Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG Guys !

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…

.


.

-In Tempore-

.

.

Happy Reading !

.

..


.

Jungkook tahu pasti yang ia rasakan saat ini adalah sebuah kebahagiaan yang sangat ia nanti. Pesta yang tadi di Ballroom kini berpindah ke Penthouse yang berada di lantai teratas hotel mewah itu. kali ini hanya orang-orang dan kerabat terdekat yang ikut berpesta. Mereka bersenang-senang, reuni dan melepas penat di acara yang mereka adakan sekali setahun. Di ujung ruangan terdapat keluarga Kim Jong In yang merupakan ayah Namjoon dan Mingyu yang sedang bercengkrama dengan besan mereka, juga orangtua Taehyung yang dari tadi sibuk dengan cucu-cucu mereka.

" sayang !" panggil Taehyung, lamunan Jungkook harus teralihkan kepada pemuda yang memikat hatinya. Senyuman Taehyung membuat Jungkook juga ikut tersenyum.

" Wae?" tanya Jungkook. Mereka saat ini juga berada di sebuah sofa panjang di sudut ruangan yang langsung mengarah ke pemandangan kota.

Taehyung yang membawa dua gelas minuman itu langsung memberikan salah satunya kepada Jungkook.

" Kau melamunkan apa ?" tanya Taehyung lagi. Jungkook bergeser sedikit guna memberi ruangan untuk Taehyung, dan Taehyung menjatuhkan dirinya disana. Taehyung merangkul Jungkook, Jungkook yang merasa kehangatan langsung membenamkan dirinya di dada Taehyung.

" Semuanya seperti mimpi Tae.." Jungkook memainkan kancing kemeja Taehyung, semakin mengusakkan kepalanya di dada Taehyung. Kurang puas, Jungkook mengangkat tubuhnya dan duduk di pangkuan Taehyung dan menghadap ke arah ayah beranak satu tersebut.

" Kau tahu benar kalau kau tidak bermimpi sayang !" Taehyung memegang pinggul Jungkook dengan lembut. Mereka yang lain di dalam ruangan itu jelas menonton adegan mesra pasangan yang baru saja lamaran tadi. Jungkook menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Taehyung.

" kau milikku seutuhnya ?" hembusan nafas Jungkook saat berbicara jelas menyapu leher Taehyung, Taehyung berusaha melepaskan Jungkook dari sana, tapi tunangannya tersebut bebal tidak mau beranjak .

"Jungkookie.. aku memang milikmu seutuhnya.. raga jiwaku, hartaku.. tapi bisakah kau beranjak dari leherku sayang. Kita tidak akan mungkin bercinta disini, bukan ?" Taehyung benar-benar frustasi sekarang. Jungkook seperti batu, tidak bisa disingkirkan dari lehernya. Taehyung tidak mungkin menyerang Jungkook disini, di depan banyak orang terutama orang tua mereka.

"Sa—"

"Astaga, anak muda.. ini sepertinya Jisung menginginkan Jungkook, dari tadi rewel" Baekhyun menginterupsi kegiatan mereka. Mendengar suara Baekhyun, Jungkook langsung menegakkan kepala dan tubuhnya, dia bangkit dan mengambil alih Jisung yang terlihat senang sekali dalam gendongan Baekhyun karena melihat Jungkook dan Taehyung. Sementara Taehyung menghembuskan nafas lega sambil mengedipkan mata kepada ibunya yang tengah menatap dirinya tersebut.

" Dasar genit !"

" Apa sih Mom.. oh nanti aku pulang ke Apartemen saja dengan Jungkook dan Jisung, tidak mau menginap disini, ramai sekali " Taehyung berbicara kepada ibunya tersebut.

" Terserah kau sajalah, padahal paman Jong In mu berbaik hati membayarkan sewa pethhouse ini selama 2 hari, kalau kau tidak mau biar kami saja disini, Mommy masih ingin melepas rindu dengan mereka " jawab Baekhyun.

"Oh satu lagi, kau ingat perjanjian yang kau buat dengan Mommy dan Luhan-eomma tadi, bukan ? Tidak ada seks sampai hari pemberkatan, dan kau Taehyung ! kalau melanggar, Mommy tidak akan merestui kalian dan membatalkan pernikahan kalian langsung ? Arra? Mommy kesana dulu " Baekhyun pergi dari mereka setelah mengecup pelan kening cucu dan menantunya tersebut.

