Dangerous Pureblood

by

Coldnana

l

l

l

l

Cast : Nantikan dalam cerita.

Omegaverse, Chanbaek, Yaoi, Vampire, Fantasy, M-Preg

l

l

l

l

l

Happy Reading guys~~

l

l

l

l

l

"Aku bodoh karena terlambat menyadari bahwa kau sangat berharga bagiku." ~Park Chanyeol~

l

l

l

l

Sebelum baca, aku mau bilang bila ada tologn dimaafkan segala ketypoan dalam chapter 8 ini #Bow

Buat ChanBaek's kiddo, ini serius ff pertama aku wkwk, gk boong deh cuueer XD

Thanks #Muach.

Happy Holiday All #Muuuaachhh

l

l

l

l

l

Chapter sebelumnya

Chanyeol mendadak lemas, dia bahkan belum sempat meminta maaf pada si mungil, dia sangat menyesal dan sekarang dia takut.

Pada akhirnya firasatnya benar, sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun, vampire mungil itu di culik!!

l

l

l

l

l

"Sialan!!" teriak Chanyeol frustasi.

"Siapa mereka?! Dimana si mungil itu?! Apa jangan-jangan?!"

"Ah tidak mungkin!! Ini tidak benar!! Ini tidak boleh terjadi!!"

"Yaaakk!! Byun Baekhyun dimana kau?! Jangan bercanda!!"

Chanyeol terus-terusan berteriak dan bergumam seperti orang gila, pangeran tampan itu berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran negatif yang menghantui otaknya.

"Tunggu dulu!! Aroma ini?!"

Chanyeol mencium aroma yang tak asing, dia sangat yakin pernah mencium aroma ini sebelumnya.

"Ah benar!! Ini aroma manis miliknya." ucap pangeran tampan itu lagi.

Dia juga mencium aroma vampire lain, sehingga dia mengerti apa yang harus dia lakukan sekarang, dia harus mengikuti jejak yang mereka tinggalkan!! Tak disangka bahwa para vampire itu cukup bodoh karena meninggalkan sedikit jejak.

Atau mungkin Chanyeol yang kelewat hebat dan berbahaya sehingga mampu melacak jejak yang berusaha mereka hilangkan?

Entahlah yang jelas ini kabar baik, setidaknya ada sedikit harapan untuk menyelamatkan si mungil.

Dengan segera pangeran tampan itu melakukan telepati pada ayahnya,

Chanho.

"Ayah!! Kau dengar?!"

Tak ada tanggapan dari sang ayah membuat Chanyeol kembali besuara,

"Ayah!! Kalau kau dengar, jawab panggilanku!!"

Chanho yang masih bersama Yunhoo, akhirnya menjawab telepati Chanyeol.

"Ada apa nak?"

"Ayah!! Ini penting!! Siapkan pasukan segera ayah!!"

"Ada apa nak?!" ucap Chanho sedikit terkejut dengan permintaan Chanyeol yang terkesan tiba-tiba.

"Ayah...dia..dia...di culik." ucap Chanyeol terbata-bata, dadanya mendadak sesak dan hatinya terasa sakit, seolah dia kehilangan sebagian dari jiwanya, entah mengapa hal ini tak asing bagi pangeran tampan itu, seakan dia pernah mengalami hal yang serupa.

"Dia? Dia siapa nak?!"

"B-byun Baekhyun ayah."

"Apa?!"

"Iya ayah, aku melihatnya di dekati tiga vampire yang mencurigakan, salah satu dari mereka membekap mulutnya, Baekhyun sempat berteriak minta tolong, tapi kemudian vampire yang ikut memeganginya memukul tengkuk lehernya hingga dia tak sadarkan diri, sebelum aku sempat mendekat lebih jauh mereka menghilang!!" jelas Chanyeol panjang lebar pada sang ayah.

Dia menjelaskan secara detail apa yang baru saja terjadi di hadapannya, serta hal-hal penting lainnya.

"Sekarang apa yang ingin kau lakukan nak? Mengapa kau meminta ayah menyiapkan pasukan?? Apa kau tahu kemana mereka membawa Baekhyun??" ujar Chanho sedikit ragu.

"Aku akan mengikuti jejak dari ketiga vampire itu, meski mereka telah menyamarkan jejaknya bahkan menghapus jejak mereka, aku masih bisa mengikutinya.

"Tapi nak!! Bisa saja jejaknya hilang atau mereka menyamarkannya bahkan memalsukannya!!"

"Tenang saja ayah!! Jika itu terjadi, aku akan mengikuti aroma manis milik Baekhyun ayah, aku sangat mengenal aromanya."

"Tapi nak!! Itu terlalu berbahaya!! Jangan pergi sendirian!!"

"Jika aku tidak pergi sekarang aku merasa aku akan sangat menyesal ayah!! Lagi pula aku ingin meminta maaf pada Baekhyun, dan juga ayah, jika aku tak mengikuti mereka, kita tak akan tahu kemana mereka membawa Baekhyun, jadi aku harus melakukan ini, sebelum mereka melakukan sesuatu pada Baekhyun dan membuatnya terluka ayah!!"

"Setidaknya, tunggu ayah akan menyusulmu, kita pergi bersama nak!!"

"Tidak bisa ayah!! Jejaknya semakin lama semakin mejauh, jika aku menunggu ayah maka aku akan kehilangan mereka!!"

"Tapi nak!!"

"Tenang saja ayah, segera susul aku ayah!! Bawalah pasukan bersamamu!! Aku takut mereka adalah dark blood, karena ayah bilang dark blood mengincar Baekhyun."

"Baiklah ayah, aku akan menunggumu."

"Aku pergi dulu."

Chanyeol menghentikan telepati secara sepihak, kemudian dia bergegas untuk menyusul jejak para vampire itu dan aroma manis Baekhyun yang perlahan menghilang di udara.

Namun sebelum dia beranjak pergi dari tempat itu, matanya menangkap sesuatu di lantai, benda itu sepertinya tidak asing, dia merasa pernah melihat benda itu sebelumnya.

"Kertas apa itu?" gumam Chanyeol.

Pangeran tampan itu bergegas mengambil kertas yang ada di lantai itu, dia membelalakan matanya, terlalu terkejut dengan isi dari kertas itu.

"Ini?! Pantas aku merasa pernah melihatnya!! Ini kertas yang bocah mungil itu pegang tadi."

Tepat sekali, benda itu adalah kertas yang Baekhyun temukan di dalam lab bayangan milik ayahnya, kertas yang memiliki tulisan berbahaya di dalamnya.

Chanyeol itu pintar bahkan bisa di katakan jenius, dia bahkan bukan seorang dokter tapi dia mengerti dan memahami isi dan maksud dari kertas itu walaupun bahasa yang di gunakan sangat rumit.

