Terima kasih untuk reviewnya semuanya, review kalian membuat aku sungguh terharu, kadang tertawa terpingkal-pingkal dan membuat aku semangat untuk melanjutkan cerita ini .

.

.

.

.

.

Dangerous Pureblood

by

Coldnana

.

.

.

.

.

Cast : Nantikan dalam cerita.

Vampire,Yaoi, CHANBAEK, omegaverse.

Happy Reading~~

.

.

.

"Eheem," dokter itu berdeham, terkejut dan sedikit canggung dengan situasi saat ini, dimana pangeran dihadapannya mengungkapkan hal yang baru saja membuat sang dokter terperangah tak percaya.

Kemudian dia bersuara, "A-apakah Baginda Raja tahu itu pangeran?" sedikit terbata dan takut salah bicara, bagaimanapun vampire muda dihadapannya ini adalah seorang pangeran.

"Tidak." jawab Chanyeol cepat.

"H-haruskah h-hamba melaporkannya pada Baginda Raja?" ujar dokter itu takut-takut.

Chanyeol menatap tajam dokter dihadapannya, dia mengumpulkan keberaniannya untuk jujur kepada dokter ini agar diberi solusi dan sekarang pria paruh baya itu ingin melaporkannya pada ayahnya?! Bagaimana bisa dia diam saja!

Perlu kalian ketahui, banyak sebutan untuk Chanyeol, salah satunya adalah 'Dangerous Pureblood', dia adalah darah murni pertama dalam sejarah yang kekuatannya bahkan melebihi ayahnya, dengan kata lain dia tak terkalahkan.

Dihadapan sang ayah dan ibu, dua orang yang paling dia cintai, Chanyeol memang suka bermanja-manja dan bertingkah laku layaknya anak kecil, dia menghormati ayahnya, walaupun pada kenyataannya dia bisa dengan mudah menghancurkan ayahnya.

Semua orang takluk dan tunduk padanya, tak ada yang tahu sisi manis Chanyeol ketika bersama kedua orang tuanya, bahkan walaupun mereka tahu juga mereka takkan berani berkomentar dan lebih memilih untuk menutup mata dan berpura-pura tak tahu, karena Chanyeol akan segera melakukan sesuatu pada mereka, sesuatu yang tak terbayangkan.

Pernah salah satu vampire melihat tingkah manja Chanyeol dan kemudian menyebarkannya, meskipun tak semua percaya padanya tapi itu sudah melukai citra Chanyeol, dan kalian tahu apa yang terjadi pada vampire itu? Dia bisu, kehilangan suaranya, beruntung dia tidak mati ditangan Chanyeol karena ibunya memohon pada pangeran tersebut.

Alasan Chanyeol tak membunuhnya juga adalah untuk pelajaran pada vampire lainnya, menyiratkan arti bahwa mereka tak boleh sembarangan mengurus bahkan mengumbar privasi sang pangeran.

Vampire itu akhirnya sadar bahwa dia berhadapan dengan orang yang salah, dia fikir Chanyeol idiot yang manja pada orang tuanya dan tak bisa apa-apa sebab itulah dia membenci sang pangeran, dia bahkan hampir mati ditangan sang pangeran jika saja bukan karena belas kasih pangeran pada ibunya, ah rupanya pangeran adalah tipe orang yang menyayangi dan menghormati orang tua.

Perlu waktu hingga 100 tahun hingga dia mendapatkan suaranya kembali, Chanyeol yang bisa membaca fikiran pada akhirnya menggunakan kekuatannya untuk membaca fikiran vampire itu, setelah vampire itu selalu mengikutinya bagai benalu.

Chanyeol akhirnya paham alasannya menyebarkan privasi Chanyeol, dia fikir Chanyeol itu lemah karena sikapnya yang manja dan seperti idiot dihadapan sang Raja, walaupun demikian tak membuat tindakan vampire itu dibenarkan! karena bagaimanapun dia telah melukai harga diri Chanyeol!

'Suho' nama vampire itu, putra dari jenderal tempur kerajaan mereka, masih bangsawan tapi dia satu level dibawah Sehun dan Kai.

Suho terus mengikuti Chanyeol layaknya benalu, selain ingin suaranya dikembalikan dia juga kagum dengan kekuatan Chanyeol dan sungguh sangat menyesali perbuatannya, Chanyeol tidak seperti yang dia kira, pangeran tampan itu hanya terlalu menyayangi dan menghormati kedua orang tuanya, bahkan dia juga menghormati ibu suho yang bukan siapa-siapa.

