Dangerous PureBlood
by
Coldnana
.
.
.
.
.
Cast : Nantikan dalam cerita.
YAOI,CHANBAEK,OMEGAVERSE,VAMPIRE,FANTASY,ROMANCE
CHAPTER 4 PRESENT
.
.
.
.
Sesungguhnya aku hanyalah pemula yang belum berpengalaman, maka dari itu aku akan sangat senang bila kalian dapat memberikan review untuk membuatku belajar.
Keep review my story guys (':
Cause your review is my everything (':
Review kalian semualah yang membuatku semangat (':
Happy Reading guysss~~
.
.
.
.
.
Chapter sebelumnya
"Sekarang..." ujar Chanyeol menatap tajam ke arah irene dan yang lainnya, kemudian melanjutkan, "apa yang harus kita lakukan pada mereka Luhan?" tampak seringaian mengerikan terlihat di wajah tampan milik pangeran negeri vampire tersebut.
~~~~~~
Ketiga vampire omega itu mendadak tercekat ketakutan, mereka beringsut menjauh secara perlahan mengikuti insting mereka.
"Apa kita bunuh saja mereka?" ujar Chanyeol semakin menampilkan seringai mengerikan miliknya.
"Ide bagus yeol! kita bunuh dan kuliti tubuh menjijikan mereka!" ujar Luhan dengan kejamnya.
"Apa kalian pernah dengar julukan 'Bloody Angels'?" lanjut Luhan menyeringai.
Baik Irene, eunhee maupun kristal diam membisu, lidah mereka kelu, tubuh mereka bergetar ketakutan merasakan aura membunuh yang begitu kuat terpancar dari Chanyeol dan Luhan, membentuk sebuah aura baru yang sangat menyeramkan.
Semua vampire menyebut aura itu 'Death Penalty', sebuah aura baru yang dihasilkan oleh 'Bloody Angels', aura yang begitu mencekam, seolah kematian mendekatimu.
Ketika mereka menjadi 'Bloody Angels', baik Luhan maupun Kyungsoo seolah menjadi kebal dengan aura membunuh milik Chanyeol, karena sejatinya Chanyeol adalah vampire terhebat yang pernah ada, memiliki banyak julukan dan aura, bahkan dia bisa mengatur aura membunuhnya, sehingga ketika dirinya dan special twins berubah menjadi Bloody Angels, baik Luhan maupun Kyungsoo tak merasakan efek apapun.
"Mengapa kalian diam?" ujar Luhan menaikan sebelah alisnya.
"I-itu...k-ka-kami..." ketiganya berusaha menjawab dengan segenap keberanian yang mereka miliki.
"Hah? kalian mengatakan sesuatu?!" ujar Luhan dengan nada mengintimidasi.
"Ka-kami mi-minta ma-maaf..." cicit ketiganya ketakutan.
"Maaf?" Chanyeol bersuara sembari mengernyitkan dahinya.
"Maaf kalian bilang?! jangan pernah bermimpi untuk bisa dimaafkan!" geram Luhan penuh amarah.
"Sekarang! katakan alasan kalian melukai Kyungsoo!" Chanyeol berusaha mengatur amarahnya dan berusaha sedikit tenang, biar bagaimanapun para jalang ini masih berhubungan darah dengannya.
"Ka-kami tidak bermaksud un-untuk melukainya." ujar Irene terbata.
"Bohong!" sergah Luhan cepat.
"Su-sungguh, ka-kami hanya..." lanjut eunhee.
"Hanya?" tanya Chanyeol kemudian.
Ketiganya menelan ludah mereka cepat, dengan gugup kristal melanjutkan, "ka-kami ha-hanya ta-tak su-suka ji-jika Lu-Luhan da-dan Kyu-kyungsoo dekat-dekat dengan Chanyolie." akhirnya dia menyelesaikan kalimatnya meski dengan terbata-bata.
"BRENGSEK KALIAN!! Itu bukan alasan untuk kalian melukai kami!!" ujar Luhan penuh amarah.
Aura Luhan makin lama makin kuat dan menyeramkan, Chanyeol berusaha mengontrol amarahnya, dia menghela nafas kemudian menatap tajam ketiga saudarinya itu.
"Aku tidak butuh persetujuan kalian untuk dekat dengan siapapun! aku tidak peduli kalian menyukainya atau tidak!! jangan pernah mencampuri urusanku!!" ujarnya pada ketiga saudarinya yang menurutnya telah keterlaluan mencampuri hidupnya.
"Kalian tidak tahu apa-apa tentangku!! Special twins adalah bagian dari diriku!! jangan pernah sekali-kali kalian melukai mereka lagi!! ini yang terakhir kali!! berhenti mencampuri urusanku!!" lanjutnya lagi.
Seumur hidupnya dia tidak pernah berbicara panjang lebar seperti ini, namun sungguh kali ini dia benar-benar kesulitan mengontrol amarahnya, Luhan dan Kyungsoo adalah orang-orang berharga baginya, mereka yang selalu ada disisinya dari dulu, bahkan mereka yang menolongnya saat itu.
"Yeol!! mereka melukai Kyungsoo!!" ujar Luhan tak terima.
"Lalu apa yang kau inginkan Luhan?" tanya Chanyeol.
"Seperti biasa!!" ujar Luhan.
"Bloody Angels?" ujar Chanyeol.
"Ya!! Bloody Angels!!" jawab Luhan cepat.
"Tidak Luhan, kita tak bisa membunuh mereka, mereka masih saudara kita." ujar Chanyeol dengan perasaan tidak rela, bagaimanapun semua yang melukai salah satu dari Bloody Angels maka semuanya mati.
Namun sebagai calon raja, Chanyeol tak bisa gegabah, bisa saja salah satu dari ketiga jalang ini yang akan memberikannya keturunan berstatus Alpha dan menjadi permaisurinya, dia masih membutuhkan mereka sebagai alat penghasil keturunan untuknya.
Ketiganya sedikit bernafas lega karena sepertinya pangeran tampan itu memaafkan mereka, merasa ada celah mereka kembali bersuara,
"Ta-tapi Chanyeolie~" rengek ketiganya.
"Diam! berhenti memanggilku seperti itu! itu menjijikan!!" ujarnya penuh nada intimidasi.
Ketiga omega itu berangsur menjauh ketakutan.
