Bleach don't belong to me
Ulquiorra and Orihime are Kubo Tite's
This story is mine.
Cerita ini hanya fiktif belaka.
Warning: OOC
Mannequin's Charm
Orihime kecil hanya punya satu permohonan dalam hidupnya, yaitu ia ingin memiliki sebuah keluarga. Ulquiorra adalah nama dari sebuah sosok boneka manekin yang diadopsi oleh Orihime. Jika sebuah ciuman dapat membuatnya manekin itu hidup, maka bagaimana reaksi Orihime?
-COMPLETED-
Pagi hari Orihime mendapati dirinya terbangun di tempat tidurnya, seperti yang selalu dilakukannya tiap pagi. Orihime mengedarkan pandangannya berkeliling, semua tampak sama, tak ada yang berbeda. Ia mendesah, jadi semuanya memang hanya mimpi. Orihime hampir memilih untuk berbaring lagi sebelum akhirnya melihat sosok itu tengah memasuki kamarnya, dengan berjalan di kedua kakinya.
"Ulqui!" Jerit Orihime seraya bangkit dari tempatnya dan berlari ke arah Ulquiorra. Karena baru menggenggam sadarnya, Orihime belum bisa mengendalikan berat tubuhnya sehingga larinya sempoyongan dan badannya menghantam Ulquiorra. Dengan sigap pemuda itu menangkap Orihime dengan kedua tangannya untuk menopang si gadis. "Sungguh tidak bijak kau langsung menggerakan tubuhmu dengan seperti itu saat baru terbangun, onna."
Tersenyum sangat lebar, Orihime mengenali suara berat dan parau yang pernah di dengarnya semalam tadi. "Ohh.. Aku tidak percaya ini. Kau.. nyata." Sambil memandang manik-manik hijau, Orihime menyuarakan pertanyaan yang tak terjawab semalam tadi. "Bagaimana bisa?"
Ulquiorra balik menatap tatapan heran dan penasaran si gadis, lalu dengan perlahan mengiring Orihime kembali ketempat tidurnya untuk membuatnya duduk. "Aku mendapat sebuah kutukan." Pemuda itu memulai, "Kutukan yang menjadikan kekososongan, hidup abadi selamanya terjebak dalam kekakuan dan ketiadaan." Ulquiorra terdiam sejenak, menunggu reaksi cemoohan atau penyangkalan dari sang gadis yang tak pernah ada. Nampaknya, kenyataan bahwa Ulquiorra bisa hidup saja sudah sangat membuat kerasionalan gadis itu tertanggu. Maka ia melanjutkan, "Sudah sangat lama sampai aku tidak ingat kapan. Yang kuingat hanya, satu-satunya cara untuk mematahkannya adalah dengan mendapatkan sebuah ciuman tulus penuh hayat dari seorang gadis yang mencintaiku, yang nampaknya tidak mungkin akan terjadi."
Orihime menelan ludah, "Ke-kenapa tidak mungkin?"
"Memangnya gadis waras mana yang akan jatuh cinta dan berciuman dengan sebuah patung boneka manekin?" Ulquiorra melempar tatapan menuduhnya pada Orihime, sambil menahan seringaian liciknya, untuk menggoda sang gadis.
"A-apa, kau pikir aku tidak waras?" sangkal Orihime.
Ulquiorra membalas Orihime dengan menelusurkan jemarinya di kepala sang gadis untuk menyisir rambutnya, Ulquiorra tahu apa yang telah dijalani oleh gadis itu di dalam kehidupannya yang sederhana. Ia selalu memperhatikan sang gadis dalam diam. Satu-satunya orang yang menyadari dan menerima keadaannya. Meskipun tidak pernah menjawab, tapi Ulquiorra selalu mendengar si gadis. Itu semua adalah satu hal yang tak bisa tergantikan oleh apapun.
