Dangerous PureBlood

by

Coldnana

.

.

.

.

.

Chapter 5 Present~~

Cast : Nantikan dalam cerita

Yaoi, ChanBaek, Romance, Fantasy, Omegaverse, M-Preg

.

.

.

.

.

.

Buat yang nanya, sebelum publish dibaca dulu gk sih thor? di edit dulu gk?

Aku udah baca, udah di edit juga, tapi kalo masih ada typo dan kesalahan lainnya, mohon dimaafkan~~#Bow

Soalnya aku ngetik di hp, dan gk bisa auto correct, sepertinya pihak ffn yang mematikan auto correctnya(':

Sangking banyaknya, terus juga kalo udah kelamaan ngetik hpnya panas dan alhasil ketikan jadi ada yang ilang, ketambahan atau pun kekurangan huruf T.T

Namanya manusia biasa pasti ada salah, dan maaf juga kalo cerita ini gk rapih, serius ini ff pertama aku, awalnya takut mau pos, tapi berkat seseorang yang rada maksa wkwk, akhirnya aku nekat deh nulis ini cerita.

Jadi sebelum kalian baca, aku mau minta maaf kalau ada typo dan sebagainya, silahkan review biar aku bisa perbaikin.

Sekali lagi mohon maaf (':

Daaaannn

.

.

.

.

.

Happy Reading guyss~~

.

.

.

.

.

Setelah malam panas yang mereka lalui bersama, Baekhyun menjadi orang pertama yang bangun terlebih dahulu sebelum Chanyeol.

Ketika dia membuka mata, hal pertama yang dia lihat adalah seorang vampire tampan tengah memeluknya, secara reflek dia menyingkirkan tangan Chanyeol yang memeluknya erat, biar bagaimanapun dia tak mengenal pria dihadapannya ini.

Baekhyun kemudian duduk, dia menarik tubuhnya untuk bersender pada senderan tempat tidur, betapa terkejutnya Baekhyun ketika dia menemukan cairan putih kental keluar dari lubang miliknya, dia tahu itu apa, itu adalah benih milik pria yang saat ini tengah tertidur lelap disampingnya, benih yang dengan seenaknya pria itu semburkan kedalam lubangnya.

Seketika wajahnya memerah, walau tak terlalu ingat dengan jelas kejadian semalam karena dia sedang mengalami heat pertamanya yang begitu hebat, namun satu hal yang pasti dia ketahui bahwa pria yang sedang terlelap disampingnya ini adalah pria yang sama yang telah mengambil keperawanannya.

"Ba-bagaimana ini? ba-bagaimana jika aku hamil?" ucap Baekhyun dengan nada bergetar.

"A-aku harus segera pergi." ujarnya lagi.

Logikanya mengatakan untuk pergi dari sana segera sebelum Chanyeol bangun, namun nalurinya serta wataknya yang keras kepala membuat Baekhyun mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana.

"Mengapa aku yang harus pergi?! Aku tidak salah! Lagipula ini kan ruanganku!!" gumam Baekhyun lagi ketika dia sadar bahwa ruangan tempat mereka menghabiskan malam pengantin mereka adalah ruangan dimana dia dirawat selama ini.

Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu, dia masih menyerukan beberapa protes berupa gumaman lucu, "Pria ini yang salah! Ya benar! Dia yang salah!!" ujarnya lagi bergumam sendiri meyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah dan Chanyeol lah yang salah sembari menunjuk Chanyeol.

"Euugghh...hmm." Chanyeol sedikit terusik dari tidurnya.

Baekhyun terkesiap, detik selanjutnya pria mungil itu sudah memasang pose waspada yang sungguh menggemaskan, dia menatap tajam Chanyeol, kedua tangannya dia posisikan didepan dadanya seolah-olah itu adalah perisai.

"Yaahh!! Kau mengejutkanku!! Kupikir kau akan terbangun!!" ujarnya lagi, protes tidak terima ketika Chanyeol masih setia memejamkan matanya.

"5 menit lagi ibuuu~~" tanpa sadar Chanyeol berbicara manja dalam tidurnya.

Bukankah sudah pernah dikatakan bahwa Chanyeol akan merubah kepribadian mengerikannya menjadi manja ketika dihadapan orang tuanya.

Mungkin saat ini dia sedang bermimpi tentang ibunya.

Baik Raja maupun Ratu tak pernah tahu sisi menyeramkan putra mereka, sehingga mereka kerap kali mengangap Chanyeol belum dewasa dan belum siap menggantikan tahta raja, ayahnya.

Mereka pernah mendengar julukan 'Dangerous PureBlood' ditujukan untuk putra mereka, namun mereka memilih tak percaya, karena dimata mereka Chanyeol itu sungguh menggemaskan tidak berbahaya sama sekali.

Lihatlah betapa lihainya pangeran vampire yang sialnya tampan dan juga berbahaya itu menipu orang nomor satu dan nomor dua dikerajaan vampire itu.

"M-mwoo?! I-iibuu?!" pekik Baekhyun tak percaya, dia tak terima pria dihadapannya ini memanggilnya ibu, dia masih polos, meski sudah tidak perawan lagi akibat pria sialan ini, tapi tetap saja dia masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu.

"Yaaakk!! Seenaknya saja kau memanggilku ibu!! Bangun kau!! Cepat bangun!!" Baekhyun melanjutkan ucapannya, kali ini tanpa sadar dia mencoba membangunkan monster yang sedang tertidur.

"Ibuuu~~ Aku masih mengantuk, biarkan aku tiduurr~~ Yayaya,okee~~" Chanyeol masih belum sadar bahwa orang yang membangunkannya bukanlah ibunya, dia merengek manja seperti ketika dia berbicara pada ibunya.

Baekhyun mempoutkan bibirnya, kedua tangannya dia silangkan di dadanya, matanya menatap tajam wajah tak bersalah Chanyeol, benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas.

Detik selanjutnya, kalian takkan percaya dengan apa yang tengah dilakukan pria mungil itu pada pangeran vampire yang terkenal dengan julukan 'Dangerous PureBlood' itu, dia menjewer telinga Chanyeol dengan keras, kemudian berteriak dengan lantang di depan telinga pangeran tampan itu.

"Siapapun kau!! Banguuuunnn!! Aku bukan ibumuuuu!! Bangun kau sialaaaannn!!"

Chanyeol terbangun dari tidurnya, dia terkejut bukan main, bahkan sampai melompat dari tempat tidur.

Dia merasakan telinganya berdengung, dia benar-benar marah sekarang, namun dia berusaha menahannya karena dia fikir ibunya yang melakukan hal itu, detik selanjutnya dia meneliti kesekitar dan mengernyit saat melihat bahwa dia tidak berada di kamarnya di istana.

"Dimana ini?" Chanyeol berujar didalam hati.

Kemudian matanya beralih ke atas dan menangkap sesosok pria mungil yang tengah menatapnya tajam sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Sudah bangun kau sialan?!"

"Apa maksudnya? Dan mengapa dia tak memakai apapun?" ujar Chanyeol dalam hati.

"Mengapa kau diam saja?!" Baekhyun kali ini berucap menahan amarahnya.

"Apa maksudmu?" kali ini Chanyeol bersuara dengan nada datar.

"Aku bukan ibumuuu!!" protes Baekhyun tak terima.

Ya ampun Byun Baekhyun, ada hal yang lebih penting dari itu, dan kau masih mempermasalahkan panggilan ibu yang Chanyeol lontarkan padamu?! Tidak tahukah dirimu bahwa dia tidak sengaja?

Chanyeol mengernyit heran, detik selanjutnya dia kembali berkata, "Siapa yang memanggilmu ibu?" dengan nada yang masih datar.

"Siapa lagi?! Itu kau!! Kau yang memanggilku ibu!!" ujar Baekhyun sembari menunjuk Chanyeol, dia mempoutkan bibirnya lucu.

"Aku?" ujar Chanyeol tak percaya.

"Ya kau!"

"Kapan?"

"Tadi!! Ketika aku membangunkanmu!!"

Seketika Chanyeol tersadar, apakah tadi dia sudah menyangka bahwa pria mungil itu ibunya dan dia menunjukkan sikap manjanya padanya? Dan apa tadi? membangunkannya? Berarti pelaku yang membangunkannya secara kasar adalah pria mungil dihadapannya?!

