Hallo minna~

Ruuki kembali lagi menulis, agak telat soalnya sempet ga enak badan, gomen hehe... makasih yang udah koment dan kasih semangat, oh ya ruuki mau ganti judul nih, makasih sarannya Durara-san. Sekali arigatou untuk semuanya ^^

Chapter sebelumnya:

"Ahhh... kurasa aku sebentar lagi akan menjadi gila" Kataku frustasi, aku pun langsung merebahkan diriku ke kasur dan taklama aku tertidur.

Naruto © Masashi Kishimoto

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto,
saya hanya pinjem cast aja.

Rated K+/T

Genre : Romance, Drama, Family

Pair : NaruHina

Warning : OOC, AU, Typos, EYD yang kurang rapih, dan mungkin ga jelas hihi~
don't forget RnR.

Enjoy~

-Lonely person needs love, the injured and uninjured also need love-

Chapter 3 : Opening

Hinata POV

"Apa di jodohkan?!" Kataku.

"Iya dan besok malam kita akan bertemu dengan keluarganya" Kata tou-san.

"Tidak! aku tidak mau, Tou-san kan tau aku tidak ingin berurusan lagi dengan laki-" Kataku terpotong oleh tou-san.

"Sampai kapan? Sampai kau keriput kau tidak ingin bersama laki-laki? Tou-san tidak mengerti dengan apa yang kau pikirkan Hinata. Karna seorang laki-laki kau menjadi seperti ini!" Katanya lagi.

"Tou-san tidak ingin ada bantahan" Lanjut Tou-san, ia pergi meninggalkan ku sendiri di ruang tamu ini.

"Tou-san tidak mengerti apa yang aku rasakan" Kataku pelan, aku pergi ke kamarku dan masuk ke dalam sana lalu aku berjalan ke arah balkon kamarku. Aku terdiam melihat langit malam ini, musim semi ya? Haah..Aku memejamkan mataku mengingat ingat lagi kejadian itu.

Flashback

"Kiba-kun!" Teriak ku dari jauh, dan kiba pun menoleh dan melambaikan tangannya padaku. Aku pun berlari menghampirinya. Sebenarnya aku bingung kenapa kiba ingin bertemu dengan ku padahal kan katanya ia sedang sibuk dan lagi tidak biasanya dia ingin menemui ku malam-malam seperti ini.

"Sudah lama? Maaf ya" Kataku, pada saat aku ingin mengenggam tangan nya tiba-tiba dia melepasnya, kenapa? Tidak biasanya, aku merasa ada firsat buruk.

Aku menatapnya dan bertanya "Kiba-kun? Kenapa?"

"Gomen Hinata, aku ingin berhenti sampai di sini saja" Katanya sambil menatap mataku.

DEG

"A...apa?" Kataku, aku berharap bahwa aku salah dengar, benar pasti aku salah dengar.

"Aku ingin meng-akhiri hubungan ini, gomen hinata" Katanya.

Tidak! Apa aku membuat kesalahan?

"Kenapa? Apa aku buat kesalahan? Katakan? Aku bisa memperbaikinya Kiba-kun" Kataku, lihat sekarang, bahkan aku seperti pengemis cinta.

"Kau tidak salah Hinata, yang salah adalah diriku, maaf selama ini aku membohongi mu, sebenarnya aku masih sangat mencintai Shion, mungkin dulu bila aku bersama mu aku dapat melupakan nya karna wajahmu dengannya mirip tapi itu semakin membuat tersiksa dan aku tidak dapat melupakannya, aku ingin meng-akhiri hubungan ini sejak lama tapi aku tidak kuat untuk menyakitimu, gomen Hinata" Katanya.

Sungguh aku tidak ingin ini terjadi, aku berharap ini mimpi tapi kenapa kalau ini mimpi, ini begitu menyakitkan, aku merasakan duniaku berputar.

"A..apa kau kembali bersamanya?" Kataku, aku masih berusaha menahan air mataku.