Sekarang pangeran tampan itu sangat amat menyesal hingga mau mati rasanya, sejenak dia sempat meragukan perkataan Yunhoo tentang Baekhyun yang memiliki sakit parah dan harus di rawat seumur hidupnya.

Dan faktanya, Baekhyun sudah menjalani perawatan itu sejak dia masih kecil!!

Sekarang Chanyeol benar-benar yakin seratus persen bahwa Baekhyun tak menjebaknya.

"Bagaimana keadaannya bisa sangat mengerikan seperti ini?!" ujarnya frustasi, dia masih menatap kertas itu dan membaca isinya kembali.

"Ini benar-benar mengerikan!!" lagi-lagi pangeran tampan itu bersuara dengan nyaring.

Tanpa sadar Chanyeol meremat kertas itu hingga kertas yang sudah kusut itu menjadi bertambah kusut.

"Ini keterlaluan!! Mereka benar-benar tak punya hati!!"

Pangeran tampan itu kemudian menyimpan kertas itu. Setelahnya, detik selanjutnya pangeran tampan itu menghilang, dia mulai mengikuti jejak para vampire itu dan aroma manis Baekhyun.

~~~~~~

Sementara itu Chanho mengusap wajahnya kasar, dia tak rela jika Chanyeol, putranya mengikuti jejak para vampire itu sendirian, itu berbahaya.

Namun di satu sisi, dia juga membenarkan perkataan Chanyeol tentang jejak yang akan menghilang jika pangeran tampan itu tidak segera mengikutinya.

Tunggu dulu, apa mereka tahu jika mereka di ikuti?!

Dengan segera Chanho kembali melakukan telepati kepada Chanyeol.

"Chanyeol?"

Chanyeol masih berjalan atau mungkin berlari mengejar para vampire itu berdasarkan jejak yang mereka tinggalkan, dia menyembunyikan diri serta auranya agar para vampire itu tak sadar kalau mereka sedang di ikuti.

Pangeran tampan itu tidak menjawab telepati ayahnya karena dia masih fokus mengejar para vampire yang menculik Baekhyun.

Merasa tak mendapat jawaban Chanho kemudian kembali memanggil putranya dalam telepatinya,

"Chanyeol?"

"Ada apa ayah?"

Kali ini pangeran tampan itu menjawab telepati sang ayah.

"Bagaimana jika mereka tahu kau mengikuti mereka nak??"

"Tenang saja ayah, aku sangat pandai menyembunyikan keberadaanku."

"Kau yakin nak?"

"Ya ayah."

"Apa mereka tahu kau melihat mereka membawa Baekhyun nak?"

"Tidak ayah, mereka tidak menyadarinya, mereka terlalu fokus pada bocah mungil itu dan tak tahu jika aku melihat penculikan itu dan menjadi saksi dari kejadian itu."

"Beruntung aku melihatnya ayah, jika tidak kita tak akan tahu jika Baekhyun di culik!! Baiklah, sudah dulu ayah, aku masih mengikuti mereka saat ini, dan juga ayah, cepatlah menyusulku dan bawa pasukan bersamamu."

"Baiklah nak, tunggu ayah, bertahanlah sampai ayah datang nak!!"

"Baik ayah."

Telepati yang mereka lakukan kembali terputus, itu menjadi perbincangan terakhir sebelum Chanho dan Chanyeol sibuk melakukan apa yang harus mereka lakukan sekarang.

Chanho yang harus segera menyusul Chanyeol dan mengumpulkan pasukan, serta Chanyeol yang harus mengikuti jejak para vampire yang menculik Baekhyun.

~~~~~~~

Sementara itu Yunhoo sejak tadi sudah memiliki firasat buruk, terlebih melihat kepanikan di wajah Chanho membuatnya semakin yakin sesuatu yang buruk tengah terjadi saat ini.

Wajah dokter paruh baya itu memperlihatkan raut meminta penjelasan kepada Chanho, karena Chanho sejak tadi terlihat sedang bertelepati dengan seseorang.

"Siapa yang menghubungimu melalui telepati??" Yunhoo akhirnya angkat bicara.

Dia tak tahan lagi, dia memiliki firasat buruk yang sangat besar, dan dia tahu pasti itu ada hubungannya dengan telepati yang sahabatnya lakukan.

"Putraku." jawab Chanho singkat.

"Apa yang dia katakan? Mengapa tadi dia pergi begitu saja?" Yunhoo menanyakan pertanyaan beruntun kepada Chanho.

"Aku tak tahu mengapa dia tadi pergi begitu saja, yang lebih penting aku punya kabar buruk untukmu." ujar Chanho dengan wajah serius.

Yunhoo mendadak tegang, seluruh tubuhnya merespon perkataan Chanho mengenai 'Kabar buruk' yang raja negeri vampire itu ucapkan.

Mendadak perasaan khawatir, takut, serta sesak bercampur menjadi satu dalam hati serta pikiran dokter paruh baya itu, jika ada kabar buruk itu artinya firasatnya benar dan instingnya mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan putra mungil kesayangannya.

"Ka-kabar buruk??" ujar Yunhoo mengulang ucapan Chanho, raut wajahnya terlihat takut.

"A-apa itu??" lanjutnya lagi terbata-bata karena rasa takut yang hebat melanda dirinya.

"Haaahh..."

Chanho menghela nafas gusar, dia menimbang apakah harus memberitahu Yunhoo mengenai kabar ini, sementara dirinya tahu bahwa sahabatnya itu begitu mencintai dan menyayangi putra mungilnya.

Chanho masih terdiam, bergulat dengan pikirannya untuk memberitahu Yunhoo atau tidak mengenai masalah di culiknya Baekhyun.

Keterdiaman Chanho lantas membuat Yunhoo makin gusar, apalagi sebelum itu raja para vampire itu menghela nafas berat dan juga dengan gusar.

Tak tahan dengan berbagai dugaan-dugaan yang menghantui pikirannya, Yunhoo akhirnya kembali bersuara.

"Katakan!! Kabar buruk apa yang kau bicarakan Chanho?!!" ujar Yunhoo sembari memegang kedua pundak raja para vampire itu dan menguncang-guncang tubuh Chanho.

Chanho masih terdiam, raja para vampire itu masih ragu untuk mengatakan yang sebenarnya pada Yunhoo sahabatnya, sorot matanya menyiratkan kepedihan, kesedihan serta kehilangan yang mendalam.

Entah mengapa raja para vampire itu merasakan apa yang Yunhoo rasakan, rasa kehilangan, rasa sakit, rasa terluka, semua bercampur menjadi satu.

Ini aneh, seolah dia sangat sakit dan terluka ketika tahu Baekhyun di culik, padahal dia baru beberapa kali bertemu dengan vampire mungil nan cantik itu.

