Summary : Sebuah cerita cinta petualangan yang bercerita tentang seorang namja tampan berlesung pipi yang membantu seorang namja manis yang tersesat untuk kembali ke tempat asalnya. Yaitu, ke sebuah kerajaan sihir yang terdapat di dalam hutan larang.(Summary gak nyambung)
Pair : WonKyu
Slight Pair : KiHyun, ChangKyu
Genre : Fantasy, Romance, Incest (For KiHyun), Sad, Hurt.
Rated : T
Warning : M/M, Banyak Typos, Summary sama Cerita gak nyambung.
.
.
.
(^o^)┘ Gyna Choi└(^o^)┘
.
.
.
Chapter sebelumnya
"Ne. Aku pacarnya" Siwon merangkul pinggang Kyuhyun, Kyuhyun membulatkan matanya saat siwon mengatakan hal itu. Darahnya berdesir keseluruh tubuhnya dengan cepat membuatnya panas dan pipinya pun memerah.
Seluruh orang disana terkejut bukan main. Tanpa menyadari dua orang yang sedang menggeram.
"Kau telah bermain curang, Choi/Hyung!"
.
Chapter 8
"Mwo?!" Seluruh orang yang berada di situ kaget bukan main. Namun, seseorang di sana tetap berlagak dingin seperti tidak memperdulikan sekitarnya.
"Hahahaha" Changmin tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Siwon yang labil itu. Bukannya kemarin Siwon bilang dia normal? Kenapa sekarang dia mengaku pacar Kyuhyun? Apa kakak nya ini salah minum obat?.
"Yak! Apa yang kau tertawakan, Bocah?!" Bentak Siwon kepada Changmin. Sedangkan, Kyuhyun masih memandangnya dengan pandangan yang terkejut.
"Yak! Lepaskan tanganmu dari pinggangku!" Ujar Kyuhyun yang ingin melepaskan diri dari lilitan tangan kiri Siwon yang melilit pinggangnya posesif. Namun, tidak berhasil karena tenaganya jauh lebih kecil daripada tenaga Siwon.
"Chagia~" Panggil Siwon mesra kepada namja manis disampingnya. Kyuhyun merasa geli dengan panggilan itu.
"Dasar orang labil!" Ledek Changmin sambil menyunggingkan senyum ledekan khasnya.
"Chagia, masuklah ke ruanganku dan ajak sekalian para teman temanmu" Siwon kembali berkata mesra dengan Kyuhyun. Tahukah kau Siwon? Kalau dua namja sedang mengepalkan tangan mereka?
'Tunggu saja kau, Choi. Aku akan merebutnya darimu dan akan ku buat hubungan kalian hancur se hancur hancurnya'
'Kita liat saja siapa yang akan memenangkan permainan ini, Hyung'
'Aku tidak akan membiarkan Kyuhyun-ku jatuh ke tangan kalian, Kibum, Changmin!'
Kyuhyun merasa kalau bulu kuduknya meremang seketika akibat aura disini terlalu mencekam.
"Ehem! Hyung! Kajja kita masuk" ajak Kyuhyun yang mulai berjalan masuk ke dalam ruangan Siwon diikuti oleh para utusan ayahnya. Dan hanya menyisakan Changmin dan Siwon atau bisa juga Kim Kibum.
Siwon mendekat ke Changmin, lalu mendekatkan bibirnya di telinga Changmin dan membisikan sesuatu
"Kau pikir aku tidak tahu, Changmin-ah?"
"Maksudmu apa, Hyung?"
"Kau menyukai Kyuhyun, kan?"
"Aku tidak pernah menyukai Kyuhyun!"
"Kau pikir aku bodoh, Changmin-ah"
"Hahaha aku akan menang dari kalian berdua" Ujar Siwon meremehkan dan agak meninggikan suaranya agar namja yang duduk di kursi sekertaris itu mendengarnya. Kemudian, masuk ke dalam ruanganya.
"Berdua? Maksudmu apa, Hyung" Bisik Changmin lirih. Lalu menyusul Siwon masuk ke ruangannya. Meninggalkan Kim Kibum sendiri yang sedang menyeringai tidak jelas.
"Kau ternyata menyadari keberadaanku, Choi" Monolognya tidak melepas seringai menakutkannya.
.
"Hahahaha" Hanya tawa lah yang terdengar di ruangan Siwon membuat Siwon tidak bisa konsentrasi.
Siwon melirik Changmin dan Kyuhyun yang sedang sibuk berbincang bincang, tak kadang mereka juga akan tertawa karena pembicaraan mereka. Changmin melirik Siwon yang sepertinya sudah terbakar api cemburu dan dia kembali menyeringai kecil.