Chanyeol sangat risih karena Suho yang terus mengikutinya seperti penguntit, semakin lama dibiarkan semakin keterlaluan, hingga dia tak tahan lagi dan Suho yang tak menyadari jika Chanyeol mengetahui bahwa selama ini dia mengikutinya terkejut bukan main saat tiba-tiba pangeran tampan itu sudah ada dihadapannya dan mencekik lehernya.

"Mau apa kau!?" ujar Chanyeol dengan nada tinggi, membentak dan aura disekitarnya sungguh menyeramkan.

Suho yang kehilangan suaranya hanya bisa memukul-mukul lengan Chanyeol yang mencekiknya.

Cekikan dileher vampire malang itu semakin kuat, Chanyeol menatapnya tajam dan berkata kembali, "Apakah kau ingin kehilangan kekuatanmu juga? atau bahkan nyawamu?!" nada yang sangat mengintimidasi terdengar jelas disetiap ucapan pangeran tampan itu, aura membunuh ia keluarkan, dia benar-benar marah dan berniat membunuh Suho.

Suho hanya bisa pasrah saat cekikan itu semakin kuat dan nafasnya habis, kekuatannya seperti terhisap habis, dia bahkan muntah darah, Chanyeol sedikit melonggarkan cekikannya dan mencoba membaca fikiran Suho.

Setelahnya dia menyeringai dan menghempaskan tubuh Suho ke pohon dibelakangnya, kemudian masih dengan nada penuh intimidasi dia berkata, "Kau ingin menjadi abdi setiaku? Yang benar saja! Bagaimana aku bisa mempercayaimu!"

Suho yang kesakitan setelah dihempaskan ke pohon dan terjatuh di tanah mencoba mengerakkan mulutnya berusaha mengeluarkan suara meskipun dia tahu bahwa itu sia-sia.

Chanyeol mengernyit dan menyeringai setelahnya, dia kemudian berkata, "Kau ingin mengatakan sesuatu?"

Suho hanya menganguk sembari menahan sakit disekujur tubuhnya, Chanyeol kembali menyeringai dan berkata, "Tidak semudah itu!"

Setelah dia mengatakan hal itu, sang pangeran tampan itu berniat meninggalkan Suho yang tergeletak tak berdaya, melihat hal itu Suho tak kunjung diam, dengan segera dia memeluk kedua kaki Chanyeol, menahannya meskipun berulang kali pangeran tampan itu menendangnya.

Chanyeol menghela nafasnya kasar, kemudian kembali membaca fikiran Suho, setelahnya dia menatap tajam serta dalam mata Suho, ah dia benar-benar menyesali perbuatannya dan matanya menampakan kejujuran serta hasrat yang kuat untuk menjadi abdinya.

Detik selanjutnya Chanyeol menjentikkan jarinya dan secara ajaib suara Suho kembali, dia mengucapkan terimakasih dan berkata akan menjadi abdi setia Chanyeol, bahkan rela mati untuknya.

Selamat pangeran park Chanyeol! anda telah berhasil mendapatkan satu lagi abdi dan sekutu yang kuat, sesungguhnya Suho memiliki bakat yang hebat, dia sangat kuat dan disegani, namun sekuat apapun dia bahkan dirinya tunduk dihadapan sang terpilih 'Chanyeol'.