"Gomen Hinata" Katanya.

Hancur sudah perasaan ku, aku sudah tidak kuat lagi mendengar nya, tapi kenapa aku masih tetap saja menanyakan nya.

"Ke..ke..kenapa kau melakukan ini semua pa..padaku? hiks... Aku sudah melakukannya terbaik, ak..aku mencintai mu dengan tulus, ta..tapi kenapa kau melakukan ini?!" Kataku, tangisku pun pecah.

"Selamat Tinggal, Hinata" Katanya meninggalkan ku sendiri di taman ini.

"TIDAK! KEMBALI KIBA-KUN! Hiks" Aku tidak ingin seperti ini, aku masih mencintainya kumohon Kami-sama.

Aku pun menangis di taman itu cukup lama, dan untungnya cukup sepi. Padahal malam itu cukup dingin tapi aku tidak merasakan dinginya cuaca itu.

Hingga...

"NEE-CHAN" semuanya menjadi gelap, yang aku dengar sebelum aku pingsan aku mendengar Hanabi memanggilku.

Flashback END

Dan semenjak saat itulah aku membencinya tapi semakin aku membencinya kenapa aku semakin mencintainya, aku tidak mengerti padahal aku sudah pergi dari Jepang menuju Paris untuk melupakan yang ada disini, tapi begitu sulit. Aku pun masuk kedalam kamarku dan segera menuju kasurku untuk tidur mungkin dengan tidur aku bisa menenangkan sedikit pikiran ku.

Naruto POV

"Tuan hari ini anda harus menemui calon pegawai baru untuk meng-interview mereka" Kata sekertaris ku.

"Baiklah" Aku berdiri dari kursi ku untuk menuju ruang interview.

Ruang Interview

Sudah banyak calon interview tapi belum ada yang menarik, lalu ketika aku lihat calon yang akan masuk berikutnya dari buku ku, aku melihat namanya Hyuga Hinata? Kenapa seorang bangsawan Hyuga melamar disini? Heh.. sepertinya manarik.

"Watashiwa Hyuga Hinata desu" Dan ketika dia masuk, benar-benar menggambarkan Hyuga lihat saja mukanya yang angkuh itu.

"Langsung saja kenapa kau ingin melamar disini?" Kataku, aku ingin tau alasannya.

"Aku sudah mempelajari beberapa perusahan di Jepang mengenai fashion dan yang paling terbaik adalah perusahan Namikaze Group" Jawab nya begitu tenang, memang sih Hyuga bukan di bidang fashion namum lebih ke per hotelan dan restaurant tapi kenapa dia tidak mengambil jurusan bisnis saja untuk meneruskan perusahaannya.

"Bukan kah keluargamu di bidang perhotelan dan restaurant, tapi kenapa kau malah mengambil jurusan fashion?" Kataku.

"Aku ingin berbeda dari semua keluargaku dan lagi bukankah tidak pantas membahas latar belakang keluarga pada saat interview berlansung tuan?" Katanya, apa tapi yang dikatakannya? Berani sekali.

"Ahh yare yare... kurasa sudah cukup Hyuga-san kau boleh kembali" kata Tsunade, ya dia nenekku.

"Tapi-"

"Kau ingin membantah Naruto" Kata Obaa-Chan ku, lebih tepatnya tatapannya.

"Baik aku mengerti" Aku pun diam saja setelah itu.

Banyak sekali yang di Interview sampai aku bingung sendiri mau yang mana, ketika aku sudah diruangan ku, aku kembali mengecek satu-satu. Dan tepat saat Hyuga Hinata entalah aku merasa dia mirip dengan wanita itu tapi itu kalo hanya sekilas tapi kalo diperhatikan sebenarnya sangat berbeda, wanita itu memang cantik namun kalo Hyuga mukin lebih ca-, YAKKK! Apa yang aku pikirkan, aku mengacak-acak rambutku. Aku memuka laci meja kerjaku dan aku mengambil foto ku dengan wanita itu, disana terlihat sekali bahwa aku bahagia namun Shion hanya tersenyum saja seperti tidak menunjukan kebahagiannya.