" Astaga, Mommy memang tega sekali, aku pikir mereka akan lupa " memang benar, tadi sehabis melakukan prosesi lamaran yang terkesan dadakan itu, Taehyung diberi wejangan oleh Baekhyun dan Luhan jika mereka tidak boleh bercinta sampai acara pernikahan mereka yang akan di adakan satu bulan setengah dari sekarang. Mengingat kedua orang tua mereka yang selalu sibuk dan Jungkook yang sibuk ujian semester jadi mereka semua memang memutus waktu menikah 6 minggu lagi. Sebulan sebelum menikah, Jungkook dan Taehyung tidak akan boleh bertemu,itu sudah hasil nego final untuk Taehyung. Rencana keluarga mereka, Taehyung dan Jungkook akan dipisahkan dari malam sekarang, tapi tentu saja Taehyung menolak keras mengingat mereka selama seminggu ini belum memiliki waktu yang benar-benar berkualitas.

" Tidak apa-apa kan kalau kita menginap di apartemen saja, sayang?" Taehyung mengelus pipi Jisung yang berada di pangkuan Jungkook. Bayi laki-laki tampan itu sibuk menyedot susu di dalam tabung yang di pegang oleh tangannya sendiri.

" Tidak apa-apa Tae, lagipula disini berisik sekali. Bukannya aku tidak merindukan mereka, tapi Jisung akan susah tidur jika ramai seperti ini " Jungkook tersenyum kepada Taehyung, langsung saja pemuda tampan itu mengecup bibir Jungkook.

KLIK.

"Waah.. hasilnya bagus sekali.." Jihoon menatap ke arah ponselnya. Hasil jepretannya memperlihatkan Taehyung dan Jungkook yang berciuman serta Jisung yang menatap ke kamera dengan botol susu di tangannya.

" Hapus Ji.." Taehyung menyuruh Jihoon untuk menghapusnya. Di sebelah Jihoon ada Guanlin yang sedang bermain dengan Yoonji di gendongannya.

"Apa sih hyung. bagus kok hasilnya. Biar aku simpan, cerita untuk Jisung jika sudah besar nanti" Jihoon tersenyum lebar kepada mereka. Matanya terbenam karena pipi berisinya naik.

"Dia bahkan masih 10 bulan Ji, dia tidak akan mengerti " Taehyung mengambil Jisung dari pangkuan Jungkook. Pemuda itu bermain dengan anaknya yang masih belum mengantuk, padahal sudah hampir tengah malam.

"Sayang, kita pulang sekarang saja ?" mendengar pertanyaan Taehyung, Jungkook hanya mengangguk, lagipula tubuh Jungkook sudah letih.

" Lin, kau pulang dengan kami ? atau bawa mobil sendiri ?" tanya Taehyung.

" Denganmu saja,hyung. mobilku nanti akan dipakai oleh Yoongi-hyung" jawab Guanlin. Mereka beranjak dari sana dan pamit kepada keluarga dan orang-orang terdekat yang masih larut dalam acara tersebut.

..

Di dalam perjalanan pulang, Jungkook yang memangku Jisung kewalahan karena bayi itu sangat aktif.

" Kenapa belum mengantuk, nak ?" tanya Jungkook. Jungkook juga melihat Yoonji yang berada dipangkuan Jihoon, bayi cantik itu juga belum mau tidur. Yoonji tadi di titipkan oleh Jimin kepada Jihoon, malam ini bungsu park itu di suruh menjadi penjaga bayi oleh kakaknya, lagipula Yoonji tidak banyak tingkah.

" Sebegitu senangnya Jisung hari ini, ya ?" kali ini Taehyung berbicara kepada anaknya itu, Jisung hanya sibuk dengan mainan yang ada ditangannya, ataupun sesekali ingin memanjat ke dashboard yang ada didepannya.

" kita pulang ke Mansion saja malam ini " Taehyung membelokkan mobilnya ke sebelah kanan di persimpangan lampu merah. Jika ke apartemen Taehyung maka mereka harus lurus.

