Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG Guys !

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…

.


.

-In Tempore-

.

.

Happy Reading !

.

..

.

Dari tadi pagi, Taehyung sangat uring-uringan. Tidak ada yang berani menegur wakil pemimpin Departement pembangunan tersebut. Saat ini dia sedang makan siang di café di seberang perusahaannya. Dia mendengar kabar jika tunangannya baru saja datang 30 menit yang lalu ke perusahaan untuk merekrut pegawai baru.

" kau menghindari Jungkookie ? yang benar saja hyung !" Daniel hampir saja terkekeh mendengar alasan Taehyung untuk makan siang disini. Biasanya pemuda tampan itu adalah langganan kantin perusahaan.

" Sialan kau ! kau tidak tahu rasanya berpisah dengan orang yang kau cintai. Aku harus menahan diri untuk tidak memeluknya. Lagipula apa-apaan Mommy dan Eomma membuat aturan seperti itu. astaga bahkan hanya seminggu lagi rasanya sangat lama" keluh Taehyung. makanannya masih utuh. Sementara Daniel sudah melahap makanannya dari tadi, sesekali menggoda hyung-nya tersebut.

"Aigoo.. seminggu lagi itu hanya sebentar hyung. beberapa minggu terakhir kau sanggup menahan diri kenapa seminggu lagi kau seperti orang mau mati ? tunggu sajalah. Jungkookie akan menjadi milikmu seutuhnya sebentar lagi " Daniel mencomot beberapa potongan daging di piring Taehyung.

" Aku rindu, rindu Jungkook. Juga merindukan Jisung !" ucapnya sedih. Yoongi yang baru masuk ke dalam café itu langsung menghampiri mereka dan memukul kuat kepala belakang Taehyung.

" Appo.. hiissss.. hyung !" keluh Taehyung tidak terima kelapanya di pukul dengan seenaknya. Meskipun itu hyung-nya sendiri.

" Jungkook pingsan di dalam ruangan HRD tadi, dan sekarang berada di dalam ruanganku. Kau tidak ingin melihat calon istrimu ? dia sempat mimisan juga sebelum pingsan. Aku dan Jimin langsung membawanya ke ruanganku" Taehyung sangat terkejut dengan penuturan Yoongi. Seakan udaranya di sekitarnya menipis.

" Terus keadaannya bagaimana hyung? dia pasti banyak sekali berpikir belakangan ini. Apa Eomma dan Mommy sudah da—"

" Kenapa tidak kau sendiri saja yang memeriksa keadaan Jungkook, Tae ?" tanya Yoongi. Dia memang di suruh Jimin untuk menjemput adiknya tersebut. Yoongi juga tahu Taehyung pergi makan keluar karena menghindar untuk bertemu dengan Jungkook.

" Aku tidak bisa" jawab Taehyung pasrah. Meskipun dia sangat ingin menjumpai kekasih hatinya itu, tapi dia tidak bisa melanggar janji kepada ibunya dan calon mertuanya tersebut.

" Aku sudah menghubungi Mommy dan menceritakan keadaan Jungkook. Khusus untuk hari ini kau di bebaskan untuk bertemu dengan Jungkook. Sampai jam 6 sore kata Mommy, hei—astaga !" belum selesai Yoongi memberitahu Taehyung sudah melesat keluar café meninggalkan Yoongi dan Daniel yang menganga.

" kau mau disini atau ikut denganku ? aku akan mengantar Jimin melihat Yoonji dan Jisung di rumah Mommy, aku dengar Seongwoo juga disana" ucap Yoongi kepada Daniel yang sedang menyeruput kopi hangatnya.

" Eoh ? aku ikut hyung. aku juga merindukan Ongie-ku " Daniel cengengesan.

..

Dalam ruangan Yoongi, Jungkook tidur di sofa yang berada di sudut ruangan. Jimin masih menungguinya. Jimin sudah di perbolehkan kerja kembali oleh Yoongi dengan syarat Jimin tidak boleh terlalu larut dan tetap memperhatikan buah hati mereka. Setiap jam makan siang Jimin memang selalu menyempatkan diri untuk melihat putrid kecilnya yang ia titipkan di rumah orangtua Yoongi. Yoongi juga sering mengantarkan Jimin ke Mansion orang tuanya, dan berakhir mereka makan siang bersama di luar sebelum kembali ke perusahaan.

