Summary: 6 orang yeoja kaya raya yang sangat manja, dipaksa mengikuti kegiatan perkemahan oleh orangtua mereka agar dapat menjadi lebih mandiri / " Hell no! Berbaur dengan alam memang menyenangkan. Tapi jika harus berurusan dengan tanah? Menjijikkan! " / " Annyeong… Selamat datang di scout's summer camp " /
That Scout Namja
Rate: T
Genre: Romance, Drama.
Cast: EXO member, other.
Disclaimer: They're not mine, all cast belong to GOD~ But this story actually MINE. I hate PLAGIARISM so much. So, DON'T copy-paste my fanfiction juseyo! :)
Warning: Typo bertebaran, EYD tidak terpenuhi, cerita nyaris pasaran(?),GENDERSWITCH
Let's Start the Story
.
.
.
.
.:: That Scout Namja ::.
.
.
.
"He-hemofiliia?" Ucap Suho tergagap.
"Ne. Tentunya kau tahu bukan seberapa berbahayanya penyakit tersebut?"
Suho terdiam. Rasa bersalah dan kekhawatiran kembali melingkupi benaknya. Ia terlalu takut untuk membayangkan, seperti apakah keadaan Lay jika ia benar-benar terluka dan tak ada yang menolongnya. Hutan di saat malam tak dapat dikatakan aman. Justru sangat berbahaya. Entah banyaknya serangga-serangga beracun, tumbuhan berduri, hingga hewan-hewan buas. Walaupun Lay mungkin saja tak mendapati hewan buas, tumbuhan berduri, atau pun serangga beracun, itu tak memungkinkan bahwa Lay tak akan terluka. Bisa saja yeoja tersebut tersandung dan terluka, mengingat ponsel miliknya dititipkan kepada Kyungsoo, dan tak ada satu alat pun yang dapat menerangi jalannya. Mengandalkan bulan? Itu lebih tidak mungkin lagi. Malam ini bulan tertutup awan mendung yang berwarna pekat. Dan itu membuat keadaan semakin gelap.
"Daripada seperti ini terus, lebih baik kita mulai mencari Lay-jie. Aku benar-benar khawatir dengan keadaannya sekarang." Kyungsoo tampak sangat khawatir. Tentu saja, karena dibandingkan teman-temannya, Lay amat dekat dengan dirinya.
"Noona benar, hyung. Lebih baik kita mencari Lay noona sekarang juga. Langit sudah sangat mendung dan sebentar lagi akan hujan. Jika kita tidak menemukan Lay noona sekarang, itu akan sangat berbahaya karena bisa saja terjadi sesuatu padanya saat hujan turun," Sahut Kai menyetujui.
Kris menganggukkan kepalanya pelan. "Baiklah. Kita akan berpencar untuk mencari Lay, tapi jangan sampai ikut tersesat," Ujar Kris lalu membagikan beberapa lembar kertas. "Ini peta hutan ini. Aku tidak tahu apakah Lay akan melewati jalan yang ada pada peta ini, mengingat ini sebenarnya peta untuk rute penjelajahan kita di hutan tiga hari lagi. Jika perlu, buatlah beberapa tanda di pohon agar kalian dapat menemukan jalan kembali."
Seluruh orang yang berada di tempat itu menganggukkan kepala kompak.
"Chanyeol, Tao, Sehun, Xiumin, Key, dan Jonghyun, carilah Lay di bagian selatan hutan. Luhan, Chen, Minho, Kyungsoo, Onew, Baekhyun, cari Lay di bagian timur hutan. Suho, Taemin, Kai, Jino, ikut aku mencari Lay di bagian barat. Jangan lupa membawa senter untuk penerangan, aku tak mau terjadi hal yang buruk kepada kalian."
"Kami mengerti, ge" Sahut Sehun dengan nada datar.
"Baiklah, mulai mencari sekarang!" Titah Kris, sebelum pada akhirnya mereka menyebar sesuai dengan arah dan kelompok yang sudah ditentukan oleh Kris.
.
.
.
Tao, Chanyeol, Sehun, Xiumin, Key, & Jonghyun Side.
"Lay-jie/eonni!"
"Yixing-ah! Neo eodiega?"
"Noona!"