"Dengan siapa aku dekat itu urusanku!! jangan pernah mencoba mengusik orang yang dekat denganku!! coba lagi mengusik mereka, aku takkan segan-segan membunuh orang itu!!" ujar Chanyeol lagi.
Luhan masih belum bisa menerima keputusan Chanyeol memaafkan ketiga jalang ini dan kembali protes, "Yeol! mereka melukai kembaranku!! mereka pantas mati!!"
Saat Luhan hendak menyerang, Chanyeol menghentikannya, membuat Luhan menatapnya tajam dan berkata, "Yeol!! lepaskan!! jika kau tak mau membunuh mereka, biar aku saja yang membunuh mereka!!" dia benar-benar murka.
"Tidak Luhan!!" ujar Chanyeol dengan tegas.
"Lepas!!" ujar Luhan penuh amarah.
Melihat hal itu, ketiga vampire omega itu merasa menang, mereka merasa Chanyeol berada di pihak mereka, mereka tertawa cekikikan meremehkan Luhan.
Luhan masih meronta, hingga Chanyeol berkata, "Sshhh...Luhan diam" perkataan yang lebih seperti sihir itu seketika membuat Luhan diam tak lagi memberontak.
Ketiga omega gila itu masih asik tertawa cekikikan hingga perkataan Chanyeol selanjutnya membuat mereka panas dingin, "Kita takkan membunuh mereka, tapi...bukan berarti aku memaafkan mereka Luhan!! akan kupastikan mereka menderita dan tak berani mengganggu kalian lagi!!" ucapnya penuh nada intimidasi meyakinkan Luhan.
"Baiklah, kau harus berjanji yeol!! buat mereka menderita!! jangan biarkan mereka berulah lagi!!" ujar Luhan.
"Aku berjanji."
"Sebaiknya kau tepati janjimu itu Untouchable Prince!"
Chanyeol terkekeh mendengar julukan yang sudah lama tidak dia dengar.
"Baiklah."
~~~~~~
Kyungsoo masih terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit, lebih tepatnya di ruangan khusus.
"Dokter, bagaimana keadaannya?" ujar Luhan tak sabar.
"Kondisinya sudah stabil." ujar Yun hoo cepat.
"Benarkah?" ujar Luhan antusias, detik berikutnya wajahnya berubah menjadi cemberut, dia mempoutkan bibirnya dan kembali berkata, "Tapiii...kenapa dia belum sadar?"
"Dia masih dalam masa pemulihan, karena itu dia belum sadar." ujar Yunhoo lembut.
"Kapan dia akan sadar?" Luhan bertanya lagi.
"Saya juga tak terlalu yakin, kemungkinan besar dia akan sadar beberapa hari lagi." ujar Yunhoo menerangkan.
"Mengapa sangat lama dok?" Luhan terdengar tidak suka dengan penuturan Yunhoo.
"Lukanya cukup parah dan dia kehilangan banyak darah, jadi perlu beberapa hari untuk tubuhnya memulihkan diri, tenang saja tuan, dia pasti akan segera sadar." ujar Yunhoo meyakinkan.
"Aku mengerti."
Luhan melihat ke arah kembarannya saat ini yang terlihat begitu lemah tak berdaya, berbagai sumpah serapah dia keluarkan untuk irene dan yang lainnya.
"Cepatlah sadar kyungie! aku merindukanmu." lirih Luhan, dia begitu menyayangi kembarannya itu, sejak lahir mereka selalu bersama.
~~~~~~
Yunhoo yang sudah meninggalkan ruangan tempat kyungsoo di rawat bergegas menuju ke lab, dia mengambil sample darah putranya lagi untuk mengecek perkembangan racun itu.
Saat merogoh kantung jas dokternya, Yunhoo terkejut bukan main, botol kecil itu tidak ada di sana.
"Kemana botol itu?!" panik Yunhoo.
"Hilang dimana?!" ujarnya lagi.
Dia mulai berfikir dimana kemungkinan hilangnya botol berisi darah putra mungilnya itu.
"Tidak mungkin terjatuhkan?" gumamnya lagi.
~~~~~~
Sementara di tempat lain, Chanyeol yang telah berjanji pada Luhan pada akhirnya menyeret Irene, eunhee dan kristal dengan kekuatannya, sekarang disinilah mereka, disebuah gua yang memang merupakan tempat kekuasaan milik Chanyeol.
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika mereka sudah memasuki gua itu, mereka bahkan enggan untuk membayangkannya.
"A-aampuni kami chanyeolie~" rengek ketiganya yang sudah terikat di dinding gua.
Chanyeol menyeringai dan kemudian berkata, "Kalian paham kan kesalahan apa yang telah kalian lakukan?"
"Ka-kami tidak akan mengulanginya lagi." ujar ketiganya terisak.
"Aku mohon ampuni kami." kali ini Irene bersuara.
"Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi." eunhee ikut menambahkan.
"Kami menyesal." Kristal ikut menyahut.
Chanyeol tetap diam, dia masih sibuk dengan kegiatannya mempersiapkan peralatan yang sekiranya bisa dia gunakan untuk menyiksa ketiga saudari jalangnya ini agar jera.
"Chanyeolie~" terdengar lagi rengek dari ketiga makhluk yang ketakutan itu.
"Diam! sudah kukatakan untuk berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan itu!!" ujar Chanyeol dengan suara berat penuh intimidasi.
Ketiganya bungkam, mereka ketakutan, akhirnya mereka melihat sisi gelap Chanyeol yang sesungguhnya, ah ini belum seberapa nona-nona manis, vampire tampan dihadapan kalian bisa lebih menyeramkan dari ini, asal kalian tahu.
Ketiganya berusaha menahan isakan tangis mereka agar tidak lolos, atau Chanyeol akan semakin murka, mereka pernah mendengar desas desus bahwa Chanyeol membenci orang yang cengeng dan manja.
"It's show time!" ujar Chanyeol bersemangat, seringai mengerikan terlihat jelas diwajah tampannya itu, meningalkan kesan kengerian yang jelas.
"Tidaaaakkk!" pekik ketiganya bersamaan, nada ketakutan itu menggema hingga keluar gua.
Tidak ada yang tahu hal mengerikan apa yang terjadi didalam gua milik Chanyeol itu, gua keramat yang sangat terlarang, tidak ada yang berani mendekati gua itu, mereka tahu siapa pemiliknya dan takkan berani mengusiknya, dapat dipastikan kau akan menyesal jika mencoba mendekati gua itu.
