Summary: 6 orang yeoja kaya raya yang sangat manja, dipaksa mengikuti kegiatan perkemahan oleh orangtua mereka agar dapat menjadi lebih mandiri / " Hell no! Berbaur dengan alam memang menyenangkan. Tapi jika harus berurusan dengan tanah? Menjijikkan! " / " Annyeong… Selamat datang di scout's summer camp " /

That Scout Namja

Rate: T

Genre: Romance, Drama.

Cast: EXO member, other.

Disclaimer: They're not mine, all cast belong to GOD~ But this story actually MINE. I hate PLAGIARISM so much. So, DON'T copy-paste my fanfiction juseyo! :)

Warning: Typo bertebaran, EYD tidak terpenuhi, cerita nyaris pasaran(?),GENDERSWITCH

Let's Start the Story

.

.

.

.

.:: That Scout Namja ::.

.

.

.

SRAK!

Suara itu lama kelamaan mulai terdengar mendekati Lay yang kini tengah meringkuk ketakutan. Isakan demi isakan lolos dari bibir mungil miliknya.

SRAK! SRAK!

"ANDWAE!" Jerit Lay tertahan.

"Lay!"

Sedetik kemudian, Lay yang mulanya menutup kedua matanya, sontak segera membuka mata dan mendongak. Air matanya semakin tumpah melihat sosok dihadapannya.

Ya, sosok itu adalah namja yang memiliki 'sedikit' masalah dengannya siang tadi, namja yang membuat dirinya kabur ke dalam hutan dan tersesat, namja yang membuatnya ketakutan setengah mati. Namun… namja itu kini mencarinya. Mencari dirinya yang telah membuat membuat namja itu kesal terhadapnya.

"Lay? Lay-ah? Gwaenchana?" Tanya namja tersebut sambil mengguncang bahu Lay. Beberapa orang yang berdiri di belakang namja tersebut memancarkan sorot mata yang sarat akan kekhawatiran.

"Eonni, nan gwaenchana? Apa eonni terluka?" Tanya Taemin.

Lay hanya diam. Mulutnya seakan terkunci walaupun hanya sekedar menjawab pertanyaan Taemin dan namja itu, Suho. Tubuhnya bahkan terlalu lemas untuk berdiri dan wajahnya sangat pucat.

'Bagaimana bisa mereka menemukanku?' Pikir Lay kebingungan.

"Suho, lebih baik kau gendong Lay sampai ke perkemahan. Aku tak yakin ia bisa berjalan sendiri. Kka, tampaknya sebentar lagi hujan akan turun," Titah Kris pada Suho.

Suho menganggukkan kepalanya, lalu menggendong Lay dengan gaya bridal style. Lay mengalungkan kedua tangannya pada leher Suho, mengantisipasi agar ia tidak terjatuh.

'Hangat…' Bisik Lay dalam hati.

"Lay-ah, kau tak apa-apa? Kau terlihat sangat pucat," Tanya Suho.

Lay tak menjawab, namun hanya menganggukkan kepalanya samar. Suho menatap miris yeoja dalam gendongannya. 'Mengapa ia masih dapat meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja walaupun wajahnya sudah sangat pucat?' Batin Suho.

"Suho-ssi… mianhae…" Bisik Lay lirih. "Dan… gomawo…"

"Untuk apa kau berterima kasih, Lay-ah? Aku—"

"Karena kau sudah mencariku. Gomawo…"

"Cheonmayo Lay-ah. Tidurlah, perjalanan kembali ke perkemahan masih cukup lama." Ucap Suho lembut, namun cukup untuk menenangkan hati Lay.

Beberapa saat kemudian, nafas yang Lay hembuskan terdengar teratur, menandakan yeoja tersebut kini jatuh tertidur. Suho memandangi wajah Lay yang terlelap dengan damai. Kedua sudut bibir namja terangkat hingga membentuk senyuman.

Suho mengadahkan kepalanya, menatap langit malam yang mendung karena awan hujan. Ia teringat saat sebelum ia menemukan Lay.

[FLASH BACK]

"Hyung…" Suho menarik lengan Kris.

Kris menatap Suho kebingungan. "Wae?"

Suho tak menjawab, melainkan menunjuk apa yang baru saja ditemukannya.

"Suho… Mungkinkah itu—?"

"Ne hyung, mungkin dengan ini kita dapat menemukan Lay," Ucap Suho tenang.

Kedua namja itu menunduk dan menatap jejak sepatu yang tercetak pada lumpur. Jejak sepatu yang mereka yakini adalah jejak sepatu milik Lay. Sekilas, jejak itu tak akan terlihat oleh mata karena tertutup bayangan pohon dan semak-semak. Dan suatu keberuntungan karena Suho meneliti sekelilingnya dan sukses menemukan jejak tersebut.

"Ada apa, hyungdeul?" Kai mendekati kedua hyung-nya yang sedang sibuk mengamati sesuatu diatas lumpur.

"Kami menemukan jejak Lay, Kai."

"Itu artinya Lay eonni akan segera ditemukan?" Tanya Taemin dan Jino berbarengan.

