Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc
Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya
Rate : T – M
Genre : Romance, Friendship
Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG Guys !
Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…
.
.
-In Tempore-
Sequel 1
.
.
Happy Reading !
.
..
.
Apa yang paling membahagiakan di dunia ini selain kau bisa bersatu dengan orang yang kau cintai setelah berbagai rintangan telah berhasil kau lalui ? Dan Taehyung tidak pernah merasakan kebahagiaan yang paling membahagiakan saat ini selain bisa menikah dengan Jungkook dan menjadi ayah untuk Jisungnya.
Setelah acara pernikahan kemarin yang di gelar sangat saklar, hari ini mereka sudah berada di Mansion mereka. Mendapat cuti kerja 2 minggu membuat Taehyung sangat betah berada di rumah dengan istri dan anaknya. Taehyung tidak pernah merasa sesempurna sekarang.
" Tae, Ireonaa.. !" bisik Jungkook kepada pemuda yang masih bergelung itu. Jungkook yang tengah menggendong Jisung sedang berusaha membangunkan suami tersayangnya. Mungkin Taehyung lelah karena menyambut tamu dan malam tadi ikut begadang bercengkrama dengan teman-temannya sampai larut.
Tidak ada malam pertama bagi mereka, karena itu sudah terjadi saat mereka menghadirkan Jisung di dalam perut Jungkook. Dan untuk adik Jisung mereka memang sepakat menunda sampai Jungkook menyelesaikan studinya.
" Taehyung !" sekali lagi suara merdu Jungkook mengalun di kamar mereka. Taehyung mengeliat dan berusaha membuka matanya. Tersenyum melihat pemandangan membahagiakan di depannya.
" Selamat pagi istri, dan selamat pagi anak ayah !" Taehyung duduk dan mengambil Jisung yang di arahkan Jungkook kepadanya. Taehyung mengecup bibir Jungkook, kebiasaan pagi yang akan terus berlanjut sampai ia tutup usia nanti.
" Jaga Jisung sebentar ya Tae, aku akan masak sarapan. Segera turun setelah cuci muka dan gosok gigi " perintah Jungkook sebelum pemuda manis itu keluar dari kamar mereka. Taehyung hanya mengangguk dan menatap anaknya yang sangat aktif itu..
" Ayaa.. yayaaa.." ucap Jisung random. Bayi 11 bulan itu sudah mulai belajar berdiri dan jalan selangkah demi selangkah.
" Iya sayangnya ayah, Jisung sudah minum susu, nak ?" tanya Taehyung kepada putranya itu. Sangat mirip dengan Taehyung saat kecil.
" Cucu..cucucu yaa" gumam Jisung lagi.
" Iya jagoan. Susu" Taehyung sangat hobi berbicara dengan anaknya itu meski Jisung merespon dengan bahasa yang tidak ia mengerti.
" Ayo temani ayah cuci muka, setelah itu kita menyusul bunda ke bawah ya " Taehyung menggendong anaknya dan beralih ke wastafel di kamarnya.
..
Sesampainya di lantai dasar Mansionnya, Taehyung melihat kakaknya Yoongi serta keluarga kecilnya di tambah pasangan Guanlin dan Jihoon yang ikut sarapan bersama mereka.
" Wah, pengantin baru.. bagaimana malam pertama kalian hyung ?" tanya Jihoon antusias.
" Malam pertama yang mana yang kau maksud?" tanya Taehyung balik. Ia mendudukkan Jisung di kursi bayinya di sebelah Yoonji yang tengah sibuk bermain dengan boneka kumamon kecil yang ia pencet-pencet gemas dengan seriusnya.
Jungkook tengah membantu Jimin memasak sarapan untuk mereka. Taehyung dan Yoongi tentu merasa sangat tentram melihat kesayangan mereka yang tengah serius memasak itu. Sangat cantik dimata mereka.
" Kau tidak ingin membantu kakak-kakakmu memasak? Setidaknya kau harus belajar memasak untuk Guanlin dari sekarang " tukas Taehyung kepada Jihoon yang tengah bermain dengan ponselnya.
" Suruh saja si Seonho seonho itu memasak untuk Guanlin" ucap Jihoon cuek. Si manis itu sedang di landa api cemburu karena dari kemarin Guanlin selalu dikirimi pesan romantis oleh Juniornya.
