Dangerous Pureblood
by
Coldnana
I
I
I
I
Chapter 6 Present~~
l
l
l
l
Cast : Nantikan dalam cerita
Omegaverse, Yaoi, M-preg, Vampire, Fantasy, Romance, CHANBAEK.
l
l
l
l
Sekedar ngingetin, chapter kali ini lagi-lagi lumayan panjang, tembus 8K #horeee.
Jangan bosen yaa bacanya wkwk.
l
l
l
l
Happy Reading guys~~
l
l
l
l
Chapter sebelumnya
Sementara Chanho yang tak mengerti apapun, hanya memandangi ke dua sosok dihadapannya dengan dahi mengernyit heran, kemudian dia berkata, "Kalian saling mengenal?"
Perkataan raja vampire itu sukses membuat suasana menjadi lebih canggung dan buruk, suasana menjadi hening seketika, sampai Baekhyun bersuara, "Pangeran adalah pria brengsek yang mengerikan!"
Perkataan Baekhyun membuat seluruh orang di dalam ruangan tersebut terkejut bukan main, Chanho yang tak mengetahui situasi yang terjadi antara putranya dan Baekhyun menjadi sosok yang paling terkejut.
"Apa maksudmu Baekhyun?!" ujar Chanho tak percaya.
l
l
l
l
"Pangeran dia...dia...mem-" ucapan Baekhyun terpotong karena secara tiba-tiba Chanyeol membekap mulut si mungil.
"Apa yang kau lakukan Chanyeol?" ucap Chanho yang bingung dengan kelakuan tiba-tiba putranya.
"Hmmppt...hmmmpptt..." sementara Baekhyun masih berusaha meronta dari bekapan sang pangeran.
Chanyeol sedikit memberikan isyarat pada Baekhyun untuk tetap diam, dia menatap tajam si mungil.
Namun Baekhyun yang keras kepala sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam pangeran tampan itu, dia malah balik menatap tajam Chanyeol.
Sementara sang raja yang merasa terabaikan karena Chanyeol dan Baekhyun sibuk saling menatap tajam seperti berbicara dengan bahasa mata mereka dalam dunia mereka sendiri mulai bersuara lagi.
"Chanyeol?" ujarnya menatap putra kesayangannya, "Apa yang kau lakukan?" ujarnya lagi penuh selidik.
Namun bukannya menjawab, Chanyeol malah mengabaikan ayahnya, seolah dia lupa jika sang ayah masih di ruangan itu. Pria itu masih sibuk berbicara menggunakan bahasa mata dengan pria mungil yang dibekapnya.
Merasa percuma saja berbicara pada putranya, Chanho mengalihkan perhatiannya pada Baekhyun yang masih membalas tatapan tajam sang pangeran, "Baekhyun jelaskan maksud dari perkataanmu!" ujar Chanho pada si mungil, namun lagi-lagi Baekhyun mengabaikannya persis seperti Chanyeol putra kesayangannya mengabaikannya, pria mungil itu juga masih setia menatap tajam sang pangeran.
"Haahh..." Chanho menghela nafasnya, dia mengusap wajahnya kasar, percuma saja mengajak berbicara kedua orang yang sedang asik berada di dalam dunianya sendiri itu.
Detik selanjutnya dia mengalihkan perhatiannya pada sahabatnya Yunhoo yang dari awal hanya diam tanpa suara.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya pada sahabat baiknya itu.
Yunhoo hanya bisa mengangkat kedua bahunya tanda dia tak mengerti dan tak tahu apapun, meskipun sebenarnya dia mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Mengapa putraku tiba-tiba membekap mulut putramu?" tanyanya lagi.
Yunhoo kembali mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu, apa yang dilakukan dokter paruh baya itu justru membuat sang raja kesal, dia merasa berbicara dengan patung, mengapa semua orang mengabaikannya, bahkan sahabatnya tak mengeluarkan satu kalimat pun, hanya mengangkat bahunya tanpa satu kata pun terucap dari mulutnya, sebegitu mudahkahnya dia diabaikan? kkkk~~ #Poorking:')
Sementara kedua orang tua itu sedang berbicara meski hanya pembicaraan singkat dan sepihak dari sang raja, Baekhyun dan Chanyeol masih berbicara melalui tatapan tajam mereka, seketika Chanyeol teringat dengan kekuatan telepati yang dia miliki. Kemudian dia bersuara di dalam fikiran si mungil.
"Sebaiknya kau tutup mulutmu itu! Jangan coba-coba memberitahu ayahku!" geram Chanyeol.
Baekhyun sedikit tersentak, suara berat yang dominan serta penuh dengan nada ancaman tiba-tiba memenuhi kepalanya, membuat dia sedikit terkejut dan bergidik ngeri, namun detik selanjutnya dia kembali menetralkan kondisinya itu dan tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari sang pangeran dia membalas telepati Chanyeol.
"Kenapa?! Kau takut?" tantang Baekhyun.
"Aku? Takut?"
"Ya!! Apa kau takut?" Baekhyun mengulangi perkataannya.
"Siapa yang takut? Aku hanya tak ingin kau menyesal bila kau mengakuinya." elak Chanyeol.
"Mengapa aku harus menyesal? Aku hanya memberitahukan kebenarannya." jawab si mungil tak mau kalah.
"Aku akan membuatmu menyesal!" ujar Chanyeol di sertai seringai menyebalkan.
"Aku tak takut!" Baekhyun membalas ucapan si pangeran tampan, walau sebenarnya ada sedikit rasa takut dalam dirinya namun sifatnya yang keras kepala membuat dia enggan menunjukkan ketakutannya dan terus melawan Chanyeol.
Chanyeol geram, sedikit putus asa menghadapi pria mungil di hadapannya, seumur hidupnya dia tak pernah menghadapi tipe makhluk yang seperti ini, keras kepala, menyebalkan, manja, cengeng, tak takut padanya bahkan setelah ancaman yang dia katakan dan juga yang masih menjadi misteri saat ini adalah pria mungil ini tak terpengaruh dengan aura dominan milik sang pangeran.
Chanyeol terlalu larut dalam pikirannya, melupakan fakta bahwa dirinya masih membekap mulut si mungil, Baekhyun melirik Chanyeol dan melihat ada kesempatan karena menurutnya saat ini sang pangeran tengah lengah, dengan segera dia menggigit tangan Chanyeol, membuat sang pemilik tangan tak berdosa itu mengadu kesakitan.
"Auuucchh!"
Teriakan penuh kesakitan terdengar dari mulut sang pangeran, membuat Chanho mengalihkan perhatiannya pada putra kesayangannya.
"Ada apa Chanyeol?" ujar Chanho sedikit khawatir.
"Apa yang kau lakukan?!" ujar Chanyeol dengan nada tinggi.
Chanyeol menatap tajam Baekhyun, matanya seolah berkata bahwa dia ingin sekali membunuh si mungil, entah Baekhyun yang cepat tangkap atau hanya naluri alaminya, dia dapat mengerti arti dari tatapan sang pangeran, bukannya merasa takut namun Baekhyun malah menjulurkan lidahnya ke arah Chanyeol.
Chanyeol semakin geram, dia seperti sudah menyimpan dendam pada pria mungil itu, dalam hatinya dia mengumpati si mungil, namun tiba-tiba dia sedikit merasa gelisah melihat senyuman di wajah Baekhyun, firasatnya mengatakan bahwa si mungil masih belum menyerah untuk mengatakan yang sebenarnya kepada ayahnya.
Dan benar saja, firasatnya itu benar kala Baekhyun berjalan mendekati Chanho dan berusaha membuka mulutnya kembali, "Yang mulia, pangeran dia..dia telah memper..." sebelum Baekhyun menyelesaikan ucapannya Chanyeol dengan sigap melanjutkan ucapannya.
"Aku telah memperkenalkan diriku sebagai seorang beta ayah, ketika Baekhyun mengajakku berkenalan, mungkin itu sebabnya dia menganggapku brengsek karena telah membohonginya."
Perkataan Chanyeol membuat Baekhyun kesal, dia hendak membuka mulutnya dan berkata bahwa apa yang dikatakan sang pangeran tidak benar, namun sebelum sempat bersuara Chanho sudah menanggapi perkataan Chanyeol terlebih dahulu.
"Oh benarkah?"
"Benar ayah."
"Tapi...tapi...Yang mulia...dia telah...pangeran telah..." ucap Baekhyun sedikit terbata karena kesal.
"Iya Baekhyun. Maafkan putraku karena telah berbohong padamu, dia melakukan itu mungkin untuk menghindari hal yang tak diinginkan, pasti ada alasannya dia berbohong nak." ujar Chanho lembut.
"Tapi...tapi..."
"Aku mohon maafkan dia ya nak." ujar Chanho lagi.
"Ya Tuhan! Itu tidak benar, pangeran dia..." lagi-lagi ucapannya terpotong dengan ucapan Chanyeol.