Detik selanjutnya Chanyeol menatap Baekhyun tajam, tak dipedulikannya imagenya yang bisa saja tercoreng karena berlaku manja dihadapan Baekhyun, saat ini dia benar-benar murka, seumur hidupnya tidak ada yang berani mengumpat, apalagi sampai membangunkannya dengan kasar seperti tadi.

Chanyeol berjalan mendekat ke arah Baekhyun, matanya masih setia menatap tajam ke arah pria mungil itu, membuat Baekhyun sedikit merasa takut, tapi bukan Baekhyun namanya kalau dia tak melawan.

"A-apa?" tantang Baekhyun.

Chanyeol masih diam dan berjalan semakin mendekat.

"Jangan mendekat!!"

Baekhyun beringsut mundur, tapi dia menabrak ujung tempat tidur.

"Sial!!" umpatnya tanpa sadar.

"Hentikaan!! jangan mendekat!!" ujar Baekhyun lagi sembari terus menatap waspada Chanyeol yang mendekatinya.

Chanyeol tak peduli dan terus berjalan mendekati Baekhyun, semakin dekat...dekat dan akhirnya mendorong Baekhyun yang berusaha menjauh ke atas ranjang.

"Yaaakk!! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan!!" ujar Baekhyun sambil menatap tajam Chanyeol.

Posisi mereka saat ini berada di atas ranjang dengan Chanyeol berada di atas Baekhyun, dia memenjarakan kedua lengan Baekhyun di kedua sisi kepala si mungil menggunakan kedua tangannya.

Oh...Jangan lupakan keadaan keduanya yang masih belum memakai apapun, dengan kata lain, mereka sekarang telanjang bulat. Namun sepertinya kedua orang bodoh itu tidak menyadarinya sama sekali, bahkan Chanyeol yang sempat menyadarinya di awal sepertinya sudah lupa akan hal itu, meski dia hanya menyadari Baekhyun yang tidak memakai apapun, bukan dirinya.

"Lepaskan aku sialaann!!" umpat Baekhyun, dia masih berusaha meronta.

"Apa kau bilang?! Sialan?!" ucap Chanyeol tak terima.

"Benar!! Lepaskan aku!! Kau sialan!!" tantang Baekhyun, dia masih kesal dengan pria dihadapannya ini.

"Katakan sekali lagi dan kau akan menyesal!" bisik Chanyeol di telinga Baekhyun.

"Lepaskan aku!! hiks~~ Mengapa kau begini padaku?! Mengapa harus aku yang menyesal!!" rengek Baekhyun masih berusaha meronta.

"Diamlah!! Sekarang kau harus meminta maaf padaku!!" perintah Chanyeol, dia tak terima dengan perlakuan Baekhyun terhadapnya.

"Tidak mau!! Hiiiksss~~ Mengapa harus aku yang meminta maaf padamu?! Tidakkah seharusnya kau yang meminta maaf padaku?! Kau..kau telah memperkosaku!! Kau mengambil keperawananku!! Kau menyemburkan benihmu didalam tubuhku!! Bagaimana bila aku hamil?! Huuueee~~ Aku tidak mau!! Aku tidak mau hamil!! Huuueee~~" Baekhyun meracau, tangisnya pecah.

Chanyeol terkesiap, ingatan tentang semalam berputar dalam benaknya, kemudian dia melihat kearah tubuhnya.

DEG~

Dia tidak memakai apapun.

Selanjutnya dia beralih melihat ke arah tubuh mungil dalam kungkungannya.

DEG~

Pria mungil itu juga tak memakai apapun, bahkan terlihat banyak tanda merah sehabis bercinta di tubuhnya.

Mata Chanyeol tak lepas dari tubuh indah itu, dia terus menelusuri tiap inci tubuh indah itu dan matanya terpaku pada lubang sempit milik Baekhyun.

DEG~

Lagi-lagi dia dibuat terkejut, cairan putih kental masih setia keluar dari sana.

Baekhyun yang sudah berhenti menangis, melihat ke arah Chanyeol, dia terkejut melihat Chanyeol yang menatap lubangnya.

"Yaakk!! Apa yang kau lihat?! Dasar mesum!!" Kakinya yang bebas menendang milik Chanyeol hingga vampire tampan itu mengaduh kesakitan dan melepaskan kungkungannya.

"Apa yang kau lakukan?! Sakit sialaaannn!!" protes Chanyeol tak terima, dia terlihat kesakitan sambil memegang miliknya.

"Kau!! Kau yang memulainya!! Apa yang kau lihat HAH?! Dasar mesum!!" Baekhyun membalas perkataan Chanyeol tanpa rasa takut sama sekali.

Chanyeol menatap tajam Baekhyun, aura mematikan yang begitu hebat keluar dari tubuhnya, habis sudah kesabarannya, dia tak tahan lagi.

"Apa yang mau kau lakukan?" ujar Baekhyun waspada, kemudian dia melanjutkan, "Jangan melakukan hal aneh!! Sebaiknya kau segera pakai bajumu dan pergi dari sini!!"

Chanyeol terkesiap, tak ada vampire yang akan baik-baik saja jika dia sudah mengeluarkan aura dengan kadar mematikan yang begitu hebat ini, bahkan yang dia keluarkan untuk mengusir irene dan yang lain ketika para saudara omeganya datang menjenguk saja kadarnya hanya seperempat dari ini dan special twins sudah merasakan efeknya.

Dan sekarang? Aura yang dia keluarkan tanpa dia sadari adalah bentuk aura dengan kadar kekuatan penuh yang amat sangat mematikan, tapi? Mengapa pria mungil dihadapannya ini tidak terpengaruh sama sekali?

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Chanyeol tanpa sadar.

"Apa maksudmu?"

"Kau!! Siapa kau?? Mengapa kau sama sekali tak terpengaruh dengan auraku?!"

"Ah...auramu? Apakah itu berbahaya?" tanya Baekhyun polos.

Chanyeol mengeram frustasi, dia seperti memilih lawan yang salah, "Kau itu apa sebenarnya? Siapa kau?" ujarnya lagi.

"Aku? Tentu saja aku vampire! Pertanyaan macam apa itu?!" protes si mungil tidak terima.

"Kau tidak normal."

Seketika Baekhyun menunduk, dia menjadi hilang semangat, "Aku tahu, sekarang cepat pakai bajumu dan pergilah, aku malas berdebat denganmu." ujarnya dengan lesu.

Chanyeol yang menangkap nada lesu dari Baekhyun seketika mengernyitkan dahinya dan bergumam dalam hati, "Ada apa dengannya? Kenapa mendadak lesu begitu?"

Detik selanjutnya Chanyeol berkata, "Kau terus menyuruhku memakai bajuku?! Lantas!! Mengapa kau tak memakai bajumu?!"

Baekhyun terkesiap, dia mengerjap-ngerjapkan matanya tak mengerti, detik selanjutnya dia akhirnya sadar bahwa dia tak memakai apapun, emosi yang menguasainya membuatnya lupa dengan keadaan sekitar.

Blush~

Seketika wajah Baekhyun memerah, dia malu, "A-aku akan memakainya!! Ka-kau berbaliklah!" cicitnya malu-malu.

"Da-dan kau pakailah bajumu!!" lanjutnya lagi terbata-bata karena berusaha menahan malunya.

Chanyeol terkekeh geli, belum pernah ada yang memerintahnya seperti ini, dia seharusnya marah tapi pria mungil dihadapannya ini begitu menggemaskan sehingga dia ingin menggodanya lagi.

"Tidaakk~~ aku tidak mau berbalik~~ Dan aku tidak mau memakai baju~~" ujar Chanyeol, nadanya dibuat menggoda, entah apa yang merasukinya hingga dia berbuat seperti itu.

"Mengapa kita tidak melanjutkan kegiatan kita yang semalam sayaanghh?" godanya lagi.

Bulu kuduk Baekhyun berdiri, dia merinding.

"Kau gila!!"

"Ayolaaahhh~~" Chanyeol masih setia menggodanya.

"A-aku pergi!!" ujar Baekhyun sedikit salah tingkah, kemudian dengan tergesa-gesa dia berjalan ke luar dari ruangan itu, dia sudah memakai bajunya walau masih ada beberapa yang perlu di kancingkan.

Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu, dia mengumpati Chanyeol, dia mengancingi bajunya asal, sekarang dia kesal karena merasa kalah dari pria tampan itu dan rona malu masih menjalar di pipinya.

Chanyeol masih didalam ruangan, dia terkekeh geli melihat tingkah laku Baekhyun, dia merasa sangat senang karena berhasil mengalahkan pria mungil itu.

