia saat menciptakanmu.

Hai ! semoga chap kali ini ngena. Dan see yaa next chap, tahun depan.. hehe..

.

.

.

Aku, yang menyayangi kalian