Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG Guys !

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…


.

.

LAST SEQUEL (long chapter )

-In Tempore-

.

.

Happy Reading !

.

..

.

Jungkook yang hamil anak kedua itu memang 'sangat wah' untuk suaminya, Taehyung. Peran Taehyung sebagai seorang suami di perlukan disini, dan Taehyung sendiri sangat senang dengan kenyataan tersebut.

" hyung, bagaimana keadaan Jungkookie ?" tanya Daniel kepada hyungnya tersebut. Saat ini berlatarkan di sebuah cafe, para suami sedang berkumpul. perihal kandungan Jungkook, kini sudah memasuki bulan ketiga dan Taehyung harus sangat siaga.

" Baik, dia sedang berada di Mansion utama sekarang. Dari malam tadi merengek ingin tidur bertiga dengan Daddy dan Sehun-appa. Dan kau pasti tahu apa yang terjadi setelah itu kan. Istri-istri mereka mana terima istriku yang mengidam ingin tidur dengan ayahnya, jadilah mereka tidur berlima dengan susun paku di kamar Daddy Mommy dengan Jungkook berada ditengah " jelas Taehyung, sambil menerawang bagaimana keadaan kamar Mommy Daddy-nya malam tadi, sangat ramai sekali. Dan Taehyung harus tidur di kamar lamanya dengan memeluk calon sulung yang terus merengek ingin dekat dengan ibunya, Taehyung harus membujuknya dengan iming-iming akan mengajak Jisung bertemu dengan Yoonji keesokan harinya jika anaknya itu mau tenang.

Kini Ayah Jisung tersebut sedang memakan ayam super pedas bukan Jungkook saja yang mengidam, ayah dari janin yang dikandung Jungkook belakangan ini juga sedikit bertingkah aneh, buktinya Taehyung yang tidak pernah bisa memakan makanan pedas sekarang memakan ayam dengan level pedas tertinggi yang disediakan oleh cafe tersebut.

Semua yang ada disana terkekeh mendengar cerita memang sedang makan siang dengan selingan obrolan mengenai pengalaman dan cerita suka duka mengenai istri yang hamil.

" Mommy dan Luhan-eomma tidak mau mengalah demi cucu mereka ?" kali ini Seungcheol yang bertanya. Suami Jeonghan itu sedang duduk di antara Namjoon dan Jackson.

" Jangan bercanda, mana mau mereka membagi suami tercinta dengan orang lain, termasuk Jungkookie. Kata Mommy, sayang sih sayang tapi aku tidak akan pernah membagi Yeollie-ku untuk orang lain, maafkan Mommy ne Kookie " ucap Taehyung meniru apa yang dikatakan Mommy-nya malam tadi ketika Jungkook merengek. Bahkan eyeliner satu set terbaru yang di janjikan Taehyung untuk Baekhyun jika Baekhyun memberikan izin kepada menantunya untuk memeluk Chanyeol ketika tidur tidak mempan sama sekali.

" Bayi kalian aneh-aneh ya mintanya Tae " ucap Jackson menimpali, dari tadi pemuda Wang tersebut sibuk mencomot kentang di piring Seungcheol.

" Setidaknya Jungkook dan bayiku senang, hyung " saat Taehyung berbicara seperti itu, ponselnya Ayah mertua tertera di layar ponsel canggih Taehyung.

" Yeoboseyo, appa "

"/ kau dimana Tae ?"

" Lagi makan siang di depan kantor appa, ada apa appa?"

"/ kemarilah, ke ruangan Daddymu. istrimu menangis"

" Menangis ? Jungkook di kantor ? Bukankah dia di Mansion utama, appa?"

"/ tadi dia ikut denganku ke kantor Daddy-mu, merengek ingin bertemu denganmu dan karena dia tidak mendapatimu dia menangis"

" O-oh baik appa, aku segera kesana" Taehyung menghela nafas setelah memastikan ayah mertuanya mematikan telepon di ujung sana.

" Ada apa, Tae ?" tanya Yoongi penasaran.

" Jungkook menangis hyung, dia di ruangan Daddy bersama appa sekarang, sepertinya aku harus pergi, aku duluan hyung" Taehyung bangkit dan pergi meninggalkan rekan satu kantornya disana.

" Sepertinya perjuangan Taehyung di mulai" ucap Namjoon.

" Tapi hyungdeul, Kehamilan Jungkook yang sekarang terkesan manja sekali. sewaktu hamil Jisung, Jungkook kalem sekali, bahkan dia hanya ingin makanan sederhana dan tidak mau merepotkan orang lain. Aku dan Ongie mengatakan jika membutuhkan atau menginginkan sesuatu jangan sungkan untuk meminta tapi Jungkook bilang bayinya tidak ingin apa-apa" jelas Daniel. Pemuda Kang itu dari tadi sibuk mencomoti dessert yang berada di tengah meja mereka.

" Mungkin saja anak kedua mereka ingin lebih dekat dengan ayahnya atau kemungkinan Jungkook hamil anak perempuan " tutur Jackson dan mereka hanya mengangguk setuju, memang benar kehamilan kali ini, Jungkook sangat manja dengan Taehyung. apa-apa Taehyung dan harus berada di dekat Taehyung. Sering sekali mereka mendapati Taehyung keluar dari kantor dan jika ditanyai dia akan menjawab, Jungkook menelepon dan mengatakan membutuhkannya.

.

.

Taehyung terburu memasuki ruangan Founder Perusahaan raksaa tempat ia kerja. dan masuk setelah diberi izin. saat membuka pintu ruangan itu, Taehyung melihat Jungkook tengah terisak di dalam pelukan Sehun, mertua Taehyung. Sehun bernafas lega melihat Taehyung yang baru datang

" Itu suami tersayangmu sudah datang, jangan menangis lagi" ucap Sehun gemas sekali dengan anaknya. Dari tadi Sehun maupun Chanyeol sudah mencoba menenangkan Jungkook tapi tidak berpengaruh sama sekali. Jungkook hanya ingin Taehyung, Taehyung saja bukan yang lain.

" Hiks..hiks, appa bohong" isak Jungkook kembali, hidung dan pipi gembulnya memerah, membuat 2 laki-laki berumur itu terkekeh pelan, sementara Taehyung masih berdiri dekat pintu.

" Sayang!" panggil Taehyung. Jungkook yang mendengar suara suaminya langsung menoleh dan berdiri, menghampiri Taehyung dengan sedikit berlari dan menubruk wakil pimpinan department bangunan tersebut.

" Hei, kenapa berlari ? nanti anak kita pusing" Taehyung memeluk Jungkook dan mengusap pelan punggung Jungkook dan mengajak Jungkook duduk di sofa ruangan ayahnya tersebut. Meskipun kedudukan CEO sudah di pegang oleh Namjoon, sepupu Taehyung, tapi ayahnya selaku pendiri perusahaan besar tersebut masih sering ke kantor dan membantu Namjoon untuk mengontrol perusahaan mereka. Taehyung jelas mengerti sekali bagaimana gila ayahnya itu dalam bekerja, dia tidak akan bisa diam di rumah dan tidak melakukan apa-apa. Suami Baekhyun itu sangat suka bekerja kecuali dalam hari-hari tertentu yang tidak akan muncul di perusahaan, bukan untuk bekerja diluar kota atau luar negeri tapi ia akan menghabiskan waktu berduaan dengan Mommy Taehyung di Mansion, yang berakibat Mommy-nya itu tidak akan berjalan dengan baik selama beberapa hari dan lehernya akan dihiasi ruam-ruam hasil karya Daddy-nya itu.

..

Kini Taehyung masih mengusap punggung Jungkook yang sedang tenggelam dalam dekapannya. Jungkook duduk dipangkuan Taehyung.

" Sayang, lihat sini" Taehyung melonggarkan pelukannya sampai ia bisa melihat Jungkook yang tengah memerah dan pipinya yang menggembung, di tambah matanya yang membengkak, Jungkook terlihat sangat menggemaskan dimata Taehyung. Taehyung mengambil selembar tisu di meja yang ada di depannya dan kemudian mengusap pelan pipi Jungkook, menyeka sisa-sisa air matanya kekasih hatinya itu, berapa lama istri tercintanya itu menangis?

" Taehyung, kangen~" rengek Jungkook.

" Iya sayang. Aku juga merindukanmu. Maaf tadi meninggalkanmu tanpa pamit, tadi kau lelap sekali tidur, jadi aku tidak mau mengganggumu " ucap Taehyung, ia mengecup pelipis Jungkook dengan lembut. Ia tahu Jungkook akan mencarinya setelah bangun tidur, sudah menjadi kebiasaan oleh si manis itu mendapatkan kecupan hangat dari suami tersayangnya sebelum berangkat kerja, dan pagi ini ia tidak mendapatkannya, tentu saja sekarang dia rindu.