" Mansion? Mansion Mommy ?"monolog Jungkook penasaran.

" Bukan sayang, Mansion kita. Aku baru saja membangun Mansion untuk kita. Disana nanti kita akan tinggal" jawab Taehyung. jauh hari Taehyung sudah mempersiapkan semuanya. Untuk Jungkook, untuk Jisung anaknya.

" Disana ada juga kamar Guanlin, hyung. jadi nanti aku bisa sering menginap disana, bertemu dengan Jisung ataupun denganmu " pamer Jihoon. Memang benar, Guanlin dan teman-teman terdekat Taehyung memang di sediakan kamar pribadi untuk mereka. Bahkan Yoongi dan Daniel meminta khusus kamar pribadi di rumah Taehyung. alhasil terciptalah sebuah Mansion yang semula hanya direncanakan sebuah rumah sederhana untuk keluarga kecil Taehyung dan Jungkook.

Sasampainya di sebuah bangunan yang sangat mewah dengan halaman yang luas membuat Jungkook berdecak kagum, Mansion yang ada didepan matanya bahkan lebih mewah di bandingkan dengan Mansion keluarga Taehyung.

" Daebak.. mewah sekali !" seru Jungkook.

" Ayo masuk.." Taehyung mengambil Jisung dari gendongan Jungkook. Mereka memasuki Mansion tersebut. Sesampainya di dalam Mansion, Jungkook menangkap pemandangan Seongwoo yang sedang bermanja ria kepada Daniel yang sedang duduk di depan televisi.

"Hyung.. pacaran terus !" tegur Jihoon sambil duduk dekat mereka. Merasa sudah ramai, Seongwoo mengangkat tubuh ditambah perut besarnya, menyambut bayi-bayi yang masih terbangun itu.

" Sejak kapan kau datang Danik ?" tanya Taehyung, duduk di sofa.

" dari selesai acara tadi sore Ongie mengeluh lelah dan aku membawanya kemari hyung. Apa acara di Penthouse masih berlanjut ?" tanya Daniel, orang tua Daniel juga ikut dalam acara itu, ikut reuni katanya. Tadi sore setelah menyapa kedua orangtuanya, Daniel dan Seongwoo langsung pergi dari sana. Seongwoo tidak bisa terlalu lelah, apalagi pemuda dengan mood-swingnya itu sangat malas jika berada di kerumunan orang-orang. Pengap.

"Jungkookie, nanti Sungie tidur denganku ya.. ya ?" pinta Seongwoo, Jungkook hanya mampu mengangguk. Jihoon tahu jelas sifat Seongwoo saat hamil, keras kepala dan keinginannya harus terpenuhi.

" Oh, Yoonji juga tidur dengan Mommy ya sayang.." Seongwoo mengecup pipi putih Yoonji. Jihoon hanya menghela nafas melihat tingkah Seongwoo. Menggemaskan sekali.

" Lin, mau buat adik bayi juga.." bisik Jihoon kepada Guanlin yang ada disampingnya.

" Aku mendengarmu bocah !" tanggap Taehyung. Taehyung yang duduk disebelah Guanlin jelas betul mendengar apa yang dibisiki Jihoon.

" Ti—"

"-Aku tahu hyung, kau tidak akan memperbolehkan aku bercinta dengan Guanlin sebelum kami dewasa !" sela Jihoon yang hampir saja melempar Taehyung dengan asbak yang ada di atas meja, mengingat Taehyung adalah salah satu kakak yang dia sayangi dan dia kagumi, niat Jihoon menjadi urung.

" Terserah kalian sajalah, tapi jangan sampai kau hamil Ji, Appa dan Eomma bisa marah " Taehyung berpesan.

" Jadi aku boleh bercinta dengan Jihoon, hyung ?" Guanlin merasa sangat bersemangat mendengar izin dari Taehyung tersebut. Bagi Guanlin dan Jihoon, izin dari Taehyung merupakan izin tertinggi yang melewati izin dari kakak ipar, Yoongi.

Bukannya mendapat jawaban, Guanlin malah di lempari sesuatu oleh Daniel, untung saja Guanlin dapat menangkapnya.

" Apa ini—astaga hyung !" Guanlin membuka tangannya dan menatap apa yang dia dapat.

