Pals
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
AU, OOC for sure
Laughing at you when you have a bad day, so you can laugh together after. That is the definition of a bestfriend.
Karin kini tengah menggigiti sedotan miliknya, kebiasaan yang susah dihilangkan olahnya saat ia sedang bosan, meskipun Ino sering memarahinya dan berkata bahwa tindakannya itu sama sekali tidak mencerminkan lady like. Gadis itu mendengus, lady like apanya. Seorang mantan yankee sepertinya mana mungkin banting setir menjadi seorang gadis feminin seperti Ino, atau setidaknya bersifat lembut dan memancarkan aura ingin dilindungi seperti Sakura.
Dia kuat. Tidak, bukan kuat dalam arti fisik, karena Karin sendiri tidak yakin ia bisa menang melawan Sakura. Gadis itu memiliki kekuatan monster yang kadang kala ia sendiri tidak mengerti darimana asalnya. Ia kuat. Kuat dalam arti, seorang preman di tengah jalan ketika bertemu dengannya pun akan menyingkir karena terintimidasi oleh auranya. Gadis itu melirik ke arah bayangannya yang terpantul di jendela restaurant. Rambut merah membara, mata tajam, muka yang hampir selalu cemberut. Tampang yang akan membuat anak berumur 5 tahun otomatis menangis saat melihatnya.
"Maaf, kau lama menunggu ya? Tadi aku mampir ke klub sepak bola sebentar mengantarkan bekal untuk Sasuke-kun," ucap Sakura sambil menghempaskan dirinya di kursi yang ada di depan Karin "Hm? Ino belum datang juga?"
Klining~
Tatapan Karin menuju ke arah pintu restaurant dan mendapati sahabat berambut pirangnya itu kini berjalan ke arah meja mereka sambil terengah-engah. "Maafkan aku, tadi aku harus menyelesaikan tugas OSIS sebentar."
"Ah, untuk persiapan festival musim panas nanti ya?" Tanya Sakura yang dijawab dengan anggukan dari Ino. "Kau mau memesan minuman dulu?"
"Aku sudah memesankan untuk kalian tadi. Seperti biasanya kan?" Tanya Karin yang dijawab dengan cengiran khas dari dua orang sahabatnya.
"Wah, seperti biasanya. Kau memang sahabat yang paling baik, Karin." Ucap Ino sambil melakukan tos dengan Sakura.
"Aa… toh aku nganggur, tidak akan terlambat seperti Sakura yang harus mengantarkan bekal untuk si preman Uchiha itu, dan juga aku tidak pintar seperti Ino yang menjadi anggota OSIS sehingga membuatku terlambat karena harus mengurusi acara festival." Ucap Karin sambil mengaduk-aduk minumannya.
"Permisi, ini pesanan kalian," Seorang waitress manis meletakkan pesanan mereka di atas meja, dan pergi sambil tersenyum.
"Hmph, aku juga tidak cantik seperti pelayan itu." Gumam Karin kecil namun tetap terdengar oleh kedua orang sahabatnya. "Hei, menurut kalian apakah aku punya kelebihan?" Tanya Karin sambil memandang kedua sahabatnya dengan tatapan yang memelas.
Ino dan Sakura saling berpandangan. Ini hal yang aneh. Seorang Uzumaki Karin tidak pernah merasa rendah diri sebelumnya. Bahkan bisa dibilang 24 jam aura kepercayaan diri akan selalu menguar dari tubuhnya, bahkan saat tidur sekalipun! Ino berpikir untuk sesaat dan tersenyum ketika tahu bagaimana caranya mengatasi ini.
"Hm… kelebihan ya… aku tidak begitu tahu. Menurutmu bagaimana Sakura?" Tanya Ino sambil berkedip ke arah Sakura, memberikan kode agar gadis berambut bubble gum itu mengikuti alurnya. Kode itu langsung dimengerti oleh Sakura.
"Hmm Karin kuat? Bagaimanapun dia kan mantan yankee. Ah, tapi aku rasa aku bisa mengalahkannya dengan beberapa jurus karate yang kuketahui," Ucap Sakura sambil berpura-pura berpikir.
