Pair : Taekook, Minyoon, Namjin, etc
Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya
Rate : T – M
Genre : Romance, Friendship
Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. BXB , YAOI, MPreg
Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…
-In Tempore-
.
.
Happy Reading !
.
.
Chapter IX : integration!
.
.
Sudah tiga hari semenjak mereka berbaikan dan hubungan mereka terus membaik. Semua di antara mereka perlahan saling terbuka dan mereka semakin tahu satu sama lain. Berangkat bersama ke kantor dengan menaiki bus dan hubungan mereka benar-benar menunjukkan sikap profesionalisme yang mereka punya saat mereka di kantor, tidak ada yang menebak jika mereka memiliki hubungan istimewa. Apalagi 2 hari yang lalu ketika Taehyung menemani Jungkook melihat hasil ujian masuk universitasnya.
..
Flashback on.
Saat istirahat makan siang, Jungkook sudah menunggu Taehyung di lobby perusahaan. Hari ini Taehyung akan menemani Jungkook untuk melihat hasil ujiannya. Tadi pagi Taehyung sudah meminjam kunci mobil Yoongi, karena kalau memakai bus akan memakan waktu yang lama menuju kesana. Jungkook sudah cemas sedari tadi, sampai Taehyung menyadarkannya dengan mengklakson Jungkook dari dalam mobil yang ia kendarai.
" Ayo naik " ucap Taehyung dari dalam mobil, kaca mobil itu terbuka sampai dia dapat melihat Jungkook dengan jelas. Jungkook langsung menaiki mobil tersebut dan duduk di samping Taehyung.
" Hei jangan cemas begitu !" seru Taehyung ketika melihat Jungkook yang terus menggigiti kukunya.
" Aku takut Tae.." cicit Jungkook dengan suara gemetarnya. Taehyung menghentikan mobilnya sebentar, di tepi jalan yang agak sepi.
" Kau sudah berusaha semaksimal mungkin, semampumu. Dan hasilnya pasti akan baik, aku saja percaya kalau kau berhasil, kenapa tidak percaya diri, hm ?" tanya Taehyung sambil mengusap pelan punggung tangan Jungkook dengan ibu jarinya. Jungkook menegakkan kepalanya yang awalnya menunduk, menatap Taehyung yang tengah tersenyum tulus kepadanya.
" Terimakasih Tae.." ucap Jungkook yang kemudian mengembangkan senyumnya.
" Jangan tegang dan gusar lagi, Okay?" Jungkook hanya mengangguk pelan.
..
Taehyung menunggu Jungkook di depan fakultas Psikologi tempat Jungkook akan menuntut ilmu. Jungkook benar-benar tidak mengizinkan Taehyung ikut bersamanya melihat hasil ujian yang sengaja di pampang di madding fakultas itu. Bukannya tidak mengikuti perkembangan zaman dengan hanya melihat hasil ujian secara online, tapi pihak universitas sengaja membiarkan calon mahasiswa untuk melihat secara langsung hasil jerih payah mereka.
Lima belas menit menunggu Jungkook berlari ke arah Taehyung dan melompat ke dalam pelukan pemuda tampan itu, untung saja Taehyung sudah siap ketika melihat Jungkook yang berlari dari koridor yang berhubungan dengan madding. Taehyung menahan bobot tubuh Jungkook yang tengah memeluknya. Kedua kaki Jungkook melingkar di pinggang Taehyung.
" Tae.. hiks" isak Jungkook.
" Hei ! jangan menangis lagi, aku tahu kau berhasil, kan ? Jungkookie-ku pasti berhasil !" ucap Taehyung.
" Hoi.. bermesraan terus !" seru seseorang yang menganggu kemesraan mereka. Taehyung melirik ke arah orang yang mengganggunya.
" Suka-suka kami lah " tukas Taehyung. Setelah tahu siapa orang yang mengganggunya, Taehyung berani menjawab sedikit ketus. Taehyung menurunkan Jungkook setelah mendapat kode dari Jungkook yang ingin turun dari gendongan kekasihnya. Jungkook menatap sepasang kekasih yang ada di depannya, Daniel dan Seongwoo.
" Seongwoo hyung ! kau lulus juga kan ?"tanya Jungkook. Seongwoo mengangguk semangat dan memeluk Jungkook.
" Mari berjuang bersama. Kita pasti bisa " ucap Seongwoo.
" Hm, kita pasti bisa. Mohon bantuannya hyung" balas Jungkook.
" Iya hyung, fighting !"semangat Jungkook. Dua seme yang menatap mereka hanya mengulum senyum, melihat orang yang mereka cintai selangkah lebih dekat menggapai mimpi mereka.