" itu Kon—sayang !" sekarang Daniel yang terkejut di tambah ringisan karena Seongwoo sudah menjambak rambutnya.

" Jangan berbicara seenaknya, disini ada bayi Bodoh !" umpat Seongwoo. Jihoon dan Jungkook hanya mengeleng melihat mereka. Karena Seongwoo baru saja mengumpat.

" Malam ini tidak ada acara tidur meniduri. Danik, kau tidur dengan Guanlin. Jihoon dan anak-anak akan tidur denganku " perintah Seongwoo.

" Astaga.. aku ingin tidur denganmu Ongie" rengek Daniel.

" Tidak ada bantahan ! Jihoon.. ayo bawa Yoonji ke kamar, aku akan menggendong Jisung " sebelum Seongwoo membawa Jisung, Jungkook mengecup wajah anaknya itu bertubi-tubi.

" Jangan nakal dengan Mommy ya nak.." pesan Jungkook. Selepas Seongwoo dan Jihoon pergi meninggalkan Seme mereka, kini giliran pasangan baru yang akan pergi dari sana.

" Kami pergi dulu. Ah, aku malam ini tidur dengan hangat, jangan lupa matikan AC atau kalian pergi berpelukan berdua sampai pagi agar hangat" goda Taehyung. setidaknya dia menang saat ini dari Daniel dan Guanlin.

" Bangsat kau hyung !" umpat mereka berdua. Sementara tawa Taehyung sudah memenuhi ruangan tengah Mansion tersebut.

.

.

Mereka sudah berada di salah satu kamar besar di Mansion itu, kamar berwarna putih gading itu masih belum menjadi keputusan Taehyung untuk menempati ruangan pribadi tersebut. Biarlah pemuda manis kesayangannya itu memilih, Taehyung memberikan kebebasan untuk Jungkook.

" Tae, kamar ini saja yang menjadi kamar kita, ya ?" usul Jungkook kepada Taehyung yang sedang berniat membuka tirai jendela besar yang akan memperlihatkan pemandangan kolam berenang besar di luar Mansion.

" Terserah kesayanganku saja. Jika kau ingin melihat kamar yang lain besok juga boleh. Kita hanya mengakses kamar terdekat dari tangga sayang.. dan kebetulan pemandangan kamar ini langsung ke kolam berenang. Jika kau menginginkan kamar ini juga tidak apa-apa, kita melihat pemandagan bagus dari sini" jawab Taehyung. Taehyung memandang ke luar jendela kaca setelah berhasil membuka tirai berwarna hitam, dia merasakan sebuah pelukan dari belakang.

" Tae.. gomawo. Jeongmal Gomawo.." gumam Jungkook, pemuda manis itu bersandar di pundak Taehyung bagian belakang. Taehyung mengelus punggung tangan Jungkook yang mengerat perutnya.

" Hei.. apa yang kau terimakasihkan ? apa yang salah jika aku memberikan semua ini untukmu ?" Taehyung membalikkan tubuhnya dan menatap Jungkook. Tangannya yang semula memegang tangan si pemilik hati kini sudah berada di pipi kesayangannya tersebut.

" Apapun pasti akan aku berikan untukmu, untuk anak kita. Karena aku sangat mencintai kalian. Maaf membuatmu menunggu sedikit lebih lama. Kau tahu dulu aku sering goyah karena keadaan dan masa lalu, tapi sekarang aku benar-benar yakin, kau mutlak pemilik hatiku Jeon Jungkook" Taehyung mengikis jarak mereka, mengecup dengan pelan ranum nan lembut itu. mereka melewati waktu dengan sesi romantis yang akan merupakan langkah awal dari hubungan mereka.

Merasa Jungkook sudah kehabisan nafas Taehyung melepaskan tautan mereka, tersenyum menatap rona yang menghiasi pipi Jungkook.

" Kiyowo.." Taehyung mencubit kedua pipi Jungkook, sementara yang punya pipi hanya mengaduh sakit.

" Makanya jangan menggemaskan sayang.." Taehyung kembali memeluk Jungkook.

" Tae.." Jungkook mengeratkan pelukannya, Taehyung yang merasa dipanggil hanya berdehem.