"Yak! Changmin!" Panggil Siwon kasar membuat tawa mereka langsung terdiam.
"Waeyeo?!" Jawab Changmin mengikuti gaya bicara Siwon.
"Jangan terlalu mesra dengan pacarku! Dan belikan aku segelas kopi sekarang! Tiba tiba saja aku merasa kalau aku mengantuk" Siwon memijit pelipisnya memperlihatkan kalau dirinya benar benar merasa Mengantuk.
"Kau saja yang beli!" Sahut Changmin acuh tak acuh, malah ia kembali berbincang bincang lagi. Siwon menggeram dalam hatinya.
"Kau itu adik ku atau bukan hah?!" Tanya Siwon membentak Changmin. Changmin mendengus. Changmin yang memang tidak pernah membangkang kepada Siwon pun segera keluar dari ruangan tersebut.
Setelah Changmin keluar, Kyuhyun tetap mengacuhkannya malahan sekarang ia sedang sibuk berbincang bincang dengan Donghae. Siwon menatap Kyuhyun lekat.
'Hah, kau membuat sifat lamaku keluar, Baby. Dan lagi lagi aku harus menjalankan permainan bodoh ini bersama adikku atau seperti musuhku'
Prang
Sebuah suara yang nyaring terdengar di seluruh penjuru ruangan Siwon. Bahkan, Kibum yang berada di luar juga mendengar sebuah pecahan yang terbuat dari bahan yang mudah pecah itu.
Siwon melirik kearah sampingnya dengan takut takut dan menemukan Kangin yang terkekeh dan guci kesayangan yang sudah gugur karena tangan jahil Kangin.
"Hehehe mianhae, Siwon-ssi" Kekeh Kangin sambil menggaruk tengkuknya yang tiba tiba saja terasa gatal. Kyuhyun menarik tangan Kangin keluar dari ruangan dengan kesal. Ia menyesal karena membawa Kangin, Donghae, dan buntut mereka ke dalam ruangan Siwon.
"Yak! Apa yang kau perbuat, Kangin-ssi?! Kau membuatku malu!" Bentak Kyuhyun setelah berada di luar ruangan. Kyuhyun sempat sedikit melirik Kibum yang ekspresinya tidak pernah berubah.
"Mianhae, Tuan Muda. Saya..." Kangin menunduk merasa sangat bersalah.
"Lebih baik kalian pulang ke 'Magic Castle' aku akan baik baik saja disini. Bilang eomma dan appa kalau aku akan segera pulang. Tetapi, tidak sekarang. Kumohon, Kangin-ssi bantu aku" Pinta Kyuhyun memohon sambik memegang kedua tangan Kangin. Kangin menghela nafasnya. Bagaimanapun selama ini Kangin sudah menganggap Kyuhyun itu anaknya sendiri.
"Baiklah, Tuan Muda. Saya, Donghae, dan Seluruh prajurit saya akan kembali ke istana. Jaga dirimu, ne?" Kyuhyun mengangguk lalu memeluk Kangin sambil menyunggingkan sebuah senyuman manisnya.
"Arraseo" Jawab Kyuhyun kemudian melepaskan pelukannya. Kangin kembali masuk kedalam ruangan Siwon. Sedangkan, Kyuhyun masih tetap berdiri disana sambil menatap wajah tampan Kibum.
"Apakah wajahku setampan itu? Sampai sampai kau menatapku selama itu?" Tanya Kibum membuat Kyuhyun kembali tersadar dari lamunannya. Kibum menatap Kyuhyun dengan ekspresi yang sama.
"Ck. Menatapmu? Tak ada sedikitpun niatanku untuk menatapmu. Hanya saja wajahmu mengingatkan ku kepada seseorang" Setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun melenggang masuk ke dalam ruangan Siwon. Meninggalkan Kibum yang tersenyum getir.
"Bahkan kau tidak pernah melupakanku, Baby" Lirih Kibum sambil menatap lekat punggung Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangannya.
.
"Mianhae, Siwon-ssi. Saya harus pulang. Donghae, dan kalian semua ikut aku" Kangin mengintruksikan seluruh anak buahnya dan Donghae untuk mengikutinya. Donghae bingung dengan maksud Kangin.
Semua pengikut Kangin keluar dari ruangan Siwon. Dan kebetulan mereka bertemu Kyuhyun di depan pintu. Kyuhyun tersenyum kepada mereka semua.
"Kalian mau pulang?" Tanya Kyuhyun agar Siwon tidak mengetahui kalau ia lah yang meminta Kangin membawa seluruh anak buahnya untuk pergi dari sana.
