Summary: 6 orang yeoja kaya raya yang sangat manja, dipaksa mengikuti kegiatan perkemahan oleh orangtua mereka agar dapat menjadi lebih mandiri / " Hell no! Berbaur dengan alam memang menyenangkan. Tapi jika harus berurusan dengan tanah? Menjijikkan! " / " Annyeong… Selamat datang di scout's summer camp " /
That Scout Namja
Rate: T
Genre: Romance, Drama.
Cast: EXO member, other.
Disclaimer: They're not mine, all cast belong to GOD~ But this story actually MINE. I hate PLAGIARISM so much. So, DON'T copy-paste my fanfiction juseyo! :)
Warning: Typo bertebaran, EYD tidak terpenuhi, cerita nyaris pasaran(?),GENDERSWITCH
Let's Start the Story
.
.
.
.
.:: That Scout Namja ::.
.
.
.
Di dunia ini, ada 1 hal yang harus diketahui.
Hal itu adalah; tidak semua hal yang kita temui akan membuat hati kita senang.
Bahkan terkadang hal yang kita temui tersebut merupakan 'sesuatu' atau 'masalah' yang kita benci/tidak kita sukai.
Janganlah kabur dari apa yang harus kau hadapi.
Apa yang kau hadapi sekarang sudahlah terencana semenjak kau baru saja merasakan hangatnya udara disaat kau terlahir ke dunia ini...
.
.
.
.
Lay POV.
Aku menatap kesal kedua namja yang tengah mengerjakan sesuatu—yang entah namanya itu— dihadapanku.
" Lay-ssi, bisakah kau ambilkan tali di dekatmu itu? " Tanya namja yang kuketahui bernama Suho.
" Ambil saja sendiri! " Ketusku.
Suho hanya menghela nafas keras lalu berjalan menghampiriku. Ada sedikit rasa takut terbesit di hatiku saat melihat tatapannya yang terlihat tidak bersahabat.
" Apa kau tidak bisa membantu walau sedikit saja, miss Zhang? "
" Tidak bisa dan aku tidak akan pernah membantu "
Hening.
Aku tersentak kaget. Suho mendorongku kasar lalu menatapku tajam. " Untuk apa kau disini jika tidak melakukan apapun, eoh? "
" H-hyung... "
" Diam, Chen! " Bentak Suho kasar, hingga membuat seluruh peserta perkemahan mengalihkan perhatian kearahnya.
Namja bernama Chen itu segera menutup mulutnya tepat sesaat setelah Suho membentaknya.
" Kau... Lebih baik kau pergi dari sini. Sekarang! " Desis Suho.
" Tanpa kau suruh pun aku akan pergi! Aku benci tempat ini dan aku memang tak pernah berniat untuk mengikuti kegiatan ini! "
Seusai berkata seperti itu, aku berjalan cepat meninggalkan daerah perkemahan. Rasa kesal dan amarah benar – benar menguasaiku. Dia pikir aku mau mengikuti kegiatan ini? Namja menyebalkan! Lagipula apa enaknya berurusan dengan tanah dan hal-hal semacam P3K dan yang lainnya? Jika aku sakit atau terluka toh ada dokter pribadi yang bekerja untuk māmā dan pàpà. Jadi untuk apa aku belajar P3K? Tidak ada gunanya!
Sebenarnya apa maksud māmā dan pàpà dengan menyuruhku mengikuti kegiatan ini? Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran mereka. Tak bisakah mereka mencari kegiatan yang lebih cocok untuk diriku? Dance misalnya? Uh... Māmā dan pàpà menyebalkan!
Andai saja di camp ini tidak ada namja menyebalkan seperti namja sok angelic bernama Suho itu, mungkin aku mau saja mengikuti kegiatan ini walau SEDIKIT terpaksa. Karena kelelahan, kuhentikan langkahku dan mengedarkan pandangan ke sekelilingku. ' Eh? Dimana ini?' Sejauh mataku memandang, hanya terdapat pohon-pohon besar dan semak belukar, juga semak batu-batu berukuran –sangat— besar.
" A-apa aku tersesat? "
Aku membalikkan badanku dan berlari ke arah yang kurasa telah kulalui tadi. Tapi sayang, berapa lama pun aku berlari, aku tak menemukan adanya tanda-tanda perkemahan maupun sungai di dekat perkemahan. Sungguh, aku takut berada di tengah hutan sendirian seperti ini!
" Aish.. Eottheohkae? Harusnya aku tak berjalan terlalu jauh dari perkemahan... " Gumamku sambil mengadahkan wajahku, menatap langit yang kini mulai memerah lalu cepat-cepat memeriksa jam tanganku. " Mwo? Sudah sore? Berapa lama aku tersesat disini!? "
.
.
.
.
Sementara itu...
" ChanChan-ge! Eottheohkae? " Tao mengguncang tubuh Chanyeol. Kedua obsidian hitam pekatnya memancarkan ke khawatiran yang sangat kentara.