" Tadi pagi kau tidak menciumku, kan ?" tuding Jungkook. Jungkook memainkan kancing kemeja Taehyung, bibirnya ia manyunkan menandakan ia sedang merajuk kepada Taehyung. Mengabaikan eksistensi dua pria paruh baya dalam ruangan itu.

" Siapa bilang ?" tanya Taehyung.

" Aku ! kau tidak menciumku" tukas Jungkook. Dia memang masih tidur tadi pagi saat Taehyung berangkat.

" Aku sudah menciummu sayang. Bahkan aku juga sudah pamit dengan bayi kita, kau saja yang keasyikan tidur, hum ? kau sudah makan siang ?" tanya Taehyung lembut, Jungkook spontan menggeleng.

" Daddy !" teriak Jungkook kepada Chanyeol.

" Apa Kookie?" jawab Chanyeol, mendapati menantunya itu tengah menatapnya dengan tatapan memohon.

" Aku mau Taehyungie tidak bekerja selama aku hamil, boleh?" pinta Jungkook.

" Sayang!" Taehyung tidak mungkin tidak bekerja.

" Kau tidak mau menemaniku ? ya sudah aku pergi ke Daniel-hyung saja" Jungkook baru saja akan bangkit dari pangkuan Taehyung.

" Dad,kabulkan saja permintaan kelinci-ku ini" putus Taehyung, yang langsung mendapat ciuman dari Jungkook, bahagia bukan main dia saat ini.

Taehyung mau tidak mau harus menjalani tugas mendampingi pimpinannya, Myungsoo untuk rapat ke Boston. Jungkook pasti tidak akan mengizinkannya mengingat kehamilannya yang sudah 9 bulan. Meskipun masa-masa sulit Taehyung di bulan-bulan pertengahan hamil Jungkook sudah berakhir, tapi sekarang ini tetap saja Taehyung menghadapi istri manisnya, orang yang tidak akan melepaskan Taehyung dari pandangannya sedetikpun.

Taehyung menghela nafas, bergantian melihat isi pesan dari Myungso dan Jungkook yang tengah duduk di seberang sofa sambil mengemil cookies di dalam toples yang ia peluk.

" Sayang.." panggil Taehyung. Jungkook pun menatap Taehyung, melepaskan fokusnya dari acara makan cookies-nya.

" Aku akan pergi ke Boston beberapa hari,pimpinan departmen membutuhkan pendamping untuk presentasi dengan perusahaan yang akan di ajak kerja sama" tukas Taehyung. Jungkook diam sebentar sebelum suara semangatnya mengagetkan Taehyung.

" Aku ikut ! aku akan ikut denganmu Taehyung" semangat Jungkook, membuat Taehyung yang kini terdiam.

" Ikut! ikut! ikut!" kali ini Jungkook berseru ditambah dengan badannya yang berlonjak naik turun, mengabaikan fakta jika ada bayi kedua Taehyung yang tengah pusing di dalam perutnya karena ia terus melonjak. Taehyung meringis menatap Jungkook yang kini seperti bola basket yang terus memantul.

" Sayang.. sayang, berhenti ! nanti bayi kita pusing" Taehyung mendekat dan memegang lengan Jungkook agar pemuda manis itu berhenti.

" Aku ikut atau kau tidak pergi sama sekali" ancam Jungkook kepada Taehyung dengan mata tajamnya. Jungkook melepaskan tangan Taehyung yang masih memegang lengannya dan dia beranjak disana. Meninggalkan Taehyung dengan muka memelas yang masih bingung kenapa mood-swing istrinya itu belum juga hilang padahal sebentar lagi anak kedua mereka lahir.

Setelah merasa yakin denga keputusannya, Taehyung menyusul Jungkook yang tengah melihat anak pertama mereka, Jisung yang tengah bermain dengan putri Yoongi dan Jimin di kamar bermain Jisung. Jungkook tersenyum di dekat pintu saat melihat jagoannya dan kebanggaan Jimin yang tengah tertidur lelap di dekat mainan mereka. Mereka pasti lelah karena bermain terus. Jungkook sedikit terkejut mendapati pelukan dari langsung tahu dari wanginya, siapa lagi kalau bukan suami tercintanya, Kim Taehyung. Jungkook juga tidak tahu kenapa dia merasa kesal saat Taehyung memberitahu jika ia akan pergi ke Boston. Padahal ia sudah meminta hak istimewa kepada Daddy mertuanya untuk memiliki Taehyung 24 jam dikali 9 bulan sampai ia melahirkan. Jujur saja ia sangat butuh Taehyung, tidak tahu mengapa kehamilannya kali ini sangat membutuhkan Taehyung. dia tidak ingin Taehyung sibuk dan mengabaikannya. Intinya Jungkook hanya mau Taehyung.

" Maafkan aku, kau boleh pergi lusa denganku tapi dengan syarat kau harus kontrol kehamilan kepada dokter kandunganmu sebelum kita pergi, hum ?" Taehyung berbisik kepada Jungkook, tangan panjangnya dari tadi sibuk mengelus perut buncit Jungkook. Taehyung senang sesekali tangannya mendapat tendangan dari si buah hati yang mereka sendiri belum tahu jenis mengangguk pelan. Taehyung memutar balik badan Jungkook untuk menghadap ke arahnya. Kemudian anak sulung keluarga Kim itu berlutut, menyamakan wajahnya dengan perut si bunda kelinci.

" Aigoo, anak ayah senang sekali, eoh ?" Taehyung mengecup perut Jungkook yang berlapis kemeja kebesaran Jungkook.

" Baik-baik disana ya nak, jaga bunda untuk sementara. Ayah, bunda dan kakakmu mencintaimu. sehat selalu sampai kau hadir ke dunia, selamat malam anak ayah" Taehyung kembali mengecup perut Jungkook sebelum berdiri.

Taehyung berdiri dan mengecup pelan bibir Jungkook yang merekah itu. " Nah sekarang ayo kita tidur, Bunda. kau harus fit karena besok kita akan sangat sibuk"

.

.

Hari ini adalah keberangkatan mereka ke Boston. Mereka naik helikopter pribadi milik Chanyeol. Mengingat Jungkook tidak akan bisa berdesakan karena perutnya yang besar dan mereka membawa Jisung dan Yoonji. Awalnya Taehyung hanya akan pergi berdua dengan Jungkook, tapi Jimin menyuruh mereka untuk membawa anak-anak, Jisung dan Yoonji. Karena Jimin yang tengah sibuk mendampingi Yoongi ke Busan untuk menghadiri rapat umum Perusahaan mereka, jadi pasangan mini itu menyuruh mereka membawa si gadis kecil Min. Baik Yoonji ataupun Jisung, bagi mereka jika ada satu sama lain ditambah dengan mainan dan susu mereka akan anteng. Tidak akan merecoki orang dewasa. Yoonji juga akan senang jika ia bertemu dengan Jisung, ia akan melupakan Appa dan eommanya. Mereka berdua sangat pengertian dengan kesibukan orangtua mereka. Tapi meskipun begitu, Keluaga Kim ataupun keluarga Min akan berusaha membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga, mereka juga akan bergantian menjaga anak-anak mereka agar anak-anak mereka tidak merasa mendapatkan kurang perhatian dari orangtua mereka. Jangan lupakan dalam perjalanan mereka kali ini pasangan Guanlin dan Jihoon ikut, pasangan itu akan menjaga anak-anak sekaligus liburan.

" Tae, Myungsoo-hyung ?" tanya Jungkook saat mereka di dalam besi terbang tersebut, saat ini Jungkook tengah bersandar di dada suaminya.

" Myungsoo-hyung sudah sampai 3 hari yang lalu sayang. aku akan kerja lusa, jadi besok masih bisa istirahat. Jika tidak ada perubahan rencana kita akan di Boston selama seminggu, apa kau keberatan ?" Taehyung mengusap surai legam milik istrinya. Membiarkan sang belahan jiwa nyaman dengan perlakuan yang ia berikan.

" Tidak, kedengarannya sangat menyenangkan. Aku suka " ucap Jungkook antusias. Taehyung hanya mendengus geli dengan penuturan istrinya itu, sangat semangat sekali. Perut besarnya tidak menghalangi kegiatan yang ia lakukan. Taehyung berpikir saat menatap perut Jungkook yang besarnya lebih dari orang hamil pada umumnya. Entah faktor badan Jungkook yang saat lebih berisi dari biasanya, atau mungkin anak mereka kembar, Taehyung pernah berpikiran seperti ini. Taehyung tidak masalah anaknya perempuan atau laki-laki, kembar atau tidak, yang terpenting anak mereka lahir dengan selamat.

" Tidur Bae, perjalanan kita masih lama" Taehyung mengingatkan.

" Anak-anak, Tae ?" tanya Jungkook.