"Ne, Kyuhyun-ah. Kami pulang ne" Kangin segera mempercepat langkah kakinya dan diikuti oleh Donghae dan yang lainnya.
Siwon yang berada di dalam ruangannya sedang sibuk membersihkan pecahan keramik dari guci antiknya yang di beli di perancis itu dan harganya juga bisa dibilang WOW untuk sebuah guci.
"Hyung, biar aku saja yang mengemasinya" Kyuhyun segera berlari kearah tempat Siwon yang sedang membersihkan pecahan keramik itu. Namun, saat Kyuhyun memegang sebuah pecahan tiba tiba saja tangannya terbeset oleh ujung dari pecahan keramik yang tajam itu membuat kedua jari dari tangan kanan Kyuhyun terluka.
Siwon yang melihat itu refleks memegang tangan Kyuhyun dan mrnghisap darah dari jari tangan kanan Kyuhyun.
"Hyung. Aku..." Tiba tiba saja dari luar Changmin tengah membawa 3 gelas kopi panas menjadi terkejut dengan adegan di depannya.
Siwon mengambil tempat sampah yang berada di dekatnya. Kemudian, mengelurkan darah dari mulutnya. Kyuhyun terperanjat dengan kelakuan Siwon. Jantungnya kembali berdetak tak karuan akibat ini.
"Apa sakit?" Tanya Siwon penuh kekhwatiran dari dalam matanya. Kyuhyun tersenyun sambil menggelengkan kepalanya. Siwon dan Kyuhyun saling menatap satu sama lain
"Ehem!" Dehem Changmin menyadarkan pasangan didepannya yang sedang merasakan jatuh cinta.
"Ah~ Changmin-ah. Kapan kau datang?" Tanya Siwon gugup, lalu kembali berdiri. Kyuhyun menunduk malu dan kembali mengurus pecahan guci kesayangan Siwon.
"Baru saja" Sahut Changmin dibuat santai. Tidak tahukah kau Siwon, kalau Changmin sedang terbakar api cemburu.
"Baby~ kemarilah. Aku akan memanggil OB untuk membersihkan ini. Akan aku plaster dulu jari lentik mu ini. Changmin-ah, bisakah kau memanggilkan OB?" Ucap Siwon membuat wajah Changmin memerah bukan karena tersipu tapi sedang menahan marah. Enak saja Hyungnya ini menyuruhnya ini itu.
"Shireo!" Bantah Changmin mengeluarkan oktaf tertingginya membuat telinga Siwon dan Kyuhyun berdengung.
"Aisshhh dasar. Kalau tidak mau jangan pakai teriakkan bisa" Gerutu Siwon melirik adik semata wayangnya kesal.
"Kibum-ssi" Panggil Siwon mengeraskan volume suaranya. Kibum yang merasa namanya dipanggil pun segera berabjak dari meja nya dan masuk kedalam ruangan Siwon.
"Ada apa, Sajangnim?" Tanya nya sangat sopan dengan suara yang terdengar datar.
"Panggilkan OB untuk membersihkan pecahan guci Ini" Jawab Siwon yang sibuk memplaster kedua jari tangan Kyuhyun tanpa melihat wajah Kibum yang mengeras karena melihat pemandangan di depannya.
Tanpa bersuara Kibum membungkuk sebentar lalu keluar dari ruangan Siwon untuk memanggil seorang OB.
Tanpa mereka semua sadari, Siwon tengah menyeriang tidak jelas. Sedangkan, Changmin sedang menatap pandangan didepannya dengan pandangab yang tak bisa diartikan dan Kyuhyun sedang menunduk menyembunyikan rona merah muda yang muncul dikedua pipinya.
Setelah beberapa menit pun, Jari Kyuhyun sudah rapi dengan plaster yang nelekat di kedua jarinya dan OB yang dipanggil Kibum tadi sudah datang dan sedang mengemasi pecahan keramik itu.
.
"Kenapa kita kembali, Kangin-ssi? Bukankah kita harus membawa Tuan Muda ke istana?" Tanya Donghae kepada Kangin yang sedang berjalan cepat di depannya.
"Tuan muda yang ingin kita pulang, Donghae-ssi" Jawab Kangin pendek.
"Bukannya kita..."
"Diamlah, Donghae-ssi. Ada suatu hal yang harus di selesaikan Tuan muda di dunia modern ini" Kangin mrnghentikan langkahnya saat mengatakan hal itu dan kembali berjalan lagi dengan ekspresi yang sangat dingin dan datar.
.
Drt~ Drt~ Drt~
Handphone Changmin tiba tiba saja bergetar menandakan adanya sebuah panggilan. Dan, ternyata panggilan tersebut adalah panggilan dari rumah sakit yang menaunginya sekarang.