Alpha yang diincar oleh semua pihak untuk dijadikan sekutu dengan sukarela menjadi abdi setia Chanyeol bahkan rela mati untuknya, sungguh luar biasa kekuatan sang pangeran.

~~~~~~~

Chanyeol masih menatap pria paruh baya dihadapannya dengan tatapan tajam yang menusuk, aura disekitarnya membuat sang dokter bungkam, dia ketakutan, keringat dingin mengucur di pelipisnya.

Sang dokter masih diam membeku memikirkan apa dirinya telah salah berbicara sehingga sang pangeran terlihat murka, saat hendak bersuara kembali untuk menanyakan apa dirinya membuat kesalahan, Chanyeol telah terlebih dahulu berkata, "Jangan pernah sekali-kali kau mencoba mengatakan hal ini pada paduka Raja!" terdapat penekanan disetiap kata yang diucapkan pangeran tampan itu, nadanya mendominasi, penuh intimidasi dan syarat akan perintah mutlak.

Dokter itu menelan ludahnya dengan susah payah, inilah sosok sejati dari pangeran park Chanyeol, seseorang yang memiliki banyak julukan mengerikan, salah satu yang pernah dia dengar adalah 'Dangerous Pureblood'.

"B-baiklah pangeran, S-saya mengerti." ujar sang dokter sedikit terbata-bata, dia mengumpulkan semua keberanian dan tenaga yang dia miliki untuk menjawab perintah dari sang darah murni yang berbahaya.

Chanyeol menyeringai, selanjutnya dia berkata, "Bagus, sebaiknya kau menutup rapat mulutmu jika tak ingin hal buruk terjadi padamu dan keluargamu!" nadanya masih syarat akan perintah mutlak.

"B-baik pangeran." ucap dokter itu sedikit terbata, dia masih tercengang dengan fakta bahwa keluarganya bisa saja terluka jika dia salah berbicara.

"Sekarang berikan aku solusi atas masalahku!" ujar Chanyeol dengan nada memerintah.

"B-boleh hamba mengatakan sesuatu pangeran?" ujar dokter itu terbata-bata.

"Silahkan." ujar Chanyeol cepat.

"D-dapatkah anda berjanji satu hal pangeran?" ujar sang dokter.

"Katakan!" ucap Chanyeol datar.

"Anda harus berjanji tidak akan marah, d-dan bekerja sama dengan saya." ucap dokter itu takut-takut.

Melihat gelagat ketakutan sang dokter, Chanyeol menyeringai, sepertinya dia sudah keterlaluan dan membuat dokter itu takut, detik selanjutnya dia berkata, "Baiklah. dan kau tak perlu takut padaku, selama kau diam maka dirimu dan keluargamu aman."

Dokter itu sedikit lega mendengar perkataan Chanyeol, setelahnya dia bersuara, "Sebagai dokter saya berhak atas pasien saya" dokter itu memulai.

"Lalu?" tanya Chanyeol.

"Selama anda meminta bantuan saya untuk menyelesaikan masalah anda, maka anda adalah pasien saya." ujar dokter itu menjelaskan.

"Baiklah."

"Berjanjilah anda tidak akan marah dan mengikuti semua instruksi dari saya." ujar dokter itu lagi.

"Oke."

"Berjanjilah anda tidak akan melukai saya dan keluarga saya bahkan jika pengobatan dan solusi yang saya berikan tidak dapat menyelesaikan masalah anda." ujar dokter itu lagi.

"hmm..." Chanyeol nampak berfikir, detik selanjutnya dia kembali menatap tajam dokter itu dan berkata, "Apa maksudmu?"

"Saya tidak bisa menjamin metode ini akan berhasil, saya harap anda berjanji untuk tak melukai keluarga saya." ucap dokter itu berusaha tenang.

"Baiklah." ujar Chanyeol datar.

"Bisakah anda membuat perjanjian dengan saya?" ucap dokter itu setelahnya.

Chanyeol memejamkan matanya lalu selanjutnya berkata, "Baiklah."

Baik Chanyeol maupun dokter itu mengucapkan mantra dan janji-janji mereka, setelahnya terlihat tulisan mengambang diudara dan masuk kesebuah gelas berisi air, keduanya meneteskan darah masing-masing sebanyak 3 tetes kedalam gelas dan meminumnya secara bergantian.'Blood Contract' kontrak yang begitu kuat terbentuk, tak terbantahkan, bila salah satu melanggar maka ganjarannya mati.

"Baiklah, bisa kita mulai sesi pengobatan kita pangeran?" ujar dokter itu sambil tersenyum.

"Baiklah." ujar Chanyeol kemudian.

"Bila anda tak bisa ereksi mengapa anda bersedia melakukan donor sperma ini pangeran?" ujar dokter itu memulai.

"Karena saat itu aku bisa ereksi." jawab Chanyeol dengan tenang.

Dokter mengernyit sedikit terkejut dan bertanya untuk memastikan, "Ereksi?"

"Ya, saat itu aku bahkan mengalami heat pertamaku." ujar Chanyeol tanpa ragu.

"Saat itu? kapan itu?" tanya dokter itu lagi.

"3 bulan yang lalu."

"Apakah anda tahu penyebabnya?" dokter itu bertanya.

"Entahlah."ujar Chanyeol.

"Apakah ada yang berbeda saat itu?" ujar sang dokter masih belum menyerah.

"Aroma manis." ujar Chanyeol sembari mengingat aroma manis yang tercium olehnya saat itu.

"Aroma manis?" tanya sang dokter memastikan.

"Ya, aroma manis."

"Apa anda tahu dari mana aroma itu berasal?" tanya dokter itu lagi, harapan sedikit muncul.

"Tidak." jawab Chanyeol singkat.

Dokter itu menghela nafas karena sepertinya harapan itu sedikit memudar tapi dia paham satu hal, aroma manis yang Chanyeol katakan pasti berasal dari omega atau yang lebih hebat lagi dari mate Chanyeol.

"Pangeran." ujar dokter itu sembari menatap Chanyeol.

"Ada apa?" ujar Chanyeol datar.

"Penyebab anda bisa ereksi saat itu sudah pasti adalah aroma manis itu." ucap dokter itu final.

"Kau yakin?"

"Ya pangeran,"

"Aroma manis hanya dikeluarkan oleh omega dan mungkin saja omega itu adalah mate anda pangeran." ujar dokter itu melanjutkan.

"Kau serius?!"

"Sangat serius, anda harus mencarinya pangeran." ujar dokter itu.

"Bagaimana pengobatanku?" tanya Chanyeol.

"Ini sudah pengobatan pangeran, kita dalam mode konsultasi." jawab sang dokter.

"Baiklah."

"Apakah anda kurang puas pangeran?" tanya sang dokter.

"Haruskah aku mencari mateku? Bukankah mateku salah satu saudaraku? tidakkah ada cara yang lain?" ujar Chanyeol pada akhirnya.

Dokter itu mengernyit setelahnya bertanya, "Anda tidak tertarik untuk mencari mate anda pangeran?"

"Tidak." ujar Chanyeol tegas.

Dokter itu menghela nafas, merasa bahwa tidak terlalu berhak untuk menanyakan alasannya karena itu privasi pangeran.

"Baiklah, mari gunakan metode lain untuk membangkitkan gairah anda pangeran," ujar dokter itu kemudian.

"Ah...saya akan mengatakan pada baginda Raja bahwa anda perlu tinggal disini selama 3 bulan, apakah di izinkan pangeran?" tanya dokter itu lagi.

"3 bulan?"

"Benar pangeran, semuanya butuh proses, dan anda harus tinggal disini selama itu, anda juga bisa menghindari pertanyaan baginda Raja, saya akan berkata bahwa proses donor sperma ini membutuhkan waktu yang lama." ujar dokter itu menjelaskan.

"Tidakkah 3 bulan terlalu singkat?" ujar Chanyeol.

"Apakah anda butuh perpanjangan waktu pangeran?" tanya sang dokter.

"6 bulan, katakan pada Raja bahwa untuk mendapatkan sperma yang berkualitas aku harus tinggal di sini selama 6 bulan." ujar Chanyeol setelahnya.

"Baiklah pangeran." ujar sang dokter sambil tersenyum.

Dokter pamit keluar, meninggalkan Chanyeol sendiri dalam ruangan itu.