"Maafkan aku, aku tak bermaksud membohongimu, kau tahu kan, itu karena kau tak tahu identitasku sama sekali, dan itu jarang terjadi, kebanyakan orang atau hampir seluruh vampire di negeri ini tahu siapa aku, dan aku sangat senang saat kau tak tahu identitasku." Chanyeol terdiam sesaat dan kembali berucap,
"Namun kemudian aku takut kau akan membenciku jika aku jujur padamu, aku hanya tak ingin kau terganggu dan tak mau berteman denganku jika kau tahu aku seorang alpha," Chanyeol menghentikan sejenak ucapannya, kemudian dia melanjutkan
"Apalagi bila kau tahu bahwa aku bukan alpha biasa, bahwa aku seorang pangeran, kau pasti akan ketakutan, aku yakin kau pasti pernah atau bahkan sering mendengar isu menyeramkan tentangku, itulah mengapa aku takut untuk memberitahumu yang sebenarnya, tapi aku bisa menjamin bahwa isu-isu dan julukan-julukan mengerikan tentangku itu tidak benar." Chanyeol berucap panjang lebar.
Perkataan Chanyeol yang sungguh panjang itu sontak membuat Baekhyun membuka mulutnya lebar, dia terlihat seperti orang bodoh sekarang karena terlalu terkejut dengan bakat mengarang yang dimiliki oleh pangeran tampan itu.
Semua perkataannya tak ada yang benar satupun, rangkaian kata penuh dusta itu membuat Baekhyun diam seribu bahasa, dia tak tahu lagi harus berkata apa, pangeran tampan itu benar-benar mengerikan.
Sekarang pupus sudah harapan Baekhyun untuk memberitahukan yang sebenarnya terjadi kepada sang raja, Chanyeol secara mutlak berhasil membungkam si mungil dengan bakat mengerikannya dalam merangkai kata penuh muslihat.
Rangkaian kata yang Chanyeol buat nyatanya memang ampuh, seperti kata-kata ajaib penuh dengan sihir, Chanho langsung mempercayainya begitu saja tanpa rasa curiga sedikit pun pada putra kesayangannya.
Sungguh sangat berbakat pangeran tampan itu dalam hal tipu menipu, dia seharusnya menjadi penipu ulung bukan seorang pangeran, ckck.
Merasa bahwa permasalahan pelik yang terjadi telah selesai maka Chanho kembali ke tujuan awal dan bersuara, "Nah...Baekhyun kau bisa melakukan tugasmu, jangan kecewakan diriku yaa."
Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya tak mengerti, jujur dengan semua yang terjadi dia telah melupakan tujuan awalnya datang ke ruangan ini.
"Yunhoo, ajari putramu bagaimana caranya, arahkan dia sebentar, setelah itu tinggalkan mereka berdua dan kita bicara," ucap sang raja pada ayah Baekhyun.
"Ah...aku akan keluar, setelah kau mengajarkan dan memberitahu apa yang harus dilakukan oleh putramu, segera temui aku, aku akan menunggumu di luar." lanjutnya lagi sembari melangkahkan kakinya keluar ruangan rawat Chanyeol.
Baekhyun yang masih bingung dan termenung akhirnya mendapatkan kembali kesadarannya, kemudian detik selanjutnya dia bertanya pada sang ayah, "Apa maksud perkataan baginda raja ayah?" ucapnya dengan nada penuh kebingungan.
Yunhoo menepuk jidatnya lagi, sepertinya putra mungilnya ini benar-benar melupakan alasan dia ada di ruangan ini, dia bahkan melupakan fakta bahwa dia yang telah menyetujui permintaan sang raja.
"Jangan bilang kau melupakan tujuanmu datang ke sini?" tanya Yunhoo tak percaya.
Baekhyun hanya menggaruk tengkuk kepalanya yang nyatanya tak gatal kemudian dia menampilkan cengiran tanpa dosannya, membuat Yunhoo menghela nafasnya.
"Ehe~ Semua yang terjadi membuat aku lupa ayah." jawabnya tanpa beban dengan wajah polosnya.
Yunhoo kembali menghela nafasnya, namun dia tetap bersabar menghadapi putranya, dia kemudian berkata, "Dengar sayang, kau harus mengambil benih sang pangeran."
"Apa?!" ujar Baekhyun dengan nada terkejut dan mata yang membelalak lebar serta mulut yang terbuka, terlalu terkejut membuatnya terlihat seperti orang bodoh untuk kesekian kalinya.
"Apa maksud ayah?!" lanjutnya lagi, meminta penjelasan dari pria paruh baya yang berstatus sebagai ayahnya.
"Seperti yang sudah ayah katakan tadi, kau harus mengambil benih sang pangeran." Yunhoo kembali menjelaskan.
"Jadi maksud ayah aku harus..."
"Benar sayang," ujar Yunhoo memotong perkataan Baekhyun, kemudian dia menghentikan ucapannya sebentar, dia berdeham membersihkan tenggorokannya yang tak gatal, kemudian melanjutkan ucapannya,
"Kau harus melakukan sesuatu pada itu." ujar Yunhoo pada Baekhyun dan menunjuk milik chanyeol yang sangat besar.
"Apa?!" kali ini Baekhyun kembali mengulang pertanyaannya dengan suara yang melengking.
"Aku harus melakukan sesuatu pada itu?" lanjut Baekhyun sembari menatap horor ke arah milik chanyeol yang terlihat jelas walaupun masih terbungkus dengan celana yang dia kenakan.
Yunhoo menganguk mengiyakan perkataan Baekhyun. Si mungil merasa lemas seketika, dia terlalu terkejut, sangat sulit baginya mencerna semua ini.
Yunhoo yang melihat Baekhyun hanya diam saja, kembali bersuara, "Baekhyun?"
"Tapi...tapi ayah!! Ayah tahu kan apa yang dilakukan oleh makhluk itu padaku?!" Baekhyun akhirnya bersuara, dia tak bisa menerima semua ini, dia berkata dengan lantang dan menunjuk sang pangeran.
Chanyeol yang sejak tadi memilih diam, akhirnya bersuara, "Apa maksudmu makhluk HAH?!" ucapnya tak terima dengan perkataan Baekhyun yang mengatakannya makhluk itu seolah-olah dia adalah sesuatu yang mengerikan.
"Aku punya nama!! Jangan seenaknya memanggilku makhluk itu!!" ujarnya lagi dengan nada protes yang kentara.
Sepertinya Chanyeol tak mendengarkan perkataan si mungil dengan baik, hingga dia tak menyadari bahwa apa yang di ucapkan oleh Baekhyun memiliki makna penting yang menunjukan bahwa Yunhoo mengetahui peristiwa malam itu.
"Diam kau!!" ujar Baekhyun sinis pada sang pangeran.
Kemudian dia mengabaikan Chanyeol yang sedikit terkejut dengan perlakuan si mungil karena sejenak dia merasakan aura yang membuatnya bungkam.
"Apa itu tadi?" gumam Chanyeol dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Si mungil beralih menatap sang ayah dan kembali melontarkan beberapa kalimat protes, "Ayah!! Aku tak bisa!! Carilah orang lain yang mau menyentuh benda sialan itu dan mengambil benih milik makhluk itu!!" ujarnya masih dengan menunjuk Chanyeol.
Chanyeol sedikit kesal dengan si mungil di depannya, dia juga tidak suka jika si mungil yang mengambil benihnya, lebih baik orang lain yang melakukannya.
Kemudian dia bersuara, "Siapa juga yang mau di ambil benihnya oleh vampire tak normal sepertimu!!" dengusnya tak suka.
"A-apa? Vampire tak normal?!" ucap Baekhyun tak percaya.
"Ya, kau vampire tak normal! Abnormal Vampire!!" ujar Chanyeol pada si mungil.
"Yaaakk!! Kau!! Berani sekali mengataiku tak normal!!" bentak Baekhyun disertai tatapan tajamnya.
"Memang kau tak normal!" balas Chanyeol tak mau kalah.
"Aku normal!!"
"Kau tak normal!!"
"Normal!!"
"Tidak!!"
"Ku bilang aku normal!!"
"Kau itu tak normal!!"
Keduanya saling menatap tajam, baik Baekhyun maupun Chanyeol tak ada yang mau mengalah, mereka sudah seperti kucing dan tikus yang tak bisa akur dan selalu bertengkar jika bertemu.
Yunhoo mengurut pangkal hidungnya, dia dilanda sakit kepala hebat, lebih tepatnya dia pusing melihat kelakuan dua vampire di hadapannya ini.
"Baekhyun, kau lupa jika kau yang dengan antusias menerima permintaan baginda raja?" ujar Yunhoo pada akhirnya, membuat si mungil mengalihkan perhatiannya pada sang ayah.
Chanyeol juga ikut mengalihkan perhatiannya pada Yunhoo, sedikit ekspresi bingung dia perlihatkan di wajah tampannya.
