Catatan: Typo (s), EYD masih berantakan, Alternate Universe, Beberapa char mungkin OOC sewaktu-waktu.

.

Don't Like Don't Read

.

Chapter 02,

[Sasuke pov on]

'Hap!'

Ku hempaskan punggungku di atas kasur dengan kedua kaki menjuntai. Helaan nafasku terdengar oleh daun telingaku sendiri dalam kamar pribadiku yang sunyi. Seperti biasa...

Sejenak menatap langit-langit kamar lalu memejamkan mata, memutar kembali memori yang ku alami akhir-akhir ini. Sungguh membosankan dan menjengkelkan.

Aku tidak mengerti kenapa orang-orang itu selalu mengganggu hidupku. Mereka datang menciptakan masalah sendiri lalu menyeretku kedalamnya. Siapa lagi yang ku maksud jika bukan si rambut pirang dan pink itu. "Hahhh..." mereka itu sama seperti yang lain, orang-orang yang mengagumiku secara berlebihan.

'TokTokTok'

"Permisi, Sasuke-sama. Waktunya makan siang."

Seperti biasa...

"Katakan padanya aku sudah makan."

"Baiklah. Sasuke-sama..."

Untuk apa dia peduli aku makan atau tidak jika dirinya sendiri tidak pernah makan bersama keluarganya? Dia yang ku maksud adalah ibuku, dan yang bicara denganku barusan adalah pelayan utusan ibu. Pelayan itu tidak menginap di Mension ini. Dia hanya datang saat hendak menyiapkan makanan yaitu pagi, siang dan malam sesuai jadwalnya. Selain itu, tugasnya setelah menyiapkan makanan adalah memastikan aku makan dan melaporkannya pada ibuku.

"Tch! Aku tidak butuh perhatian sperti itu, hn."

[Scene lainnya]

Dikediaman sederhana Haruno. Sakura dan ibunya tampak sibuk melipat pakaian di sofa ruang tengah.

"Sakura..."

"Iya, Ibu?"

"Hari ini Ibu mendapat banyak daging dari arisan. Apa Kau tidak mau mengundang sahabat-sahabatmu ke rumah? Sudah lama skali Ibu tidak melihat mereka berkunjung."

Gerakan tangan Sakura sempat terhenti ketika ibunya mencetuskan kalimat yang menyinggung persahabatannya. "Tidak, Ibu."

Mebuki Haruno (begitulah nama lengkapnya), sebagai seorang ibu, beliau dapat merasakan adanya masalah yang tengah dialami putri semata wayangnya. "Kenapa Sakura? Apa kau punya masalah dengan sahabatmu?"

"Tidak, Ibu." Sakura menyelesaikan lipatan terakhir pakaian di tangannya dan berdiri. "Etto, Sakura mau kerumah Ino sebentar."

"Eh a no. Hahhh itterasaii."

Seolah menutupi sesuatu, terlihat jelas Sakura berusaha menghindar dari pembahasan ibunya. Mebuki sendiri hanya bisa menghela nafas setelah gagal mencegat kepergian Sakura yang tampak buru-buru. "Perkiraan cuaca nanti sore akan hujan, dia malah tidak membawa payung. Dasar anak itu, ckckck."

[Scene Back]

Hn, kalian fikir aku akan mengurung diriku seharian di kamar setelah pulang sekolah? Aku bukan orang seperti itu, percayalah.

"Sasuke-sama, anda mau pergi kemana?"

Kepala pelayan disini, aku tidak menyukainya. Namanya Kabuto, dia selalu mengawasiku dan mencari tahu semua kegiatanku. Aku benci perlakuan semua orang disini, tch!

"Hn."

Daripada menjawab pertanyaan yang sudah pasti dia tahu, lebih baik aku segera cabut dari sana.

'Brum! Brum!'

"Tunggu! Sasuke-sama, sbaiknya anda menggunakan mobil karna perkiraan cuaca sore ini akan..."

