Sehun mengerjapkan matanya secara perlahan.

'Dimana aku?'

"SHIXUNN!! Kau sudah bangun ternyata..", Tiba-tiba Baekhyun berdiri dan berteriak. Membuat mata Sehun langsung membelalak seketika.

"K-kau...mengagetkanku saja..", Sehun memegangi jantungnya. Untung dia tidak terkena serangan jantung, bisa gawat kan.

"Kau kubawa ke UKS setelah melihatmu pingsan..", Baekhyun duduk ditepi ranjang uks.

'Benar, aku pingsan setelah menerima pukulan Kai.', Batin Sehun sambil memegangi keningnya.

"Ada masalah apa kau dengan Jongin, Shixun? Aku tidak pernah melihat jongin seperti itu sebelumnya. Dia adalah anak yang cuek.", Baekhyun memiringkan kepalanya.

'Itulah yang ingin kutanyakan padamu sebenarnya.', Batin Sehun.

"Berhenti membuat masalah, Baek.", Seseorang bertubuh tinggi datang menghampiri Baekhyun dan Shixun.

"Iyaiya--Oh ya, dia Chanyeol."

"Kurasa aku harus kembali kekelas--jangan ikuti aku, mengerti?", Sehun turun dari ranjang uks dan berjalan perlahan keluar pintu.

"Hmmm...", Sementara Baekhyun hanya tersenyum.

BRAK!

"Bisa beritahu aku, dimana kelasnya? Ugh..."

o

o

o

o

o

Tidak terasa ini adalah hari ke-10 Sehun pergi kesekolah. Selama itu pula yang ia dapatkan bukanlah pelajaran matematika dan sejarah, melainkan cara untuk bertahan hidup.

Mereka melihat Shixun sebagai anak yang rendah, dan mereka seolah-olah berada ditingkatan paling atas.

Tapi--

Satu hal yang perlu mereka ketahui, bahwa Shixun yang sekarang bukanlah Shixun yang dulu bisa mereka bully seenaknya, tapi Shixun yang sekarang adalah Oh Sehun. Anak yang paling tidak suka ditentang dan pandai berkelahi.

"Apa ini?", Saat Sehun masuk kekelasnya, ia melihat ada pakaian yang kotor dan bau diatas mejanya, tak lupa mereka juga mencoret-coret meja Sehun dengan kata-kata hinaan.

'Yang benar saja, apa begini cara mereka membully Shixun?', Batin Sehun heran. Bagaimana bisa mereka membully dengan cara kekanakan seperti ini? Well, tidak sopan kan jika mengabaikan orang yang ingin mengajak kita bertengkar?

'Aku akan membuatmu menyadari bahwa aku adalah tipe orang yang bisa lebih parah darimu', Batin Sehun smbil mencengkram baju kotor itu. Ia mengeluarkan Smirknya tanpa orang lain sadari, bagaikan setan yang sudah habis kesabarannya.

o

o

o

o

o

Pertama, kembalikan persis apa yang telah mereka berikan padaku.

"Ah, lelahnya..", Para siswa mulai berdatangan memasuki kelas setelah pelajaran bahasa korea yang mengharuskan mereka untuk pergi ke perpustakaan.

Tapi--

"Hmpp--kenapa kelas ini bau sekali?", Siswa laki-laki yang memasuki kelas duluan langsung berhamburan keluar karena tidak tahan dengan bau tidak sedap. Ini seperti bau pakaian kotor yang tidak dicuci selama berminggu-minggu.

"Iya bau sekali.."

"KIM SHIXUN! Pasti kau kan yang melakukannya?", Salah satu siswa laki-laki sekelasnya langsung menghampiri dan menarik kera Sehun. Sedangkan Sehun hanya menatap dengan tatapan polosnya.

"Bukan aku."

"Jangan bohong! Kamu tau karena--karena--", Laki-laki itu tidak meneruskn pembicaraannya.

'Gawat! Hampir saja aku keceplosan kalau kamilah yang sebenarnya melakukan itu padamu.'

"Minggir! Minggir! Ada apa ini?", Han songsaenim datang menghampiri mereka berdua karena terdengar suara keributan dari jauh. Saat Han Songsanim akan memasuki kelas, bau busuk mulai menusuk hidungnya dan membuat guru itu meringis.

"Kenapa kelas ini bau sekali? Siapa yang melakukannya?"

"Ini, pak! Dia pelakunya!", Siswa laki-laki itu mendorong Shixun untuk menghadap ke Han Songsaenim.

"Hm? Apa benar, Shixun?", Han songsaenim memeriksa tanda-tanda kejahilan dimata Sehun. Namun, Han songsaenim sepertinya tidak menemukan itu karena Sehun hanya menatap dengan tatapan polos.

"Aku rasa ini tidak adil pak jika akulah yang melakukannya.."