"Yeobseo?"
"..."
"Baiklah, saya akan kesana sekarang"
"..."
"Akan ku tutup telponnya"
Changmin menyeringai saat asisten nya memberitahukan suatu perihal.
'Hah~ dia kembali, Hyung. Dan akan ku buat dia menjadi pengganggu mu. Berhati hatilah'
Siwon menatap Changmin dengan tataoan tidak suka. Kenapa dia menyeringai seperti orang gila? Itulah pertanyaan yang memenuhi kepala Siwon.
"Hyung, Kyu, dan Kibum-ssi. Saya harus kembali ke rumah sakit karena ada seseorang yang menungguku" Changmin menatap wajah ketiga orang yang tadi ia sebut namanya. Lalu, menunduk sebelum ia pergi dari ruangan yang luas itu."Dia menyenangkan juga ya, Hyung?" Tanya Kyuhyun sambil tertawa. Lalu, ia menatap wajah namja tampan didepannya yang memasang wajah -_-. Kyuhyun mengerejapkan matanya imut sambil jarinya membentuk huruf V.
Kibum segera keluar saat pasangan didepannya mulai bercanda dan tertawa.
"Kau mengacuhkan ku tadi"
"Mengacuhkan? Aku tidak pernah mengacuhkan mu, Hyung"
"Kau pikir kekasihmu ini tidak tahu, Baby?"
"Yak! Kekasih? Kau bukan kekasihku!"
"Kau kekasihku, Baby" Cap Siwon seenaknya. Kyuhyun yang mendengar Siwon yang tetap kukuh dengan pendiriannya itu lalu mencubit pinggang Siwon.
"Argh... Yak, sakit"
"Biarin!"
"Argh argh argh"
Kibum menyenderkan dirinya di kursi kerjanya. Mendengar apa yang Siwon dan Kyuhyun bicarakan di dalam sungguh membuatnya sakit.
Telinganya sungguh panas mendengar mereka yang sedang bercanda. Walaupun, Ruangan Siwon itu kedap suara ia masih tetap mendengarnya. Kenapa bisa mendengar? Kalian lupa kalau pendengarannya itu 7 kali lebih tajam dari pada manusia biasa?.
"Lihat saja kau, Choi Siwon! Akan ku biarkan kau sekarang, tapi nanti kau akan merasakannya!" Geram Kibum.
"Jangan dicubit lagi, Baby. Itu sakit" Keluh Siwon sambik memegang pinggangnya yang mungkin banyak bercak bercak merah bukan karena kissmark tapi karena cubitan yang dari tadi di layangkan oleh Kyuhyun.
"Biarin" Kyuhyun kembali mencubit pinggang Siwon dengan wajah kesalnya.
"Arghh! Yak!" Protes Siwon memasang wajah kesal dan kesakitannya memvuat Kyuhyun tertawa.
"Sakit?" Tanya Kyuhyun yang menahan tawanya.
"Tidak" Sahut Siwon bohong memandang Kyuhyun dengan pandangan yang kesal. Kyuhyun yang melihatnya kembali tertawa.
"Hahaha" Siwon menatap kyuhyun terpesona. Kyuhyun terlihat sangat manis kalau tertawa seperti itu.
"Kenapa kau memandangku seperti itu?" Tanya Kyuhyun innocent sambil memiringkan kepalanya. Siwon mencubit kedua pipinya gemas membuatnya meringis.
"Ah! Yayaya!" Pekik Kyuhyun merasakan perih di pipinya.
"Yak! Apa yang kau lakukan, kuda!" Bentak Kyuhyun bukannya membuat Siwon takut malah tertawa.
"Mencubit pipi mu, kitty" Sahut Siwon. Kyuhyun yang dipanggil kitty merasa tersungging (?) Pun dengan enaknya naik ke pangkuan Siwon membuat Kyuhyun bertatapan langsung dengan Siwon. Sedangkan Siwon merasa kalau jantungnya berhenti berdetak sejenak
"Aku tidak suka dipanggil seperti itu" Kyuhyun menjambak rambut Siwon. Siwon pun melakukan hal yang sama namun tidak sama dengan jambakkan dari Kyuhyun. Bahkan, mereka sampai terbaring di sofa dengan Kyuhyun yang duduk di atas Siwon.
"Aku suka, Kitty" Goda Siwon dengan suara yang dibuat buat. Suara yang menggelikan bisik Kyuhyun dalam hati. Kali ini ia merubah posisinya menjadi diatas Siwon.