"Dan anda pangeran, apakah anda lupa bahwa anda mengajukan syarat kepada baginda raja?" ujar Yunhoo pada Chanyeol.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Hingga detik ke sepuluh, dua idiot itu masih terdiam, terlarut dalam pikiran masing-masing, mencoba mencerna perkataan dari Yunhoo.
"Jangan bilang jika kalian melupakan itu semua?" ujar Yunhoo tak percaya.
Detik selanjutnya dua idiot itu kembali tersadar, Baekhyun yang ingat ketika dirinya dengan antusias menerima permintaan sang raja dan Chanyeol yang mengajukan syarat tak masuk akal itu.
Keduanya merutuki diri masing-masing, merutuki kebodohan mereka dalam pikiran masing-masing.
Seketika ekspresi keduanya berubah menjadi tak terbaca, antara menyesal, malu, kesal, merasa bodoh dan ingin mengutuk diri sendiri tercampur menjadi satu ekspresi tak terbaca yang sumpah demi apapun sungguh terlihat bodoh.
Melihat ekspresi kekalahan kedua vampire di hadapannya, Yunhoo terkekeh kecil, mereka berdua terlihat sangat bodoh dan tak berdaya sekarang.
Detik selanjutnya dokter paruh baya itu kembali bersuara, "Sepertinya kalian sudah ingat yaa."
Kedua idiot itu hanya bisa menundukan kepala mereka semakin dalam, merutuki kebodohan masing-masing.
"Jadi? Bisa kita mulai sekarang?" ucap Yunhoo kemudian.
Keduanya secara kompak menelan ludah mereka kasar, mau tak mau, suka tak suka, bersedia atau tak bersedia, mereka harus melakukannya, karena mereka yang memulainya.
Chanyeol yang mengajukan syarat konyol karena kesal pada ayahnya dan Baekhyun yang menerima permintaan konyol sang raja karena penasaran.
Salahkan sifat keduanya yang begitu keras kepala dan kekanakan sehingga tanpa berfikir panjang yang satu mengajukan syarat dan yang satu menerima permintaan.
Hanya karena kesal dan penasaran mereka langsung memutuskan tanpa berfikir efeknya. Ck, dasar keras kepala.
"Jadi? Bisakah kita mulai sekarang?" ucap Yunhoo lagi karena sejak tadi keduanya hanya diam tak bersuara terlarut dalam pikiran masing-masing.
Merasa terabaikan, Yunhoo akhirnya menghela nafas, detik selanjutnya dia kembali berkata, "Baiklah, mari segera kita mulai!!" ucapnya final, memutuskan semuanya secara sepihak.
Apapun perkataan pangeran dan si mungil tak kan mengubah apapun, pengambilan benih itu harus dilakukan, lagipula mereka telah kalah dan dengan terpaksa harus melakukan kegiatan itu, kkkk~.
Yunhoo kemudian mulai menjelaskan satu persatu dari prosedur yang harus Baekhyun dan Chanyeol lakukan, tak ada yang spesial sebenarnya, hanya seperti kegiatan pengambilan sperma pada umumnya.
"Baekhyun, pastikan kau mengikuti prosedurenya, masukan benihnya kedalam botol ini, jangan terlewat satu tetes pun." ujar Yunhoo mengingatkan putra mungilnya untuk berhati-hati dan tak menyia-nyiakan sedikit pun benih berharga itu, karena mungkin salah satu benih itu akan menjadi vampire kuat calon pangeran dan raja.
"Ingat bahwa benih milik pangeran sangatlah berharga." ujar Yunhoo kembali mengingatkan.
Baekhyun berdecih tak suka, dalam hati dia bergumam, "Berharga? Lalu bagaimana bisa dia menyia-nyiakan benihnya itu dan memasukannya kedalam lubangku."
Memikirkan mengenai hal itu membuat si mungil sedikit malu dan kesal, namun detik selanjutnya dia merasa khawatir, Bagaimana hasil pemeriksaannya? Apakah negatif atau positif? Bagaimana jika dia hamil? Kemungkinan dia hamil itu cukup besar, pasalnya dia saat itu sedang mengalami heat.
Namun dia tak mengetahui jika pangeran saat itu juga sedang mengalami heat, jadi kemungkinan dia hamil bukanlah cukup besar melainkan sangat besar.
"Baekhyun?" ujar Yunhoo yang melihat putranya hanya diam saja.
Tentu saja dia diam, karena dia sedang berperang dengan pikirannya.
Detik kemudian Baekhyun tersadar dari lamunannya, dan bersuara, "Ya ayah?" lebih tepatnya menjawab panggilan Yunhoo.
"Kau mengerti kan?" tanya Yunhoo pada si mungil.
Dengan ragu Baekhyun menjawab, "Y-ya a-ayah." sedikit terbata karena keraguan dan rasa tak rela menghantuinya.
"Bagus. Mari kita mulai!" ujar Yunhoo kemudian.
Setelah memberikan berbagai instruksi kepada putranya dan pangeran, sekarang kedua orang itu sudah memakai berbagai perlengkapan yang memang di perlukan dalam proses pengambilan sperma.
Mereka juga sudah pindah ke ruangan lain dengan ruang lingkup lebih kecil, seperti ruang rawat yang menyerupai lab kecil, di tengah ruangan terdapat ranjang kecil berbahan kuliat berwarna hitam, di sampingnya ada meja dengan tabung-tabung kecil di atasnya.
Si mungil dan pangeran sudah memakai baju khusus, masker dan berbagai alat untuk menjaga agar semua tetap steril.
"Ayah rasa kau sudah mengerti Baekhyun, tapi ayah akan memantaumu sekali."
Baekhyun menelan ludahnya kasar, sang ayah sangat jeli rupanya, hancur sudah rencananya untuk membuat pangeran tampan itu menderita.
Yunhoo sedikit tak yakin dengan putranya, dia kembali mengingatkan, "Jangan bermain-main dan jangan menyia-nyiakan setetes pun benih berharga milik pangeran!!"
"Aku tahu!!" dengus Baekhyun tak suka.
Detik selanjutnya si mungil sudah memegang kejantanan milik sang pangeran dan memijatnya perlahan seperti yang ayahnya beritahu, perlahan tapi pasti dia mengikuti semua prosedur yang di ajarkan, hingga Chanyeol terlihat akan mengeluarkan benihnya.
"Baekhyun ambil botolnya!! Masukan seluruh benihnya tanpa tersisa setetes pun!!" perintah Yunhoo.
Baekhyun kembali berdecih tak suka, dia mengumpat dalam hati,
"Apanya yang donor sperma?! Proses pengambilan sperma pantatku?! Bukankah sama saja dengan memberikan pelayanan pijat kepada pangeran brengsek ini hingga dia mencapai klimaksnya." umpatnya dalam hati.
Merasa Baekhyun sudah mengerti, Yunhoo kemudian berkata dia akan keluar dan menyerahkan sisanya pada si mungil, sebelum beranjak pergi dan benar-benar meninggalkan ruangan dia bersuara,
"Ah...perlu kalian tahu bahwa raja meminta seluruh botol itu terisi semua oleh benih pangeran." ujarnya sembari menunjuk botol-botol yang ada di atas meja.
"Tanpa terkecuali!!" lanjutnya lagi.
Detik selanjutnya dia benar-benar beranjak pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun berdua di dalam ruangan itu, mereka masih terdiam kaku, terlalu terkejut membuat kedua makhluk ini dilanda shock hebat.
Masalahnya jumlah botol di atas meja itu tak main-main, ada sekitar lebih dari 40 botol di sana, dan semua harus terisi oleh benih sang pangeran, permintaan gila macam apa lagi sebenarnya yang tengah raja lakukan.
Detik selanjutnya seolah sudah berkomunikasi sebelumnya, kedua vampire tersebut sibuk melakukan telepati pada ayah masing-masing.
"Ayah!! Apa maksudnya kau mau semua botol di sini terisi dengan benihku?! Kau tak tahu sebanyak apa jumlah botol-botol itu?!"
Itu suara Chanyeol, dia bertelepati dengan Chanho.
"Bukankah itu mudah bagimu? Hanya isi saja semua botol itu dengan benihmu!!"
Itu suara Chanho yang membalas telepati putranya.
"Jangan bercanda ayah!! Mana mungkin aku bisa mengisi semua botol itu hari ini juga?!" protes Chanyeol.
Chanho terkekeh geli, kemudian bersuara, "Aku tak tahu apa kau ini bodoh atau kelewat polos.Siapa yang menyuruhmu mengisi semua botol itu hari ini juga sayang?! Tak perlu terisi semua hari ini, kita lakukan bertahap, mana mungkin ada yang bisa mengeluarkan benih sebanyak itu sayang."
Chanyeol sedikit kesal, pasalnya Yunhoo tak menjelaskan hal itu membuatnya berspekulasi sendiri.
"Ck, paman Yunhoo tak memberitahukan hal itu secara detail ayah!!" sang pangeran mencoba berdalih.
