APRIL SNOW

Title:April Snow

Author: Ikki Ka Jung99

Cast: -Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Lu Han

-Oh Sehun

Genre:Romance,Hurt,

Length: 2 of..?

Rating: M (untuk saat ini T '-')

Pairing: ChanBaek,slight! ChanLu,HunBaek,HunHan

WARNING FOR TYPO! DON'T LIKE DON'T READ! CHANBAEK JJANG ^^!

Summary: Saat rasa ini membawa asa untuk mencinta..

P.S kata-kata yang di italic bisa kata hati atau flashback

HAPPY READING .!

~APRIL SNOW~

Pemandangan di dalam kantor polisi terlihat seperti isi kepala Baekhyun, berantakan dan kacau. Dia melewati lorong sempit di antara meja-meja dan mencari Kepala Polisi "Park Jung Soo". Setelah memastikan identitas Baekhyun, polisi menyuruhnya menunggu sebentar.

"Satu orang masih belum datang"ucapnya

Dari sebelah pintu masuk terdengar suara,"Dimana ruang kepala polisi Park Jung Soo?". Polisi yang tengah menyusun berkas mendongakkan kepalanya,kemudian bertanya,"Apa anda penanggung jawab dari Lu Han?"

Ketika mendengar jawaban "benar" dan seseorang mendekat kearahnya, Baekhyun baru paham maksud perkataan polisi mengenai "satu orang yang masih belum datang".

'Orang aneh'pikirnya. Dia menggunakan celana berwarna khaki dan jumper hitam,di dalam jumper yang terbuka itu tampak kaus putih serta kaus dalam abu-abu. Hal yang menarik perhatian Baekhyun adalah langkahnya yang panjang. Wajah pucatnya tidak serasi dengan pakaiannya saat ini. Setelah mengucapkan salam pada Baekhyun,dia langsung duduk disebelah Baekhyun. Polisi memperlihatkan dokumen yang sedari tadi dibacanya kepada dua orang tersebut.

"Diantara kedua orang tersebut,belum bisa dipastikan siapa yang mengemudikan mobil. Sebab keduanya ditemukan diluar kendaraan…"

Di dalam dokumen itu terdapat beberapa foto yang diambil dari lokasi kejadian. Baekhyun bisa menebak bahwa namja disampingnya adalah pasangan dari namja yang juga terbaring di ruang UGD. Kenyataan bahwa suaminya pergi dinas dengan seorang namja lain dalam satu mobil membuat hatinya berdenyut sakit.

"Karena kendaraan yang dipakai adalah kendaraan milik Oh Sehun,besar kemungkinan dialah yang mengemudi. Tapi masih harus dilakukan penyidikan lebih lanjut."

"Pengemudi kendaraan adalah pelaku,sedangkan orang yang duduk di kursi samping sopir yang paling parah adalah pengemudi truk"

Polisi menerangkan sambil membuka satu per satu dokumen yang terletak dihadapan Baekhyun. Pagar pembatas jalan remuk,bahkan pohon sampai tumbang dan tercabut dari akarnya,lalu mobil terlempar jauh ke sawah. Kaca depan mobil penumpang tersebut pecah dan di sana-sini terlihat bekas darah.

"Truk itu hendak menghindari mobil penumpang, tetapi justru melenceng dari jalur,lalu jatuh ke bawah tebing sedalam kurang lebih 20 km dalam posisi terbalik di atas kerikil.

"Lalu bagaimana keadaan pengemudi truk itu?"

"Lukanya amat parah,jadi dia dibawa ke rumah sakit yang lebih besar. Dia dibawa ke Daegu tapi lukanya sungguh parah,jadi…"

Polisi bingung melanjutkan kalimatnya. Baekhyun maupun Chanyeol tidak menanyakan kalimat yang terputus itu.

"Tapi ada hubungan apa Luhan dan Oh Sehun?"

"Mereka hari ini pergi dinas ke Samcheok dan membuka kantor cabang disana"

Baekhyun merasa bahwa jawabannya itu seolah-olah membela suaminya. Hal itu karena namja lain yang ikut kecelakaan bersama suaminya. Namja disampingnya pun menjawab dengan tindakan yang sama.

"Istri saya adalah ketua tim desain interior"

Entah mengapa,Baekhyun ikut mengangguk begitu saja. Restoran masakan barat memang tidak memiliki menu yang sama disetiap cabangnya tetapi juga desin interiornya.

"Setiap kali pembukaan cabang,suami saya selalu mempercayakan desain interior pada perusahaan desain. Karena membuka cabang baru,kedua belah pihak harus bekerja sama sampai keuntungan diperoleh dan untuk mengantisipasi kerugian"jelas Baekhyun

"Jadi,mereka berdua tengah mengadakan perjalanan bisnis,lalu kecelakaan,begitu?"

Polisi mengetikkan keterangan di komputer. Bukti-bukti ditempat kejadian sedang diperkisa di lab pemerintah sehingga siapa yang mengemudi baru diketahui lima belas hari kemudian.

