APRIL SNOW
Title:April Snow
Author: Dandelion99
Cast: -Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
-Lu Han
-Oh Sehun
Genre:Romance,Hurt,
Length: 4 of..?
Rating: M (untuk saat ini T '-')
Pairing: ChanBaek,slight! ChanLu,HunBaek,HunHan
WARNING FOR TYPO! DON'T LIKE DON'T READ! CHANBAEK JJANG ^^!
Summary: " SAAT RASA INI MEMBAWA ASA UNTUK MENCINTA"
HAPPY READING! ^-^
********** APRIL SNOW **********
Motel itu hanya berjarak beberapa langkah dari rumah sakit. Sama seperti rumah sakit, motel itu juga berlantai tiga. Namun karena perumahan disekitarnya berlantai satu, motel itu terlihat menjulang tinggi. Kedua bangunan itu bercat putih, tetapi dinding motel tidak seterang warna dinding rumah sakit.
Lelaki pemilik motel yang berusia sekitar 50 tahun itu memiliki gaya bicara yang blak-blakan, tak jauh beda dengan bangunan motel itu yang terlihat apa adanya. Saat melihat Chanyeol masuk ke motel sendirian sambil membawa koper, dalam sekejap ia langsung mencari tahu identitas Chanyeol. Kemungkinan Chanyeol adalah tamu yang akan menginap dalam waktu lama karena menjadi tanggung jawab pasien yang sedang opname di rumah sakit seberang.
"Kamar lantai dua cukup tenang. Anda juga bisa merasakan aktivitas sehari-hari karena ada jendela yang menghadap kearah jalan"
"Jika anda ingin menginap lama, anda akan mendapat diskon 10% jika anda membayar uang muka untuk satu minggu ke depan".
Layaknya orang bodoh, Chanyeol melakukan apa yang diminta lelaki pemilik motel. Pemilik motel memberikan kunci pada Chanyeol, dan membimbingnya menuju ke tangga di ujung koridor.
Setelah naik ke lantai dua, tampak koridor yang remang-remang. Ketika Chanyeol sedang mengecek angka-angka yang terpasang di depan pintu besi tersebut, salah satu pintu itu terbuka dan menampakkan sosok Baekhyun. Setelah mengunci pintu, begitu mengangkat kepalanya, Baekhyun melihat Chanyeol. Dia melewati Chanyeol dengan langkah pasti, bagai hembusan angin.
"Chogiyo.." cegat Chanyeol
" Ada apa?" Tanya Baekhyun dingin.
Chanyeol menghampiri namja itu dengan langkah panjang, sedangkan Baekhyun memandanginya dengan tatapan dingin.
"Benarkah suamimu sedang dalam perjalanan dinas?"
Tersimpan banyak maksud dari pertanyaan Chanyeol. ' Apakah kau juga tahu, suamimu melenceng dari pertemuan itu, maksud sebenarnya dari peristiwa kecelakaan itu'. Sudah tentu Baekhyun mengerti maksud pertanyaan Chanyeol. Dia juga merasakan banyak hal, merasakan guncangan serta rasa marah yang teramat sangat. Walaupun tak sama dengan kamera digital yang dilihat Baekhyun, respon lelaki itu sama seperti dirinya. Tampaknya laki-laki itu juga seperti dirinya, pulang ke Seoul untuk membawa beberapa barang yang diperlukan selama di rumah sakit.
"Ya. Benar" tegas Baekhyun. Dia hanya tidak ingin terlibat masalah dengan lelaki itu.
"Istriku sedang cuti"
Bahkan Chanyeol mengetahui perasaan Baekhyun hingga sedalam itu. Dia menyiratkan kenyataan pada namja manis itu, bahwa meskipun menghindari kenyataan demi melindungi suaminya, hal itu hanyalah usaha yang sia-sia.
Dihadapan kenyataan yang dilontarkan namja asing itu, tubuh dan perasaan Baekhyun menjadi semakin panas. Sebenarnya apa maksudmu menyatakan hal itu padaku? Belum sempat ia menanyakan hal itu, laki-laki itu sudah melanjutkan perkatannya.
" Maksudku, karena pekerjaan sampingan makanya istriku pergi. Aku harap kau juga memahaminya."