" Sayang !" Taehyung langsung mendekat ke arah Jungkook dan berjongkok menyamakan posisinya agar dapat menatap orang yang ia cintai tersebut. Jimin langsung mundur ketika sahabatnya itu sudah mendekat ke arah Jungkooknya.

" Kenapa bisa seperti ini Chim ?" tanya Taehyung kepada Jimin. Taehyung menyeka keringat Jungkook. Gigi kelinci Jungkook mengintip saat Taehyung dengan hati-hati mengelus pipi berisinya.

" Aku tidak tahu Tae. Tadi saat aku melintasi ruang HRD waktu ingin ke ruangan Yoongi-hyung, Jungkook tak sadarkan diri. Orang-orang yang berada disana panik, dan langsung memanggilku. Aku juga langsung memanggil Yoongi-hyung. dan membawanya kemari " jelas Jimin. Jimin jelas melihat kekhawatiran yang sangat kentara dari sahabatnya ini.

" sayang.. bangun !" bisik Taehyung. saat Taehyung masih sibuk mengusap pelan punggung tangan Jungkook, Yoongi dan Daniel masuk ke dalam ruangan itu.

" Chim.. ayo kita pergi" Yoongi mengambil kunci mobil yang berada di atas meja kerjanya.

" Hyung, bagaimana keadaan Jungkookie ?" tanya Daniel. Daniel mendekat ke arah Taehyung dan menatap Jungkook yang masih tertidur.

" Dia mungkin hanya lelah, dan dia masih tidur Danik " ucap Taehyung. Daniel hanya mengangguk mengerti.

" Ayo Danik ! Tae.. kami pergi pulang dulu. Jika ada apa-apa kau hubungi aku atau Daniel nanti" Yoongi pamit kepada Taehyung. Taehyung mengangguk. Mereka pergi meninggalkan Taehyung yang masih menunggu Jungkook bangun.

" Sayaaang.. " lirih Taehyung. Sungguh, Taehyung sangat mencintai pemuda manis yang tengah tertidur itu. Jungkook adalah orang yang mampu membuat Taehyung gila jika Jungkook tidak berada dalam jarak pandangnya. Taehyung sudah terlalu biasa dengan kehadiran Jungkook, dan sekarang dia sangat merindukan orang yang berada di hadapannya itu.

Jungkook perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Taehyung.

" Sayang !" Taehyung tersenyum kepada Jungkook.

" Tae.." Jungkook langsung memeluk Taehyung. dia teramat merindukan pemuda tampan itu. Taehyung hampir terjungkal menahan Jungkook yang tiba-tiba memeluknya. Mengelus pelan punggung orang yang berada di dalam dekapannya itu.

" Kau baik-baik saja, hm ?" tanya Taehyung. Taehyung melepaskan pelukannya dan duduk di samping Jungkook. Jungkook kembali membenamkan dirinya dalam pelukan Taehyung.

" Aku tidak baik " gumamnya.

" Memang tidak. Kenapa bisa pingsan seperti itu ? apa kau benar tidak mau menikah denganku minggu depan ? kau menyiksa diri Kookie " Taehyung mengelus pundak Jungkook.

" Kau sudah makan ?" Jungkook menggeleng.

" Chaa… kita makan !" Taehyung mau berdiri tapi Jungkook melarangnya.

" Mau bersama Taehyung saja. Nanti tidak bisa bertemu Taehyung jika selesai istirahat makan siang " ucapnya cemberut. Taehyung mengecup bibir yang dia rindukan itu.

" Sebegitu merindukanku ?" Jungkook mengangguk kuat, menatap Taehyung dengan wajah polos dan tatapan inginnya. Aih, Taehyung benar-benar gemas sekarang. Kenapa Jungkoook begitu menggemaskan seperti Jisung.

" Ya sudah jadi Kookie mau apa sekarang?" Taehyung menyerah dan kembali duduk tenang disamping Jungkook. Menatap orang yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. kemudian mengambil tangan Jungkook dan mengecup punggung tangan itu dengan lembut.

" Ingin Taehyung. aku sangat merindukan Taehyungie" ucapnya. Jungkook manja sekali.

" Aigoo, kenapa manja sekali, eoh ?" tanya Taehyung.

" Sayang, kau tidak lagi isi kan ?" Taehyung menatap Jungkook, mengecup pucuk hidung kekasih manisnya itu.

" Apa sih Tae.. Jisung kita masih kecil. Kau mau memberinya adik secepatnya? Aku tidak mau. Aku juga mau menyelesaikan kuliahku dulu " rajuk Jungkook.