'Brummmmm...!'

Ku tancap gas motor ninjaku dan mengabaikannya. Anggap saja kalimat terakhirnya itu hanya hembusan angin, hn. "Urusaii."

[Sasuke pov end]

Sementara itu di sisi Sakura,

"Ke rumah Ino? Yang benar saja. Bagaimana bisa aku mengatakan itu pada ibu?" Sakura membatin.

Dalam perjalanannya yang tidak memiliki arah tujuan, Ia terus berfikir; "sebenarnya kenapa kami musuhan?"

"Hahhh..." hanya helaan nafas yang menjawab pertanyaannya sendiri.

'Ckiiitttttttttttt!'

Gesekan antara roda kendaraan dan aspal jalan membangunkan Sakura dari lamunan. Decitan yang tercipta ketika kendaraan di rem dadakan tersebut tak lain karna Sakura menyebrangi jalan tanpa melihat sekitar, sehingga sebuah motor hampir saja menabraknya.

Masih disana, Sakura berdiri mematung dengan wajah pucat pasi sembari menatap horror motor yang jaraknya hanya beberapa senti. Tubuhnya gemetaran, bahkan ia tidak sempat menjerit karna shock melihat motor itu hampir menabraknya dari sisi kiri.

"Hei lihat disana! Spertinya ada kecelakaan."

"Iya, ayo kita lihat!"

"Hei Nona, apa kau tidak apa-apa?"

"Apa yang anda lakukan. Turun dari motormu skarang dan tanggung jawab!"

Masyarakat sekitar sana mulai berkumpul dan menyalahkan pria yang hampir menabrak Sakura. Pengendara itu tidak lain adalah Sasuke. Hal itu juga yang membuat gadis bersurai pink itu mematung diam disana.

"Hn. Sebelum menyalahkanku, lihat dulu situasinya."

Sasuke kembali menstarter motornya meski banyak masyarakat yang menudingnya bersalah. Tidak untuk kabur, Sasuke juga masih punya akal sehat untuk tidak membuat masalah dengan publik. Jika sampai terkena masalah, pasti orangtuanya akan kena imbas juga.

"Kau tidak terluka 'kan? Mau diam disana mendengar ocehan mereka atau ikut denganku, Sakura?"

Ah itu bukan ajakan, lebih tepatnya untuk menyelamatkan diri dari prasangka. "Hn, aku sampai harus menyebut namanya. Tapi dengan begini mereka akan tau bahwa kami saling kenal dan masalah slesai," Sasuke membatin.

"Eh i-iya, Sasuke. Aku ikut," jawab Sakura dengan gugup. Ini pertama kalinya ia bicara dengan Sasuke diluar sekolah, wajar saja ia gugup.

"Aku tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat bahagia. Bahkan aku bersyukur meski hampir ditabrak tadi, hehehe..." fikir gadis itu dengan wajah sumringah.

"Ohh ternyata mereka teman."

"Ya sudah kalau begitu, bubar bubar."

Sasuke melanjutkan perjalanannya kesuatu tempat dengan Sakura yang ia boncengi.

[Sakura pov on]

Kerennnnnn! Sasuke benar-benar keren sekali. Dari jauh saja sudah keren, apalagi dekat seperti ini!

Ku peluk tubuhnya dari belakang, bukan karna aku takut jatuh, tapi karna aku menyukai situasi ini. Aku bisa memeluknya dan menghirup wangi tubuhnya, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

'Ckitt!'

Eh? Sudah sampai kah?

"Hn, apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganmu dan turun."

Blushh~

Apa yang ku lakukan? Memalukan sekaliiiii. "M-maaf, Sasuke." Aku segera turun dan menunduk malu.

"Hn. Tunggu disini atau kau boleh pergi, terserah."

Dingin sekali persis seperti julukannya, 'pangeran es'. Etto, ini dimana? Tunggu! ini kan tempatttttt...

.

.

To Be~

A.N: Semangat ( '-')