"Tenanglah nak, mungkin dia lupa." balas Chanho menenangkan.
Di tempat yang sama dan juga waktu yang sama, Baekhyun mencoba menghubungi ayahnya melalui telepatinya.
"Ayah kau dengar?"
"Ada apa Baekki?"
"Ayah apa kau sudah gila?! Mana mungkin semua botol itu bisa penuh hari ini juga?! Kau tahu sebanyak apa botol itu?!" ujar si mungil memulai protesnya.
Kekehan yang sama terdengar dari Yunhoo, "Sayang, ayah tak tahu apa kau ini bodoh atau terlalu polos, sepertinya ayah salah jika merasa kalian akan mengerti tanpa penjelasan detail."
Dia menghela napas, kemudian melanjutkan, "Dengar Baekki, kau harus paham maksud dari proses pengambilan benih, itu artinya pengambilannya dilakukan berproses, secara bertahap." ujar Yunhoo menjelaskan.
"Maksud ayah?" si mungil gagal memahami maksud sang ayah.
"Maksudnya kau harus melakukan pengambilan sperma itu tiap hari atau minimal 2-3 hari sekali, dalam sekali proses pengambilan kalian bisa mengisi 2-3 botol atau lebih jika sanggup, tak perlu mengisi semua botol itu hari ini juga, karena itu sangat tak mungkin dilakukan nak." terdengar kekehan kecil Yunhoo.
Baekhyun mendengus sebal, dia hendak bersuara lagi dalam telepatinya, namun Yunhoo kembali melanjutkan ucapannya, "Kecuali..." pria paruh baya itu menggantung ucapannya.
Si mungil sedikit di landa rasa ingin tahu lebih lanjut mengenai perkataan ayahnya atau lebih tepatnya sedikit penasaran, kemudian dia bersuara,
"Kecuali apa ayah?"
Yunhoo menimbang, agak sedikit ragu, dia belum tahu benar seberapa perkasa pangeran tampan itu.
"Kecuali jika pangeran bisa melakukan lebih dari 10 ronde dalam sekali proses pengambilan atau lebih tepatnya jika pangeran sangat perkasa maka proses pengambilan itu bisa selesai hanya dalam beberapa hari." ujar Yunhoo kemudian.
Perkataan Yunhoo sukses membuat pipi Baekhyun merona, kemudian si mungil bersuara, "Ayah!! Apa kau sedang menggodaku sekarang?!" nada si mungil terdengar sebal.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Yunhoo sama sekali tak mengerti.
Jujur saja, Yunhoo tak ada niat sedikit pun untuk menggoda putra mungilnya, namun Baekhyun beranggapan lain rupanya.
"Jangan menggodaku!!" protes si mungil lagi.
Yunhoo lambat laun mulai mengerti maksud dari kata menggoda yang di katakan oleh putra mungilnya. Dia mengulum senyumnya, dia tahu putranya mungkin malu karena mengingat apa yang telah pangeran lakukan padanya.
Bicara mengenai apa yang telah pangeran lakukan pada putra mungilnya, Yunhoo masih memiliki sejuta pertanyaan untuk sang pangeran, namun sepertinya pangeran tak menyadari bahwa Yunhoo telah mengetahui perbuatannya itu pada Baekhyun.
Selain itu, dari apa yang pria paruh baya itu lihat sang pangeran berniat menyembunyikannya, maka pada akhirnya Yunhoo memilih bersabar dan berniat mencari waktu yang tepat untuk menanyakan semuanya pada Chanyeol.
Dia tak akan melepaskan Chanyeol begitu saja, ini masalah putra mungilnya, dan juga bagaimana bila Baekhyun hamil nantinya, mungkin Yunhoo akan menyuruh putranya menggugurkan janin yang di kandungnya itu, karena tak ada yang menginginkan janin itu.
Meski telah berencana seperti itu, namun Yunhoo tetap akan meminta penjelasan secara langsung dari pangeran, mungkin dia juga akan meminta pangeran menjauhi putranya, bagaimana pun mereka tak akan pernah bisa bersama, itu tak boleh terjadi.
Lagipula, meskipun dia tak meminta hal itu, dia merasa bahwa baik putranya maupun pangeran tak terlalu dekat, mereka mungkin juga tak sudi melihat satu sama lain.
Pikiran mengenai kedua vampire itu yang tak bersahabat, bahkan mungkin musuh bebuyutan, membuat Yunhoo yakin tak akan ada cinta diantara mereka, membuat pria paruh baya itu bernafas lega.
"Ayah tak menggodamu, ayah hanya mengatakan yang sebenarnya." ujar Yunhoo kemudian.
Baekhyun hanya diam, tak ada suara sama sekali, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menyelesaikan pembicaraannya dengan sang ayah.
"Baiklah ayah."
"Oh nak, katakan pada pangeran ayah minta maaf karena tak menjelaskan secara detail masalah ini. Dan Baekki, pastikan kau tak membuang setetes pun benih berharga itu!! Mengerti?"
Baekhyun memutar bola matanya jengah, harus berapa kali lagi dia mendengar kalimat itu.
"Ya..ya..aku mengerti." ucap Baekhyun malas.
Setelah itu, telepati benar-benar berakhir, baik Baekhyun maupun Chanyeol mengakhiri telepati mereka berdua.
Keduanya kembali terdiam, suasana menjadi canggung sekarang.
"Eheemm..." Baekhyun berdeham pelan memecahkan suasana canggung yang terasa aneh diantara mereka berdua.
"Ayah bilang, dia minta maaf karena tak menjelaskan masalah ini secara detail." lanjutnya lagi.
"Hmm.." Chanyeol hanya membalas ucapan Baekhyun dengan gumaman kecil yang nyaris tak terdengar, membuat si mungil kembali mengulangi perkataannya dengan jengkel karena merasa diabaikan.
"Kau dengar tidak? Ayah bilang, dia..." perkataan Baekhyun terhenti karena Chanyeol dengan segera memotong ucapan si mungil.
"Aku dengar, tak usah mengulanginya untuk yang kedua kali!! Aku tidak tuli!!" ujar Chanyeol ketus.
Baekhyun hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya mengisyaratkan kata terserah tanda dia tak peduli.
"Oh...benarkah? Lain kali jika orang berbicara kau harus menjawab, aku benar-benar mengira kau tuli." ejek Baekhyun.
"Diamlah kau vampire tak normal!!"
"Aku normal!! Dasar kau tuli!!" ujar Baekhyun tak mau kalah.
"Aku tidak tuli!! Pendengaranku baik-baik saja, dasar tak normal!!" ujar Chanyeol membalas perkataan si mungil.
Keduanya saling menatap tajam, seperti musuh bebuyutan, salah satunya tak ada yang mau mengalah.
Lihatkan?! Bahkan ketika Yunhoo ada pun, mereka sudah bertengkar, sekarang? Mereka di tinggal berdua saja?! Keadaannya malah semakin parah!!
Baekhyun yang kesal, memutuskan untuk cepat menyelesaikan tugasnya, dia tak sanggup berlama-lama dengan vampire di hadapannya ini, begitu menyebalkan dan membuatnya naik pitam.
Dia yang pertama memutus pandangan mereka dan kemudian berkata, "Cepatlah selesaikan ini!! Mereka bilang paling tidak kita harus mengisi 2-3 botol hari ini."
"Ah...ayah bilang jika kau sanggup, kita bisa mengisi lebih dari 3 botol." lanjutnya lagi.
"Oh..tentu saja, aku bisa, kau tahu kan?" ujar Chanyeol menaik-naikan kedua alisnya menggoda si mungil.
"Diamlah kau sialan!!"
"Si-sialan?!"
"Ya sialan!! Harusnya kau minta maaf padaku!!"
"Aku? Minta maaf?"
"Ya!!"
"Dalam mimpimu!!"
Baekhyun mendengus tak suka, dia memandang Chanyeol geram, dia sudah tak tahan untuk berlama-lama bersama vampire tampan itu.
"Sudahlah!! Cepat selesaikan ini semua!!" ujarnya kemudian.
Chanyeol kembali terkejut, aura aneh yang sempat dia rasakan, kembali keluar dari tubuh si mungil, meski sepertinya si mungil tak menyadari hal itu.
"Aura itu lagi." Chanyeol berujar dalam hati.
"Sepertinya kau sangat bersemangat" sindir Baekhyun.
Sindiran Baekhyun membuat Chanyeol tersadar dari lamunannya dan mengernyit heran, tak mengerti maksud perkataan si mugil.
"Apa maksudmu?"
Baekhyun tak menjawab, dia melirik jengkel ke arah tubuh bagian bawah Chanyeol, pangeran tampan itu mengikuti arah lirikan mata si mungil dan tersadar bahwa saat ini miliknya telah bangkit lagi dari tidurnya.
"Sial." umpatnya tanpa sadar.