" Gurae.. ayo kita makan. Aku juga belum makan siang. Terlalu khawatir mendengar Kim Jungkook pingsan tadi" Jungkook kembali menahan Taehyung.

" Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu, Jebal!" rengek Jungkook.

" Okay, kau tidak akan berpisah denganku. Kita delivery makanan dari Mansion kita nanti" Taehyung berdiri dan menarik Jungkook agar ikut berdiri.

" Tapi nan—" sebelum Jungkook melanjutkan ucapannya Taehyung sudah dulu meletakkan telunjuknya di depan wajah si manis.

" Eomma dan Mommy memberikan hak istimewa untuk hari ini sampai jam 6 sore. Ayo kita pulang !" Jungkook tersenyum mendengar penuturan Taehyung.

Mereka berjalan sebentar ke arah department Pembangunan, Taehyung berniat menjumpai pimpinannya untuk pamit dan mengambil izin untuk hari ini.

" Hyung, aku izin hari ini. Aku ada urusan !" ucap Taehyung kepada Myungsoo. Di pangkuan Myungsoo ada istri tercintanya, Krystal. Cumbuan panas mereka harus terhenti karena wakil pimpinan department tersebut mengiterupsi kegiatan mereka. Myungsoo melirik Taehyung dan Krystal juga ikut melihat ke arah mereka yang berdiri di pintu ruangan kerja Myungsoo dan Taehyung.

" Oh, haii Jungkookie.. " sapa Krystal. Krystal memang salah satu noona yang sangat gemas kepada ibu Jisung tersebut. Baru saja Krystal ingin bangkit dan menghampiri Jungkook tapi langsung saja di tahan oleh Myungsoo, tidak rela.

" Noona, Myungsoo-hyung merindukanmu, dan aku juga merindukan istriku ini. Jadi noona bisa menjadi santapan makan siang Myungsoo-hyung dan kami juga akan satu lagi, hyung dan noona jika bermain dalam ruangan ini jangan sampai mengotori mejaku, arra ? kalian sangat beringas sewaktu terakhir kali bermain dan membuat berkasku menjadi rusak karena spermamu hyung. jad—aw sakit hyung !" Taehyung mengelus kepalanya yang di lempari buku oleh Myungsoo.

" Pergi sana !" ucap Myungsoo kesal. Taehyung mendengus dan dua orang lainnya tertawa.

" Okay ! byee" Taehyung menggenggam tangan Jungkook.

" Bye noona.. besok main ke Mansion ya noona, Mommy merindukanmu" Jungkook tersenyum ke arah Krystal dan wanita itu menunjukkan jempolnya kepada Jungkook.

..

Setibanya di Mansion, Jungkook langsung menarik Taehyung ke dalam kamar mereka. Jungkook langsung melompat ke dalam pelukan Taehyung. tangannya ia lingkarkan ke leher Taehyung sementara kakinya sudah melilit pinggang Taehyung dengan erat. Taehyung mengamati Jungkook. Jungkook menyambar bibir Taehyung. Jungkook sangat tergesa dalam ciumannya. Lumatan yang ia berikan jelas mewakili rasa rindunya untuk Taehyung. Jungkook mengajak lidah Taehyung bertarung dan mereka saling melumat satu sama lain. Bahkan Jungkook sudah mengarah ke arah Taehyung dan memberikan tanda kepemilikannya disana. Taehyung mengeratkan pegangannya ke pinggang Jungkook agar Jungkook tidak terjatuh.

" Sayang, cukup !" tegur Taehyung. Jungkook mengabaikannya dan sekarang membuka kancing kemeja Taehyung. kembali memberi tanda di tulang selangka Taehyung.

" Sayang !" ucap Taehyung kembali.

" Aku rindu" lirih Jungkook. Pemuda itu kemudian menyandarkan kepalanya di pundak Taehyung. tangannya mengelus dada Taehyung. Taehyung menghela nafas dan membawa Jungkook ke ranjang mereka. Menidurkan kekasih hati dan mengecup lembut bibir ranum Jungkook.

" Tae, Making Love ?" pinta Jungkook. Taehyung menggeleng.

" Wae? Kau tidak merindukanku ?" Taehyung tersenyum lembut kepada Jungkook. Dari tadi sebenarnya Taehyung mati-matian menahan hasratnya untuk bercinta dengan Jungkook. Jungkook itu sangat menggoda dengan sifat polos dan manjanya. Taehyung sadar, masih ada janji yang harus ia tepati hingga mereka menikah nanti.