" Ayo bercinta.." Taehyung hanya diam. Jungkook benar-benar menguji nafsunya yang sedang ia kurung untuk satu setengah bulan ke depan.

" Kau tahu jawabanku sayang. Meskipun aku di kenal sebagai anak yang nakal, pembangkang dan keras kepala, untuk melanggar peraturan Mommy dan Luhan-eomma tidak akan mungkin. Aku tidak ingin membuat kacau sesuatu yang sudah aku impikan sejak lama. Aku mohon bantu aku mengontrol nafsu, jangan menggemaskan untuk sementara, hm ? kau tahu, sekarang aku benar-benar tersiksa. Bahkan aku sudah mengeras hanya karena semu di pipimu.." sebenarnya Taehyung sudah ingin menerkan Jungkook dari tadi, tapi dia ingat janjinya kepada kedua orang yang sangat berjasa untuknya. Kedua orang yang telah melahirkan dia dan orang yang dia cinta.

" Shirreo.. kenapa aku tidak boleh menggemaskan ? Jungkookie kan tidak bisa galak dan menyeramkan Tae.." sungguh Taehyung di uji sekarang. Di tambah tangan Jungkook yang sudah merambat ke arah selatan tubuh Taehyung. tangan halus itu membuat gerakan abstrak di balik celana Taehyung sesekali menekan sesuatu yang sudah mengeras disana. Taehyung mencoba menetralkan nafsunya yang sudah mencapai ke ubun-ubun, tangannya mencoba menghentikan kegiatan Jungkook yang dari tadi memancing birahinya tersebut.

" Sayang !" suara berat dan rendah milik Taehyung bergema diruangan pribadi mereka.

" Wae? Aku mendefenisikan bercinta adalah ketika penis besarmu masuk ke dalam hole-ku, lalu kejantanan tegangmu di remas oleh hole-ku yang berkedut, kemudian dengan lahap hol—"

"Stop sweetheart ! nakal sekali, aku akan ke kamar mandi menyelesaikan ha—"

" -Tae, aku belum selesai bicara, kau memotong ucapanku saja " Jungkook memberengut, tangannya bersidekap di dada. Membuat Taehyung hampir saja khilaf jika otaknya tidak cepat memperingati janji yang dia buat. Taehyung kembali menghembuskan nafas, kesal sebenarnya. Taehyung memberi isyarat untuk Jungkook melanjutkan ucapannya.

" aku akan memuaskanmu tanpa bercinta, kau tahu kalau hand-job dan blow-job merupakan foreplay, kan ? tidak ada acara masuk memasuki, Taehyungieku sayang. Aku akan membantumu menuntaskan hasrat yang sedang kau rasakan saat ini" Jungkook berjalan ke arah ranjang meninggalkan Taehyung yang masih harus menahan hasrat birahi yang menggebu. Taehyung lupa jika mereka bisa saling memuaskan tanpa harus memasukkan kejantanannya ke dalam hole Jungkook, meskipun tidak senikmat acara puncak dari kegiatan seksual, setidaknya mereka bisa menuntaskannya bersama.

Jungkook melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya, membuat Taehyung membelalakkan matanya karena Jungkook yang cukup berani sekarang.

" Kau bukan Jungkookie-ku yang biasanya, sayang " Taehyung menyusul Jungkook. Memeluk tubuh polos yang sangat bersih tanpa noda, sembari tangan besar itu mengikuti lekuk indah tubuh Jungkook yang sangat terasa pas untuk Taehyung.

Taehyung menatap Jungkook yang kini tersenyum kepadanya. Jungkook memulai duluan, mendekat ke arah Singa yang mencoba menahan nafsu tersebut. Jarak diantara mereka terkikis, bibir Jungkook sudah mendarat sempurna di belah bibir Taehyung. pemuda imut itu melumat lembut bibir Taehyung, mencoba mendominasi tapi terkesan sangat menggoda.

Taehyung jengah melihat permainan calon pendamping hidupnya itu, kemudian dia mengambil alih dengan melumat bibir Jungkook, bahkan bibir bawah Jungkook sudah di hisap cukup keras oleh Taehyung. lidah Taehyung mengabsen isi mulut Jungkook, merasakan deretan gigi dan mengajak bertarung lidah si manis. Cukup lama berciuman, Taehyung menggendong Jungkook dan membawanya di ranjang. Taehyung duduk dan bersandar di kepala ranjang tanpa melepaskan tautan mereka, Jungkook sudah duduk di pangkuan Taehyung.