Benar-benar sungguh kekanakan mereka berdua ini.

"Ah...namanya!! Aku lupa menanyakan namanya!!" ujar Chanyeol tersadar bahwa dia belum sempat menanyakan nama si mungil.

Dia bergegas berlari ke luar ruangan setelah memakai bajunya tapi dia tak menemukan pria mungil itu dimanapun.

"Haiishh!! Kemana dia? Cepat sekali sudah menghilang? Biarlah...aku yakin kita pasti akan bertemu lagi pria manis." ujarnya meyakinkan dirinya bahwa dia akan bertemu Baekhyun lagi, meski tak sepenuhnya yakin.

Kemudian dia berjalan pergi menuju ruangannya.

~~~~~~

Sementara di tempat lain, tepatnya di taman belakang rumah sakit.

"Uhhhmm..huummmpptt..."

Baekhyun terus meronta, tak lama setelah keluar dari ruangan itu, seseorang membekap mulutnya dan membawanya ke taman belakang rumah sakit.

"Uhhmmmpptt...hummmpptt..." Baekhyun terus meronta dan mengeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan kanan berusaha melepaskan bekapan orang itu.

"Shhhh...Baekki tenanglah!! Ini ayah." ujar pria itu yang ternyata adalah Yunhoo.

"A-a-ayah~ Mengapa ayah melakukan ini? Jangan membuat Baekki takut ayah~" rengek Baekhyun.

"Baekki, jawab jujur pertanyaan ayah, siapa pria itu yang bersamamu di ruanganmu?" tanya Yunhoo memulai.

"Ba-bagaimana a-ayah bi-bisa?" tanya Baekhyun terbata-bata.

"Siapa dia nak? Apa dia melakukan hal buruk padamu hmm?"

"A-aku tidak tahu ayah, a-aku baik-baik saja ayah."

"Kau yakin?"

"Ya ayah."

"Apa kau berkata jujur pada ayah nak?"

"Uumm, a-aku..."

"Ada apa Baekki? Mengapa kau ragu?"

Baekhyun tak terbiasa mengatakan hal yang terjadi padanya, dia juga biasa memendam semuanya sendiri, tapi dia telah berjanji pada sang ayah untuk berkata jujur padanya.

Dia bingung harus mengatakan apa, haruskah dia jujur pada ayahnya? ataukah tetap berbohong? dia takut ayahnya marah, tapi dia tak bisa menanggung semua ini sendiri.

Malam yang dia lalui bersama Chanyeol kembali terlintas dalam pikirannya, bagaimana jika dia benar-benar hamil? bagaimana jika dia mengandung anak pria itu? dia sendiri bahkan tidak tahu siapa pria itu, darimana asalnya, bahkan namanya saja Baekhyun tidak tahu.

Satu-satunya orang yang selalu ada di pihaknya adalah ayahnya, dia rasa ayahnya bisa membantunya, sungguh dia tak sanggup menanggung beban ini sendirian.

"Sebenarnya ayah, dia memperkosaku." jujur Baekhyun.

Yunhoo sedikit terkejut, tak menyangka akhirnya putranya mau jujur juga, dia sudah tahu, kemarin dia melihatnya sendiri, tapi fakta bahwa Chanyeol memperkosa putra mungilnya adalah hal yang baru saja ia ketahui dari mulut Baekhyun.

"Kau yakin nak? Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Yunhoo dengan lembut.

"Aku tak yakin ayah, hanya saja, setelah ayah pergi, obat yang ayah berikan tak bekerja dengan baik dan aku mengalami heat yang lebih hebat, lalu entah darimana pria itu masuk menerobos ke ruanganku dan memperkosaku." jelas Baekhyun panjang lebar.

Yunhoo tercekat, dalam hati dia bergumam, "Maafkan ayah nak, seharusnya ayah tak meninggalkanmu." dia menyesal telah meninggalkan Baekhyun sendirian disaat dia sedang mengalami heat pertamanya.

"Apa kau mengenal pria itu nak?" Yunhoo bertanya lagi.

"Tidak ayah, aku tak mengenalnya, bahkan namanya saja aku tak tahu." ujar Baekhyun setelahnya.

Suasana diantara mereka menjadi hening.

"Apa kau mengenalnya ayah?" tiba-tiba saja Baekhyun bertanya.

"Mengapa kau menanyakan hal itu nak?"

"Setidaknya bila ayah tahu siapa dia, tolong beritahu Baekki ayah."

"Memangnya kenapa nak?"

"Eeuumm, ti-tidak...ituu...eeuumm...hanya saja, bagaimana jika aku hamil ayah?" tanya Baekhyun takut-takut.

Yunhoo tercekat, dia baru saja melupakan fakta paling penting bahwa Baekhyun bisa saja hamil dan mengandung anak Chanyeol.

"I-ini ga-gawat!!" ucapnya tergagap, kemudian dia melanjutkan ucapannya, "Ayo nak! Kita harus segera memeriksakan dirimu!!"

Baekhyun mengerjap-ngerjap bingung, detik selanjutnya dia mengangguk dan berkata, "Baik ayah."

Detik selanjutnya mereka sudah meninggalkan taman belakang rumah sakit untuk menuju lab lain milik Yunhoo, lab khusus dan rahasia yang memang Yunhoo persiapkan untuk memantau keadaan Baekhyun sejak hal itu terjadi, tidak ada yang mengetahuinya sama sekali kecuali dirinya dan juga putra mungilnya.

Letaknya sungguh rahasia, kau takkan bisa menemukannya dengan mudah, ada kunci khusus untuk membukanya, tak sembarang orang bisa masuk ke lab itu, bahkan pria misterius itu tidak tahu jika lab itu ada, 'Shadow Lab' begitulah orang-orang menyebutnya.

~~~~~~

Sementara ditempat lain, lebih tepatnya di ruangan dimana Chanyeol berada, vampire tampan itu dikejutkan dengan kedatangan ayahnya, sang raja yang terkesan tiba-tiba.

"A-ayaahh~" Chanyeol kembali dalam mode manjanya.

"Ah...putraku!! Kesayanganku!!" Raja memekik kegirangan melupakan wibawanya dan fakta bahwa dirinya adalah seorang raja, dengan segera dia beringsut memeluk Chanyeol, putra kesayangannya erat.

Chanho, begitulah para vampire mengenalnya, benar sekali nama ayah dari pangeran tampan itu atau lebih tepatnya nama dari raja negeri vampire adalah Chanho, Park Chanho.

"Apa yang membawamu kemari ayah?" tanya Chanyeol.

"Bukankah masih ada beberapa hari lagi sampai kau datang menjemputku?" lanjutnya lagi.

"Tapi sayang, ayah khawatir pada mu!!"

"Khawatir?" Chanyeol mengernyit heran.

"Iyaa khawatir, kejadian semalam benar-benar mengerikan kata mereka, kau baik-baik saja nak?"

"Kejadian semalam?" gumam Chanyeol dalam hati, dia terlihat berfikir sebentar, namun detik selanjutnya wajahnya memerah.

Deg~

Apa ayahnya tahu tentang kejadian semalam? seketika bayangan pria mungil itu kembali dalam ingatannya, wajahnya yang memerah penuh air mata, memberikan kesan yang begitu erotis, desahannya yang menggema ke seluruh penjuru ruangan, terdengar begitu merdu dan membangkitkan gairah Chanyeol.

Blush~~

Lagi-lagi wajahnya memerah, kali ini tambah parah.

"Kau baik-baik saja nak? wajahmu memerah, apa kau sakit?" tanya Chanho sedikit khawatir.

Pertanyaan Chanho nyatanya membuat Chanyeol sadar dari lamunannya dan berkata, "Ti-tidak ayah, aku baik-baik saja."

"Kejadian semalam itu, kejadian apa maksud ayah sebenarnya?" ujar Chanyeol berusaha tenang, dia ingin memastikan bahwa pikirannya salah, mana mungkin ayahnya tahu, ba-bahwa dia telah menggagahi seseorang bukan?

"Kau benar-benar tidak tahu sayang?"

Chanyeol hanya mengangguk tanpa bersuara.

"Semalam sesuatu yang mengerikan terjadi di rumah sakit ini, ada yang menyerang dan merusak fasilitas rumah sakit, bahkan membakarnya." ujar Chanho panjang lebar.

Chanyeol bernapas lega, ternyata apa yang dia fikirkan tidak benar.