" Tenanglah Tao, dia pasti tidak apa-apa " Ucap Chanyeol berusaha menenangkan kepanikan yang ditimbulkan oleh Tao.
" Bagaimana bisa tidak apa-apa ge!? Langit sudah mulai gelap dan Lay-jie belum juga kembali! " Jerit Tao. Yeoja bermata panda tersebut kini mulai meneteskan air matanya.
Dengan segera, Chanyeol merengkuh Tao kedalam pelukannya dan menenangkan yeoja bermata panda tersebut. Isakan demi isakan tertahan yang keluar dari mulut Tao membuat hatinya sakit. Ia tidak ingin yeoja yang di'sayangi'nya menangis seperti ini. Chanyeol dapat merasakan ke khawatiran yang meliputi hati Tao sekarang. Perlahan, Chanyeol mengusap-usap surai platina milik Tao dan membisikkan kata-kata penenang. Dan itu cukup berhasil. Isakan Tao sudah mulai berkurang walaupun mata yeoja itu masih saja memproduksi air mata.
" Sshh... Uljimaneyo Tao... "
Jemari-jemari panjang Chanyeol bergerak dan menyeka air mata dari pipi chubby Tao. Chanyeol tersenyum tipis, berharap senyumnya dapat meyakinkan yeoja tersebut.
" Jangan menangis lagi, ne? Gege tidak suka melihatmu menangis seperti ini... " Ucap Chanyeol lirih, namun tetap berusaha untuk tersenyum.
" Eum... ne Chan-ge... " Tao menganggukkan kepalanya lucu.
" Kka, kita berkumpul dengan yang lainnya "
Pipi Tao bersemu merah saat Chanyeol menautkan kedua tangan mereka. Jantungnya berdegup kencang, mengingat sudah lama sekali mereka tak bergandengan tangan seperti ini. Tao menundukkan kepalanya, berusaha menutupi rona merah pada wajahnya. Ingatan demi ingatan masa lalu mulai berdatangan ke dalam benak Tao. Kenangan yang sangat ia rindukan, namun gengsi yang ia miliki membuatnya tak bisa mengakui semua hal itu.
Setibanya di tengah perkemahan—tempat seluruh peserta perkemahan berkumpul—, Tao dan Chanyeol menangkap sosok Suho yang kini duduk di salah satu kursi yang disediakan dengan sorot mata bersalah.
" Mianhae... Jeongmal... " Gumamnya. " Ini semua salahku... "
Sungguh, Tao ingin memaki Suho. Tapi yeoja itu mengurungkan niatnya. Walaupun ia memaki Suho, apakah otomatis Lay akan kembali? Tidak, bukan?
" Joonmyeon-ah, ini bukan salahmu " Ucap Kris dengan nada datar seperti biasanya.
" Ini semua salahku, Kris "
" Bukan, Suho. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri "
" INI SEMUA SALAHKU! SEHARUSNYA AKU TAK BERLAKU SEPERTI ITU PADANYA! SEHARUSNYA—"
" Ne, ini memang salahmu, Suho-ssi "
Suho terdiam. Sontak, seluruh orang yang berada di situ menolehkan kepala kearah sumber suara. Sementara sang pemilik suara, Tao, hanya menatap Suho datar dan tanpa emosi sedikit pun.
" Tao... " Chanyeol menggenggam erat tangan Tao yang mulai berjalan menuju Suho. Tapi Tao menepis tangan Chanyeol kasar.
" Shut up gege " Tao menatap tajam Chanyeol dan berhenti berjalan saat sudah tiba di depan Suho. " Kau memang salah Suho-ssi. Sangat bersalah! " Desis Tao.
" Apa maksudmu, Tao? " Tanya Kris.
Tao mendengus pelan. " Gege tahu kan ini sudah malam? Dan Lay-jie tersesat di hutan tanpa ada sesuatu yang bisa berguna sebagai penerang. Bulan juga tidak tampak karena malam ini mendung "
" Lalu? "
" Gege bodoh atau apa? Jika Lay-jie jatuh dan terluka tanpa ada seseorang di dekatnya untuk menolong, itu bisa jadi sangat berbahaya! " Bentak Tao keras.
Seketika itu juga, Baekhyun, Kyungsoo, Xiumin, dan Luhan tampak teringat akan sesuatu. " Tao, maksudmu Lay... " Ucap Luhan tertahan.
Tao membalikkan tubuhnya menghadap kearah Luhan. " Ne jie. Penyakit Hemofillia-nya "
.
.
.
T.B.C
.
.
.
Annyeong~ ^^
Berdasarkan Voting kemarin, That Scout Namja ternyata paling banyak peminat/? Hehe
Eunhye tepatin ne buat apdet ff ini Untuk ff A wonderful Day in Seoul dan Picture of Me, Our Memories sequelnya sedang dalam pengetikan :3 harap ditunggu ya :D
At last,
Mind to RnR again? ;)