Kris mengangguk menanggapi, lalu berdiri dan mulai berjalan mengikuti jejak tersebut, diikuti oleh Taemin, Jino, Suho, dan Kai.

[FLASH BACK END]

Suho menghela nafas berat. Andai saat itu ia tidak menemukan jejak sepatu Lay yang tercetak jelas pada lumpur, mungkin saja sekarang Lay tidak akan ditemukan. Andaikan Lay tidak ditemukan, apa yang harus dirinya lakukan? Sungguh, ia tidak tahu harus melakukan apa untuk menebus kesalahannya jika Lay benar-benar hilang di tengah hutan.

"Aish, jinjja-yo! Rumput-rumput ini tinggi sekali!" Keluh Kai seraya menyingkirkan 'rumput' yang berada di sisi kiri dan kanannya.

"Jangan banyak mengeluh kkamjong. Lagipula itu ilalang, bukan rumput!" Tegur Taemin.

"Memangnya apa bedanya rumput dengan ilalang, noona? Lagipula sama-sama berwarna hijau!" Sungut namja berkulit tan itu.

Taemin memutar kedua bola matanya malas. "Ya, jika kau mengatakan bahwa rumput dan ilalang sama karena berwarna hijau, itu sama saja kau mengatakan timun dan sayuran hijau lainnya termasuk dalam kategori 'rumput', pabbo!"

"Yak! Noona!"

Suho menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua dongsaeng 'ajaib'nya ini. "Taemin-ah, Kai, diamlah. Kalian ingin membuat Lay terbangun, eoh?"

"Tapi hyung/oppa—"

"Diam, atau kalian akan menyesal,"

Dan seketika itu juga, Taemin dan Kai membungkam mulut mereka hingga tiba di perkemahan.

.

.

.

"Gomawo Suho-ssi"

"Cheonma, Kyungsoo-ah." Suho yang kini tengah duduk di depan api unggun tersenyum.

Kyungsoo melangkah mendekat, lalu mendudukkan dirinya tepat di sebelah Suho. Sekejap saja suasana hening melingkupi keduanya. Tak satu kata pun yang terlontar dari bibir Kyungsoo maupun Suho.

"Kyungsoo-ah, boleh aku bertanya?"

"Ne?"

"Apa Lay-ah baik-baik saja? Wajahnya tampak sangat pucat saat kami menemukan dirinya"

"Tenang saja Suho-ssi. Eonni hanya terlalu kelelahan, tapi eonni akan baik-baik saja asalkan malam ini eonni mendapat istirahat yang cukup," Jelas Kyungsoo sembari tersenyum.

DEG!

Suho terpaku melihat senyuman Kyungsoo. 'Cantik…' Bisiknya dalam hati. Suho tak mengalihkan pandangannya sedikit pun, seakan ingin mematri senyuman tersebut dalam ingatannya.

"ssi…Ho-ssi… Suho-ssi?" Kyungsoo melambaikan tangannya tepat di depan wajah Suho, hingga membuat namja tersebut tersadar dari lamunannya.

"A-ah, ne? Wae Kyungsoo-ah?" Tanya Suho gugup.

"Kau melamun?"

"Ani, a-aniya," Dustanya.

"Jinjja? Geurae~" Kyungsoo melemparkan pandangannya melihat langit, dan menutup kedua kelopak matanya, menikmati semilir angin musim panas yang berhembus lembut.

Sementara itu, Suho mengeluarkan ponselnya dari saku. Dengan lihainya ia memotret Kyungsoo tanpa sepengetahuan Kyungsoo sendiri. Namja tersebut tersenyum menatap momen yang berhasil diabadikannya. Setelah puas menatap foto tersebut, Suho melepas jaket baseball-nya dan menyampirkan jaket itu ke bahu Kyungsoo.

"E-eh? Suho-ssi?" Kyungsoo membuka mata dan menatap Suho kebingungan.

"Kembalilah ke dalam tenda, Kyungsoo-ah. Ini sudah malam dan udara semakin dingin. Jika kau tak segera masuk ke tenda, kau akan masuk angin."

"Baiklah Suho-ssi…"

"Oh ya, kau lebih muda dariku, aniya? Mulai sekarang, berhentilah memanggilku dengan embel-embel '-ssi' dan cukup panggil aku 'oppa'. Araseo?" Tanya Suho.

"E-eh? A-araseo Suho-ss —ah, Suho oppa," Ucap Kyungsoo terbata.

Suho tersenyum senang, lalu mengelus puncak kepala Kyungsoo lembut. "Jaljayo—"

"—Kyungie" Ujarnya sambil berlalu.

Sepeninggal Suho, Kyungsoo masih terpaku di tempatnya berdiri. Kedua pipinya bersemu merah karena ucapan Suho.

'Kyungie?' Batinnya. Masih bisa ia rasakan kehangatan sentuhan Suho pada puncak kepalanya tadi. Hatinya tak berhenti berdebar mengingat panggilan yang diberikan Suho padanya, panggilan yang menurut dirinya… cukup manis.

Yeoja bermata besar tersebut tersenyum kecil, lalu beranjak memasuki tendanya untuk beristirahat.

.

.

.

Suho's Side.

