This small thing also called love

.

.

By Lee Sunghyun

.

Handphone

.

Cash :

All Bts Members

Pairing : Taekook, Vkook

Disclaimer : Milik Allah SWT dan orang tua mereka.

NO BASHING! Please go away!

.

.

.

"Jungkook sunbae"

"Ne?"

"Ah itu~ mungkin sunbae tidak tau kalau sejak sejam yang lalu Taehyung sunbae sudah berada didepan ruang klub kita"

Jungkook langsung menghentikan rapat kecil mereka dan pergi menuju satu-satunya pintu keluar diruangan itu. Dan benar saja diluar Jungkook melihat Taehyung sedang berdiri didekat pintu menatap lapangan basket dengan tatapan mata kosong. Jungkook lantas mengerutkan keningnya karna tidak biasanya Taehyung berdiam diri seperti ini, biasa Taehyung akan langsung masuk seolah-olah dia adalah bagian dari anggota klub juga dan menyapa orang-orang dengan akrab.

"Tae ada apa?"

"Oh... Kookie" Taehyung terlihat berusaha mengucapkan sesuatu terlihat dari bibirnya yang terbuka dan tertutup tanpa adanya satu kata yang terucap selain namanya tadi. Bahkan tatapan matanya masih kosong meski sudah mengarah pada Jungkook.

"Ayo masuk Tae" ajak Jungkook karena posisi mereka yang sekarang berada didekat pintu.

"Kookie kau sepertinya sibuk.. Aku ada urusan bersama Jimin juga. Hmm.. jadi kau bisa pulang sendirikan hari ini?"

"Tentu. Pastikan kau tidak lupa jam pulang saat bersama Jimin" Jungkook berusaha menangkap apa maksud dari tatapan aneh yang dia lihat. Padahal kalau hanya untuk mengatakan hal ini Taehyungkan bisa menggunakan HP nya pikir Jungkook. Jungkook tetap membiarkan Taehyung pergi meski dia merasa ada yang mengganjal terkesan aneh.

.

.

.

.

Tepat pada pukul 5 lewat Jungkook baru dapat keluar dari gerbang sekolahnya dengan beberapa temannya karena mereka baru saja selesai mendata ulang dokumen siswa-siswi yang baru mendaftar diri mengikuti ujian kenaikan sabuk. Suasana sore itu benar-benar berbeda dia terlihat menikmati bagaimana kesunyian selama perjalanannya menuju halte bus dan setelah sampai dari halte bus berjalan lagi menuju rumahnya. Biasa dia akan mendengarkan setiap celotehan apapun itu dari kekasihnya Kim Taehyung. Mereka akan sebentar duduk diayunan pada lapangan yang memang selalu mereka lewatin sebelum berpisah pada belokan menuju rumah masing-masing. Tiba-tiba ia menjadi kangen pada kekasih berisiknya itu dan mulai melangkahkan kakinya dengan pelan berusaha merogoh kantung celananya menarik HP mencoba menghubungi Taehyung.

"Nomor yang anda tuju.." suara operator perempuan untuk ketiga kalinya yang menjawab panggilannya.

"Dia sedang apa sih?" menghentakkan kakinya tanpa sadar dibarengin dengan wajah cemberut miliknya.

"Ku pikir aku sudah bilang bagaimana Jimin dan dia terlihat bodoh hanya untuk menghabiskan setengah hari mereka pada game bodoh entah apa itu"

"Ah~ mereka pasti sudah memesan junkfood "

"Taehyung bahkan tidak bisa memecahkan telur..."

"Game mereka sangat payah~" tepat setelah membelokkan tubuhnya menuju arah rumah dari persimpangan itu Jungkook dapat melihat siluet seseorang yang sangat dia kenal. Semakin dekat dia benar-benar yakin bahwa orang yang sedang berdiri disamping pagar rumahnya ini adalah orang yang sedari tadi dia keluhkan sepanjang jalan.

"Jungkook aku hampir menyusulmu ke halte bus jika kau tidak muncul secara tiba-tiba" Taehyung menyambutnya dengan gerutuan. Tapi Jungkook seperti hampir menangis karna suasana hatinya yang sejak tadi merasa sepi karna semua ulah orang didepannya ini. Dia kangen bagaimana berisiknya Taehyung.

"Apa yang kau lakukan disini Tae?"

"Aku jelas menunggumu"

"Bukan, bukan itu maksudku. Kau_"

"Ah aku berfikir kau mungkin tiba-tiba melupakan arah pulang kerumah atau ketinggalan bus atau kau tidak bisa pulang karena sesuatu hal. Jadi aku cepat-cepat kemari memastikan kau sudah sampai rumah" Jungkook langsung memeluk kekasihnya setelah mendengar ocehan Taehyung yang berisik itu.

