Dangerous PureBlood

by

Coldnana

Cast : Nantikan dalam cerita

Yaoi, Fantasy, vampire, CHANBAEK, Omegaverse.

PART 3~~

Happy Reading~~

.

.

.

.

.

.

Chanyeol masih menatap datar dan frustasi ke arah kumpulan omega di bawah sana, "Mengapa mereka datang secara bersamaan?!" ujarnya penuh nada jengkel.

"Memangnya ini reuni keluarga apa!" lanjutnya lagi masih dengan nada kesal yang kentara.

Dengan tatapan datar sedingin es dia kembali berucap, "Para saudara bodoh! mau menjengukku?" kekeh Chanyeol geli, setelahnya dia kembali melanjutkan, "Mereka tahu itu hal yang sia-sia!"

Satu lagi julukan untuk vampire tampan ini, diantara saudara omeganya dia terkenal sebagai 'Untouchable Prince', berbahaya dan tak tersentuh.

Setelahnya dia bergegas kembali ke ruangan tempat dia di rawat, dia tak sekalipun peduli apalagi percaya pada kata mate, mengabaikan rasa tertarik yang sempat datang, Chanyeol kembali menjadi dingin, dia tidak butuh seorang mate, dari awal dia memang tak berniat mencarinya.

Yang Chanyeol butuhkan saat ini adalah keturunan, untuk membuatnya naik tahta dan menjadi Raja, dan pertama dia harus menyelesaikan masalahnya saat ini.

~~~~~~~

Yunhoo sedang menunggu Baekhyun dikamarnya, dia menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka.

"A-ayah apa kau menunggu lama?" ujar Baekhyun sedikit terbata.

"Baekki kenapa kau lama sekali?" ujar Yunhoo setelahnya.

"Ma-maafkan Baekki ayah."

"Tak apa, jadi mengapa kau lama sayang?" tanya Yunhoo selanjutnya.

"Baekki hanya mencari udara segar di atap ayah." ujarnya lagi.

"Bukankah ayah berkali-kali katakan..." ucapan Yunhoo terpotong oleh ucapan Baekhyun, "Untuk tidak keluar ruanganku? benarkan ayah?"

Yunhoo mengangguk, namun detik selanjutnya dia dikejutkan oleh perkataan Baekhyun, "Baekki tidak kemana-mana ayah! hanya mencari udara segar di atap, apakah itu salah? Baekki bosan dikamar terus, ayah bilang pelatihan?! tapi Baekki tahu ayah, ini pengobatan! Baekki sudah terjebak sangat lama di rumah sakit ini ayah! Di kamar ini! Baekki bukanlah tawanan ayah! apa salahnya jika Baekki keluar ruangan ini sebentar?!" Baekhyun meluapkan amarahnya.

Sesungguhnya Baekhyun sangat tertekan, sepanjang hidupnya hampir dia habiskan di rumah sakit itu, dikamar itu, tangisnya pecah lagi untuk kesekian kalinya.

Yunhoo merasakan sesak didadanya, dia tak tahu jika Baekhyun selama ini menanggung beban yang begitu berat dan tertekan.

"Sayang," ujar Yunhoo akhirnya.

"Maafkan ayah." lanjutnya kemudian.

Baekhyun membulatkan matanya, seketika tangisnya terhenti, dia mengeleng-gelengkan kepalanya, bukan itu yang dia maksud, dia hanya melampiaskan kekecewaannya.

"A-ayah~" rengek Baekhyun, dia tak bermaksud membuat ayahnya terluka dan merasa bersalah, dia tahu bahwa semua yang dilakukan dan katakan oleh pria ini semata-mata demi kebaikannya.

"Ba-baekki tidak bermaksud..."

"Shhh," ucapan Baekhyun terpotong kala Yunhoo meletakkan jari telunjuknya dimulut putra mungilnya.

Yunhoo merangkul kemudian memeluk putranya sayang, tak ingin Baekhyun makin merasa bersalah, selama ini putra mungilnya bersikap ceria dan menyimpan semuanya sendiri, dia senang Baekhyunnya mau terbuka sedikit padanya seperti tadi.

Dia paham Baekhyun kecewa, tapi tak ada yang bisa dia lakukan.

"Baekki." ucap Yunhoo memanggil nama panggilan putra kesayangannya.

"Hmm."

"Berjanji satu hal pada ayah."

"Apa ayah?"

"Mulai sekarang Baekki harus jujur dengan apa yang Baekki rasakan."

Baekhyun tersentak, kemudian bersuara, "Ta-tapiii ayah..."

Ucapannya terpotong oleh perkataan Yunhoo, "Berjanjilah sayang, kau harus jujur pada ayah, ketika Baekki berbohong ayah sungguh terluka."

Perkataan Yunhoo membuat Baekhyun seketika bungkam, dia memang tak terbiasa mengutarakan perasaannya, dia terbiasa memendamnya sendiri.

"Baekki?"

"Ba-baiklah ayah."

"Anak pintar." ucap Yunhoo sembari mengelus kepala Baekhyun sayang.

Meski tak terlalu yakin bahwa Baekhyun akan jujur sepenuhnya padanya namun Yunhoo tetap berharap dengan janji ini setidaknya putra mungilnya bisa sedikit terbuka padanya.

"A-ayah Baekki haus." ujar Baekhyun tiba-tiba.

Yunhoo segera mengambil gelas berisi darah kelinci di lemari penyimpanan dalam ruangan itu.

"Ini sayang." dengan segera Baekhyun meneguk cairan merah dalam gelas itu.

"Minum perlahan sayang, pelan-pelan saja."

"Uhuuk...Uhuuk..." Baekhyun terbatuk.

"Sudah ayah katakan perlahan minumnya." ujar Yunhoo sedikit kesal.

"Maaf ayah." cicit Baekhyun pelan.

Setelah beberapa saat suasana menjadi hening, Yunhoo hendak pergi namun dia mendengar suara,

"Aaarrgghh, a-ayah..." tiba-tiba Baekhyun bereaksi aneh setelah meminum darah itu, dia terlihat kesakitan dan memegangi lehernya.

"Ba-baekki...ada apa nak?!" panik Yunhoo melihat kondisi Baekhyun yang aneh.

"A-ayaahh~ sa-sakiithh aarrrgghh..." ujar Baekhyun terlihat kesakitan.

"Ada apa ini? apa yang terjadi? apa yang salah?" panik Yunhoo.

Dia mengecek ke arah gelas yang Baekhyun minum tadi, mungkinkah ada yang berniat meracuni putranya lagi?

Detik selanjutnya Baekhyun terjatuh tak sadarkan diri, "Baekki...Baekki sayang bangunlah! sadarlah nak!" ujar Yunhoo semakin panik.

Tubuh putra mungilnya semakin melemah, dengan segera Yunhoo meletakkan putranya di ranjang.

Dia menyuntikkan antibiotik dan bius pada Baekhyun, dengan gemetar dia mengambil sample darah Baekhyun, beruntung antibiotik itu bisa meredakan sedikit rasa sakit Baekhyun, namun tak membuat Baekhyun bertambah kuat, dia semakin melemah.

"Sayang bertahanlah!" ujar Yunhoo cepat, setelah itu dia pergi dari ruangan Baekhyun menuju lab, dia harus mencari tahu penyebab sakit tiba-tiba yang diderita putranya.

