Dangerous Pureblood

by

Coldnana

l

l

l

l

Cast : Nantikan dalam cerita.

Omegaverse, Chanbaek, Yaoi, Vampire, Fantasy, M-Preg

l

l

l

l

l

Happy Reading Guys~~

l

l

l

l

Masalah baru di mulai, peristiwa ini akan di catat dalam sejarah kerajaan vampire sebagai peristiwa yang paling mengerikan dalam sejarah setelah tragedi Alfeist terjadi.

Para vampire akan mengenalnya sebagai tragedi benih kutukan atau yang di sebut sebagai tragedi Cursed Seed.

"Permainan sesungguhnya baru saja di mulai, dan aku akan menjadi orang pertama yang tertawa karena hal itu." ujar Dae won tertawa jahat.

"It's show time!" ujar Dae Won menyeringai, setelah itu dia menjentikan jarinya tanda bahwa permainan baru telah di mulai.

Dark Blood mulai menjalankan aksinya.

Benih kutukan yang mereka buat akan segera melaksanakan tugasnya, kehancuran kerajaan vampire di depan mata.

Hal yang sangat mengerikan akan terjadi lagi, mereka akan mati, mati karena benih kutukan yang dark blood ciptakan!

ooooo

ooo

o

Saat ini, proses penyuntikan sperma pangeran Chanyeol sedang berlangsung, Chanho menunggu dengan raut wajah khawatir, dia takut jika proses ini gagal dan rencananya untuk menimang cucu gagal, meski dia tak menyukai cara ini, inilah satu-satunya cara agar putranya, Chanyeol bisa memiliki keturunan.

Cara yang cenderung tidak alami, itulah yang membuat Chanho tak menyukainya, namun demi untuk memperbanyak jumlah darah murni dan untuk kelangsungan kerajaan Alahontas.

Chanho tak memiliki pilihan lain, dia memilih cara ini, karena sumpah demi apapun, Chanyeol yang setuju untuk melakukan pendonoran sperma meski harus di paksa terlebih dahulu merupakan hal yang langka.

Chanho tak bisa meminta lebih, meski dia tak menyukai caranya, baginya yang terpenting adalah putranya bisa memiliki keturunan berstatus Alpha yang menjadi salah satu syarat utama jika Chanyeol ingin naik tahta.

Dan keputusan Chanho salah, andai saja dia tahu jika benih putranya, Chanyeol merupakan benih kutukan maka dia tidak akan melakukan proses pendonoran sperma ini. TIDAK AKAN PERNAH!

ooooo

ooo

o

Sementara itu di tempat lain, Chanyeol, pangeran negeri vampire itu sedang berada di perpustakaan membaca sebuah buku.

Sejak awal pangeran tampan itu memang tak peduli dengan proses pendonoran sperma itu.

Jika kalian lupa, Park Chanyeol adalah pria berhati dingin yang bahkan tak berniat mencari mate miliknya.

Yang menjadi pusat perhatiannya saat ini adalah buku yang sedang pangeran tampan itu baca.

Buku yang asing dengan sampul sedikit usang, sepertinya itu adalah buku lama.

Di sampul buku itu tertulis Purple Vanish Emergency.

Setelah kejadian yang terjadi pada si mungil Baekhyun 4 bulan lalu, Chanyeol, pangeran tampan itu terus mencari tahu mengenai purple vanish.

Dia mengunci diri di perpustakaan istana dan membaca berbagai buku mengenai purple vanish.

Masih menjadi misteri mengapa pangeran tampan itu tiba-tiba tertarik untuk mempelajari mengenai purple vanish lebih lanjut.

Lembar terakhir dari buku itu menampilkan tahapan akhir dari Purple Vanish.

Tahap akhir Purple vanish

Cahaya ungu yang bersinar di sekitar penderita adalah tahap akhir dari kondisi ini, cahaya itu tak boleh redup atau bahkan menghilang.

Jika cahaya itu menghilang, hanya ada dua kemungkinan, jiwa si penderita terjebak atau si penderita mati.

Itulah tulisan yang tertera di buku yang saat ini tengah Chanyeol baca.

Pangeran tampan itu kemudian membuka lembar selanjutnya dari buku yang tengah dia baca saat ini.

Cara Menyembuhkan

Purple vanish memang kondisi langka dan sangat sulit untuk di sembuhkan, namun bukan berarti kondisi ini tak bisa di sembuhkan.

Cara penyembuhannya sangatlah sederhana, dengan hati yang tulus seseorang harus memasuki

"Aaarrgh!" Chanyeol berteriak frustasi.

"Mengapa harus menghilang di bagian yang penting!" ujarnya berteriak.

Masalahnya adalah lembaran itu robek di tulisan penting yang menjadi kunci dari cara satu-satunya untuk menyembuhkan purple vanish.

Pangeran tampan itu berdiri dan berjalan menuju ke rak tempat dia mengambil buku mengenai purple vanish yang saat ini sedang dia baca.

Chanyeol terus mencari buku lainnya, berharap lanjutan dari cara penyembuhan purple vanish yang terpotong terselip di salah satu buku-buku itu.

Namun semua itu tak membuahkan hasil, usahanya gagal, dia tak menemukan petunjuk apapun, disaat dia sudah hampir menyerah, dia menemukan sebuah buku aneh yang posisinya berbeda dari buku lainnya.

Pangeran tampan itu merasa tertarik dan berniat mengambil buku yang sedikit aneh itu, ketika dia menarik sedikit bagian buku itu keluar, hal aneh terjadi.

Sebuah tangga muncul di bawah lantai, tangga yang misterius dan tak tahu mengarah kemana.

"Tangga apa ini? Tak kusangka ada ruang rahasia di bawah sini." ujar Chanyeol bersemangat.

Detik selanjutnya pangeran tampan itu sudah melangkahkan kakinya menapaki satu persatu anak tangga yang menuju ke ruangan rahasia di bawah perpustakaan.

OOOOO

OOO

O

Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di rumah sakit, kegiatan itu masih berlanjut dan sejauh ini tak ada hal aneh yang terjadi.

Seharusnya begitu, sampai salah satu saudari omega pangeran Chanyeol berteriak kesakitan.

Dia adalah omega pertama yang merasakan efek dari benih terkutuk, itu karena dialah yang pertama kali di suntikan benih itu.