"Tapi Lu Han ditemukan dalam kondisi mabuk .."

"Istri saya bahkan tidak kuat munum sul.."potong Chanyeol

Polisi mengangguk-anggguk sambil terus mengetikkan informasi di keyboard.

Walaupun Sehun tidak pernah mengatakan bahwa dalam perjalanan bisinsnya dia ditemani rekan kerja,baik yeoja atau namja,Baekhyun menaruh kepercayaan padanya. Dia dalah laki-laki sejati. Baekhyun tidak pernah berpikir bahwa Sehun memiliki hubungan dengan namja lain. Dia percaya bahwa laki-laki itu mencintainya. Jika melihat Sehun dari pakaian resminya,sulit dipercaya jika ia bersenang-senang dengan namja lain.

Setelah menikah dengan Baekhyun,Sehun memutuskan berhenti dari kantornya dan memulai usaha membuka restoran masakan Barat. Setiap tahunnya dua atau beberapa kali ia membuka cabang baru,bahkan ini sudah yang kesepuluh.

Dahulu ketika masih diawal pernikahan Baekhyn merasa takut sendirian di rumah saat Sehun pergi dinas. Tapi sekarang dia sudah terbiasa ditambah suaminya itu selalu membawa oleh-oleh khas dari daerah yang dikunjunginya. Kalau pada awal pernikahan Sehun memberinya bunga dan kue,kini hadiah itu berganti menjadi benda "yang bisa dimanfaatkan". Tak hanya itu Baekhyun juga minta dibelikan oleh-oleh khas dari daerah tempat suaminya pergi dinas.

Polisi berpindah ke kursi tempat Baekhyun dan Chanyeol duduk lalu meletakkan keranjang berwarna biru di meja. Di dalam keranjang itu terdapat beberapa barang bukti yang diambil dari lokasi kejadian. Baekhyun mengambil barang-barang milik Sehun seperti dompet,ponsel,SIM,dan kunci yang menyembul dari dalam dompet. Chanyeol juga melakukan hal yang sama, mengambil benda-benda milik Lu Han.

Di dasar kotak terdapat benda yang tidak jelas kepunyaan siapa. Baekhyun mengambil tiket masuk tol dan 2 tiket masuk ke Taman Nasional. Disana juga ada cincin berwarna biru di dalam sebuah plastic bening berbentuk persegi. Baekhyun sedikit tersentak sesaat memandangi benda tersebut.

Sebuah alat kontrasepsi.

Chanyeol langsung mengambil benda itu dan memasukkannya kedalam plastic yang dibawanya. Baekhyun beralih mengambil kamera yang tersisa di keranjang.

"Mobil yang mengalami kecelakaan sudah dibawa ke bengkel Sam-ho. Sekitar 150 m dari sini disebelah kanan jalan".

"Kami akan menghubungi kalian jika hasil penyelidikan sudah keluar." Lanjut polisi itu.

Baekhyun maupun Chanyeol keluar dai ruang polisi tersebut dan berjalan menuju bengkel yang dimaksud polisi tadi. Baekhyun merasakan kecurigaan yang sangat besar. Semua karena alat kontrasepsi itu.

BAEKHYUN POV

Kalau dipikir-pikir,tidak mungkin Sehun memakai alat seperti itu, apalagi kami tengah menunggu kesempatan untuk memiliki anak. Setelah berkonsultasi dan melewati berbagai pemeriksaan di rumah sakit,dokter memberikan cara-cara agar bisa mempunyai anak. Jika tidak bisa menunggu sebentar kami berencana mengikuti program bayi tabung.

Kalau bukan Sehun… apakah milik namja yang bersamanya? Astaga, bukankah lebih aneh lagi? Rasanya ada yang tidak beres.

Cincin biru…

Alat kontrasepsi..

Sepertinya aku mempunyai firasat buruk tentang hal itu..

BAEKHYUN POV END

AUTHOR POV

Baekhyun terlalu larut dalam lamunannya,hingga hampir saja melewati bengkel. Dia baru sadar setelah namja yang pergi bersama mengingatkan. Ketika melihat mobil Sehun di bengkel rasa curiga Baekhyun menjadi firasat buruk.

Kaca depan mobil itu pecah,tutup mesinnya pun setengah terbuka karena remuk. Pintu disebelah kursi pengemudi yang melesak ke dalam terbuka. Ketika dia melihat bagian dalamnya, benda yang pertama kali dilihatnya adalah sepatu namja yang berada di kursi penumpang.

"Bukan milik Sehun,jadi.." batinnya

Baekhyun mengalihkan pandangannya dan mengamati isi mobil dengan seksama,tidak mau ambil pusing pasal sepatu itu. Setelah memastikan tidak ada barang Sehun yang luput dari pemeriksaan, dia segera keluar dari mobil.