Bagi Yunhoo sorot mata Chanho itu seolah menyalurkan kekuatan untuk dirinya, membuatnya bertambah gusar dalam ketidakpastian.

"Chanho!!" teriak Yunhoo frustasi.

"Katakanlah!! Jangan menampilkan sorot mata seperti itu!! Aku tak suka!! Katakan padaku kabar buruk apa itu?! Apa itu melibatkan putraku Baekhyun?!!" lanjut dokter paruh baya itu lagi.

Chanho tertegun, raja para vampire itu tak menduga bahwa Yunhoo memiliki insting yang begitu tajam, jika sudah begini tak ada lagi pilihan baginya selain memberitahu sahabatnya ini mengenai putranya yang di culik.

Sejenak Chanho menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, dengan berat hati dia bersuara,

"Putramu di culik." ujarnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Yunhoo, kemudian dia menutup matanya, menunggu reaksi selanjutnya yang akan sahabat baiknya itu berikan.

Tenggorokan Yunhoo tercekat, serasa di cekik hingga dia tak mampu mengeluarkan satu patah katapun, bahkan hanya untuk sekedar menarik nafas pun dia tak mampu, terlalu terkejut dengan kabar yang dia terima, baginya itu bukan lagi kabar buruk melainkan kabar kematian.

Jika saja dia tak memikirkan nasib putranya dan cara untuk menolongnya maka dapat di pastikan dokter paruh baya itu akan mati karena terlalu terkejut saat ini.

"A-apa?!" ujar Yunhoo terbata-bata, dia mencoba menstabilkan emosinya namun tak bisa.

Chanho semakin menundukan wajahnya dan menutup matanya, tiba-tiba dia menyesal telah memberitahu Yunhoo sahabatnya, dia merasa telah mengambil keputusan yang salah.

"Katakan sekali lagi!! Aku harap aku tak salah mendengar?! Kau bilang tadi putraku di culik?!!" ujar Yunhoo dengan nada meninggi dan raut wajah tak percaya.

"Kau tak salah dengar, putramu memang di culik!!" ujar Chanho mempertegas ucapannya, tak ada gunanya dia merasa menyesal dan memperkecil suara.

Dia harus tegas dan membuat Yunhoo percaya bahwa Baekhyun putranya benar-benar tengah di culik sekarang!! Oleh karena itu mereka harus segera bertindak mengumpulkan pasukan dan segera menyusul Chanyeol.

"Ti-tidak mungkin!! Baekhyun putraku di culik?! Bagaimana bisa?! Bagaimana bisa dia di culik?! Bagaimana bisa Chanho?! Siapa yang menculiknya?!Katakan padaku!! Katakan padaku jika ini tidak benar!! Katakan padaku jika kabar ini salah!!" racau Yunhoo tiada henti, dokter paruh baya itu terlihat kacau.

Yunhoo menolak untuk mempercayai kabar itu, hatinya menolak kabar tak menyenangkan itu!! Namun dia tak bodoh untuk memahami bahwa apa yang di katakan oleh sahabatnya Chanho bukanlah sebuah kebohongan!!

Tubuh dokter paruh baya itu terduduk lemas, tak siap menerima kenyataan bahwa putra mungil kesayangannya telah di culik, satu-satunya keluarga yang dia punya di culik, tanpa sadar air mata mengalir deras di kedua pipi Yunhoo.

"Baekhyun!! Baekhyun!! Putra mungil kesayangan ayah, mengapa ini terjadi padamu nak?! Sayangku!! Maafkan ayah Baekki, maafkan pria tua ini, maafkan ayahmu yang tak berguna ini, maaf karena ayah tak bisa memenuhi janji ayah untuk menjagamu!!" Yunhoo masih terus meracau, tangisnya semakin hebat.

Chanho tak tega melihat kondisi Yunhoo yang begitu kacau, dia ingin menggunakan kekuatannya untuk membuat sahabat baiknya itu tertidur dan melupakan kesedihannya namun bila dia melakukan itu dia yakin Yunhoo pasti akan sangat marah padanya.

"Sekarang apa yang ingin kau lakukan? Menangis tak ada gunanya." tiba-tiba Chanho bersuara, menanyakan apa yang akan Yunhoo lakukan selanjutnya.

Chanho berdiam diri sebentar, menunggu respon dari Yunhoo, namun dokter paruh baya itu tak merespon ucapannya sama sekali, raja para vampire itu menarik nafasnya berat, menutup matanya setelah itu menghembuskan nafasnya berat.

"Apa kau ingin tertidur? Aku bersedia menggunakan kekuatanku untuk membuatmu tertidur." ujar Chanho kemudian.

Yunhoo yang semula melamun, memikirkan langkah apa yang selanjutnya harus dia ambil, tersentak kaget, dia tak menyukai usulan Chanho.

Matanya yang merah karena menangis menatap nanar ke arah sahabat baiknya itu, kemudian dengan tegas dia berkata, "Tidak!! Aku tak mau tertidur!! Bagaimana bisa kau mengusulkan hal semacam itu di saat putra mungil kesayanganku mungkin saat ini ketakutan dan dalam bahaya?!!"

Chanho menghembuskan nafasnya kasar, lalu berkata, "Lalu?? Apa yang ingin kau lakukan?! Jangan menangis terus!! Itu tak ada gunanya!!"

Yunhoo tersentak, dia menundukan kepalanya, dia tak bermaksud terlihat cengeng dan tak berguna seperti sekarang, hanya saja hal-hal yang menyangkut Baekhyun benar-benar membuatnya gila dan menjadi bukan seperti dirinya, mungkin karena kesalahannya di masa lalu, dia jadi seperti ini.

"Haaahh..." Chanho menghembuskan nafasnya lelah, Yunhoo tetap diam tak bersuara sama sekali, merasa percakapan ini percuma dan dia hanya buang-buang waktu saja, raja para vampire itu akhirnya kembali bersuara,

"Aku akan pergi ke istana sekarang untuk mengumpulkan pasukan, Chanyeol saat ini sedang mengejar penculik anakmu, aku akan menyusulnya dengan bala bantuan." ujar Chanho menjelaskan pada Yunhoo.

"Aku ikut!!" Yunhoo akhirnya bersuara setelah mengembalikan kesadarannya.

"Bagus!! Akhirnya kau kembali berfikir jernih!! Aku fikir kau sudah kehilangan akal sehatmu dan hanya akan menangis tanpa melakukan apapun!!"

"Aku hanya terlalu terkejut, itu saja."

"Baiklah, mari kita ke istana sekarang."

"Baik."