~~~~~~~~~

Sementara di tempat lain, Chanyeol tengah menatap sengit Irene, eunhee dan kristal, mereka bertiga dengan lancang masuk ke dalam ruangan rawatnya.

"Pergi!" bentak Chanyeol menatap tajam ketiganya.

"Tidak mau!" bentak ketiganya bersamaan.

"Pergi ku bilang!" geram Chanyeol masih dengan tatapan tajamnya.

"Tidaaakk!" ketiganya kembali berucap bersamaan.

Sementara saudara omeganya yang lain mengintip dari balik pintu ruang rawatnya, mereka tak seberani Irene, eunhee maupun kristal.

Mereka itu fanatik, omega gila, pemaksa.

Luhan dan Kyungsoo yang ikut mengintip dari balik pintu memutar bola mata mereka malas, Chanyeol melirik sebentar, kemudian menyeringai, dia menggunakan telepatinya dan bersuara,

"Luhan, Kyungsoo bantu aku singkirkan para jalang ini!"

"Tidak mau." jawab Kyungsoo datar.

"Kau gila?! mereka saudarimu juga!" ujar Luhan tak percaya.

"Singkirkan mereka, atau...kalian berdua akan berakhir di ranjang bersamaku!" ancam Chanyeol.

"Kau gila!" ujar Luhan.

"Jangan mengingkari janjimu!" ujar Kyungsoo.

"Janji? Ah...aku bisa membatalkannya kapan saja jika aku mau! lagipula kalian milikku!" ujar Chanyeol santai.

Luhan dan Kyungsoo bergidik ngeri, setelahnya kembali melakukan telepati, "Baiklah, kami akan membantumu! berjanjilah untuk menepati janjimu pada Sehun dan Kai!" ujar Luhan mewakili Kyungsoo yang ikut mengangukan kepalanya.

"Deal?" ujar Kyungsoo setelahnya.

"Deal!" ujar Chanyeol sembari menyeringai.

Detik selanjutnya Luhan dan Kyungsoo menerobos masuk lalu mengganggu irene, eunhee dan kristal,

"Keberatan jika kami bergabung?" ujar Luhan menggoda Chanyeol.

Chanyeol menyeringai kemudian berkata, "Tidak sama sekali."