"Aaaargghh! Sakit!" teriaknya tiba-tiba.

Dokter yang menanganinya terkejut bukan main melihat kondisinya.

Sekujur tubuhnya melepuh, memerah seperti di gerogoti sesuatu dari dalam.

Sang raja yang mendengar teriakan salah satu putri omeganya segera berlari menuju ke sumber suara.

Seperti halnya sang dokter,Chanho juga sangat terkejut, terkejut bukan main dengan kenyataan di depan matanya.

"Apa yang terjadi?!" ucapnya dengan nada panik yang terlihat jelas.

"Saya tidak tahu yang mulia, ini terjadi secara tiba-tiba." ujar sang dokter takut-takut.

"Apa penyebabnya?" ujar Chanho mencoba tenang.

"Saya tidak yakin, namun-" ucapan sang dokter terpotong kala teriakan lainnya terdengar.

Aaaaarrgghhh!

Terdengar teriakan di tempat lain.

"Apalagi kali ini?!" ujar Chanho frustasi.

Hal itu tak berhenti sampai di situ, teriakan-teriakan lain mulai terdengar, saling bersahutan, terdengar memilukan dan mengerikan.

Aaaarrrghhh!

Kali ini teriakannya terdengar sampai ujung lorong.

Sementara Chanho sudah tak sanggup berkata apa-apa lagi, keadaan ini di luar perkiraan.

Dia tak mengerti apa yang sedang terjadi, namun satu hal yang dia tahu pasti, hal buruk sedang terjadi saat ini!

Keadaan ini tak bisa di anggap enteng!

Apa yang terjadi saat ini adalah masalah serius! Masalah besar yang akan terukir dalam sejarah!

Suasana rumah sakit kacau balau, para dokter dan perawat berlarian kesana kemarin.

Rumah sakit dilanda kepanikan hebat, dan semua ini karena benih kutukan itu!

Para dokter segera menghadap sang raja, mereka melaporkan apa yang saat ini sedang terjadi.

Semua laporan sama, para saudara omega Chanyeol mengalami hal yang mengerikan.

"Kumpulkan mereka semua dalam satu ruangan, pantau mereka secara bersamaan." ujar Chanho memberi perintah.

Dia berusaha tenang, meski batinnya tengah berperang, memikirkan penyebab dari masalah yang tengah terjadi.

Satu hal yang terlintas di benaknya saat ini adalah ada yang salah dengan benih putranya, Chanyeol.

ooooo

ooo

o

Sementara Park Chanyeol, sumber dari semua masalah yang saat ini tengah terjadi di permukaan sedang menyusuri tangga menuju ruangan rahasia yang baru saja dia temui.

Pangeran tampan itu terus berjalan penuh semangat tanpa ada keraguan, dia terus berjalan tanpa tahu kejadian mengerikan yang tengah terjadi di permukaan.

"Panjang juga tangga ini." gumam Chanyeol ketika dia tak kunjung menemukan ujung dari tangga yang tengah di telusuri.

Pangeran tampan itu terus menyusuri tangga itu, dia menuruni tiap anak tangga, mengikuti tangga itu berujung.

Di tiap sisi tangga terdapat api biru yang menerangi, api biru itu adalah api ciptaan Chanyeol.

"Akhirnya sampai juga." ujar Chanyeol sedikit lega ketika melihat ujung dari tangga yang sedang di telusurinya.

Ketika pangeran tampan itu menginjakan kakinya di anak tangga yang terakhir, tiba-tiba ruangan yang tadinya gelap di penuhi cahaya.

Chanyeol sempat terkejut sebentar, karena cahaya yang memenuhi tempat itu begitu menyilaukan dan menutupi pandangannya.

Ketika pangeran tampan itu membuka mata, semuanya berubah, dia merasa seperti berada di dunia lain.

Ruangan kokoh, megah serta mewah ada di hadapannya, bahkan tangga yang dia turuni tadi berubah menjadi begitu indah.

Mungkin memang tangga itu sudah indah, hanya saja karena gelap maka pangeran tak menyadarinya.

Itu semua tak penting, yang ada di fikiran Chanyeol saat ini, dia berada di mana, dan tempat apa sebenarnya yang dirinya datangi ini.

Chanyeol melihat kesekitar, dia ingin menelusuri tempat ini lebih jauh, sejenak dia ragu untuk melangkah, karena di depannya ada air, lebih tepatnya danau.

Dia mencoba untuk melangkahkan satu kakinya untuk mengecek suhu dari air danau itu.

Namun begitu terkejutnya sang pangeran, dia salah, itu bukanlah danau, itu adalah lantai kaca, lantai yang terbuat dari kaca yang sangat jernih sehingga membuat orang terkecoh dan menyangka itu adalah danau.

Dengan mantap Chanyeol kembali melangkahkan kakinya di lantai kaca yang berwarna biru jernih itu.

Dia menelusuri sekitar dan di buat semakin takjub dengan keindahan serta kemegahan tempat itu.

Di atas ruangan itu terdapat lampu kristal yang mewah dan begitu indah, dengan kilau lampu berwarna putih.

Di tiap sisi ada tangga yang terbuat dari emas, dengan balkon yang mengelilingi lantai kaca itu, sehingga orang dari balkon bisa melihat ke bawah.

Ruangan ini terlihat seperti tempat dansa, begitu indah.

Chanyeol beralih menaiki salah satu tangga dan menuju balkon, dari sana dia bisa melihat seluruh ruangan dengan jelas, lantai kaca itu terlihat berkilauan.

Chanyeol membuka jendela seukuran tubuhnya dan berjalan keluar, rupanya di sana ada balkon lainnya yang menghadap keluar.

Di luar begitu indah dengan cahaya bulan yang menerangi dan hembusan angin malam yang menenangkan.

Rasanya benar-benar seperti berada di dunia lain, dimensi lain, bicara soal dimensi, Chanyeol yakin ini bukan dimensi bulan biru miliknya, lantas dimana ini?

Sungguh tidak mungkin ruang bawah tanah memiliki balkon yang menghadap keluar dan angin segar seperti ini, sekarang pangeran tampan itu sungguh yakin bahwa dia berada di dimensi lain.

Tapi dimana? Dimensi apa? Bagaimana mungkin dia tak menyadari perpindahannya? Kapan dia masuk ke portalnya?