Kedua vampire itu dengan segera melesat menuju ke istana untuk mengumpulkan pasukan.

~~~~~~

Sementara itu Chanyeol masih mengikuti jejak para vampire yang menculik Baekhyun.

Jejak itu menuntun pangeran vampire tampan itu untuk terus berjalan ke arah hutan kesunyian.

"Apa yang mereka lakukan di hutan kesunyian??! Bukankah tempat ini di larang?!!" ujar Chanyeol sembari masih terus berjalan mengikuti jejak para vampire itu.

"Mereka mau membawa Baekhyun kemana?!! Mengapa harus hutan kesunyian?!! Aku punya firasat buruk tentang ini, lebih baik aku segera bergegas menemukan mereka sebelum semuanya terlambat!!"

Tentu saja ini buruk, hutan kesunyian memiliki nama lain sebagai hutan kematian, tempat terlarang di Alahontas, letaknya lumayan jauh dari ibu kota, lebih tepatnya hutan ini berada di Deven.

Chanyeol terus mengikuti jejak para vampire itu, dia masuk semakin dalam ke pusat hutan, tentu saja ini bukan pertama kalinya pangeran tampan itu masuk ke dalam hutan kesunyian.

Jika kalian lupa, dia adalah vampire darah murni paling berbahaya yang pernah ada serta pangeran termuda yang di pilih langsung oleh mahkota ajaib, tentu saja seluruh tempat terlarang, sakral, suci dan berbahaya sudah pernah dia kunjungi.

Bahkan tempat yang mungkin mustahil bagi dark blood untuk masuki. Namun ada yang aneh dengan kondisi hutan kesunyian kali ini, hutan ini begitu gelap, lebih gelap dari sebelumnya, berbagai bau asing tercium, mengganggu penciuman sang pangeran.

"Ternyata mereka memilih tempat terlarang sebagai markas mereka." ujar Chanyeol sembari mengeluarkan seringai mengerikan.

Jangan tanyakan apa yang dia fikirkan, sudah pasti itu hal yang tak ingin kalian dengar, bahkan dark blood tertipu dengan muslihat yang Chanyeol mainkan selama ini.

Tentu saja, bila mereka tahu Chanyeol, sang pangeran vampire berani menginjakan kakinya di daerah terlarang, bahkan pernah beberapa kali berkunjung dan menjadikan daerah terlarang itu sebagai daerah kekuasaannya, mereka akan berfikir dua kali untuk menjadikan daerah itu sebagai markas mereka.

Namun yang lebih parah dari itu, semua daerah terlarang itu bukan hanya Chanyeol cap sebagai daerah kekuasaannya melainkan juga sebagai daerah tempatnya bermain, dengan kata lain menjadikan tempat itu sebagai markas mereka sama saja dengan bunuh diri!!

Satu hal yang Chanyeol khawatirkan adalah Baekhyun, pria mungil itu menghabiskan hampir separuh hidupnya di rumah sakit, tak pernah keluar bahkan hanya sekedar ke taman rumah sakit saja bisa di hitung jari, hingga dia terpukau dengan bunga-bunga di taman yang bagi Chanyeol adalah hal biasa, bahkan di istana lebih banyak bunga dan lebih indah dari pada itu.

Baekhyun tak mungkin tahan dengan atmosfir yang ada di hutan kesunyian, jika dia adalah vampire normal atau vampire biasa, bahkan keluarga kerajaan pun tak semuanya tahan, seolah hanya yang terpilih saja yang bisa memasuki hutan itu, sebab itulah hutan itu menjadi terlarang untuk di masuki.

Chanyeol terus mengikuti jejak itu, semakin dalam, semakin jauh ke dalam hutan kesunyian, suasana hutan ini benar-benar berbeda, hal ini membuat Chanyeol paham ada yang tak beres dengan daerah kekuasaannya ini.

Tentu saja pangeran tampan itu marah, berani sekali mereka mengusik daerah kekuasaannya.

Chanyeol terus berjalan menyusuri hutan itu mengikuti jejak yang semakin lama semakin jelas, aroma manis si mungil yang semakin lama semakin kuat memanjakan indra penciuman sang pangeran.

Hingga ketika mereka berada di pusat hutan, Chanyeol berhenti ketika melihat beberapa vampire tengah berhenti.

"Itu mereka." gumam Chanyeol ketika melihat ke tiga vampire dan si mungil yang berada dalam gendongan salah satu dari mereka.

Pangeran tampan itu menyembunyikan hawa keberadaannya dengan sempurna hingga ke tiga vampire itu tak menyadari bahwa mereka sedang di ikuti.

~~~~~~

Sementara itu di Heavenia

Sang ratu sudah selesai dengan urusannya, ke dua vampire yang terus mengawasinya menghilang begitu saja.

Sayang sekali mereka menghilang tepat pada waktunya sehingga ratu Chanhee tidak menyadari keberadaan mereka.

Dapat di pastikan, mereka bukan vampire biasa hingga bisa mengelabui ratu dan menyembunyikan keberadaan mereka walau hanya sebentar.