"Whoaaah! Kitty-ku nakal sekali, eoh?" Siwon mencubit kedua pipi gemuk Kyuhyun membuat namja manis itu meringis. Kyuhyun memukul dada Siwon kuat, alhasil namja tampan itu mengaduh kesakitaan.
"Sampai kapan kau akan diatasku, Kitty? Apa kau mau sampai..."
Duaghh
Kyuhyun memukul wajah tampan Siwon semakin membuat namja tampan itu mengaduh kesakitan apalagi pipi tirus Siwon membiru membuat Kyuhyun terkejut.
"Apa sakit?" Tanya Kyuhyun khawatir dengan keadaan Siwon. namja tampan itu membangunkan tubuhnya menjadi duduk dan mengalihkan wajah nya dari Kyuhyun. mengambek?
"Dimana kau meletakkan kotak P3K, hyung?" Tanya Kyuhyun. Siwon menunjuk kearah lemari yang tinggi itu. Mungkin, ini akan terjadi masalah sedikit. tapi Kyuhyun adalah namja yang tidak pandai menyerah. Siwon tersenyum saat namja yang bisa dibilang cantik itu meloncat loncat kecil untuk meraih kotak P3K itu.
"Aaaaa/GREP" Kyuhyun kira dia akan terjatuh karena tidak menjaga keseimbangannya. Kyuhyun menutup matanya, ia sudah bersiap kalau pantat sexy nya akan terhempas. namun, tadi Kyuhyun merasakan ada yang menarik pinggangnya
Kyuhyun membuka matanya saat tidak ada dentuman pantatnya bersentuhan dengan lantai itu. Ia menemukan Siwon tengah tersenyum padanya dengan wajah yang hanya terhalang oleh udara kosong. Kyuhyun membulatkan matanya mengerejapkan matanya imut membuat namja tampan berlesung pipi itu tersenyum geli.
"Kau begitu manis" Siwon mengelus pipi gemuk yang merona malu itu. Rona itu semakin menyebar sampai ke telinganya. Mata elang Siwon menatap iris karamel indah itu, wajah mereka semakin mendekat, Kyuhyun menutup matanya(lagi) menunggu bibir tipis itu mendarat di bibir cherry nya. dan...
CHUP
Bibir mereka bersentuhan dengan sempurna. awalnya, Siwon hanya ingin menempelkannya, tetapi kan dia juga tidak mau melewati kesempatan yang mungkin jarang datang itu kekeke
Siwon melumat bibir cherry Kyuhyun dengan rakut, membuat namja manis itu kewalahaan, ia hanya menggerakkan bibirnya pelan karena tidak mau terkesan pasif. Kyuhyun mengalungkan tangannya di leher Siwon, sedangkan Siwon memeluk pinggang berisi itu, Pinggang ini sungguh nyaman jika dipeluk. Siwon benar benar lepas kendali saat ini, ia menurunkan ciumannya hingga ke leher jenjang Kyuhyun. Siwon menandai leher itu di beberapa titik, lalu kembali lagi memagut bibir Kyuhyun. Hingga, Semua suasana itu hancur karena seseorang dengan seenaknya membuka pintu ruangannya
Ceklek
"Oppa?" Seorang yeoja cantik tiba tiba saja masuk kedalam ruangan siwon tanpa ketuk dan mendapatkan Siwon yang tengah di duduki oleh Kyuhyun.
Siwon dan Kyuhyun melepaskan pagutan mereka, lalu saling berpandangan dengan pandangan horor, kemudian melihat kearah pintu yang terdapat yeoja tadi.
"Stella-ya" Lirih Siwon merasa terkejut dengan kehadiran yeoja itu. Siwon dapat melihat air mata yeoja itu menggenang di kelopak matanya.
Kyuhyun segera melepaskan pelukan Siwon karena merasa tidak enak kepada yeoja didepannya. Yeoja bernama stella kim itu pun berlari keluar ruangan. Siwon mengejar Stella, melupakan namja manis dan cantik yang tengah terkejut dan kecewa atas tindakan siwon.
"Stella-ya" Siwon menarik bahu Stella yang akan memasuki lift. Ia memeluk yeoja cantik itu. Tidak menyadari, namja manis yang tengah mengintip mereka dari balik dinding. Air mata namja manis itu menggenang di kelopak matanya, matanya tak berkedip sehingga membuat air mata itu menuruni pipinya dengan cepat.
"Oppa, aku ke amerika hanya untuk menenangkan diriku dan aku belum menjawab pertanyaan mu dulu. Tapi, mengapa... mengapa kau sudah mempunyai penggantiku?" Tanya Stella terisak. Ia memukul dada namja tampan yang sedang memeluknya.