"Selamat datang di Klozeus wahai keturunan ketujuh."

Sebuah suara asing menyapa indra pendengar milik Chanyeol ketika dia sedang di landa kebingunan hebat.

"Siapa itu?!" ucap Chanyeol sembari melirik ke kanan dan kiri dengan waspada.

ooooo

ooo

o

Sementara itu di rumah sakit, Dae Won yang sedang tertawa jahat kembali menetralkan emosinya dan menampilkan poker face miliknya.

Dia berjalan masuk ke rumah sakit dengan menampilkan wajah khawatir dan sedih yang terlihat begitu natural.

Poker face yang begitu menyeramkan.

Dia berjalan menghampiri Chanho yang sedang berbicara dengan seorang dokter, kemudian bersuara,

"Yang Mulia, apa yang terjadi sebenarnya? Saya mendengar suara jeritan yang begitu memilukan." ujarnya kepada sang raja.

"Oh, Dae Won, kau sudah kembali?"

"Sudah Yang Mulia."

"Kapan kau kembali?"

"Baru saja Yang Mulia, ada apa sebenarnya Yang Mulia? Mengapa suasana di sini begitu mencekam?"

"Kau dengar jeritan itu? Itu jeritan para anak omegaku." ujar Chanho sedikit frustasi.

"Apa yang terjadi?" ujar Dar Won pura-pura terkejut.

Setelah itu, Sang raja menceritakan apa yang terjadi kepada Dae Won.

"Apa dokter tahu penyebabnya?" tanya Dae Won lagi setelah mendengar penjelasan sang raja.

Tentu itu semua hanyalah pura-pura semata, karena dia tahu apa yang terjadi, apa penyebabnya, siapa dalangnya, dia tahu semua.

"Dokter juga tak tahu apa penyebabnya, tapi aku yakin pasti ini ada hubungannya dengan benih milik pangeran." ujar Chanho pada Dae Won.

"Mohon maaf Yang Mulia, saya curiga ini semua karena benih kutukan."

"Benih kutukan?!" ujar Chanho terkejut.

"Benar Yang Mulia, semua yang terjadi mengarah pada kemungkinan itu."

"Jadi maksudmu benih pangeran adalah benih terkutuk?"

"Saya curiga begitu Yang Mulia."

"Mana mungkin!" ujar Chanho terkejut bukan main, dia sampai kehilangan tenaganya untuk berdiri.

"Yang Mulia, anda tidak apa-apa?" ucap Dae Won pura-pura khawatir.

"Aku baik-baik saja." ujar Chanho kembali tenang.

"Sebaiknya kau pulang ke istana, istirahatlah, kau pasti lelah setelah perjalanan jauh." lanjutnya lagi.

"Baik Yang Mulia, terima kasih atas kebaikan anda." ujar Dae Won pamit, kemudian berjalan pergi meninggalkan rumah sakit.

Selepas kepergian Dae Won, Chanho menghela nafasnya berat, dia segera menyuruh Dae Won pulang karena vampire satu itu menyindir tentang benih terkutuk.

Dia tak bisa sepenuhnya percaya pada Dae Won, pria itu penuh dengan misteri.

ooooo

ooo

o

Sementara itu, Dae Won tidak pergi menuju ke istana, dia pergi menuju ke heavenia bersama istrinya, Won hi.

"Kita akan kembali melihat grimoir." ujar Dae won memulai.

"Aku tahu, setelah semua yang terjadi, Baekhyun yang selamat dari benih terkutuk itu masih menjadi misteri." ujar Won hi mulai mengutarakan pemikirannya.

"Bahkan kita tak menemukan jalan keluar, dan sekarang bocah sialan itu malah menghilang." lanjutnya lagi.

"Sial! Kemana perginya bocah itu?! Aku harus membunuhnya! Ancaman itu harus dimusnahkan!" ujar Dae won mulai tersulut emosinya.

"Kurasa Yun hoo membawanya ke tempat yang kita tidak ketahui." ujar Won hi menambahkan.

"Sialan kau Byun Yunhoo! Purple vanish adalah kondisi terbaik untuk membunuhnya!"

Kedua vampire jahat ini memang sempat mendengarnya, mendengar bahwa Baekhyun sedang berada pada kondisi sekarat, kondisi yang dinamakan purple vanish.

"Sudahlah tak ada gunanya marah-marah tak jelas seperti ini."

"Kau benar." ujar Dae Won menetralkan emosinya.

"Ayo." lanjutnya kemudian.

Detik selanjutnya kedua pasang vampire itu sudah membuka pintu menuju klozeus, tempat dimana grimoir tersimpan.

ooooo

ooo

o

Sementara di tempat lain, jauh di arah utara, di sebuah tempat suci, lebih tepatnya pulau suci yang biasa di sebut White Island.

Seorang pria terlihat tengah berbincang dengan seorang wanita yang cukup berumur namun masih terlihat cantik.

Dihadapan mereka terbaring seorang pria mungil yang sedang tertidur lelap, bahkan terlalu lelap untuk di katakan tidur, tentu saja karena dia bukan sedang tidur namun sedang koma.

"Bagaimana keadaannya bu?" ujar sang pria.

"Dia sudah melewati masa kritisnya, tapi jiwa masih terjebak di alam mimpi."

"Tidak adakah yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkannya bu?"

"Ada satu cara."

"Apa itu bu?"

"Mate, kita harus menemukan mate Baekhyun dan memintanya membawa Baekhyun kembali."

Benar sekali, pria itu adalah Yun hoo, ayah dari Byun Baekhyun, 4 bulan yang lalu dia membawa Baekhyun ke tempat ini, White Island.

Dia pergi menemui ibunya, Byun lily. Vampire keturunan Dark Blood yang mengandung anak raja.

Lily berhasil kabur dari jeratan Dark Blood, dia vampire yang baik dan dimanfaatkan oleh Dark Blood untuk kepentingan mereka.

Lily vampire yang kuat karena dia berada di garis keturunan keluarga Byun, salah satu keluarga terkuat di kalangan Dark Blood, bahkan bisa di katakan pilar dari Dark Blood itu sendiri.

Hanya saja keluarga Byun itu sedikit berbeda, mereka tak seperti Dark Blood yang lain, mereka kuat tapi tak suka menindas yang lemah.

Mereka sangat baik, namun kebaikan merekalah yang menghancurkan keluarga Byun sendiri.