Ratu Chanhee yang tak menyadari apapun segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu, dia bahkan tak tahu jika pusara tempat peristirahatan terakhir sahabatnya Yun Hwa merupakan pusat dari heavenia dimana grimoir tersimpan.

~~~~~~

Tak lama setelah kepergian Chanhee, kedua vampire misterius itu kembali memunculkan diri di heavenia.

Tentu saja mereka kembali muncul, tujuan mereka adalah pusat dari heavenia, tempat di mana grimoir tersimpan.

"Akhirnya dia pergi juga." ujar salah satu vampire memulai.

"Itulah mengapa aku menyuruhmu untuk bersabar, karena tujuan kita adalah grimoir dan ratu bodoh itu tak boleh sampai tahu mengenai keberadaan benda sakral itu, jika dia sampai tahu rencana kita akan gagal total!!" ujar vampire wanita menyahuti ucapan kekasihnya.

Benar sekali, mereka adalah sepasang kekasih, du vampire misterius yang menginginkan kematian Byun Baekhyun lebih dari apapun, tapi mereka tak bisa membunuh pria mungil itu secara langsung hingga mereka harus menyusun siasat busuk demi melaksanakan keinginan terbesar mereka.

MEMBUNUH BYUN BAEKHYUN, lebih tepatnya KEMATIAN BYUN BAEKHYUN yang sudah mereka anggap sebagai musuh terbesar mereka dan kunci utama yang akan menghancurkan segala rencana yang mereka buat selama ini.

Oleh sebab itu mereka sangat ingin membunuh Baekhyun, mereka benar-benar menginginkan kematian bocah malang itu, terutama sejak peristiwa itu terjadi, Baekhyun benar-benar pembawa malapetaka untuk mereka.

Pria mungil yang malang itu terbukti sebagai pembawa kehancuran bagi mereka, bocah itu berbahaya!! Sangat berbahaya!!

"Kau benar, biar bagaimana pun rencana kita tidak boleh sampai gagal!!" ujar sang vampire pria membenarkan ucapan sang kekasih.

"Benar, penantianmu, penantian kita selama bertahun-tahun lama, dengan sabar kita menyusun rencana ini, mungkin rencana kemarin terdapat sedikit kesalahan, tapi rencana awal kita masih sama, yaitu membunuh si pembawa bencana itu, Byun Baekhyun!!" vampire wanita kembali mengingatkan rencana awal mereka.

"Kau benar!! Hama itu, ancaman itu harus di musnahkan dari dunia ini!! Dia begitu berbahaya!!" vampire pria membenarkan ucapan kekasihnya.

"Tepat sekali sayang, dengan bantuan grimoir maka hal itu bukanlah mustahil, kita pasti bisa membunuh bocah sialan itu sebelum ramalan mengerikan itu terjadi!!"

"Apa kau yakin grimoir tidak salah?? Kemarin rencana kita gagal, Byun Baekhyun!! Bocah itu tidak mati bahkan setelah benih berbahaya sang pangeran masuk ke dalam tubuhnya!!"

"Grimoir tidak salah, grimoir itu benda sakral, satu-satunya di dunia vampire, jika pun bocah itu tidak mati, kemungkinan hanya ada dua hal."

"Apa itu?"

"Yang pertama, bocah itu di karuniai perlindungan mutlak dan keberuntungan para dewa dan yang ke dua kita telah salah memahami arti tulisan pada grimoir dan salah mengambil langkah."

"Aku rasa ke duanya benar!! Byun Baekhyun benar-benar mengerikan!! Sangat berbahaya!! Kita telah benar-benar salah dalam mengambil langkah!! Bocah itu malah bertemu dengan pangeran Chanyeol dan mereka akhirnya mengenal satu sama lain!! Setelah apa yang kita lakukan!!"

"Benar, mungkin kita telah salah mengambil langkah. Mungkin memang itu adalah takdir mereka, untuk saling bertemu, karena biar bagaimana pun mereka adalah mate, meski tak ada satu pun yang tahu, bahkan bocah itu dan juga pangeran tak akan pernah tahu!!"

"Mengapa kau begitu yakin?? Bahkan mereka memiliki ikatan yang kuat!! Mereka itu Absolute Mate, berbeda dengan kebanyakan pasangan, mereka bisa merasakan aroma masing-masing dan hanya pasangan masing-masing yang bisa merasakan, vampire lain tak akan tahu aroma dari Absolute Mate."

"Itu tak apa, Absolute Mate itu bagi mereka hanya dongeng, tidak nyata, tidak pernah ada, mereka bahkan tidak tahu ada pasangan yang bisa merasakan aroma masing-masing dan di sebut sebagai Absolute Mate. Mereka tak akan pernah menyadari jika mereka adalah mate." ujar sang vampire wanita sedikit menyeringai.

"Lagipula, karena kejadian itu, pasti Chanhoo, raja bodoh itu pasti sudah mengingatkan pangeran bodoh itu mengenai hukum darah murni itu, dan mungkin Yunhoo juga sudah memberitahu Baekhyun tentang hal itu." lanjutnya lagi.

"Baguslah kalau begitu." ujar vampire pria sembari menampilkan senyum penuh kejahatan.

"Mari kita hentikan pembicaraan ini." lanjutnya lagi.

"Baik."

Setelah diskusi yang panjang mengenai rencana mereka sebelumnya yang gagal, serta kesalahan mereka yang membuat Baekhyun dan Chanyeol menjadi saling mengenal.

Akhirnya mereka mendapatkan solusinya, solusi yang membuat mereka tenang, karena hukum darah murni membuat sang pangeran dan si mungil tak akan bisa bersatu.

Kedua vampire itu kemudian bergegas ke pusara tempat peristirahatan terakhir Yun hwa. Pusara itu adalah pusat dari heavenia, tempat dimana grimoir tersimpan.

"Halusination lil grimoir." sebuah mantra asing terucap dari mulut si vampire pria.

Tiba-tiba terbentuk tangga menuju ke bawah, dasarnya tidak terlalu terlihat jelas, sungguh sangat rahasia.

Ke dua vampire itu bergegas menuruni tangga, menuju ke bawah, menuju Klozeus, ruang rahasia tempat grimoir bersemayam.

"Berapa kali pun aku datang ke Klozeus, tempat ini sangat menakutkan, aku dengar Klozeus tempat yang menakjubkan, ternyata pelajaran sejarah itu salah, mereka tak pernah tahu bahwa sebenarnya Klozeus merupakan tempat seperti ini." ujar vampire wanita sedikit menggerutu.

Kekasih vampire wanita itu terkekeh, kemudian dia membalas, "Tak ku sangka ternyata kau memperhatikan pelajaran sejarah, apa kau menyukainya? Tak ku sangka kau menyukai sejarah." ujarnya menggoda sang kekasih.

"Hentikanlah kau Choi Dae won!!" ujar vampire wanita sedikit kesal, dia menyebutkan nama lengkap sang kekasih.

"Ada apa sayangku?? Choi Won hi?? Apa kau butuh pelukan??" ujar sang kekasih masih terus menggoda si vampire wanita.

Benar sekali, Choi Dae won, adalah nama dari vampire misterius yang mencuri darah Chanyeol dan Baekhyun dari Yunhoo, dialah yang membuat sang pangeran dan si mungil akhirnya melakukan ritual penyatuan tubuh itu.

"Kau menyebalkan Dae won!!" ujar vampire wanita sembari memasang wajah cemberut.

"Maafkan aku sayang, iya aku salah." ucap Dae Won memasang wajah menyesal.

"Sudahlah!! Mari kita menuju ke tempat itu dan mulai membaca grimoir sekali lagi."

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan mereka, tangga tempat mereka masuk tadi sudah kembali seperti semula, kembali menyembunyikan pusat Heavenia, Klozeus.