" Mereka di depan, bersama Guanlin dan Jihoon, mereka baik-baik saja sayang. Tadi aku sudah memasukkan botol susu mereka ke dalam tas kecil mereka. Jadi sekarang bunda dan adik bayi tidur ya, biar ayah jaga " ucap Taehyung sambil mengecup pelipis istrinya itu lembut.

..

Sesampainya di Boston, di salah satu apartemen milik keluarga Kim, mereka langsung mengistirahatkan diri. Bahkan Jisung dan Yoonji yang biasanya aktif langsung tertidur saat Guanlin dan Jihoon bawa mereka ke dalam kamar. Taehyung sudah menerima beres apartemen yang bersih saat datang, orang-orang ayahnya sudah membersihkannya kemaren. Apartemen ini hanya akan ada penghuninya jika Chanyeol dan anggota keluarganya datang untuk bisnis atau berlibur. Chanyeol memang sengaja membeli apartemen di negara-negara di tempatnya membuka cabang perusahaan. Selain di Boston, di Kanada, California dan Las Vegas juga ada apartemen atas kepemilikan Chanyeol ataupun Baekhyun.

" Tae, disini ada Jennie-noona, kan?" tanya Jungkook. Dia mengamati suaminya yang sedang membongkar koper dan menata pakaian mereka ke dalam lemari yang ada di kamar sementara mereka.

" Hum.. iya, apartemen Jennie dan Sungjae ada beberapa blok dari tempat kita" jawab Taehyung, membuat Jungkook mendecak kagum.

" Pasti menyenangkan tinggal disini" celetuk Jungkook. Taehyung hanya tersenyum mendengar penuturan istrinya itu. Pemuda manis yang tengah mengandung itu mengayunkan kakinya yang menggantung, tidak menapak ke lantai.

" Yakin kau berpikiran seperti itu ?" tanya Taehyung, Jungkook hanya mengangguk lucu, membuat poninya bergoyang seirama dengan sekali.

" Nanti kau tidak akan bisa bertemu dengan Jiminie, Seongwoo, Jeonghan, Jin-hyung, Mommy, eomma, Bambam, terus kau juga tidak bisa makan daging sapi korea, ramyeon, Bingsu te-"

" Okay, aku pikir tidak ada senyaman Mansion kita. Aku melupakan jika aku pernah tinggal di London selama belasan tahun. Astaga.. aku merasa sudah lama tinggal denganmu sampai-sampai aku lupa jika aku pernah tinggal di luar negeri" ucap Jungkook antusias sekali.

" Hyung ! kalian tidur ? kami kelaparan hyung !" teriak Jihoon dari luar, membuat Jungkook terkikik. Jungkook pun bangkit dan membukakan pintu untuk si bungsu park itu.

" Kalian selalu saja kelaparan. Kalian tidak lelah ?" tanya Jungkook ketika mendapati Jihoon yang tengah berdiri, masih memakai pakaian saat mereka pergi tadi.

" Aku tidak bisa tidur jika lapar hyung. Ayolah, cacing-cacingku sudah konser, hyung" jawab Jihoon sambil memelas. Taehyung bangkit dan menyusul Jungkook. Pemuda Kim itu berdiri di samping istrinya.

" Sabar sebentar ya Ji, sebentar lagi Minhyun akan datang kemari, aku juga sudah pesan untuk membawa makanan sekalian " ucap Taehyung.

" Minhyunie-hyung? Dia disini? Aku merindukannya hyung ! Sudah berapa bulan kandungannya sekarang ya ?" gumam Jihoon.

" masuk 5 bulan sekarang Ji, tapi dia malah tugas disini, sambil menemani Hyunbin-hyung sementara kerja disini dia juga ikut kerja disini" jawab Jungkook. bersamaan dengan itu bel apartemen mereka berbunyi. Langsung saja mereka menuju pintu melihat siapa tamu yang datang.

" Minhyunie-hyung !" Jihoon langsung memeluk Minhyun, dibelakang pemuda putih itu ada sang suami yang tengah membawakan kantong berisi makanan untuk mereka semua.

" Hoi Tae! aku terpaksa bolos karena Hyunie dari tadi merengek minta ditemani ke tempat kalian" sapa Hyunbin sambil memamerkan kantong makanannya.

" Kau CEO-nya disini, tak apa bolos sesekali, ayo masuk " ajak Taehyung.

" Tapi kau pewarisnya, meskipun aku CEO disini tetap saja cabang dari Universe, bodoh ! keponakanku mana?" tanya Hyunbin sambil memberikan kantung tersebut kepada sang istri, agar mereka dapat membuka dan menghidangnya, sementara Taehyung dan Hyunbin duduk di sofa ruang tengah.

" Tadi mereka istirahat bersama Guanlin, Ji.. bisa kau panggil Guanlin kemari?" teriak Taehyung yang langsung mendapat jawaban 'iya' dari di arah dapur.

.

.

Jika tidak ada halangan bayi mereka kemungkinan akan lahir dalam waktu 2 minggu dari sekarang, tapi Minhyun tetap harus mendampingi si ibu hamil yang masih saja aktif mengikuti kemana suaminya bekerja. hari ini mereka berdua sedang berada di ruang tunggu, ini sudah hari ketiga Taehyung bekerja. Guanlin, Jihoon dan anak-anak sengaja dibawa jalan-jalan oleh Jennie mengelilingi kota tersebut. Didalam ruangan tersebut terdapat sebuah monitor besar yang menampilkan rapat. Jungkook tidak bisa jika tidak melihat Taehyung dan Jungkook tentu tidak diizinkan masuk ke dalam ruang rapat, maka mereka membuat solusi tersebut, Jungkook dapat melihat Taehyungnya di dalam monitor di lain tempat.

" Hyung, apa bayimu baik-baik saja ?" tanya Jungkook, dari tadi ia terus mengelus perutnya, si adik bayi terus menendang-nendang.

" Baik, kau tahu sewaktu Hyunbin mendengar detak jantung bayi kami dia menangis haru" ucap Minhyun. kandungan Minhyun memang tidak terlihat meskipun sudah memasuki usia 5 bulan, mungkin dikarenakan Minhyun yang tinggi.

" Tentu saja hyung. Hyunbin-hyung mungkin bahagia sekali karena ini juga kan anak pertama kalian berdua. Dan akan menjadi calon untuk Woojin. Astaga aku tidak menyangka jika kau sudah memboking Woojin untuk menjadi menantumu hyung" ucap Jungkook sambil tertawa.

" Jangan kau lupakan jika sekarang Seongwoo sudah hamil 7 bulan untuk calon pendamping bayi yang masih kau kandung, aku dengar anak mereka yang kedua juga berjenis kelamin laki-laki" tukas Minhyun menimpali.

" Haha, kau benar hyung. ini karena Taehyung yang bersikeras sekali menjodohkan Jisung dengan Yoonji, makanya Ongie-hyung tidak mau kalah sementara Woojin sudah kau jodohkan dengan anakmu hyung, jadilah mereka membuat anak lagi" balas Jungkook. dia menatap suaminya sudah selesai rapat. sebentar lagi mereka akan keluar dari ruangan VVIP yang terletak di lantai 32 itu. Jika tidak ada bincang-bincang maka mereka akan segera turun. Tapi di dalam monitor, Jungkook dan Minhyun melihat suami mereka bercengkerama dengan wanita-wanita yang juga peserta rapat, disana juga ada Sungjae.

" Sialan, mereka tidak tahu apa jika kita sedang menunggu disini " umpat Minhyun, tangannya langsung di cengkram oleh Jungkook. Minhyun mendapati istri Taehyung itu sedang kontraksi, keringat dingin sudah membanjiri pelipis Jungkook dan rintihan sakit terdengar oleh Minhyun.

" hy-hyung, sa-sakit" rintih Jungkook.

" Tenang Kookie, kita akan segera ke rumah sakit, sekarang kau sabar sebentar aku akan menghubungi Hyunbin Sialan itu, kita akan ke rumah sakit segera" Minhyun langsung menyambar ponselnya yang berada di atas meja dengan satu tangannya tetap menggenggam tangan Jungkook.

Beberapa kali menghubungi tapi suaminya itu acuh saja, menganggap telepon dari Minhyun tidak penting, paling juga ia hanya ingin mendengar suara Hyunbin atau sekedar memarahi Hyunbin dan Taehyung karena sedang berbicara dengan wanita.

" Bangsat!" umpat Minhyun kembali, mukanya sudah memerah karena marah melihat kelakuan suami dan sahabatnya itu. Minhyun kembali melihat Jungkook yang tambah pucat.

" Sabar Kookie, sebentar lagi" jujur saja Minhyun sudah ingin menangis melihat Jungkook yang sedang kesakitan. Ketika di dalam monitor Minhyun melihat Sungjae langsung saja dia menelepon pemuda itu. Tepat pada dering kedua Sungjae menjawab.