"Sial?" Baekhyun terkekeh mengejek, kemudian dia melanjutkan ucapannya, "Baguslah, sepertinya kita bisa mengisi lebih dari 10 botol hari ini, benarkan?" ejeknya.
"Diam kau!! Ini semua salahmu!!" ujar Chanyeol.
"Salahku?!" ucap si mungil tak terima.
"Ya salahmu!! Salahkan aroma manis dari tubuhmu itu!!" ucap Chanyeol tanpa sadar.
"Aroma manis?" Baekhyun mengernyit heran, pasalnya dia tak mencium aroma apapun dari tubuhnya.
"Apa maksudmu sebenarnya?!" lanjutnya lagi.
Detik selanjutnya Chanyeol tersadar, kemudian dia berkata, "Tunggu dulu!! Apa aku tadi baru saja menyebutkan aroma manis??" ucapnya sedikit terkejut, karena sungguh dia tak sadar akan ucapannya sebelum Baekhyun mengulanginya.
"Kau ini aneh!! Siapa lagi yang mengucapkannya jika bukan kau!!" ujar Baekhyun ketus.
Setelah itu dia melanjutkan, "Dan apa maksudmu itu?! Aroma manis itu keluar dari tubuhku?! Jangan mengada-ngada!!"
Chanyeol kembali mencerna ucapan Baekhyun dan akhirnya sadar bahwa memang aroma manis itu berasal dari tubuh si mungil, tanpa sadar aroma itu pula yang membuat miliknya terbangun.
Aroma itu pula yang membuatnya reflek menyalahkan Baekhyun. Tanpa sadar Chanyeol mendekati Baekhyun membuat si mungil mundur perlahan.
"Apa lagi yang mau kau lakukan?!" pekik Baekhyun sedikit khawatir.
Tanpa menghiraukan pekikan si mungil, Chanyeol kembali mendekati Baekhyun, dia hanya mengikuti instingnya, karena sungguh, sumpah demi apapun aroma itu begitu memabukkan.
"Berhenti ku bilang!!" Baekhyun panik melihat Chanyeol semakin mendekatinya.
Pangeran tampan itu tetap mendekati si mungil, menulikan indra pendengaran miliknya, dia tiba-tiba mendorong Baekhyun ke ranjang dan kembali memenjarakan kedua lengan si mungil di kedua sisi kepalanya.
"Kenapa kau mendorongku tiba-tiba?! Kenapa kau melakukan ini?! Apa yang mau kau lakukan sebenarnya?!" pekik Baekhyun berusaha meronta.
Chanyeol seolah tak peduli, dia mendekati ceruk leher si mungil, mengendus aroma yang dikeluarkan si mungil, begitu manis dan memabukkan.
"Yaaakk!! Hentikan!! Dasar mesum!!" teriak Baekhyun merasa risih sekaligus terkejut dengan perlakuan Chanyeol yang mengendusnya tiba-tiba.
"Diamlah!! Mengapa kau begitu menggiurkan?! Aromamu ini mengapa begitu memabukkan?!" ucap Chanyeol semakin memperdalam dengusannya di ceruk leher si mungil.
"Memabukkan?! Apa sebenarnya yang kau bicarakan?! ujar Baekhyun tak mengerti.
"Tentu saja aromamu!!"
"Aroma apa?!"
"Aroma manis milikmu tentu saja!! Bukankah sudah aku katakan dari tadi!!"
"Kau gila!! Aku tak memiliki aroma semacam itu!! Jangan berbicara omong kosong!! Menjauh dariku!!" ujar Baekhyun kesal.
"Kau memilikinya!! Coba cium tubuhmu sendiri!! Bukankah aroma itu sungguh memabukkan?!" ujar Chanyeol tak mau kalah, dia bahkan enggan untuk menjauhi tubuh si mungil.
"Pria ini memang sudah gila, bukankah yang memiliki aroma tubuh aneh itu dirinya?!" gumam Baekhyun dalam hati.
"Berhenti bicara omong kosong!! Cepatlah selesaikan proses ini!!" pada akhirnya Baekhyun tak mengungkit masalah aroma dirinya maupun aroma sang pangeran.
Yang ada di fikirannya hanya satu, keluar dari ruangan ini dan menjauh dari pangeran menyebalkan ini.
Chanyeol sadar, dan akhirnya dengan terpaksa dia membebaskan si kecil.
Detik selanjutnya mereka berdua sudah melakukan proses pengambilan benih yang seharusnya sudah mereka lakukan dari tadi.
"Baiklah, Apa kau masih sanggup mengisi botol yang lain lagi?" setelah kurang lebih 3 botol terisi, Baekhyun bertanya pada Chanyeol dan sang pangeran mengangguk, tanda dia masih sanggup.
"Wow...tak ku sangka kau begitu perkasa!!" ejek si mungil.
"Diamlah kau!! Ini karena aromamu!! Aromamu membuatku tak bisa berhenti ereksi!!" jawab Chanyeol ketus, dia menyalahkan si mungil.
"Mengapa kau menyalahkan aku!!" protes si mungil.
"Aku tak menyalahkanmu!! Itu fakta!!"
"Kau gila!!"
"Iya!! Aku gila karena aromamu!!"
"Berhenti bicara omong kosong!!"
"Aku tak bicara omong kosong!!"
"Kau bicara omong kosong!! Aroma apanya?! Bahkan tubuhku tidak berbau!! Jika pun ada, itu hanya bau tubuhku yang normal!!" ujar Baekhyun panjang lebar.
"Itu artinya kau tak normal!! Bahkan bau tubuhmu pun tak normal!!" ejek Chanyeol.
"Kau sialan!! Berhenti mengejekku!! Kau sendiri apa HAH?! Mesum, tak normal, justru aroma tubuhmu itu yang aneh!!" pada akhirnya Baekhyun tak tahan dan mengatakan apa yang sejak tadi dia pikirkan dan juga rasakan.
Detik selanjutnya Chanyeol sedikit terkejut dengan perkataan si mungil, dengan bodohnya dia mengendus tubuhnya, memastikan aroma tubuhnya sendiri.
"Bauku normal!! Jangan memutar balikan fakta kau kerdil!!"
"A-apa?! Kerdil kau bilang?!" ucap si mungil tak percaya.
"Ya kerdil!! Dasar kau kerdil!! Tidak normal!!" ujar Chanyeol mengejek.
"Aku tidak kerdil!! Kau saja yang terlalu tinggi seperti raksasa!!" balas si mungil tak mau kalah.
"A-apa?! Raksasa?!" ucap Chanyeol tak terima.
"Benar!! Raksasa tak normal!!" ejek si mungil.
"Cukup!! Aku tak tahan lagi denganmu!! Kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa?!" pada akhirnya Chanyeol tak mampu membendung amarahnya, dia marah pada si mungil dan membentaknya.
"Jaga sikapmu!! Kau itu bukan siapa-siapa!! Hanya omega rendahan yang secara kebetulan menjadi vampire pertama yang melakukan penyatuan tubuh denganku!! Kau seharusnya merasa bersyukur!! Kau itu beruntung!! Banyak omega lain yang ingin bertukar posisi denganmu!!" lanjutnya lagi penuh amarah.
Baekhyun terkesiap, sedikit menyadari posisinya yang hanya rakyat biasa, meski dia dari kalangan bangsawan, namun tetap saja posisinya tak ada apa-apanya di banding keluarga kerajaan, apalagi Chanyeol.
"Jangan besar kepala!! Hanya karena aku sedikit mengalah padamu!! Kau omega rendahan!!" amarah menguasainya membuat Chanyeol tak mampu mengontrol kata-katanya.
Meski memang beginilah Chanyeol bersikap pada orang lain, dia menunjukkan perangainya yang sebenarnya, lagipula Baekhyun hanyalah orang asing baginya, seharusnya sejak pertama kali mereka bertemu dia sudah memberitahu perbedaan posisi mereka, sehingga si mungil tidak besar kepala!!
Setiap kata yang di ucapkan oleh pangeran tampan itu menyakiti hati si mungil, terlalu sakit bahkan hingga dia tak sanggup untuk menahan air matanya, tapi dia sadar akan posisinya dan berusaha mati-matian menahan air matanya.
Dia tak cengeng, dia juga tak takut pada Chanyeol, mereka bukan siapa-siapa, perkataannya mungkin saja benar, tapi mengapa sesakit ini mendengarkan berbagai macam makian yang pangeran itu lontarkan?
"Dan kau bilang apa?! Minta maaf?! Siapa kau?! Sehingga aku, pangeran negeri ini harus meminta maaf padamu?! Pikir dulu sebelum kau berbicara!! Dasar omega rendahan!! Chanyeol masih membentak Baekhyun.
Seolah belum cukup menyakiti hati si mungil dengan kata-kata kejamnya Chanyeol kembali bersuara, "Asal kau tahu!! Saat itu bukanlah kemauanku!! Saat itu aku sedang mengalami heat yang hebat!!" finalnya.
Jegerrr!!