" Kalian masih lama berpelukan ? belum ingin melepaskan ?" cibir Taehyung mengganggu mereka.
" Kau mengganggu saja !" seru Seongwoo, masih belum melepaskan pelukannya dari milik Taehyung tersebut.
" Aku lapar sayang, sudah nanti saja lanjutkan peluk Jungkooknya. Nanti jam makan siang habis" ucap Daniel mengingatkan. Benar, mereka belum makan siang.
" Kau ikut dengan kami hyung ?" tanya Daniel kepada Taehyung.
" ayo Tae, kita ikut mereka saja ya ya ya " Jungkook menatap Taehyung, ucapan di tambah aegyo-nya benar-benar membuat Taehyung luluh.
" Baiklah, kita ikut mereka " jawab Taehyung pasrah. Jawaban itu membuat Jungkook bersorak senang, tentu saja membuat Taehyung tidak bisa untuk tidak tersenyum.
Flashback Off.
..
Malam ini mereka hanya bersantai di ruang tengah yang ada di apartemen mereka. Setelah makan malam dengan masakan Taehyung, mereka akan bersantai sebelum tidur, tidak ada rencana keluar sama sekali. Padahal besok weekend, mereka libur bekerja. Jungkook maupun Taehyung lebih memilih menghabiskan waktu bersama berdua di apartemen. Taehyung sedang menggoda Yeontan yang dia pangku, sementara Jungkook asik menonton televisi dengan setoples cemilan kue coklat di pangkuannya.
" Tae, kembalikan anjingmu ke dalam kandangnya, nanti dia bertengkar lagi dengan Caramel dan Mocha" ucap Jungkook. Taehyung mengindahkan ucapan Jungkook, tangannya masih sering menggelitik dagu Yeontan. Sementara kucing-kucing kecilnya berkeliaran di dekat mereka. Memang sering hewan-hewan peliharaan Taehyung itu bertengkar, mereka akan membuat keributan dengan saling membalas satu sama lain. Satu anjing kecil yang menggonggong dan dua kucing yang akan mengeong untuk membalas, dua lawan satu.
" Yeontan masih ingin diluar, Kookie " jawab Taehyung. Jungkook hanya menggidikkan bahu, benar-benar pasrah jika setelah ini hewan-hewan kecil itu akan beraksi.
" Hm, Tae.. aku ingin ke tempat Seongwoo-hyung dulu. Mengambil buku yang tertinggal disana " ucap Jungkook. Taehyung mengadah ke arah Jungkook yang sudah berdiri. Jungkook mengecup bibir Taehyung dengan cepat sebelum pergi.
" Jangan lama-lama ya" ujar Taehyung sebelum Jungkook hilang di balik pintu apartemen.
..
Jungkook memasuki apartemen yang memang sudah ia tahu password-nya tersebut. Dia mendapati ruang santai yang sepi, tetapi pintu kamar utama di apartemen itu terbuka, cukup membuat Jungkook membulatkan mata melihat apa yang terjadi. Sebuah adegan live-porn yang sedang di perankan oleh Daniel dan Seongwoo. Jungkook baru tahu alasan kenapa tadi sore Daniel memaksa mengantarkan Jinyoung ke apartemen Jimin untuk menemani Jihoon, agar dia dapat berdua dengan kekasihnya tanpa gangguan Jinyoung.
" Ahhhn… eunggg… Daniellhh.. ahhnnn… fasterrrhh.." Seongwoo sibuk mendesah, menikmati Daniel yang terus menusukkan kejantanannya. Posisi Seongwoo yang sedang menungging di atas ranjang dan Daniel yang terus menggenjot dengan semangat.
" Ahh.. kenapa masih sempithh.. aah.. sayanghh" Daniel yang juga merasakan kejantanannya semakin menegang terus mengeluar-masukkan kejantanannya secara cepat sesuai permintaan kekasihnya. Seongwoo menikmati permainan yang di ciptakan oleh Daniel, mukanya ia benamkan ke bantal yang ada di depannya, tangannya yang menopang tubuhnya sudah melemas karena nikmat yang ia dapat.
Jungkook terdiam melihat apa yang ada di depannya, dengan jarak pandang yang cukup jelas. Jungkook merasakan panas yang tubuhnya, merasakan salah satu bagian tubuhnya yang menegang. Mengabaikan buku yang akan dia ambil , Jungkook balik arah dari sana dan kembali ke apartemennya.
..
Taehyung benar-benar tidak tahu mengapa Jungkook masuk ke dalam apartemen mereka dengan buru-buru, lengkap dengan muka merah dan keringat yang bercucuran di pelipisnya serta nafas terengah-engah. Padahal dia hanya berniat mengambil buku paket yang tertinggal di tempat Daniel, sekembalinya selama sepuluh menit disana Jungkook sudah seperti ini.