Kyungsoo sengaja menabrakan dirinya ke arah mereka bertiga dan dihadiahi tatapan tajam oleh ketiganya, setelahnya Kyungsoo berkata, "Ah...mianhee eonie, kupikir tadi tidak ada orang."

"Yaaakk Kyungsoo!" teriak irene keras.

"Apa? aku kan sudah minta maaf." ujar Kyungsoo datar.

Irene murka, kemudian berkata, "Pergilah kalian berdua!"

"Tidak mauuu~" ujar keduanya dengan manja.

"Kalian tidak mendengar kata eonie irene? cepat pergi!" sambar eunhee setelahnya.

"Kyungsoo apa kau mendengar ada yang berbicara?" Luhan bertanya pada Kyungsoo mengabaikan eunhee.

"Tidak, apakah ada yang berbicara? mungkin kau salah dengar Luhan, itu suara kentutku, kkkk~" ujar Kyungsoo terkekeh.

"Pantas suaranya sungguh mengganggu, ternyata itu kentutmu." ujar Luhan ikut tertawa.

"Kalian makin kurang ajar!" ujar Kristal geram.

"Kyungsoo jangan begitu! apakah kau tak malu untuk kentut terus?!" ujar Luhan pura-pura melotot ke arah Kyungsoo.

"Ahh...maaf aku kelepasan~" ujar Kyungsoo di buat manja.

Keduanya menahan tawa mereka, sementara Irene, eunhee dan kristal sudah benar-benar murka.

Saat Irene hendak menampar keduanya, Chanyeol berucap, "Kyungsoo, Luhan kemarilah~" dengan nada yang dibuat menggoda.

Luhan dan Kyungsoo segera beranjak ke arah Chanyeol dan bergelayut manja di kedua sisi lengan Chanyeol.

"Chanyeoliiee~" ketiganya berteriak tidak terima dengan nada yang dibuat manja.

"Apa?" ujar Chanyeol datar pada ketiganya, Luhan dan Kyungsoo masih setia bergelayut manja di lengan Chanyeol bahkan menyenderkan kepala mereka di dada bidang pangeran tampan itu.

"Yaaaakkk! Kyungsoo! Luhan! menyingkir kalian! jangan bergelayut manja seperti itu pada Chanyoelie kami!" ujar Irene tak suka.

Luhan dan Kyungsoo tak bergeming, mereka hanya diam saja dan pura-pura tertidur di dada bidang Chanyeol, namun mereka sebenarnya melakukan telepati dengan pangeran tampan itu.

"Yaakk park Chanyeol! sekarang giliranmu!" ujar Luhan.

"Mainkan peranmu bodoh!" ujar Kyungsoo.

"Kalian ini saudara kurang ajar! berani mengataiku bodoh?!" geram Chanyeol.

"Sudahlah tak usah banyak protes, cepat lakukan tugasmu, usir mereka!" sahut Luhan.

"Cepatlah!" Kyungsoo ikut berbicara.

"Aiishh, araseo!" ujar Chanyeol datar.

Sementara Irene, eunhee dan kristal masih berteriak-teriak manja memanggil Chanyeol, melayangkan protes mereka dengan nada yang menjengkelkan.

Secepat kilat, semua merasakan aura disekitar Chanyeol berubah, Irene, eunhee dan kristal seketika bungkam, aura yang begitu menyeramkan, bahkan Luhan dan Kyungsoo bergidik ngeri, mereka harus tahan memeluk Chanyeol di saat aura membunuh penuh dominasi ini menyelimutinya bahkan hingga sampai keluar.

Dengan nada mendominasi yang mengerikan, terdengar sebuah suara berat dari pangeran tampan itu, "Pergi kalian! atau nyawa kalian melayang!"

Detik itu juga Irene, eunhee dan kristal segera beranjak pergi, mereka tak bodoh untuk mengetahui bahwa ancaman itu ditujukan kepada mereka.

Bahkan para omega yang mengintip diluar juga ikut pergi, tak sanggup merasakan aroma membunuh Chanyeol.

"Huueekk," Luhan menutup mulutnya dengan tangan, dia merasa mual, tak kuat dan segera melepaskan pegangannya dari tangan Chanyeol.

Kemudian berkata, "Yaaakk Park Chanyeol! hentikan aura membunuhmu itu! itu membuatku mual!"

Aura membunuh disekitar Chanyeol perlahan menghilang, Kyungsoo segera melepaskan dirinya, sejak tadi dia tak bisa bergerak.

Sejauh ini hanya mereka berdua yang mampu berada di dekat Chanyeol ketika aura itu berada di sekitar Chanyeol, meskipun efeknya Luhan menjadi mual dan Kyungsoo mendadak kaku.

Jika omega lain atau saudaranya yang lain pasti sudah pingsan atau bahkan mati hanya merasakan auranya, bahkan Irene, eunhee dan Kristal takkan sanggup menahannya.