" /Yeob-"

" Aku tidak tahu ingin marah atau senang melihat tingkah Hyunbin dan Taehyung, sekarang kau suruh mereka turun karena Jungkook akan segera melahirkan. tidak kemari dalam waktu 5 menit aku pastikan nama mereka tidak akan ada didalam akta kelahiran anak kami. cepat!"

"/Baik hyunie, aku juga akan segera turun" Melihat Sungjae yang terburu berbicara kepada mereka berdua membuat Minhyun sedikit bernafas lega.

" Kookie, mereka akan segera turun" Minhyun berusaha menenangkan Jungkook.

" Bayinya tidak bisa sabar, hyung. dia ingin keluar, hiks..hiks" isak Jungkook. sakit sekali rasanya. Minhyun pun berusaha memapah Jungkook keluar dari ruangan itu. menjelang lobi, mereka bertemu dengan ketiga pemuda yang tadi di teleponnya.

" Sayang" Taehyung langsung menggendong Jungkook, Sungjae sudah berlari menuju basemen tempat mobil mereka terparkir. Hyunbin berusaha meggenggam tangan Minhyun tapi langsung di tepis oleh Minhyun.

Mobil Sungjae datang, Taehyung langsung masuk ke jok belakang mobil itu dengan Jungkook, menyusul juga Minhyun disampingnya. Hyunbin duduk disebelah Sungjae. Minhyun menelepon rumah sakit yang akan menjadi penanggungjawab keluarga Perusahaan Universe disini.

" Halo, aku dokter Minhyun Kwon, siapkan ruang operasi caesar untuk menantu Founder Perusahaan Universe, sebentar lagi kami akan datang"

..

Sesampainya di rumah sakit, Minhyun langsung mengiringi Jungkook masuk ke dalam ruang operasi, Taehyung juga ikut masuk.

" Tenang sayang, kau istriku yang hebat, kau harus kuat melahirkan bayi kita. Aku mencintaimu" Taehyung menggenggam tangan Jungkook guna menguatkan istrinya itu. sesekali Taehyung juga mengusap airmata Jungkook yang keluar dari sudut matanya.

Untuk Taehyung, ini memang bukan pertama kalinya ia melihat persalinan, karena dulu ialah yang menemani Irene melahirkan Jiwon, sepupu kecilnya.

Jungkook menggenggam kuat tangan Taehyung, kontraksinya sangat kuat dibanding saat ia mengandung Jisung dulu. anak keduanya ini sangat aktif sekali.

" Tae.." lirih Jungkook. Kesadarannya sudah hampir hilang, tapi Jungkook berusaha untuk tetap sadar, karena ia ingin mendengar tangis dan melihat anaknya untuk pertama kalinya.

Beberapa saat setelah dokter dan perawat bekerja sama untuk membedah perut Jungkook dan mengeluarkan bayi mereka, jujur saja Taehyung tak kuasa menahan tangis saat melihat itu, melihat orang yang ia cintai melahirkan buah hati mereka.

" Kau yang terhebat sayang " bisik Taehyung sebelum mengecup pelipis Jungkook. Dokter langsung menyerahkan bayi tersebut kepada Minhyun sebelum memberikan kepada Jungkook. Taehyung tersenyum haru menatap bayi mereka, cantik sekali seperti ibunya. Dokter dan perawat kembali bekerja sama untuk menutup pembedahan tadi.

" Ini anak kalian, cantik sekali" Minhyun meletakkan bayi itu di dada Jungkook. Jungkook senang karena bayinya langsung nyaman dalama dekapannya.

" Bayi kita, Tae" ucap Jungkook. Tenaganya sudah habis dan Jungkook merasa mengantuk sekali. Taehyung mengecup pipi bayi baru lahir itu, mengesampingkan bau darah dan anyir dari bayi kecil yang baru keluar dari perut istrinya.

" Selamat datang ke dunia princess" bisik Taehyung kepada bayinya.

.

.

Sekarang di ruang inap Jungkook sudah ada Jennie dan pasukan. Tadi Sungjae memberitahu istrinya itu jika Jungkook akan melahirkan, Jennie yang sedang membawa Guanlin, Jihoon dan anak-anak ke wahana permainan pun langsung meluncur ke rumah sakit.

" Adik bayi, mana mom?" tanya Jisung kepada Jennie, dari tadi si sulung itu sibuk menanyai dimana adiknya. Yoonji juga antusias ingin meihat adik bayi.

" Masih sama dokter, adik bayi masih harus bobok dulu sayang, nanti Jisung dan Yoonji bisa bertemu dengan adik bayi, Okay ?" ucap Jennie kepada kedua bocah yang duduk anteng disofa, di apit oleh Jennie dan Sungjae. Kedua bayi itu mengangguk antusias, seolah mengerti sekali.

" Lama sekali Kookie-hyung bangun" lirih Jihoon. Pemuda manis itu dari tadi menunggui Jungkook, duduk di samping Jungkook yang masih tertidur. Di seberangnya ada Taehyung yang juga menunggui istrinya itu.

" Minhyun kenapa lama sekali ?" tanya Sungjae. 15 menit yang lalu Minhyun di panggil seorang perawat rumah sakit itu.

" Tae !" Minhyun dari luar langsung menerobos dengan nafas yang tidak teratur.

" Sayang, ada apa?" tanya Hyunbin yang langsung mengarah ke arah istrinya yang terlihat panik.

" Bayimu.. ayo ikut denganku" Minhyun mengabaikan elusan di punggungnya oleh Hyunbin dan langsung menarik Taehyung ke ruang perawatan bayi. Taehyung yang melihat Minhyun panik juga merasa was-was.

'ada apa dengan bayinya?'

'apa baik-baik saja?'

.

.

Taehyung melihat bayinya dari luar kaca, di dalam sana bayinya sedang dirawat oleh 4 orang perawat dan satu orang dokter. Taehyung tidak tahu benda apa-apa saja yang menempel di tubuh bayinya, tapi yang Taehyung tahu bayinya sedang kesakitan dan menderita di dalam sana.

" Bayiku kenapa, Hyun-ah?" tanya Taehyung.

" Bayimu alergi dengan susu formula, dan mereka terlambat mengetahuinya.. bayimu dan dokter kini sedang berusaha" ucap Minhyun sambil menguatkan Taehyung.

" Apa ada di dalam keluargamu yang alergi dengan susu sapi?" tanya Minhyun.

" Ada. Daddy, aku dan Jennie, kami tidak bisa minum susu sapi, kami akan sesak nafas jika minum susu itu " jawab Taehyung.

" Kemungkinan itu yang menurun kepada Princess" tanggap Minhyun. Jennie, Guanlin dan Jihoon menyusul mereka. Sama seperti Taehyung, mereka terkejut mendapati bayi yang baru lahir beberapa jam itu sedang ditangani medis. Bahkan Jihoon sudah menangis di dekapan Guanlin.

" Astaga.. keponakanku, dia alergi susu?" tanya Jennie hati-hati. Minhyun mengangguk.

" Oppa, Jungkook sudah bangun. Sekarang kau temui dia sekarang. kami akan menunggu disini. Jisung dan Yoonji sudah dibawa makan ke kantin rumah sakit oleh Sungjae dan Hyunbin, sekarang bicarakan baik-baik dengan Jungkook mengenai Princess, Oppa" tutur dukungan dari adik-adiknya Taehyunng langsung ke kamar istrinya.

..

" Hei sayang, kau sudah bangun ?" ucap Taehyung sambil tersenyum, meski matanya sembab karena menangis barusan tapi Taehyung berusaha menutupinya. Jungkook tersenyum mendapati suaminya yang baru datang.

" Jahat sekali, kalian malah melihat bayi kita sendiri, meninggalkanku " rajuk Jungkook. Taehyung mendekat dan mengecup lembut pelipis istrinya juga mengelus dan mencium punggung tangan Jungkook. Jungkook sadar, apa yang dilakukan suaminya itu adalah untuk menenangkannya, sudah paham benar dengan sikap suaminya itu.

" Taehyung, ada apa dengan bayi kita?" tanya Jungkook langsung

" Sayang"

" Jawab aku Taehyung, ada apa dengan bayi kita ? kenapa kau menenangkanku ? dan itu sebabnya semua orang pergi ? Bayi kita kenapa?" Jungkook sudah tidak bisa membendung air matanya.

" Berjanjilah untuk tenang, Okay?" Taehyung kembali mengecup pelipis Jungkook. Jungkook mengangguk pelan.

" Bayi kita sedang berjuang sayang, dokter juga berjuang bersamanya. Dia sedang ditangani karena dia alergi susu formula sayang" ucap Taehyung. dan Jungkook menangis sejadi-jadinya.

" hiks..hiks.. anakku.. bayi kita Tae" Jungkook berusaha memberontak, tapi Taehyung juga menahannya dengan pelukan.