Keluarga Choi, keluarga terkuat kedua setelah keluar Byun, serta keluarga Kim, keluarga terkuat ke tiga menyusun rencana untuk menghancurkan keluarga Byun.

Saat itu Lily masih kecil, tapi dia tahu bahwa Dark Blood yang lain itu jahat, Lily dibesarkan oleh keluarga Choi setelah kematian seluruh anggota keluarganya.

Lily dibesarkan dengan tujuan untuk kembali memperkuat Dark Blood, dengan tujuan untuk mengandung anak raja.

Rencana mereka memang berhasil, Lily mengandung anak raja, tapi ketika Yun hoo dan Yun hwa beranjak besar, Lily dengan seluruh kemampuannya membawa mereka bersamanya meninggalkan Dark Blood.

"Tapi bagaimana caranya bu?" tanya Yunhoo pada Lily.

"Akan sulit menemukan mate Baekhyun jika dia sendiri dalam keadaan koma begini." lanjutnya lagi.

"Hmm...aku rasa masih ada cara untuk mencarinya meskipun Baekhyun dalam keadaan seperti ini."

"Apa itu bu?" tanya Yunhoo sedikit antusias.

"Kita bisa gunakan darahnya."

"Darahnya?"

"Iya, darah Baekhyun."

"Tapi, bagaimana caranya? Bukankah mate merasakan keberadaan masing-masing? Bagaimana mereka bisa saling merasakan dengan darah?"

"Itulah poin pentingnya putraku, darah seorang vampire itu biasa saja bagi vampire lain yang bukan matenya, tapi bagi matenya darah seorang vampire itu beraroma sangat manis dan menggiurkan." ujar Lily mulai menjelaskan.

"Aku mengerti, lalu kita akan menggunakan darah Baekhyun untuk memancing matenya?" tanya Yunhoo mulai memahami maksud perkataan ibunya.

"Tepat sekali putraku."

"Tapi bagaimana caranya? Bagaimana kita memancingnya?" tanya Yunhoo pada Lily.

"Kita bahkan tak tahu siapa matenya, ini akan sulit bu." lanjutnya lagi.

Lily menghela nafasnya lelah, dia beralih memandang tubuh cucu kesayangan dengan raut wajah sedih, lalu dia berjalan mendekati tubuh mungil itu dan duduk di pinggiran tempat tidur.

"Ibu tahu, tapi hanya matenya lah yang bisa membawa jiwa Baekhyun kembali dari alam mimpi dan menyembuhkan Baekhyun." ujarnya sembari mengelus kepala cucu mungilnya sayang.

"Baiklah, ayo kita lakukan bu."

"Pertama-tama kita harus tahu target kita putraku, apa selama ini ada yang dekat dengan Baekhyun?"

"Tidak bu, tidak ada yang dekat dengannya." ujar Yunhoo tenang.

Namun detik selanjutnya dia mengingat ada satu Alpha yang ada di sekitar Baekhyun, bahkan dia sudah mengambil hal berharga milik Baekhyun.

"Aahh..ada bu, ada seseorang."

"Siapa dia?"

"Dia...dia..." Yunhoo ragu untuk melanjutkan ucapannya.

"Dia siapa?" tanya Lily penasaran.

Yunhoo menelan ludahnya gugup, namun tetap melanjutkan, "Dia adalah pangeran bu, pangeran Chanyeol."

"Apaaa?!" Lily memekik karena terlalu kaget dan shock.

ooooo

ooo

o

Beralih ke rumah sakit.

Suara memekikan itu masih terdengar di rumah sakit, Chanho gelisah bukan main, dia masih memikirkan perkataan Dae Won mengenai benih terkutuk.

Bagaimana jika hal itu adalah benar, bagaimana jika semua ini disebabkan oleh benih terkutuk? Apa yang harus dia lakukan, Chanho tak mengerti lagi.

"Yang Mulia! Yang Mulia!"

Sebuah teriakan terdengar, memanggil-menggali sang raja, park Chanho.

Seseorang dengan jubah putih berlari tergesa-gesa, dilanda kepanikan, dia menghampiri Chanho yang tengah berfikir.

"Yang Mulia."

"Ada apa?"

"Gawat Yang Mulia, para omega mulai menunjukkan tanda-tanda aneh."

"Apa maksudmu?"

"Tubuh mereka mulai melepuh, terutama bagian rahim mereka."

"Apaaaa?!" pekik Chanho terkejut dengan penuturan sang dokter.

"Ampuni hamba Yang Mulia."

"Kita harus segera kesana, aku ingin melihat keadaan mereka secara langsung."

Detik selanjutnya sang raja sudah berjalan menuju ruang dimana para anak omeganya di rawat diikuti sang dokter dari belakang.

"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Chanho pada perawat yang bertugas segera setelah sampai di ruangan.

"Yang Mulia, keadaan mereka tidak baik Yang Mulia."

Mendengar hal itu Chanho segera masuk ke ruangan.

Disana para anak omeganya terbaring lemah dan terlihat kesakitan.

Sebagian tubuh mereka sudah melepuh, sebagian lagi menghitam, seolah-olah mereka tengah di gerogoti dari dalam.

Firasat Chanho semakin tak enak, dia merasa bahwa ini semua memang disebabkan oleh benih kutukan, seperti yang Dae Won katakan.

Terlebih lagi, benih itu adalah milik putranya, satu-satu putra Alpha miliknya, putra kesayangannya, calon raja, penerus tahta dan penerus keluarga kerajaan.

Sekarang, bagaimana Chanyeol bisa naik tahta dan meneruskan garis keturunan keluarga kerajaan jika dia saja tak bisa memiliki anak.

Dengan wajah sepucat pasi, Chanho berkata, "Keluarkan, keluarkan benih milik pangeran dari semua anak omegaku, bersihkan sampai bersih."

"Baik Yang Mulia.

Jika memang begitu keadaannya, jika memang benih milik putranya Chanyeol adalah benih terkutuk, maka benih itu harus segera di singkirkan sebelum terlambat.

Sebelum benih itu menggerogoti tubuh para anak omeganya dari dalam dan dia akan beresiko kehilangan mereka semua!

Namun sepertinya keputusan Chanho untuk menghilangkan benih itu kalah cepat dengan efeknya.