Taehyung menyatukan keningnya dengan kening Jungkook, mengecup kembali bibir yang 3 minggu ini tidak ia temui.

" Sangat. Amat sangat rindu. Kim Taehyung sangat merindukan kekasihnya ini, sayang. Tapi kau mau bersabar ? dan lihat lingkar hitam di bawah matamu itu, kenapa ? berapa lama tidak tidur dengan cukup ?" tanya Taehyung. Taehyung mengambil tempat disamping Jungkook. Menarik Jungkook ke dalam pelukannya.

" Aku harus menyelesaikan beberapa paper Tae, dan Jisung akhir-akhir ini juga rewel"Jungkook memainkan kancing kemeja Taehyung.

Taehyung sedikit melepaskan pelukan dan menatap Jungkook.

" Tidak ingin menikah denganku ?" tanya Taehyung serius.

" Mau" jawab Jungkook.

" Kenapa tidak menjaga kesehatan dengan baik ?"

" Aku sangat merindukanmu dan terus memikirkanmu. Aku harus melampiaskannya dengan membuat tugas Tae. Mianhae " sesal Jungkook, tidak berani menatap Taehyung.

"Sayang, lihat aku. Aku juga merasakan seperti apa yang kau rasakan. Sungguh ! tapi kau harus menjaga kesehatanmu. Makan dan tidur dengan cukup sayang" Taehyung mengelus pipi kekasihnya itu.

" Janji ?" Taehyung harus memastikan keadaan Jungkook baik-baik saja tanpa ada dia disampingnya. Jungkook mengangguk semangat sebelum kembali membenamkan tubuhnya dalam pelukan Taehyung.

" Iya, Janji Taehyung " ucap Jungkook.

" Kalau kau bertambah kurus dari sekarang ini, aku tidak akan mau menikahimu, arra?" Jungkook kembali menganggukkan kepalanya.

" Kajja, kita ke bawah. Makanan pasti sudah sampai, kau harus makan setelah itu tidur sebelum pulang ke Mansion utama" Taehyung menggendong Jungkook kembali dan membawa pemuda imutnya turun. Di sofa ruang tengah Mansion itu mereka duduk. Di depannya sudah ada beberapa makanan yang di yakini Taehyung adalah pesanannya. Ada beberapa makanan berat untuk makanan utama siang ini, ayam goreng dan ice cream yang memang sengaja Taehyung pesankan untuk Jungkook. Taehyung tahu Jungkook sangat menyukai es lembut yang manis itu.

" Aku tidak mau tidur, nanti tidak ada waktu lagi untuk melihat dan berbicara denganmu. Kan aku rindu " cemberut Jungkook. Taehyung mengecup bibir yang mengerucut maju itu.

" Sabar untuk seminggu ini ya sayang. Kau tahu benar aku sangat merindukanmu. Bersabar sebentar lagi, nanti kau akan bosan karena mendapatiku setiap hari dipandanganmu" Taehyung gemas sekali menatap Jungkook yang juga menatapnya dengan polos.

" tidak akan bosan Taehyung !" Jungkook mengecup bibir Taehyung. selagi menunggui Jungkook makan, Taehyung menonton televisi. Sesekali menyuapi Jungkook.

Setelah mengisi perutnya dengan makanan berat, kini Jungkook duduk bersandar di dada Taehyung sambil menyuap ice cream. Sesekali berkomentar mengenai film yang ia tonton bersama Taehyung.

" Alin, aku benci ! sana pulang !" Taehyung dan Jungkook melirik ke arah pintu masuk. Disana ada Jihoon yang terus mendorong Jihoon yang sepertinya kesulitan sekali berjalan di tambah Jihoon yang terus memberontak ketika Guanlin mencoba memegang tangannya.

" Kenapa Lin ?" tanya Taehyung. Jihoon yang melihat ada Jungkook langsung memeluk pemuda manis itu.

" Wae ?" kini Jungkook yang bertanya kepada adik satu-satunya Jimin tersebut.

" Bokongku sakit hyung. si tiang itu membobolku di ruang kesehatan kampus. Kau bayangkan hyung, bahkan aku tidak mendapatkan first sex-ku di tempat yang layak"

"contohnya ?" tanya Jungkook lagi, sementara Taehyung sudah mengeryit heran dan Guanlin yang menghembuskan nafas pasrah.