Begitu Baekhyun keluar, Chanyeol yang menunggu dibelakangnya segera mendekati mobil. Tentu saja pandangannya tertuju pada sepatu namja yang tinggal sebelah itu dan secara reflex mengambilnya. Dia hanya mengambil dan meletakkannya di jalan,lalu menarik tubuhnya dari dalam mobil. Dia mundur selangkah dari mobil,lalu menatap mobil itu acuh tak acuh,lalu membalikkan tubuhnya menuju pintu masuk.

Baekhyun dan Chanyeol berpisah di pintu masuk bengkel. Dia ingin kembali ke rumah sakit. Jam besuk tersisa 2 jam lagi. Dia pergi dengan terburu-buru,seperti orang yang tidak punya tujuan. Cincin biru,sepatu namja,alat kontrasepsi,semua bercampur aduk dalam kepalanya. Rasa curiganya menumpuk seperti bongkahan salju. Dia kembali ingat pada 2 lembar tiket Taman Nasional. Tempat yang belum pernah dikunjungi Baekhyun. Rasanya berdebar seperti mencari kepingan puzzle dan menyusunnya untuk menemukan gambar puzzle tersebut mulai menyeruak. Untuk menghentikan pemikirannya yang tidak-tidak ia mulai masuk ke sebuah restoran.

Menu yang disediakan disana adalah hwangtaeguk dan kimbab. Setelah memesan hwangtaeguk dia juga ingin memesan kimbab untuk dibawa pulang, kalau-kalau nanti Sehun sadar. Di seberang meja Baekhyun terdapat pasangan kakek-nenek mengenakan baju training sedang makan gukbab. Wajah keriput mereka tampak kemerah-merahan tampaknya baru saja selesai berolahraga.

Meskipun makanan yang dipesannya ini bertekstur lembut dan mudah dimakan, Baekhyun sama sekali tidak mencicipinya, apalagi menyentuhnya. Rasa penasarannya semakin membuncah seperti bola salju yang terus mengelinding dan membesar. Pada akhirnya ia meletakkan sumpitnya dan mengambil plastic yang berisi barang-barang yang diambilnya dari kantor polisi. Diantara semua barang itu, kamera digital tersebut belum pernah dilihatnya. Dia tahu semua benda milik suaminya termasuk pin dan ukuran kaus kaki Sehun. Namun kamera ini benar-benar asing baginya.

Sebuah tombol power menandai jutaan rasa asing itu. Begitu tombol on/off dinyalakan, layar berwarna biru terbentang. Dia kembali melihat kearah tombol, tapi kinia ia menekan tombol play.

Begitu layar berwarna biru itu bergerak, ketika muncul wajah kedua lelaki di layar, Baekhyun baru menyadari apa yang telah dilakukannya. Dia telah menekan sebuah tombol rusaknya kehidupan rumah tangga yang telah dibinanya selama 5 tahun.

"Kau sedang mengambil gambar?"

Suara laki-laki yang asing ditelinga Baekhyun terdengar dari kamera, kemudian muncul gambar close up tubuhnya. Nafas Baekhyun terhenti seketika. Dibelakang suara lelaki itu terdengar suara laki-laki lain yang berkata "Jangan direkam". Di dalam layar yang semakin bergetar hebat,tampak pipi,bahu,tengkuk dan punggung yang diambil dengan jarak dekat. Tak salah lagi,leleaki itu adalah Sehun.

Didalam video itu, Sehun telihat melakukan sesuatu yang belum pernah Baekhyun lihat sebelumnya. Ia memeluk lelaki disampingnya dengan begitu mesra. Baekhyun juga tidak pernah melihat Sehun tertawa selepas itu. Bahkan ia tidak pernah melihat wajah suaminya ceria seperti itu.

Suara cekikikan lelaki tadi dan suara pelan Sehun memenuhi ruangan restoran. Pandangan mata dari pasangan kakek-nenek itu mengarah padanya. Buru-buru Baekhyun menekan tombol on/off untuk mencegah lebih banyak perhatian. Tetapi suara itu sudah cukup lama terdengar di restoran sehingga meninggalkan gema.

Hanya dengan menekan satu tombol,segalanya jadi hancur. Tidak hanya kehidupan rumah tangganya selama 5 tahun. Kepercayaan, kepastian cinta, serta visi dalam kehidupannya pun ikut hancur. Seketika Baekhyun yang diliputi kecurigaan merasa tubuhnya kaku. Dia hanya duduk terdiam lama sekali dan tatapan matanya sedikit sayu.

TBC..

A/N: Hei.. bertemu lagi di chapt 2 ^^

gimana meurut kalian chapt ini? RnR yakk! :D mian for typo dan sejenisnya... ga aku edit lagi soalnya.. :)

Aku minta maaf karena apdetnya ngaret '^' lagi sibuk nih..

Ada beberapa yang bilang bingung dengan jalan ceritanya ini.. waduh..maaf ya kalau susah dimengerti bahasanya.. semoga di chapt ini bisa ngerti :) #bow

See you in next chapter :D

BIG THANKS TO:

cici fu|ChanBaekLuv|parklili|byeonb| riza . nafa .9|baekkiepyon