"Mianhae, Stella-ya" Lirih Siwon namun masih bisa di dengar oleh Stella dan namja manis yang tak lain adalah Kyuhyun.
Kyuhyun menyumpah serapah dirinya sendiri, mengapa ia bisa berharap setinggi ini pada Siwon? Ini bodoh! Ini sangat bodoh! seharusnya ia ikut dengan Kangin dan Donghae tadi
"Aku ingin menjawab pertanyaanmu dulu. Aku ingin menjadi kekasihmu, oppa. Aku ingin menjadi kekasihmu" Ujar Stella mendongakkan wajahnya keatas. Tak akan ia tinggalkan kesempatan ini. Stella pun berjinjit, dan...
Chup~
Siwon terkejut saat Stella mencium bibirnya. Stella melirik kearah Kyuhyun dengan mengatakan bahwa perang akan dimulai.
Kyuhyun merasakan kakinya tidak kuat untuk menopang berat badannya. Namun, seseorang menahannya dan membalikan tubuhnya kebelakang membuatnya tidak bisa melihat pemandangan. Dan, orang itu adalah... Kibum.
Ya, Kibum. Dia yang membalikan badan Kyuhyun ke hadapannya dan memeluknya. Saat Kyuhyun akan berbalik lagi, Kibum menahan kedua lengan Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun tidak melirik ke belakangm
Kibum memeluk Kyuhyun erat seakan akan dirinya tidak akan bisa lagi memeluk Kyuhyun seerat ini. Kyuhyun membalas pelukan itu. Ia tidak memikirkan apa ini kakak nya atau bukan, yang saat ini ia pikirkan adalah hatinya hancur.
Kyuhyun menahan diam di pelukan Kibum, air matanya membasahi bahu Kibum. Drama apalagi ini? Ini lucu! Batin Kyuhyun berteriak.
"Kita pergi dari sini?" Ajak Kibum dan dibalas anggukan lemah dari Kyuhyun. Mereka menggunakan lift yang berlainan arah. Setelah pergi, Barulah Stella melepaskan ciumannya. Siwon terkesiap dengan apa yang sedang ia lakukan dengan Stella.
"Kau harus pulang, Stella-ya" Ujar Siwon melihat Stella yang pakaiannya acak acakan sekarang. Kenapa hatinya juga sakit saat melihat Stella seperti ini? Namun, hatinya lebih sakit lagi melihat ekspresi Kyuhyun saat tadi ia tinggalkan.
"Aku akan menginap di apartmentmu" Tukas Stella membuat Siwon terkejut.
"Andwae! Kau harus kembali ke rumah mu!" Sahut Siwon terlihat sangat frustasi. Ia baru menyadari bahwa ia meninggalkan namja manis yang tadi ia cium di ruangannya. Demi Tuhan, dia tidak bermaksud meninggalkan Kyuhyun seenaknya tadi.
"Aku tidak mau tahu!" Kata Stella penuh penenakan.
"Terserahmu saja" Siwon segera pergi meninggalkan Stella dari depan lift dan berlari ke ruangannya.
Stella menatap punggung Siwon yang berlari dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Ingatannya melayang ke pembicaraannya bersama Changmin tadi
Flashback ON
"Welcome back to korean. Stella-ya" Ucap Changmin saat dirinya baru saja masuk kedalam ruangannya. Sang yeoja yang sedang menunggu di kursi pasien segera berlari kearah Changmin dan memeluknya.
"Bogoshipo, Chwang" Changmin membalas pelukan itu dengan senyuman. Sudah cukup ia kalah satu kali bersama hyungnya dalam mrndapatkan Stella.
"Dimana Siwon Oppa?" Tanya Stella melepaskan pelukannnya dan mencari keberadaan seseorang di ruangan ini.
"Siwon? Aku baru saja dari kantornya. Hahaha mungkin dia sedang bersenda gurau dengan namjachingunya" Jawab Changmin tenang. Namun tidak untuk Stella, jawaban Changmin sungguh mengejutkannya.
"Namjachingu? Oppa menyimpang? Eotteokeh?"Tanya Stella panik. Stella merutuki dirinya karena tidak menjawab pertanyaan Siwon saat ia akan pergi ke Amerika dulu. Tapi mau diapakan? Nasi sudah menjadi bubur.
"Kau bisa datang ke kantornya dan lihat apa yang sedang ia lakukan" Kata Changmin lagi mengulum seringainya. Tak menunggu lama, Stella pun langsung pergi dari hadapannya.