" Ta-tae.. " lirih Jungkook. Dia masih berdiri di depan Taehyung yang tengah duduk di sofa ruang tamu apartemen itu.
" Ada apa, Kookie ? kau kenapa ?" tanya Taehyung bingung dan sedikit khawatir. Yeontan yang sudah lepas dari pegangan Taehyung, langsung melompat dan turun dari pangkuan tuannya tersebut. Jungkook berjalan mendekati Taehyung dan mendudukkan diri di pangkuan Taehyung, melingkarkan kakinya di pinggang sang dominan, wajahnya juga ia sembunyikan di ceruk leher Taehyung. Taehyung yang masih terkejut hanya bisa menenangkan Jungkook dengan cara mengelus pelan surai Jungkook dengan lembut. " Ada apa, hm ?" tanya Taehyung lembut.
" Tae..aku mengeras" ucap Jungkook, suaranya teredam oleh pelukan eratnya.
" Apa ? Mengeras ? Apanya yang mengeras ?" tanya Taehyung tidak mengerti, Taehyung melonggarkan pelukannya dan menatap Jungkook.
" Pe-penisku, Tae. Aku tidak sengaja melihat mereka bercinta, ba-bagaimana ini Tae ?" ucap Jungkook. Taehyung sedikit mendengus melihat Jungkook. Taehyung mengerti Jungkook sekarang sedang tegang. Dia sedang horny karena pasangan mesum yang mungkin saja lupa mengunci kamar saat mereka bercinta.
" Kau bisa menyelesaikannya di kamar mandi, sayang " ucap Taehyung sebelum mengecup bibir ranum yang ada didepannya. Jungkook menggeleng.
" Shirreo !" seru Jungkook. Taehyung kembali mengernyitkan dahinya, peluh Jungkook semakin deras menetes, mengalir menuju pipi yang kemudian di seka oleh ibu jari Taehyung.
" Kalau kau tidak menuntaskan hasratmu, kau akan tersiksa" tanggap Taehyung.
" Aku mau menyelesaikannya denganmu, apa kau tidak mau membantuku ? atau aku tidak menggoda ? tidak menggairahkan sama sekali ? kau tidak mau bercinta denganku ?" tanya Jungkook dengan wajah polos dan kedipan lucunya. Demi apapun, Taehyung benar-benar ingin menerkam Jungkook saat ini juga.
" Siapa yang mengatakan kau tidak menggoda dan kenapa kau berpikir aku tidak ingin bercinta denganmu ?" tanya Taehyung balik. Taehyung mengecup kilat bibir Jungkook.
" Aku sudah lama menahan hasrat untuk bercinta denganmu. Aku bahkan berusaha keras menahan nafsuku saat melihatmu tidur, Jungkookie. Aku ingin menjagamu, menjaga harta yang paling berharga untukku karena aku mencintaimu " jelas Taehyung lagi.
" Aku juga mencintaimu, dan aku ingin kau menyentuhku sekarang Tae " pinta Jungkook. Jungkook mendekatkan bibirnya kepada bibir Taehyung dan memberanikan diri melumatnya. Jungkook mencoba mendominasi Taehyung saat ini. Tangannya ia kalungkan di leher pemuda tampan itu. Jungkook menurunkan ciumannya ke arah leher Taehyung dan menghisap kuat kulitnya sehingga meninggalkan bekas disana.
" Jungkookie.. hei !" Taehyung mencoba menghentikan aksi Jungkook yang mulai nakal.
" Wae ? Taehyungie tidak suka ?" tanya Jungkook polos, menggigit bibir bawahnya seperti anak kecil yang takut dimarahi ibunya karena ketahuan memakan banyak permen.
" suka baby. Jangan menyakiti diri sendiri dengan menggigit bibir, Kookie " Taehyun mengarahkan ibu jarinya kembali ke wajah mulus itu, menyentuh bibir Jungkook. Jujur saja dengan sentuhan lembut Taehyung, darah Jungkook berdesir hebat.
" Taee…" rengek Jungkook.
" Apa Jungkookie ? hm ? kau yakin dengan apa yang akan kita lakukan ? kau benar-benar sudah mencintaiku ?" Jungkook mengangguk mantap.
" Aku tidak ingin menyakitimu Bae " lanjut Taehyung, Jungkook hampir saja meledakkan tangisannya jika Taehyung tidak cepat menghentikannya.
" Oh, jangan menangis Sweetheart, baiklah-baiklah, jangan menangis lagi" ucap Taehyung yang kemudian memeluk Jungkook. Jungkook melepaskan pelukan Taehyung dengan paksaan dan cemberut ke arah pemuda yang lahir di musim dingin itu.