" Astaga Jihoonie, aku kan sudah mengabaikan pesan dari juniorku itu, kenapa kau masih saja cemburu sayang ?" tanya Guanlin pasrah melihat sifat cemburu Jihoon yang sangat berlebihan, jika saja mereka tengah dikamar maka Guanlin tidak akan segan untuk menelanjangi si bungsu Park itu.
" Ini dia masih mengabarimu 'Guan-ie hyung lagi apa ? jangan lupa sarapan ya, kalau tidak nanti Guan-ie hyung sakit, terus tidak bisa sekolah dan Hoho tidak bisa melihat hyung ' itu, kau tidak mau membalasnya ?" ketus Jihoon. Taehyung dan Yoongi sudah terkekeh melihat tingkah remaja yang menjalin hubungan sepasang kekasih di depan mereka.
" Ya sudah kau blok saja nomornya dari ponselku " jawab Guanlin. Dia tidak ingin menerima resiko jika Jihoon meminta putus darinya. Pernah sekali, ada nomor nyasar yang memanggil Guanlin dengan panggilan sayang, dan Jihoon langsung memutuskan hubungan mereka di tempat.
Jihoon tersenyum dan langsung memblok nomor Junior Guanlin tersebut. Dan hal itu membuat moodnya menjadi membaik.
" Baiklah, Park Jihoon akan menjadi calon istri yang baik untuk Lai Guanlin. Dan sekarang aku akan membantu mereka memasak " ucapnya semangat. Di ikuti gelengan dari Taehyung.
" apa uke memang seperti itu ? sifat mereka benar-benar tidak bisa di tebak. Waaah ! kau harus menjadi seme atau tidak kencani saja Yoonji kalau sudah besar besok ya nak " tukas Taehyung kepada anaknya.
.
.
Pernikahan Taehyung dan Jungkook sudah memasuki bulan ketiga dan tidak ada kendala dalam rumah tangga mereka. Dan jika ada perselisihan atau kesalahpahaman kecil mereka akan menyelesaikannya sesegera mungkin.
Jungkook kini menjadi istri dan ibu yang mengurus Taehyung dan Jisung, menjadi mahasiswa Psikologi dan Intern di HRD di Perusahaan yang sama dengan Taehyung. Taehyung tidak keberatan sama sekali selagi Jungkook bisa membagi waktu dan mendapatkan istirahatnya dengan baik, karena Taehyung tidak mudah bagi seseorang yang mengurus rumah tangga di sambil dengan pekerjaan di luar di tambah Jungkook yang juga tengah menempuh pendidikannya.
" Sayang, nanti jadi menegok baby Woojin ?" tanya Taehyung kepada istrinya yang tengah mengikuti lagu yang terputar di radio mobil Taehyung. mereka berangkat bersama ke Perusahaan pagi ini. Jungkook mengangguk antusias.
" Setelah menjemput Jisung di Mansion kita langsung kesana ya Tae? Aku rindu Woojinie" ucap Jungkook semangat. Woojin adalah anak pasangan Daniel dan Seongwoo. Seongwoo baru saja melahirkan sebulan lalu. Membuat Jungkook rajin sekali ke rumah orangtua Daniel. Daniel memang belum tinggal di apartemen mereka atau di Mansion Taehyung karena dia di tahan oleh orangtuanya yang hanya beberapa bulan di Korea sebelum kembali ke Amerika. Dan untuk pagi ini si kecil Jisung memang mereka titipkan kepada Jihoon dan Guanlin.
" Baiklah, kalau begitu nanti kita kesana dan nanti makan siang akan aku jemput ke ruangan Oke ? kita makan siang bersama " Taehyung turun dari mobilnya sebelum mengecup kesayangannya itu.
Hubungan mereka memang sangat romantis dan itu sudah tersebar ke penjuru Perusahaan mereka. Tapi jika menyangkut pekerjaan pasangan itu sangat professional mengesampingkan hubungan mereka.
" Aku ke toilet sebentar, Kau duluan saja " ucap Taehyung yang tengah berjalan beriiringan dengan kekasih hatinya.
" Aku tunggu Taehyung saja " jawab si manis. Agak ragu rasanya berjalan sendirian ke lantai tempatnya bekerja. Mereka berada di lantai yang berbeda. Taehyung ada di dua lantai di atas tempat Jungkook bekerja, tapi mereka selalu bersama memasuki lift.