"Karena sepertinya disinilah aku yang mendapat paling buruk, pak."

"Apa maksudmu, Shixun?", Han Songsaenim mulai memicingkan matanya.

"Seperti yang bapak lihat, mejaku dipenuhi banyak sekali coretan-coretan.. Jika aku pelakunya, aku tidak mungkin melakukan hal jahat seperti ini, pak."

"Hmm...benar juga."

'Hahaha..ini adalah hal yang mudah bukan?', Batin Sehun. Ia pun melirik kearah teman sekelasnya sambil memasang senyum meremehkan.

"Bagaimana kalian bisa melakukan hal yang seperti ini pada teman sekelasmu sendiri..bapak akan menghukum kalian untuk membersihkan kerusuhan dikelas kalian."

"APAAA!!!", Semua murid sontak tidak percaya jika mereka sendirilah yang terkena batunya.

o

o

o

o

o

Kedua, tunjukkan pada mereka jika aku bukanlah target yang mudah.

"Berikan padaku bolanya!!"

"Kesini..kesini!!"

Saat ini sedang dikelas Sehun sedang pelajaran olahraga, seperti yang kalian lihat. Siswa laki-laki dibagi tim menjadi dua. Tim merah dan tim biru. Sehun, berada di tim biru.

PLAK!!

Seseorang sengaja memukul kepala Sehun saat akan menangkap bolanya.

"Ugh.."

"F*ucking sh*t! Satu-satunya olahraga yang bisa kau lakukan adalah menggoyangkan pantatmu untuk orang lain,heh..itu sangat menjijikkan jadi keluar saja dari tim ini..", Laki-laki berambut coklat yang sengaja memukul Sehun memandang Shixun rendah.

"Hey! Apa kau tidak apa-apa?", Park Songsaenim langsung berlari menghampiri Shixun yang terlihat kesakitan.

"Maafkan aku Songsaenim..aku tidak sengaja mengenai kepalanya saat menangkap bola, sepertinya dia harus beristirahat..", Laki-laki itu memelaskan wajahnya seakan-akan menyesali perbuatannya barusan.

"Begitukah?"

"Tidak, aku baik-baik saja Park Songsaenim..", Sehun mengeluarkan senyumnya,"Terima kasih telah mengkhawatirkanku, tapi aku baik-baik saja."

'B*tch!', Batin laki-laki itu.

Mereka pun akhirnya kembali kelapangan dan bermain seperti biasa.

BAM!

Sehun dengan sengaja langsung menyikut perut dengan keras laki-laki yang memukulnya tadi tanpa sepengetahuan Park songsaenim.

Tanpa basa-basi ia langsung memasukkan bola tersebut kedalam ring.

"Pftt--F*cking sh*t! Kamu tidak melakukan apapun dipermainan ini, kenapa kau tidak keluar saja dari tim daripada membuang energimu seperti ini? Cih.", Kali ini giliran Sehun yang memandng rendah laki-laki didepannya itu.

Sementara laki-laki itu hanya menganga lebar karena tidak tau jika Shixun akan bereaksi seperti ini.

o

o

o

o

o

Ketiga, kau akan membayarnya jika mencoba untuk memprovokasiku.

Suasana kantin ramai seperti biasa, namun Sehun tidak memiliki teman disini untuk diajak makan bersama. Alhasil, dia makan sendirian.

Pluk!

Seseorang melemparkan sesuatu kedalam makanan Sehun.

"Pftt--makan itu, jalang."

"Ewh, sangat menjijikkan."

Kedua pemud yang melemparkan makanan itu pergi menjauh setelah melancarkan aksinya.

Disaat itu pula Sehun berdiri dan mengambil makanannya. Kemudian ia memegangi bahu pemuda yang tadi dan...

PLAK!

Sehun melemparkan piringnya kemuka pemuda itu hingga pemuda itu terjatuh dengan wajah dan pakaian yang kotor.

"Sh*t! Apa yang kau lakukan, Shixun!"

"??? Kenapa kamu marah padaku jika aku sudah berbuat baik padamu.", Sehun memasang wajah polosnya sekali lagi.

"Apa ini yang kau sebut baik hah!!!", Pemuda itu membersihkan makanan-makanan yang menempel dirambutnya.

"Tentu saja--", Sehun mendekati pemuda itu dan menarik kerahnya kasar,"Aku bahkan sudah memberikan makan siangku untukmu. Yang salah disini adalah orang yang menolak kuberikan makanan dengan cara yang benar hmm..", Sehun mengeluarkan senyumnya tapi matanya memancarkan aura mengerikan.

Hasil dari melakukan bullyan kekanakan ini membuat Sehun merasa semakin menyenangkan melihat tatapan tidak percaya mereka.

'Sudah kubilang bahwa Shixun yang dulu sudah mati.'

o

o

o

o

o

TBC.