Ternyata, entah di zaman mana dan kapan terjadinya, Ulquiorra adalah seorang berkebangsaan Spanyol yang merupakan pewaris tunggal dari sebuah keluarga bangsawan kaya raya. Di zamannya, ilmu seperti sihir telah banyak dilakukan untuk menyingkirkan lawan politik, dan potret diri yang lazim untuk para kaum elit pada saat itu adalah dengan pembuatan lukisan dan patung manekin diri yang melambangkan kuasa abadi. Dan tiba saatnya ketika sang ayah menikah lagi dengan seorang wanita yang membawa satu anak lelakinya, wanita licik itu sangat iri pada Ulquiorra, kepintarannya, nasib yang dianugerahkan padanya, hidup yang dijalaninya, maka pada suatu waktu Ulquiorra mendapati dirinya terjebak dalam, atau lebih tepatnya berubah menjadi wujud manekin yang dahulu pernah dibuatkan khusus untuknya. Sesuai dengan perkembangan zaman, patung-patung manekin para bangsawan atau kaum elit diberi tempat khusus untuk dipamerkan dalam museum. Dan jejak ilmu sihir akan selalu membekas, bagaimana pun seseorang menyembunyikannya.
"Sampai pada akhirnya mereka menempatkanku diruangan itu karena percaya bahwa keberadaanku dikutuk, yang memang benar."
Orihime tak bergeming, hanya mengedipkan mata. Tanpa disadari, mata si gadis telah berair dari awal Ulquiorra menceritakan kisah kehidupannya yang tragis namun dengan wajah yang datar itu, seolah semua kisah si pemuda yang mungkin 10 kali lebih tragis dari kisah hidup sang gadis, bukanlah apa-apa. Maka ketika Ulquiorra berhenti bicara, air mata Orihime mulai tak bisa terbendung dan mulailah mengalir.
Berdiri tepat di depan Orihime, Ulquiorra terkesiap saat mendapati si gadis menangis, "Kenapa kau menangis, Onna?"
Orihime tetap bungkam sambil meremas baju Ulquiorra, lalu masih dalam posisi duduk, gadis itu melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Ulquiorra yang sedang berdiri tegak, kemudian si gadis membenamkan wajahnya sambil terisak. Ulquiorra hanya diam dalam tanya.
"Kau pasti sendirian selama itu, hanya menunggu dan menunggu sesuatu yang tidak pasti akan terjadi atau tidak akan pernah terjadi." Desis Orihime dalam isaknya. "Maafkan aku tidak menyadarinya lebih cepat."
Mendengar pernyataan tulus Orihime, Ulquiorra mendongakkan wajah si gadis, menyondongkan wajahnya sendiri dan menempatkan dahinya di dahi si gadis. "Bisakah kau bayangkan, bagaimana senangnya aku ketika kau tiba-tiba membawaku.." jemari pucat pemuda itu menghapus rintik air di wajah Orihime, "..disaat aku sudah lama membuang semua harapan, kau datang. Kau selalu menjagaku, merawatku, memperlakukanku sebagai keluargamu meski aku hanyalah sebuah benda?"
Dengan mata berairnya, Orihime memandang Ulquiorra yang lanjut berkata, "Betapa berartinya hal-hal yang telah kau lakukan itu, bagiku.. Orihime." Ekspresi Ulquiorra melembut. Orihime sadar, pemuda yang kini ada didepannya itu bukan sebuah benda lagi, tapi seorang makhluk hidup yang kini bisa menunjukan berbagai macam ekspresi, terlepas dari wajah kakunya saat menjadi manekin.
"Kalau begitu, berjanjilah kau akan selalu berada disini.. menjadi bagian dari keluargaku.. selamanya menemaniku.." bisik Orihime.
Manik hijau Ulquiorra melebar, mendengar seseorang menginginkannya, disaat dirinya tak lagi seperti dulu yang memiliki segalanya, disaat sekarang dirinya bukanlah siapa-siapa, maka relung hati Ulquiorra yang telah lama didinginkan oleh waktu, pun mulai menghangat. "Jika itu yang kau inginkan.. Sekarang giliranku berterima kasih padamu, Orihime." janjinya sambil mendekap erat sang gadis dan seluruh kehidupannya.
XXX
Orihime kecil sampai detik ini disaat ia beranjak remaja, hanya punya satu permohonan dalam hidupnya, yaitu ingin memiliki sebuah keluarga. kemudian ada sebuah keajaiban menghampiri Orihime, yang telah mengabulkan permohonannya untuk memiliki seseorang yang nyata, masuk dalam kehidupannya.