Dia terlambat, benih itu terlalu kuat, benih itu telah menyebar dengan cepat, menyebabkan kemungkinan selamatnya para anak omega miliknya hampir mendekati nol.

Aaarrgghh~~

Terdengar sebuah teriakan.

Disaat Chanho masih berperang dengan fikirannya, sebuah teriakan kesakitan kembali terdengar.

"Apa yang terjadi?" tanya Chanho sedikit panik.

"Seorang perawat menyentuh benih itu dan tangannya melepuh Yang Mulia."

Seketika wajah Chanho berubah pucat, benih itu memang benih kutukan, benih yang sangat berbahaya dan menakutkan.

Benih itu terlalu kuat, Chanho tahu dia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang terjadi.

"Jangan sentuh benih itu, gunakan alat untuk mengeluarkannya, gunakan alat untuk membersihkannya, jangan pegang secara langsung." titah sang raja.

"Baik Yang Mulia."

Dan proses itu berjalan, tak ada yang menyentuh benih itu langsung, mereka menggunakan alat untuk mengeluarkan dan membersihkan benih itu.

Semua selesai, benih berhasil di bersihkan, semua terlihat berjalan lancar sampai seorang perawat berteriak ketakutan.

Aaaaa!

"Ada apa?" tanya seorang dokter.

"Alatnya dok, alatnya!"

"Ada apa dengan alatnya?"

Sang dokter mengalihkan perhatiannya pada tumpukan alat yang mereka gunakan untuk mengeluarkan dan membersihkan benih sang pangeran.

Mereka memang mengumpulkannya menjadi satu di pojok ruangan, tepat setelah melihat keadaan alat-alat itu, wajah sang dokter berubah pucat serta ketakutan.

Chanho yang melihatnya bergegas ke pojok ruangan dan bersuara,

"Ada apa? Apa yang terjadi?"

"Yang Mulia, alat yang kami gunakan tadi menjadi berkarat dan hancur, padahal alat itu masih baru dan terbuat dari bahan yang sangat kuat." ujar sang dokter mulai menjelaskan.

"Singkirkan alat-alat itu, jika kalian ingin hidup, tutup rapat-rapat mulut kalian, jangan sampai ada yang tahu apa yang sedang terjadi." ucap Chanho pada akhirnya.

"Baik Yang Mulia."

Ini di luar dugaan, sepertinya dia sedikit terlambat mengambil keputusan, dan tak disangka olehnya bahwa benih itu sangat menakutkan.

Begitu berbahaya sampai menghancurkan alat yang memiliki bahan sangat kuat.

Jika sudah begini, Chanho hanya bisa menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, dia harus bersiap untuk kehilangan para anak omeganya.

Karena sejujurnya, tak bisa di pungkiri lagi bahwa kesempatan mereka untuk selamat dan hidup adalah mustahil!

Chanho menutup matanya lelah, menghela nafasnya berat, kemudian terlihat dia sedang bertelepati dengan seseorang.

"Hyung, kau disana?"

Tak ada jawaban sama sekali.

"Yunhoo hyung, jika kau disana jawablah aku, aku membutuhkanmu."

Masih tak ada jawaban.

"Hyung, aku lelah."

Tetap tak ada jawaban.

"Hyung, apa yang harus aku lakukan?"

Tetap tak ada jawaban, Chanho menghela nafasnya lelah, semakin tak bersemangat, satu-satunya orang yang bisa dia andalkan tak bisa di hubungi.

Chanho lelah, dia ingin Yunhoo datang untuk membantunya, mungkin dia punya solusi untuk semua masalah ini.

"Hah, dia tetap tak menjawab, sebaiknya aku hentikan-"

Belum sempat Chanho melanjutkan ucapannya, terdengar suara telepati dari seberang.

"Ada apa Chanho? Apa yang terjadi?"

Itu suara Yunhoo.

"Hyung, aku harus bagaimana?"

"Apa yang terjadi?"

"Sepertinya benih milik Chanyeol adalah benih kutukan hyung."

"Apa maksudmu?"

"Kembalilah hyung, aku akan menjelaskan semuanya di saat kau sudah di sini."

"Baiklah, akan aku usahakan."

"Terima kasih Hyung."

Telepati mereka berakhir, dan Chanho sedikit lega karena dia bisa menghubungi Yunhoo setelah 4 bulan lamanya dia terus menghubunginya tanpa ada jawaban sama sekali.

ooooo

ooo

o

Sementara itu, di pulau suci, White Island.

Beberapa saat sebelum Chanho bertelepati dengan Yunhoo, percakapan ibu dan anak itu masih berlanjut.

"Apa maksudmu dengan pangeran?"

"Itu terjadi di rumah sakit bu, pangeran bahkan sudah memperkosa Baekhyun."

"Apaaa?!"

Yunhoo mulai menjelaskan kejadian yang terjadi pada hari itu dengan sangat detail kepada Lily, ibunya.

"Jadi maksudmu, semua itu di rencanakan?"

"Benar bu."

"Hmm...ini aneh, mengapa mereka melakukan hal itu?" tanya Lily tak mengerti.

"Aku juga tak mengerti bu."

"Apa mereka juga ingin memanfaatkan Baekhyun?"

"Aku tak tahu bu, dari dulu mereka memang sangat membenci putraku Baekhyun, aku tak tahu apa kesalahan putraku."

"Kau juga, dengan Dark Blood yang mengalir dalam darahmu, Dark Blood yang mereka suntikan padamu serta ketidakmampuanmu mengendalikan emosi setelah kematian Yun hwa, kau menyiksanya, bocah malang ini."

"Hentikan bu, jika aku bisa kembali ke masa lalu, jika aku bisa memutar waktu, aku ingin memperbaiki semuanya, aku-"

Ucapannya terpotong kala air mata yang hangat jatuh membasahi pipinya.

"Maafkan ibu nak." ujar Lily ikut sedih dan memeluk Yunhoo.

Pria paruh baya itu terlihat seperti anak kecil yang menangis dalam pelukan ibunya.

"Tak apa jika kau sudah menyesalinya dan ingin memperbaikinya, jangan lupakan apa yang telah kau lakukan pada Baekhyun, agar kau tak melakukan kesalahan yang sama." ujar Lily pada Yunhoo.