Mereka terus menyusuri lorong panjang itu, lilin-lilin di samping kanan dan kiri mereka menyala seolah membuka jalan dan menuntun mereka ke suatu tempat.

Kedua vampire itu terus berjalan, cahaya di lorong itu cukup terang bagi mereka untuk berjalan namun tetap saja mengerikan karena sekitar mereka tetap gelap, setelah mereka lewat lilin-lilin di belakang mereka mati sehingga di belakang mereka sangat gelap.

Mereka sampai di ruangan yang lebih besar dari sebelumnya, terdapat sebuah altar di tengah ruangan, mereka berdua berjalan mendekati altar itu.

Ketika keduanya menginjak batasan yang seharusnya tidak di lewati, tiba-tiba altar itu bercahaya, sebuah suara terdengar dari altar tersebut.

"Selamat datang di Krozeus, pusat dari tempat suci dan sakral Heavenia. Tempat ini terlarang untuk di masuki, silahkan tinggalkan tempat ini sekarang."

"Aku adalah anggota keluarga kerajaan, masihkah terlarang bagiku untuk memasuki tempat ini?" ucap Choi Dae won menanggapi suara tersebut.

"Keluarga kerajaan adalah satu-satunya bisa memasuki tempat ini, silahkan teteskan darah anda di tempat yang tersedia untuk memastikan bahwa anda tidak berbohong."

Dae Won segera melakukan apa yang di minta oleh suara tersebut.

"Anda benar adalah anggota keluarga kerajaan, silahkan nikmati waktu anda di Klozeus." setelah itu suara itu menghilang begitu saja.

Dae won tersenyum jahat, setidaknya darah yang dia benci bisa membawa keuntungan baginya, setelah itu dia kembali mengucapkan mantra yang sama.

"Halusination lil grimoir."

Altar terbuka menjadi dua dan muncul sebuah buku tua berwarna coklat muda dan buku tua lainnya yang berwarna biru tua.

"Itu grimoir." ucap Won hi dengan mata berbinar.

Sebelum mengambil grimoir dan membacanya, Dae won terlebih dahulu mengambil dan membaca buku berwarna biru tua tersebut.

Di sampul buku biru itu ada tulisan Park Baek Gi's Book. Buku itu adalah catatan yang di tulis oleh Park Baek Gi. Leluhur vampire darah murni yang melakukan kesalahan yang membawa bencana pada kerajaan vampire.

Di lembar pertama ada penjelasan mengenai siapa Park Baek Gi dan apa itu grimoir.

Lembar pertama :

'Permulaan'

Aku menulis catatan ini untuk kalian keturunanku. Aku telah melakukan kesalahan besar, aku membuat ayahku murka.

Kesalahanku sangat fatal, kerajaan vampire berada dalam ambang kehancuran, dan akulah penyebabnya.

Dark blood adalah kesalahanku. Aku di hukum dan akhirnya aku memilih pergi dan mengasingkan diri.

Dalam pengasinganku aku menemukan sebuah buku, benda sakral itu ku sebut sebagai grimoir.

Grimoir hanyalah lembaran kosong ketika di buka, namun percayalah grimoir merupakan buku ramalan yang hidup.

Apa yang sudah grimoir ramalkan akan hilang dan hanya bisa di baca oleh mereka yang menemukan ramalan itu.

Oleh karena itu, ramalan yang aku temukan di dalam grimoir akan hilang dan hanya aku seorang yang bisa membacanya, untuk itu aku menuliskannya dalam buku ini, agar kalian para keturunan ku mengetahuinya.

Park Baek Gi

£109¶

Mereka membaca satu persatu halaman dalam buku itu, mulai dari sejarah kerajaan hingga sejarah darah murni dan juga ramalan masa depan.

Di lembar ke 50, ada tulisan sang pemilik buku, Park Baek Gi mengenai ramalan yang berjudul sang harapan yang dia baca dan lihat di grimoir.

'Sang Harapan'

Hari ini grimoir bersinar, sebuah ramalan baru muncul.

Ramalan mengenai seorang omega yang akan menghancurkan seluruh kejahatan.

Omega manis itu terlahir pada saat bulan berwarna biru, paras omega itu sangat indah seindah bulan biru yang bersinar di saat kelahirannya.

Omega itu adalah adik dari seorang Alpha, mereka terlahir kembar.Takdir selalu membawa omega itu kepada kemalangan, dia selalu terlibat dengan masalah.

Kebaikan tak mengharapkan kematiannya namun kejahatan sangat mengharapkan kematian sang omega.

Jika dia hidup maka kebaikan menang, jika dia mati maka kejahatan yang menang. Temukan omega itu, dialah harapan kerajaan vampire.

Dialah sang pembawa kehancuran bagi kejahatan, terutama Dark Blood.

Dialah satu-satunya yang dapat menyelamatkan kerajaan dari kehancuran.

Simpan buku ini, jangan sampai jatuh kepada orang yang salah, lindungi omega itu, aku telah membuat kesalahan karena menciptakan Dark Blood.

Buku ini menyampaikan kebenaran, beberapa hal yang telah terjadi dan belum terjadi akan tercatat di sini.

Aku tinggalkan buku ini untuk kalian keturunanku. Jagalah dengan baik dan jangan sampai kejahatan mengetahui mengenai ramalan omega ini.

Park Baek Gi

£120¶

Begitulah isi ramalan di halaman ke 50, mengenai sang harapan, omega yang terlahir pada malam bulan biru.

"Kita harus membunuh Baekhyun, dialah sang harapan itu." ucap Won hi setelah membaca kembali catatan Baek gi.

"Benar, dialah sang harapan itu." sahut Dae won menyetujui.

Detik selanjutnya Dae won mengambil grimoir dari tempatnya dan mulai membukanya.

Untuk catatan, grimoir tidak bisa di bawa keluar dari tempat ini, jadi mereka hanya bisa kembali ke sini untuk melihatnya lagi.

"Grimoir...grimoir...grimoir, truth de laulaz." Dae won mengucapkan mantra aneh lainnya.

Grimoir tiba-tiba bersinar, buku berwarna cokelat tua itu tiba-tiba terbuka lebar, muncul tulisan berwarna hitam di kertas yang berwarna coklat muda yang tadinya kosong itu.

Kematian omega bulan biru, omega malang itu beberapa kali telah melewati masa berbahaya, dimana kematian berada di depan mata.

Dia semakin kuat namun juga rapuh. Percobaan pembunuhannya terakhir kali berakhir gagal, namun kejahatan tak akan menyerah.

Begitulah isi dari ramalan yang baru saja di keluarkan oleh grimoir.

"Ramalannya berubah, kejadian itu benar-benar tercatat, rencana pembunuhan kita." ujar Won hi.

Dae won hanya menganguk, kemudian detik selanjutnya dia kembali mengucapkan mantra aneh.

"Grimoir la omega death."

Kembali muncul tulisan di lembar kosong dalam grimoir.

Omega bulan biru tak bisa di bunuh secara langsung, gunakan cara halus, jangan dekati dia dan jangan lukai secara langsung.

Tulisan singkat itu tertera di lembar kosong grimor selama 10 menit kemudian menghilang begitu saja bagai tertiup angin.

"Buku ini sangat berguna, seandainya kita bisa membawanya keluar dari tempat ini pasti sangat bagus." ucap Won hi antusias namun terselip sedikit nada kecewa.

Detik selanjutnya Dae won kembali meletakan kedua buku itu di atas altar dan semua kembali seperti semula.

Mereka berdua keluar dari Klozeus dan kembali menyusun rencana selanjutnya.