~~~~~~~

Setelah memberitahukan bahwa Chanyeol harus tinggal di rumah sakit selama 6 bulan, semua harus steril dan sekarang pangeran sedang di persiapkan sehingga tak boleh ada yang masuk ke dalam ruangan itu.

Setelah mendengarkan penjelasan sang dokter, Raja memilih untuk kembali ke istananya, sepertinya dia harus menunggu 6 bulan lagi untuk mendapatkan benih anaknya dan bersiap menimang cucu.

"Ayaaah~" seorang lelaki manis memeluk manja dokter itu dari belakang.

"Ah..Baekhyun anakku." ujar dokter itu cepat.

Tepat sekali, dokter paruh baya itu adalah Byun yun hoo, ayah dari Byun Baek hyun.

"Ayah dari mana saja? kenapa baru kelihatan?" ujarnya sedikit mempoutkan bibirnya membuat siapapun gemas.

"Ayah ada pasien sayang." ucap Yun hoo cepat.

"Pasien?" Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.

"Iya pasien." ucap yun hoo sembari mencubit hidung anaknya gemas.

"Apakah pasien itu penting ayah?" tanya Baekhyun penasaran.

"Mengapa kau bertanya begitu?" bukannya menjawab, ayahnya malah kembali melemparkan pertanyaan ke arah Baekhyun yang membuat si mungil terlihat kesal.

Baekhyun mempoutkan bibirnya dan berkata, "Karena kata suster ayah berada di ruangan VVIP dan menangani pasien itu lebih dari 2 jam."