Para vampire menjulukinya dengan nama 'Cave of Regret' atau yang lebih dikenal sebagai 'Gua Penyesalan', jika kamu masuk ke sana kamu akan menyesal, karena untuk itulah gua itu dibuat.
~~~~~~
Yunhoo masih mencari-cari dimana kemungkinan botol itu terjatuh, dia menelusuri tiap langkah yang dia ambil ketika dia belum menyadari bahwa botol itu hilang.
Dia mencari kesetiap sudut rumah sakit, lalu dia teringat,
"Ah...apa mungkin terjatuh ketika aku sedang mengobati tuan kyungsoo?" gumamnya tanpa sadar.
"Ada apa dengan kyungsoo?!" sebuah suara asing tiba-tiba muncul di indra pendengaran Yunhoo.
"Si-siapa?" ujar Yunhoo tergagap.
"Apa yang terjadi pada kyungsoo?!" tanya suara itu lagi.
Yunhoo menengok dan menemukan dua namja berkulit putih dan berkulit tan, namja berkulit tan sedang menatapnya tajam.
Sehun dan Kai sedang berencana menjenguk Chanyeol, ketika mereka melewati koridor, mereka tak sengaja mendengar ucapan Yunhoo.
"Si-siapa kalian?" tanya Yunhoo lagi dengan gugup.
"Kami Kim jongin dan Oh Sehun, sahabat Chanyeol."
Yunhoo terdiam, dan berfikir, ah inilah sosok 'Half Blood' itu, tak menyangka akan bertemu dengan sosok yang melegenda secara langsung.
Lamunannya disadarkan dengan ucapan kai, "Sekarang cepat katakan apa yang terjadi pada kyungsoo?! "
"I-ituu..."
Setelah mendengarkan penjelasan Yunhoo, keduanya nampak murka, aura menyeramkan keluar dari tubuh mereka.
Mereka harus membuat perhitungan dengan Irene dan yang lainnya karena telah melukai dan mengganggu kekasih mereka.
"Sekarang dimana kyungsoo?!" ucap kai tak sabar.
"Di-dia di-di ruang khusus tuan." ujar yunhoo takut-takut.
"Bagaimana dengan Luhan?" kali ini sehun yang bertanya.
"Dia menolak untuk pulang bersama dengan omega yang lain dan masih menunggu tuan Kyungsoo untuk bangun."
"Kapan kyungsoo akan sadar?"
"Beberapa hari kedepan tuan."
"Baiklah, sampai kyungsoo sadar, kau harus menjaga mereka dan jangan biarkan mereka tahu bahwa kau telah memberitahu keadaan kyungsoo pada kami." perintah keduanya.
"Ba-baik tuan."
~~~~~~
Keduanya bergegas menghubungi Chanyeol melalui telepati mereka.
"Yeol kau dengar?" ujar sehun memulai.
"Yaakk park Chanyeol!! mengapa kau tak menjaga kyungsooku dengan baik!!" teriak Kai.
Tak ada jawaban dari Chanyeol.
"Yeol! kau dimana? kau mendengar kami bukan?!" ujar sehun sedikit tidak sabar.
"Yaaakk!! park chanyeol!! kau dimana?!" Kai masih marah.
"Apa yang kalian inginkan?" ujar Chanyeol datar.
Akhirnya sang pangeran vampire itu menjawab telepati sehun dan kai yang mengganggu kesenangannya itu.
"Kau dimana?" ujar sehun.
"Untuk apa kau bertanya?"
"Jawab saja! kau dimana?" ujar Kai tidak sabar.
"Aku? aku di gua."
"Gua?" tanya sehun memastikan.
"Ya gua, gua milikku, kalian pasti tahu, tak usah berpura-pura bodoh."
"Gua penyesalan milikmu itu?" kai kembali bersuara.
"Gua penyesalan?" tanya Chanyeol.
Pangeran tampan itu tidak tahu bahwa para vampire menjuluki gua miliknya sebagai gua penyesalan, dia terkekeh setelahnya, jadi selama ini itulah sebutan bagi gua indah miliknya.
"Mengapa kau tertawa?" tanya sehun
"Tidak, hanya saja aku baru mendengar tentang julukan gua penyesalan ini."
"Lalu?"
"Tidak terlalu buruk, aku menyukainya." ujar Chanyeol santai.
"Yaakk!! kau gila!" sehun geram.
"Kenapa?" tanya Chanyeol datar.
"Bagaimana kau bisa menyukai julukan mengerikan itu? bahkan ada yang menjuluki guamu itu sebagai gua kematian kau tau!" jelas Kai sedikit jengkel.
"Gua kematian? itu juga bagus." tampak seringai mengerikan di wajah vampire tampan itu.
"Park Chanyeol!!" keduanya menjerit frustasi.
"Ah...tapi sepertinya gua penyesalan lebih bagus." lagi-lagi Chanyeol berkomentar mengabaikan jeritan frustasi dari sehun dan kai.
"Terserah!!" ujar keduanya kompak, mereka tak sanggup berdebat dengan Chanyeol dan segala logika gilanya itu.
"Kau tahu dimana Irene, eunhee dan kristal kan yeol?" kai memulai.
"Lalu?"
"Hanya jawab saja! dimana mereka?" kai masih bersuara.
"Ah...mereka bertiga sedang bersamaku disini." ujarnya sambil melirik ketiga gadis yang masih menangis ketakutan.
"Kami akan kesana!" ujar sehun final.
"Untuk apa?"
"Memberi mereka pelajaran pastinya!" ujar kai tersenyum jahat.
"Ah...kalian pasti sudah mendengar tentang keadaan kyungsoo."
"Baiklah, mari kesini, bergabunglah bersamaku disini." ujar Chanyeol menyeringai.
"Dengan senang hati." ujar keduanya.
Mereka bergegas menuju ke gua milik Chanyeol yang lebih dikenal sebagai gua penyesalan itu.
"Mari kita berpesta!" ujar Chanyeol semakin bersemangat.
~~~~~~
Beberapa hari kemudian...
Seorang namja mungil nampak membuka perlahan matanya, dia mengedarkan pandangan kesekitar dan menemukan Luhan tepat tertidur dengan bertumpu pada kedua tangannya yang dilipat.
Dia tersenyum dan mengelus pucuk kepala Luhan sayang.