~~~~~~~

Sementara itu di Klozeus.

Grimoir kembali bersinar dan terbuka lebar.

Kebenaran sejati hanyalah bisa di ketahui oleh mereka yang berhati bersih, aku adalah pedang bermata dua. Aku hidup dan aku tercipta untuk tuanku.

Semuanya hanya melihat apa yang mereka ingin lihat sebagai kebenaran, mereka tak melihat kebenaran sejati.

Hanya mereka yang terpilih lah yang bisa menemukan dan mengetahui kebenaran sejati itu. Keturunan ke tujuh dari tujuh turunan lah yang bisa melakukannya.

Begitulah isi dari tulisan yang di keluarkan grimor tepat setelah kepergian ke dua vampire jahat itu.

Apa yang Dae won dan Won hi lihat bukanlah kebenaran, melainkan hanya halusinasi mereka saja.

~~~~~~

Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di istana, baik Chanho dan Yunhoo sedang bergegas mengumpulkan pasukan, bala bantuan untuk sang pangeran, park Chanyeol.

Semua vampire sibuk, mereka tidak terlalu mengerti mengapa tiba-tiba sang raja membentuk pasukan dan meminta mereka segera bergegas ke hutan kesunyian.

Satu hal yang mereka tahu pasti adalah, sang pangeran, park Chanyeol membutuhkan bala bantuan segera di hutan kesunyian.

Tentu saja para pengikut setia pangeran Chanyeol tak bisa tinggal diam, mereka juga membentuk pasukan rahasia secara diam-diam, nyatanya pasukan yang terdiri dari para pengikut setia pangeran Chanyeol lebih kuat dan lebih hebat dari pada para pasukan di kerajaan.

Mereka bayangan park Chanyeol, mereka terdiri dari orang-orang kuat yang bersembunyi, tak ada yang tahu jika mereka mengabdikan jiwa serta raga mereka hanya untuk sang pangeran, bahkan sang raja sekalipun.

Bahkan ada rumor yang beredar, bahwa kebanyakan anggota dari pasukan itu adalah para petinggi kerajaan atau bahkan para pemuda berbakat, tapi tak ada yang tahu kebenarannya.

Pasukan ini kemudian lebih di kenal sebagai Blue Crown, pasukan mahkota biru, pasukan semu yang tak pernah benar-benar terbukti ada, meski nyatanya memang ada, belum pernah ada yang melihat pasukan berbahaya itu secara langsung.

Sebelumnya Chanyeol telah memberitahukan dimana lokasi mereka membawa si mungil melalui telepati kepada sang ayah, Chan ho.

Di sela kesibukan itu, Kyungsoo dan Luhan yang melewati daerah itu tertarik karena melihat sang raja yang sedang mengatur pasukan.

"Ada apa ini?" gumam Kyungsoo pada Luhan.

"Entahlah, mungkin mereka ingin berperang??" jawab Luhan menerka-nerka.

"Mari kita tanyakan." final Kyungsoo.

Special Twins itu kemudian berjalan mendekati sang raja yang terlihat tengah mengobrol dengan seseorang.

"Ayahanda." ucap Kyungsoo pertama kali pada Chan ho, setelah pria itu selesai berbincang dengan Yunhoo.

"Oh...Kyungsoo dan luhan, seperti biasa kalian selalu bersama," ujar Chanho terkekeh.

"Tentu saja ayahanda, jika anda lupa, kami adalah special twins." ujar Luhan kemudian.

"Ayah, bolehkah kami bertanya sesuatu?" ucap Kyungsoo setelahnya.

"kalian ingin bertanya apa nak?"

"Apakah ayah akan pergi berperang?" Kyungsoo memulai pertanyaannya.

"Mungkin." jawab Yunhoo singkat.

"Apakah musuh menyerang kerajaan kita ayahanda??" Kyungsoo masih bertanya.

"Saat ini belum, tapi mereka mulai bergerak."

"Jika mereka belum menyerang, lalu untuk apa semua pasukan ini ayahanda??" Luhan mulai berbicara.

"Ini bala bantuan untuk pangeran Chanyeol, dia ada di hutan kesunyian."

"Apa pangeran di serang??" ucap Luhan kembali.

"Tidak."

"Lalu untuk apa mengirim bala bantuan??"

"Pangeran sedang menyelamatkan seseorang."

Luhan dan Kyungsoo nampak terkejut dengan penuturan sang raja, pangeran berhati dingin itu menyelamatkan seseorang?? Apa dunia sedang mempermaikan mereka??! Itu mustahil!!

Siapa orang hebat yang membuat sang pangeran rela mengorbankan waktunya yang berharga hanya untuk menyelamatkannya??! Mereka sangat penasaran untuk mengetahuinya.

"Menyelamatkan seseorang?" ujar Kyungsoo mulai bertanya.

"Benar, pangeran sedang menyelamatkan seseorang."

"Siapa ayahanda?" ujar Luhan kemudian.

"Byun Baekhyun, putra tuan Byun telah di culik dan sekarang pangeran Chanyeol tengah menyelamatkannya.

"Byun Baekhyun??" ujar Kyungsoo mengulang nama yang cukup asing baginya.

"Benar, Baekhyun putra saya tuan Kyungsoo." ujar Yunhoo tiba-tiba.

"Ah dokter Byun." sahut Luhan tiba-tiba, omega cantik itu baru menyadari keberadaan Yunhoo setelah dokter paruh baya itu bersuara.

Sejak tadi baik dirinya maupun Kyungsoo terlalu antusias mendengar Chanyeol menyelamatkan seseorang sehingga mereka lupa akan keadaan sekitar.

"Dokter Byun, kau memiliki seorang putra??" kali ini Kyungsoo yang bersuara dengan nada sedikit heran.

"Benar tuan Kyungsoo, umurnya pun tak jauh beda dengan anda sekalian." jawab Yunhoo cepat.

"Ku pikir kau tak memiliki siapapun??" Kyungsoo kembali bersuara.

"Tidak tuan, aku memiliki seorang putra, hanya saja tak banyak yang mengetahui mengenai bocah malang itu." ucap Yunhoo dengan nada sedih yang kentara.

"Mengapa??" tanya Luhan heran.

"Dia selalu menghabiskan waktunya di ruang isolasi di rumah sakit karena penyakit yang di deritanya, tak banyak yang tahu keberadaannya, dia bahkan tak tahu dunia luar, dia juga tak memiliki teman, sepanjang hidupnya hanya dia habis dengan menjalani berbagai tes fisik dan kesehatan di rumah sakit." ujar Yunhoo dengan raut wajah penuh kesakitan.

"Saya bahkan terpaksa harus menyembunyikan keberadaannya dari dunia luar karena penyakitnya bukan sembarang penyakit, bahkan hanya untuk melihat taman rumah sakit dia harus mengedap-endap keluar dari kamarnya, dia sedikit pembangkang, mungkin karena bosan berada di ruangan isolasi terus menerus, dia anak yang baik, dia tak pernah sekali pun mengeluh kesepian pada saya." lanjutnya dengan nada penuh kesedihan.

Yunhoo kembali mengingat saat kejadian dimana putra mungilnya dan pangeran menghilang bersamaan dan hampir bertemu di atap rumah sakit jika dia terlambat memanggil Baekhyun.

Dia kembali mengingat bagaimana Baekhyun yang untuk pertama kali dalam hidupnya mengungkapkan perasaannya yang tertekan karena selalu di larang keluar dari ruangannya.

Sementara Luhan dan Kyungsoo menjadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai sosok bernama Byun Baekhyun ini, terutama Kyungsoo, dia sangat memahami bagaimana rasanya kesepian itu.

