'K-kenapa orang itu mirip dengan Kai?', Sehun membelalakkan matanya terkejut. Kenapa ia tiba-tiba bisa sekelas dengan orang yang sudah meninggalkannya dulu? Ia harus merasa senang, kesal atau sedih?
'Tenang Sehun..jika kau bertindak gegabah, dia akan memandang aneh dirimu, ingatlah jika kau berada ditubuh orang lain.', Sehun berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Hai, perkenalkan namaku Baekhyun. Dan orang yang berkulit tan ini Jongin.."
"Kau pasti sudah mengenal namaku.", Jawab Sehun seadanya.
"Pftt--Kau benar-benar berubah, Shixun. Aku pikir itu hanya kebohongan belaka untuk menipu mereka.", Baekhyun menahan tawanya saat mengingat kejadian didepan gerbang tadi.
'Aku bahkan tidak tau kenapa jiwaku bisa terjebak ditubuh orang ini', Batin Sehun.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, apa salah?"
"AHAHAHHA!!! Tentu saja kau tidak salah, Shixun. Tapi kau harus berhati-hati dengan mereka. Sepertinya mereka akan memberimu pelajaran..", Tawa Baekhyun sangat kencang hingga seluruh murid dikelasnya menoleh kearah mereka berdua.
Tsk. Sehun jadi risih jika menjadi pusat perhatian seperti ini.
"Kalau begitu, akan kulawan mereka.", Sehun hanya berkata jujur, dirinya bahkan tidak takut dengan tampang mereka yang sok menakutkan dan berkuasa. Diluar sana bahkan banyak yang lebih mengerikan daripada ini, Sehun sudah mengalaminya sendiri saat kecil. Jadi tubuhnya sudah kuat karena ia sering berlatih.
"Hmm..menarik.", Baekhyun pergi meninggalkan Sehun dan duduk dibangkunya saat pelajaran pertama dimulai.
o
o
o
o
o
"Kau bilang akan melawan kami.", Segerombolan pemuda mencegah saat Sehun saat akan makan dikantin.
"Hah? Aku tidak merasa bilang seperti itu.", Sehun melakukan pemanasan sejenak. Ia tau jika situasi seperti ini, mereka tidak akan melepaskan Shixun dengan mudah.
'Jika aku sendiri, mungkin akan kesulitan melawan orang sebanyak ini. Hmm..',Batin Sehun sambil melihat sekeliling.
"Ck, banyak omong kau ini!", Tiba-tiba Kris melayangkan tinjunya kearah Sehun.
GREP!
Dengan sigap Sehun menangkap tangan Kai dan mencengkramnya kuat hingga Kris meringis kesakitan. Langkah selanjutnya yang dilakukan Sehun adalah menyikut bagian hidung Kris.
"Akhh!!", Kris memegangi hidungnya yang berdarah.
"ADA PAK GURU DISANAA!!!", Sehun langsung menunjuk kearah lain.
"Ha? Mana? Mana?", Semua mata langsung menoleh serempak dengan nada yang panik. Takut-takut jika mereka ketahuan, pasti gawat jadinya.
Tapi--
"Kau membohongi kami ya? Tidak ada pak guru yang datang ke--OY! Dia menghilang!!", Saat salah satu anak buah Kris ingin memaki Shixun, namun yang empunya sudah kabur duluan meninggalkan gerombolan itu.
"F*ck! Bagaimana dia bisa berubah dengan cepat?", Kris mengumpat. Dia heran, dulu Shixun adalah anak yang lemah dan suka dibully oleh teman sekolahnya.
Awalnya dia adalah anak yang pintar dan disukai oleh teman-temannya. Namun, suatu ketika dimana kejadian hebat menimpa Shixun. Mulai dari itulah Shixun sering dibully dan dikucilkan. Hingga akhirnya dia tidak kuat dan memutuskan untuk bunuh diri.