"Wae ?" tanya Taehyung. Menggenggam tangan Jungkook dengan lembut.
" Aku tidak ingin peluk, maunya bercinta" ucap Jungkook. Taehyung menghela nafas, dan menghembuskannya secara kasar, Jungkook benar-benar tidak bisa di bujuk. Usahanya mengalihkan perhatian Jungkook tidak berhasil.
" Baiklah, kau tidak akan menyesal dan tidak akan meninggalkanku setelah ini, kan ?" tanya Taehyung. Jungkook mengangguk.
" Tidak akan Tae, aku janji" Jungkook mengajukan jari kelingkingnya dan dib alas oleh Taehyung dengan mengaitkan jari yang sama dengan Jungkook.
Taehyung mendekatkan wajahnya ke arah Jungkook, mengecup bibir ranum itu dengan lembut di awal. Taehyung mengelus punggung Jungkook sementara Jungkook sudah mengalungkan lengannya di leher Taehyung. Dia menikmati bagaimana Taehyung memperlakukannya dengan sangat baik. Taehyung melumat bibir itu seductive, mengigit bibir Jungkook agar pemuda manis itu bersedia membuka bibirnya. Jungkook membuka bibirnya ketika Taehyung agak menyakiti bibirnya dengan gigitan yang dia lakukan. Taehyung melakukan invasi terhadap bibir Jungkook dengan mengabsen gigi yang ada didalam mulut kekasihnya itu, menghisap gemas lidah Jungkook sehingga Jungkook mendesah tertahan akibat perlakuan Taehyung. Jungkook semakin membiarkan Taehyung yang semakin melecehkan tubuhnya dengan menurunkan ciumannya menuju leher Jungkook. Menjilat dan memberi tanda kepemilikan yang hanya Taehyung berhak atas itu.
"Ahhhn.. Taeeehhh… " desah Jungkook ketika Taehyung masih asyik dengan aktivitasnya, bibirnya yang masih memberikan tanda dan tangannya yang bergerak di dalam baju yang Jungkook gunakan. Mengelus punggung mulus kekasihnya.
" Guk guk " Yeontan sibuk menggonggong melakukan pertahanan diri ketika dia di serang oleh dua ekor kucing yang mendekatinya. Awalnya Taehyung tidak peduli tapi anjing kecil itu terus menggonggong meminta pertolongan. Taehyung menghentikan aktivitasnya dan menatap Jungkook yang tengah mengambil udara karena berciuman dengan Taehyung harus memiliki nafas yang panjang untuk mengimbangi pemuda berkulit tan itu.
" menyesal tidak mendengarkanmu untuk mengurung Yeontan, sayang. Tunggu sebentar ya, aku akan mengurus anak-anak kita " ucap Taehyung. Jungkook hanya mendengus geli mendengar ucapan Taehyung. Jungkook tahu Taehyung juga sudah dirasuki oleh birahinya sendiri. Jungkook terlampau menggoda sehingga menembus pertahanan Taehyung.
Taehyung menurunkan Jungkook dari pangkuannya dan berjalan ke arah sudut ruangan dekat pintu apartemen dimana Yeontan sedang menghadapi invasi kucing-kucing imut tapi bringas.
..
Entah bagaimana caranya, Jungkook tidak ingat yang pasti saat ini dia sudah berbaring di atas ranjang dengan Taehyung yang sedang menindihnya. Mereka melanjutkan ciuman panas mereka, Jungkook membalas lumatan Taehyung, tangannya sibuk meremas rambut belakang Taehyung untuk menyalurkan kenikmatan yang dia rasa. Baju Jungkook disingkap oleh Taehyung, Jungkook yang sadar apa yang akan di lakukan Taehyung sengaja mengangkat tubuh bagian atasnya untuk membantu Taehyung melepaskan baju Jungkook yang masih melekat.
Taehyung yang mengelus puting Jungkook, membuat Jungkook kegelian merasakan sensasi aneh. Taehyung mendekatkan wajahnya dan mengemut bagian sensitif Jungkook tersebut. Salah satu tangannya ia gunakan untuk mengelus dan mencubit pelan bagian puting yang lain sementara bibirnya menikmati puting sebelah kanan milik Jungkook.
" Taeeeh, eunggghhh…"
Taehyung menghisap bergantian benda menggoda itu, menstimulasi bagian sensitif Jungkook. Tangan kiri Taehyung turunkan untuk membuka celana piyama Jungkook berbahan karet. Bahan karet benar-benar membantu Taehyung untuk melucuti celana Jungkook dengan mudah. Jungkook benar-benar telanjang sekarang, Taehyung menatapnya sebentar. Membuat Jungkook menutup muka merahnya karena malu.