Jungkook yang tengah menunduk mengetuk-ngetukkan sepatunya itu di tabrak oleh seseorang.
" Ya ! kenapa menghalangi jalan ? Sialan ! kopiku jadi tumpah" ucap orang itu. Jungkook mendelik kesal. Harusnya dia yang marah karena kopi orang itu mengotori bajunya.
" Kau yang jalan tidak lihat, aku hanya diam disini, harusnya aku yang marah karena bajuku kotor kena tumpahan kopimu " kesal Jungkook, tapi orang itu berlalu mengabaikannya.
" Sayang, ada apa ?" tanya Taehyung keluar dari toilet.
" Ada orang gila yang menambrakku lalu marah-marah " cebik Jungkook memanyunkan bibirnya. Kesal sekali rasanya. Taehyung memang melihat kemeja si manisnya itu kotor.
" Sini, aku bersihkan. Jangan biarkan orang-orang seperti dia merusak mood pagimu sayang. Hari ini masih panjang. Ayo senyum !" Taehyung membersihkan noda tumpahan itu dengan sapu tangan miliknya.
" Percuma saja dia tampan tapi tidak ada tata karma " ucap Jungkook lagi.
" Orang yang menabrakmu tampan ?" tanya Taehyung lagi. Ia sedang menunduk membersihkan noda baju Jungkook.
" Tapi masih jauh tampan suamiku dari pada dia " tutur Jungkook, mengundang tawa dari Taehyung.
Taehyung sedikit memperbaiki letak kacamata kekasihnya itu. Jungkook memang memakai kacamata saat berada di kantor, katanya agar tidak banyak yang melirik istri Taehyung tersebut, tapi kebalikannya masih saja banyak yang mengincar pemuda manis itu.
..
Taehyung menjemput Jungkook ke ruangan HRD guna makan siang bersama. Mereka akan ke kantin bersama dan bertemu dengan teman-temannya yang lain.
" Tae ! Kookie ! disini !" teriak Jeonghan. Mereka berdua mengarah ke sudut kantin yang sudah berisi teman-temannya.
" Aigoo, pasangan suami istri ini memang selalu mesra eoh ?" goda Jackson kepada mereka. Mereka memang hobby sekali mengganggu Taehyung maupun Jungkook.
" Makanya cepat nikahi kekasihmu biar bisa bermesraan juga seperti kami, iya kan sayang ?" balas Taehyung. Jungkook pun mengangguk lucu.
" Iya, Hosikie-hyung dan Jackson-hyung belum juga melamar kekasih mereka. Kalian tidak menjalin hubungan kekasih berdua tanpa kami tahu kan ?" celetuk Jimin yang membuat kedua pemuda itu membulatkan mata.
" Ani ! Ani ! mana mau dengan kuda seperti Hoseok " tolak Jackson, langsung saja Hoseok melemparkan sepotong lauknya kepada Jackson, membuat mereka yang ada disana tertawa bersama.
" Oh ya Tae, ini !" Jeonghan memberikan sebuah undangan kepada Taehyung.
" Waaahh ! akhirnya kau menikah juga, tenang saja aku dan Jungkookie pasti akan datang ke acara pernikahanmu " ucap Taehyung senang. Turut berbahagia untuk sahabatnya itu. Mereka berbicara dan bercanda bersama.
" Tae, Mommy menyuruh untuk makan malam bersama besok di Mansion utama " ucap Jimin kepada Taehyung yang berada di sampingnya. Taehyung mengangguk, tentu saja dia akan menerima undangan dari ibu tersayangnya itu untuk makan malam bersama.
..
Sepulang dari kerja, niat mereka untuk mengunjungi Baby Woojin memang terlaksana. Setelah menjemput Jisung di tambah pasangan Jihoon dan Guanlin juga ikut ke rumah Daniel.
" Uh.. kenapa dia kiyowo sekali " puji Jihoon yang tengah mencubit pelan pipi Woojin yang berada di dalam gendongan Jungkook.
" Makanya cepat menikah dengan Guanlin, nanti kau juga akan punya seperti Woojin " tukas Seongwoo. Pasca melahirkan istri Kang Daniel tersebut memang agak lemah, sampai sekarang Seongwoo masih di suruh istirahat total oleh Dokter.