Suho tersenyum-senyum mengingat apa yang ia lakukan pada Kyungsoo beberapa saat yang lalu. Meminta Kyungsoo memanggil dirinya 'oppa' dan memberi panggilan untuk Kyungsoo.

Tak dapat ia pungkiri, ia telah jatuh ke dalam pesona seorang Do Kyungsoo. Yeoja yang jika diperhatikan merupakan yeoja yang sedikit berbeda dengan Baekhyun, Lay, Tao, Luhan, dan Xiumin. Kyungsoo terlihat tak menolak kegiatan ini sefrontal temannya yang lain, walaupun tak berarti Kyungsoo menerima kegiatan ini dengan senang hati.

"Ya, Kim Joonmyeon! Jangan senyum-senyum seperti itu! Kau tampak mengerikan!" Sahut Kai, namdongsaeng-nya.

"Benar hyung, kau tampak seperti orang yang tidak waras," Timpal Chen.

"Kami malu mempunyai hyung yang tidak waras seperti dirimu, Suho hyung. Aish, mengapa aku harus dilahirkan sebagai dongsaengmu sih?" Kai memasang mimik sedih.

"Aku setuju denganmu, Kai-ah," Chen menepuk-nepuk bahu Kai pelan.

Suho yang kesal karena di bully oleh kedua dongsaengnya itu pun emosinya mulai tersulut. "Ya! Kim Jongdae! Kim Jongin! Kalian pikir aku bahagia memiliki namdongsaeng seperti kalian berdua!? Jika kalian tak mau menjadi dongsaengku, harusnya kalian mengatakan kepada eomma dan appa bahwa kalian ingin keluar dari silsilah keluarga KIM!" Ucap Suho kesal seraya menjitak kepala Chen dan Kai.

"Yakk! Hyung! Appo!" Ringis Chen. "Apa benar kau Guardian Angel keluarga Kim? Nama panggilan hyung saja yang 'Suho', tapi kelakuan hyung tidak menjiwai arti dari 'Suho'!"

"Chen! Kau—"

"YA! KALIAN BISA DIAM TIDAK!? INI SUDAH MALAM PABO! JIKA DALAM 10 MENIT LAGI KALIAN MASIH MENIMBULKAN KERIBUTAN, KULEMPAR KALIAN BERTIGA KE TENGAH HUTAN!"

Ketiga Kim bersaudara terdiam mendapati Duizhang mereka, Kris, kini berdiri di pintu tenda mereka dengan tatapan sangar.

"E-eh, tenang Kris, kami sudah mau tidur kok. I-iya kan Kai, Chen?" Tanya Suho pada kedua namdongsaengnya.

"I-iya hyung. Duizhang, ka-kami tidur dulu ne," Kai menjawab pertanyaan Suho dengan sedikit ketakutan.

"Cepat tidur dan jangan berisik lagi! Jika kalian berisik sekali saja—" Kris menggantungkan ucapannya. "—kalian akan mati," lanjutnya sambil berlalu.

Suho, Chen, dan Kai menelan ludah kasar. Dengan sesegera mungkin, mereka menutup diri dengan selimut, dan memejamkan mata setelah sebelumnya menutup pintu tenda mereka.

Sementara Kris yang sudah beranjak dari tenda tiga bersaudara Kim hanya menghela nafas berat.

"Dasar keluarga aneh!" Sungutnya.

.

.

.

TBC

.

.

.

.::Eunhye's Break Time::.

.

Annyeong readers! Author terunyu sedunia kembali dari khayangan/? xD

Berhubung Eunhye lagi baik(?), chapter 6 Eunhye update kilat :D

Semoga chapter kali ini memuaskan nee :D

Ehm, yang SuDo shipper mana nih? Kemarin ada yang usul SuDo moment kan ;) Sudah so sweet belum mereka berdua? Hehe.

Matur nuwun, xie xie, gomawo, merci, thankseu buat semua readers, termasuk silent reader yang lagi-lagi memecahkan rekor 2.3k readers di traffic graph :') ff ini walaupun belum sempurna, tetapi setidaknya bisa menunjukkan bahwa kemampuan Eunhye menulis sekarang sudah lebih baik daripada yang sebelumnya

Readersdeul Saranghaeyo! /peluk satu2/

Psst, chapter depan ada morsenya nih, ada yang tertarik? :3

.:: Balasan Review ::.

Jiy: Hemofillia itu penyakit darah chingu ^^ Penyakitnya bisa dibilang cukup parah Gomawo sudah review ^^

Lintang: sama dong kaya Eunhye, SuLay shipper akut/? /abaikan/ Hehehe Gomawo sudah review ^^

Vanila fio lio: sudah panjang belum chingu? Mianhae ne kalau belum curcol gapapa kok chingu, sekalian berbagi pengalaman sesama anak pramuka xD

LT sama lomsat memang banyak pengalamannya chingu, apalagi pas diharuskan sikap parade tepat disaat jam 12 siang x_x /ikut curcol/ *dilempar sandal* Gomawo sudah review ^^

Yang punya acc, balesan reviewnya Eunhye PM ne ^^

Last,

Mind to RnR? ;)