" Sayang, hei.. kau harus kuat demi anak kita, demi Jisung sayang.. jangan seperti ini nanti jahitan diperutmu terbuka" Taehyung juga tidak tahan sebenarnya untuk menangis. Lama Taehyung menenangkan Jungkook sebelum Jennie dan Minhyun masuk ke dalam ruangan mereka membawa kabar baik.

" Bayi kalian sudah stabil. Jungkookie tenanglah " Minhyun mengingatkan. Mendengar penuturan Minhyun tangisan Jungkook sedikit mereda.

" Sekarang bayi kalian di susui oleh seorang wanita yang juga baru selesai melahirkan. Aku melihatnya tadi. Tadi dokter menyarankan agar Jungkook yang menyusui bayi kalian " kali ini Jennie yang berbicara.

" Bagaimana mungkin noona?" lirih Jungkook.

" Bisa jika kau operasi kantung susu dan suntik hormon. maka semuanya akan mungkin. Mommy juga pernah melakukan itu sewaktu melahirkan Tae-oppa. Kookie, aku dan Tae-oppa juga alergi susu sapi dan susu formula, karena itulah Mommy melakukan operasi tersebut agar kami mendapatkan ASI" jelas Jennie meyakinkan Jungkook.

Jungkook menatap Taehyung meminta persetujuan, dan Taehyung pun mengangguk.

" Kau harus berjuang sedikit lebih keras lagi untuk anak kita, Bae. Aku percaya kepadamu" ucap Taehyung.

" Berapa lama waktunya hyung?" tanya Jungkook. Kali ini dia menyeka sendiri sisa-sisa air matanya. Mencoba bertahan untuk Taehyung dan anak-anaknya.

" Seminggu, dari kau persiapan operasi dan penyuntikan hormon, kita membutuhkan waktu seminggu. Kau tidak bisa bertemu dengan bayimu untuk sementara" jelas Minhyun. Jungkook mengangguk. Seminggu menunggu lagi tidak apa-apa.

" Hy-hyung, apa nanti aku memiliki payudara? seperti perempuan-perempuan?" tanya Jungkook. Dia belum pernah melihat seorang laki-laki melakukan operasi itu.

" Tidak, kalau itu yang kau khawatirkan maka itu tidak akan terjadi. Karena laki-laki memiliki dada yang cukup bidang dibanding perempuan maka dadamu tidak akan membesar. Tapi akan terjadi perubahan pada putingmu, mungkin akan melebar dan membesar, karena bayimu perlu menyedot ASI dari sana" jelas Minhyun lagi. Taehyung yang mendengarnya merona. Membayangkan jika istrinya benar-benar melakukan operasi tersebut.

" Astaga, Oppa ! kau memang mesum seperti Daddy dan Sungjae!" Jennie melemparkan kaleng soda yang ia pegang. Tepat mengenai kepala Taehyung, membuat suasana tegang disana digantikan kekehan dari mereka.

" Oh ya, Mommy dan eomma akan datang kemari. Mereka akan memberikan pengarahan kepadamu. Jiminie-oppa dan Seongwoo-oppa juga akan datang buat menyemangatimu, kau tidak sendirian berjuang Kookie" tutur Jennie dengan senyum di wajahnya.

" Kookie, kau akan bertemu dengan bayimu sebentaar lagi. Oh, aku dan Ongie juga akan melakukan operasi itu, kami juga ingin anak kami mendapatkan ASI dari kami sendiri" Minhyun mendekat dan langsung memeluk Jungkook.

.

.

Hari ini adalah hari terakhir waktu seminggu yang dijanjikan Minhyun untuk dia bertemu dengan anaknya segera. 2 hari belakangan Jungkook melakukan pemulihan, ditemani oleh Taehyung dan teman-temannya yang lain. Mommy dan eommanya juga datang untuk menemaninya ataupun beralih ke ruang bayinya dan Taehyung, yang dijuluki 'Princess' oleh Taehyung.

Jungkook cukup bahagia dengan melihat foto yang disodorkan Taehyung dan membicarakan putri kecil mereka saat berdua. Jisung dan Yoonji juga sering bersahutan membicarakan adik baru mereka. Untuk ASI pengganti, Taehyung memberikan pendidikan untuk anak si ibu yang mendonorkan ASI-nya untuk Princess, karena si ibu itu tidak memiliki suami lagi, Taehyung dengan senang hati membantu sebagai ucapan terimakasihnya. Jika tidak ada si ibu maka bayi mereka tidak tahu harus bagaimana.

Beberapa jam menunggu, Jungkook sudah tidak sabar lagi." Tae, kenapa lama sekali !" ucap Jungkook cemberut.

" Iya, sayang. Sabar, Okay. Nanti Minhyun dan perawat akan membawa anak kita kemari, Aigoo.. mbulku sudah tidak sabar" Taehyung mencubit kedua pipi Jungkook.

" Aku tidak gendut Taehyung" pekik Jungkook. Baekhyun dan Luhan yang ada di sofa sampai terkejut mendengar pekikan itu. Di sofa sudut, Yoongi yang tengah tertidur juga ikut terbangun karena pekikan Jungkook.

" Ada apa Tae?" tanya Luhan.

" Hehe, tidak ada eomma. silahkan kalian lanjutkan acara menggosip kalian" jawab Taehyung. Bambam, Jimin dan Seongwoo sesekali melirik ke arah pasangan itu.

" Kau tidak gendut tapi sisa-sisa hamil kemaren masih ada , lenganmu saja sudah sebesar pahaku" goda Taehyung, dan Jungkook langsung menghadiahkan suaminya itu cubitan. Lagi-lagi ruangan itu ramai karena ulah Taehyung.

Bayi mereka datang, bersama Minhyun, Jennie dan 2 orang perawat. Di belakang mereka juga ada Namjoon, Jin, Sungjae dan Hyunbin yang mengekor. Bayi-bayi mereka sedang dijaga oleh Guanlin dan Daniel.

" Jungkookie, Princess datang" ucap Jennie semangat. Minhyun mengambil bayi tersebut dan menyerahkannya kepada Jungkook. Orang-orang yang tadi ada di sofa langsung mendekat ranjang Jungkook.

" Hei, anak bunda! bunda rindu sayang" Jungkook mencium pipi gembul anaknya itu. Orang-orang yang ada disana menahan haru karena melihat itu.

" Sekarang perawat akan mengajarimu untuk menyusui Princess, ayo silahkan " Minhyun mempersilahkan kedua perawat itu untuk mengajari Jungkook menyusui bayinya. Tapi sebelumnya Taehyung berteriak

" Ya !kalian keluar !" Taehyung menggeret para Seme yang ada di dalam sana untuk keluar, tidak memperbolehkan mereka untuk melihat Jungkook menyusui anaknya.

" Tae, kami ingin lihat" ucap Sungjae.

" Tidak boleh, Jungkook dan semua yang ada padanya adalah hak milikku, pergi keluar kalian" ucap Taehyung dengan nada tingginya.

" Kau itu tidak bisa bicara baik-baik dengan mereka, anakmu bisa terkejut bodoh" tutur Baekhyun.

" Sudah Mom jangan bertengkar, sekarang Princess harus menyusu, astaga.. kenapa lama sekali" keluh Bambam yang sudah tidak sabaran.

Kedua perawat itu pun memberikan penjelasan kepada Jungkook agar dia bisa menyusui bayinya dengan -orang yang ada disana takjub melihat si kecil yang sudah menghisap puting susu Jungkook. Jungkook terkejut awalnya tapi mendapat elusan pelan dari Taehyung di punggungnya membuatnya rileks dan mampu membiasakan diri.

" Astaga, kenapa imut sekali !" pekik Jihoon.

" Aku juga ingin punya anak. Sial! menyesal aku menunda punya anak " umpat Bambam. Langsung saja kepala Bambam dipukul oleh Baekhyun.

" Kenapa mengumpat di depan keponakanmu yang masih kecil? mau Mommy masuki ke dalam perut lagi ?" ancam Baekhyun, membuat yang ada disana tertawa.

.

.

.

.

.

Sungjae dan Daniel sedang berada di sedang ada project disana untuk beberapa hari. Dan mereka harus singgah ke sebuah camp untuk mengantar uang anak Daniel, Lucas. Anak keduanya bersamanya Seongwoo, yang digadang-gadangkan akan menjadi calon pendamping putri kesayangan Taehyung.

" Daddy disini!" teriak Lucas. Disamping pemuda 17 tahun itu ada seorang perempuan remaja yang cantik.

" Wah, Daddymu tambah keren" puji gadis itu, Sejeong.

" Biasa saja, aku bahkan sudah bosan melihatnya. Untung saja di dorm tidak bertemu dengan Daddy. Kalau di rumah pasti berkelahi terus, karena tidak ada Woojin-hyung" tanggap Lucas.

