Pals
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
AU, OOC for sure
"On the secretly, blushing cheek is reflected the glow of the heart." Soren Kierkegaard
Sakura melirik ke arah Karin dan Ino. Seperti biasanya, mereka akan berjalan bersama menuju ke loker sepatu saat pulang sekolah. Sejak ia menjemput Ino dan Karin di kelas mereka berdua, ia mendapati wajah kedua orang sahabatnya itu memerah seperti tomat. Tapi mudah ditebak sih, pasti itu ada hubungannya dengan gebetan mereka masing-masing. Penyebab wajah Ino memerah pasti Shikamaru, dan penyebab wajah Karin memerah, pasti sang ketua OSIS mereka, Hyuuga Neji. Melihat muka merah kedua orang sahabatnya itu Sakura jadi teringat dengan kekasih berambut hitamnya, Uchiha Sasuke.
"Haaah, aku juga ingin melihat wajah Sasuke-kun memerah." Ucapan gadis berambut pink itu sontak membuat perhatian kedua sahabatnya beralih padanya.
"Eh?"
"Juga?"
Tanya kedua sahabatnya secara bersamaan. Sakura menganggukkan kepalanya. "Aku juga ingin melihat wajah Sasuke-kun memerah seperti wajah kalian sekarang saat membayangkan wajah gebetan masing-masing."
Wajah Ino dan Karin semakin memerah mendengar perkataan Sakura, "A…Ap… wajahku memerah bukan karena Hyuuga Neji!" seru Karin cukup nyaring, membuat beberapa pasang mata siswa menoleh ke arah mereka.
"Memangnya aku bilang kalau memikirkan Hyuuga-san ya? Aku kan bilang gebetan.. berarti gebetanmumemanghyuug−" ucapan Sakura langsung terputus karena kini tangan Karin menutup bibirnya.
"Ssttt diammmm! Lihat semua orang melihat kita!" ucap Karin sambil melirik ke arah sekitar mereka dan mendapati beberapa siswa kini tengah menatap mereka. "Apa hah liat-liat?" ucap gadis berambut merah itu sambil melotot ke arah para siswa.
"Hmph! Kan kau sendiri yang teriak-teriak tadi!" Ucap Sakura tak terima. Ino meringis melihat tingkah kedua orang sahabatnya itu. Andai saja ini bukan di sekolah. Ia pasti sudah pura-pura tidak kenal dengan mereka berdua.
"Memangnya kenapa Sakura?" Tanya Ino mencoba mengalihkan perhatian kedua orang sahabatnya agar tidak semakin menarik perhatian siswa lain.
"Habiiisss.. aku tidak pernah melihat wajahnya memerah satu kali pun!"
"Hahahahahahaha −" tawa Karin terhenti karena kini Ino tengah menatapnya tajam
"Kalian tahu, aku pernah mendengar Kaa-san berkata pada Kushina baa-chan bahwa perasaan cintamu akan diuji di tahun ketiga. Kata Kaa-san, pasanganmu akan mulai merasa bosan denganmu. Aduh Inooo bagaimana ini? Aku tidak mau hubunganku menjadi membosankan! Nanti jangan-jangan sama seperti yang kaa-san bilang, di tahun kelima jika hal ini tetap berlangsung aku dan Sasuke-kun bisa berpisaahhh!" Ucap Sakura dengan wajah hampir menangis.
"Errr Sakura."
"Bagaimana ini Inoo?" raung gadis berambut pink itu.
"Kau baru pacaran dengan Sasuke tiga bulan lalu." Ucap Ino datar.
"Iyaaaa, sudah cukup lama kan?"
PLETAK!
"Ucapan itu tidak berlaku untukmu bodoh! Lagipula ya, wajah Sasuke pasti tidak memerah karena pria itu keturunan Yuki Onna!" ucap Karin jengkel setelah memukul kepala Sakura.
"Karin! Ehem! Sakura, menurutku omongan Baa-san lebih untuk pasangan yang menikah deh, dan lagi kau dan Sasuke baru saja berpacaran, pasti dia belum bosan padamu."
"Ehhh tapiiiiiii…"
"Dan seperti kata Karin, sepertinya Sasuke bukan tipe orang yang wajahnya mudah memerah. Hmmm ah! Kau tahu Kakashi sensei? Yap! tipe-tipe Sasuke seperti Kakashi sensei. Tipe pria dingin yang cuek seperti mereka jarang menunjukkan wajah memerah seperti kita."
"Sama seperti Shikamaru dan Hyuuga-san juga? Tanya Sakura.
"Iya benar." Ucapan Ino membuat ketiga gadis itu kini membayangkan wajah gebetan masing-masing yang memang sepertinya tidak akan memerah itu.
"Haaaaaah.." desah mereka bertiga kompak.
"Sakura? Ada apa?" Sakura menoleh ke arah suara, dan mendapati Sasuke kini tengah menatapnya khawatir. Seperti biasanya pemuda itu menunggunya di depan loker sepatu untuk pulang bersama saat tidak ada kegiatan klub.
"Eh?! Ah tidak apa-apa, apakah hari ini kita bisa pulang bersama lagi?" Tanya Sakura antusias.
"Hn…" jawab kekasih berambut hitamnya itu. Sakura tersenyum lebar mendengar ucapan Sasuke. Yah, tidak apalah. Meskipun ia tidak bisa melihat wajah Sasuke memerah, tapi ia bisa merasakan perhatian pemuda itu padanya. Pandangan Sakura teralih ke botol minuman yang dipegang olehnya. Tumben, tidak biasanya Sasuke meminum minuman selain pocari.
"Sasuke-kun minum apa? Apakah rasanya enak?" Tanya Sakura ingin tahu sambil mengambil botol dari tangan Sasuke dan mengamatinya.
"Ah, ini minuman merk baru. Rasanya lumayan. Kamu mau?" Sakura menganggukkan kepalanya. "Aaa.. akan kubelikan kau−" ucapan Sasuke terhenti saat melihat Sakura meminum langsung dari botol miliknya.
"Hmm Sasuke-kun benar! Minumannya enak, terima kasih!" ucap gadis itu tanpa sadar bahwa tindakannya tadi merupakan ciuman tidak langsung. Tapi hal ini tidak terlewatkan oleh Ino dan Karin yang kini melotot tak percaya melihat reaksi Sasuke.
"AH! WAJAHNYA MEMERAH!" Seru mereka berdua kompak.
Yap, ternyata mudah saja membuat wajah sang bungsu Uchiha itu memerah. Cukup ciuman tak langsung dari kekasihnya, kau akan dapat melihat wajah sang pangeran itu memerah seperti buah kesukannya.
Tch, what a lover boy!
TBC