Chanyeol terkekeh geli, ruangan rawatnya menjadi sedikit tenang sekarang, semua saudara omeganya menghilang entah kemana, mereka takkan kembali mendekati Chanyeol karena aura pekat ini bahkan menembus hingga keluar rumah sakit.

Kecuali 2 orang yang tengah menatapnya datar.

"Mengapa kau tertawa?" ujar Kyungsoo.

Chanyeol hanya mengangkat kedua bahunya.

"Jika kau ingin mengeluarkan aura membunuh, katakan terlebih dahulu!" protes Luhan.

"Maaf aku kelepasan." ujar Chanyeol santai.

"Yaaakkk Park Chanyeol! bersikaplah dewasa!" geram Kyungsoo.

"Apa maksudmu?" tanya Chanyeol pura-pura tak mengerti.

Kyungsoo menatap Chanyeol tajam, semua tahu dia sedang emosi meskipun wajahnya tak berubah, tetap datar.

"Aku tahu kau sedang balas dendam!" geram Kyungsoo.

"Balas dendam?" dengan wajah tak bersalah Chanyeol kembali bertanya.

"Yaaakk Park Chanyeol! jangan memasang wajah tak bersalah seperti itu! itu menjijikan!" sahut Luhan setelahnya.

Chanyeol menatap Luhan tajam.

Kemudian perhatiannya teralihkan dengan ucapan Kyungsoo, "Tak usah berpura-pura yeol! kau balas dendam karena kami, lebih tepatnya aku mengataimu bodoh kan?!"

Seketika tawa Chanyeol lepas, kedua saudara omeganya ini benar-benar memahami dirinya.

Plaakk~

Luhan menoyor kepala Chanyeol, membuatnya kembali dihadiahi tatapan tajam oleh pangeran tampan itu.

"Bersikaplah dewasa! kau itu calon Raja!" dengus Luhan.

Selain kedua orang tuanya, Chanyeol juga dekat dengan dua saudara menyebalkannya ini, mereka memahami dirinya, menyemangatinya, menasehatinya walau terkadang mulut mereka ingin Chanyeol robek karena perkataan pedas serta kurang ajar yang mereka lontarkan.

"Iissshh!" Chanyeol berdesis tak suka.

Setelahnya kembali melanjutkan, "Baiklah, baiklah, aku takkan mengulanginya lagi!" geramnya frustasi.

"Benarkah?" ujar Kyungsoo tak percaya.

"Tapi tak janji, jika kalian mengataiku lagi aku bisa saja kelepasan." ujar Chanyeol tanpa dosa.

Keduanya menghela nafas, mereka tahu pasti akan seperti ini jadinya, menasehati dan melawan seorang Park Chanyeol adalah hal yang sia-sia, tapi entah mengapa mereka tak bisa meninggalkan saudara tampannya satu ini.

Terlebih dengan fakta bahwa mereka lahir hanya untuknya, tapi dia dengan sukarela membiarkan mereka bersama orang yang mereka cintai, meski semua tak mengetahuinya tapi tak mengapa.

"Baiklah lakukan sesukamu!" ujar keduanya secara bersamaan kemudian meninggalkan ruangan tempat Chanyeol dirawat.

~~~~~~~~~~

Yunhoo menatap sendu ke arah putra mungilnya, laporan hasil cek darah Baekhyun di tangannya sudah ia genggam erat hingga terlihat lecek dan kusut namun masih bisa terbaca.

Setelah menyuntikkan antibiotik dan bius kepada Baekhyun, Yunhoo membawa sample darah putranya ke lab, setelah mengetahui hasilnya dia mengerang frustasi, sekali lagi putranya harus masuk ruang khusus.

"Racun itu!" desis Yunhoo menahan amarahnya.

Berbagai peralatan medis, infus dan segala macam selang menempel di tubuh mungil itu, putra malangnya semakin melemah.

"Bertahanlah Baekki sayang!" ujar Yunhoo menahan air matanya.

Selanjutnya dia segera bergegas pergi, dia masih memiliki tugas lain, dia tak bisa berlarut-larut disini, sedih dan terluka memang melihat keadaan putranya, tapi dia tak bisa terlarut dalam kesedihannya dan meninggalkan pekerjaannya.

"Istirahatlah nak." ucap Yunhoo lembut.

Yunhoo hanya bisa berharap Baekhyunnya segera sadar dari komanya, ya benar Baekhyun tak sadarkan diri, dia koma untuk waktu yang tidak di tentukan.

~~~~~~~~

Ditempat lain, tepatnya di taman rumah sakit, ketika Luhan dan Kyungsoo sedang asik mengobrol, mereka dicegat oleh Irene, eunhee dan kristal.

"Apa mau kalian?" ucap Kyungsoo datar.

"Minggir!" ucap Luhan ketus.

"Beraninya kalian!" ucap Irene hendak menampar Luhan karena dia yang paling dekat dengannya.

Luhan reflek menghindar, dan tangan Irene berhenti tiba-tiba di udara.