Chanyeol, Tao, Sehun, Jonghyun, Xiumin dan Key tak henti-hentinya meneriakkan nama Lay. Entah sudah berapa lama mereka berteriak hingga tenggorokan mereka sakit, namun hasilnya tetap sama. Nihil. Tak ada tanda-tanda keberadaan Lay. Hal itu membuat Tao takut dan kembali menangis.
"Eottheohkae? Kita tak mendapatkan tanda-tanda keberadaan Lay-jie sama sekali! Eottheohkae hajyo?" Ucap Tao panik.
"Calm down, Tao. Aku yakin Lay noona tidak akan kenapa-kenapa. Mungkin saja kelompok Kris-ge atau Chen sudah menemukan Lay." Chanyeol tersenyum dan menenangkan Tao. "Ayo kita kembali ke perkemahan dan menunggu mereka.
Hm… Begitukah Park Chanyeol? Mungkin ada baiknya kita melihat keadaan kelompok Chen dan Kris sekarang~
Luhan, Chen, Minho, Kyungsoo, Onew & Baekhyun Side.
"Aish, sebenarnya dimana Lay berada? Kita sudah mencari begitu lama, tetapi sama sekali tak ada tanda-tanda yang menunjukkan keberadaannya!" Luhan mengacak surai berwarna caramel miliknya frustasi.
"Bagaimana jika ia benar-benar hilang, jie? Aku tak dapat membayangkannya…" Lirih Baekhyun.
Onew memutar kedua bola matanya.
Kyungsoo menjitak dahi Baekhyun kasar. "Ya! Jangan berpikiran seperti itu! Tak bisakah eonni memikirkan hal-hal yang baik saja? Eonni membuatku semakin takut!"
"Mianhae…"
"Gwaenchana, Baekhyun-ah. Mungkin sekarang Lay sudah ditemukan oleh kelompok Kris atau Chanyeol. Kka, kita kembali ke perkemahan," Ucap Onew lalu melangkah pergi, diikuti oleh Luhan, Chen, Minho, Kyungsoo, dan Baekhyun di belakangnya.
Chanyeol? Um… kurasa kau harus menghilangkan nama tersebut dari daftar, Jinki-ssi. Baiklah, bagaimana dengan… uri duizhang?
Suho, Taemin, Kai, Jino & Kris Side.
Raut wajah kelelahan dan putus asa tampak tercetak jelas di wajah Kris, Taemin, Kai, dan Jino, terlebih lagi Suho. Mereka sudah berusaha mencari kesana-kemari, namun hasilnya nol besar.
"Duizhang… Lay noona tadak ada dimana pun… Eottheohkae?" Tanya Kai pada Kris.
"Hah… Molla-yo, Kai. Tak mungkin kita pergi dari hutan sebelum menemukan dirinya. Teman—ah ani, sahabat-sahabatnya pasti sangat khawatir…" Jawab sang Duizhang seraya mengusap peluh yang bembasahi wajahnya.
Jawaban Kris membuat Suho semakin takut. Takut jika tak menemukan Lay sekaligus takut jika terjadi sesuatu pada yeoja tersebut. Pandangannya dilemparkan hingga menyapu seluruh sisi hutan di sekelilingnya, hingga matanya tertumpu pada sesuatu di tanah.
"Hyung…" Suho menarik lengan Kris.
Kris menatap Suho kebingungan. "Wae?"
Suho tak menjawab, melainkan menunjuk apa yang baru saja ditemukannya.
"Suho… Mungkinkah itu—?"
Scout's Camp.
Keributan kecil terjadi di perkemahan. Kedua kelompok— kelompok Chanyeol dan Chen— yang telah berkumpul tak henti-hentinya berseru panic.
"Mwo? Kalian juga tidak menemukan Lay noona!?"
"Ne, kami tak menemukannya, Chen."
"Chen hyung, bagaimana ini? Bagaimana jika Lay noona tak ditemukan?" Tanya Kai.
"Andwaee! Lay-jie harus ditemukan! Harus!" Jerit Xiumin putus asa.
"Xiumin-jie, tenanglah…" Tao mengusap punggung Xiumin, guna menenangkan jie-jienya yang sedang kalut.
"Bagaimana bisa aku tenang jika sahabatku kini berada di dalam hutan sendirian, Tao!?"
"Noona, tenanglah…" Ujar Chanyeol.
"Aargh!" Xiumin mengacak rambutnya kesal.
Chen menghela nafas berat dan menepuk pundak Xiumin lembut. "Tak ada pilihan lain, kita hanya dapat berharap Kris hyung dan Suho hyung dapat menemukan Lay noona."