"Hahaha ini akan menyenangkan" Monolog Changmin. Ia dudukan dirinya di kursi dokternya, lalu memakai kacamata dokternya. Menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi yang empuk, memejamkan mata sambil tersenyum seperti orang gila.
Flashback OFF
"Aku akan membuatmu normal kembali, Oppa. Dan kau akan menikahiku!" Tekad Stella sedikit menggeram. Matanya berkilat saat meelihat Siwon lebih mementingkan Kyuhyun daripada dia, tetapi ia senang saat melihat wajah yang dipenuhi air mata tadi, sungguh acara yang bagus bukan?
Siwon saat ini sungguh panik karena tidak menemukan Kyuhyun di ruangannya. Ini aneh, Kibum juga ikut tidak ada di sana. Apa yang terjadi? Apa Kyuhyun dan Kibum melihat mereka berciuman tadi?
"Babykyu, kau dimana?" Tanya Siwon entah kepada siapa.
Di lain tempat, Kibum dan Kyuhyun sedang berada di apartment Kibum. Kyuhyun dari tadi belum membuka mulutnya, hatinya sungguh sangat sakit melihat pemandangan tadi.
"Kau baik baik saja?" Tanya Kibum lembut, namun tetap saja Kyuhyun tidak membalas pertanyaan itu.
"Aku akan pulang" Kata Kyuhyun lirih menyembunyikan isakan nya hang kapan saja bisa keluar dengan mudahnya.
"Apakah kau yakin?" Tanya Kibum dan mendapatkan anggukan lemah dari Kyuhyun.
"Baiklah. Ayo kita pergi" Kyuhyun berjalan keluar apartment Kibum dengan lesu, rasanya kakinya ini tidak bisa di ajak berjalan. Kibum melihat punggung Kyuhyun dengan geram. Ia harus secepat mungkin merebut Kyuhyun kembali ketangannya.
"Kau membuatnya meneteskan air mata, Choi Brengsek! Dan kau akan menerima hadiah dariku!" Geram Kibum seraya mengembangkan seringai di bibirnya.
***
Siwon tengah mondar mandir didepan pintu rumahnya, ia malas jika menunggu didalam apalagi di dalam ada stella. Sungguh, Siwon tidak tahu kalau ini akan terjadi.
Dari kejauhan, Siwon dapat melihat Kyuhyun sedang berjalan malas kearah nya. Wajahnya tampak memandangnya sendu dan lesu.
"Baby, kenapa kau baru pulang? Kau dari mana? Kau tidak tahu kalau ini sudah malam?" Siwon melemparkan pertanyaan kepada Kyuhyun ketika namja cantik itu ada di depannya.
"Berhenti memanggilku Baby! Kita tidak mempunyai hubungan apa apa. Dan Jangan ganggu aku, aku ingin beristirahat" Kyuhyun langsung membuka pintu apartment Siwon dan menemukan seorang yeoja sedang duduk santai di sofa ruang tengah. Siwon merasa kalau hatinua berdenyut sakit saat Kyuhyun mengatakan hal tersebut.
"Hai! Kyuhyun-ssi! Kamu tidur di kamar tamu ya? Soalnya aku dan Siwon oppa akan satu kamar" Kata yeoja itu membuat Siwon terkejut setengah mati. Sedangkan, Kyuhyun tetap memasang wajah datar dan dinginnya sambil berjalan ke kamar tamu.
Stella menyeringi melihat Kyuhyun sudah memasuki kamar tamu. Setelah itu, ia menghampiri Siwon yang masih termenung sambil menatao pintu kamar tamu itu.
"Oppa! Kita tidur saja yuk? Aku sudah mengantuk" Stella menarik tangan Siwon ke kamar utama atau kamar Siwon. Siwon tidak tahu kalau sosok di kamar tamu itu tengah menangis diam.
Kyuhyun sangat ingin mengubur perasaan ini, namun semakin ia ingin menguburnya semakin besar pula perasaan bodohnya itu.
"Kau membuatku berharap, hyung" lirihnya menahan isakan yang bisa keluar kapan saja. Hatinya sungguh sakit. Mungkin, dia akan kembali ke magic castle setelah ini.
Kyuhyun merasakan kalau kelopak matanya semakin berat, akhirnya ia memutuskan untuk tidur. Untuk kedepannya biarlah dipikirkannya nanti.
***
Siwon melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Jam itu menunjukkan pukul satu dini hari. Ia melepaskan tangan yang sedang memeluknya itu dengan perlahan agar tidak membuat sang empu terbangun dari tidurnya.
Siwon mengendap endap keluar kamar, lalu diam diam membuka kamar tamu yang tidak di kunci kyuhyun. Namja manis itu memeluk gulinya erat, mata bonekanya itu terpejam cantik tidak membuat wajah manis dan cantiknya berkurang sedikit pun.