"Cukup!" ujar Kyungsoo menatap tajam Irene.

"Ciiihh...Kau juga tadi mau menampar kami kan eonie didalam?" ujar Luhan ketus.

"Kalau iya memang kenapa?! Irene eonie berhak menampar jalang seperti kalian!" sahut eunhee setengah membentak.

"Berhak?" ujar Kyungsoo menaikkan sebelah alisnya.

"Siapa kau berhak menampar kami? dan apa tadi? jalang? bukankah kalian yang jalang?!" lanjut Kyungsoo sedikit meninggikan nadanya dan sedikit mengejek di akhir.

"Yaakk kau Park Kyungsoo!" kristal menyahut dan hendak menampar Kyungsoo.

Kali ini Luhan yang menghentikan kristal, seketika badan gadis itu kaku tak bisa di gerakkan.

"Bisakah kalian berhenti mengganggu kami?!" ujar Luhan menahan amarahnya.

Irene dan eunhee berusaha menolong kristal dan mencoba menggunakan kekuatan mereka pada Luhan, tapi serangan telak dari Kyungsoo membuat mereka jatuh tak berdaya.

"Pergi sekarang juga!" ujar Kyungsoo penuh amarah.

"Kami takkan sabar selamanya menghadapi kalian!" sahut Luhan setelahnya.

"Kalian curang! kalian menggunakan kekuatan itu!" ujar Irene tak terima.

Aura disekitar Kyungsoo dan Luhan berubah menjadi mengerikan, walaupun tak semengerikan aura milik Chanyeol, namun bagi Irene dan yang lainnya aura mereka cukup menyeramkan dan juga mematikan.

'Special Twins' itulah mereka, omega kembar yang terlahir kala bulan purnama merah menerangi dunia vampire.

"Oh...kalian masih mau melawan?" ujar Kyungsoo.

"Yakin tidak mau menyerah?" sahut Luhan setelahnya.

Ketiganya menelan ludah mereka kasar, mereka hanya omega biasa, takkan sanggup melawan special twins, akhirnya mereka menyerah.

"Ka-kami menyerah, Ma-maafkan kami." ujar mereka bertiga serempak.

"Bagus!" jawab Luhan dan Kyungsoo kompak dan keduanya menyeringai bersamaan.