" Kau ini, untung saja Danik-Daddy masih menganggapmu anak, tidak tahu di untung kau kadang-kadang" umpat Sejeong.

" Wah ada Sungjae-Daddy juga " Sejeong langsung berlari meninggalkan Lucas dan berlari menuju Daddy-nya itu.

" Padahal di otaknya hanya ada uang, sama saja denganku, dasar!" Lucas berjalan mengikuti Sejeong di belakangnya.

Sejeong memeluk suami Jennie itu. orang-orang di sekitar mulai membisiki kelakuan Sejeong.

" Hei, kau tidak malu dengan orang-orang yang menatapmu?" bisik Sungjae. dia juga membalas pelukan remaja cantik itu.

" Sejak kapan aku peduli Daddy, mereka tidak memberiku jajan selama ini" gumam Sejeong dalam pelukan Sungjae.

" Dad! aku minta uang, ya ya ya" aegyo Sejeong.

" Kau masih mau minta uang kepada Daddy ? Apa penghasilanmu sebagai member girlband terkenal kurang ? apa istri Daddy tidak memberi uangmu ? Oh apa -"

"- Dad jika kau mengatakan uang dari Taehyung-sshi dia tidak akan memberikanku uang lebih, dia sangat takut kepada istrinya" potong Sejeong cepat.

" Astaga ! kau ini.." Daniel memukul kepada Sejeong.

" Apa sih Dad, jahat sekali" cemberut Sejeong.

" Kalian kenapa kekurangan uang? kalian taruhan game lagi ya ? akan Daddy laporkan kepada ibu kalian biar diberi ceramah panjang" ucap Daniel melihat kelakuan 2 remaja berbeda kelamin itu.

" Dad! kami sudah mengantuk sekali waktu bertanding, makanya kalah dan uang kami sudah habis" ucap Lucas. Memang benar, mereka bertaruh dan kalah.

Keduanya adalah member dari boyband dan girlband terkenal dibawah nauangan agensi yang di pimpin oleh Jennie.

" Ini uang, jika habis awas saja" Daniel memberikan beberapa lembar uang kepada mereka. Sungjae juga memberi beberapa kepada Sejeong. Langsung saja Sejeong mengecup pipi kedua Daddy-nya. Memang menyenangkan memiliki Daddy-daddy yang selalu bisa mengeluarkan uang untuk mereka. Dan untuk bisik-bisikan orang lain mengenai mereka, jujur saja Sejeong tidak pernah peduli.

" Berapa lama lagi kalian disini ?" tanya Sungjae.

" 2 hari lagi camping kami berakhir Dad, kenapa ?" tanya Lucas.

" Seminggu lagi acara anniversary pernikahan Baek-Halmeoni dan Chan-harabuji, jangan sampai kalian tidak datang" ucap Sungjae lagi. mereka mengangguk paham, tidak mungkin mereka berdua melewatkan acara penting, nanti disana mereka akan meminta pajak dari orang-orang yang mereka kenal.

" Ya sudah, kami kembali ke katakan kepada ibu kalian jika kami memberi uang, arra ?" Daniel memperingatkan mereka. Mereka mengangguk semangat.

..

2 hari menjelang anniversary kakek dan nenek fenomenalnya, Lucas dan Sejeong sudah mengambil cuti mereka. Kini mereka sedang berada di depan Perusahaan raksasa Universe.

" Astaga, aku rindu sekali.. 3 bulan tidak menjejakkan kaki disini, world-tour kita di tambah dengan latihan intensif dan camping membuatku rindu sekali Perusahaan besar ini" tutur Sejeong semangat. Sejeong yang awalnya tangah memegang tasnya, langsung memberikannya kepada Lucas ketika melihat anak berumur 6 tahun di depan pintu masuk Perusahaan.

" Hansung !" teriak Sejeong. Anak kecil yang bernama Hansung itu menolehkan kepalanya kepada yang memanggil, sedikit terkejut sebelum ia berlari kencang masuk ke dalam pintu masuk, meninggalkan 2 temannya yang lain. Sejeong langsung mengejar anak itu.

Hansung yang tengah berlari dapat di kejar oleh Sejeong, kemudian Sejeong menyerang Hansung dengan ciuman dipipinya bertubi-tubi.

" Noona, lepas !" teriak Hansung. Sejeong mengindahkannya dan tetap mencium Hansung. Hansung memberontak dan berhasil kabur meninggalkan Sejeong.

" Ya ! kau bisa membuatnya pingsan jika kau menciumnya seperti itu"ucap Lucas menyusul Sejeong, dia menggandeng 2 anak kecil yang di tinggal Hansung di depan pintu tadi.

" Aku rindu dengannya" jawab Sejeong enteng.

Hansung terus berlari sampai ia terjatuh ketika akan memasuki lift. Yerin yang langsung melihat itu langsung menghampiri anak atasannya itu.

" Astaga Hansung, kenapa lari-lari? lututmu terluka, ayo imo obati dulu" ucap Yerin.

" Tidak imo, Sungie mau Ayah" ucap si kecil. wajahnya perpaduan Taehyung dan Jungkook membuat orang-orang gemas kepadanya. Yerin hanya mampu menghembuskan nafas sebelum menuruti kemauan si bos kecil itu. Yerin membimbing Hansung masuk ke dalam lift, setelah diberitahu oleh orang di divisi Taehyung yang mengatakan wakil pimpinan mereka berada di ruang Presdir, langsung saja Yerin mengantarnya ke lantai atas Perusahaan.

" Terimakasih imo" ucap Hansung sambil membungkuk sopan kepada Yerin. Yerin hanya mengusap gemas rambut Hansung sebelum pergi dari sana.

" Ayah !" teriak Hansung, Taehyung langsung menatap anaknya itu, tapi Jungkook yang juga berada disana langsung menghampiri Hansung dan menggendongnya.

" Kenapa bisa sampai disini, kesayangan bunda? Hum?" Jungkook membawa Hansung ke arah orang-orang dewasa tengah berkumpul. Disana ada pasangan Namjin, YoonMin, NielOng, Hoseok-Woozie, SeungHan, Jackson dan Taehyung. Mereka melakukan perkumpulan kecil-kecilan untuk pesta Anniversary Founder Perusahaan mereka.

" Kook, lutut Hansung kenapa?" tanya Jeonghan ketika melihat lutut Hansung berdarah. Jungkook langsung memberikan Hansung kepada Taehyung yang duduk, dan Jungkook langsung memeriksa lutut anaknya itu.

" Astaga, nak ! ini kenapa?" tanya Jungkook khawatir.

" Tadi noona datang dan mencium Hansung Bunda, terus Hansung lari dan Hansung terjatuh" ucapnya. Jungkook membenarkan, pipi Hansung memang memerah, pasti karena dicium terlalu keras dan dipaksa. Mereka yang ada disana langsung paham dengan kejadiannya.

" Anak itu !" Taehyung langsung mengambil ponselnya dari saku dan menelepon Sejeong.

"/Yeoboseyo, Taehyung-sshi"

"Ya ! kau dimana? kemari sekarang"

" Aku tidak bisa, aku sedang mencari adikku"

"/ Kemari atau kau mendapati semua Konsol Game-mu yang ada di rumah aku bakar"

"/Ya!ya! Andwe! baiklah aku akan kesana sekarang, dimana aku harus bertemu dengamu Taehyung-sshi?"

" Keruangan Presdir, temui aku disini"

Taehyung mematikan sambungannya, dan menatap miris anaknya yang tengah diobati bundanya tersebut.

" Apa Lucas juga bersama Sejeong?" tanya Seongwoo.

" Pasti. Mereka selalu bersama-sama kemanapun" ucap Jimin.

" Oh ya Tae, hari ini Jisung dan Yoonji akan pulang dari California, kau mau ikut menjemput mereka?" tanya Jimin.

" Kau saja Jiminie, aku lelah. Mengurus Sejeong membuat kepalaku hampir pecah" tukas Taehyung yang mendapat senyuman dari Jungkook. Suaminya pusing sekali jika menghadapi gadis remaja satu itu.

" Sudah sayang, kau kan tahu Sejeong bagaimana " nasehat Jungkook, memberitahu agar suaminya itu untuk bersabar seperti biasanya.

" Hai semua !" Sejeong datang dengan Lucas di belakangnya. 2 anak kecil tadi langsung melengos ke orang tuanya masing-masing. Satu anak menuju Jeonghan dan Seungcheol dan satu lagi menuju Hoseok dan Woozie.

" Sini kau ! berandalan sekali, dan kau juga Lucas, kenapa tidak menghalangi Sejeong untuk mencium adiknya ?" tanya Taehyung murka. Orang-orang disana hanya menatap perdebatan mereka. Sejeong hanya memamerkan cengiran kotaknya, membuat Taehyung jengah setengah mati.