"Memang menyakitkan jika kau tak melupakannya, tapi gunakan itu sebagai pengingat agar kau tak melakukan hal mengerikan seperti yang kau lakukan dulu." lanjutnya lagi.

"Tentu saja bu, bagaimana aku bisa lupa? Itu adalah hukumanku karena telah menyakiti Baekhyun, aku tak akan melupakannya, aku akan menerima rasa sakit ini, biarlah ingatan itu menghantuiku."

"Kau memang ayah yang hebat." ujar Lily dengan senyuman yang menenangkan di wajahnya.

Yunhoo membalas senyuman ibunya dengan seyuman yang lebih cerah.

"Hyung, apa yang harus kulakukan?"

Sebuah suara telepati terdengar.

"Ada apa dia menghubungiku?"

"Siapa?"

"Chanho bu."

"Jawab saja, mungkin penting."

"Baik bu."

"Ada apa Chanho? Apa yang terjadi?"

"Hyung, aku harus bagaimana?"

"Apa yang terjadi?"

"Sepertinya benih milik Chanyeol adalah benih kutukan hyung."

"Apa maksudmu?"

"Kembalilah hyung, aku akan menjelaskan semuanya di saat kau sudah di sini."

"Baiklah, akan aku usahakan."

"Terima kasih Hyung."

Percakapan mereka berakhir, Yunhoo diliputi rasa gelisah yang hebat, apa maksud Chanho? Apa maksudnya benih Chanyeol adalah benih kutukan?

Apa sebenarnya yang terjadi di Grandeus selama dia pergi?!

"Ada apa nak? Mengapa raut wajahmu berubah menjadi gelisah begitu?" tanya Lily khawatir.

"Tak apa bu, hanya saja sesuatu terjadi di Grandeus."

"Sesuatu terjadi?"

"Iya bu, Chanho bilang bahwa kemungkinan besar benih putranya, pangeran Chanho adalah benih kutukan."

"Apa? Benih kutukan?" ujar Lily dengan wajah memucat.

"Ada apa bu? Ibu tahu sesuatu?" tanya Yunhoo dengan heran.

"Tidak, hanya saja, Apa kau tahu? Benih kutukan adalah hal yang berbahaya, benih mengerikan yang bisa membunuh orang."

"Benarkah itu ibu?"

"Ya, aku yakin mengenai hal itu."

"Apa jangan-jangan mereka ingin membunuh Baekhyun dengan benih kutukan itu?" ujar Yunhoo dengan nada curiga yang kentara.

"Aku rasa begitu."

"Tapi bu, mengapa Baekhyun baik-baik saja?"

"Itulah misterinya, mungkin saja Baehyun kebal terhadap benih itu atau ada alasan lain di balik hal itu."

"Ini aneh, lebih baik aku segera bergegas kembali ke ibu kota."

"Berhati-hatilah nak, Dark blood ada dimana-mana, mereka bisa saja menyamar."

"Baik bu, aku titip Baekhyunku ya bu."

"Serahkan saja pada ibu nak."

Setelah itu Yunhoo pergi meninggalkan White Island untuk kembali ke Grandeus, ibu kota kerajaan vampire, untuk menemui Chanho dan mengetahui apa yang tengah terjadi disana.

ooooo

ooo

o

Sementara itu Dae Won dan Won hi kembali menyusuri jalan gelap menuju klozeus.

"Mengapa tempat ini semakin lama semakin mengerikan?" tanya Won hi ketakutan.

"Berhentilah mengeluh!" ujar Dae Won sedikit kesal.

"Tapi, aku tidak mengeluh, tempat ini memang menjadi mengerikan setelah 4 bulan lamanya kita tidak datang ke sini." ujar Won hi membela diri.

"Itu hanya perasaanmu saja."

"Bukan, kau merasakannya juga kan? Hawa mengerikan di sini, seperti ada yang mengawasi pergerakan kita."

"Sudahlah, tetap berjalan, kau mau ku tinggalkan?" ujar Dae Won berjalan sedikit lebih cepat.

"Yaak, Choi Dae Won! Tunggu aku." ujar Won hi sedikit kesal.

Kedua vampire itu berjalan menyusuri lorong itu, menuju klozeus tempat grimoir tersimpan.

"Selamat datang di Klozeus."

Suara itu lagi, suara yang setia menyambut mereka di tengah kegelapan.

Dae Won merapalkan mantra dan meneteskan darahnya di tempat yang disediakan.

Altar itu muncul dan Grimoir beserta catatan Park Baek Gi ada di atasnya.

"Apa ada ramalan baru?" tanya Won hi pada Dae Won.

"Aku tak tahu, sepertinya tidak ada." jawab Dae Won cepat.

"Ini aneh." ujar Won hi tiba-tiba.

"Apa yang aneh?" tanya Dae Won tak mengerti.

"Tidakkah kau menyadarinya, Grimoir harusnya bersinar, buku itu selalu bersinar setiap kali kita datang dan memberi ramalan baru, tapi kali ini dia tidak bersinar." ujar Won hi heran.

"Mungkin memang tidak ada ramalan baru makanya grimoir tidak bersinar sekarang." ujar Dae won tenang.

"Benarkah? Apa memang seperti itu?" tanya Won hi masih belum sepenuhnya tenang.

"Sudahlah, lebih baik kita ambil buku catatannya dan kita bawa pergi dari sini, setidaknya jika kita tak bisa membawa grimoir pergi dari sini, kita masih bisa membawa buku catatannya pergi dari sini agar ketua percaya pada kita."

"Kau yakin ingin melakukan hal ini?" tanya Dae Won sedikit takut.

"Tentu saja." jawab Dae won mantap.

"Tapi sayang, aku tak yakin tentang ini." ujar Won hi sedikit ragu.

"Kita tidak bisa seperti ini terus, kali ini kita benar-benar harus membawa buku itu sebagai bukti kepada ketua, agar dia percaya bahwa apa yang kita lakukan tak salah, hanya ada sedikit masalah yang tak diinginkan." ujar Dae won panjang lebar.

"Kita sudah kehilangan kepercayaan ketua karena kesalahan itu, kesalahan yang membuat pangeran Chanyeol dan Baekhyun saling mengenal." lanjutnya lagi.

"Kita gagal membunuhnya karena sepertinya dia memang memiliki berkat dewa, seperti yang tertulis dalam catatan ini" Dae won kembali berujar.