Para omega yang lain hanya bisa menonton, mereka kagum pada Luhan dan Kyungsoo, namun seperti Chanyeol mereka berdua juga sulit untuk didekati dan mendapat julukan 'Untouchable Twins'.

~~~~~~~~

Yunhoo berjalan menuju ke ruangan dimana Chanyeol dirawat, berharap pangeran tampan itu ada di ruangannya sekarang.

"Pangeran?" Yunhoo membuka pintu dan melihat Chanyeol didalam.

"Ya." jawab Chanyeol singkat.

"Pa-pangeran an-anda darimana?" ujar Yunhoo takut-takut, pasalnya dia masih merasakan aura membunuh yang tadi Chanyeol keluarkan.

"Atap." ujar Chanyeol santai.

Yunhoo terkejut mendengarnya, pangeran dan putranya sama-sama dari atap, apakah mereka bertemu? apakah pangeran tahu bahwa Baekhyun adalah putranya? berbagai pertanyaan terbesit dalam benaknya.

"Dokter Byun?"

"Ah...maaf pangeran, apakah ada sesuatu yang terjadi?" pertanyaan yang cukup ambigu terlontar dari mulut Yunhoo.

Chanyeol mengernyitkan dahinya dan bertanya, "maksudmu?"

"Apakah ada sesuatu yang baru saja terjadi pada anda pangeran?" Yunhoo memperjelas pertanyaannya.

"Mengapa kau bertanya begitu?"

"Ah...itu karena...aura ini..."

"Oh...tadi saudaraku datang dan membuat kekacauan." kata Chanyeol cepat.

"Be-benarkah?" tanya Yunhoo ragu, setelahnya dia menghembuskan nafas lega, dia sempat berfikir bahwa pangeran dan putranya bertemu, lalu pangeran berniat membunuh putranya.

"Ada apa?" tanya Chanyeol penuh selidik.

"Tidak pangeran, tidak apa-apa." ucap Yunhoo setenang mungkin.

"Bisakah kita mulai pengobatan anda lagi?" lanjutnya lagi.

"Ya."

Chanyeol mengernyit bingung melihat botol kecil berisi cairan yang sama seperti terakhir kali mereka melakukan pengobatan.

"Bukankah itu obat perangsang yang sama?"

"Ini berbeda tuan, dosisnya lebih tinggi dari kemarin."

"Baiklah."

"Silahkan diminum tuan." ujar Yunhoo sembari menyodorkan gelas berisi darah kelinci yang telah dicampur obat perangsang.

5 menit kemudian Chanyeol masih tidak bereaksi, "Ba-bagaimana tuan?" ujar Yunhoo gugup.

"Aku tak merasakan apapun." ujar Chanyeol datar.

Yunhoo merosot lemas, padahal dia telah menambahkan dosis sesuai data hasil sample darah Chanyeol, apa yang salah sebenarnya? dimana letak kesalahannya? kendati demikian Yunhoo masih belum menyerah pada metode obat perangsang ini.

"Pangeran, saya akan berusaha membuat obat perangsang yang lebih hebat dari ini!" ujarnya final.

"Lakukan sesukamu." ujar Chanyeol datar.

"Ta-tapii itu membutuhkan waktu yang cukup lama pangeran." ujar Yunhoo gugup.

"Berapa lama?"

"7 bulan?" ujar Yunhoo tak yakin.

Chanyeol membelalakan matanya, menatap Yunhoo tajam, selanjutnya berkata, "5 bulan! sebelum aku kembali ke istana maka obat yang kau janjikan harus siap!"

"Ba-baiklah pangeran."

"Lalu?"

"Ya-ya pangeran, ada apa?"

"Apa aku harus menunggumu membuat obat itu dan tidak melakukan apa-apa?" ujar Chanyeol.

"Oh...tidak pangeran, saya tidak bisa menjamin bahwa obat itu akan berhasil juga, jadi saya sudah menyiapkan metode lain yang mungkin bisa menyelesaikan masalah anda." jelas Yunhoo panjang lebar.

"Metode apa?"

"Memijat penis anda?" jawab sang dokter ragu.

Chanyeol membulatkan matanya, menatap tidak suka ke arah sang dokter dan berkata, "Tidak adakah metode lain?"

"Se-setidaknya kita harus mencoba hal ini pangeran, si-siapa tahu berhasil?" ujar Yunhoo takut-takut.

Chanyeol menghembuskan nafasnya, setelahnya dia bertanya, "Siapa yang akan memijat penisku?"

"Itu terserah anda, anda berhak memilih." ujar Yunhoo kemudian.

"Saya sarankan agar anda memilih omega yang seksi dan cantik untuk membangkitkan gairah anda, atau anda bisa minta salah satu saudara omega anda? tidak akan ada yang menolak anda pangeran, semua tunduk pada pesona anda." lanjutnya kemudian.

"Saudaraku? omega cantik?" ujar Chanyeol cepat.

"Be-benar pangeran."

Chanyeol menatap tajam yunhoo, "Tidak! aku tak mau! akan memalukan jika mereka sampai tahu dan masalah ini menyebar!" ujarnya cepat.

"La-lantas tuan?

"Ah...aku ingat! bukankah kau pernah berkata bahwa putramu cantik dan bisa mengambil spermaku?"

Nafas Yunhoo seketika tercekat, dia melupakan hal itu, dia lupa bahwa dia pernah menawarkan Baekhyunnya untuk mengambil sperma sang pangeran.

"Mohon maaf pangeran." ujar Yunhoo cepat.

"Kenapa?" Chanyeol mengernyit tak paham.

"Putra hamba saat ini sedang sakit parah, penyakitnya sangat berbahaya, hamba takut anda akan tertular penyakitnya."

"Benarkah?"

"Be-benar pangeran."

"Separah apa penyakitnya memang? Sakit apa yang dideritanya?" tanya Chanyeol bertubi-tubi.

Yunhoo memutar otaknya, tak menyangka bahwa sang pangeran sangat jeli, dia tak bisa mengelak bila begini ceritanya.

Akhirnya dia memilih jujur, "Putra hamba saat ini tengah koma pangeran, penyakitnya belum terlalu jelas sehingga tak diketahui apakah berbahaya atau tidak dan apakah menular atau tidak."

Chanyeol sedikit terkejut, dia tak bertanya lebih lanjut karena menurutnya itu tak terlalu penting, "Baiklah, kau saja yang memijat penisku!" final Chanyeol.

"Ba-baik pangeran."

"Kapan metode itu diadakan?" tanya Chanyeol lagi.

"Lu-lusa pangeran."

"Baiklah ku tunggu kau lusa nanti."

"Baik pangeran, saya permisi dulu."

Chanyeol yang lelah akhirnya menutup matanya dan terlelap kedalam alam mimpi.

~~~~~~~~

Yunhoo bergegas meninggalkan ruangan Chanyeol, dia berjalan kearah ruang khusus tempat putra mungilnya berbaring tak berdaya, dia khawatir pada Baekhyunnya.

Berbagai alat medis masih menempel ditubuh mungil itu membuat siapapun yang melihatnya menjadi iba.

Yunhoo memilih duduk di samping putra mungilnya, dengan lirih dia berkata, "Apa yang sebenarnya terjadi padamu nak?"

"Bagaimana kau mendapatkan luka ini?" dia melihat kearah jari Baekhyun yang terluka, ternyata lukanya lumayan dalam dan berakibat fatal.