" Mana boleh menikah cepat oleh orangtuaku hyung, lagi pula Guanlin juga masih sekolah " curhat Jihoon.
" Ya sudah kalau begitu belajar saja dulu, asuh Jisung dan Woojin " celetuk Jungkook.
" Ya itu sih maumu hyung, tapi tidak apa-apa kalau disuruh menjaga bayi-bayi Kiyowo seperti mereka. Tu tu tu keponakan Aunty !" mendengar tuturan Jihoon, Seongwoo dan Jungkook serempak tertawa.
" nda.. nda.. ndong ndaaaa " Jisung datang kepada mereka. Jelas sekali cemburu melihat bundanya yang tengah menggendong adik bayi.
" Aigooo.. cemburu ya nak. Sini dengan Mommy " Seongwoo menggendong Jisung dan mengecupi wajah Jisung dengan cium-ciuman singkatnya.
" Kemana hyung-hyungmu tadi Ji ?" tanya Seongwoo kepada Jihoon. Tidak mendapati Daniel, Taehyung ataupun Guanlin di ruang tamu yang terlihat dari kamarnya.
" Mereka pergi ke kolam belakang hyung, membicarakan bisnis dengan Ahjusshi" jawab Jihoon.
.
.
Taehyung dan Jungkook sedang berada di ruang tengah Mansion mereka. Jungkook sedang sibuk dengan laptop dan bukunya dari tadi. Sepulang dari Perusahaan dan melihat baby Woojin mereka pulang sebelum makan malam. Pasangan Guanlin-Jihoon sudah pergi kencan entah kemana.
" Sayang, masih lama ?" tanya Taehyung. Taehyung sedang bermain dengan Jisung, memperlihatkan gambar-gambar binatang dalam buku yang sengaja Taehyung beli untuk putranya itu.
" Masih Tae, tugasku sangat banyak " tutur Jungkook. Taehyung hanya menghela nafas melihat istrinya itu sangat semangat mengerjakan tugasnya.
"Ayo makan dulu, nanti makanannya dingin. Jisung juga sudah lapar, ayo sayang !" ajak Taehyung. mereka memang memutuskan untuk delivery makanan. Jungkook akhirnya meninggalkan tugasnya sementara dan makan bersama Taehyung dan Jisung yang sibuk menggapai-gapai makanan yang ada di depannya.
" Jangan nak, itu pedas " ucap Jungkook sambil menangkap tangan Jisung, kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.
" Hap.. Jisungie nakal sekali eoh " perbuatan Jungkook membuat Jisung tertawa .
" Aigoo.." Taehyung hanya tersenyum melihat keluarga kecilnya yang bahagia. Sudah cukup untuk Taehyung dengan adanya Jungkook dan buah hati mereka.
Setelah selesai makan, Jungkook kembali melanjutkan pekerjaannya sementara Taehyung menemani bayinya menonton kartun di ruang televisi. Malam ini Jisung memang tidak cepat tidur, biasanya bayi gembul itu sudah mengantuk ketika selesai makan malam.
" Belum mau tidur jagoan ayah ?" tanya Taehyung kepada Jisung yang masih sibuk menonton serial kartunnya.
" Aigoo.. sama seperti Bunda susah di ganggu ya ?" Taehyung membalik anaknya yang tengah menghadap ke televisi ke arahnya.
" Yaaaa.. ndaaa?" tanya Jisung dengan mata kecilnya yang berbinar.
" Bunda lagi belajar, sekarang ayo kita ambil susumu dan tidur " ucap Taehyung. Lantas Taehyung menggendong Jisung ke arah dapur dan membuat susu untuk anaknya tersebut. Sudah waktunya Jisung tidur.
..
Taehyung menidurkan Jisung dengan botol susu yang terus di sodot oleh putranya itu. Sesekali Taehyung menepuk pelan pantat Jisung agar bayinya itu tertidur. Setelah Jisung tidur, Taehyung memindahkan anaknya itu ke box-nya yang berada di dalam kamar yang sama dengan Taehyung dan Jungkook.
Taehyung turun kembali ke lantai dasar, melihat istrinya yang masih mengetik dengan serius Taehyung memutuskan untuk menonton televisi, hitung-hitung menunggui istrinya. Dia juga sudah membuat kopi untuknya tadi bersamaan dengan membuat susu untuk Jisung.