Namun, siapa sangka jika Shixun akan bangkit lagi dengan jiwa yang berbeda.
"Hah..untung aku berhasil kabur.", Sehun dengan cepat bersembunyi didalam kelasnya. Ia yakin pasti mereka akan mencari dirinya.
"Hmm..baiklah aku mengerti. Akan kutangani secepatnya. Kau tidak perlu khawatir."
Hm? Ada orang lain yang didalam kelas ini juga? Sehun segera menolehkan kepalanya dan...benar saja, ia berhadapan langsung dengan pemuda berkulit tan, Kai.
'M-mau apa dia mendekatiku?', Batin Sehun panik.
Kai menghimpit badan Sehun dengan pandangan tajamnya. Ia tidak banyak mengeluarkan kata namun tangannya bergerak mendekati gagang pintu.
'Sial! Aku masih belum ingin keluar.', Batin Sehun sambil melirik pergelangan tangan Kai.
SRET~
BRUK!
Dengan cepat Sehun membalikkan badan Kai menjadi Kai yang menhadap tembok. Ia juga menutup mulut Kai agar tidak bersuara.
"Tenanglah..", Sehun membisikkannya tepat ditelinga Kai.
Ini seperti saat dulu yang sering ia lakukan ketika Kai terkena bullyan teman-temannya.
#FLASHBACK ON.
BUK!
BUK!
BUK!
"Dasar kau anak lemah! Bisa apa kau hah!", Anak kecil lainnya ikut membully Kai yang tidak bisa melawan karena merasa kesakitan.
Setelah melihat Kai lemah tak berdaya, mereka semua hanya meninggalkan Kai karena takut jika ada orang yang melihat.
"Dududu~ Aku harus main kemana sekarang?", Sehun kecil yang sedang riang bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan.
"Hiks..hiks.."
"Hm? Seperti ada yang menangis.", Sehun kecil melihat sekeliling jalan, memastikan bahwa itu bukan hantu yang datang disiang bolong.
"K-kau kenapa?!", Sehun langsung menghampiri saat ada pemuda kecil berkulit tan yang meringkuk kesakitan.
'B-bagaimana ini? Aku tidak tau cara menenangkan orang, kalau cara bertengkar aku tau.', Batin Sehun kecil.Tangannya mengangkat tubuh Kai sedikit dan memeluk Kai kecil,"Tenanglah...tenanglah...tenanglah.."
Perlahan tangisan itu meredah, Pemuda berkulit tan itu membuka matanya perlahan saat dirinya sudah merasa tenang,"T-terima kasih..aw!"
"Kau..baik-baik saja? Ayo kerumahku..akan kuobati lukamu.."
#FLASHBACK OFF.
'Bagus..kau harus tenang seperti dulu..', Batin Sehun saat melihat Kai yang hanya menurut kepadanya.
BUK!
"Aw! Apa-apaan kau! Ugh..", Sehun merasakan nyeri dibagian perut yang amat sangat. Entah kenapa sejenak Kai menurut padanya, tapi tiba-tiba melayangkan pukulannya. Apa salahnya?
"Mati saja kau.", Kai seakan-akan memandang rendah Shixun. Well, Sehun tentu tidak kaget. Karena ia tau bahwa yang mereka lihat adalah Kim Shixun yang lemah.
Saat Sehun sedang meringkuk kesakitan, Kai juga ikut berjongkok didepannya.
"Entahlah, melihat tatapanmu seperti ini--"
BUK! Lagi-lagi Kai menendang perut Shixun.
"Mengingatkanku pada Oh Sehun.", Kai memegang dagu Sehun sambil mengeluarkan smirknya.
Tepat saat itu pandangan Sehun menggelap.
'Aku salah. Kupikir tindakanku tidak ada yang memperhatikan..'
'Kupikir tidak ada yang tau tentang identitas diriku yang asli..'
'Ternyata kau memang tidak bisa diremehkan..'
'Kai...'
o
o
o
o
o
TBC.