Tanpa memberikan respon apapun, Baekhyun membalikkan badannya tanpa memperdulikan Chanyeol. Baekhyun bisa merasakan tatapan mata Chanyeol mengikutinya sampai ke ujung koridor saat akan menuruni tangga.
****************** APRIL SNOW ****************
Setelah keluar dari motel, Baekhyun berhenti sebentar di depan jalan. Dia tidak terlalu mengenal daerah ini dan hanya tahu bahwa setelah menyebrangi jalan ini pasti akan sampai ke rumah sakit. Baekhyun berjalan memasuki rumah sakit, dia berputar arah dari serambi menuju taman belakang rumah sakit. Disana ada sekat yang menghubungkan rumah sakit dengan jalan mendaki menuju bukit.
Baekhyun mendaki jalan tersebut dengan hati-hati. Di kanan-kiri jalan, tanggul sungai membentang tanpa batas. Aliran sungai itu mengalir perlahan-lahan, meskipun debit air sungai tidak seberapa tetapi sungai itu amat lebar. Diseberang sungai terdapat gunung yang rendah, dihiasi tebing karang berwarna merah tua yang menghujam tegak lurus dengan dasar sungai.
Baekhyun memandangi tebing curam itu selama beberapa saat. Entah mengapa dorongan hatinya ingin mengikuti tebing vertical itu. Kedua tangannya memegang lututnya yang gemetaran.
"Hikss..hikss.."
Dia tidak tahu, kesedihan yang di rasakannya akibat kecelakaan tersebut atau karena penghianatan yang dilakukan suaminya. Dia ingin memaki dirinya sendiri, bahkan sampai muncul perasaan dosa.
' Apa bagimu aku begitu banyak kekurangan? Atau, apakah sebagai istri aku melakukan kesalahan?'
Baekhyun memandangi dirinya sendiri bagai daun yang berguguran di puncak tebing di seberang sungai. Dia lalu menghela nafas dan kembali masuk ke rumah sakit. Sehun masih berbaring dalam posisi yang sama. Baekhyun menatap wajah Sehun selama beberapa saat. Hampir seluruh wajahnya tertutup alat bantu pernafasan, hanya dahinya saja yang terlihat.
' Ini tidak adil. Cepatlah bangun lalu bicara padaku. Coba buatlah alasan atau apa pun'
Setelah perawat selesai memeriksa keadaan Sehun, Baekhyun memijat-mijat kaki Sehun, lantas mengisi alat pelembab udara dengan air. Dia juga menyelimuti Sehun hingga ke pundak. Setelah itu tak ada hal lain yang dilakukan. Dia melihat jenggot yang tumbuh dengan liar di dagu suaminya. Video yang memperlihatkan dagu itu menempel di pundak namja lain kembali muncul dipikrannya.
'Tidak..tidak bisa' …. Meskipun terus mengelak pada akhirnya Baekhyun menghampiri bangsal tempat Luhan dirawat. Karena tidak bisa melihat dari dekat, ia hanya memandang dari luar dengan mengangkat lehernya tinggi-tinggi. Wajahnya tertutup masker oksigen, hanya dahi putihnya saja yang terlihat. Tangan dan lengannya yang tidak tertutup selimut penuh luka lecet dan goresan.
Bagaimana mungkin aku bisa kalah oleh seseorang yang tidak berdaya dan terbaring dengan wujud berantakan seperti itu..? Kenyataan itu lebih membuatnya sakit hati. Dia ingin melihat namja itu siuman dan memperhatikan bagaimana caranya tersenyum, tertawa dan berbicara, dan ingin menatap dalam-dalam namja itu. Dia juga ingin tahu apa yang dimiliki namja itu, yang tidak bisa ia berikan kepada Sehun. Dia tidak percaya namja itu memiliki banyak kelebihan dibandingkan dirinya.
" Maaf, apa yang kau lakukan?"
Baekhyun tersadar saat mendengar suara bass seseorang di belakangnya. … Park Chanyeol. Demi menghindari namja itu, Baekhyun buru-buru kembali ke bangsal Sehun. Baekhyun memandangi wajah Sehun. 'Apakah kau benar-benar mencintai namja itu?'Meskipun hanya bertanya dalam hati, Baekhyun merasa dadanya serasa dihujam pisau tajam. Baekhyun memegang dada kirinya dan merasakan pertanda kehadiran seseorang disebelahnya. Orang itu. Orang itu Park Chanyeol.