"Anak pintar~" ucap yun hoo menggoda putra semata wayangnya itu.

"Ayaaahh~" Baekhyun kembali berucap manja dengan sedikit nada protes, mempoutkan bibirnya serta menghentakan kakinya ke lantai, dia kesal ayahnya menggodanya.

"Shhh, jangan marah sayang~" ujar yun hoo tertawa.

"Ayah menyebalkan!" ucap Baekhyun hendak pergi.

"Iya sayang, dia orang yang sangat penting, jadi anak ayah yang manis ini jangan pernah sekali-kali mencoba mendekati ruangan itu ya Baekki." ujar Yun hoo kemudian.

"Kenapa?" ujar Baekhyun dengan polosnya.

"Pasien ayah orang penting dan berbahaya sayang, dia sangat menakutkan." ujar yun hoo menggertak.

Baekhyun hampir menangis, dia menahan tangisnya dan berkata, "Ayah baik-baik saja?" nada cemas yang kentara terselip disana.

Yun hoo tersenyum, dia paham benar bahwa anaknya yang manis ini tengah menghawatirkan dirinya, detik selanjutnya dia bersuara, "Ayah baik-baik saja sayang."

"Bukankah ayah bilang pasien ayah itu jahat dan menakutkan?" ujar Baekhyun lagi, matanya sudah dihiasi air mata, bahkan menangis saja dia masih terlihat imut.

"Benar, dia baik pada ayah, tapi kalau Baekki yang mendekati tempat itu, dia pasti akan memakan Baekki! raaauughh!" ujar yun hoo sembari meletakan kedua tangannya dihadapan Baekhyun mirip seperti akan menerkam.

Tangis Baekhyun pecah, "Waeyo? Waeyo? kenapa dia baik sama ayah tapi jahat sama Baekki? ini tidak adil!" Baekhyun semakin beringsut ke arah ayahnya, menenggelamkan kepala serta wajahnya ke dada sang ayah, mengusak-ngusak kepalanya, tangisnya semakin lama semakin kuat.

Setelah putra mungilnya berhenti menangis dan masih sesegukan, Yun hoo berkata, "Baekki ingat, Baekki kan omega, jangan mendekati ruangan itu kalau Baekki tidak mau terluka."

"Ba-baik ayah."

"Anak pintar." ucap Yun hoo sembari mengelus pucuk kepala Baekhyun sayang.

Ah Byun Yun Hoo tidak ingatkah dirimu akan penawaranmu pada pangeran? Kau telah menawarkan putramu untuk mengambil sperma pangeran, mari berharap semoga pangeran melupakan penawaranmu itu.

~~~~~~

"Pangeran maaf membuat anda menunggu." ujar Yun Hoo setelah kembali keruangan itu.

"Tak apa, aku juga bisa beristirahat." ujar Chanyeol kemudian.

"Baiklah, anda siap pangeran?" tanya Yun hoo setelahnya.

"Ya." jawab Chanyeol singkat.

"Kita akan mulai dengan memakai ini terlebih dahulu pangeran." ujar Yun Hoo setelahnya.

"Apa itu?" Chanyeol mengernyit bingung melihat botol kecil berisi cairan bening.

"Ini obat perangsang pangeran," jawab Yun Hoo cepat.

Tak lama dia melanjutkan, "Saya akan mencampurkan ini keminuman anda pangeran, apakah ada sesuatu yang ingin anda minum? atau darah seseorang yang ingin anda minum?"

Chanyeol mengernyit, detik selanjutnya dia berkata, "Tak usah, biarkan aku langsung meminum obat itu dari botolnya."

"Anda yakin?" ujar Yun Hoo ragu.

"Ya."

"Obat ini akan terasa aneh pangeran, saran saya lebih baik anda campurkan dengan minuman agar terasa nikmat." ujar Yun Hoo menerangkan.

"Baiklah, ambilkan darah kelinci saja." ujar Chanyeol kemudian.

Yun hoo mengernyit bingung, mulutnya tidak tahan untuk tidak bertanya, "Anda meminum darah hewan pangeran?" dan pertanyaan itu meluncur begitu saja.

"Benar, kenapa?" jawab Chanyeol setelahnya.

Yun hoo sedikit terkejut mendengar penuturan Chanyeol, seharusnya vampire seusia pangeran sudah meminum darah vampire lain tak lagi meminum darah hewan.

"Sama." gumam Yun hoo tanpa sengaja.

"Apa?" Chanyeol bertanya cepat.

"Ah...tidak pangeran, tidak apa-apa." jawab Yun Hoo setelahnya dia pergi mengambil darah kelinci dan mencampurkan obat itu kedalamnya.

"Silahkan minum pangeran." ujar Yun Hoo sembari memberikan gelas berisi darah kelinci kepada Chanyeol.

Chanyeol meminum habis cairan dalam gelas itu, Yun Hoo yang melihatnya berharap bahwa obat itu manjur, itu obat dosis tertinggi yang dia punya.

Detik berganti menit, menit berganti jam, setelah satu jam lamanya Chanyeol tidak juga bereaksi.

"Apakah anda merasakan sesuatu pangeran?" tanya Yun Hoo kemudian.

"Tidak." ujar Chanyeol datar.

Yun hoo terperanjat, takkan ada yang bisa menahan obat dengan dosis setinggi itu, kemudian dia bersuara, "Be-benarkah pangeran?"

"Ya."

"Anda tidak merasa panas?" tanya Yun Hoo lagi.

"Tidak."

Yun Hoo berfikir apa dia harus menambahkan dosis obat itu lagi untuk sang pangeran.

Setelahnya Yun Hoo menghela nafas dan berkata, "Izinkan saya untuk mengambil sample darah anda pangeran."

"Untuk apa?"

"Saya harus menelitinya untuk mendapatkan kadar dosis yang sesuai untuk anda." jawab Yun Hoo cepat.

"hmm..baiklah." jawab Chanyeol cepat.

Yun hoo kemudian menyuntikkan jarum suntik ke tangan Chanyeol dan mengambil darahnya.

"Anda harus tetap disini pangeran, agar tetap steril. Saya pergi dulu ke lab." ujar Yun hoo kemudian.

"Ya." jawab Chanyeol singkat.