Lay's Side.
Lay merapatkan jaket rajutan tipis yang dikenakannya. Udara malam yang dingin bagai menusuk hingga kedalam sum-sum tulangnya. Hutan ini terletak di kaki gunung, dan tentu saja membuat udara semakin dingin. Gigi-giginya bergemeletuk menahan dingin yang sangat. Ingin rasanya ia berada di rumahnya, berbaring di ranjang yang empuk dengan diselimuti selimut bulu tebal yang lembut. Tapi sayang, itu hanyalah sebuah keinginan dan bukan kenyataan. Kenyataannya adalah ia sekarang berada di tengah hutan, kedinginan, dan tak mengetahui jalan untuk keluar dari tempat ini.
Air mata perlahan mengalir melalui sudut matanya. Takut. Takut. Itu yang ia rasakan sekarang. Bukan hanya takut karena kegelapan, tapi ia juga takut dengan… kesendirian. Ingatannya kembali terlempar ke saat-saat dimana ia mengurung diri di dalam kamar tidurnya di setiap kali kedua orangtuanya bertengkar hebat, menumpahkan seluruh rasa sesak dan kesedihannya di setiap tetes air mata yang ia keluarkan. Tak ada seorang pun yang memeluknya dan memberikannya rasa tenang. Tak ada seorang pun yang mengusap kepalanya dan mengucapkan kata-kata yang menguatkan, sekedar untuk membuatnya menghentikkan tangisnya.
Senyumnya selama ini bisa dikatakan hamper seluruhnya hanyalah dusta belaka. Ia tersenyum untuk menutupi betapa sedihnya dirinya melihat keadaan keluarganya yang 'hancur'. Ia benci dan iri jika melihat kedua orangtua sahabatnya terlihat harmonis, berbanding terbalik dengan kedua orangtuanya yang dalam seminggu dapat bertengkar 3 sampai 4 kali.
"Siapapun… tolong… aku takut… hiks."
SRAK!
'M-mwo? Bunyi apa barusan?' Batin Lay.
SRAK!
SRAK!
'Sesange… Tolong aku!' Lay menutup kedua matanya. Tubuhnya gemetaran karena ketakutan.
.
.
.
TBC
.
.
.
Annyeong Readersdeul! Eunhye a.k.a Panda come again! ^_^
Ada yang kangen sama FF ini? Atau sudah dilupakan?
Mianhae Eunhye update-nya ngaret banget. Tugas dan ulangan bener-bener numpuk, mengingat sekarang Eunhye sudah kelas 9 dan tahun ini ujian T-T
Mianhae jeongmal mianhae (_ _)
Maafin ya? Ya? Ya? *Panda Eyes* /plak/
Ehm. Lupakan saja yang diatas.
Ohya, saran aja nih. Kan kalau ga salah lagi rame banget yang ngomongin Allmystory atau siapa lah itu. Eunhye lupa pen-name nya.
Intinya ga perlu di bash. Kalau memang dia memplagiat, apa fungsinya 'Report Abuse'?
Itu aja deh yang Eunhye pengen ngomongin._.v
Bagi yang punya acc, balasan review silakan di cek di PM ne
Balasan Review:
Emaknya Panda: TaoRis ditunggu ne :D mereka masih berkelana mengelilingi china/? Hehe bercanda kok. Untuk chapter ini Eunhye sengaja fokusin ke SuLay dulu. Tapi ff ini end-nya tetap TaoRis kok Gomawo sudah review chingu ^_^
Lili: Sabar ne saeng ini masih di fokusin ke SuLay dulu, habis itu KaiSoo, baru ChanBaek ^_^ Gomawo sudah review ^_^
Bacon506: Masih kurang ya? Gomawo kritiknya, Eunhye akan usahakan lebih maksimal untuk FF ini Gomawo sudah review chingu ^_^
Rarega18: Ini sudah dilanjut ne chingu ChanTao sama KrisTao di chapter ini di kurangin dulu ne, tapi di chapter de[an ada lagi kok :D Gomawo sudah review chingu ^_^
Stephanie: Ini sudah panjang belum chingu? Mianhae ne kalau belum Gomawo sudah review chingu ^_^
Vina: Ini sudah dilanjut ne Gomawo sudah review chingu ^_^
Last,
Mind to RnR? ;)