Siwon mendudukan dirinya di samping Kyuhyun, perlahan lahan tangannya mulai bergerak kearah rambut Kyuhyun, mengelusnya perlahan penuh cinta
Andai namja manis itu tahu perasaannya yang sebenarnya. Siwon sudah terjerat oleh pesona Kyuhyun, pesona namja manis itu terlalu besar untuk ditolaknya.
Siwon mendekati wajahnya ke wajah Kyuhyun mengeleminasi jarak antara mereka.
Chup
Bibir Siwon menempel tepat di bibir cherry itu, melumatnya sedikit demi sedikit, hingga ciuman itu srmakin memanas membuat sang empu terbangun.
Kyuhyun membelalakan matanya saat menemukan Siwon berada diatasnya menukar gulingnya dengan tubuh kekar itu, parahnya ia menemukan Siwon sedang mencium bibirnya ganas.
Kyuhyun mendorong dada Siwon sekuat tenaga, namun nihil malah Siwon menahan kedua tangannya ke atas dan semakin memperdalam ciumannya. Tidak sampai disitu, Kyuhyun berusaha menggeliat, naas (-,-) dengkul Kyuhyun secara tidak sengaja menyenggol kejantanan Siwon membuat Siwon menghentikan ciumannya.
"Baby, kenapa kau menyentuhnya? Aku hanya ingin berciuman dengan mu. Kau mau lebih eoh?" Tanya Siwon seduktif di telinga Kyuhyun, menjilat telinga itu pelan dengan gerakkan yang menggoda membuat Kyuhyun langsung merasakan tubuhnya seakan akan tersengat.
Siwon mencium kening Kyuhyun, lalu hidung, kedua pipi chubby itu, dan bibir cherry yang menggoda itu. Kyuhyun tidak melawan, ia sudah pasrah lagi pula tidak ada gunanya melawan Siwon yang tenaganya jauh lebih besar darinya.
Lama kelamaan, Kyuhyun pun membalasnya ganas seakan akan ingin menghapus jejak bibir yeoja itu dari bibir Siwon. Siwon melepaskan ciumannya membuat Kyuhyun mendengus kesal.
"Hei! Dari mana kau tahu cara berciuman, eoh? Kau mulai nakal" Siwon menyentil ujung hidung Kyuhyun gemas. Saat akan menyatukan bibir mereka lagi, Kyuhyun menahan dada Siwon.
"Ada apa, Baby?" Tanya Siwon yang kebingungan. Kyuhyun menunjuk pintu kamar dengan malu malu, Siwon terkekeh melihatnya.
"Jadi, kau ingin lebih, NaughtyKyu?" Wajah Kyuhyun seketika merah seperti tomat mendengar pertanyaan Siwon. Siwon pun beranjak dari atas Kyuhyun, lalu mengunci pintunya.
Kyuhyun menghampiri Siwon dengan tubuh yang sudah setengah telanjang itu, entah sejak kapan Kyuhyun membuka baju nya, ditambah lagi dengan ekspresi nakalnya membuat kejantanan Siwon menegang sempurna di balik celana jeans nya.
Siwon mentautkan alisnya, ia bingung, mengapa Kyuhyun yang setaunya adalah namja polos yang manis bisa menjadi agresif dan nakal saat ini? Entahlah, sebelum Siwon memikirkan jawaban itu, Kyuhyun telah melingkarkan tangannya di leher Siwon, lalu sedikit berjinjit dan bibir mereka pun bertemu kembali. Saling menyesap ganas, bunyi keciprak saliva terdengar di mana mana.
Kyuhyun meraba dada Siwon nakal, membuka kancing kemrja namja tampan itu tanpa melepaskan sedikit pun ciuman mereka. Persetan dengan stella diluar yang akan mendengar sahutan desahan mereka.
Siwon semakin ganas dan semakin menurunkan ciumannya, kali ini sasaran Siwon adalah leher jenjang Kyuhyun, leher yang diam diam ia idamkan itu, leher yang mengeluarkan aroma apple mint itu membuat siapa pun akan mabuk.
"Ahh... Hyunghh... Gelihh" Desah Kyuhyun saat Siwon menggigit, menjilat, dan mengendus lehernya.
"Call My Name, Baby"
"Siwonniehhh eunhhh berhenti! itu geli!"
TBC
-,- yah! Yah! Yah! Otak yadong saya balik lagi dan ff ini pun berujung dengan kenistaan... mian pendek, tiba tiba aja otak yadongku ngilang lagi, tapi gak lama kok yahhh hahahaha