" Jangan dipaksa ya sayang, kalau lelah kita tidur lagi " ucap Taehyung.
" Iya Taehyungie, ini tinggal sebentar lagi. Tunggu sebentar ya " balas Jungkook yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya.
Satu jam menanti dan Taehyung tidak mendapati suara Jungkook, Taehyung menoleh ke arah istrinya itu. Kepala Jungkook sudah rebah di atas lipatan tangannya di atas meja belajar. Taehyung yang melihat istrinya tidak nyaman langsung saja mematikan televisi dan menggendong Jungkook ke kamar mereka.
Taehyung menidurkan Jungkook di ranjang mereka. Mengecup lembut pelipis dan bibir Jungkook bergantian.
" Tae.." lirih Jungkook dengan mata sayunya.
" Hm, apa sayang ?" tanya Taehyung lembut, menyibak rambut legam Jungkook dengan sayang.
" Peluk.." ucap Jungkook manja. Mendengar penuturan Jungkook, Taehyung langsung ikut tidur di sebelah istrinya dan memeluk kesayangannya itu.
" Lanjut tidur sayang. Kau sudah berusaha keras hari ini, Jalja Jungkookie-ku sayang " bisik Taehyung.
.
.
Malam ini adalah malam dimana Taehyung dan keluarga kecilnya akan ikut makan malam bersama dengan keluarga besarnya di Mansion utama. Setelah pulang kerja, mereka berangkat kesana, di tambah pasangan Guanlin-Jihoon yang tidak mau di tinggal.
" Mommy, anakmu yang tampan datang !" teriak Taehyung dari pintu depan. Baekhyun datang menghampiri dan langsung memukul kepala Taehyung dengan gemas.
" Sakit Mom !" teriak Taehyung pasca pemukulan tersebut. Yang lain disana terkekeh melihat interaksi ibu dan anak itu.
" Ini rumah, bukan hutan. Pakai teriak-teriak. Aigoo, cucuku.." Baekhyun langsung mengambil Jisung yang ada di dalam gendongan Jungkook. Di ruang tengah, Yoongi dan Jimin juga sudah datang, si kecil Yoonji sedang berada di dalam pangkuan Chanyeol. Tenang sekali.
" Hei Dad !" Taehyung duduk di samping ayahnya. Sedikit menggoda Yoonji kecil yang ingin dia jadikan menantu kelak jika anak-anaknya sudah dewasa.
" Hm, nanti teman Daddy yang juga ikut makan malam disini " ujar Chanyeol memberitahu kepada mereka yang ada disana. Mereka mengangguk mengerti.
" Namjoon-hyung belum pulang, Dad ?" tanya Taehyung lagi.
" Belum, Mereka dalam perjalanan dari Kanada. Mingyu berniat melamar Wonwoo disana dan mereka mengundur waktu pulang jadi hari ini. Nanti orangtua Jungkook juga datang meski agak terlambat " jawab Chanyeol. Namjoon, Jin dan anaknya memang sedang mengunjungi orangtua Namjoon yang berada di Kanada dan di tambah adiknya yang sedang melamar kakak Jungkook maka intensitas waktu mereka di tambah.
Menjelang makan malam, mereka bercerita keseharian masing-masing. Sementara Baekhyun sudah membawa para uke kesayangannya ke lantai 2. Berbicara mengenai orang-orang terdekat mereka yang terkena berbagai gossip dan isu.
Dan mereka akhirnya memulai makan malam ketika tamu Chanyeol datang. Mereka sekeluarga, dengan anak perempuan dan laki-laki. Jungkook jelas melihat jika mereka adalah keluarga yang cukup berkelas. Jungkook mengamati anak bungsu keluarga itu.
" kau lihat apa sayang ? suamimu ada disini " bisik Taehyung kepada Jungkook, tidak suka kesayangannya itu melirik yang lain.
" Tae, sepertinya dia yang menambrakku dan menumpahkan kopi itu " jawab Jungkook yang juga berbisik.
" Yang tidak meminta maaf itu ?" tanya Taehyung lagi. Jungkook mengangguk.
" Ya sudah, biarkan saja. Ayo lanjut makanmu " Taehyung tersenyum ke arah istrinya itu.