" Jangan lihat.." lirih Jungkook.
" Kenapa ? kau indah " tutur Taehyung, dia benar-benar memuja tubuh Jungkook yang putih bersih sempurna itu. Taehyung menurunkan pandangan dan tubuhnya untuk menyamakan posisi dengan kejantan Jungkook. Sedikit memegang penis yang mengacung itu, tegang sempurna. Katakanlah jika penis Jungkook juga berukuran di atas rata-rata, namun milik Taehyung juga tidak bisa di katakan kecil dan dia pastikan kejantanannya benar-benar akan memuaskan Jungkook nanti.
Taehyung mengecup penis Jungkook dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Jungkook yang awalnya berusaha menolak terpaksa harus menikmati. Kejantanannya merasakan hal yang benar-benar tidak pernah ia dapati sebelumnya.
" Aaaahhhnn.. Taeee… lebih cepatthh…"
Taehyung mengoral milik Jungkook dengan cepat, nalurinya menuntut Taehyung untuk memuaskan Jungkook seperti ini. Meskipun belum pernah melakukan, Taehyung sudah cukup memiliki teori mengenai hal seperti ini. Ayah dan hyung-nya bahkan Daniel secara gamblang menceritakan detail bagaimana cara mereka bercinta, membuat Taehyung menambah referensi bercintanya.
Taehyung semakin cepat mengeluar-masukkan penis Jungkook sampai penis itu semakin membesar dan berkedut, Taehyung tahu benar jika Jungkook akan orgasme. Taehyung menghentikan oralnya dan itu benar-benar membuat Jungkook menatap Taehyung, kesal.
" Kenapa berhenti Tae..aaahhhnnn.. " Jungkook kembali mendesah karena mulut Taehyung digantikan oleh tangan besar milik Taehyung, Taehyung kembali naik ke arah Jungkook dan melumat bibir Jungkook dengan brutal, seiiring dengan tangannya yang melakukan handjob dengan cepat pada penis Jungkook.
Desahan Jungkook tertahan oleh bungkaman yang di lakukan bibir Taehyung saat dia menyemburkan orgasme pertamanya, membasahi baju yang di pakai Taehyung dan tubuhnya sendiri. Taehyung mengakhiri lumatannya dengan melakukan kecupan-kecupan singkat terhadap bibir Jungkook yang semakin memerah.
" Sudah puas, Jungkookie?" tanya Taehyung menggoda, dan Jungkook total menggeleng cepat. Mana mungkin dia puas dengan seperti ini sebelum mereka memasuki permainan inti. Taehyung terkekeh melihat Jungkooknya.
Taehyung berdiri dan melepas semua pakaiannya. Menyusul Jungkook yang sudah telanjang. Jungkook menatap Taehyung malu, kejantanan Taehyung sudah total berdiri menatang gravitasi.
" Hei, kenapa malu.. kau tidak mau melihatku ?" tanya Taehyung, menghampiri Jungkook dan kembali menindihnya.
" Sayang !" panggil Taehyung. Jungkook hanya menatap Taehyung.
" Jungkookie, siap ?" tanya Taehyung lagi. Jungkook mengangguk malu, lengkap dengan muka merahnya.
" Aigoo, Jungkookie-ku malu" Taehyung menghadiahkan kecupan-kecupan kecil di wajah Jungkook. Taehyung kembali meraba perut Jungkook, mengambil sisa cairan Jungkook yang masih disana dengan jarinya dan mengolesinya di hole Jungkook. Jungkook sedikit terkesiap karena ulah Taehyung itu. Taehyung melepaskan tautan bibir mereka dan beralih ke cuping kiri Jungkook, sedikit menggigit kecil guna menggoda pemuda kelinci itu.
" Tenang sayang !" bisik Taehyung. Jari telunjuk Taehyung melakukan gerakan melingkar di bibir hole Jungkook.
" Ahhhnnn… aaahhhhggghhh " Jungkook merasakan perih ketika jari Taehyung masuk ke dalam hole-nya. Satu jari menari-nari di dalam sana, membuat Jungkook merasa ingin terbang karena rangsangan yang diciptakan Taehyung. Bibir Taehyung yang menjelajahi lehernya dan sesekali menuju dadanya, serta jari yang Taehyung tambah untuk melonggarkan hole-nya. Kedua jari itu melakukan gerakan menggunting agar nanti kejantanan Taehyung mendapatkan akses untuk masuk, dibantu oleh cairan Jungkook sebagai pelumas alami. Jungkook kembali mendesah ketika kedua jari Taehyung tidak sengaja menyentuh dinding rektumnya semakin dalam.