"Bukankah ayah sudah sering berkata padamu untuk berhati-hati, hmm." lanjutnya lagi menatap wajah pucat putranya.

"Kau tak seperti vampire kebanyakan sayang, kau ber-berbeda." ujar Yunhoo lagi, dia tercekat saat mengatakan hal itu.

Tanpa ia sadari air mata telah mengalir deras membentuk dua buah sungai dikedua sisi wajahnya.

"Bangunlah nak, bangun, jangan seperti ini." lirihnya.

Yunhoo menggenggam tangan mungil milik Baekhyun, tangisnya semakin lama semakin parah.

"Bangunlah sayang..." lirihnya untuk kesekian kali.

"Tubuhmu sangat sensitive sayang, jangan terluka lagi nak." ujar Yunhoo menatap sendu kearah putranya.

Dia sudah seperti orang gila, berbicara sendiri, terus berbicara walau dia tahu bahwa Baekhyun takkan menjawabnya.

"Andai waktu bisa di putar ulang nak, ayah takkan memberikanmu darah itu nak, seharusnya ayah curiga waktu itu..." lagi-lagi Yunhoo berucap dengan nada penuh penyesalan, dia sungguh menyesal telah memberikan Baekhyun darah kelinci waktu itu.

Kemudian perhatiannya beralih kepada hasil cek darah Baekhyun yang telah kusut akibat ulahnya.

Dia mendesis tidak suka menatap lembaran kertas itu, "Brengsek! sampai kapan putraku harus menderita karena kalian!

Dia menyembunyikan wajahnya di antara kedua tangannya, menangis, sungguh jika sudah menyangkut putra mungilnya, Yunhoo benar-benar menjadi lemah dan sensitif, tangisnya pecah lagi.

"Bertahanlah Baekhyun sayang, ayah mohon jangan tinggalkan ayah." ujar Yunhoo dengan nada sendu.

"Apa salahmu sampai kau harus mengalami semua ini nak!" lagi-lagi Yunhoo berucap lirih pada anaknya.

Dadanya sakit, jika bisa dia ingin menggantikan posisi putranya saat ini, meskipun tengah koma namun raut kesakitan masih nampak diwajah manisnya, wajah manis itu nampak pucat dengan keringat dingin dipelipisnya.

Yunhoo menyeka air matanya, dia beralih mengecek suhu tubuh Baekhyun, betapa terkejutnya dia ketika mendapati suhu tubuh putra mungilnya sangatlah panas, Baekhyun demam tinggi.

Yunhoo menatap Baekhyun sendu, bahkan dalam keadaan koma saja dia masih harus kesakitan seperti ini, kemudian dengan cepat dia mengambil baskom berisi air hangat dan mengompres Baekhyun berharap demamnya turun.

"Baekki kuat, bertahan yaa sayang, Baekki pasti bisa!" ujar Yunhoo lagi memberi semangat pada putranya, dia tahu Baekhyun pasti mendengarnya meskipun tak bisa menjawabnya.

Setelah semalaman berada di kamar khusus putranya, Yunhoo yang tertidur akhirnya tersadar, dia mengecek suhu tubuh Baekhyun dan demamnya telah turun, kondisinya stabil meski masih lemah.

Yunhoo menghela nafasnya lega, "Sepertinya aku bisa meninggalkannya, kondisinya sudah stabil." ujarnya kemudian.

"Maafkan ayah Baekki, ayah tinggal dulu yaa, ayah sayang Baekki." lanjutnya sambil mengecup kening putra mungilnya sayang.

Detik selanjutnya Yunhoo benar-benar meninggalkan Baekhyun dan pergi dari ruangan khusus itu.

~~~~~~~~

Chanyeol terbangun dari tidurnya, dia bermimpi buruk.

"Mimpi macam apa itu!" ujarnya dengan nada sedikit jengkel.

Mimpi sialan itu telah mengganggu tidur nyenyaknya. Dengan malas Chanyeol bangun dari tidurnya, dia sudah tidak mengantuk lagi akibat mimpi buruk itu.

Pangeran tampan itu memutuskan untuk keluar kamar rawatnya dan mencari udara segar, ketika melewati taman rumah sakit dia melihat gerombolan saudara omeganya sedang ramai-ramai berkumpul dan sepertinya terjadi sesuatu disana.

"Apa yang mereka lakukan?" gumam Chanyeol.

"Mengapa mereka masih disini dan belum kembali ke istana?!" lanjutnya mendengus tidak suka melihat para saudara omeganya betah berlama-lama di rumah sakit tempat dia dirawat.

Sedikit penasaran dia mendekat dan melihat Kyungsoo serta Luhan sedang bertengkar dengan Irene, eunhee dan kristal.

Chanyeol hanya geleng-geleng kepala, dia paham betul mengapa mereka bertengkar, merasa tidak perlu membantu special twins karena mereka bukanlah vampire omega yang lemah, dia hendak pergi sampai mendengar teriakan panik dari Luhan, "Kyungsoo!"