Sejak Kyungsoo pingsan beberapa hari lalu, Luhan tak ingin pulang, dia merengek ingin terus berada di samping saudaranya itu, meski sudah dibujuk pulang oleh beberapa saudara omeganya yang lain yang telah memberanikan diri mendekati salah satu dari pemilik gelar 'Untouchable' itu.
Luhan tetap menolak, dan pada akhirnya tidak ada yang bisa melawan kekeraskepalaan Luhan, baik Luhan maupun Kyungsoo adalah vampire omega yang kuat karena anugerah ketika mereka lahir, sebab itu pula walaupun mereka omega tapi mereka bisa akrab dengan Chanyeol.
Luhan sedikit terusik dan akhirnya bangun, saat tersadar sepenuhnya dia memekik kegirangan, "Kyungsoo!"
"Kau merindukanku?" ujar Kyungsoo dengan santai.
Plakk~
Sebuah toyoran mendarat dikepala bulat kyungsoo dan pelakunya adalah Luhan.
Kyungsoo melotot tak percaya, setelahnya dia menatap tajam Luhan dan berkata, "Kau?! apa begitu perlakuanmu pada orang sakit!"
Kyungsoo menatap sengit Luhan, dia kesal setengah mati pada kembarannya ini, disini dia sedang sakit dan dia menoyor kepalanya, catat! kepalanya!
Kyungsoo masih menatap kesal ke arah Luhan, hingga kembarannya itu bersuara, "Paboo yaa!! Park Kyungsoo paboo!!"
"Yaaakk!! Park Luhan!! kau berani mengataiku?!" ujar Kyungsoo tak terima, dia makin jengkel pada kembarannya ini.
Detik selanjutnya dia dikejutkan dengan Luhan yang terisak, dilihatnya air mata telah menggenang membentuk dua buah sungai dikedua pipi kembarannya itu.
"Ya...ya...ya...kenapa kau menangis?!" ujar Kyungsoo setengah panik.
Detik selanjutnya dia kembali dikejutkan dengan Luhan yang memeluknya tiba-tiba dan tangisnya semakin keras dipelukan Kyungsoo.
"Mengapa kau seperti ini? kenapa kau menangis?!" Kyungsoo semakin panik dibuatnya.
"Kyungsoo bodoh! jangan lakukan itu lagi!! jangan coba melindungiku lagi!!" ujar Luhan ditengah isakannya.
Hati Kyungsoo menghangat, dia tersenyum, dia tak menyangka bahwa Luhan akan sekhawatir ini padanya.
"Hei! aku tidak melindungimu!!" ujar Kyungsoo cepat.
"Bohong!!"
"Kau terlalu berlebihan! untuk apa aku melindungi bocah bar-bar sepertimu?" ujar kyungsoo mencoba bercanda.
"Jangan coba bercanda! itu tak lucu!" Luhan menjawab dengan nada kesal.
"Maafkan aku." cicit Kyungsoo pada akhirnya.
"Jangan lakukan lagi!"
"Baiklah."
"Janji?"
"Hmm...tidak mau!" ujar Kyungsoo sambil menjulurkan lidahnya.
"Yaaakk! park kyungsoo!! kau harus berjanji!!"
"Tidak, aku tidak mau." ujar kyungsoo santai.
"Kau harus mau berjanji!! atau..." Luhan menggantung ucapannya membuat kyungsoo mengerutkan dahinya penasaran.
"Atau apa?" ujar Kyungsoo membalas perkataan Luhan.
"Aku akan membuatmu menyesal!" final Luhan.
"Apa yang kau bicarakan ini?" Kyungsoo bertanya tidak mengerti.
"Aku akan menghubungi Kai dan mengatakan tentang kondisimu!! aku jamin si kulit tan itu pasti akan sangat panik dan sedih!! itulah maksudku membuatmu menyesal!!" ucap Luhan santai.
"Yaaakkk!! kau kembaran macam apa?!" protes kyungsoo, setelah itu dia kembali melanjutkan, "Jangan lakukan itu!! Kai ku tidak bersalah!! jangan beritahu dia!!"
"Makanya kau harus berjanji!!" Luhan kembali melakukan negosiasi.
"Yaaakk!! park Luhan!! kau licik."
"Aku tidak licik! aku hanya mengkhawatirkanmu!!"
"Tetap saja kenapa kau membawa-bawa kai dalam masalah kita?!"
"Karena kai adalah kelemahanmu!!"
"Baiklah, kalau begitu sehun juga pasti kelemahanmu!!" ujar Kyungsoo disertai seringaian menyebalkan.
"Yaaakk!! apa maumu Kyungsoo?! apa yang sedang kau rencanakan?! mengapa kau menyebut nama sehun disini?!" curiga Luhan.
"Sama sepertimu!" ujar Kyungsoo santai.
~~~~~~
Yunhoo mendengar kebisingan didalam ruang rawat khusus milik Kyungsoo dan melihatnya telah sadar sambil berdebat dengan Luhan.
Dia ingat perkataan Kai.
"Beritahu kami jika kyungsoo sudah sadar."
Segera dia melakukan telepatinya dan memberitahu sehun dan kai bahwa kyungsoo telah sadar.
Kai dan Sehun segera bergegas keruangan Kyungsoo, tepat ketika mereka sudah didepan pintu, mereka mendengar pembicaraan Luhan dan Kyungsoo yang saling mengancam akan memberitahukan kepada Kai dan Sehun.
Bahkan jika kalian tidak memberitahu mereka, mereka sudah tahu duluan, kalian terlambat mencegah hal itu terjadi.
"Apa?! kau akan memberitahu sehun juga?" selidik Luhan tak percaya.
"Benar!"
"Baiklah, baiklah, aku takkan memaksamu untuk berjanji lagi!" ujar Luhan sebal, dia mengerucutkan bibirnya lucu.
Kyungsoo terkekeh melihat kelakuan kembarannya.
"Deal?" ujar Kyungsoo.
"Deal!"
Sedang asik berdebat, keduanya dikejutkan dengan suara pintu terbuka, dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah Sehun dan Kai telah berdiri dihadapan mereka.
"Keberatan jika kami bergabung?" ujar sehun.
"Apa kalian memanggil kami?" lanjut kai.
Baik kyungsoo maupun Luhan terdiam membisu, tubuh mereka seolah kaku tak bisa digerakkan.
Tak ada lagi gunanya menyembunyikan keadaan kyungsoo, dan apa yang terjadi pada mereka, kekasih mereka berdua sudah tahu semuanya.