Bagai tersambar petir, perkataan terakhir Chanyeol membuat Baekhyun kaku seketika, otaknya tak sanggup mencerna makna dari ucapan sang pangeran, yang dia tahu pasti adalah...
Kemungkinan bahwa dia bisa hamil itu sangat besar!!!
"Kau dengar?! Jawab aku!! Jangan hanya diam saja!!" Chanyeol yang melihat Baekhyun hanya diam saja kembali membentak si mungil.
Baekhyun yang sempat terdiam karena terkejut mendengar perkataan Chanyeol akhirnya tersadar, dia berusaha menstabilkan emosinya, berdoa agar sang pangeran tak menyadari kegelisahannya.
Dia mengumpulkan keberaniannya yang sempat menghilang karena statusnya yang hanya rakyat biasa, kemudian dengan ketus menjawab,
"Lalu? Saya harus menjawab apa? Bukankah anda sudah mengutarakan semuanya yang mulia?" Sebisa mungkin dia tak ingin menyulut kembali emosi sang pangeran.
Dia terlalu lelah saat ini, pikirannya melayang, dia ingin segera mengetahui hasil dari pemeriksaan yang di lakukan ayahnya.
"Kau masih bisa menjawab seperti itu?! Cepatlah minta maaf dasar kau omega rendahan!!" bentak sang pangeran masih di selimuti amarah.
Chanyeol ternyata tak menyadari raut gelisah si mungil, dia bahkan tak pernah memikirkan bahwa si mungil bisa saja mengandung anaknya akibat apa yang telah dia lakukan padanya.
Nyatanya kali ini ucapan Chanyeol menghantam tepat hati si mungil, dia telah berusaha mati-matian menahannya, tapi lagi-lagi sang pangeran menghinanya dengan sebutan omega rendahan, sebegitu rendahnya kah dirinya?
Dia berani mengejek, berkata kasar dan membalas ucapan pangeran karena di selimuti rasa kesal, biar bagaimanapun pangeran telah merenggut sesuatu yang berharga, yang selama ini dia jaga hanya untuk matenya.
Atas dasar apa sebenarnya pangeran memanggil dirinya omega rendahan?
Dia bahkan tidak pernah mengenal pangeran, dia tak pernah menggoda pangeran, dia tak meminta pangeran untuk tidur dengannya, bahkan malam itu bukan salahnya!! Pangeran yang tiba-tiba menerobos masuk dan memperkosanya!!
Dia tak ingin mengandung anak pangeran, dia tak pernah menginginkan tahta pangeran, yang dia inginkan hanyalah permintaan maaf sang pangeran.
Sebegitu sulitnya kah hanya meminta maaf?! Apa yang pangeran lakukan padanya bahkan tak cukup di balas hanya dengan permintaan maaf!! Dia telah menghancurkan hidup si mungil!!
"Sadari posisimu dasar rendahan!!" ejek Chanyeol.
Lagi, kali ini ucapan Chanyeol benar-benar menghancurkan hati si mungil, dia bahkan tak bisa menghentikan raut kecewa dan terluka yang terlihat di wajahnya, perkataan itu juga sukses membuat si mungil benar-benar mengerti dan sadar akan posisinya.
Dengan hati-hati dia mengucapkan kata demi kata menjadi rangkaian berbentuk kalimat, "Maafkan hamba pangeran, hamba sadar akan posisi hamba, dengan tulus hamba meminta maaf dan tak akan mengulanginya lagi, saya benar-benar minta maaf pangeran, omega rendahan ini benar-benar meminta maaf yang sebesar-besarnya." ucapnya panjang lebar.
Nyatanya permintaan maaf dari Baekhyun tak membuat Chanyeol puas, raut kecewa dan terluka itu tampak di wajah rupawan si mungil, meski pada awalnya pangeran tersulut emosi dan di selimuti dengan amarah serta ingin si mungil menyadari posisinya dan meminta maaf, tapi mengapa dia merasa tak nyaman?!
Dia terbiasa bersikap kejam dan kasar pada orang lain selain ibu dan ayahnya bahkan dia masih bisa bersikap kasar pada 'Specials Twins', dia bisa membentak mereka dan membuat mereka bungkam serta ketakutan.
Dia bahkan tak peduli dengan tangisan dan raut wajah orang yang dia lukai, baginya itu semua tak ada artinya, mereka harus tunduk padanya, tanpa terkecuali!!
Namun mengapa ini terjadi?! Apa yang terjadi sebenarnya?! Darimana perasaan tak nyaman ini berasal?!
Mengabaikan fakta bahwa dia merasa tak nyaman dengan raut wajah si mungil, terlebih ketika si mungil menekankan kata omega rendahan dan menyebut dirinya seperti itu membuat Chanyeol merasa tak suka.
Namun sekali lagi, dia mengabaikan fakta itu, baginya itu tak penting, hanya rasa simpati sesaat yang akan segera hilang.
Lagipula baginya pria mungil di hadapannya ini hanyalah orang asing, tak berarti dan bukan siapa-siapa, bukan seseorang yang penting untuk dia pikirkan.
Mulutnya yang pedas kembali berkata, "Baguslah jika kau sadar akan posisimu!!"
"Lakukan tugasmu!!" perintahnya kemudian.
Baekhyun hanya diam saja, dia berhasil menahan tangisnya, wajahnya hanya menunjukkan ekspresi datar tanpa semangat sama sekali, dia seperti orang yang berbeda sekarang.
Proses pengambilan benih kembali berlanjut dalam suasana yang begitu sepi dan sunyi, baik Chanyeol maupun Baekhyun hanya terdiam tanpa suara, terutama Baekhyun yang sudah seperti robot.
Hari-hari berlalu, proses pengambilan sperma terus berlangsung tanpa hambatan dengan suasana yang sama seperti setelah Baekhyun menyadari posisinya.
Semuanya kembali ke tempatnya masing-masing, tidak ada lagi Baekhyun yang cerewet dan akan membalas setiap perkataan Chanyeol, yang ada hanya Baekhyun, sang omega rendahan yang telah terlanjur terluka hatinya dan bersikap layaknya orang asing dengan pangeran.
Dia hanya melakukan tugasnya, tak lebih, tak bersuara, seolah tak ada, dan ketika tugasnya selesai, dia berharap bisa menata hatinya.
Beberapa hari ini dia memaksakan dirinya untuk menemui sang pangeran, entah mengapa tiap kali melihat pria itu perkataannya selalu terngiang dalam benak Baekhyun dan membuat dia semakin terluka.
Dia hanya bisa berharap proses pengambilan sperma ini bisa segera selesai dan dia bisa mengucapkan selamat tinggal pada pangeran.
Dia tak berniat untuk melihat wajah pangeran lagi, Baekhyun berniat untuk meminta izin pada ayahnya untuk tinggal di Deven, setelah semua ini berakhir.
~~~~~~~
Sementara di tempat lain Chanho dan Yunhoo sedang berbincang.
"Masalah apa yang ingin anda bicarakan yang mulia?" ujar Yunhoo kembali memakai bahasa sopan nan formal miliknya.
"Ck, sudah ku katakan untuk tidak menggunakan bahasa kaku itu ketika kau berbicara denganku!!" ujar Chanho sedikit kesal.
"Mohon maaf, namun anda adalah seorang raja, anda adalah penguasa negeri vampire ini, bagaimana bisa saya berkata tidak sopan kepada anda?" Yunhoo kembali menjawab tetap dengan bahasa formalnya.
"Ck, kemarin kau menggunakan bahasa informal padaku, bahkan dulu kau sering menghinaku." ujar Chanho lagi.
"Maafkan hamba atas kekasaran hamba di masa lalu yang mulia, saat itu hamba masih muda sehingga tidak tahu bagaimana seharusnya bertingkah laku." ujar Yunhok masih dengan nada formal.
"Cukup!! Aku perintahkan kau ntuk menghentikan bahasa formalmu sekarang juga!!"
"Tapiii..."
"Tidak ada tapi-tapian!!"
"Sadari posisi anda yang mulia!! Anda seorang raja!! Penguasa negeri ini!!"
"Cukup ketika kita berdua atau sedang bersama anakmu saja tolong berhenti bersikap kaku seperti itu!! Aku merasa bahwa kau sangat jauh!! Aku saat ini sangat rapuh kau tahu!! Aku butuh dukungan!! Hanya kau yang bisa aku percaya!!"
"Haaah..." Yunhoo menghela nafasnya, "Baiklah, baiklah, aku menyerah!!" ujarnya sedikit frustasi.
Sedikit senyuman terbit di wajah sang raja, kemudian dia bersuara, "Aku ingin bertanya sesuatu padamu."
"Apa?"
"Benarkah Baekhyun itu putramu?"
"Iya, ada apa? Mengapa kau bertanya seperti itu?" ujar Yunhoo sedikit khawatir dan takut.
"Tidak, hanya saja kau tak pernah memberitahuku tentang putramu, bukankah kita sahabat?" ujar Chanho dengan sedikit nada sedih dan tak enak.