"Sudah lama sekali kejadian ini, haah..." Kataku menaruh kembali foto itu di dalam lemari.

Aku masih ingat sekali kejadian dimana Shion meniggalkan ku, yaitu di Kedai Ichiraku, sangat pahit sekali. Aku tidak punya kesalahan namun dia lah yang punya makanya ia ingin mememutus kan hubungan ini dan alasan lain dia sudah kembali dengan mantannya. Apa dia pikir selama ini aku hanya pelarian? Haaah.. semenjak saat itu suluit sekali aku mempercai wanita. Aku memang sudah melupakannya tapi rasa sakit itu belum kalo ditanya apakah aku masih mencintainya? Maka jawabanku adalah tidak karna aku sudah tidak mencintainya lagi lalu kenapa aku masih menyimpan foto yang tadi kupegang? Baiklah kalo begitu aku buang saja sekarang. Aku mengambil foto itu dan membuangnya. Selamat tinggal..

Tok tok

"Ya masuk" Kataku.

"Kata nyonya jangan lupa akan pertemuan nya, dan pertemuannya akan di laksakan di Resort Hyunga, di sekitar pantai Narita" Kata salah satu pegawai ku.

"Baik lah terima kasih" Kataku.

Aku masih saja diam hingga...

1

2

3

APA?! Resort Hyuga?! Tunggu kenapa harus disana? Ah tidak tidak mana mungkin Kaa-san mencoba untuk menjodohkan ku dengan keluarga Hyuga, Pasti! Tanpa ba-bi-bu aku langsung ke tempat yang di beri tau.

Resort

"Apakah anda tuan Uzumaki?" Kata pelayan ada di sini.

"Benar" Kataku.

"Ah kalau begitu mari saya antar anda ke kamar anda" Kata pelayan itu.

"Ka..kamar? Tunggu di mana ibuku" Kataku.

"Kaa-san di belakang mu" Kata seseorang di belakangku, ketika ku tengok.

SET

"Kaa-san apakah kita menginap di sini? Tapi bagaimna dengan peke-" Kataku terputus melihat tatapan kaa-san.

"Baiklah" Kataku pasrah.

"Bagus, nanti jam 8 malam kita bertemu di restoran, Kaa-san ingin jalan-jalan dulu" Katanya langsung pergi.

"Hahh... jadi dimana kamarku" Kataku pada pelayan tadi.

Aku jalan mengikutinya, aku berdecak kagum dengan design yang ada disini sungguh mewah, jelas saja kalo hyuga sering mendapat nobel dan penghargaan, haha tapi setidak uzumaki masih ada di atasnya.

"Sudah sampai, selamat menikmati fasilitas disini" Katanya langsung pergi.

Aku pun masuk kedalam kamar dan ketika aku masuk hanya satu yang dapat ku katakan, Hyuga hebat! Dikamar ini di desing dengan minimalis namun mewah, aku pun merebahkan diriku di kasur, dan tak lama aku ingin mandi karna badan ku lengket tapi aku ingat kalo aku tidak bawa baju. Tapi Kaa-san pasti sudah menyiapkan nya, aku bangun dan melihat kedalam lemari dan benar baju ku sudah ada. Yosh! Aku akan mandi.

Selasai mandi aku berniat untuk melihat pemandangan dari balkon dan ketika aku lihat, satu lagi aku mengatakan Hyuga Hebat! Balkon dini langsung menunjukan pemandangan pantai dan langsung dapat melihat sunset. Kurasa tidak ada salah nya aku berlibur disini. Ketika padang ku ingin melihat ke sebelah kananku dan tepat ada seorang wanita sedang memandang pantai. Aku memperhatikannya rabutnya yang sedikit tertiup angin sore sulit di deskripsikan bahwa wanita itu cantik.

