Pals

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

AU, OOC for sure

"What a mischievous devil love is!" - Samuel Butler

"Urghh, hari ini melelahkan…" keluh Ino sambil menghempaskan tubuhnya di bangku. Gadis cantik itu memandang sekeliling kelas dan tidak mendapati siapapun di kelas itu kecuali dirinya. Bagaimana tidak, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Pasti semua orang sudah pulang, terkecuali dirinya yang harus mengurus persiapan festival musim panas yang diadakan tahunan di sekolah mereka sebagai anggota OSIS.

Gadis itu melirik ke arah meja Shikamaru dan menarik nafas panjang. Padahal ia menjadi anggota OSIS demi membuat Shikamaru melirik ke arahnya. Tapi bertentangan dengan apa yang dua orang sahabatnya yakini, hubungannya dengan Shikamaru tetap stagnan di tempat. Okei, mungkin Shikamaru kini mulai berbicara dengannya, tapi toh itu karena Yoshino baa-san yang ingin ia datang berkunjung ke rumah mereka setelah sekian lama. Bahkan kini status anggota OSIS yang disandangnya malah membuatnya semakin sibuk dan semakin jarang berbicara dengan Shikamaru.

"Argh sudahlah, lebih baik aku pulang sekarang sebelum Tou-san meneleponku," ucap Ino sambil berdiri dari bangkunya. Gadis itu baru saja hendak berjalan keluar kelas saat suatu ide terlintas di benaknya. Gadis itu nampak ragu-ragu sesaat sebelum akhirnya ia melihat ke arah keluar kelas dan melirik ke arah kanan dan kiri, memastikan bahwa memang tidak ada orang saat ini. Setelah yakin dirasanya tidak mungkin ada siswa yang datang kembali ke kelas, ia berjalan dengan cepat menuju ke meja lelaki pujaannya itu. Dengan perlahan gadis berambut pirang itu duduk di bangku Shikamaru dan merebahkan kepalanya di meja.

"Jika ada yang melihatku sekarang, pasti mereka mengiraku orang mesum," ucapnya sambil terkikik.

"Kalau bukan itu lalu apa?" tubuh Ino langsung tersentak saat mendengar suara yang akhir-akhir ini sering muncul di mimpinya. Ia mendapati Shikamaru yang sedang bersandar di pintu dan tengah menatapnya intens.

"Ka.. kau belum pulang?"

"Asuma tadi memanggilku, dan menceramahiku seperti biasanya. Tck mendokusai," ucap sang pemuda sambil berjalan ke arah Ino.

"Hihihihi itu pasti karena lagi-lagi kau mengosongkan beberapa jawaban soal di tes tadi," Ucap Ino yang tahu pasti alasan mengapa Shikamaru selalu kena omel wali kelas mereka. Kikikan gadis itu terhenti saat melihat kini Shikamaru memandangnya sambil tersenyum. Shikamaru dan senyuman sama sekali tidak baik untuk jantungnya. Debaran di jantung gadis pirang itu semakin cepat saat Shikamaru membalikkan tempat duduk Chouji, dan kini ia duduk menghadapnya sambil menyenderkan kepala di tangannya.

"Er… Shika-"

"Jadi katakan padaku, hal mesum apa yang akan kau lakukan?" Tanya pemuda itu sambil tersenyum usil.

"Ka- kau salah paham!" Ucap Ino sambil memandang ke arah lantai, tak mau memandang wajah Shikamaru karena khawatir sang pemuda tau apa yang kini sedang ia pikirkan.

"Hm... kalau aku tidak mengenalmu, kau sekarang seperti gadis yang tengah mencoba duduk di bangku pria yang disukainya karena tidak bisa mengatakan perasaannya dengan jujur." Ucapan Shikamaru otomatis membuat Ino memandangnya dengan mata terbelalak.

"Tapi itu tidak mungkin kan? Kau. suka padaku? Jadi... mengapa kau duduk di bangkuku tuan putri?" Raut wajah Ino memerah saat kini ia mendapati bahwa Shikamaru menatapnya dengan senyuman yang seolah-olah ia sudah mengetahui semuanya, dan kini ia hanya ingin mendengar perkataan Ino bahwa ya, sang tuan putri berambut pirang itu menyukainya.

Oh no, She is busted.

TBC