" Astagaa ! aku bisa gila ! sayang, cepat hubungi Paman San, suruh dia membakar semua Konsol game mereka yang ada di Mansion" ucap Taehyung, membuat kedua remaja itu protes.

" Ayah!" seru mereka berdua. Sejeong dan Lucas langsung ciut.

" Hoi ! hoi, kalian kalah taruhan nak, tidak ada Game selama 3 bulan arra? Kalian memanggil Tae-hyung dengan sebutan ayah, padahal perjanjiannya kalian harus memanggilnya Taehyung-sshi" ucap Daniel. Mereka memang membuat aturan untuk mereka berdua, suatu tantangan untuk mereka dengan bayaran yang sesuai, jika Lucas dan Sejeong yang menang mereka akan mendapatkan uang untuk Konsol Game terbaru yang akan mereka beli, versi terbaru. Jika kalah maka Game mereka akan disita selama 2 minggu oleh Jungkook.

" mana bisa seperti itu Dad! Tadi ayah memancing emosi kami" Lucas tidak terima.

" No, no terlepas dari bagaimana ayah kalian melakukannya, kalian tetap kalah. Sekarang Mommy dan Bunda kalian akan menyita seluruh Game kalian yang ada di Mansion" Seongwoo berdiri dan mengajak Jungkook untuk pergi dari sana, si kecil Hansung meminta ikut dengan Bundanya.

" Tidak mau tinggal dengan ayah disini?" tanya Jungkook lembut. Hansung menoleh ke arah Noona-nya dan langsung menggeleng.

" Lihat,adikmu sendiri bisa trauma dengan apa yang kau lakukan kepadanya" ujar Taehyung.

" Ayah, aku hanya merindukan adikku, dimana letak kesalahannya? Aku sudah 3 bulan tidak bertemu dengannya, dan kau tahu aku sangat menyukai hal imut dan menggemaskan seperti Hansung, kenapa melarangku?" rajuk Sejeong. Taehyung menghela nafas panjang. Dulu saat Jungkook mengandung Hansung, Sejeong tidak mau mendekat sama sekali, merajuk karena ia akan memiliki adik saat ia mengira sudah besar,berumur 11 tahun. Bahkan ia meminta Jennie dan Jihoon, bahkan Bambam untuk mengadopsinya agar ia menjadi anak tunggal. Tapi setelah Hansung lahir, ia yang paling semangat menyambut adiknya yang menggemaskan kala itu.

"Hansung ikut mama dan papa saja jemput hyung dan noona ke bandara, ayo!" Jimin mengajak Hansung dan langsung di sambut semangat oleh si kecil.

.

.

Yoongi dan Jimin yang menggandeng si kecil Hansung sedang menunggu di kedatangan putri tunggal mereka dan calon tunangan anaknya tersebut. Pesawat mereka akan mendarat sebentar lagi.

"Ma, Hyung dan Yoonji-noona kenapa lama sekali?" tanya Hansung, dia sudah lelah berdiri.

" Sabar ya sayang, Hansung lelah ya nak? ayo kita duduk" Jimin mengajak Hansung duduk di salah satu bangku tunggu. Yoongi mengikuti istrinya tersebut.

Beberapa saat kemudian, terlihat seorang gadis dengan pakaian serba hitam dan kacamata hitam, sehingga kulitnya yang putih kontras sekali dengan pakaiannya, rambutnya ombre mint menambah kesan cantik untuk gadis Min itu. Dibelakangnya terlihat seorang pemuda yang menggeret koper mereka berdua.

" Eomma ! Appa!" teriak Yoonji yang kemudian memeluk orangtuanya. Jisung yang melihat adiknya langsung menggendong adiknya itu.

" Ayah bunda mana? tidak ikut?" tanya Jisung. Hansung menggeleng.

" Mereka tidak ikut hyung" jawab Hansung.

" Kenapa pipi Hansung?" tanya Jisung lagi, ketika melihat pipi adiknya yang memerah.

" Gara-gara noona, noona jahat hyung" adu Hansung.

" Aigoo~ nanti oppa akan marahi noona, Okay?" Hansung langsung mengangguk antusias. Hansung merindukan hyungnya yang hanya pulang sekali 6 bulan itu.

" Hansungiee.. noona rindu" Yoonji mencium pipi Hansung, awalnya si kecil terkejut tapi merasa aman saja karena yang mencium bukan noona-nya dengan segala kegemasannya.

" Sudah, sudah ayo pergi, kita makan dulu baru pulang" interupsi Yoongi. Mereka bisa saja melepaskan kerinduan nanti, sekarang mereka harus mengisi perut dulu.

.

.

.

Di Mansion mewah itu, keluarga Min sudah mengambil ruangannya, mereka butuh waktu bertiga, kembali melanjutkan melepas rindu. Jisung dan Hansung menaiki tangga sambil menggeret koper. Mereka tidak menemukan ayah dan bunda di ruang bawah. Mereka hanya menemukan Jihoon-aunty yang sedang bergosip dengan Hyungseob-imo dan Daehwi-imo mereka. Sementara para Seme-nya sibuk membahas bisnis. Di ruang tengah mereka menemukan Kang bersaudara sedang melawan Jihoo dan Jinaa,anak Daddy Namjoon mereka. Mereka sedang bermain monopoli.

" Ayah ! Bunda!" teriak Jisung dari luar pintu kamar orangtuanya. Pintu kamar terbuka tapi Sejeong yang membukakan.

" Oppa !" seru Sejeong dengan semangat, baru saja akan memeluk tapi langsung saja Jisung mendorong kepala adiknya itu dengan jari.

" Bawakan koper oppa masuk!" perintah Jisung yang kemudian melengos masuk ke dalam, meninggalkan Sejeong dengan umpatannya.

" Dasar oppa durhaka, bahagia sekali kau menjadi kakak" rutuknya yang tetap membawa koper berat itu masuk ke dalam kamar ayah bundanya.

" Ayah!" Jisung memeluk ayahnya yang baru keluar dari kamar mandi. Baru selesai mandi sepertinya. Dibelakang ayah terlihat bundanya.

" Ayah dan bunda lagi mandi bersama ya? Apa Sejeong mengganggu?" goda Jisung.

" Iya, dari tadi dia berisik sekali meminta hak-nya. entah apa haknya yang harus ayah beri" tukas Taehyung. Kemudian ayah 3 anak itu duduk di ranjang. Jungkook langsung menyusul dan mengeringkan rambut Taehyung dengan handuk kecil yang ia pegang.

" Oppa tidak tahu saja, jika ayah bunda menyita Konsol Game-ku, aku bisa mati" rengek Sejeong. Dia malah membongkar koper oppa-nya.

" Kau akan mati jika tidak ada oksigen, dongsaeng. Hanya Konsol game membuatmu seperti itu" tanggap Jisung.

" Cari oleh-olehmu dan berikan lego kepada Hansung" ucap Jisung. Sejeong senyum seketika.

" Ini, adikku sayang!" Sejeong menyodorkan sekotak lego terbaru kepada adiknya. Hansung awalnya takut kemudian mengerjap dengan kedua mata bulatnya. Mata yang diwariskan oleh ibunya, satu-satunya diantara mereka bertiga.

" Hansungie, noona minta maaf. Noona tidak akan nakal dan jahat lagi kepada Hansung. Janji!" ucap Sejeong. Kali ini ia menyodorkan jari kelingking kanannya. Hansung yang awalnya ragu, tapi kemudian menautkan kelingking kecilnya dengan kelingking Sejeong. Kemudian memeluk noona itu.

" Janji ya noona jangan nakal lagi" ucapnya. Sejeong mengangguk. Membuat 3 orang dewasa yang ada disana tersenyum melihat interaksi adik dan kakak itu.

" Bunda, aku rindu" rengek Jisung.

" Sabar sebentar Jisungie, rambut ayah masih basah. Bunda keringkan dulu, nanti ayah bisa sakit" tuturnya. Taehyung harus menghela nafas, beginilah jika anak-anaknya berkumpul, mereka semua akan memonopoli ibunya dan mengabaikan Taehyung.

Selesai mengeringkan rambut Taehyung, Jungkook duduk di atas ranjang di sebelah suaminya itu. Langsung saja Jisung tidur di pangkuan bundanya. Jungkook mengelus rambut coklat putranya itu dengan sayang. Jisung semakin terlihat seperti Taehyung, dia menyalin semua yang ada pada Taehyung tidak hanya fisik tapi juga sifat ayahnya.

" Bagaimana kuliahmu?" tanya Taehyung kepada putra sulungnya itu.

" Lancar ayah. jika tidak ada halangan, tahun depan aku wisuda. terus aku akan kerja di Universe-group. terus aku akan menikahi Yoonji-ku saat berumur 23 tahun seperti ayah menikahi bunda" tutur Jisung.

" Bahaya sekali rencana masa depanmu" cibir Taehyung.