"Baiklah, aku percaya padamu, mari kita bawa pergi buku catatan itu." ujar Won hi mantap.

"Terima kasih telah percaya padaku."

Detik selanjutnya Dae Won mengambil catatan itu, mereka bersiap untuk pergi meninggalkan Klozeus dengan buku catatan itu.

Tindakan bodoh, karena tak seharusnya mereka melakukan hal itu, mereka tak boleh membawa buku catatan itu pergi karena pemiliknya pasti akan murka.

ooooo

ooo

o

Kembali ke tempat pangeran Chanyeol berada.

Pangeran tampan itu masih melirik ke kanan dan ke kiri dengan waspada.

"Siapa itu?!" teriaknya kembali menanyakan pada suara yang menggema di ruangan.

Hening, masih tak ada jawaban, tak ada juga suara yang terdengar lagi.

"Mungkin hanya imajinasiku saja." ujar Chanyeol pada akhirnya.

"Kau tidak berimajinasi nak."

Suara itu kembali terdengar lagi.

"Siapa kau?!"

"Aku? Hmm..Aku Park Baek Gi."

"Park Baek Gi?"

"Benar, aku Park Baek Gi."

"Maksudmu, leluhur kami Park Baek Gi, keturunan ke-3 yang di usir dari istana karena telah menciptakan Dark Blood?"

"Tepat Sekali."

"Jangan berbohong! Kakek Baek Gi sudah lama tiada, atas dasar apa kau mengaku sebagai dirinya?!"

"Park Chanyeol, kau tak percaya padaku?"

"Bagaimana kau tahu namaku?!"

"Tentu aku tahu, aku selalu mengawasi kalian nak."

"Apa maksudmu?!" tanya Chanyeol tak mengerti.

"Aku selalu mengawasi keturunanku."

"Jangan berbohong, lebih baik hentikan kebohonganmu sekarang juga!"

"Kau sangat keras kepala keturunan ke-7, kau masih belum mempercayaiku?"

"Bagaimana aku bisa percaya padamu! Kau bahkan tak menunjukkan wujudmu!"

"Jadi, jika aku menunjukkan wujudku, kau akan percaya padaku?"

"Mungkin saja." jawab Chanyeol sekenanya.

"Kau tidak menanggapi ini dengan serius, aku ingin kau berjanji padaku."

"Baiklah aku janji."

"Tepati janjimu."

"Tenang saja, aku selalu menepati janjiku."

"Baiklah, kemarilah. Berjalanlah ke tengah ruangan dimana sebuah bunga tulip tengah melayang dengan cahaya yang melindunginya."

Chanyeol hanya menurut dan berjalan ke arah yang di maksud.

"Bunga ini? Apa yang harus aku lakukan?"

"Ambil bunga itu."

Perlahan tapi pasti pangeran tampan itu mengambil bunga itu, saat bunga sudah berada dalam gengamannya, tiba-tiba sebuah cahaya bersinar sangat terang.

Cahaya yang begitu menyilaukan hingga membuat Chanyeol harus menutup matanya.

"A-apa yang terjadi?" ucap Chanyeol sedikit terkejut.

"Hai Chanyeolku sayang."

Seorang pria tampan muncul di hadapan Chanyeol, dia mendarat di hadapan Chanyeol setelah terbang dengan sayapnya yang indah.

"Siapa kau?!"

"Aku? Park Baek Gi." ucap pria itu sambil tersenyum.

"Tidak mungkin." ucap Chanyeol tak percaya.

"Hmm? Kau tak percaya?" ujar pria yang mengaku Baek Gi pada Chanyeol.

"Tidak, aku tak percaya." ucap Chanyeol dingin.

"Kau yakin?"

"Ya."

"Baiklah." ucap pria itu disertai dengan senyuman.

"Mengapa kau tersenyum?" tanya Chanyeol tak mengerti.

"Tidak, hanya saja, ternyata kau masih belum mempercayaiku." ujar sedikit terkekeh.

"Tentu saja, mengapa aku harus mempercayaimu?" jawab Chanyeol cuek.

"Hmm..mengapa menurutmu?" ujar pria tampan yang mengaku sebagai leluhur Chanyeol itu sembari tersenyum misterius.

"Mengapa kau malah balik bertanya?" ujar Chanyeol sedikit jengkel.

"Mengapa menurutmu?" pria itu malah kembali menjawab dengan sebuah pertanyaan.

"Kau menyebalkan!"

"Benarkah?"

"Kau SANGAT menyebalkan!" ujar Chanyeol lagi dengan penekanan pada kata sangat yang dia ucapkan.

"Aku merasa tersanjung wahai keturunanku." ujar pria itu disertai kekehan yang terdengar sangat menjengkelkan di indra pendengaran sang pangeran.

"Hentikan lelucon anehmu itu, berhentilah bercanda dan jangan bermain-main." ujar Chanyeol agak marah.

"Heeh...jadi kau masih belum mempercayaiku?"

"Tentu saja, aku tak akan pernah mempercayai lelucon gilamu itu! Sebaiknya hentikan candamu sekarang juga."

"Jadi kau menganggapku sedang bercanda?" ucap pria itu tersenyum.

"Tentu saja, jadi segera hentikan omong kosong ini sekarang juga." ucap Chanyeol menahan emosinya.

"Jika aku tak mau?" ujar sang pria menggoda Chanyeol.

Habis sudah kesabaran Chanyeol, pangeran tampan itu sudah cukup sabar menghadapi pria di hadapannya yang sangat menjengkelkan menurutnya.

"Apa kau sedang menguji kesabaranku?" ujar Chanyeol menutup matanya menahan amarah.

"Ahahah~~ Dia marah, cucu buyutku marah, lucunyaaa."

Bukan takut, pria itu malah semakin meledek Chanyeol, membuat emosi yang sudah susah payah ditahan oleh sang pangeran meledak keluar.

"Ku bilang hentikan lelucon gilamu itu! Siapa yang kau panggil cucu buyut HAH?"

"Kau." ujar pria itu menunjuk Chanyeol tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Sudah cukup, kau membuatku marah."

"Oh, kau marah?"

Chanyeol benar-benar marah sekarang, bahkan aura mengerikan sudah mengelilingi tubuhnya, dia sangat, sangat marah.