Mereka makan dengan khidmat. Taehyung bukannya tidak peka dari tadi putri sulung keluarga Ahn yang merupakan teman ayahnya itu menatap Taehyung malu-malu dan adiknya yang menatap Jungkook dalam. Taehyung jelas tahu jika mereka berdua sedang mengincar Taehyung ataupun istrinya.
" Ehem, Chanyeol.. kau tahu jika anakku Lucia sudah menamatkan S2 dan akan masuk ke jenjang S3 nya. Aku ingin mencarikan pendamping untuknya " ucap Tuan Ahn. Taehyung mengerti kenapa mereka sekeluarga datang kemari. Mereka mencari pendamping yang sekelas untuk putra putri mereka.
" Hm, bagus sekali itu. Usia muda sudah melanjutkan pendidikan. Tidak seperti Taehyung, hanya sampai menamatkan S1 saja " tanggap Chanyeol. Sebenarnya Taehyung tahu jika ayahnya tidak mau meladeni pembicaraan tidak bermutu temannya, terlihat sangat Show off dimata Taehyung.
" Lagipula untuk apa melanjutkan pendidikan tinggi-tinggi jika belum memiliki suami. Lagipula Noona, jika wanita sudah memiliki pendidikan seperti yang Noona lakukan bukankah laki-laki takut mempersunting noona ?" celetuk Bambam. Dia jengah dari tadi. Langsung saja dia di sikut oleh Jungkook dari samping. Tidak sopan sama sekali.
" Haha, benar sekali. Anak bungsumu memang pintar Chanyeol. Maka dari itu aku ingin menjodohkan anakku dengan anakmu " ungkap Tuan Ahn lagi.
" Iya, Lucia sudah sangat matang dan sudah bisa menjadi seorang istri. Jadi bisakah kalian mencarikan suami untuk putriku ini ? Lagipula aku sangat setuju jika salah satu dari putra kalian jadi menantuku " ucap Nyonya Ahn menyambung.
" Mianhae Nyonya Ahn, semua anak-anakku sudah memiliki pendamping " balas Baekhyun. Sudah saatnya mereka semua tahu jika ada menantu di rumah ini. Keluarga Ahn mungkin tidak mengetahui jika anak-anaknya sudah menikah karena baru kembali ke Korea setelah lama menetap di Belanda. Tapi bukan berarti dia seenaknya hendak menjodohkan anak-anaknya dengan putra-putrinya yang sedikit sombong di mata Baekhyun.
" Benarkan ? Wah, kenapa aku tidak tahu jika kau sudah memiliki menantu Ahjumma" ucap Lucia. Terdengar nada tidak percaya dari ucapan gadis yang mungkin lebih tua dari Taehyung tersebut.
" Itu benar Lucia. Oh, karena sudah selesai makan lebih baik kita bercerita di ruang tengah saja " Ajak Baekhyun. Mereka beralih ke ruang tengah Mansion itu.
" Mom, aku akan ke atas. Ada urusan sebentar. Hm, Tuan Ahn aku pamit sebentar " ucap Yoongi.
" Aku ikut hyung" Taehyung pun ikut dengan Yoongi, di tambah Guanlin yang mengekori mereka.
" Jadi Ahjumma, dimana menantumu ?" tanya Lucia, tidak sabaran sekali.
" Ini. Dua orang yang ada di depanmu ini adalah menantuku. Jiminie istri dari Yoongi dan Jungkookie istri Taehyung" jawab Baekhyun bangga memperkenalkan menantunya. Lucia dan Jacob, adiknya cukup terkejut.
" Benarkah ? Wah, mereka sangat cantik sekali " tukas Nyonya Ahn.
" Terimakasih Ahjumma " ucap Jimin menghargai, sementara Jungkook malah sibuk mengupas dan memotong buah untuk Baekhyun.
" Apa mereka kau jodohkan Baek ?" tanya Nyonya Ahn. Para suami juga sudah beralih ke ruang depan. Jadi hanya tinggal istri dan uke yang ada di ruang tengah saat ini.
" Hanya Taehyung dan Jungkook. Jimin dan Yoongi mereka memang sudah ingin menikah sejak lama. Mereka sudah memasuki tahun kedua. Sementara Taehyung dan Jungkook baru menikah beberapa bulan lalu " jawab Baekhyun. Mereka mengangguk mengerti.