Sudah diingatkan agar menahan dirimu park Chanyeol!! lihat? sekarang kau merasa bersalah dan seperti tersangka kan? kkkkk~~

"Kau yakin kau baik-baik saja nak?" lagi-lagi pertanyaan Chanho berhasil menarik putranya keluar dari dunia lamunannya dan kembali ke dunia nyata.

"Ya ayah, aku baik-baik saja, aku bahkan tak tahu ada kejadian seperti itu semalam." ujar Chanyeol dengan tenang.

"Benarkah?" tanya Chanho tak percaya, detik selanjutnya perkataan sang ayah membuat Chanyeol panas dingin, "Kau tak tahu? Lantas apa yang kau lakukan semalam?" tanyanya penuh selidik.

Deg~~

Keringat dingin mengucur di pelipisnya, lidahnya kelu, Chanyeol bingung mau mengatakan apa, namun dia berusaha untuk tenang dan mencari alasan.

"Aku tidur ayah, tertidur dengan sangat pulas." ucapnya dengan lancar, hanya alasan itu yang ada di otaknya.

Lagipula semalam dia benar-benar tidurkan? meski tidur dengan seseorang kkkk~~

"Oh...syukurlah kalau begitu nak, ayah senang kau baik-baik sa..." ucapan Chanho terpotong kala dia menyadari sesuatu menggembung dari balik celana anaknya.

Matanya menyipit curiga, selanjutnya dia berkata, "Tunggu dulu!! apa itu nak? di balik celanamu?!

Chanyeol terkesiap, dia mengerjap-ngerjapkan matanya bingung, detik selanjutnya matanya mengikuti arah yang di tunjuk oleh ayahnya.

Matanya jatuh pada celananya dan sesuatu yang menggembung di baliknya.

Deg~

Sial!! Chanyeol ereksi lagi, ini pasti karena dia membayangkan tubuh dan desahan pria mungil itu tadi, vampire tampan itu mendadak malu, wajahnya memerah dan secepat kilat dia menutup kejantanannya yang sudah mengeras dan menggembung dari balik celananya, lalu detik selanjutnya dia berbalik, menyembunyikan kejantanan serta wajahnya yang memerah.

"Kau tak mungkin?" ucap ayahnya tak percaya.

"Pikiran kotor macam apa yang tengah kau pikirkan nak?" lanjutnya lagi, kali ini tawanya telah pecah, sungguh menggemaskan tingkah laku putranya ini.

Blushhh~~

Chanho menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya dan berkata lagi, "Ja-jangan-jangan kau ereksi karena melihat ayah?!" dia hendak menggoda anaknya.

Double Blush~~

"Ayah!! Apa-apaan!! Kau gilaaa!! Ma-mana mungkin aku...aku...haiissh!!" Chanyeol mengeram frustasi, dia gagal melanjutkan ucapannya karena itu sangat memalukan.

Tawa Chanho terdengar memenuhi seluruh penjuru ruangan, sungguh menyenangkan menggoda putranya ini, detik selanjutnya dia berkata, "Ayah hanya menggodamu sayang, dan kau percaya begitu saja? Lihatlah!! Bahkan wajahmu memerah bagaikan tomat." tawa Chanho semakin keras.

Chanyeol makin malu, dia beringsut menjauh dan berkata, "A-ayah keluarlah dulu!! A-aku akan mengurus ini." pintanya kemudian.

"Mengurusnya?" Chanho mengernyitkan dahinya bingung lalu melanjutkan perkataannya, "Caranya?"

"Aiisshh!! aku akan menidurkannya ayah!!"

"Menidurkannya?" Chanho tersenyum jahil, kemudian dia bersuara lagi, "melakukan permainan solo maksudmu?"

Perkataan itu sukses membuat Chanyeol malu sampai ke ubun-ubun.

"A-ayah~~ keluarlah!! kumohooonn~~ yayaya, keluarlaahh~~" Chanyeol merengek manja dengan nada setengah kesal.

Chanho tertawa mendengarnya, kemudian berkata, "Tidak sayang!! Ayah tidak akan keluar, bagaimana ayah bisa melewatkan kesempatan langka seperti ini?! Inilah saatnya nak, donorkan spermamu!! Kau lupa apa tujuanmu tinggal disini?! Ayah takkan membiarkanmu bermain solo dan membuang-buang benihmu yang berharga!!" ujarnya penuh semangat dan syarat akan perintah.

Chanyeol menelan ludahnya kasar, dia sampai lupa apa tujuannya yang sebenarnya datang ke sini, pria mungil itu seolah mengalihkan seluruh dunianya.

"Ayah akan panggilkan dokter dulu nak!! Kau tunggu disini!!" perintah Chanho pada putranya.

"Ah...ngomong-ngomong apa yang terjadi pada rambutmu nak? Lalu matamu itu? sejak kapan mereka berubah?" ujar Chanho ketika menyadari ada yang aneh dengan penampilan putranya.

"Kau telah dewasa rupanya, selamat ya nak." lanjutnya lagi sembari tersenyum.

"Apa maksud ayah? Dewasa? Dan lagi rambut? Mata? Apa yang ayah bicarakan sebenarnya?" ujar Chanyeol tak mengerti.

"Rambutmu berubah menjadi putih keperakan dan matamu berubah menjadi merah nak, itu tandanya kau telah dewasa." ujar Chanho kemudian masih dengan senyum terpatri di wajahnya.

"Mana mungkin, ayah jangan berbohong!!" ucap Chanyeol tak percaya.

"Berkacalah!! Maka kau akan tahu apa ayah berbohong atau tidak!!" ujar Chanho kembali.

"Ayah akan panggilkan dokter." lanjutnya lagi sembari berjalan keluar ruangan, meninggalkan Chanyeol yang terdiam.