" Taeeehhh.. eungghhh… "
Taehyung memposisikan kejantanannya yang sudah menegang di depan hole Jungkook, penis besarnya siap untuk masuk. Taehyung menatap Jungkook dengan sedikit ragu, namun Jungkook langsung melingkarkan lengannya dan melumat bibir Taehyung. Awalnya Taehyung yang sedikit menjaga jarak langsung beradu dengan Jungkook yang menariknya dengan pelukan. Taehyung tahu Jungkook benar-benar memberikan izin kepadanya. Taehyung yang merasa Jungkook sudah merasa sedikit rileks, dia langsung menghentakkan kejantanannya hingga masuk.
Jungkook tersentak dan merasa sangat kesakitan, merasakan hole-nya seakan robek. Menggigit bibir Taehyung sampai berdarah untuk menghilangkan rasa sakit saat hentakan itu terjadi. Liquid bening mengalir dari mata menuju pipinya. Taehyung mendiamkan sebentar, meski bibirnya merasa berdenyut tapi dia tahu keadaan Jungkook tidak baik sekarang. Taehyung mengecup kedua mata Jungkook, menghapus bekas air mata orang yang dia cintai.
" Aku siap Taeeehh.. " ucap Jungkook. Mendengar pernyataan itu, Taehyung langsung menggenjot hole tersebut, merasakan bagaimana penis tegangnya di jepit oleh hole Jungkook yang sempit. Ritme yang seirama dari awal.
" Taeeehhh.. Fasterrrhh.. eunggghhh " pinta Jungkook. Taehyung mempercepat gerakannya, mencari dimana titik kenikmatan Jungkook. Beberapa kali hentakan sampai Taehyung mendapatkan letak prostat Jungkook.
" Ahhhnn.. Taehh.. there.. hmmm.. fasterrrrhh.." racau Jungkook. Wajah mengadah di tambah peluh yang membanjiri tubuh Jungkook merupakan pemandangan yang indah bagi Taehyung. Taehyung mengambil kesempatan untuk memberikan tanda tambahan di ceruk leher Jungkook saat pemuda manis itu mengadah.
Taehyung merasakan hole Jungkook berkedut dan semakin menghisap kejantannnya, Taehyung mengamit kejantanan Jungkook dan mengocoknya seirama dengan hentakan yang dia lakukan.
" Ahhhnn… Taee… a-ku sampaiiihh.. aahhhnnn.. " Jungkook kembali menjemput orgasmenya, nafasnya terengah menikmati orgasmenya. Taehyung kembali melanjutkan genjotannya. Dia kembali mengeluar-masukkan kejantanannya yang semakin menegang.
Jungkook tidak menyangka jika Taehyung bertahan lama di ranjang, Jungkook memandang Taehyung yang menggeram dengan peluh yang mengaliri kulit tan-nya.
" Ahhhn.. Jungkookieeee… " desah Taehyung.
Taehyung menambah kecepatan genjotannya, kembali menumbuk prostat Jungkook, membuat Jungkook kembali menegang dan menikmati permainan Taehyung.
" Eunggghh.. Taeeehhh… "
" Ahh.. ah ah.. " mereka saling bersahutan membalas desahan kenikmatan.
" Aku akan keluarhhh.. eunggghh…"
" Aku jugaa Taeeehh.. " Jungkook keluar terlebih dahulu, sebelum Taehyung menambah tiga kali genjotan sampai ia orgasme.
Taehyung mencabut kejantanannya dari hole Jungkook dan menyemburkan cairan cintanya, deras mengenai perut Jungkook. Taehyung mengurut kejantanannya untuk mengeluarkan sisa cairannya. Memandang Jungkook yang masih terengah lelah. Tiga kali orgasme dalam waktu rentang waktu yang cukup dekat. Taehyung menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum melihat Jungkook yang benar-benar resmi menjadi miliknya secara utuh. Menunduk mendekat dan mencium kening Jungkook dengan sayang.
" Gomawo sayang !" bisik Taehyung. Jungkook mengangguk lemah.
Taehyung mengambil tempat di sebelah Jungkook. Mengangkat kepala Jungkook dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk kekasihnya itu. Manarik selimut untuk menutup tubuh polos mereka. Jungkook memiringkan tubuhnya dan menghadap ke arah Taehyung. Menatap Taehyung dengan mata sayu-nya.
" Mianhae, menyakitimu " ucap Jungkook. Mengecup bibir Taehyung yang luka karena ulahnya.
" tidak apa-apa, itu karena kau menyalurkan sakit yang kau rasa, Bae " tanggap Taehyung.