Di ruangan itu, Bambam dan Jihoon sibuk menonton televisi mengabaikan pembicaraan mereka.
" Berapa umurmu Jungkook-sshi ?" tanya Lucia langsung.
" Tahun ini 22 tahun noona " jawab Jungkook sopan.
" Jadi apa kau mencintai Taehyung ? sepertinya kau bukan dari keluarga kaya, apa kau terpaksa menikah dengan Taehyung ?" ucap gadis itu lancang. Keadaan menegang. Bahkan Bambam dan Jihoon menatap tidak suka kepada wanita anggun itu.
"Aku mencintai Taehyung noona. Terlepas dari kekayaan yang di punyanya. Dan untuk pernikahan aku sangat serius dengan Taehyung. Apa Noona sangat terobsesi dengan suamiku ?" tanya Jungkook langsung. Dia cukup paham dengan situasi yang ada di hadapannya, tidak sekali dua kali dia di tekan perihal hubungannya dengan suami tampannya.
" Bagaimana jika Taehyung tidak serius denganmu, dan apa kalian memiliki perjanjian dalam pernikahan kalian ? berapa lama harus bertahan ?" tanya wanita itu lagi. Jungkook sangat muak kepada orang-orang yang hanya memamerkan apa yang dia punya tanpa memikirkan apakah orang lain terluka atau tidak dengan ucapan yang mereka lontarkan.
" Maaf Lucia, bukankah ucapanmu lancang? Mengatai menantuku seenaknya" ucap Baekhyun tidak terima.
" Ahjumma, harusnya kau bisa mencari menantu yang pantas untuk anakmu. Aku yakin dia belum menyelesaikan studinya. Dia juga tidak kaya " balas Lucia.
" Noona, hentikan. Kau tidak tahu tata krama? Mengajari Mommy-ku untuk kepantasan dalam mencarikannya menantu, hm ?" kali ini Bambam yang ikut masuk dalam pembicaraan. Jungkook hanya menghela nafas kasar.
" Noona. Maaf jika aku sedikit menyakitimu. Aku mungkin tidak berpendidikan tinggi sepertimu. Dan aku memang belum menyelesaikan study-ku. Aku baru saja memasuki semester 5 tahun ini. Dan kalau kau tahu, aku sangat mencintai suamiku " jawab Jungkook dengan senyuman di wajahnya.
" Jadi kapan kau akan bercerai dengan Taehyung ? agar aku dapat menjadi istrinya ? Ahjumma pasti akan setuju " ucapnya dengan rasa percaya diri. Nyonya Ahn juga tersenyum,juga percaya putrinya akan menjadi menantu di rumah itu. Bambam berdecih, tidak setuju jika dia memiliki kakak ipar macam orang yang ada di depannya. Jihoon hanya mampu menenangkan Bambam dengan menepuk punggungnya pelan. Jimin hanya tersenyum, tahu benar Jungkook tidak akan kalah dalam perebutan Taehyung.
" Aku tidak akan pernah bercerai dengan Taehyung. Dan untuk perjanjian, aku memang membuat perjanjian dengan Taehyung, Noona" Jungkook menjeda kalimatnya membuat Baekhyun dan orang-orang disana cukup terkejut, tidak mengetahui jika kedua insan itu memiliki perjanjian dalam pernikahan mereka.
" Aku dan Taehyung melakukan perjanjian untuk sehidup semati dalam menjalani rumah tangga kami. Dan maaf noona, aku tidak akan pernah memberikan Taehyung kepada orang lain termasuk kau yang memiliki pendidikan lebih tinggi dariku. Aku pantas untuk Taehyung. aku akan mempertahankan Taehyung, dan maaf aku cukup egois agar dia hanya mencintaiku. Aku tidak bisa membaginya " jawab Jungkook. Wanita itu tersenyum remeh.
Mereka terdiam sampai Namjoon dan rombongannya datang. Sehun dan Luhan juga datang kesana. Tuan Ahn yang berada di luar bersama Chanyeol juga ikut masuk ke dalam, menyambangi keluarga yang baru datang.
" Oh, Luhan-sshi.. apa kabar ?" tanya Nyonya Ahn. Luhan tersenyum kepada salah satu pasien langganannya tersebut.
" Baik, Nyonya Ahn. Bagaimana kabarmu ?" tanya Luhan sopan.