Helaan nafas berat dari namja itu terdengar jelas di telinga Baekhyun. 'Apakah dia juga merasakan hal yang sama? Perasaan tak masuk akal untuk merendahkan diri sendiri, perasaan kalah, bahkan perasaan berdosa?' batinnya. Mendengar helaan nafas berat namja disebelahnya membuat Baekhyun juga merasakan hatinya berat.'Jangan seperti ini, kumohon…' Tanpa alasan pasti, hatinya mengiba. Pada akhirnya, dia merasa pusing, lalu memandangi wajah Sehun sebentar. Setelah melihat ke dalam ruangan, Chanyeol berbalik badan, kemudian menjauh dari ranjang. Rupanya dia takut mengakui bahwa dirinya merasa dikhianati dan kalah saat bertemu muka dengan Sehun. Baekhyun memandangi punggung namja itu. Langkahnya seperti pakaian yang diterbangkan angin… 'Apakah dari belakang aku juga tampak seperti itu?'.
************************* APRIL SNOW ************************
Saat ia keluar ruang UGD, turun hujan musim dingin. Baekhyun membuka payung yang sebelumnya ia beli di toko dekat rumah sakit. Baekhyun berjalan menyusuri jalanan musim dingin. Sudah beberapa hari ini ia mengalami insomnia, hari pertama karena kecelakaan suaminya, ia menunggu semalaman di depan ruang operasi. Hari berikutnya, ia tidak bisa tidur karena melihat video perselingkuhan suaminya. Kemarin malam ia juga tidak bisa tidur karena tempat tidurnya berbeda dengan di Seoul. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke apotek.
"Akhir-akhir ini aku tidak bisa tidur.."ucapnya pada apoteker
"Apakah akhir-akhir ini anda sering merasa terkejut atau stress?" Tanya apoteker itu dengan ringan, sepertinya hal seperti itu sudah biasa di tangani.
"Ya" jawabnya
Apoteker itu memasuki ruang peracikan obat kemudian menyerahkan sebuah bungkusan berisi obat berwarna putih.
"Walaupun tidak bisa tidur, jangan sampai diminum lebih dari satu tablet sehari".
Baekhyun menerima obat tersebut. Ketika sedang mengambil uang di dompet terdengar suara pintu apotek terbuka. Apoteker itu bertanya pada pembeli yang baru datang.
"Ada yang bisa kubantu?", tetapi tidak jawaban disana.
Setelah menerima uang dari Baekhyun, apoteker itu kembali bertanya ,
"Apakah ada hal yang anda inginkan secara khusus?"
Baekhyun membalikkan badan dan hendak keluar dari apotek. Saat itu tampaklah wajah pembeli yang baru datang. Dia namja yang berdiri di depan bangsal Sehun, kemudian pergi dengan nafas berat. Baekhyun menggeser pintu apotek sambil menghindari namja itu. Sebelum pintu kembali tertutup, terdengar perkataan yang diucapkan namja itu kepada apoteker.
"Aku tidak bisa tidur…"
'Rupanya ia juga mengalami hal yang sama denganku. Sama-sama terguncang, sama-sama merasa kalah, sama-sama insomnia…' batinnya. Baekhyun memutuskan untuk menunjukkan tanyangan video di kamera digital kepada orang itu. Setelah melihat video itu, dia tidak akan mencemaskan keadaan lelaki itu. Sebab, lelaki itu juga berhak tau kebenarannya.
Begitu sampai di lobi motel, namja itu sudah disana. Tanpa payung dan hanya mengenakan hoodie dan celana panjang yang tampak basah. Ketika namja itu hendak memasuki motel, Baekhyun mencegatnya.
"Ada yang ingin kusampaikan dan kuperlihatkan" ucapnya
Chanyeol berbalik badan menghadap Baekhyun. Namja itu hanya memandang Baekhyun. Bukan, bukan Baekhyun yang menjadi sorotannya, melainkan jauh di belakang pundak Baekhyun. Baekhyun mengguncang bahu Chanyeol pelan. Chanyeol segera tersadar dan menatap namja manis itu.