"Heh... sudah puas melihat wajahku tuan Uzumaki?" Katanya

Deg

"Ap..apa?" Bagaimana dia tau kalo aku memperhatikannya dan bagaimana dia tau aku, setelah ku teliti..

"Kau yang tadi melamar di-" Kataku terputus.

"Ya lalu kenapa?" Katanya dingin.

"Bagaimana kau ada disini?" Balas ku tak kalah dingin.

"Mudah saja ini resort keluarga ku jadi kapan pun aku mau datang itu tidak bermasalah" Katanya.

Benar yang dikatakannya, ketika aku melihatnya di hanya... menggunakan baju handuk dan itu-

"Tak ku sangka tuan Uzumaki adalah orang yang mesum" Katanya tajam.

"YAKK!" Apa-apaan dia itu!

"Jangan berteriak bodoh!" Katanya, apa aku dikatkan bodoh.

"Yak! Bagaimana aku tidak berteriak,kau ini perempuan atau bukan?!" Kataku tak kalah sengit.

"Apa maksudmu berkata seperti itu! Awas kau" Setelah dia berkata seperti itu dia masuk entah untuk melakukan apa entalah aku masih ingin menunggu nya, dan tak lama dia keluar dan membawa botol air yang hapir habis.

"Kau tadi bertanya aku ini perempuan atau bukan kan? baik rasakan ini" Dia melempar botol itu ke arahku dan dengan reflek aku menghindar.

"hahaha rasakan itu aku tidak kena!" Kataku, ketika aku berbalik aku terinjak botol itu dan kepala ku mendarat di pintu kaca balkon ini, SIALLL!

Naruto POV END

Hinata POV

Brakkk

Aku baru saja melempar dengan botolku namun tidak kena, dan itu membuatku kesal tapi tak lama aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ia terbentur pintu kaca balkon ini.

"Ha! Rasakan itu!" Kata ku langsung masuk.

Kringggg...

Aku melihat handphoneku dan saat siapa yang menelphone dan tenyata dari kaa-san.

"cepatlah kesini hinata" kata kaa-san.

"ha'i" kata ku

Aku pun bergegas menganti pakaian ku, setelah merasa cukup puas aku pergi kebawah, padahal tadi aku sangat ogah-ogahan untuk pertemuan ini tapi beberapa saat yang yang lalu aku merasa sangat senang sekali.

Ketika sampai, aku sudah melihat Kaa-san ku dan calon besanku.

"Maaf aku terlambat" Kataku.

"Waaah cantik nya, apakah dia akan menjadi menantuku?" Katanya.

"Hmm.. Kau benar" Kata Kaa-san.

"terima kasih pujiannya Oba-san" kataku tersipu.

"baiklah kau duduklah Hinata, dan jangan panggil aku Oba-san panggil aku Kaa-san, mengerti?" Katanya.

"I..iya Ka..Kaa-san" Kataku.

"Maaf aku terlambat" Kata seorang laki-laki, Dan kurasa aku mengenal suara itu dan ketika ku angkat kepalaku benar dia...

1

2

3

"KAU!" Kataku bersamaan.

"Kalian sudah saling kenal ya?" Kata Kaa-san ku.

"Dan kenapa dengan wajahmu itu naruto?" Dan aku dapat mengambil kesimpulan bahwa aku sedang di jodohkan dengan keluarga Uzumaki, dan tepatnya itu adalah UZUMAKI NARUTO! Kumohon tengelamkan saja aku sekarang!

TBC

Gomen update lama, lagi nyari ide dan ide itu baru saja muncul tadi malam dan paginya aku langsung ketik biar ga lupa lagi hehe, makakasih banyak yang udah mau baca dan review bahkan membirikan masukan, Arigatou...

Makasih untuk Virgo24-san, hyuugazan-san, durara-san, -san, anggi-chan-san, Aizen L Sousuke-san, hino-san emm aku sengaja pendek untuk cerita ini, gomen hehe, Oppai-kun, Ranggagian67, NaruKarin Forever.