" Hotel bintang 5" jawabnya lagi. Jungkook terkekeh.

" menurut hyung tidak apa-apa dimanapun kau melakukannya, asalkan dengan orang yang kau cintai, iya kan Lin ?"

" eoh, eeh—iya hyung" jawab Guanlin. Guanlin duduk di sofa single dekat mereka. Mengamati si imutnya yang masih berada di dalam pelukan calon istri Taehyung tersebut.

" Sana pindah ke Guanlin. Nanti Jungkook akan kembali ke Mansion utama, aku masih merindukannya " Taehyung sarkas kepada Jihoon yang manja di saat yang tidak tepat. Meski gemas tapi Taehyung masih benar-benar merindukan sosok yang amat sangat ia cintai itu.

" Hyung, pelan-pelan, bokongku sakit !" protes Jihoon ketika Taehyung menariknya agar lepas dari Jungkook.

" Suruh Guanlin mengobatinya " ucapnya lagi. Jihoon akhirnya masuk ke dalam pelukan Guanlin, memeluk erat pemuda jangkung yang baru saja mengambil keperjakaannya tersebut. Dan Taehyung kembali memeluk Jungkook seperti semula.

" Kenapa kalian bisa bercinta di ruang kesehatan Lin ?" tanya Taehyung. penasaran dengan kronologi bagaimana bisa kejadian tersebut terjadi.

" Aku tidak tahu jika dia sedang mengganti pakaiannya yang basah karena terpeleset di kamar mandi hyung. waktu sepulang sekolah Jihoonie meneleponku agar ke kampusnya untuk menjemputnya. Aku mana tahu dia sedang telanjang seperti itu, sendiri pula di ruang kesehatan. Ya terjadilah " jelas Guanlin.

" Kau bodoh ! memangnya kau mau aku telanjang di depan orang lain ?" Jihoon cemberut.

" Astaga bukan seperti itu sayang. Aku hanya tidak tahan melihat tubuhmu yang.. yang seperti itu lah " Guanlin benar-benar tidak mau menjabarkan bagaimana tubuh Jihoon kepada Taehyung ataupun Jungkook. Membuat pasangan dewasa yang ada disana terkekeh melihat pasangan remaja itu.

" Jadi bagaimana rasanya Ji ?" kini Jungkook yang bertanya.

" Tidak enak" jawab Jihoon.

" Tidak enak tapi kau mendesah, hyung " protes Guanlin.

" Bokongku sakit Lin, kau tidak tahu rasanya bagaimana di sodok seperti itu. rasanya tubuhmu terbelah menjadi dua " Jihoon merengek.

Taehyung benar-benar jengah melihat pertengkaran mulut pasangan itu. Taehyung menggendong Jungkook untuk kembali ke kamar mereka.

" Jika mau melanjutkan permainan kalian, lakukan di kamar. Jangan di ruangan ini, nanti Yoongi-hyung atau yang lain kemari, kau akan di hajar Lin dan kau akan di ceramahi Ji " ujar Taehyung, Jungkook tertawa pelan di dalam gendongan Taehyung.

..

Di dalam kamar mereka, Taehyung menidurkan Jungkook di ranjang dan ia juga ikut berbaring di samping kesayangannya itu.

" Jisung baik-baik saja sayang?" tanya Taehyung. Memilih topik random untuk pembicaraan mereka. Dan Taehyung mengakui jika ia juga sangat merindukan buntalan kecil duplikat dirinya tersebut.

" Dia sangat nakal Tae, rewel sekali. Mungkin karena giginya yang akan tumbuh lagi, dia hobby sekali menggigit apapun. Dia juga sering menangis tiap malam, tidak mau berpisah dariku. Dan aku harus mencuri waktu mengerjakan paperku " jelas Jungkook. Taehyung mengamati kesayangannya itu berbicara. Gemas sekali, tidak percaya rasanya jika pemuda manis itu sudah melahirkan duplikat dirinya.

" jangan terlalu memaksa diri membuat papermu sayang. Apalagi sebentar lagi acara pernikahan kita, aku tidak mau kau sakit " Taehyung merapikan poni Jungkook. Jungkook mengangguk paham.

" Mungkin anak kita merindukanmu. Kau tahu, Daddy dan appa juga ikut membantu mendiamkan Jisung yang menangis malam hari. Kedua kakek itu sibu sekali, lucu sekali Tae" Jungkook tersenyum geli membayangkan kedua ayah mereka saat mendiamkan dan menghibur Jisung.