~~~~~~~

Yun Hoo terlihat sedang membolak balikan kertas hasil cek darah Chanyeol, dia mengernyit bingung, ini kasus yang langka menurutnya.

Saat masih sibuk dengan kertasnya, Baekhyun menghampirinya lagi.

"Ayaaahh~" ujarnya manja.

"Baekki, apa yang kamu lakukan sayang? mengapa Baekki disini? Bukankah ayah sudah bilang agar Baekki istirahat dan tidak keluar kamar?" tanya Yun Hoo bertubi-tubi.

Baekhyun mempoutkan bibirnya dan berkata, "Baekki bosan ayaaahh~" sedikit merengek pada ayahnya.

Yun Hoo hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku menggemaskan putra mungilnya.

"Apa yang sedang ayah lakukan?" ujar Baekhyun setelahnya.

"Memeriksa laporan sayang." jawab Yun Hoo singkat.

"Laporan apa?" ujar Baekhyun bersemangat, kemudian dia melanjutkan, "Boleh aku melihatnya?"

Yun Hoo menutup hasil tes darah Chanyeol, mengalihkan pandangannya ke putra manisnya dan bertanya sesuatu untuk mengalihkan perhatian Baekhyun, "Sayang, kau masih belum mengalaminya?"

Baekhyun mengerjap tak mengerti, selanjutnya dia bertanya dengan lugunya, "Mengalami apa ayah?"

"e-eeuum, itu heatmu." ujar Yun Hoo sedikit terbata.

Pipi Baekhyun seketika memerah, dia malu, "Me-mengapa ayah tiba-tiba menanyakannya?" cicit Baekhyun pelan.

Ah sepertinya dia berhasil mengalihkan perhatian putra mungilnya, kemudian dia bersuara, "Apa kau sudah mengalaminya sayang?"

"Be-belum," cicit Baekhyun seperti berbisik, dia menundukkan wajahnya.

Detik selanjutnya Baekhyun berkata, "Ma-maaf ayah."

"Hei sayang kau tak perlu meminta maaf, ini bukan salahmu," ujar Yun Hoo sedikit tak enak.

Kemudian dia melanjutkan, "Baekki, apakah kamu masih meminum darah hewan?"

"I-iya ayah." cicit Baekhyun, dia tahu bahwa semua dalam dirinya tidaklah normal, sampai detik ini belum juga mengalami heat dan masih meminum darah hewan yang sejatinya untuk vampire anak-anak.

Melihat raut wajah Baekhyun, ayahnya merasa bersalah, tak seharusnya membawa topik yang sensitif ini hingga melukai putra mungilnya.