Detik selanjutnya dia berjalan ke arah kaca dan menemukan bahwa penampilannya sama persis seperti dengan apa yang ayahnya katakan.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" gumam Chanyeol tanpa sadar.

~~~~~~

Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di 'Lab Bayangan' milik Yunhoo, dokter itu tengah memeriksa keadaan Baekhyun, putra mungilnya.

"Tunggu sebentar sayang, biar ayah ambil sample darahmu dulu." ujar Yunhoo pada Baekhyun.

Baekhyun hanya diam saja ketika jarum suntik itu menyentuh pembuluh darahnya dan cairan merah pekat itu keluar memenuhi tabung suntikan itu.

"Sudah selesai sayang, ayah akan memeriksa darahmu dulu, tunggulah disini sebentar."

"Baik ayah."

Saat ini Baekhyun tengah terduduk di sebuah kursi bewarna hitam yang biasa di pakai untuk melahirkan, kursi itu bisa dinaik turunkan sesuai keinginan pasien, dibagian kanan dan kirinya ada tempat untuk menaruh tangan dan juga kaki.

Yunhoo menaruh sample darah itu disebuah alat, kemudian membiarkannya, segera setelah itu dia bergegas kembali ketempat Baekhyun berada.

"Baekki buka kakimu lebar-lebar sayang, letakan di tempat menaruh kaki ini sayang." ucapnya pada Baekhyun sembari menunjuk kedua sisi ranjang yang menyerupai kursi itu.

Baekhyun hanya menurut, dibukanya kedua kakinya lebar-lebar hingga dia mengangkang sempurna, lubang sempitnya terekspos dengan sempurna karena saat ini dia hanya mengenakan baju atasan saja, tanpa sehelai benangpun menutupi bagian selatan tubuhnya.

Malu memang, tapi dia harus melakukannya, lagipula dia percaya pada ayahnya.

Yunhoo tercekat melihat pemandangan yang dia lihat, lubang sempit anaknya bewarna pink kemerahan dan sedikit bengkak, lelehan cairan putih pekat bercampur merah darah mengalir keluar dari dalam lubang milik putra mungilnya.

Jangan lupakan kissmark disekitar paha dan selangkangan Baekhyun, warna merah yang kentara sungguh kontras dengan kuliatnya yang bewarna putih pucat.

Yunhoo terdiam, dia tahu cairan putih itu apa, itu adalah benih milik pangeran Chanyeol, dalam hati dia bergumam, "Ba-bagaimana bisa? bukankah selama ini pangeran tidak bisa ereksi?" pertanyaan itu muncul begitu saja dalam benak Yunhoo.

"Ada apa sebenarnya? apa yang terjadi sebenarnya?" gumamnya lagi masih didalam hati.

"A-ayah?"

Ucapan Baekhyun membuyarkan lamunan Yunhoo, dengan segera dia langsung melakukan tugasnya, dia berusaha mengeluarkan sperma itu dari dalam tubuh putra, biar bagaimanapun putranya tak boleh hamil, apalagi hamil anak seorang vampire darah murni seperti Chanyeol dan yang lebih buruk lagi dia adalah pangeran yang memegang gelar calon raja.

Sejak dahulu kala, keluarga kerajaan hanya akan menikah dengan keluarga kerajaan untuk mempertahankan para vampire darah murni, Baekhyun tak boleh sampai mengandung anak Chanyeol, itu tak boleh.

Yunhoo mengumpulkan benih Chanyeol kedalam botol untuk dia teliti, pangeran tampan itu juga berhutang penjelasan padanya bagaimana dia bisa ereksi dan memperkosa putranya dan hal lainnya yang perlu dijelaskan.

"Sudah selesai ayah?" tanya Baekhyun ragu.

"Belum sayang, kau tunggulah disini." ucap Yunhoo lembut pada putra mungilnya, detik selanjutnya dia pergi membawa botol berisi cairan sperma milik Chanyeol.

Tak berapa lama kemudian dia kembali dengan membawa botol, kemudian dia berkata, "Ini sayang, isi botol ini dengan urinemu."

Blushh~~

Pipi Baekhyun memerah, dia sudah tak sanggup menahan rasa malunya dan sekarang ini adalah yang paling parah, haruskah dia pipis dihadapan sang ayah?

"Di-disini ayah? se-sekarang?" ujarnya ragu.

"Iya sayang, ada apa?"

"Tak bisakah aku ke kamar mandi dan mengisi botol ini dengan urineku disana?" tanyanya lagi.

"Tidak sayang, kau harus tetap seperti itu, tetap mengangkang, ayah belum selesai, masih ada yang harus dilakukan." ujar Yunhoo panjang lebar.

Baekhyun menghela nafasnya berat, dia harus melakukan ini biarpun malu, detik selanjutnya dia berkata, "Baiklah ayah, bisakah kau menghadap ke arah lain dulu?" pintanya.

Yunhoo terkekeh melihat tingkah putranya, ternyata dia malu, padahal sudah menunjukkan tanda kedewasaan namun sikapnya masih sama belum berubah, pemalu dan kekanakan, sepertinya jalan menuju kedewasaan masih panjang bagi putra mungilnya itu.

Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Baekhyun yang malu-malu, namun dia berkata, "Baiklah, ayah pergi dulu." dan meninggalkan Baekhyun setelahnya.

Baekhyun bernafas lega, ayahnya memang sungguh mengerti dirinya, dengan segera di memasukkan kejantanan mungilnya kedalam botol dan mengisi botol itu dengan urinenya.

"Sudah selesai?" tanya Yunhoo segera setelah dia kembali ke tempat dimana Baekhyun berada.

Si mungil hanya bisa mengangguk.

"Baiklah, berikan pada ayah."

Baekhyun memberikan botol berisi urine miliknya kepada sang ayah.

Yunhoo bergegas membawa botol berisi urine milik putra mungilnya itu untuk diperiksa, dia berharap dia belum terlalu terlambat.

Segera setelah menaruh urine itu disebuah alat, Yunhoo meninggalkannya dan kembali ke tempat putra mungilnya berada.

"Sekarang ayah akan melakukan sesuatu nak, tahan yaa, ini mungkin akan sedikit sakit." ujar Yunhoo pada Baekhyun setelah kembali ke ruangan itu.

"A-apa yang mau ayah lakukan?" tanya Baekhyun takut-takut.

"Hanya pembersihan sayang, ayah takut masih ada benih yang tertinggal didalam." ujarnya kemudian.

"Apa itu sakit?" tanya si mungil lagi.

"Sedikit, Baekki bertahan yaa, demi ayah." bujuk Yunhoo.

"Ba-baiklah ayah."

Yunhoo tersenyum lembut, detik selanjutnya dia mengeluarkan suntikan yang sudah tidak ada jarumnya, suntikan itu lumayan besar dan berisi cairan antiseptik bewarna bening.

Yunhoo mengarahkan ujung suntikan itu ke arah lubang sempit milik Baekhyun dan memasukkannya kedalam lubang itu.

"A-aayaahh!!" pekik Baekhyun terkejut, kemudian si mungil melanjutkan, "I-itu apa ayah?" air mata sudah mengalir di matanya, dia percaya pada ayahnya tapi tetap saja dia merasa takut.

"Sshhh, tenanglah Baekki, ini tidak akan melukaimu." ujar Yunhoo menenangkan putra mungilnya.

Detik selanjutnya Yunhoo mendorong masuk cairan bening itu kedalam lubang sempit milik Baekhyun sampai cairan itu habis.

Si mungil merasakan adanya cairan asing yang masuk ke dalam tubuhnya, dia menegang, cairan itu memenuhi lubangnya hingga mendesak sampai ke perutnya.

"A-ayaahh~~" rengek Baekhyun.

Yunhoo menarik suntikan itu lepas dari lubang sempit milik putranya dan menyumpal lubang itu dengan alat lain bewarna hitam untuk mencegah cairan bening itu keluar.

"A-ayaahh~~" rengek Baekhyun lagi, dia merasa tidak nyaman, "apa itu ayah? rasanya aneh, keluarkan ayah." lanjutnya lagi dengan nada memohon.

"Shhh...tahan sayang, Baekki turuti perintah ayah, ini untuk kebaikanmu nak, sekarang gerakan tubuhmu maju mundur seolah kau tengah mengocok cairan itu dalam tubuhmu nak." perintah Yunhoo pada putra mungilnya.

Baekhyun tak bisa membantah, dia tahu apa yang ayahnya perintahkan pasti demi kebaikannya, detik selanjutnya dia sudah menggerakkan tubuhnya seperti yang Yunhoo minta.

"Pegang penyumbatnya Baekki, jangan sampai terlepas." ujar Yunhoo lagi.

Baekhyun hanya menurut dan memegang penyumbat kecil bewarna hitam itu dengan satu tangannya.

Setelah dirasa cukup, Yunhoo berkata, "Baiklah cukup sayang." Detik selanjutnya dia melepaskan penyumbat kecil bewarna hitam itu dan cairan antiseptik yang tadinya bewarna bening jernih itu menjadi sedikit bewarna putih pink, sudah dia duga bahwa benih pangeran Chanyeol masih tersisa di dalam tubuh putranya.

~~~~~~~

Sementara itu, setelah keluar dari ruangan putranya, Chanho bergegas mencari Yunhoo, dia bertanya pada suster yang bertugas, namun mereka tidak tahu dimana keberadaan sang dokter.

"Dimana dia?" gumam sang raja.

Chanho masih setia melanjutkan langkahnya menyusuri tiap koridor rumah sakit demi menemukan dokter kepercayaannya, Byun Yunhoo.

Tepat ditikungan dia bertemu dengan Yunhoo yang memang telah selesai memeriksa keadaan Baekhyun dan keluar dari shadow lab miliknya.

Yunhoo yang tengah berjalan bersama putra mungilnya Baekhyun sedikit terkejut melihat sang raja yang ada dihadapannya.

"Apakah ada masalah? Mengapa Baginda Raja ada disini?" gumam Yunhoo dalam hati.

"Byun Yunhoo, kemana saja kau? Aku mencarimu dari tadi." perkataan Chanho seketika menyadarkan Yunhoo dari lamunannya.

Detik selanjutnya dengan cepat dia menjawab perkataan sang raja, "Anda mencari saya baginda?"

"Benar." Chanho hanya menjawab pertanyaan Yunhoo dengan singkat.

"Ada perlu apa anda mencari saya baginda?" Yunhoo bertanya lagi.

"Ah...Chanyeol membutuhkanmu." ujar Chanho yang sedikit melamun karena sedari tadi matanya menatap lekat sosok pria mungil di samping Yunhoo yang terlihat kebingungan dengan interaksi mereka.

"Ada apa dengan pangeran Chanyeol? Apa ada masalah baginda?" sekali lagi Yunhok bertanya.

"Tidak, hanya saja..." Chanho setelahnya berbisik mengenai kondisi putra tampannya pada Yunhoo dan sang dokter menganguk paham.

"Ah...ngomong-ngomong siapa pria mungil yang sedang bersamamu ini?" Chanho tiba-tiba bertanya pada Yunhoo.