" Benarkah ?" tanya Taehyung. Jungkook kembali mengangguk.

" Nanti malam, Jisung akan menginap denganku, ya ? aku merindukan anakku itu.."

..

Sudah jam setengah enam sore, Taehyung terbangun. Mereka tertidur berpelukan. Karena mereka sama-sama lelah akhirnya mereka tertidur setelah berbicara banyak tadi. Taehyung memandang Jungkook dan mengecup kening itu dengan lembut. Jungkook yang tertidur cantik sekali.

" Sayang, hei ! bangun sayang.." Taehyung mengelus pelan pipi kekasihnya itu. Jungkook terbangun, menggeliat sebentar dan memandang Taehyung dengan senyuman terukir di bibirnya.

" Astaga ! harusnya aku tidak tertidur tadi Tae.. waktu kita menjadi sempit jadinya " Jungkook kalang kabut sendiri.

" Seminggu lagi, aku akan membayarnya dengan seumur hidup disisimu " Taehyung kembali mengecup Jungkook kali ini dibibir merah pemuda manis itu. Jungkook total memerah. Merona dengan ucapan Taehyungnya.

" Ayo bersiap, aku akan mengantarmu pulang. Ingin menjemput Jisung sekalian" Taehyung bangkit dan menunggu Jungkook yang bersiap.

..

Mereka sampai di depan Mansion utama. Jungkook dan Taehyung turun. Pasangan Guanlin dan Jihoon juga ikut. Mereka disuruh oleh Jimin untuk menjemput putri kecilnya. Malam ini si kecil akan tidur dengan Jihoon karena Jimin akan menemani suaminya untuk bekerja. Mereka berdua membutuhkan quality-time dan Jihoon langsung menebak jika hyung-nya itu akan membuatkan adik untuk Yoonji, keponakannya.

" Sudah masuk sana, kau tahu sendiri aku di larang masuk oleh Mommy. Lin, sekalian bawa Jisung keluar ya.." ujar Taehyung kepada Guanlin yang sedang berjalan dengan Jihoon ke dalam Mansion. Guanlin mengangkat jempolnya tinggi-tinggi tanpa menoleh ke arah Taehyung.

" Nanti aku rindu.." cemberut Jungkook. Taehyung yang gemas langsung mencubit pip Jungkook.

" Pasti itu sayang. Kau pasti rindu. Sudah sana masuk" Taehyung mengecup bibir Jungkook singkat.

" Jangan lupa makan dengan baik" satu kecupan lagi mendarat.

" Jangan lupa tidur dengan cukup" lagi ciuman di dapatkan oleh Jungkook.

" Jangan lupa dandan yang cantik saat kita menikah nanti " Taehyung kembali mengecup pelan ranum lembut itu. tidak bosan sama sekali.

" Sampai bertemu di altar nanti sayang.." Taehyung menatap lekat mata bulat tersebut. Tidak rela rasanya berpisah.

" Kau juga jaga kesehatan ya Tae, harus tampan saat menikah denganku. Jangan melirik wanita atau pemuda cantik lain" kini giliran Jungkook yang mendaratkan kecupan. Kecupan yang semula hanya tempelan bibir berubah menjadi lumatan. Kegiatan mereka harus berakhir ketika pasangan remaja menggendong bayi pada masing-masing mereka.

Sedikit berpelukan sebelum berpisah. Jungkok juga mengecup anaknya dengan gemas, malam ini jagoannya akan tidur dengan ayahnya.

" jangan nakal dengan ayah ya, nak " ujar Jungkook.

Setelah berpamitan, akhirnya Taehyung pergi dari sana.

.

.

Sesampainya di Mansion Taehyung, mereka turun dan Jisung langsung meminta gendong kepada ayahnya tersebut. Guanlin langsung menyerahkan Jisung kepada Taehyung.

"Aigoo, merindukan ayah ya jagoan ?" tanya Taehyung. Pemuda itu mencium anaknya berkali-kali.

Mereka memasuki Mansion, dan Taehyung cukup terkejut mendapati orang-orang terdekatnya ada disana. Ada Namjoon, Jackson, Hoseok, Woojin dan Hyungseob, Baejin dan Daehwi serta Daniel juga ada disana.