~~~~~

Kembali ke hutan kesunyian.

"Itu mereka."

Chanyeol melihat para vampire yang menculik Baekhyun dan si mungil yang berada dalam gendongan salah satu vampire.

Dia tak bisa gegabah, dia tak tahu berapa banyak musuh yang dia hadapi atau sebesar apa kekuatan mereka, sekuat apa mereka, dia belum tahu pasti apa musuhnya adalah Dark blood atau bukan.

Pangeran tampan itu terus memperhatikan para vampire penculik Baekhyun itu, dia tak mau sampai mereka mengetahui dia mengikuti mereka dan kembali menghilang.

~~~~~

Sementara itu, Baekhyun yang kembali mendapatkan kesadarannya, terkejut bukan main dan kembali meronta agar di lepaskan.

"Lepaskan aku!! Lepaskan aku!!"

"Diam kau!!"

"Lepaskan aku!!"

Salah satu vampire kembali memukul tengkuk Baekhyun hingga si mungil kembali kehilangan kesadarannya.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh dari para vampire itu, Chanyeol bisa melihat dengan jelas perlakuan mereka terhadap si mungil, entah mengapa dia merasakan amarahnya memuncak.

Dia ingin menghancurkan mereka karena telah berbuat kasar pada Baekhyun, tapi tunggu dulu, mengapa dia merasa seperti itu??

Baekhyun bukanlah siapa-siapa baginya, benarkan?? Dia merasa telah kehilangan akal sehatnya, dia bukan seperti dirinya yang biasanya tenang dan dingin.

Siapa Baekhyun sebenarnya?? Mengapa dia ikut terluka ketika melihat si mungil terluka?? Ini seperti si mungil adalah bagian dari dirinya, dengan kata lain matenya, tapi itu tak mungkin, itu sangat mustahil.

Pangeran tampan itu kembali kepada kesadarannya, dia hanya ingin meminta maaf pada si mungil, tidak lebih. Hukum darah murni adalah mutlak dan Baekhyun bukanlah matenya dan tidak akan pernah menjadi matenya.

~~~~~

Sementara itu di istana

Pasukan sudah terbentuk dan siap menuju ke lokasi dimana sang pangeran berada.

Dapat di pastikan akan terjadi perang besar di hutan kesunyian, sepertinya Dark Blood melakukan kesalahan besar kali ini.

Menculik Baekhyun adalah rencana awal mereka yang mungkin saja menjadi kesalahan terbesar mereka, karena menculik si mungil, maka kerajaan vampire bertindak dan sudah di pastikan mereka mengambil langkah yang salah denga menculik si mungil.

"Semua sudah siap??" Chanho bertanya.

"Siap!!" semua pasukan yang berisi ribuan prajurit dan juga puluhan bahkan ratusan panglima perang menjawab dengan serentak.

Dari pada di sebut sebagai pasukan bala bantuan, pasukan ini lebih mirip pasukan tempur, pasulan rela mati yang bersiap menuju medan pertempuran.

"Kita berangkat!!" ujar Chanho kemudian.

Raja para vampire, park Chanho beserta pasukan tempur milik bergegas menuju ke lokasi dimana pangeran negeri vampire, Park Chanyeol berada.

Ini sepertinya akan menjadi perang besar antara darah murni, Pureblood dan Darkblood, dan semua penyebabnya adalah Byun Baekhyun.

Kesalahan terbesar dati Dark Blood adalah menculik omega manis nan mungil bernama Byun Baekhyun, omega bulan biru, sang harapan yang menjadi ancaman bagi mereka.

Dan selamat, ramalan itu mungkin akan segera menjadi kenyataan, Dark Blood akan musnah, kejahatan akan kalah dan kebaikan akan menang.

Takdir dark blood di tentukan kali ini, akankah mereka segera menyadari keberadaan sang pangeran, atau mereka terlambat menyadari, hingga pada akhirnya kehancuran lah yang akan mereka temui?!!

Satu hal yang pasti, Byun Baekhyun itu berbahaya, hanya karena dirinya seluruh negeri vampire bergegas menyelamatkannya, bahkan sang pangeran langsung yang turun tangan.

Dark Blood dalam bahaya!!

Menculik Baekhyun adalah kesalahan!! Kesalahan terbesar bagi Dark Blood!! Kesalahan yang tak seharusnya mereka lakukan.

Menyesal tak ada gunanya dan sekarang kehancuran berada di depan mata!!

Selamat datang di ambang kehancuran, wahai kalian Dark Blood!!

Nikmati waktu kalian selagi bisa, karena saat ini sang raja sendiri yang turun tangan memimpin pasukan, dan sekali lagi hal ini terjadi hanya karena seorang omega bernama Byun Baekhyun!!

Game over Dark Blood!!! Good Bye!!!

HAHAHA...

l

l

l

l

~To be Continued~

l

l

l

l

Holla, I'm back :')

Do you miss me?? XD

l

l

l

l

Chapter kali ini cuma sampe 6K aja, udah mentok di situ idenya T_T

Maaf kalo Chapter kali ini jelek banget dan gk sesuai harapan kalian π_π#Bow

Udah lama gk update jadi mau update, tadinya sih rencana update khusu untuk mereka yang menghabiskan malam minggu ini sendirian di kamar aja XD

Untuk menemani mereka, tapi apalah daya, baru bisa ke update di hari minggunya, haha.

Dan ini updatenya maksa banget, sangking mau update gegara kelamaan gk update-update T_T Berasa punya hutang sama kalian para readers tercinte XD

Aku lagi sibuk-sibuknya sekarang, jadi gk bisa sering update #Mianπ_π

Mind to review??

Thanks #Muach