Kemudian dia melanjutkan, "Apakah karena..."
Ucapannya terpotong begitu saja kala Yunhoo dengan cepat menjawab perkataannya, "Tidak, bukan, jangan pernah berfikir itu karena Baekhyun anak kami, kau salah besar."
"Lalu mengapa kau tak memberitahuku?"
"Aku ingin memberitahumu, tapi saat itu kau tengah berduka!!"
Chanho sedikit terkejut mendengar perkataan Yunhoo, kemudian dia berkata, "Berduka? Apa maksudmu? Aku tak mengerti."
"Apa aku harus mengungkit hal itu lagi?" ujar Yunhoo sedikit ragu.
"Mengapa kau ragu?"
"Tidak, hanya saja..."
"Katakanlah!! Aku tak apa." Chanho memotong perkataan Yunhoo dan memintanya untuk mengatakan maksud dari perkataannya.
"Waktu itu kau kehilangan putramu." ujar Yunhoo hati-hati.
"Dan waktu itu juga kita kehilangan Yun Hwa."
Chanho tercekat, kemudian dia berkata, "Apa putramu lahir di hari itu?"
"Tidak."
"Lalu kapan dia lahir?"
"Dihari yang sama dengan kedua putramu lahir."
Chanho sedikit terkejut mendengar fakta lain yang baru saja dia dengar, dengan lirih dia berkata, "Bahkan takdir membuat putra-putra kita terlahir di hari yang sama."
"Maafkan aku Yunhoo, bahkan kau harus menikahi Yun Hwa meskipun kau tak mau." lanjutnya lagi.
"Apa yang kau katakan? Aku selalu mencintai Yun Hwa, bahkan bila saat itu dia tidak cinta padaku."
"Ini semua salahku."
"Jangan menyalahkan dirimu, pada akhirnya Yun Hwa bisa mencintaiku, sejujurnya cinta kalian adalah kesalahan, kau tahu siapa cinta pertama Yun Hwa yang sempat dia lupakan?"
"Siapa?"
"Itu aku." ujar Yunhoo menampilkan senyum cerahnya.
"Benarkah?"
"Iya, dan kabar baiknya Yun Hwa juga merupakan cinta pertamaku, seperti dirimu dan Chan hee."
"Kau benar, Chan hee adalah cinta pertamaku yang sempat aku lupakan, dan pertemuanku dengan Yun Hwa adalah hal yang salah." ujarnya lirih.
"Waktu itu aku masih muda, banyak yang belum kupahami termasuk hukum darah murni itu,"
Dia berhenti sejenak dan menghela nafasnya berat, kemudian berkata, "Pada akhirnya aku menyakiti keduanya, baik Yun Hwa maupun Chan hee sama-sama terluka!! Terutama Yun Hwa, seluruh negeri ingin membunuhnya!!"
"Aku bahkan tidak berguna, tidak bisa melindunginya dan bayi kami, dia menangis tersedu-sedu, dia benar-benar tak ingin kehilangan bayi itu, namun pada akhirnya aku kehilangan bayi pertamaku!!" jerit Chanho frustasi, kembali mengingat masa-masa kelam di masa lalu.
"Sebab itulah aku tak memberitahumu, kau terlihat begitu terpukul saat itu, dan aku juga sangat terpukul dengan kepergian Yun Hwa yang tiba-tiba."
Seketika Chanho merasa lemas, mengingat momen dimana dia kehilangan putranya mau tak mau membuat dia kembali merasakan kesedihan yang mendalam.
Belum lagi, Yun Hwa yang ikut pergi meninggalkan mereka bertiga, dirinya, Chanhee dan Yunhoo.
"Maafkan aku telah salah sangka padamu." ujar Chanho menyesal.
"Tak apa, aku tahu posisimu."
"Bolehkah aku bertanya satu hal lagi?" tanya Chanho kemudian.
"Mengapa putramu begitu cantik? Dia tak terlihat mirip denganmu dan juga Yun Hwa." ujar Chanho hati-hati.
Yun Hoo terkekeh, "Maksudmu kau tidak yakin jika Baekhyun benar-benar putraku dan Yun Hwa?" ujarnya santai.
Chanho merasa tak enak, dia hanya penasaran, tak ada maksud seperti itu saat dia menanyakan pertanyaan itu.
"Tidak, tidak, maksudku, Aku hanya penasaran apa Baekhyun memang putra Yun Hwa dan..."
Perkataannya terpotong seketika saat Yunhoo dengan cepat berkata, "Dia putraku!! Bahkan mereka kembar!! Ingat Chanho, anak kalian sudah tidak ada!! Baekhyun putraku, aku sendiri yang menyambut kelahirannya dan kakak kembarnya!!"
"Baiklah, aku mengerti, maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu, hanya saja aku merasa sangat menyayangi Baekhyun walau pertama kali bertemu, dan entah mengapa aku merasa dia mirip dengan putraku, Chanyeol. Bolehkan aku akan menganggapnya sebagai putraku sendiri?"
"Lakukan sesukamu, kau boleh anggap dia putramu, tapi jangan pernah mengambilnya dariku!! Jangan coba menyakitinya seperti kau menyakiti ibunya!! Jangan sampai kejadian itu terulang lagi!!"
"Aku mengerti, itu semua memang salahku, maafkan aku."
Sejujurnya Yunhoo merasa tak enak, tapi dia harus melakukannya, ini semua demi putranya, Baekhyun.
Putra mungilnya sudah cukup menderita, dia tak ingin Baekhyun lebih menderita lagi, dia sudah berjanji akan menjaga Baekhyun dan menebus kesalahannya di masa lalu.
~~~~~~~
Hari terakhir dari proses pengambilan sperma akhirnya tiba. Keadaannya masih sama saja, baik Chanyeol maupun Baekhyun tak ada yang berbicara sama sekali selama proses pengambilan benih berlangsung beberapa hari ini.
Seperti tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka, seperti orang asing karena memang mereka tak mengenal satu sama lain, mereka hanya bertemu beberapa kali tanpa tahu apapun mengenai karakter masing-masing.
Baik Chanyeol maupun Baekhyun tak ada yang tahu mengenai karakter masing-masing, asal usul atau apapun, yang mereka tahu mungkin hanya nama masing-masing karena Yunhoo menyebutkan nama Baekhyun.
Sedangkan Chanyeol adalah pangeran, tentu saja jika hanya sekedar nama Baekhyun pasti tahu, dan dia juga baru mempelajari satu hal, mengenai perangai dan kata-kata pedas sang pangeran.
Chanyeol yang tak tahan karena belakangan ini mereka benar-benar tidak berbicara sama sekali, dia merasa ada yang hilang, pada akhirnya dia memutuskan untuk bersuara terlebih dahulu,
"Hei..." ujarnya mulai menyapa.
Baekhyun hanya diam, dia benar-benar sadar akan posisinya disini, bahkan perkataan Chanyeol tempo hari masih terngiag-ngiang di otaknya, tertanam jelas di fikirannya, bahwa dia bukan siapa-siapa, hanya rakyat biasa, terlebih lagi pangeran melabelinya dengan sebutan omega rendahan.
Seakan tidak sadat dengan kesalahannya dan sepertinya pangeran tampan itu telah melupakan ucapannya yang menyakiti hati si mungil.
Dia kembali berkata, "Heii!! Kau itu tuli, bisu atau apa?! Aku memanggilmu!!" ujarnya kesal karena merasa diabaikan.
Baekhyun dengan lesu menjawab dengan nada di buat sesopan mungkin, dia tak ingin menyinggung sang pangeran lebih dari ini, dia terlalu lelah, jika dia salah bicara mungkin pangeran akan mengeluarkan kata-kata yang lebih menyakitkan dari sebelumnya.
"Maafkan saya pangeran, apa ada yang bisa saya bantu?" ujarnya hati-hati.
"Ada apa dengan sikapnya? Mengapa sangat formal? Ah...bukankah itu bagus? Tapiii...mengapa rasanya ada yang hilang?!" dalam hati Chanyeol terus bergumam, berperang dengan fikirannya.
Cukup lama pangeran tampan itu berperang dengan pikirannya, hingga dia akhirnya membuka suara, "Ada apa denganmu?"
Baekhyun hanya diam, dia tak lagi menjawab seperti beberapa hari yang lalu, sekarang dia menyadari posisinya hanyalah sebagai omega rendahan di mata sang pangeran, lagipula siapa dia berani-berani berkata kasar, mengejek, menghina dan melawan pangeran negeri ini.
Lama mereka terdiam, suasana menjadi hening, Baekhyun tetap melakukan tugasnya, Chanyeol merasa kesal karena di abaikan, hingga dia bersuara,
"Mengapa kau hanya diam saja? Kau aneh!! Berubah begitu drastis."