" Baik Luhan-sshi. Oh, ini anakmu yang besar ya? Mana yang bungsu ? aku ingin mengenalkannya dengan Jacob, mana tahu kita bisa menjadi besan ?" mendengar ucapan Nyonya Ahn, Baekhyun mendengus. Lucu sekali tamunya ini, tidak dapat berbesan dengannya sekarang mengincar Luhan.
" Itu, Jungkook. Anak bungsuku. Menantu di Mansion ini, tidakkah Baekhyun menceritakannya kepadamu Nyonya ?" tanya Luhan dengan polos.
" O-oh dia anakmu " jawab Nyonya Ahn gugup. Sedikit menyesal telah berfikiran Jungkook tidak berasal dari keluarga kaya.
" Makanya Nyonya, jangan seenaknya menilai sesuatu dari luar. Kau mungkin juga tidak tahu jika Jimin-hyung adalah anak dari Jumyeon-ahjusshi. Kalian terlalu menilai sesuatu seenak kalian. Percuma pendidikan tinggi jika tata krama saja perlu di revisi " celetuk Bambam membuat Jin mengusak rambut pemuda cerewet itu.
Tuan Ahn sekeluarga terdiam. Tidak tahu menantu di dalam keluarga itu adalah anak-anak dari orang-orang terpandang. Meski penampilan mereka sederhana sekali.
" Jungkook-sshi, biar aku bantu " ucap Jacob yang ikut mengumpulkan sampah buah yang sedang di pungut Jungkook.
" Oh, terima kasih Jacob-sshi" jawab Jungkook dengan sopan.
" Sayang, Jisung menangis " Taehyung sedikit berteriak dengan menggendong anaknya yang tengah menangis. Jungkook menoleh dan tersenyum mendapati suami dan anaknya.
" Sini, Tae. Dia mungkin mengantuk " Taehyung menyerahkan anaknya ke gendongan Jungkook. Yoongi dan Guanlin juga ikut turun dengan Yoonji di gendongan Yoongi.
Keluarga Ahn cukup terkejut dengan kehadiran bayi-bayi itu. Di tambah Jungkook yang sangat dekat dengan bayi yang di berikan Taehyung kepadanya.
" Itu anak Taehyung dan Jungkook. Meskipun mereka baru menikah 3 bulan, mereka sudah memiliki anak " jawab Baekhyun. Kini saatnya dia angkuh mengalahkan keluarga sombong itu.
" Benarkah ?" tanya Nyonya Ahn mati kutu.
Taehyung mendekat ke arah istrinya yang sedang menepuk-nepuk pelan pantat Jisung yang ada di dalam gendongannya. Taehyung merangkul pinggang istri manisnya. Tidak salah jika Taehyung menyuruh Jungkook dandan cantik malam ini, dia bisa memamerkan kepada keluarga lain di depannya bahwa Jungkook sangat pantas untuknya.
" Jacob-sshi, bukankah istriku yang sekarang lebih terlihat manis daripada menjadi pemuda berkacamata yang kau tabrak dan tersiram kopimu tanpa mendapat permintaan maaf darimu di Perusahaan 2 hari yang lalu ?" tanya Taehyung dengan suara beratnya. Jacob tentu sangat terkejut, jika pemuda yang di depannya ini adalah yang ia bentak tengah hari.
" I-iya Taehyung-sshi " jawabnya gugup.
" Aku sangat mencintai istriku. Dan juga anakku. Jadi jangan berpikir seolah-olah ada yang pantas bersanding denganku selain Jungkook" ucap Taehyung yang menyindir telah putri keluarga Ahn tersebut.
Jangan tanya Taehyung tahu darimana istrinya di serang. Taehyung melihat di monitor CCTV ruang tengah yang ia pasang di ruang tengah. Dan dia, Yoongi dan Guanlin menonton acara debat tadi. Meninggalkan anak-anak mereka yang tengah bermain di kamar Taehyung.
" Sayang, kau yang terbaik, Saranghae " bisik Taehyung kepada istrinya itu sebelum membubuhi pipi Jungkook dengan ciuman hangat Taehyung.
.
.
Sequel 1 END
.
.
Maafkan di Chapter ini Ayah Taehyung dan Bunda Kookie belum mau buat adik untuk kakak Jisung. Karena bunda masih sibuk kuliah hehehe.. see ya next chap
.