~~~~~~
Sementara ditaman rumah sakit, nampak seorang pria sedang menyeringai, dia terlihat sedang memungut sebuah botol kecil berisi darah dari balik semak.
"Byun Yunhoo tak ku sangka kau seceroboh ini."
Benar, botol itu adalah sample darah Baekhyun yang sempat terjatuh dari dalam saku jas dokter Yunhoo.
"Darah ini sungguh berharga, tak seharusnya kau sia-siakan." ujarnya menyeringai.
"Kuharap kau tak menyesal telah kehilangan darah ini, Byun Yunhoo."
"Kau telah melemparkan umpan padaku, tak kusangka semudah ini mendapatkan darah milik Byun Baekhyun." ujarnya lagi sambil tertawa jahat.
"Aku akan menggunakannya dengan sangat baik."
Detik selanjutnya dia menyimpan sample darah itu, dan menghilang dalam sekejap.
~~~~~~
Yunhoo masih sibuk mencari botol berisi darah milik putranya, dia tak bisa kehilangan benda itu.
Darah milik putranya sangat berharga, dia takut jika hal yang tak diinginkan terjadi.
"Bagaimana aku bisa seceroboh ini?!" gumamnya merutuki kebodohannya.
"Darah itu tak boleh jatuh ketangan yang salah!!"
Tapi terlambat, dia mencium bau vampire lain yang dikenalnya dan juga bau darah milik putranya.
"Aaaarrrgghh!! aku terlambat!! apa yang harus kulakukan?!" ujarnya frustasi.
~~~~~~
5 bulan kemudian
Berbagai usaha telah dilakukan tetapi tak kunjung membawa hasil, sampai detik ini proses pengambilan sperma milik Chanyeol masih belum bisa dilakukan, alasannya simple, Chanyeol masih belum menunjukan tanda-tanda ereksi.
Yunhoo mengerang frustasi, pikirannya penuh dengan sample darah putranya yang dicuri, Baekhyun putranya yang belum sadar hingga detik ini dan terakhir usahanya untuk membuat Chanyeol ereksi yang tak kunjung berhasil.
"Pangeran." Yunhoo menatap mata Chanyeol dengan serius.
"Ada apa?"
"Anda tahu kan bahwa usaha kita selama beberapa bulan ini tidak membuahkan hasil?" tanyanya kemudian.
"Ya." jawab Chanyeol singkat.
"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi." ujar Yunhoo frustasi.
"Lalu?"
"Anda ingat apa yang saya janjikan pangeran?"
"Obat perangsang yang lebih hebat?" ujar Chanyeol sembari mengernyit.
"Benar pangeran."
"Apakah obat itu sudah jadi?" tanya Chanyeol penasaran.
"Belum pangeran, saat ini masih dalam proses final."
"Baiklah, aku akan menunggunya."
"Tapi pangeran..." Yunhoo memejamkan matanya, menghela nafasnya dan melanjutkan ucapannya, "Anda harus berjanji satu hal!"
"Apa itu?"
"Jika obat ini tidak juga berhasil, saya menyerah pangeran, dan anda harus dengan segera memberitahukan masalah ini kepada baginda raja." final Yunhoo.
"Apa maksudmu? kau menyerah?!" bentak Chanyeol menahan amarah.
"Berjanjilah pangeran, hamba mohon anda harus siap untuk memberitahukan masalah ini pada baginda raja."
Chanyeol tercekat, matanya menatap tajam ke arah Yunhoo.
"Aku tak mau!!"
"Pangeran hamba mohon, baginda raja berhak tahu." ujar Yunhoo memohon.
"Tidaaakk!!"
"Cobalah mengerti pangeran, ini upaya terakhir saya, jika tidak berhasil kita harus meminta solusi pada baginda raja." jelas Yunhoo.
"Hamba takut jika ini adalah sebuah kutukan untuk kerajaan pangeran." lanjutnya lagi.
"Bukankah anda harus memiliki keturunan untuk bisa naik tahta?" tanya Yunhoo serius.
"Anda harus memberitahukan masalah ini pada baginda raja, bagaimana bila ini benar kutukan?" Yunhoo memejamkan matanya kemudian melanjutkan, "Jika obat perangsang ini tidak berhasil, hamba mohon pangeran, berjanjilah untuk memberitahukan baginda raja mengenai masalah ini." ujarnya memohon.
Chanyeol tercekat, dia tak mampu berkata apa-apa, ucapan Yunhoo semuanya benar, bagaimana bila itu adalah kutukan? bagaimana bila semua ketidaknormalan Chanyeol sebagai vampire adalah kutukan?
Dengan berat hati Chanyeol menyetujui permohonan Yunhoo dan berjanji padanya.
"Baiklah, aku berjanji."
"Terima kasih pangeran."
"Hmm."
"Sekarang bolehkah saya meminta sample darah anda lagi pangeran?" ujar Yunhoo kemudian.
"Kali ini untuk apa?"
"Memastikan bahwa komposisi darah anda belum berubah dan sebagai pertimbangan untuk menambahkan bahan yang cocok untuk menyelesaikan obat perangsang yang saya buat." jelas Yunhoo.
"Baiklah."
~~~~~~~~
Seorang vampire tengah mengintip, dia mengintai Yunhoo yang baru saja keluar dari ruangan Chanyeol, matanya tertuju pada botol kecil berisi sample darah milik pangeran negeri vampire itu.
Saat Yunhoo lengah, dengan langkah secepat kilat dia merebut botol berisi darah Chanyeol tersebut dan menghilang bagai ditelan bumi.
"Apalagi ini!!" ujar Yunhoo terkesiap.
Lagi-lagi dia kehilangan darah yang berharga, tapi tak ada yang bisa dia lakukan.
~~~~~~~
Seorang pria tengah mendekati Baekhyun yang masih berbaring tak sadarkan diri.
"Hai putri tidur, saatnya bangun dari tidur panjangmu, ini aku bawakan obat yang akan membuatmu merasa lebih baik." ujar pria itu sembari menyeringai.
Dia menyuntikkan darah Chanyeol yang berhasil dia curi dari Yunhoo.
Tubuh Baekhyun tiba-tiba bereaksi aneh, Baekhyun terbangun, tubuhnya menegang, rambutnya yang berwarna hitam legam berubah menjadi putih keperakan, matanya yang berwarna coklat berubah menjadi warna merah rubi, begitu indah.
Detik itu pula pria misterius itu tersenyum jahat dan menghilang bagai tertiup angin.