" Haaah.. nafasku.." keluh Jungkook saat ciuman mereka terlepas beberapa saat kemudian. Jungkook mencoba melepaskan ikat pinggang Taehyung, dan menanggalkan celana pemuda tersebut. Setelah lolos, dan Taehyung sudah tidak berbusana bagian bawah,Jungkook mengelus pelan kejantanan yang sudah berdiri tegak tersebut. Terkesan menantang. Jungkook suka, ingatannya kembali ke malam sebelumnya ketika benda tidak bertulang itu membuatnya melayang melepaskan hasrat nikmat.

" Uhm.. kenapa semakin besar?" Jungkook menatap kejantanan Taehyung yang sudah mengeluarkan precum.

" Sayang, main cepat, please ! aku sudah tidak tahan" keluh Taehyung yang merasa geli saat Jungkook masih bermain dengan kejantanan tersebut.

" Aye.. aye Captain! tidak sabaran sekali ayah Jisung ini " Jungkook turun ke bawah hingga wajah imutnya bertemu dengan kejantanan Taehyung. posisi Jungkook yang menelungkup di antara kedua kaki Taehyung. Lekukan punggung dengan dua bongkahan pantat Jungkook sempat menghilangkan fokus Taehyung sampai ia merasakan kejantanan merasakan hangat karena sudah masuk ke dalam mulut Jungkook.

Jungkook mengoral penis Taehyung serta tangannya memainkan kedua testis Taehyung. satu tangan lagi menggesek paha Taehyung. Taehyung melayang, kagum dengan kerja Jungkook yang membuatnya menggeram nikmat.

" Aggghhh… sayang !" Taehyung mengadah ke atas, tangannya sudah membelai rambut Jungkook menyalurkan perasaannya.

" hmm..seperti ini Taehyungie ?" tanya Jungkook yang kini tangannya sudah naik turun mengurut kejantaan Taehyung yang sudah licin karena saliva Jungkook.

"Sayang.. fasterhh…" ucap Taehyung di tengah rasa nikmatnya. Jungkook semakin mempercepat gerakan tangannya, kemudian mulutnya kembali mengambil alih sampai Taehyung klimaks. Taehyung klimaks di dalam mulut Jungkook. Dan Jungkook tanpa rasa jijik menelan cairan tersebut.

" Oh, maafkan aku.. Gwaenchana sayang?" ucap Taehyung yang kini mencoba mendudukkan Jungkook. Jungkook mengangguk, mencium Taehyung agar membagi rasa sperma yang masih tersisa di mulutnya.

" Tidak buruk bukan rasa sperma sendiri ?" tanya Jungkook yang diiringin senyuman kelincinya. Taehyung total gemas, tangannya sengaja meremas pantat Jungkook. Jungkook mendesah karena ulah Taehyung.

" Taeeehhh.."

" Wae sayang ? kau juga harus puaskan, kan ?" Taehyung kemudian menidurkan Jungkook. Taehyung naik ke atas tubuh telanjang itu, wajahnya ia dekatkan ke ceruk leher Jungkook dan memberikan kissmark disana, hasil karyanya.

" Anggghhhh… Taehhh…." Jungkook memberikan akses lebih dengan mengadahkan kepalanya. Tangannya meremas sprai yang dapat ia jangkau. Teahyung turun ke dada Jungkook. Memberi kecupan di nipple Jungkook bergantian sebelum menghisap benda kecil merah muda yang menggemaskan itu. Taehyung juga menggigit kecil nipple Jungkook, tangan satunya akan bekerja pada nipple satu lagi, dan itu berhasil membuat Jungkook kembali mendesah menyebut namanya. Taehyung menatap Jungkook yang sedang dirasuki nafsu tersebut. Dan Taehyung sadar betul jika ia mengatakan Jungkook akan berkali lipat cantik pada keadaan berantakan seperti ini. Rambut lepek, tubuh berkeringat dan menggeliat, bibir bengkak dan kissmark ciptaan Taehyung menghiasi tubuh porselen Jungkook.