" Aku mengantuk " ucap Jungkook lagi. Taehyung menarik Jungkook lebih dekat dan membenamkan Jungkook dalam pelukannya.
" Tidurlah, kau pasti lelah " balas Taehyung sambil mengusap pelan punggung Jungkook.
" Tae.." panggil Jungkook, suaranya teredam oleh tulang selangka Taehyung.
" Hm ?" gumam Taehyung.
" Saranghaeyo " ucap pemuda manis itu, dengan suara lembutnya membuat Taehyung tersenyum.
" Nado saranghae Jungkookie"
.
.
Pagi menjelang, Taehyung terbangun jam tujuh pagi. Memandang seseorang yang berada di dekapnya. Mencium pelipis wajah malaikat yang sedang lelap dalam tidurnya. Kemudian menjahili kekasihnya itu dengan kecupan-kecupan kecil yang membuat kekasihnya itu terusik. Jungkook menggeliat dan berusaha membuka matanya. Menatap Taehyung yang tengah menatapnya.
" Selamat pagi, kesayangan " sapa Taehyung dengan suara seraknya. Mengingat adegan panas yang mereka lakukan semalaman sontak membuat Jungkook malu. Membuatnya kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang Taehyung.
" Jungkookie, lihat aku !" ucap Taehyung. Jungkook yang awalnya enggan kemudian perlahan melepaskan diri dan membalas tatapan Taehyung. Taehyung mengecup bibir Jungkook.
" Morning kiss, sayang " ucap Taehyung. Taehyung bangkit dari tidurnya dan berdiri dengan keadaannya yang masih telanjang, membuat Jungkook kembali memerah. Taehyung menyadari Jungkook yang mengalihkan pandangannya.
" Kau malam tadi bersenang-senang dengan milikku sayang. Kenapa sekarang tidak mau menatapnya ?" tanya Taehyung, ia mengambil celananya dan memasang kembali.
" A-aku malu " jawab Jungkook gugup.
" Astaga, kekasihku ini ! sekarang mau mandi dulu atau sarapan ?" tanya Taehyung.
" Tubuhku lengket, mau mandi dulu" jawab Jungkook. Taehyung dengan inisiatif mengangkat Jungkook yang berbalut selimut itu menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka. Untuk sekedar informasi saja, Taehyung dengan senang hati memindahkan semua barang dan keperluannya ke kamar Jungkook dan menjadikannya jadi kamar mereka berdua. Dan kamar Taehyung di ubah menjadi ruang kerja Taehyung dan belajar untuk Jungkook.
Taehyung berencana hari ini akan menghabiskan waktu berduanya bersama Jungkook di apartemen, hanya berdua. Menonton televisi dan bermalas-malasan.
" Hm Tae, aku boleh bertanya ?" tanya Jungkook yang kini sedang duduk di pangkuan Taehyung. Taehyung mengangguk. Taehyung sedang menonton siaran langsung bola dan Jungkook melingkarkan kakinya di pinggang Taehyung. Jungkook hampir saja tertidur karena Taehyung sesekali yang mengusap halus punggungnya. Jungkook mengusap lengan kiri Taehyung bagian atas yang terdapat tattoo sayap.
" Tae, kenapa buat tattoo? Daddy dan Mommy tidak marah ?" tanya Jungkook. Sudah lama ia ingin menanyakan salah satu seni yang permanen merajah tubuh Taehyung.
" tidak, bahkan Daddy punya tattoo juga " jawab Taehyung. Dia mengecup pelan bahu Jungkook. Selimut yang melekat di antara mereka. Taehyung yang memakai baju basket yang kebesaran membuat lengan kokoh itu terlihat. Juga bercak buatan Jungkook terlihat di leher dan tulang selangka Taehyung. Jungkook jadi malu sendiri karena tingkat kebrutalan yang tidak tidak pernah ia perbuat selama ini.
" Daddy punya tattoo di tubuhnya sayang, dan aku juga membuat tattoo ini di temani Daddy waktu itu. Aku termasuk penyuka seni, jadi aku tertarik dengan tattoo. Dibalik keindahannya mengandung makna " jelas Taehyung lagi.
" Hm, terus apa makna dari yang kau buat ini ?" tanya Taehyung.
" kebebasan mungkin. entahlah, hanya saja aku menyukai sayap " jawab Taehyung sekenanya. Dia benar-benar tidak keberatan untuk merajah tubuhnya dengan tinta dan jarum untuk mengukir sayap itu. dia ingat betul waktu usia ke delapan belas setelah mendapatkan mobil kesayangannya, Daddy-nya mengajak untuk ke studio tattoo sahabatnya.