~~~~~~
Ditempat lain, tepatnya di lab tempat Yunhoo bekerja membuat obat perangsang terhebat yang pernah ada, khusus untuk Chanyeol.
"Baiklah selesai." ujarnya bangga.
Yunhoo memilih untuk mengabaikan darah Chanyeol yang dicuri, dia tak bisa melakukan apapun tentang itu, dan juga dia tak mungkin meminta izin untuk mengambil darah Chanyeol lagi.
Jadi disinilah dia, di lab miliknya, mencoba menyelesaikan obat buatannya, untungnya dia sudah pernah mengecek darah Chanyeol sebelumnya, jadi pengecekan selanjutnya tidak terlalu dibutuhkan, hanya untuk memastikan saja.
"Aku rasa cukup, baiklah akan aku sim..." ucapannya terhenti ketika mendengar suara dari kamar putranya, dengan segera dia berlari ke arah kamar itu, meninggalkan obat yang telah selesai dan belum sempat dia simpan.
~~~~~~~
Pria misterius itu muncul lagi, kali ini dia muncul di lab milik Yunhoo.
Dia menyeringai dan berkata, "Aku akan menggunakan darah anakmu dengan baik wahai Byun Yunhoo!"
Detik selanjutnya dia mencampurkan darah milik Baekhyun kedalam obat perangsang yang Yunhoo buat.
"Selamat merasakan neraka!!" ucapnya sembari menyeringai.
~~~~~~~
Yunhoo sudah ada dikamar rawat Baekhyun, dia melihat anaknya terbangun.
"Baekhyun!! kau sudah bangun nak? apa yang terjadi?!" ucapnya panik bercampur haru.
"A-aayyaah~~" rengek Baekhyun.
"Baekhyun apa yang terjadi pada rambutmu nak? dan matamu? apa yang terjadi sebenarnya nak?"
"A-aku tak tahu ayah, aaarrgghh ayah!!"
"Ada apa nak?" panik Yunhoo.
"Pa-panas ayah."
Detik selanjutnya Yunhoo merasakan ada hal aneh yang terjadi pada putra mungilnya, wajahnya memerah, aroma manis dari tubuhnya makin kuat, nafasnya terengah-engah.
"Tanda ini, tidak mungkin! Baekhyun kau sedang mengalami heat pertamamu?!" ucap Yunhoo tak percaya.
"A-aku tak tahu, tapi ini sangat menyakitkan ayah~" rengek Baekhyun, wajahnya begitu mengairahkan, matanya berair karena air mata, wajah memerah sempurna, benar-benar erotis.
~~~~~~
Sementara di tempat lain, pria misterius itu menyamar menjadi Yunhoo, dia mendatangi Chanyeol.
"Pangeran."
"Ada apa?"
"Aku berhasil menyelesaikannya!! ini obat terhebat yang pernah ada!!" ujarnya bersemangat.
"Lalu? kau mau aku meminumnya?"
Pria itu mengangguk.
"Sekarang?"
"Kenapa pangeran? anda tidak mau?"
"Tidak, hanya saja, bukankah ini sudah terlalu larut, kenapa tidak besok saja?"
"Tidak bisa pangeran, obat ini harus diminum sekarang juga, sebelum khasiatnya hilang!!" ujarnya meyakinkan.
"Baiklah aku akan meminumnya."
Pria itu menyeringai tanpa sepengetahuan Chanyeol.
Chanyeol masih diam.
"Ada apa pangeran?"
"Kau tak mengambilkanku darah kelinci?"
"Untuk apa pangeran?"
"Bukankah kau mengatakan kalau rasanya akan aneh kalau aku meminumnya langsung?" tanya Chanyeol penuh selidik.
"Ah..benar pangeran, tapi untuk obat kali ini itu tak di perlukan."
"Benarkah?"
"Benar pangeran."
Detik selanjutnya tanpa bertanya lebih lanjut Chanyeol meminum obat itu hingga habis.
Chanyeol sedikit merasa panas dan tidak nyaman, pikirannya mendadak tidak fokus, ini seperti dirinya menjadi liar, sisi buas vampirenya keluar begitu saja.
"Saya permisi dulu pangeran."
"Ya." dia bahkan tanpa curiga membiarkan pria itu pergi dari kamarnya.
Detik selanjutnya Chanyeol paham apa yang terjadi pada dirinya, dia pernah mengalami ini, apa yang biasanya disebut heat.
~~~~~~~
Yunhoo masih bingung dan tak percaya, bagaimana mungkin putranya bisa mengalami heat pertamanya segera setelah sadar dari koma? mungkinkah ini keajaiban?
"Minum ini nak." ujarnya menyerahkan obat berbentuk kapsul kepada Baekhyun.
"Apa itu ayah?"
"Ini supressant, ini akan menghilangkan rasa sakitmu."
Baekhyun meminumnya tanpa bertanya lebih lanjut. Setelahnya dia terlihat lebih baikan, Yunhoo lega melihatnya.
Braakkk~ Praankk!!
Terdengar suara yang cukup keras membuat siapapun panik. Tak lama kemudian terdengar teriakan.
"Kebakaran!!"
"Baekki sayang, sesuatu sepertinya terjadi, ayah pergi dulu yaa sayang." ujarnya pada Baekhyun, melihat kondisi Baekhyun yang telah stabil.
Namun sepertinya pilihannya untuk meninggalkan Baekhyun adalah hal salah, supressant yang dia minum hanya bekerja sementara, detik selanjutnya Baekhyun kembali mengalami heat yang lebih hebat.
~~~~~~~
Chanyeol berjalan linglung, tak tentu arah, tubuhnya semakin panas, bagian bawah tubuhnya sudah menegang sempurna, dia butuh pelepasan.
Seperti Baekhyun warna rambutnya juga berubah menjadi warna putih keperakan dengan mata merah menyala seakan haus akan darah.
Pria misterius itu menyeringai melihat keadaan Chanyeol, dia menghampirinya dalam wujud Yunhoo, kemudian berkata, "Pangeran apa yang anda lakukan disini?"
"Tolong aku!! panaaasshh, aaarrghhh, ini begitu menyiksa!!"
"Anda sedang mengalami heat pangeran, apakah anda butuh pelepasan pangeran?"
"Yaa!! aku butuh pelepasan!!" ujar Chanyeol.
Detik selanjutnya pria itu menyeringai dan menggiring Chanyeol kearah kamar Baekhyun.