" Bahaya darimananya ? seharusnya kau senang aku akan memberikan ayah bunda banyak cucu nantinya" cengir Jisung.

" Bunda, ada noona di televisi!" tunjuk Hansung. Di acara gosip yang ditayangkan televisi terlihat foto-foto Sejeong yang tengah mencium Sungjae. disana juga diberitakan jika Sejeong menggoda suami pamilik agensinya.

" Ya! Princess.. apa yang kau lakukan ? kau membuat nama Daddy menjadi rusak" ucap Jisung.

" Oppa, tapi... Ahhh ! bunda aku harus bagaimana?" rengek Sejeong.

" Lagipula kenapa kau minta uang kepada Daddy?" tanya Jisung kepada adiknya itu.

" Uangku kemarin habis karena taruhan. Aku tidak tahu jika wartawan berkeliaran" rutuknya.

" Kenapa tidak minta uang kepada ayah?" tanya Jisung lagi. Jungkook dan Taehyung hanya melihat kedua beradik kakak itu menyelesaikan masalah.

" Ayah pasti selalu bilang, ayah tidak pegang uang, minta dengan bundamu. Uang bulanan yang dikirim bunda juga sudah habis mana mungkin aku kembali meminta, nanti aku pasti kena marah, oppa" curhat Sejeong. Memang benar, Jungkook memberi mereka bulanan, agar mereka dapat berhemat, Jungkook juga meminta Jennie untuk tidak memberi semua gaji-nya kepada Sejeong agar gadis itu tidak menghabiskan semua uang miliknya.

" Tapi sekarang kau menyebabkan masalah, astagaaa.. apa yang pasangan bodoh ini lakukan?" tanya Jisung. melihat kelakuan adik dan calon iparnya membuat kepalanya sakit, wajar saja ayahnya sering mengeluh.

" Kau baru merasakan sakit kepala?" tanya Taehyung, yang kemudian di angguki oleh Jisung.

.

.

.

Seminggu menjelang perayaan Anniversary Chanyeol dan Baekhyun, semua orang sibuk. Mulai dari orang-orang kantor yang sibuk melakukan dekorasi tempat, jika anniversary Chanyeol dan Baekhyun sama artinya dengan ulangtahun perusahaan. Kali ini ulangtahun Perusahaan ke 35 dan anniversary pernikahan Chanyeol dan Baekhyun yang ke sudah tua tapi Chanyeol dan Baekhyun masih terlihat muda di usianya. Mereka sedang bahagia-bahagianya menikmati masa tua dengan cucu-cucu mereka.

Gosip tentang Sejeong dan Lucas dibiarkan tanpa konfirmasi dari pihak terkait dan agensi, bahkan wartawan sibuk mencari dimana jejak Sejeong dan Lucas.

Hari ini mereka, Jisung, Sejeong, Yoonji, Woojin, Lucas, Jihoo dan Jinaa sibuk membungkus kado. Sebentar lagi mereka akan datang ke acara perayaan terbesar di Universe.

" Kalian senang sekali, tidak takut dengan wartawan nanti?" tanya Jinaa, agak geli melihat Sejeong dan Lucas yang main lempar-lemparan kaleng minuman.

" Tidak, kenapa takut. Kami juga akan resign dari dunia hiburan. Oppa, nanti aku tinggal di apartemen oppa ya?" tanya Sejeong kepada Jisung.

" Nanti kau menganggu waktuku dengan Yoonji" jawab Jisung.

" Tidak bosan apa? hanya melihat eonnie terus" ucap Jinaa.

" Mereka lebih dari sekedar melihat satu sama lain naa-ya, mereka pasti juga sudah tidur bersama" tanggap Woojin, Woojin juga sekolah di luar negeri, dia juga menempati satu apartemen dengan tunangannya, Kyla Kwon.

" Heol, seperti kau tidak pernah saja, kita sudah besar disini, jangan sok tidak tahu. Sejak kalian sudah legal, kalian pasti sudah melakukannya, kan?" kini Jihoo yang berucap, si jenius Putra Kim Namjoon. Mereka semua tertawa, kecuali Sejeong dan Lucas yang memang tidak mengerti.

" Ups,aku lupa disini ada pasangan yang hanya baru cium-ciuman" sambung Woojin, mendapat lembaran kaleng kosong dari adiknya.

.

.

Mereka semua sibuk dalam aula besar, Taehyung hanya duduk di meja VIP dengan Jungkook di sampingnya. Taehyung sengaja mendekatkan kursi mereka dan leluasa memeluk pinggang istrinya itu, biar tidak ada orang yang berani menggoda Jungkook. Di meja bundar yang berisi 6 orang itu, mereka sibuk membicarakan tentang apa saja. Acara sebentar lagi di mulai. Taehyung juga memandang putra kecilnya dengan tuxedo hitam yang ia pilih sendiri sedang berlarian dengan teman-temannya. Sementara anaknya yang lain duduk di tempat lain, berkumpul dengan seusia mereka. Putrinya terlihat cantik dengan gaun berwarna levender pilihan ibunya. Meskipun sedang di terpa masalah tapi anaknya itu tetap ceria, senyum kotaknya masih terpatri di wajah cantiknya.

" Hei, kau sedang mengamati anak-anakmu?" bisik Jungkook. Taehyung mencuri kecupan di bibir istrinya dan tersenyum.

" Aku senang sayang, anak-anak kita tumbuh dengan baik te-" ucapan Taehyung harus terputus karena Mommy dan Daddynya naik ke atas panggung. Orangtua itu terlihat sangat sehat membuat Taehyung mau tidak mau tersenyum melihat orangtuanya yang masih saja romantis. Mereka berbicara sebentar, sebelum menyuruh anak-anaknya naik. Setelah itu Jennie mengambil alih tempat. Membahas gosip yang sedang terjadi, menjelaskan betapa kecewanya ia kepada wartawan yang menyimpulkan seenaknya.

" Jika kalian tahu siapa Sejeong yang sebenarnya kalian tidak akan menyebar berita hoax seperti itu. Aku tidak akan meminta maaf atas apa yang akan aku katakan hari ini. Hari ini Sejeong anak dari Kim Taehyung dan Lucas anak dari Daniel Kang resmi mengundurkan diri dari grup mereka. Dan untuk gosip-gosip yang menyebabkan pencemaran nama baik mereka aku akan menindak lanjuti selaku bibi dari mereka, terimakasih" Jennie turun dengan angkih dari panggung. Wartawan yang mendengar klarifikasi langsung dari Jennie itu langsung ciut. mereka benar-benar takut dengan apa yang akan dilakukan oleh adik Kim Taehyung itu. Sejeong bersembunyi di balik tubuh Lucas ketika wartawan akan mendatangi mereka. Tapi Jisung sudah lebih dahulu mengusir mereka dengan tatapan sengitnya.

" Hei,semua akan baik-baik saja" bisik Lucas.

" Apa kita tidak sebaiknya meminta Mommy Jennie menjelaskan kenapa kita keluar dari grup?" tanya Sejeong takut. Lucas menggeleng.

" Tidak usah, biarkan mereka berpikir sendiri kenapa kita keluar. Ayo kita menikmati acara, oppa-mu dan hyung-ku sudah membuat wartawan pergi" Lucas menggandeng Sejeong menghampiri Jihoo dan Yoonji.

" Tae.." Jungkook memeluk Taehyung dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Sekarang acara pembagian hadiah di panggung. Taehyung dan Jungkook kembali ke tempat duduk mereka.

" Apa sayang?"

" Ayo menua seperti Mommy dan Daddy" ucap Jungkook dengan senyum kelincinya, Taehyung tidak tahu kenapa istrinya itu bertambah manis seiring usianya yang juga bertambah.

" Tentu sayang, ayo menua bersama" Taehyung mengecup bibir istrinya itu kilat.

Dan mereka akan membuktikan bisa menua bersama dengan anak-anak mereka, berawal dari perjodohan yang mereka setujui sampai rintangan yang datang menguji hubungan mereka agar mereka dapat bertahan sampai saat ini dan selamanya.

.

.

.

The END

FINALLY END

( Sampai berjumpa di cerita Taehyung dan Jungkook lainnya, Perjuangan mereka di cerita ini selesai sampai disini, terimakasih kepada semua pembaca, pihak-pihak yang sudah mendukung, memberi masukan, komentar dan kritik membangun, dan sudah mengiringi cerita ini jungkir balik dengan berbagai permasalahan. Terimakasih :) *deep bow)


Special thanks for : nimnooy, imaydiianna, Nsal26, Kyunie, sieca7, KimJM, virgiawan738, SwaggxrBang, kimtae, aleina8, vkooknokookv, ByunBaekh614, Rena Solibar, peiluvjae, LittleJasmine2, MinPark, Homin lover, honeypeach, nanachx, meimei, LittleOoh, Guest, Cho KyuNa, jeon miina, kaihun dsty, kevin lost in galaxy.