'Ada apa dengan mereka?', Batin Baekhyun. Setelah melihat kepergian Sehun, kini Baekhyun yang menghampiri Kai.

"Ada kejadian menarik apa dengan kalian berdua eh~?", Dengan santai Baekhyun duduk diatas meja sambil menunggu penjelasan dari Jongin.

"Tsk.", Kai terus mengalihkan pandangannya kearah jendela,"Byun Baekhyun.", Panggil Kai dengan nada seraknya.

"I-iya, Jong?",Jika sudah begini, Baekhyun tau pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua.

"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku."

"Hmm..jika itu keinginanmu, aku pasti akan melakukannya. Tapi--", Baekhyun turun dari mejanya dan duduk berhadapan dengan Jongin sambil memandang kearah jendela.

Ternyata sedari tadi, Jongin melihat kepergian Shixun.

"Apa ini tentang Kim Shixun?"

"Benar."

o

o

o

o

o

"Kim Kai! Kemari Kau!", Seorang ibu paruh baya dengan gaya angkuhnya membuka pintu gudang sambil menyeret rambut anaknya dengan kasar.

BRUK!

PLAK!

Kai kecil yang tidak tau apa-apa hanya diam pasrah saat dipukuli sang ibu.

"A-ampun bu..", Wajah Kai sudah babak belur dan kakinya sedikit terluka karena ia tidak memakai alas kaki sedari tadi.

"Tsk! Melihat wajahmu, mengingatkanku pada ayahmu yang menghianatiku! Itu membuatku kesal! AKHH!!", Setelah puas memukuli anaknya sendiri, ibu Kai lalu pergi dan mengunci Kai digudang.

"Hiks..hiks.."

SREKK!

"Kai! Apa yang terjadi padamu? Apa ibumu memukulmu lagi?", Saat itulah Sehun selalu datang untuk menolongnya.

Kai kecil hanya menganggukkan kepalanya pelan.

"Ayo kita pergi dari sini--"

"Kau mau bawa anakku kemana, bocah ingusan?", Tiba-tiba ibu Kai muncul sambil membawa tongkat bisbol. Ibu Kai berniat membunuh Kai.

"MINGGIR!", Dengan sekali hentak, ibu Kai menarik tangan Sehun agar menyingkir dari pandangannya.

"Aw!", Sehun sempat terjerembab ditumpukan karung-karung.

Ia pun bangkit kembali untuk melindungi Kai,"K-kai awass!!"

PLAK!

Sehun terlonjar jauh saat menerima pukulan keras dikepalanya.

"Sehun! Sehunnnn!!", Tiba-tiba suasana menjadi gelap dan ia seperti jatuh kedalam jurang.

"Argg!", Kai terbangun dari tidurnya setelah mengalami mimpi buruk. Keringat mengalir disekitar pelipisnya. Saat Kai akan mengambil segelas air, namun tangannya terlalu gemetar hingga membuat gelas itu pecah dan melukai tangannya.

'Aku akan mengungkapkan identitasmu yang sebenarnya, KIM SHIXUN!'

o

o

o

o

o

"Hey, Kim Shixun."

"Hm?", Sehun yang sedang asik memasang tali sepatu pun menoleh saat mendengar seseorang yang memanggilnya.

"Mau kemana kau? Bukannya seharusnya kau berdiam diri dirumah?", Itu Kim Shuya, kembarannya.

"Wow, sejak kapan kau mulai tertarik untuk mengurusi hidupku ha?"

"Tsk. Aku tidak tau mengapa kau bisa dijuluki seperti itu disekolah, tapi itu tetap saja membuatku malu jadi diamlah dirumah!", Lagi-lagi Shuya memandang rendah dirinya. Sehun heran, bukankah mereka adalah anak kembar? Kenapa Shuya bisa begitu benci padanya?

"Jadi kau mendengar rumor itu? Kau tidak pernah tau kan jika aku menghajar mereka seperti monster yang kelaparan?", Sehun tersenyum remeh. Ia pun berdiri saat selesai memasang sepatunya.

"Dasar tolol! Aku adalah orang yang paling mengerti dirimu jika kau itu hanyalah omong kosong belaka."

"Berarti mungkin kau bukanlah orang yang paling mengerti diriku, Kim Shuya."

"Apa maksudmu, hah?"

"HAHA!", Sehun mendadak ingin tertawa melihat bagaimana polosnya Shuya saat meremehkan dirinya. Memangnya dia pikir dirinya bakal diam begitu saja?

"Kau bilang aku hanya omong kosong? jika aku punya mulut untuk diajak bicara, maka tidakkah kau berpikir aku akan setidaknya menggigit orang sepertimu?", Sehun mendekatkan wajahnya kewajah Shuya seakan-akan ingin menggigit sungguhan.

Kenapa Sehun harus omong kosong jika ia bisa gunakan mulutnya untuk menggigit orang? Yah, menggigit orang yang diluarnya hanya sok-sok an tapi sebenarnya mereka hanyalah seorang pengecut.

"Jauhkan wajahmu, sialan!", Shuya memundurkan langkahnya saat mendengar nada bahaya dari Shixun.

"Sudah kubilangkan, jika aku ini sudah berubah total.", Kali ini giliran dirinya lah yang memandang remeh Shuya.

"Tsk!"

Drtt! Drtt!

Hm? Siapa yang berani-berani mengiriminya pesan?

"Apartement xxx nomor kamar 409. Datang sekarang."

'Sh*t! Sepertinya aku bisa menebak siapa yang mengirimiku pesan.', Siapa lagi jika bukan Kim Kai?

'Akhh! Padahal agendaku hari ini adalah pergi kerumah lamaku. Apa aku abaikan saja ya dia? Tapi--', Sehun tidak bisa membayangkan jika Kai marah akan seperti apa.

"Aku tidak menyangka jika ada seseorang yang mengirimimu pesan."

'Oh ya, Shuya masih disini.', Sehun hampir saja lupa keberadaan Shuya yang masih didepannya. Sepertinya Shuya membaca text nya tadi.

"Kau benar. Ada orang yang tergila-gila padaku setiap kali dia melihatku.", Sehun membuka pintu rumahnya namun ia berhenti sejenak,"Bagaimana kalau kau mencari hobby lain daripada repot-repot membuang energimu hanya untukku.", Sehun menutup kembali pintunya dan segera menuju lokasi.

"F*ck! Lihat saja nanti Kim Shixun..akan kubuat dirimu menjadi lemah tak berdaya seperti dulu.", Shuya mengepalkan tangannya kesal saat melihat tingkah saudara kembarnya yang berubah drastis.

o

o

o

o

o

TBC.