" Ah.. menggoda sekali sayang !"

"Taeeehhhh…" Jungkook merengek ketika Taehyung belum melanjutkan kegiatannya.

" Oke,okee.. aku akan memasuki acara inti kita saat ini, karena kita tidak bisa memasuki acara intin sebenarnya ja—"

" Cepat Tae…" pinta Jungkook. Matanya sudah hampir berlinang, hasratnya harus dituntaskan. Tangannya sendiri akan mengoral kejantanannya sebelum Taehyung memegang tangan Jungkook.

" Sayang, kau curang, itu tugasku. Kau hanya perlu menikmatinya. Selamat makan.." Taehyung turun, dan melakukan hal yang sama seperti Jungkook tadi. Taehyung memasukkan kejantanan Jungkook ke dalam mulutnya dan mengoral.

" Ahhhh.. aaassshhh,…terus Taehhhh…."

" Ahhh…. Astagaaaa.. akuh bisa gilaa…aahhhnnnn…"

Taehyung terus mengoral kejantanan itu sampai Jungkook benar-benar merasakan puncak nikmat. Jungkook juga klimaks di mulut Taehyung. Taehyung menelan cairan tersebut dan tersenyum mendapati Jungkook yang banjir keringat dan nafas yang tersengal pasca pelepasannya.

" Lelah sayang?" tanya Taehyung. Jungkook mengangguk. Taehyung menyeka keringat Jungkook.

Pemuda tampan itu melepaskan bajunya dan ikut tidur disamping Jungkook. Jungkook menyusup ke dalam pelukan Taehyung. tempat teraman yang sangat ia suka. Hangat.

" Kita tidak akan memakai pakaian ?" tanya Taehyung lagi. Mereka telanjang. Sampai Taehyung membungkus tubuh polos mereka. Jungkook kembali mengangguk.

"Bagaimana kalau aku kembali menegang ? berdekatan denganmu apalagi saat telanjang seperti ini sangat menguji nafsuku sayang. Dan itu sangat sulit untuk diatasi" Taehyung merapikan poni Jungkook. Jungkook senang sekali dengan perlakuan lembut yang Taehyung lakukan kepadanya.

" Kita tinggal melakukan apa yang kita lakukan tadi, Hubby !" ucap Jungkook. Pemuda itu menenggelamkan tubuhnya di dada Taehyung. membuat Taehyung tertawa renyah karena Jungkook yang malu karena ucapannya sendiri. Manis sekali.

Mereka sejenak memejamkan mata, mensyukuri semua yang telah terjadi.

" Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan telah memberikan aku kesempatan untuk dicintai oleh seorang malaikat yang bernama Jungkook. Ah, aku juga diberi hadiah bayi menggemaskan" Taehyung memiringkan tubuhnya dan mendekap erat tubuh Jungkook. Jungkook hanya mampu tersenyum.

" Aku juga bersyukur karena telah bertemu dengan Taehyung, dan jatuh cinta kepadanya. Takdirnya lucu, dari cerita Yoongi-hyung aku mencintaimu terlepas janji kita sewaktu kecil. Bahkan sekarang kita punya bayi. Tuhan sayang sekali kepada kita Tae" Jungkook memainkan jari-jari Taehyung yang sedang menggenggam tangannya.

" Kita jalani takdir ini bersama-sama dan bahagia seterusnya, arrachi ?" Taehyung mengecup pelan hidung bangir Jungkook.

" Iya, kau akan aku tendang ke neraka jika menyakitiku dan Jisung, Tae " balas Jungkook.

.

.

Pagi ini Taehyung membuka matanya tanpa beban. Bahagia sekali mendapati kesayangan berada di dekapannya.

" Bunny.. wake up !" bisik Taehyung. tangannya mengusap punggung polos Jungkook. Jungkook menggeliat dan membuka matanya, menatap Taehyung yang juga menatapnya.

" Selamat pagi Taehyungie.." sapa Jungkook dengan suara seraknya.

" Selamat pagi juga sayang…" Taehyung mengecup bibir merah Jungkook. Mereka berdua bangun. Mandi bergantian dan turun ke lantai dasar.