Yunhoo terkesiap, sejenak dia melupakan kehadiran putranya, kemudian dia menjawab pertanyaan sang raja, "Dia putra hamba yang mulia."

Detik selanjutnya Yunhoo menyuruh Baekhyun untuk mengenalkan diriya dan memberi salam pada sang raja.

"Baekhyun, cepat perkenalkan dirimu pada baginda raja."

Baekhyun terkesiap, dia mengerjap-ngerjapkan matanya lucu sedikit tak paham dengan keadaan yang terjadi, namun detik selanjutnya dia menyadari bahwa yang berdiri dihadapannya ini adalah raja dari para vampire, rajanya, raja negeri vampire, fakta itu membuat dirinya sedikit takut.

Selama ini Baekhyun tak tahu bagaimana rupa sang raja, pangeran maupun anggota keluarga kerajaan lainnya, sebagian hidupnya dia habiskan di rumah sakit, terkurung dari dunia luar.

"Pe-perkenalkan nama saya Byun Baekhyun, putra dari tuan Byun Yunhoo." ucapnya sopan, dia sedikit mengumpati dirinya dalam hati karena terbata-bata dalam berbicara sehingga meninggalkan kesan yang buruk dan tidak sopan.

Chanho terkekeh, pria mungil dihadapannya ini entah mengapa mengingatkannya pada putranya Chanyeol.

"Berapa umurmu nak?" tanyanya lagi.

"200 tahun yang mulia." jawab Baekhyun dengan sopan.

Chanho sedikit terkejut, umur pria mungil dihadapannya ini sama dengan putranya Chanyeol, entah mengapa dia sedikit tertarik dengan sosok dihadapannya ini, kemudian dia bertanya lagi, "Apa kau seorang omega."

Baekhyun hendak mengangguk namun ia urungkan karena itu terkesan tidak sopan, detik selanjutnya dia bersuara, "Iya, benar yang mulia, saya adalah seorang omega."

Meski dia menjawab pertanyaan dari Chanho, namun dalam hati dia mulai bertanya-tanya untuk apa sosok raja dihadapannya ini menanyakan hal itu.

Chanho menganguk paham, kemudian dia beralih ke arah Yunhoo, "Yunhoo, kau tak pernah mengatakan hal ini sebelumnya, aku tak tahu kau punya putra yang begitu manis seperti ini dan dia seumuran dengan anakku." sang raja sedikit protes pada Yunhoo yang nyatanya bukan hanya dokter kepercayaannya namun juga sahabat dekatnya.

"Saya sudah pernah mengatakannya dulu, sepertinya anda melupakannya yang mulia." ujar Yunhoo masih mempertahankan etika sopan santunnya, meskipun pria dihadapannya ini adalah sahabat baiknya tapi tetap saja dia adalah seorang raja.

"Yunhoo!! Hentikan sikap formalmu itu, itu tidak menyenangkan!!" ujar Chanho yang terlihat sebal dengan keformalan Yunhoo.

"Maafkan hamba yang mulia, tapi anda adalah seorang raja." Yunhoo masih bersikukuh mempertahankan sikap formalnya.

Chanho mengehela nafasnya kemudian dia menutup matanya lalu membukanya dan mengatakan "Aku memerintahkanmu untuk berhenti bersikap formal Byun Yunhoo."

Yunhoo hanya bisa menghela nafas berat, jika itu adalah perintah sang raja maka dia tak bisa mengatakan apapun

"Bisakah kita segera ke ruangan putramu Chanho?" Yunhoo akhirnya menghilangkan sikap formalnya dan mulai bertanya pada Chanho.

"Oh..benar." ujar Yunhoo sembari menepuk jidatnya, dia sampai lupa dengan keadaan putranya dan tujuan awalnya mencari Yunhoo karena pikirannya teralihkan dengan sosok mungil disamping sang dokter.

Kemudian Yunhoo beralih pada putra mungulnya dan berkata, "Baekhyun, ayah tinggal dulu nak, ada pasien yang membutuhkan ayah, kau tak apa-apa kan ayah tinggal?" Yunhoo berkata pada sosok mungil disampingnya sembari mengelus kepalanya sayang.

Baekhyun memejamkan matanya merasakan elusan penuh kasih sayang di kepalanya yang berasal dari sang ayah, entah mengapa dia menyukainya, kemudian dia mengangguk mengiyakan perkataan sang ayah.

Chanho yang sejak tadi hanya memperhatikan interaksi antara ayah dan anak di depannya ini tiba-tiba bersuara, "Ah...Yunhoo, aku berubah pikiran, mengapa tidak kau biarkan putramu saja yang menanganinya, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan padamu."

Yunhoo terkejut mendengar penuturan sang raja, dan berkata, "Tidak perlu baginda raja, biar hamba saja."

"Bukankah sudah ku katakan untuk berhenti bersikap formal." ingat Chanho.

"Tidak usah, biar aku saja yang urus masalah putramu, putraku tak tau apa-apa." Yunhoo menanggalkan sikap formalnya yang secara reflek dia keluarkan tadi.

Merasa disebut dalam percakapan, Baekhyun yang penasaran akhirnya bersuara, "Apa yang perlu di urus ayah? Mengapa aku tak bisa?" ujar si mungil dengan nada polos dan wajah tal berdosanya.

Byun Baekhyun seharusnya kau diam saja, kau tak tahu apa yang sedang terjadi.

Merasa ada peluang, Chanho akhirnya berbicara pada Baekhyun, "Begini nak, putraku sedang kesakitan di ruangannya, maukah kau membantunya?" bujuk Chanho.

Yunhoo yang tahu apa maksud sang raja kemudian bersuara, "Tapi ho, anakku tak bisa, dia tak paham prosedurnya, dia juga masih polos."

Chanho tersenyum kemudian berkata, "Kau bisa menjelaskan padanya, entah mengapa aku benar-benar ingin dia yang melakukannya, firasatku mengatakan bahwa harus dia yang melakukannya, lagipula ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Tapi ho..." Yunhoo masih berusaha protes untuk menggagalkan upaya Chanho.

"Tidak ada penolakan yun." ujar Chanho tegas.

Merasa gagal meyakinkan Chanho, sang dokter beralih ke arah putra mungilnya yang sejak tadi hanya memperhatikan interaksi antara dirinya dan Chanho, detik selanjutnya dia berkata, "Baekhyun, kau tak bisa kan ya nak? kau tak mengertikan?"

Yunhoo berharap putra mungilnya ini menjawab sesuai dengan yang diinginkannya yaitu menolak permintaan sang raja, namun Baekhyun yang kelewat polos hanya menjawab dengan ekpresi bingung, "Apa yang aku tak bisa ayah? Apa yang tak aku mengerti? Aku benar-benar tak paham apa yang kalian bicarakan sejak tadi."

Chanho yang melihat kebingungan Baekhyun mengambil peluang itu dan berkata, "Ini hal penting nak, putraku kesakitan, kau hanya perlu membantunya, ayahmu akan mengajarkan caranya, kau bisakan?" ujar Chanho dengan nada membujuk yang meyakinkan.

Baekhyun menimang, dia menatap sang raja yang menampilkan raut wajah penuh harap, kemudian dia menatap sang ayah yang menggelengkan kepalanya pelan, dia mengernyit bingung dan detik selanjutnya bersuara, "Ayah kenapa kau menggelengkan kepalamu?" dengan nada yang kelewat polos.

Yunhoo menjambak rambutnya frustasi, demi tuhan kepolosan Baekhyun sudah berada di level yang sangat mengerikan, tidakkah dia mengerti bahwa itu kode darinya agar dia menolak bujukan itu, seharusnya dia mengerti dan menolaknya, bukannya malah bertanya seperti itu.

Chanho segera beralih menatap Yunhoo dengan tajam, sang dokter hanya bisa diam.

"Kau bisakan nak?" bujuk Chanho lagi.

Baekhyun yang tak mengerti apapun dan kelewat polos kemudian mengangguk, dia berfikir bahwa tidak seharusnya dia menolak perintah seorang raja.

Yunhoo mendadak gusar, putranya tak tahu apa yang akan dihadapinya, dia menyesal tak memberitahukan siapa pria yang telah memperkosa si mungil dan apa yang tengah dibicarakan oleh Chanho dan dirinya.