Baekhyun sedikit kesal mendengarnya, ingin rasanya menjawab perkataan sang pangeran seperti yang dia lakukan tempo hari, namun lagi-lagi perkataan sang pangeran terngiang di benaknya, memberikan pukulan telak, membuat si mungil kembali menyadari posisinya.
Dia hanya bisa diam, memendam amarah serta emosinya, bertingkah sebagaimana seorang yang berbeda kasta dengan pangeran.
Tak ada lagi Baekhyun yang ceria dan menjawab perkataan pangeran, membuat pangeran kehilangan, satu hal yang patut di syukuri bahwa si mungil masih bisa merasakan emosi, buktinya dia masih kesal mendengar perkataan sang pangeran, meski emosinya itu tak lagi dia tampakan, lagi-lagi semua karena perbedaan status dan kekuatan mereka.
Chanyeol masih tak puas, dia ingin membuat Baekhyun menjawab ucapannya seperti biasa, entah mengapa dia menyukainya dan mungkin rindu?
"Heeii!! Kerdil jawab ucapanku!!" ejeknya, dia sengaja ingin membuat Baekhyun marah.
Namun yang terjadi tidak sesuai dengan harapan sang pangeran, Baekhyun tetap diam, ketika dia ingin bersuara kembali, Baekhyun bersuara,
"Maaf pangeran, saya sudah selesai melakukan persiapan, bisakah kita mulai prosesnya sekarang pangeran?" ujarnya penuh dengan nada sopan dan formal layaknya pangeran dan rakyatnya.
Chanyeol hanya bisa diam, dia benar-benar tidak tahu mengapa Baekhyun bisa berubah sedrastis itu, sepertinya dia melupakan fakta bahwa mulut pedasnya telah mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati si mungil.
Tak ada respon membuat Baekhyun kembali bersuara, "Pangeran?"
Chanyeol tersadar dari lamunannya dan akhirnya bersuara, "Baiklah, mari kita mulai."
Perkataan itu menutup perbincangan singkat mereka, dan Baekhyun melakukan tugasnya untuk yang terakhir kali, berharap setelah ini dia tidak akan pernah bertemu dengan pangeran lagi, karena entah mengapa dia merasa terluka setiap melihat wajah tampan itu, teringat akan kata-kata pedasnya.
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, proses pengambilan sperma itu sudah selesai, setelah mengucapkan kata permisi Baekhyun segera bergegas keluar dari ruangan itu, dia rasa hasil tes beberapa hari yang lalu sudah ada.
Dia hanya bisa berharap bahwa hasilnya negatif, karena dia tak sanggup melihat Chanyeol lagi, terlalu sakit hati dengan ucapan sang pangeran, dan dia sangat berharap bahwa dia tak mengandung anak lelaki tampan itu, dan membuatnya terikat dengan sang pangeran.
Meskipun dia tahu bahwa pangeran bisa memiliki keturunan dari omega lain, bahkan dia memiliki 50 saudara omega yang terlahir hanya untuknya, hanya untuk memberikan keturunan untuknya.
Hal yang paling Baekhyun takutkan adalah, jika dia hamil mungkin ayahnya akan menyuruhnya menggugurkan kandungannya, dan dia tak mau itu terjadi, apapun yang terjadi dia akan menyayangi anaknya.
Dia tak mungkin membunuh anaknya, dia akan menyayanginya, bahkan jika bayi itu lahir karena kesalahan pangeran yang memperkosa dirinya.
Namun harapan terbesarnya adalah dia tak mengandung, karena anak itu akan menderita, anaknya akan menderita, tak akan ada yang menginginkan anak itu, mereka bahkan akan membunuhnya, dan Baekhyun tak ingin itu terjadi pada anaknya.
Dia tentu saja tidak melupakan fakta bahwa pangeran adalah seorang vampire alpha darah murni, jika benar dia mengandung, semua vampire pasti akan mencoba membunuhnya jika dia mencoba mempertahankan kandungannya.
Namun Baekhyun sudah memutuskannya, apapun yang terjadi, jika benar dia hamil, jika hasilnya positif maka dia akan mempertahankan janin itu, janin itu tak bersalah, dan meski terlahir dari kesalahan, janin itu tetaplah anaknya!! Darah dagingnya!! Dia harus mempertahankannya apapun yang terjadi!! Walaupun dunia menentang keputusannya!! Dia tak peduli!!
~~~~~~~~
Setelah kepergian Baekhyun, Chanyeol sendirian di ruangannya.
"Mengapa si kerdil itu bisa berubah begitu drastis?!" geramnya frustasi.
"Mengapa aku merasa kehilangan?" ujarnya lagi.
"Mengapa aku merasa ini adalah yang terakhir?" lagi-lagi dia berucap.
"Mengapa aku merasa bahwa dia akan pergi jauh dan aku tak akan bertemu dengannya lagi?" pangeran tampan itu terus berucap, bermonolog sendiri.
"Perasaan apa ini?"
"Mengapa aku merasa tak enak dan gelisah?"
"Mengapa aku merasa seperti sudah melepaskan sesuatu yang berharga?"
"Perasaan macam apa ini?!!" lagi-lagi dia berteriak frustasi.
"Apa kesalahanku sebenarnya?! Mengapa dia berubah dingin padaku?!"
Ah lebih tepatnya dia tidak dingin padamu pangeran, dia hanya menjaga jarak dan sadar akan posisinya, dia hanya bersikap formal padamu, layaknya pangeran dan rakyatnya.
Bukankah dirimu yang mengatakan padanya untuk menyadari posisinya? Bahkan kau menghinanya dengan mengatakan bahwa dia adalah omega rendahan!! Apa kau lupa itu?!
Disaat pria mungil yang kau sebut sebagai omega rendahan itu memikirkan calon anakmu yang mungkin saja ada di kandungannya, kau bahkan tidak bisa menyadari apa kesalahanmu!! Terlalu angkuh!! Adakah yang bisa menyadarkan pangeran angkuh ini dan memberitahu apa kesalahannya?!
Kurasa tak ada!! Semuanya takut dan tunduk padanya!! Tak akan ada yang berani memberitahu kesalahannya!! Sekarang apa?! Bagaimana pangeran angkuh itu bisa menyadari kesalahannya?!
Kita hanya bisa berharap dia segera menyadari kesalahannya, hanya dia yang bisa, hanya dia yang mampu menginstropeksi dirinya dan sikapnya, kita hanya mampu melihat saja kebodohan sang pangeran tanpa melakukan apapun, karena kita tak bisa!! Kita hanya bisa berharap dia segera menyadari kesalahannya!!
~~~~~~~~
Sementara itu Baekhyun saat ini sudah berada di 'lab bayangan' milik ayahnya, dia mencari ayahnya ke sana kemari tetapi tetap tak menemukan pria paruh baya itu.
"Dimana sebenarnya ayah berada?!" ujarnya sedikit kesal.
"Apa hasilnya sudah keluar?" dia kembali bergumam.
"Aku harus memastikannya!! Dimana ayah menyimpan hasil tes itu?" lagi-lagi dia berbicara sendiri.
Pria mungil itu menggeledah seluruh ruangan dan laci-laci serta lemari di lab itu, namun dia tak menemukan apapun.
"Haiissh!! Dimana sebenarnya hasil tes itu?! Sudah keluar atau belum?!" dia kembali bermonolog.
"Aku bisa mati penasaran!!" ujarnya frustasi.
Kemudian dia melirik ke arah kolong meja, ada sebuah kertas di sana, sepertinya kertas itu terjatuh dari atas meja sehingga Baekhyun tak menyadarinya tadi.
"Kertas apa itu?" matanya memicing curiga.
Detik selanjutnya wajah penuh curiganya telah berganti menjadi wajah penuh antusias, senyum sumringah dia tampilkan.
"Apakah itu adalah kertas hasil tesnya??" ujarnya semangat.
Dia berjalan mendekati kolong meja dan kemudian mengambil kertas itu dan membukanya.
Detik selanjutnya wajahnya berubah menjadi terkejut, "Apa ini?! Tak mungkin?!" ujarnya penuh dengan nada terkejut.
l
l
l
l
~To be Continued~
l
l
l
l
Holla I'm back~~
Do you miss me??XD
l
l
l
l
Pada kangen gk nih?? wkwk.
Maaf yee kalo lama, rencana mau update tadi malem tapi malah ketiduran #Ehe.
Maaf yaa part ini gaje banget huhu.
Tolong jangan bully aku #ehe
l
l
l
l
Mind to review??
Jangan kapok yaa buat review huhu.
Please tetap review cerita aku, karena review kalian adalah penyemangat terbesar aku #ehe.
Pokoknya jangan lupa review terus cerita aku (':
Thanks a lot #muaachh.
l
l
l
l
Slow update yaa guys,maaf #ehe.
Tapi walau slow update tetap harus review loh, siapa tau bakal jadi fast update wkwk.
kan review kalian yang buat aku semangat buat nulis dan lanjutin ceritanya #hehe.
Bye~ See you next Chapter #muuaacchh