" Ramai sekali, ada acara apa ini ?" tanya Taehyung. Pemuda itu mendudukkan Jisung di atas karpet bulu di ruang santai mereka.

" Mau apa lagi ? tentu saja kami akan bermain sampai pagi disini. Yoongi-hyung juga akan menyusul setelah urusannya selesai " jawab Baejin. Taehyung hanya menghela nafas, rumahnya sering sekali ramai.

" Kalian tidak kencan Jack-hyung ? Hosiki-hyung ?" tanya Guanlin.

" Woozie sedang berada di Mansion utama. tadi diajak oleh Jin-hyung dan Seongwoo kesana" jawab Hoseok. Dia memang mengantarkan kekasihnya kesana sebelum ke Mansion Taehyung tadi.

" Tzuyu sedang sibuk. Ada pemotretan di luar negeri " Jackson juga menjawab perihal kekasihnya.

Daehwi melihat Jisung yang sedang sibuk bermain dengan ujung mantel Taehyung ingin menggendong bocah tersebut, tapi dia langsung membalik badan dan memeluk Taehyung.

" Dia lagi tidak mood,Hwi " ujar Taehyung.

" Aigoo.. dia sudah tidak mau dengan orang lain lagi " Daehwi sedih sekali.

" Berlebihan sekali kau Hwi, Jisung wajar tidak mau di gendong orang lain. Dia pasti merindukan ayahnya. Oh ya hyung, bagaimana keadaan Jungkookie?" tanya Daniel. Daniel saat ini sedang bermain dengan Yoonji yang duduk di depannya.

" Dia hanya kelelahan dan tadi sempat tidur sebelum pulang ke Mansion utama Niel" jawab Taehyung.

" Aku ke atas dulu, Jisung sepertinya ingin tidur " Taehyung mengangkat anaknya tersebut dan membawanya ke kamar. Namjoon yang melihat sepupunya itu hanya tersenyum kecil karena Taehyung sangat baik dalam memperlakukan anaknya.

" Ayo kita battle sampai pagi " ujar Hoseok berteriak. Di sambut meriah oleh Woojin. Sementara yang lain hanya geleng-geleng kepala.

..

Di dalam kamar, Taehyung berbaring dengan Jisung dalam pelukannya. Mengganggu mainan anaknya yang sedang ia amati tersebut.

" Jadi Jisung kenapa nakal dengan bunda ? hm ?" Taehyung mengajak bayi 11 bulan itu berbicara. Jisung menjawabnya dengan bahasa bayi yang tidak Taehyung mengerti sama sekali. Berbeda sekali dengan Jungkook yang bisa menjawab lagi apa yang di ocehkan oleh bayi mereka. Jimin juga begitu, bisa menjawab atau ingin tahu apa yang di inginkan oleh Yoonji. Membuat Taehyung dan Yoongi takjub kepada pasangan mereka.

" Ayah tidak mengerti apa yang Jisungie bicarakan sayang. Intinya jangan buat bunda repot selama ayah tidak ada ya nak. Kasihan bunda.." Taehyung mengecup lembut kening Jisung. Mereka bermain sebentar sebelum Jisung mengantuk dan Taehyung dengan senang hati menepuk pelan pantat anaknya itu agar Jisung dapat tidur.

Ponsel Taehyung berbunyi, dan setelah mengetahui siapa yang menelepon Taehyung langsung mengangkatnya.

"Ada apa Bamie ?"

/"Tae, ini aku "

"Kookie ? ada apa ? kenapa menelepon dengan ponsel Bambam ?"

/"Kau tahu jika ponselku di tahan oleh eomma, bagaimana Jisung disana ? rewel ? apa dia sudah tidur ?"

" Sudah sayang. Dia tidak rewel sama sekali. Sekarang bundanya Jisung yang tidur ya.. selamat malam sayang. Mimpi indah, aku mencintaimu " Sebelum Jungkook menjawab, Taehyung sudah mematikan sambungannya dulu. Jadi rindu.

.

.

Hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Taehyung kini sedang berada di Mansionnya, bersama dengan kedua orangtua dan saudara-saudaranya.

"Mommy aku tidak mau pakai eyeliner itu, astaga Mom !" Taehyung berteriak ketika Baekhyun akan membubuhkan liquid hitam itu ke garis matanya.

" hyung kenapa rewel sekali " cibir Bambam.