Karena sejak tadi ketika Yunhoo berulang kali ingin menjelaskan hal itu pada putra mungilnya, Chanho selalu mengganggu dan memotong ucapannya, sungguh sahabatnya ini benar-benar menjengkelkan.

"Bagus." ujar Chanho sembari menunjukkan senyumannya yang penuh dengan wibawa.

"Baekhyun kau tak harus melakukannya nak." ujar Yunhoo pada putra mungilnya, dia masih berusaha mencegah rencana sahabatnya itu.

Sahabatnya itu tak tahu apa yang telah dilakukan pangeran Chanyeol terhadap putranya dan Baekhyun tidak tahu bahwa putra yang dimaksud oleh Chanho adalah pria yang sama yang telah menggagahinya dan merebut keperawanannya.

Chanho sontak menghadiahi Yunhoo dengan tatapan tajamnya, bagaimana bila si mungil tidak setuju akibat bujukan ayahnya, sementara firasatnya mengatakan bahwa harus si mungil yang melakukannya, lagipula dia ingin membahas hal penting dengan sahabatnya itu.

Di lain sisi, Yunhoo benar-benar berharap putra mungil kesayangannya itu untuk menolak permintaan Chanho, bagaimana bila putranya sampai shock bila harus bertemu dengan pangeran lagi dan dia harus melakukan itu.

Namun entah terlalu polos atau kebodohannya yang kelewat batas, tanpa tahu apa yang akan dirinya hadapi dan lakukan, Baekhyun yang penasaran dan segala sikap keras kepalanya itu malah berkata, "Aku bisa ayah, mengapa ayah melarangku? Lagipula ini adalah perintah baginda raja ayah, bagaimana aku bisa menolaknya?"

Yunhoo terkejut mendengar penuturan Baekhyun yang kelewat polos, hanya karena itu perintah raja bukan berarti dirinya tak bisa menolak, tidak ada aturan seperti itu. Sangking terkejutnya Yunhoo sampai tak bisa berkata apa-apa lagi, dan untuk beberapa saat dia terdiam.

Chanho melihat kesempatan yang ada dan berkata, "Benar Baekhyun, ini adalah perintah raja."

Yunhoo tersadar dan ucapan Chanho memperburuk keadaan.

"Kau harus mematuhinya." lanjutnya.

Kali ini Yunhoo hanya bisa pasrah, karena Baekhyun sudah menganguk mantap menyetujui perintah Chanho, tak ada lagi yang bisa dia lakukan, salahkan Baekhyun yang tak mau mendengarkannya.

~~~~~~

Sementara dari kejauhan terlihat sang pria misterius sedang melihat ke arah tiga orang yang sedang sibuk berbincang, dia menatap mereka dengan pandangan tidak suka, sarat akan kebencian.

"Ciihh, bagaimana bisa bocah sialan itu masih hidup? Apa grimoir telah salah?" ujarnya sembari menatap Baekhyun penuh kebencian.

"Ada berapa banyak nyawa yang dimiliki Byun Baekhyun sebenarnya?! Mengapa sangat sulit untuk membunuhnya?!" sahut seseorang yang sedang bersamanya.

"Apa yang terjadi sebenarnya?! Mengapa dia tak mati?! Grimoir tak mungkin salahkan?" ujarnya frustasi.

"Entahlah, yang jelas rencanamu telah gagal!!" ujar orang itu lagi.

"Aaarrggghh!! Aku tahu itu!!" ujarnya sembari menjambak surai rambutnya frustasi.

"Sejak dulu aku selalu berusaha membunuh bocah sialan itu!! Namun selalu gagal!! Bahkan setelah aku menemukan grimoir, aku masih tidak bisa membunuhnya!! Betapa diberkahi anak itu!! Ini seolah-olah dia memiliki pelindung dari dewa!!" lanjutnya lagi.

"Jangan menyerah!! Kau membencinya kan?!" tanya orang yang bersamanya lagi.

"Benci, sangat benci!! Dia keturunan orang itu!! Tentu saja aku sangat benci!! Aku membencinya!! Aku benci dia dan keluarganya!!" ujar pria misterius itu dengan nada penuh kebencian.

"Bagus!! Setidaknya rasa bencimu tidak hilang!!" ujar orang itu lagi, kemudian dia melanjutkan, "Anak yang malang, takdirnya begitu kejam, salahkan dia mengapa harus lahir sebagai keturunan orang itu!!

" Tapiii..." pria itu memejamkan matanya, menjeda sebentar perkataannya dan melanjutkan, "Dia memang ditakdirkan begitu!! Semua orang ingin berada di posisinya!! Dia, hanya dia yang terlahir begitu!! Bahkan setelah susah payah kita menjauhkannya dan membuatnya tanpa sadar melarikan diri dari takdirnya dan menerima hukuman, namun rencana kita tetap gagal!! Kukira grimoir telah mempermainkan kita!!" ujar pria itu lagi.

"Grimoir itu benda sakral, kita beruntung mengetahuinya lebih dulu dari mereka!! Sebaiknya kita kembali ke tempat itu untuk memastikan kembali isi dari grimoir dan kembali menyusun rencana yang lebih hebat!!" ujar orang itu lagi.

"Baiklah, sepertinya memang kita harus kembali kesana lagi!!" ujar pria misterius itu pada akhirnya.

"Bagus, bersabarlah sayang, aku disini akan selalu mendukungmu." ujar orang itu disertai dengan senyuman.

"Terima kasih sayang."

Kemudian dua orang itu menghilang bagai di terpa angin, mereka kembali ke tempat itu, dimana grimoir tersimpan.

~~~~~~

Sementara ditempat lain, tepatnya di ruangan rawat Chanyeol, pria tampan itu mengerang frustasi kemudian berkata, "Mengapa ayah lama sekali?! Tidak tahukah dia bahwa aku tersiksa sekarang?! Dia bahkan tak mengizinkanku untuk melakukan solo!!"

Saat ini Chanyeol sedang duduk di ranjangnya, dia menatap frustasi ke arah miliknya yang begitu besar dan tegang sejak tadi, "Ayah mengapa kau lakukan ini!!" ujarnya frustasi.

Miliknya saat ini tidak bisa mengeluarkan spermanya, ayahnya melakukan hal yang mengerikan pada miliknya itu, pria gila itu memasangkan ring cock pada benda besar dan tegang itu.

#Flashback

"Zwes Dwes Aslafh." sebuah mantra yang cukup asing di pendengaran chanyeol, terucap dari mulut sang ayah.

"Mantra apa itu ayah?" tanya Chanyeol penasaran.

"Ah itu..." ucapan Chan ho terpotong kala mendengar nada keterkejutan dari anaknya.

"Ayaaahh!! Apa ini?!" ujar Chanyeol setengah berteriak.

"Itu hadiah untukmu nak." ujar Chanho sembari menampilkan senyumannya.

"Apa maksud ayah?!"

"Ayah tidak yakin kamu akan mendengarkan ayah dan tidak melakukan kegiatan solomu dan membuang-buang benihmu yang berharga, jadi ayah hadiahkan itu untukmu, tunggu sampai ayah kembali ya nak." ujarnya disertai seringai menyebalkan.

"Ayaahh!! Kau tak bisa begini!! Baiklah jika begini caramu aku juga mau mengajukan syarat!!" ujar Chanyeol tak terima.

"Syarat?" ujar Chanho sembari menaikkan alisnya.

"Ya." jawab Chanyeol singkat.

"Katakan!"

"Aku mau orang yang mengambil spermaku adalah seorang pria omega yang cantik, manis, mungil dan berkulit putih mulus!!" ujar Chanyeol mantap, jujur pangeran tampan itu masih belum bisa melupakan pria mungil yang dia gagahi semalam.

Lagipula yang sudah membuatnya seperti ini juga pria mungil itu!! pikirnya.

Apa yang membuatmu berfikir bahwa itu salah si mungil Chanyeol?! Itu salah otak mesummu yang membayangkan hal mesum dan tidak-tidak tentang Baekhyun, jangan menyalahkan orang lain dasar kau mesum!!

"Persyaratan macam apa itu?!"

"Kalau begitu aku takkan mau mendonorkan spermaku!!" ancam Chanyeol.

"Baiklah!! Kau dapatkan apa yang kau inginkan anakku!!"

#Flashback End.

"Ayaahh!! Kau terlalu lama!! Kemana sebenarnya dia mencari dokter itu?!" ujar Chanyeol sedikit kesal hingga melupakan fakta bahwa dia yang mengajukan syarat aneh itu dan mengancam tidak akan mendonorkan spermanya jika syarat itu tidak dipenuhi.