Di suatu sore yang damai itu, tiba-tiba telah dipecahkan oleh sederet runtutan kejadian mencengangkan diawali dengan datangnya seorang sahabat Orihime yaitu Tatsuki dengan paniknya memeperingatkan bahwa kediaman gadis berambut merah jingga itu akan digeledah, tepat seperti yang dikhawatirkan keduanya beberapa waktu lalu. Menanggapi Tatsuki, Orihime malah bersikap tenang dan santai seolah segala sesuatunya tidak pernah terjadi dan akan baik-baik saja, sontak hal ini membuat Tatsuki tambah uring-uringan. Ketika sekumpulan pasukan penginvasi dan penginvestigasi yang terdiri dari beberapa polisi dan orang-orang berjas datang, dan benar saja, salah satu diantara mereka adalah paman yang dulu pernah menguntit Orihime, membawa surat-surat yang nampaknya resmi, Orihime berakting seolah kaget namun tanpa dosa, tepat seperti reaksi korban dengan kasus tuduhan praduga tak bersalah.
Tatsuki yang kebingungan dan Orihime yang pura-pura bingung hanya mampu melihat rumah kecilnya dipenuhi oleh orang-orang yang hilir mudik menggeledah dan mencari sesuatu yang nampaknya tak akan lagi bisa ditemukan disana. Maka ketika hasil berupa kenihilan diperoleh, paman itu yang balik kebingungan. Tatsuki yang tertimpa kebingungan dua kali lipat memelototi Orihime menuntut penjelasan. Di saat itulah klimaks dari segala permasalahan ini mengambil alih.
Seorang pemuda, tampak elit dalam balutan mantel, bergaya hampir sama seperti dulu saat kencan pertamanya dengan Orihime namun lebih keren sekarang, datang memasuki keadaan yang sedang ricuh itu. Sontak sang paman dan Tatsuki terkesiap berbarengan, diikuti oleh kumpulan orang berjas itu yang kekagetan mereka melanda setelah seolah menyadari atau mengenali sosok itu, dulu sebagai sebuah manekin yang saat ini sedang dicari-cari oleh pihak museum itu. Namun bedanya, sosok di depannya kini bisa bergerak bebas, dan bernapas, dan bernyawa, dan hidup. Kenyataan yang mencengangkan.
Ulquiorra datang entah dari mana, yang Orihime saja tidak tahu kemana akhir-akhir ini pemuda itu pergi, namun selalu tampak sedang mengurusi sesuatu dan hebatnya seolah telah mengenali landscape tempat itu sambil membawa berkas-berkas yang tampaknya cukup penting. Sang pemuda membuka dengan perkenalan diri dan tanpa basa basi langsung bicara ke inti permasalahan.
"Saya Ulquiorra Schiffer, salah seorang dari garis keturunan keluarga Schiffer, dengan ini menyatakan tuntutan kepada pengelola sebuah Museum Nasional karena telah dengan dan atau tanpa sengaja menghilangkan keberadaan sebuah aset peninggalan keluarga. Berupa sebuah manekin dari putra pertama pewaris warisan keluarga, yang jika dihargai adalah setara dengan £ 62.000.000. Maka dari itu segala tuntutan ini akan ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku."
Pernyataan ini sontak menuai reaksi kaget dan heran yang dibungkam oleh satu ruangan itu, terutama saat para lelaki berjas mendengar nama keluarga elit nan terhormat Schiffer disebut, tak terkecuali Orihime sendiri dan sahabatnya. Ulquiorra menunjukan surat resmi yang datang dari kejaksaan dan kementrian Negara Spanyol. Rupanya para pihak yang diperintahkan museum entah dengan legal atau illegal untuk mencari benda hilang tersebut mendapati dirinya kalah telak. Awalnya mereka kaget mengapa pemuda itu sungguh memiliki kemiripan dengan sang manekin yang hilang, namun justru karena kemiripannya, tidak bisa dibantah lagi bahwa ia mungkin memang keturunan asli sehingga mereka tidak bisa berkutik. Yang awalnya menjadi pemangsa berbalik menjadi dimangsa. Bahu mereka merosot dengan serentak.
Ulquiorra kembali melanjutkan, "Hal ini bisa saja diproses dan diselesaikan lewat jalur hukum. Atau," rehat sejenak,"..bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan syarat jika Anda sekalian setuju dan menandatangani perjanjian dimana tidak akan mengungkit masalah seputar ini lagi, saya akan mempertimbangkan agar supaya kasus terkait bisa dihilangkan dan ditutup."
Semburat harapan hadir dari para lelaki tersebut, nampaknya secercah semangat kembali mengisi nyawa mereka. "Apa Anda serius?"