"Maafkan ayah Baekki." lirih Yun Hoo sembari memeluk Baekhyun yang menahan air matanya sedari tadi.

Tangis Baekhyun pecah, dia terus meracau meminta maaf pada Yun Hoo hingga dia lelah dan akhirnya tertidur, Yun Hoo membawa Baekhyun kembali ke kamar rawatnya.

Yun Hoo memang mengatakan bahwa Baekhyun sedang dalam pelatihan, tapi lebih tepatnya Baekhyun sedang menjalani pengobatan.

Yun Hoo hanya menuruti permintaan putranya itu setelah dia merengek sebulan penuh, akhirnya dia membawa Baekhyun untuk ikut pelatihan, tapi Baekhyun lebih banyak di kamarnya karena statusnya memang sebagai pasien, hanya Baekhyun yang menganggap dirinya peserta pelatihan.

Dia menatap sendu ke arah Baekhyun, semakin lama fisik putra kesayangannya semakin lemah.

~~~~~~~

"Pangeran saya membawa hasil..." perkataan Yun Hoo seketika terhenti ketika dia tak menemukan sang pangeran di dalam ruangan.

Seketika Yun Hoo panik dan dengan gusar dia langsung keluar ruangan.

"Pangeran...pangeran...pangeran Chanyeol! anda dimana?!" Yun Hoo meneriakan nama sang pangeran untuk mencarinya.

Dia mencari kesetiap sudut rumah sakit, namun tetap tak menemukan sang pangeran.

"Kemana dia." ujar Yun Hoo bermonolog sendiri.

Dia melihat salah satu suster yang memang mengetahui bahwa pangeran di rawat disini, masalah pangeran yang di rawat itu adalah rahasia hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

"Hani!" dia memanggil nama suster tersebut.

"Oh...dokter Byun, ada apa?" jawab suster yang bernama hani itu cepat.

"Apa kau melihat pangeran Chanyeol?" tanpa basa-basi Yun Hoo langsung bertanya.

"Tidak dok, saya tidak melihat beliau." ujar Hani setelahnya.

"Baiklah, terima kasih."

Setelah mengucapkan terima kasih, Yun Hoo segera bergegas ke ruangan dimana Baekhyun putra mungilnya di rawat, berbagai kemiripan yang terlihat membuat dirinya merasakan firasat buruk.

"Baekki sa..." ucapan Yun Hoo terhenti setelah membuka pintu dan tak mendapati putra mungilnya di atas ranjang.

Yun Hoo mendadak gusar, panik melanda dirinya, aish bagaimana bisa dua orang ini hilang secara bersamaan, firasat Yun Hoo makin tak enak.

~~~~~~

"Ah...sungguh membosankan didalam ruangan itu." ucap Chanyeol menggerutu, selama hidupnya dia tak pernah di kurung seperti itu.

Saat ini sang pangeran sedang berada di atap rumah sakit, dengan kain-kain putih yang di jemur dan tertiup angin, suasana di atap benar-benar romantis.

Semilir angin membuat sang pangeran mengantuk dan akhirnya tertidur.

~~~~~~

Sementara di tempat lain, pria mungil itu kini sedang menaiki tangga menuju atap, dia sangat suka suasana disana begitu tenang dan romantis.

"Uuggh...ini melelahkan," ujar Baekhyun sedikit mengeluh.

"Kapan sampainya? Mengapa tangganya banyak sekali?" lanjutnya sembari mempoutkan bibirnya lucu.

Meskipun mengeluh namun lelaki mungil itu tetap melanjutkan langkahnya hingga dia melihat pintu yang tepat menghubungkan rumah sakit ke atap.

"Akhirnya sampai." ujar Baekhyun dengan mata berbinar setelah melihat pintu menuju atap tinggal beberapa langkah lagi di depan.

~~~~~~

Sementara di taman rumah sakit sang ayah Yun Hoo tengah pusing mencari pangeran Chanyeol dan putranya yang menghilang.

"Aiisshh! Kemana perginya mereka berdua? mengapa bisa hilang bersamaan!" ujar Yun Hoo tak tenang.

"Bagaimana bila mereka bertemu? pangeran takkan mengetahui bahwa dia putraku bukan? Andwae, tidak boleh, mereka tidak boleh bertemu!" ujar Yun Hoo semakin dilanda rasa panik.

Detik selanjutkan Yun Hoo ingat dia memiliki kekuatan telepati, kepanikan yang melanda membuat dia seketika menjadi bodoh dan melupakan kemampuan yang dia miliki.