Alhasil Chanho harus membutuhkan waktu yang lama untuk membujuk pria mungil yang sedang bersama Yunhoo, dan secara kebetulan dia merupakan putranya, dia memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan oleh pangeran tampan itu dan juga dia adalah putra sahabatnya yunhoo, sebab itulah Chanho memilih Baekhyun.

Chanyeol masih sibuk menggerutu ketika pintu kamar rawatnya di buka dari luar dan menampakan sang raja dan dokter Byun serta satu sosok lain di belakang mereka, pria mungil itu tertutup sempurna dari pandangan Chanyeol.

Sementara Baekhyun hanya menundukkan pandangannya, saat ini baginya lantai dan ujung sandalnya lebih menarik, lagipula dia sedikit gugup, biar bagaimanapun orang yang akan dia temui adalah seorang pangeran.

Baekhyun tak terlalu bodoh untuk mengetahui tentang kerajaan, dan julukan mengerikan yang dimiliki sang pangeran, dia sering mendengar desas desus itu ketika dia menyelinap dan keluar dari ruangannya, para suster sangat suka bergosip mengenai kerajaan.

Mereka memuja pangeran vampire yang tampan itu walaupun dia berbahaya dan mengerikan, Baekhyun sampai tidak habis fikir bagaimana mungkin mereka masih bisa memuja sang pangeran setelah mengetahui fakta tak menyenangkan itu, bahkan mereka rela mati untuk sang pangeran.

Apa mereka sudah gila?! Apa mereka tak sayang nyawa mereka?! Sebenarnya seberapa hebat pangeran itu? Seberapa mengerikan dirinya sampai mendapat julukan 'Dangerous Pureblood'? Apakah mungkin dia sangat berwibawa dan penuh dengan kharisma sehingga meskipun dia menakutkan semua orang tak membencinya? Apa yang membuat mereka takluk, tunduk serta memujanya bahkan rela mati untuknya? Seperti apa sebenarnya rupa pangeran yang dirumorkan itu?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selama ini memenuhi pikiran Baekhyun, sehingga ketika sang raja menawarkan untuk membantu putranya, dia menjadi penasaran dan bersemangat, sejak lama dia ingin bertemu atau sekedar melihat rupa sang pangeran, sebab itulah dia tak mengindahkan nasihat dan larangan ayahnya, dia tak sepenuhnya paham maksud sang ayah, namun dia tidak bodoh untuk menangkap kegelisahan dan kode larangan dari sang ayah.

Lantas?! Jika kamu sudah tahu maksud dari Yunhoo, mengapa kamu masih menerimanya Hah?! Dasar keras kepala!!

"Ayaahh!! Mengapa lama sekali?!" suara Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun.

Dia membulatkan matanya, suara ini?! Tidak mungkinkan?" ujarnya dalam hati, dia masih setia menundukkan kepalanya sementara Chanyeol masih belum menyadari keberadaan si mungil.

Baekhyun menajamkan pendengarannya berharap dia telah salah mengira, tidak mungkin pria kurang ajar dan sialan itu adalah sang pangeran bukan?

"Maaf sayang, ayah membutuhkan waktu yang lama untuk membujuk seseorang." ujar Chanho.

"Apa maksud ayah? Membujuk seseorang?" tanya Chanyeol tak mengerti.

"Apa kau lupa dengan syarat tak masuk akal yang kau ajukan itu?!" ujar Chanho tak percaya.

"Oh benar, jadi dimana orangnya?" tanya Chanyeol kemudian.

Baekhyun yang sejak tadi menajamkan pendengarannya terdiam kaku ditempatnya, dia terkejut bukan main mendengar suara Chanyeol, "Katakan ini tidak nyata!! Aku salah dengar, kan?! Mengapa suaranya begitu mirip?!" ujarnya dalam hati.

"Oh...Baekhyun kemari nak." ujar Chanho lembut, namun si mungil hanya diam saja, dia terlalu larut dalam pikirannya, berusaha menampik segala macam dugaan yang ada dikepalanya, berharap itu semua tidak benar.

"Baekhyun?" Chanho kembali bertanya namun Baekhyun masih asik dengan dunianya sendiri.

Chanyeol merasa sedikit marah, bagaimana bisa orang itu dengan tidak sopannya mengabaikan ayahnya, dia sangat menghormati dan menyayangi sang ayah, dia tak bisa mentolerir sikap tak sopan seperti itu.

Chanyeol melirik ke balik tubuh sang ayah dan Yunhoo, dia melihat sesosok pria mungil namun belum mengetahui bahwa itu adalah sosok yang sama dengan pria mungil yang telah dia gagahi semalam.

"Baekhyun?" pertanyaan Chanhoo untuk yang kedua kalinya masih belum direspon juga oleh si mungil.

Kali ini Chanho mencoba menggerakkan telapak tangan serta jemarinya di depan wajah si mungil dan berhasil, Baekhyun tersadar dari lamunannya.

Chanyeol tak tahan lagi, bukan hanya sekali sosok mungil ini mengabaikan ayahnya, sang raja. Namun sudah lebih dari dua kali, dia marah dan bersuara, "Hei kau!! Beraninya mengabaikan ucapan seorang raja?! Kau mau mati?!" nadanya penuh dengan amarah.

"Ma-maafkan aku." cicit Baekhyun pelan, dia tak berani mengangkat wajahnya sama sekali, bahkan dia tak berani untuk melirik sekilas ke wajah sang pangeran guna memastikan dugaannya salah.

Detik selanjutnya wajah penuh amarah Chanyeol sudah tergantikan dengan wajah terkejut, "Suara ini?! Pria ini tidak mungkin dia kan?! Tapi suaranya begitu mirip." ujar Chanyeol dalam hati.

Selanjutnya pangeran tampan itu kemudian berkata dengan nada penuh perintah, "Angkat kepalamu dan tunjukkan wajahmu!!"

Baekhyun menelan ludahnya dengan susah payah, dia gugup dan takut, dia juga khawatir kalau dugaannya benar.

Pria mungil itu perlahan mengangkat kepalanya dan menampilkan wajah rupawan miliknya, tepat ketika dia menatap lurus kedepan, pandangannya bertemu dengan mata tajam milik Chanyeol.

"Kau?!" ucap Chanyeol tak percaya, pria tampan itu benar-benar terkejut hingga tanpa sengaja dia menunjuk ke arah wajah Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa diam saja, dia tak mampu berkata apa-apa lagi, lidahnya kelu, tubuhnya kaku, dugaannya benar dan itu membuatnya dilanda shock hebat. Dia benar-benar menyesal karena memiliki sikap yang keras kepala dan tak mau menuruti kode larangan dari ayahnya.

Disisi lain Yunhoo hanya tersenyum canggung sembari menepok jidatnya, "Sudah ayah peringatkan dirimu Baekki." ujarnya dalam hati.

Sementara Chanho yang tak mengerti apapun, hanya memandangi ke dua sosok dihadapannya dengan dahi mengernyit heran, kemudian dia berkata, "Kalian saling mengenal?"

Perkataan raja vampire itu sukses membuat suasana menjadi lebih canggung dan buruk, suasana menjadi hening seketika, sampai Baekhyun bersuara, "Pangeran adalah pria brengsek yang mengerikan!!"

Perkataan Baekhyun membuat seluruh orang di dalam ruangan tersebut terkejut bukan main, Chanho yang tak mengetahui situasi yang terjadi antara putranya dan Baekhyun menjadi sosok yang paling terkejut.

"Apa maksudmu Baekhyun?!" ujar Chanho tak percaya.

.

.

.

.

.

.

To be Continued~~

.

.

.

.

.

Holla I'm back~~

Ada yang kangen aku??(':

Apasih part ini gaje banget XD

Makasih buat seseorang atas beberapa tambahan ide untuk adegan dalam cerita XD

~~

For new reader, WELCOME~~#KissandHug

Makasih udah sempetin mampir dan baca ceritaku yang gk seberapa ini (':

~~

Aku persembahkan part ini untuk kalian XD

Lumayan panjang, 8k

Aku sempetin nulis di saat presentasi mengantri di depan mata XD

Cuma buat kalian loh XD

~~

Keep review my story yaa guys~~

Itu penyemangat aku (':

Love you guys~~ #kiss #Hug

.

.

.

.

.

Mind to review this part? (':

Thanks~~ #bow