" Daddy punya tattoo nama Mommy di tulang selangkanya. Aku ingin membuat tattoo nama-mu juga di tanganku dekat pembuluh darah, kau bersabar ya. Bukan cuma Daddy yang begitu mencintai Mommy, aku juga bisa, hm ?" goda Taehyung. Jungkook hanya malu kemudian kembali memeluk Taehyung.
" Hei jangan menghembuskan nafas di leherku, nanti aku tidak bisa menahan untuk menyerangmu Kookie " ucap Taehyung lagi.
" Berhenti membual Taehyung, kau terlalu manis hari ini. Apa efek bercinta membuat kadar romantismu meningkat ?" tanya Jungkook yang masih betah memeluk Taehyung. Taehyung benar-benar tidak keberatan dengan apa yang Jungkook lakukan.
.
.
Pagi ini Taehyung kembali terbangun seperti biasa, jam 7. Karena weekend otak Taehyung sudah memiliki aturan sendiri untuk hari liburnya. Dia tidak mendapati Jungkook di dekapannya atau di kamar yang cukup besar itu. seingatnya malam tadi setelah cuddle mereka tidur berpelukan dan Taehyung mendekap Jungkook dengan erat seolah Jungkook akan hilang jika di lepas.
" Jungkookie ?" teriak Taehyung cukup keras dengan suara serak bangun tidurnya. Tidak mendapati jawaban Taehyung beranjak keluar kamar. Yeontan, Caramel dan Mocha sudah mendapati sarapannya, mangkuk makanan mereka penuh dengan makanan.
" Kemana mama kalian ?" tanya Taehyung kepada hewan-hewan mini yang hanya makan tanpa mempedulikan Taehyung. Taehyung beranjak ke dapur untuk mengambil air dingin di kulkas, sebelum membuka lemari dingin, sebuah memo berwarna biru yang menggantung disana menarik perhatian Taehyung.
'aku pergi berbelanja dengan Bambam dan Mommy, tadi mereka menjemput pagi sekali. Kau sangat lelap tertidur, jadi aku tidak tega membangunkanmu. Selamat bersenang-senang dihari liburmu Taehyungie'
Tulisan rapi berwarna hitam itu telak membuat Taehyung tersenyum, dan hari ini dia akan menghabiskan waktu weekend-nya sendiri.
..
Jungkook duduk di sebelah Bambam. Bambam lagi-lagi harus rela menjadi supir dadakan untuk ibunya. Mereka baru saja siap berbelanja. Jungkook tentu senang menemani Baekhyun yang terus mengoceh tentang apapun yang ingin dia beli, dan Jungkook cukup tahu jika sifat Mommy Taehyung itu menurun kepada Bambam, adik bungsu Taehyung.
" Hah, Mommy sangat lelah. Kita pulang saja ya !" ucap Baekhyun yang bersandar di bangku belakang.
" Bagaimana tidak lelah, Mommy tidak berhenti berjalan di dalam Mall. Iya kan Jungkookie ?" tanya Bambam meminta persetujuan Jungkook.
" Ya, semua yang disana kan bagus-bagus. Lagipula Daddy mencari uang untuk menyenangkan Mommy Bamie " tanggap Baekhyun membela diri.
" Terserah Mommy saja lah " ucap Bambam membalas.
" Jungkookie kenapa hari ini memakai turtleneck ?" tanya Bambam yang merasa heran melihat Jungkook yang memakai pakaian yang menutupi lehernya. Cuaca cukup panas hari ini.
" Bamie, berhenti !" ucap Baekhyun tiba-tiba. Bambam langsung menepikan mobilnya karena perintah Mommy-nya itu.
Jungkook merasa heran melihat Baekhyun yang mendekat ke arahnya. Baekhyun menyibak kain yang menutupi leher Jungkook tersebut. Bahan karetnya cukup bisa untuk Baekhyun melihat bekas kissmark yang berserakan banyak dan tercetak jelas di leher mulus calon menantunya itu. Bambam juga terkejut dengan pemandangan yang sangat langka itu, sahabatnya itu sudah melakukan hal yang menyenangkan, dan pasti itu dengan hyung-nya.
" Mom—" ucapan Jungkook terpotong saat Baekhyun menatapnya berbinar.
" Bam, telepon hyung-mu untuk pulang ke Mansion secepatnya. Mommy ingin menyerahkan kunci mobil dan kartu ATM-nya " perintah Baekhyun.
.
.
To Be Continued.
.
.
Huft.. ga bisa nulis banyak, tugas aku numpuk astagaa…
Dan mereka akhirnya bercinta…
See You next chap teman-teman..
.
.
Aku menyayangi kalian :*
.