" Sudah sayang, jangan di paksa jika Tae tidak mau, dia tetap tampan sepertiku " Chanyeol juga ngeri melihat anaknya yang tengah di dandani istrinya tersebut. 2 jam lagi mereka sudah harus berada di gereja untuk pemberkatan. Mereka memang sengaja memilih acara sore agar nanti bisa langsung pindah ke pantai untuk pesta pernikahan Taehyung dan Jungkook.

"Tapi mesum" ucap Baekhyun. Chanyeol datang ke sebelah istrinya dan mengecup cuping telinga kesayangannya tersebut.

" apa kau sebut tadi sayang?" suara berat Chanyeol berbisik kepada Baekhyun.

" Please Mom, Dad ! kami disini" ucap Jennie. Kadang mereka jengah melihat kasmaran ayah dan ibunya yang tidak tahu tempat.

.

.

Keluarga mereka sudah sampai di gereja. Taehyung turun dari mobil mewahnya dan diiringi oleh keluarga inti. Para sahabat dan teman-teman dekatnya menjamu kedatangannya. Tuxedo hitam sangat gagah yang membalut tubuh ideal Taehyung, membuat decak kagum tamu undangan yang ada. Di dekat altar sebelah kanan, Taehyung jelas melihat Jisung sedang berada di dalam pangkuan Seongwoo, meski kesulitan karena perut besarnya, Seongwoo tidak mau membagi anaknya dengan orang lain yang juga ingin menggendong jagoannya tersebut.

Acara di mulai. Taehyung menunggu Jungkook yang akan datang sebentar lagi. Jungkook di antarkan oleh Sehun, appanya. Pemuda manis itu berjalan dari arah pintu dengan menggandeng tangan Sehun, sementara Taehyung menjemput pemuda manis itu. Jungkook terlihat sangat cantik dengan balutan Tuxedo putih. Berbanding terbalik dengan Taehyung tapi sangat serasi. Gagah dan manis menyatu.

" Aku titipkan putraku kepadamu Taehyung" ucap Sehun. Jungkook menangis. Hari ini tanggungjawab ayahnya berpindah tangan kepada Taehyung, sang pemilik hati.

" Aku akan menjaga harta berhargamu Appa" Taehyung menjulurkan tangan dan Jungkook menyambutnya. Para tamu undangan terharu melihat moment tersebut.

Mereka berjalan menuju altar, menuju tempat dimana janji kepada Tuhan untuk saling mencintai satu sama lain sampai mati.

Ucapan janji sehidup semati itu di laksanakan dengan khidmat, Taehyung dengan total mencium Jungkook di depan tamu undangan. Membuat riuh di dalam gereja tersebut.

Jungkook tersenyum ke arah Taehyung yang memandangnya.

" Kau akan mendampingiku seumur hidupku" ucap Taehyung.

" Dengan senang hati Tuan Kim " Jungkook mengecup pipi Taehyung sebelum melempar buket bunga yang menjadi tradisi pernikahan -orang yang ingin menangkap sudah berjejer dan berdesakan di bawah altar.

Bunga melayang, dan jatuh ke arah Jihoon.

" Alin.. hueee… bunganya aku dapat. Aku belum siap menikah cepat denganmu.. hueeee" rengek Jihoon. Membuat orang disana tertawa melihat kelakuan si bungsu Park itu.

" Jangan pernah lelah menghadapiku sayang, terima Taehyung yang penuh dengan keanehan ini, hmm?" Taehyung melakukan aegyo membuat Jungkook langsung mencubit pipi suaminya tersebut. Suami ya. Membuat Jungkook merona sendiri membayangkannya.

" Saranghae Kim Jungkook" bisik tidak menjawab. Jungkook tersenyum dan langsung mengecup bibir Taehyung yang langsung di tahan dan di lumat oleh pemuda tampan itu.

Lucu memang, awalnya hanya karena perjodohan dan mereka kini akan mengawali dengan kehidupan pernikahan yang sebenarnya. Dan mereka akan membesarkan Jisung dan calon adik untuk Jisung yang di rencanakan oleh Taehyung dan Jungk dibantu oleh hormone Taehyung yang berlebih.

.

.

END

.


.

.

Yey yey… akhirnya tamat. Ini ujungnya. Untuk Taehyung yang di siksa karena ngidamnya Jungkook yang hamil adiknya Jisung di sequel aja yaaa hahaha..

See you di lain waktu chingu.. terimakasih untuk yang berpartisipasi dalam cerita ini.

Release

Mei 17,2018

.

.

Guanlin's Noona.