Daniel dan Guanlin sudah berada di meja makan, meminum kopi masing-masing.

" Jihoon dan Seongwoo sudah bangun?" tanya Jungkook

" Sudah hyung, mereka sedang membawa anak-anak jalan-jalan pagi " Jungkook mengangguk mendengar jawab

" Cepat sekali bangun paginya " celetuk Taehyung. Pemuda itu duduk di sebelah Daniel. Menunggu Jungkook membuatkan kopi untuknya. Sementara Jungkook setelah membuat kopi Taehyung, dia berencana untuk membuat sarapan untuk mereka semua.

" Kenapa kalian bangun pagi sekali ?" tanya Taehyung.

" Kami tertidur di ruang tengah setelah main game samalam hyung. tadi pagi langsung saja di tendang sama Ongie karena kami belum bangun dan menceramahi kami panjang lebar. Kalau saja dia tidak sedang mengandung baby Kang, sudah pasti aku serang dia, hyung " jelas Daniel. Daniel sebenarnya masih mengantuk, tidur 2 jam dan dibangunkan dengan cara yang tidak elit membuatnya sedikit merasa kesal kepada Seongwoo. Di tambah dia dan Guanlin dibangunkan jam 6 pagi.

"nanti kau kerja ?" tanya Taehyung lagi. Daniel mengangguk. Dia ada rapat dengan bawahannya nanti jam 9.

" nanti aku pergi denganmu" tanggap Taehyung. berhubung mereka sudah satu gedung, hanya berbeda lantai, maka Taehyung akan menumpang mobil Daniel nanti.

..

Taehyung dan Daniel berjalan beriringan masuk ke dalam kantor, di pertengahan jalan Taehyung di panggil oleh seorang gadis yang berlari kecil ke arahnya.

" Oppa !" teriak gadis itu. Taehyung tersenyum kepada gadis itu dan memeluk gadis cantik itu.

" Kau bekerja ? bukankah Sungjae melarangmu datang ke kantor ?" tanya Taehyung kepada adiknya itu.

" Hai Daniel.."

" Hai juga cantik" jawab Daniel dengan senyuman khasnya.

" Kenapa malah menyapa Daniel, tidak menjawab pertanyaan Oppa?" tegur Jennie, sedikit cemburu diabaikan adik perempuan satu-satunya itu.

" Aku bosan di rumah, yang ada aku hanya berkelahi terus dengan Bambam. Oppa, Jungkookie tidak ikut ke kantor?" tanya Jennie. Mereka berjalan beriringan menuju lift. Kebiasaan, jika mereka berpapasan atau bertemu di lantai dasar, Taehyunng akan mengantar Jennie ke ruangannya.

" Tidak, dia tidak ada jadwal di kantor hari ini, dia sedang belajar di Mansion karena banyak tugasnya menumpuk" jawab Taehyung. mereka terus berjalan, para karyawan lain menatap Taehyung yang hari ini sangat berbeda auranya.

" Hoi calon pengantin !" sapa Namjoon. Ikut masuk ke dalam lift bersama mereka. Mereka bertiga membukuk hormat kepada atasan baru tersebut.

" Astaga kalian sopan sekali" Namjoon cukup tertegun melihat tingkah adik-adiknya itu.

" Di kantor kau atasan kami Oppa !" jawab Jennie.

" Terserah kalian saja. Tae.. kapan kau jadi menikah?" tanya Namjoon.

" 6 Minggu lagi hyung. Mommy dan Luhan-eomma sengaja menjarakkan pernikahanku dan Jennie sebulan, agar persiapannya tidak terlalu mendadak " jawab Taehyung. Namjoon mengangguk paham.

Dan dalam 6 minggu ke depan, Taehyung dan Jungkook akan menjadi pasangan yang di resmikan di hadapan Tuhan dan orang-orang terkasih mereka.

.

.

To Be Continued.

.

.


Jadi bagaimana ?

Setelah ini aku pengen buat ceritanya ringan-ringan doang yaaa.. bosen konflik..

Hahaha..

Untuk Black Light gimana ini ?

Mohon komentar dan kritikan membangun teman..

Aku yang menyayangi kalian semua :*

.

.

Guanlin's Noona..

.