~~~~~~~~

Di sisi lain taman, Yunhoo yang tengah berjalan sambil membawa sample darah Baekhyun, terkejut melihat Kyungsoo yang terluka dan secara reflek berlari mendekatinya, dia melupakan fakta bahwa dirinya masih mengantongi sample darah putranya hingga tanpa sengaja botol kecil itu terjatuh.

Chanyeol yang mendengar teriakan Luhan segera menembus kerumunan para saudara omeganya yang terlihat panik.

Dia tercekat melihat Kyungsoo terluka, dan menatap tajam ke arah Irene, eunhee dan kristal.

"Apa yang terjadi?!"

"Cha-Chanyeolie i-itu ka-kami ti-tidak bermaksud, " ujar ketiganya ketakutan.

"Mereka melukai Kyungsoo!" potong Luhan dengan tatapan tajamnya.

"Bagaimana bisa?!" ujar Chanyeol tak percaya.

"Kalian kan special twins!" lanjutnya lagi.

"Mereka pura-pura menyerah dan menyerang kami dari belakang ketika kami lengah! dasar licik!" ujar Luhan penuh amarah.

"Yeol selamatkan Kyungsoo! dia berusaha melindungiku! hikss...selamatkan dia!" ujar Luhan terisak.

"Tenanglah!" ujarnya menenangkan Luhan.

"Dokter Byun bagaimana keadaannya?" ujar Chanyeol pada Yunhoo.

"Lukanya sedikit parah tapi aku sudah memberikan pertolongan pertama padanya, kurasa dia akan baik-baik saja, na..."

"Bagus!" ucapan Yunhoo terpotong begitu saja dengan ucapan Chanyeol.

"Na-namun pangeran, di-dia kehilangan banyak darah dan harus dirawat." sambung Yunhoo sedikit takut.

Wajah Chanyeol seketika berubah menggelap, aura disekitarnya berubah menjadi mengerikan, tangis Luhan pecah namun aura disekitar Luhan juga berubah mencekam.

Bukankah sudah dikatakan bahwa Chanyeol begitu dekat dengan special twins, hingga mereka bertiga mendapatkan julukan 'Bloody Angels', tiga malaikat maut yang akan membunuh siapa saja yang menyakiti salah satu diantara mereka.

Baik Chanyeol, Luhan maupun Kyungsoo akan dengan senang hati berlumuran darah dengan wajah tersenyum bagai malaikat, menampilkan kesan keindahan dan kekejaman yang berpadu menjadi satu julukan penuh makna 'Bloody Angels'.

Meski Chanyeol selalu berkata bahwa dia tidak sudi menghirup udara yang sama dengan mereka, tapi dia tak sungguh-sungguh mengucapkannya.

"Keparat kalian!" ujar Chanyeol murka.

"Aku akan membuat kalian menyesal!" sambar Luhan cepat.

"I-inikah sosok 'Bloody Angels' yang mengerikan itu?" salah satu omega saudara Chanyeol yang lain bergumam.

"Be-benar, inilah 'Bloody Angels' yang melegenda itu!" omega lainnya menyahut.

Tiba-tiba suasana di taman itu menjadi ricuh dan begitu mencekam.

"Diam!" bentak Chanyeol penuh amarah.

Seketika semuanya diam, suasana mendadak hening.

Chanyeol kembali menoleh ke arah Yunhoo, mendapat tatapan tiba-tiba Chanyeol dan aura yang begitu mengerikan membuat Yunhoo ketakutan.

"Bawa dia!" perintah Chanyeol sembari menunjuk Kyungsoo, tak dipedulikannya Yunhoo yang ketakutan.

Yunhoo tersentak namun berusaha menjawab, "Ba-baik pangeran."

"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya! dia kembaranku yang berharga!" Luhan ikut memberi perintah.

"Ba-baik." ujar Yunhoo segera meninggalkan taman rumah sakit dan menuju ke ruangan khusus.

"Sekarang..." ujar Chanyeol menatap tajam ke arah irene dan yang lainnya, kemudian melanjutkan, "apa yang harus kita lakukan pada mereka Luhan?" tampak seringaian mengerikan terlihat di wajah tampan milik pangeran negeri vampire tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued

Tambah gaje aja part ini huhuhu...

Maafkan segala typo dan juga keanehan dalam cerita. Mian~~

Masalah tidak ada jeda dalam setting waktu itu, boleh gk aku minta penjelasan lebih rinci? Maaf merepotkan~~_

Ini ff pertama aku, serius deh (':

Idenya masih acak-acakan, masih banyak yang belum aku ngerti dan kuasai.

Kalau tidak merepotkan tolong jelaskan bagaimana membuat jeda yang baik dalam setting perbedaan waktu, agar lebih enak dibaca (':

Mind to review this part? (':