"Memang hebat keturunanku, apalagi keturunan ketujuh, keturunan terpilih sepertimu." ujar pria itu tanpa rasa takut, seolah dia tak terganggu sama sekali oleh aura mengerikan yang Chanyeol keluarkan.

"Tapi, aku juga merupakan keturunan terpilih, dan aku sudah bertemu dengan mateku, sementara kau belum, bahkan niat untuk mencarinya saja kau tak memilikinya, kau memang hebat anakku, tapi kau tak mengerti cinta, sehingga kau yang sekarang ini tak akan mungkin bisa menang melawanku." lanjut pria itu lagi.

"Omong kosong apa yang kau ucapkan? Aku adalah aku, tak ada hubungannya dengan mateku."

"Mate adalah takdirmu, mate adalah cintamu, mate adalah hidupmu, selama kau belum menemukannya maka sehebat apapun kekuatanmu, itu hanyalah setengah dari yang bisa kau keluarkan."

"Mate hanya membuat orang menjadi lemah."

"Kau salah anakku, mate membuat kita kuat, seorang omega yang menjadi mate kita adalah orang yang di pilih langit untuk menjadi separuh hidup kita, hanya merekalah yang mampu membuat seorang Alpha mengeluarkan kekuatan sejatinya."

"Omong kosong! Lebih baik kau lawan aku sekarang! Hentikan pembicaraan tak penting ini!"

"Ini penting, sangat penting."

"Aku tak peduli!"

"Jadi kau tetap tak mau mencari mate milikmu?"

"Tentu saja, aku tak membutuhkannya."

"Kau yakin?"

"Ya."

"Tidak bisa, kau harus mencarinya, ini bukan hanya untukmu, tapi untuk negeri ini juga."

"Apa yang kau bicarakan? Lawan aku! Hentikan omong kosong ini sekarang juga!"

"Park Chanyeol, aku ingin memastikan."

"Apa?"

"Kau, apa kau masih meragukanku?"

"Apa kau bodoh? Tentu saja, siapa yang akan percaya bahwa kau adalah leluhur ketiga kami, Park Baek Gi, lalu mengenai omong kosong yang kau ucapkan tentang mate, aku juga tak mempercayainya."

"Ohh...jadi begitu." ujar sang pria sembari menyeringai.

"Apa pembicaraan kita sudah selesai?"

"Sepertinya begitu."

"Kalau begitu lawanlah aku."

"Baiklah jika itu memang maumu, maka aku tak ada pilihan lain, selain membuatmu percaya dengan tindakan."

"HAH, sombong sekali kau."

Kedua vampire itu mulai saling berhadapan, Chanyeol semakin mengeluarkan aura mengerikan yang besar, sementara sang pria masih belum mengeluarkan aura apapun.

"Dia hanya bisa membual saja, lihatlah, bahkan dia belum mengeluarkan auranya." gumam Chanyeol dalam hati.

Pangeran tampan itu tak peduli, pria dihadapanya ini yang menyulut emosinya dan mengatakan hal-hal omong kosong, dia yang memulai semua ini. Tanpa peduli bahwa sang pria belum juga mengeluarkan auranya, Chanyeol semakin mengeluarkan auranya yang mengintimidasi, dan bersiap untuk menyerang pria itu.

Beberapa inci lagi dia akan mengenai pria itu dan memukulnya, namun hal mengejutkan terjadi.

Tubuh pangeran tampan itu jatuh tertunduk di hadapan sang pria, dia bahkan tak bisa menggerakan tubuhnya, pria itu mengeluarkan auranya, aura yang membuat sang pangeran seketika tunduk saat itu juga.

Chanyeol berusaha menggerakan tubuhnya namun dia tak bisa, dia hanya bisa menggerakan kepalanya, menatap ke arah sang pria dan bersuara, "K-ka-kau-"

Clap~ Clap~ Clap~

Pria itu bertepuk tangan lalu bersuara, "Kau memang hebat, bahkan auraku tak bisa sepenuhnya membelenggumu."

Chanyeol menatap pria itu tajam, dengan susah payah dia bersuara, "Ka-kau apa yang kau lakukan padaku?"

"Aku tidak melakukan apapun."

"Bo-bohong!"

"Bukankah sudah kubilang padamu, aku Park Baek Gi, kau tak akan bisa menang melawanku." ujar pria itu sedikit menyeringai.

Detik selanjutnya aura pria itu berubah menjadi lebih hebat dan lebih besar, Chanyeol belum pernah merasakan aura seperti ini sebelumnya, tapi dia pernah membaca ini, aura yang membelenggu orang-orang di sekitarnya, disebut Chain atau rantai pembelenggu, dan hanya satu orang yang tercatat dalam sejarah bisa menguasai dan memiliki aura seperti ini, orang itu adalah Park Baek Gi.

Seketika wajah Chanyeol berubah pucat, pria dihadapannya benar-benar Park Baek Gi, leluhur ketiga, pencipta Dark Blood, vampire berbahaya yang dianggap telah tiada oleh semua orang, ada di hadapannya, leluhurnya, dan betapa tak sopannya Chanyeol karena telah menyerang leluhurnya.

Baek Gi memperhatikan wajah Chanyeol yang berubah menjadi pucat, dia tahu, sepertinya Chanyeol sudah menyadarinya dan sepenuhnya percaya bahwa dia adalah Park Baek Gi.

"Jadi? Kau sudah mempercayaiku Park Chanyeol?" ujarnya membuka pembicaraan dengan sedikit seringai mengerikan.

l

l

l

l

To be Continued

l

l

l

l

Hallo...Hallo...HALLOOOOO...

Aku kembali :')

Udah 2 bulan lamanya ya guys, sumpah lama bangett

btw, part ini cuma sedikit, idenya mentok, aku pusing, gk ngerti lagi harus ngetik apa.

Tapi, tapi, tapiiii karena udah lama gk update, ngerasa gk enak juga sama kalian.

serius bener-bener buntu ide dan hilang semangat T.T

Btw, ada Chara baru nih yee, ternyata kakek Baek Gi masih hidup, nah loh?

Penasaran? Makanya review cerita ini biar aku semangat ngetiknya, sapa tau update lagi kan, wkwk.

l

l

l

l

Aku selesaiin Chapter 11 ini dengan sekuat tenaga, aku harap kalian suka dan gk kecewa sama ceritanya yaah :')

Mind to review ? :')