"Jika Anda lebih memilih melewati jalur huku-"
"Tidak, tidak. Kami berjanji akan memenuhi segala persyaratan yang Anda minta dan menandatangani surat perjanjian untuk diselesaikan dengan kekeluargaan."
"Baiklah, sepertinya diskusi ini telah mencapai kata sepakat. Memang akan sangat merepotkan hanya untuk melewati jalur birokrasi saja." Jawaban jujur Ulquiorra ini memicu desah lega dari para lawan bicaranya, "Namun Anda juga harus meminta maaf secara resmi pada gadis ini dan menghilangkan segala kecurigaan juga tuduhan yang telah ditujukan padanya. Juga jangan pernah mengganggu hidupnya, dan juga hidupku lagi atau pun mengungkit kejadian ini."
"B-baik. Tentu saja, dengan segala penyesalan kami meminta maaf dengan setulusnya."
Ulquiorra menoleh ke arah Orihime, mata mengisyaratkan sesuatu. Kala itu Orihime memainkan perannya lagi menyatakan persetujuan untuk mengakhiri semua drama yang terjadi ini, "T-tentu saja, saya tidak keberatan."
Setelah itu, pada akhirnya, rombongan lelaki yang tak diundang itu pun pergi meninggalkan rumah Orihime dengan tak diantar, mengembalikan ketenangan di dalamnya. Namun saat itu Orihime dan Tatsuki masih membatu, mencerna segala hal yang terjadi barusan di depan keduanya. Sungguh hal yang tadinya simpel siapa sangka berubah menjadi sangat rumit melibatkan aparatur Negara juga lalu tiba-tiba hilang begitu saja seakan ditelan bumi dan seolah tak pernah ada yang terjadi. Orihime yang pertama kali bicara saat itu, "Ulquiorra, apa yang tadi itu.. serius?"
"Apa tidak terlihat seperti itu olehmu?" ujar Ulquiorra.
Orihime menggeleng. "Tidak, tentu saja. Tapi bagaimana bisa?"
"Beberapa hari ini aku menemukan mengenai identitas keluarga, cukup mudah dengan menggunakan akses yang kalian sebut 'internet'. Aku menelusuri akar permasalahan dari awal mula kejadiannya, mengingat aku yang mengalaminya sendiri maka itu jadi sangat mudah. Setelah itu hanya perlu menghubungi pihak Negara, memanipulasinya sehingga tampak seakan asli."
Tulang rahang kedua gadis itu terbuka lagi. "Ma-maksudmu kau memalsukan dokumen-dokumen itu?"
"Akan sangat rumit nantinya jika berhubungan dengan hukum dan perihal asset peninggalan Negara, Onna. Tentu saja itu palsu, jauh lebih mudah."
Orihime dan Tatsuki menghela napas lega dengan serempak. Namun Tatsuki tampaknya masih dibaluti rasa kaget melihat apa yang ada didepan matanya saat ini. Sebuah manekin yang tampak bicara. Seseorang yang tampak memiliki kemiripan begitu detail dengan sang manekin. "Lalu, siapa kau? Apa kau benar-benar seorang keturunan pemilik manekin itu, lalu sekarang mana manekin itu? Hilang?"
Orihime menghentikan segala kicauan sahabatnya, sambil merangkul dan memeluk hangat Ulquiorra, "Tatsuki-chan, bagaimana kalau anggap saja semua ini adalah lanjutan dari kebaikan hati ibu peri yang baik yang telah menaburkan bubuk keajaiban kepadaku, membuat runtutan keajaiban itu menjadi nyata?" dengan polosnya, sambil tersenyum ria.
Gadis tomboy itu mendadak diam, menelan semua kenyataan yang dijelaskan oleh Orihime. Dan kemudian, kehidupan gadis bersurai jingga itu menjadi bak kisah negeri dongeng, berakhir bahagia selamanya dengan kehadiran pemuda yang tak disangka-sangka asal usulnya.
-END-
Yeeeaaaah akhirnya selesai juga.
THANKS Minna atas segala dukungannya.. Love you :3
Seperti yang sudah disebutkan diatas, cerita ini hanya fiKtif belaka. Jadi segala teori yang ada dalam cerita kurang lebih adalah murni berasal dari imajinasi penulis hehe.
Review yaaa^^
Terima kasih.