"Baekki...Baekki...kau mendengar ayah?" ujar Yun Hoo dalam telepatinya.

Baekhyun yang sudah meraih knop pintu dan hendak membukanya terkejut mendengar suara ayahnya, dia pasti marah karena dirinya keluar dari ruangan rawatnya.

"Uumm, a-ayah?" dengan ragu Baekhyun menjawab telepati sang ayah.

"Baekki sayang kau dimana?" tanya Yun Hoo kemudian.

"A-ayah ma-marah?" ujar Baekhyun takut-takut.

"Tidak sayang, ayah tidak marah."

"Be-benarkah?"

"Ya Baekki, sekarang katakan kau dimana?" Yun Hoo kembali bertanya.

"Di-di atap ayah." ujar Baekhyun ragu.

"Bisakah kau kembali ke ruanganmu sayang? ayah akan menunggumu disana." ujar Yun Hoo setelahnya.

"Ba-baik ayah." jawab Baekhyun setelahnya.

Baekhyun menghela nafasnya kecewa, dia benar-benar ingin membuka pintu ini, tinggal sedikit lagi dan dia akan menikmati suasana atap kesukaannya, tapi perintah ayahnya memupuskan harapannya.

"Tidak bisakah aku berada di atap sebentar saja?" ujar Baekhyun bermonolog.

Baekhyun yang keras kepala pada akhirnya tak mengindahkan permintaan Yun Hoo untuk segera kembali ke ruangannya, dia lebih memilih memutar knop pintu dan whusshh semilir angin menerpa wajahnya.

Sekarang dia ada di atap, suasananya benar-benar romantis, kemudian dia berkata, "Maafkan Baekki ayah, hanya sebentar saja, jangan marah yaa~" perkataan manja yang ditujukan untuk sang ayah meskipun sang ayah takkan bisa mendengarnya.

Baekhyun melewati kain-kain putih yang di jemur menuju ke balkon untuk melihat pemandangan, Chanyeol masih tertidur di atap yang lebih tinggi di sebelah kiri.

"Wow...menyegarkan." ujar Baekhyun bersemangat.

Angin yang berhembus membawa aroma manis khas omega milik Baekhyun ke arah indra penciuman Chanyeol.

"Ehmm...mmm" Chanyeol sedikit terusik dengan aroma manis yang menguar di sekitarnya.

"Baekki, kau dimana?" Baekhyun yang sedang menikmati pemandangan tersentak.

Kemudian menjawab, "Sebentar ayah."

"Cepatlah nak, ayah sudah menunggumu." ujar Yun Hoo.

"Baik ayah."

Secepat kilat Baekhyun meninggalkan atap, namun karena gerakan yang tiba-tiba akibat berlari tanpa sengaja Baekhyun melukai jarinya dan dengan cepat menghisap jarinya, sisa-sisa aroma darah Baekhyun yang manis terhembus terbawa angin.

"Auuch." Baekhyun mengaduh namun tetap melanjutkan langkahnya.

"Manis." ucap Chanyeol setengah sadar, detik selanjutnya dia membuka mata lebar dan berkata, "Aroma manis ini!"

Dia ingat itu aroma yang sama dengan yang dia cium 3 bulan lalu.

Segera dia melihat kesekitar dan tak menemukan siapapun, Chanyeol turun dan berjalan menuju balkon tempat Baekhyun berdiri tadi.

"Apakah mateku ada disini tadi?" gumam Chanyeol.

Kemudian dia melanjutkan, "Apakah salah satu saudaraku disini?" karena sejatinya hanya keluarga kerajaan dan salah satu saudara-saudari omeganya lah yang ditakdirkan menjadi matenya.

Saat menatap kebawah Chanyeol terkejut dan berkata, "Mereka disini."

Di bawah sana terlihat 50 omega saudara Chanyeol sedang berkumpul, sepertinya hendak menjenguk sang pangeran.

"Memang mateku salah satu dari mereka." ucap Chanyeol pada akhirnya.

"Tapiiii..." Chanyeol memejamkan matanya, menghela nafasnya, kemudian kembali bergumam, "Bagaimana aku mengetahui mateku jika mereka sebanyak itu?!" ujar Chanyeol frustasi.

.

.

.

.

.

.

Teee...Beee...Ceee...

Apa sih ini receh banget .

Maaf yaa gaje banget part ini wkwk :'v

Mind to review again?