"Bagaimana dengan pintar? Ah, tapi dia sering mencontoh tugas milikku sih… Yah, setidaknya lebih pintar daripada Naruto, sepupunya itu." Akting Ino hampir gagal karena melihat bahwa tampang memelas Karin kini diganti dengan tampak kesal.
"Urgh, aku rasa semua orang pasti lebih pintar dari dia deh."
"Hm, kau benar. Bagaimana dengan−"
"Urgh, teruskan lagi dan aku akan memukul kepala kalian dengan tanganku biar kalian rasakan bagaimana kuatnya aku dan kemudian kalian akan menjadi lebih bodoh daripada Naruto!" Ucap Karin sambil menggebrak meja.
Tawa Sakura dan Ino langsung berderai melihat reaksi Karin. "Habiiiisss… tumben-tumbenan seorang Nona Karin bisa merasa tidak percaya diri seperti ini, "ucap Ino sambil menyeka air mata geli dari sudut matanya. "Jadi sebenarnya ada apa sih?"
"Huh dasar sahabat tidak tahu diri. Sahabat sedang sedih bukannya dihibur, malah diejek." Sungut Karin, masih jengkel dengan reaksi kedua sahabatnya itu.
"Kenapa sih? Lagi PMS?" Tanya Sakura sambil menyeruput milkshake coklat miliknya. Karin cemberut mendengar pertanyaan Sakura.
"TadiakumelihatNejipulangbersamaTenten." Ucap Karin cepat, membuat kedua orang sahabatnya itu tak menangkap apa yang ia bicarakan.
"Apa?" Tanya Sakura dan Ino bersamaan.
"TADI AKU MELIHAT NEJI PULANG DENGAN TENTEN! AH PUAS KALIAN?!" Ucap Karin dengan suara yang nyaring, membuat perhatian seluruh pengunjung restaurant terarah ke mereka.
"Ehem nona-nona, apakah kalian bisa tenang sedikit?" perhatian ketiga gadis itu teralih ke seorang pelayan pria yang kini berdiri disamping meja mereka sambil tersenyum kesal kearah mereka bertiga. "Kalian menganggu pengunjung yang lain."
Rambut hitam pendek, Wajah yang tampannya 11 12 dengan artis remaja yang saat ini sedang populer, tubuh yang tingginya hampir 185 centi, dan mata hitam yang menatap tajam dibalik kacamata frame kotak tebal berwarna hitam. Pemandangan itu secara otomatis membuat perhatian ketiga gadis itu teralihkan secara sempurna.
"Kak, kau tampan sekali!"
"Oh tuhan, kacamata itu sangat cocok untukmu!"
"Arghhh jadilah pacarku!"
Ucap mereka bertiga secara bersamaan.
Pelayan dengan nametag bertuliskan Sai itu semakin memperlebar senyum kesalnya. "Kalian. Keluar." Ucapnya dingin namun tetap dengan senyum yang terpatri di wajah tampannya.
Ketiga gadis itu kini cekikikan diluar restaurant. Baru pertama kali ini mereka diusir dari restaurant. Dan itupun karena seorang pria tampan berkacamata! Tawa mereka semakin berderai, tak percaya dengan hal yang baru saja terjadi. Mereka bertiga saling berpandangan sebelum akhirnya Sakura berkata sambil tersenyum usil.
"Jadi… Neji eh?"
"Cemburu itu memang buta, Sakura."
"Jangan khawatir Karin, menurut kami kau jauuuh lebih menarik dibanding Tenten."
"Tentu saja. Kau lebih manis dan ceria."
"Cenderung beringas."
"Bersemangat berkelahi melawan Suigetsu."
"Jago melompati pagar untuk bolos. Ck, Tenten mana mungkin berani seperti itu," Ucap Ino sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tsundere. Ah, bukankah banyak pria menyukai tipe-tipe tsundere seperti Karin?"
"Ah kau benar! Siapa sih yang tidak langsung jatuh hati dikatai bodoh ketika dengan sengaja menukarkan payungnya agar bisa mengantar sang gadis pulang dan tidak kehujanan?"
"Siapapun pasti akan jatuh cinta!"
"Just shut up!" ucap Karin dengan raut wajah memerah.
Yahhh, what a bestfriend for? For mock you to feel , or bitter?
TBC