"Kau bisa menghubungiku Kim bodoh Taehyung"

"Tidak terpikirkan ketika membayangkan kau tersesat dengan wajah lucumu itu. Paman bahkan om-om yang cabul pasti langsung menculikmu" balasan pelukan Taehyung membuat suasana hatinya berbunga-bunga layaknya remaja yang baru jatuh cinta.

"Taehyung kau tidak lupa kalau sebenarnya aku ini bisa bela dirikan? Dan lagi aku sudah hampir setiap hari menaiki bus dan berjalan melewati gang ini, jadi tidak mungkin aku tersesat ataupun ketinggalan bus"

"Hanya memastikan kekasihku aman sampai depan rumah" ucapan tulus Taehyung membuat dia merasa semua tuduhannya tadi tidak dapat dimaafkan.

.

.

.

.

Keesok paginya

"Jungkook kemarin aku menemukan HP Taehyung dikantin dan tidak sempat mengembalikannya. Tolong kembalikan ke Taehyung ya dan katakan padanya jangan meletakkan barang sepenting ini sembarangan" laki-laki teman sekelasnya itu langsung pergi setelah memberikan HP Taehyung padanya.

Mingyu teman sekelasnya yang juga teman akrab Taehyung berhenti secara tiba-tiba disamping mejanya "Loh Jungkook ternyata HP Taehyung ada samamu ya? Kemarin dia hampir dua jam mengelilingi sekolah hanya buat mencari HP nya yang hilang. Dan konyolnya dia mau-mau saja memasuki bus yang sudah penuh katanya dia mau kerumahmu entah buat apa"

"Tapi kemarin dia pergi dengan Jimin"

"Jimin dan aku kan menungguin dia, sampai kami meninggalkan dia dibus yang penuh sesak" Mingyu pergi begitu saja setelah melihat Jungkook tidak memberikan tanggapan apapun.

.

.

.

.

Bel pulang berbunyi dengan nyaring membuat suasana setiap kelas menjadi ramai dan berisik. Jungkook juga langsung meninggalkan kelasnya dan pergi menemui Taehyung di depan pintu gerbang sekolah. Dia melihat Taehyung yang sedang menunggunya disana sambil menatap sepatunya dengan lesu.

"Jungkook aku tidak sempat mengabarinmu_"

Jungkook langsung menyodorkan HP sipemilik dengan wajah minta penjelasan. "Ini milikmu kan Taehyung?"

"Wah~! Kenapa HP ku bisa berada padamu?! Aish! Pasti aku meninggalkannya dirumahmu!" Taehyung berusaha mencari alasan yang logis pada HP nya yang lenyap dan sekarang malah berada ditangan Jungkook.

"HP mu tertinggal dikantin semalam dan teman sekelasku baru saja menitipkannya tadi pagi padaku.."

Tidak tau mau mengatakan apa Taehyung menggaruk lehernya yang sebenarnya tidak gatal.

"Ini bukan yang pertama kalinya HP mu hilang kan? Dan aku tidak tau kenapa kau bisa meninggalkannya dikantin Taehyung.. Kenapa kau tidak memberi tahuku tentang hal ini?"

"Aku bisa jelasin! Kemarin kau sungguh sangat sibuk, itu mengapa aku harus membiarkan mu pulang duluan dan mencari HP ku yang hilang. Aku pikir akan mendapatkannya hanya dengan sekali cari, jadi aku tidak memberi tahumu tentang hal ini tapi sampai hampir sejam aku bahkan tidak mendapati HPnya dimanapun. Aku bahkan sudah melewati jam pulangmu dari klub karena HP itu"

"Kau yakin itu sejam Tae? Dan kau tidak seharusnya merepoti dirimu sendiri dengan menaiki bus penuh sesak hanya untuk memastikan aku sudah sampai dirumah dengan selamat" bukannya marah seperti yang dibayangkan Taehyung, pipi Jungkook malah menampakkan semburan merah yang membuat wajah Jungkook terlihat berlipat-lipat sangat cantik.

"Kookie? Kau mau kemana?" pertanyaan bodoh itu malah ditanyakan Taehyung ketika melihat Jungkook pergi begitu saja dari hadapannya. Dia terhipnotis bagaimana wajah Jungkook dapat merona cantik dengan mata tidak terlepas dari wajah itu.

.

.

.

.

End

.

Dichap ini wordnya kepanjangan :(

Riview please? Ada saran gak buat cerita lain?