"Bagaimana kau mengetahuinya?" Tanya Baekhyun
Chanyeol membukakan pintu lobi tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun. Saat Baekhyun masuk ke lobi, dia berjalan di belakang Baekhyun. Di tengah perjalanan menaiki tangga , namja itu menjawab,
"Aku melihatnya dari SMS yang dikirim ke ponsel istriku."
"Aku juga melihat SMS yang dikirimkannya. Aku juga melihat foto mereka dan ada video di kamera digital itu. Aku akan menunjukkan padamu".
"Tunggulah sebentar" ucap Baekhyun saat mereka berada di depan kamarnya.
Chanyeol menyandarkan dirinya ke tembok dan menghirup nafas pelan-pelan, saat Baekhyun memasuki kamarnya. Baekhyun keluar dan menyerahkan kamera itu pada Chanyeol, ketika ia hendak menutup pintu suara Chanyeol memangilnya,
"Maaf, aku tidak tahu apakah kau masih mau mendengarnya lagi.."
"Maukah kau mencocokkan SMS di ponsel suamimu?" lanjut Chanyeol
******************** APRIL SNOW ******************
Blossom Tears. Lagu yang dinyanyikan Lyn dan Leo VIIX itu mengalun perlahan di dalam café tersebut. Chanyeol dan Baekhyun duduk berhadapan setelah sebelumnya mereka mengganti pakaian yang basah akibat hujan. Meskipun telah meminum teh yang di pesan hingga separuhnya, kedua orang itu belum saling berbicara.
Chanyeol yang petama kali memecah keheningan dengan menaruh ponsel milik Luhan di atas meja. Baekhyun melakukan hal yang sama. Dia meletakkan posel Sehun di atas meja, lalu mengambil ponsel Luhan. Masing-masing sedang membuka folder ponsel dan memastikan sifat asli pasangan mereka. Rasanya mirip seperti menusukkan mata pedang ke jantung mereka sendiri.
Aku sedang menyiapkan jiwa raga untuk pertemuan kita besok. Aku sangat merindukanmu
Pesan itu dikirim pukul 10. 00 malam sebelum hari terjadinya kecelakaan. Pada saat itu Baekhyun tengah mengemasi barang-barang yang hendak di pakai Sehun untuk dinas keluar.
Aku rindu tatapanmu, suaramu, belaian tanganmu. Semuanya.
Disebelah sana balasan bertuliskan " Aku juga rindu, sangat rindu." Kelihatannya merupakan jawaban yang langsung dikirim. Baekhyun menutup folder di ponsel kasar dan kembali meletakkan ponsel di atas meja. Bahasa itu sama sekali belum pernah dia dengar dari Sehun. Selama ini dia berpikir Sehun tidak bisa mengucapkan kata-kata semacam itu karena dia orang yang dingin.
Baekhyun ragu pada tekad kuatnya. Memberikan kamera digital pada namja itu merupakan tindakan yang paling kejam. Dia tidak bisa memastikan bagaimana kondisi namja itu setelah menyaksikan tayangan video itu. Untuk saat ini, dia bisa berkata, Maaf aku tak bisa memberikannya. Setelah dipikirkan lagi, dia bisa membuat alasan dengan mengatakan itu benda milik suaminya, jadi bukan haknya untuk menyebarkan ke orang lain. Walaupun demikian Baekhyun tetap meletakkan kamera itu diatas meja.
"Liahtlah lain waktu" ucapnya
Baekhyun berkata seolah untuk meminta maaf karena telah memberikan sesuatu yang pasti akan membuat Chanyeol terluka.
Tbc….
A/N : Hello .. :) Iam comeback dengan pen name baru.. ^^
Gimana ceritanya? Ada yang penasaran sama kisah selanjutnya? Atau mungkin masih bingung ama jalan ceritanya? Semoga dari chapter ini bisa paham ama ceritanya yak… ^^ maaf ga bisa fast update dan mungkin ini ceritanya kurang panjang '^', Chapter depan saya usahain supaya lebih panjang lagi… :D :D
Don't forget to RnR okay.. ^^
Terima kasih banyakk.. buat yang follow dan juga fav.. :)
Big Thanks To:
Parkbaekyoda| ChanBaekLuv| devrina | Guest
See you.. #XOXO