Aroma manis yang begitu kuat membuat Chanyeol kehilangan akal sehatnya, dia segera menerobos masuk ruangan tempat Baekhyun yang sedang mengalami heat hebat, wajah Baekhyun yang begitu seksi dimatanya membuat dia menelan ludahnya kasar.
"Siapa kau?!" pekik Baekhyun terkejut, detik selanjutnya Chanyeol melumat bibir mungil itu kasar, tak dipedulikan si kecil yang berteriak meronta.
Baekhyun ketakutan setengah mati, namun lumatan Chanyeol seolah memabukkannya, belum lagi aroma Chanyeol yang begitu kuat, memberikan kesan candu bagi Baekhyun.
Chanyeol mulai menggerayangi tubuh indah milik Baekhyun, gairah membakarnya, menghilangkan akal sehatnya, dia menciumi tengkuk leher Baekhyun dengan penuh nafsu.
"Aaahhh...hentikan." Baekhyun berusaha mengumpulkan kesadarannya sebelum dia terbuai lebih jauh.
~~~~~~~
Sementara pria misterius itu tersenyum jahat dan berkata, "Nikmati malam pengantin kalian."
"Pangeran kuharap kau tak menyesal, karena sebelum kau mengetahui bahwa pria mungil yang sedang kau setubuhi itu adalah matemu, dia akan mati karena benih berbahayamu itu." ujarnya menyeringai.
"Korban pertamamu adalah mate mu, sungguh ironis pangeran, tanpa mengetahui bahwa dia selama ini ada, kau terlebih dahulu akan kehilangannya, dan yang lebih mengejutkan adalah kau sendiri yang membunuhnya!!" ujarnya sembari tertawa penuh kemenangan.
Dia kemudian menutup pintu itu rapat-rapat dan kembali melakukan rencana liciknya membuat Yunhoo sibuk dan menjauh dari kedua insan yang sedang menikmati malam pengantin milik mereka.
~~~~~~~~~
Yunhoo datang ke sumber suara, dia tercekat dengan kekacauan yang ada, api dimana-mana, orang-orang berlarian, pecahan beling berserakan, dia menghela nafas lega mengetahui setidaknya putranya aman, karena ruangan tempat Baekhyun dirawat berada jauh dari sumber kekacauan.
Ah tidak, tidak Byun Yunhoo, kau salah! putramu dalam bahaya!!
Dia kemudian berjalan ke arah labnya, lab itu sudah hancur. "Ah obatnya!!" Yunhoo memekik, teringat obat perangsang untuk Chanyeol, dia mencari kesana kemari namun sepertinya percuma,obat itu sudah hancur bersama labnya yang juga hancur, pikirnya.
~~~~~~~
Chanyeol masih menggerayangi tubuh indah milik Baekhyun, saat ini lidahnya tengah bermain-main di lubang sempit milik Baekhyun.
"Aahhhh..aahhh...hentikan."
Chanyeol masih sibuk mempersiapkan lubang sempit itu, jarinya berputar-putar dan bermain-main di dalam lubang surga itu.
"Aku sudah tidak sanggup lagi!" erang Chanyeol frustasi, dia dibutakan oleh gairah dan nafsu, tidak pernah dalam hidupnya dia ingin menyetubuhi seseorang begitu hebat seperti saat ini.
Perlahan tapi pasti Chanyeol menuntun kejantanannya yang sudah tegang sempurna sejak tadi kedalam lubang sempit milik Baekhyun.
Baekhyun yang merasakan sesuatu yang keras mulai mengesek pintu lubangnya meronta, dia tahu itu apa, itu adalah milik pria itu yang sudah tegang sempurna dan hendak masuk menerobos lubang perawannya.
"Hikksss~~ tidaakk, lepaskan aku!!" ujar Baekhyun berusaha memberontak.
Chanyeol yang biasanya begitu membenci suara tangisan dan rengekan manja, entah mengapa kali ini merasakan bahwa suara tangisan serta rengekan manja yang dia dengar dari mulut Baekhyun, terdengar begitu merdu dan membuatnya semakin bergairah.
Libidonya memuncak, tak dipedulikan Baekhyun yang memohon padanya, dia hanya butuh pelepasan.
Detik selanjutnya di memasukan separuh miliknya kedalam lubang sempit milik Baekhyun, membuat si pria mungil menegang dan berusaha meronta lebih hebat lagi merasakan benda asing yang begitu besar mencoba masuk dan mengoyak lubang perawannya.
Namun perlawanan itu sia-sia, dengan segera Chanyeol memenjarakan kedua tangan Baekhyun diatas kepalanya dengan satu tangannya, sementara tangan lain dia gunakan untuk memilin lembut puting Baekhyun yang sudah menegang.
Chanyeol melumat bibir mungil si kecil membuatnya melupakan rasa sakitnya sejenak, dan ketika si kecil lebih tenang.
Jleebb~~
Kejantanan milik Chanyeol yang begitu besar sudah masuk sepenuhnya kedalam lubang sempit milik lelaki mungil yang tengah ia gagahi.
"Aaarrgghhhh, sakiitthh...keluarkan, aku mohon keluarkan." rengek Baekhyun.
"Maafkan aku, tapi aku tak bisa menahan diriku, kau takkan menyesal telah memberikan tubuhmu padaku, banyak yang ingin bertukar posisi denganmu." ujar Chanyeol seduktif.
"Hikss~ tidak, aku tak mau, sakiitthh~" rengek Baekhyun.
Chanyeol mulai mengerakan miliknya maju mundur didalam lubang sempit milik Baekhyun, Baekhyun meronta, merasakan sakit akibat benda asing yang menerobos masuk lubang perawannya.
"Sakkiitthh~" ujar Baekhyun disertai air mata yang mengalir dari kedua mata indahnya.
"Uughh...sempit sekalii~hh" ujar Chanyeol terengah.
Detik selanjutnya milik Chanyeol menabrak titik kenikmatan Baekhyun membuat si kecil merasakan nikmat yang tiada tara.
"Aahhh..ahhh...apa itu? kenapa rasanya enak sekaliihhh...Hah~~ Hah~~" ujarnya terengah-engah.
Mendengar ucapan Baekhyun yang seperti desahan merdu penuh nada seduktif di telinga Chanyeol, membuat Vampire tampan itu semakin semangat mengerakan miliknya untuk menyetuh titik kenikmatan milik Baekhyun.
"Aahhh...aahhh...berhentiihh, akuu...mauuuu..aahh~" racau Baekhyun tak karuan, dia sepertinya sudah berada di puncaknya dan siap untuk menembakkan spermanya dari kejantannya yang mungil.
Croott...croott...croott...
Dan benar saja, Baekhyun mencapai klimaks untuk pertama kali dalam hidupnya.
Chanyeol merasakan lubang Baekhyun mengetat seiring dengan pelepasan yang dilakukan oleh namja mungil itu.
Tubuh si mungil melemas, Chanyeol semakin semangat menggerakkan miliknya untuk mencapai klimaksnya.
"Sayaanghh...minum benihku,aahhh...minum semuanyaaahhh~~" ujar Chanyeol ketika dia mencapai klimaksnya.
Sperma Chanyeol menyembur banyak didalam lubang sempit milik Baekhyun, sangking banyaknya hingga lelehan cairan putih yang pekat itu menetes keluar dari dalam lubang sempit milik Baekhyun.
~~~~~~~
Yunhoo bergegas kembali ke ruangan putranya, dia tercekat melihat pemandangan di depannya.
"Ba-bagaimana pangeran Chanyeol dan putraku bisa?!" a-apa yang mereka lakukan? a-a-apa yang terjadi sebenarnya?!" Yunhoo bergumam bingung bercampur frustasi.
Saat hendak masuk untuk menghentikan kegilaan yang terjadi, tiba-tiba
Buugghh~~
Seseorang memukulnya dari belakang hingga ia pingsan tak sadarkan diri.
"Sudah kukatakan jangan ganggu mereka berdua."
"Tidurlah yang nyenyak Byun Yunhoo!!" ujar pria misterius yang memukul kepala Yunhoo.
"Lakukan tugasmu park Chanyeol!! Bunuh dia dengan benihmu!!" ujarnya disertai tawa mengerikan.
"Akhiiirrnyaaa aku berhasil membunuhnya!! matilah kau Byun Baekhyun!! matilah kau wahai pengacau!!" ujarnya masih dengan tawa mengerikan yang menggema diruangan tempat dia membawa Yunhoo untuk dia baringkan.
Satu hal yang tidak pria itu ketahui adalah racun yang dia suntikan pada Baekhyun dulu bercampur dengan darah Chanyeol yang dia suntikkan pada Baekhyun, dan reaksi itu membuat sebuah sistem kekebalan tubuh baru yang hanya dimiliki oleh Baekhyun.
Dan sekarang rencananya gagal, karena Baekhyun takkan mati, dia telah kebal oleh benih milik Chanyeol yang berbahaya itu.
~~~~~~
Kedua insan itu masih asik menyatukan tubuh mereka, entah sudah berapa kali mereka mencapai klimaks.
Mereka benar-benar menikmati malam pengantin mereka.
"Ahhhh..ahhhh..." Baekhyun masih sibuk mendesah di bawah Chanyeol.
"Kau sungguh hebat sayanghhh~~" ujar Chanyeol menikmati klimaksnya untuk yang kesekian kalinya.
Benih milik Chanyeol sudah memenuhi lubang sempit milik Baekhyun karena berkali-kali dia menyemburkan cairan putih berharga itu disana.
Setelah melepaskan klimaks terakhirnya, baik Chanyeol dan Baekhyun jatuh terlelap dengan posisi saling berpelukan.
~~~~~~
Sementara di tempat lain, tepatnya di kamar dimana Yunhoo, ayah Baekhyun berbaring tak sadarkan diri.
"Baekki..." gumam Yunhoo dalam tidurnya.
Pria misterius itu masih disana, dia memandang datar dengan pandangan tidak suka pada Yunhoo.
"Ciiihh...Diamlah kau tua bangka!!"
"Baekki sayang, maafkan ayah." Yunhoo masih bergumam dengan air mata menghiasi wajah lelahnya.
"Ayah akan melindungimu sayang!!"
Pria misterius itu terkekeh geli, selanjutnya dia bersuara,
"Byun Yunhoo, kau tak perlu bekerja terlalu keras untuk melindunginya, kau juga tak perlu menangisi kepergiannya, karena dia bukan siapa-siapa!! dia bukanlah putramu!! HAHAHA!!" ujar pria misterius itu di sertai gelegar tawa mengerikan yang memenuhi ruangan itu.
Siapakah pria misterius itu? apa maksud dari perkataannya?
Siapa sebenarnya Baekhyun? benarkah dia bukan putra dari Yunhoo?
Apa yang mendasari pria itu mengatakan omong kosong macam itu? mengapa pria misterius itu ingin membunuh Baekhyun? apa salah Baekhyun sebenarnya?
.
.
.
.
.
.
To be continued~~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Holla I'm back~~
.
.
.
.
Ada yang kangen aku?:'v
Maaf yaa, kemarin-kemarin aku pake tanda bintang, sebenernya itu jedanya udah ada cuma kayaknya di tempat kalian gk kebaca yaa? jadinya bingung bacanya. Mian~~
Aku udah coba pake titik, tapi itu titik-titik manja juga hilang entah kemana T.T
Jadi aku coba pake tanda ~~~~~ untuk kasih jeda perbedaan waktu, semoga kali ini berhasil (':
Chapter sebelumnya juga udah di perbaiki kok, semoga kalian nyaman yaa bacanya(':
Buat yang nunggu CHANBAEK moment, maaf banget yaa karena cerita ini kesannya bertele-tele #bow
Bukannya gk mau buat Chanbaek moment, cuma belum nemu moment yang pas aja (':
Dan aku hadiahi Chanbaek moment di part ini, tapi maaf yaa, kok pas baru ketemu langsung ena-ena #Cry
Makin gaje part ini, maaf sekali lagi kalo ceritanya bertele-tele dan ngebosenin, maaf kalo moment Chanbaek tidak ada di sini (': #bow
If you don't mind, can you review my story?
And mind to review this part too??
Thankss~~
Ah..ada kabar buruk guys, liburanku sudah abis, aku harus mulai masuk, jadi mungkin gk bisa sering-sering update kayak sekarang. Mian~~ #bow.
Tapi tenang aku akan ngetik cerita ini dan update kalau ada waktu senggang, harap maklum dan mohon pengertiannya, thankss~~ #Bow.
Thanks for the review, folow and favorite my story, semuanya bikin aku semangat, tetap review cerita aku yaa (;
Thaankksss a lot~~ #Bow
