Summary: 6 orang yeoja kaya raya yang sangat manja, dipaksa mengikuti kegiatan perkemahan oleh orangtua mereka agar dapat menjadi lebih mandiri / " Hell no! Berbaur dengan alam memang menyenangkan. Tapi jika harus berurusan dengan tanah? Menjijikkan! " / " Annyeong… Selamat datang di scout's summer camp " /
That Scout Namja
Rate: T
Genre: Romance, Drama.
Cast: EXO member, other.
Disclaimer: They're not mine, all cast belong to GOD~ But this story actually MINE. I hate PLAGIARISM so much. So, DON'T copy-paste my fanfiction juseyo! :)
Warning: Typo bertebaran, EYD tidak terpenuhi, cerita nyaris pasaran(?),GENDERSWITCH
.
.
.
Let's Start the Story!
.
.
.
.
.:: That Scout Namja ::.
.
.
.
Seorang yeoja berpipi chubby melangkah mengitari area camp. Langit yang berada tepat diatas kepalanya tampak diwarnai semburat berwarna merah dan jingga yang menandakan siang akan segera berganti dengan senja. Semilir angin musim panas menerpa tubuhnya, juga membelai rambut darkbrown sepinggang yang dimilikinya. Sesekali ia melemparkan pandangan kearah tumbuhan maupun hewan yang menurutnya tampak menarik.
"Min noona?"
Yeoja tersebut membalikkan badannya, dan mendapati sosok yang telah ia kenal cukup lama.
"Chen~?" Ucapnya pelan, namun nada bahagia terdengar pada saat ia menyebutkan nama itu.
"Ne Xiumin noona. Apa yang noona lakukan disini?" Tanya Chen seraya berjalan mendekati Xiumin.
Xiumin tertawa kecil. "Aniya, Chennie~ aku hanya melihat-lihat sekitar sini."
"Kukira noona tidak tertarik dengan suasana disini."
"Hm? Ani~ aku suka suasana disini. Sangat jauh berbeda dari Seoul yang padat dengan lalu-lalang kendaraan, dan juga kerumunan manusia."
Chen melepas kacamata yang digunakannya, "Kau benar noona. Suasana disini sangat tenang, berhubung hutan ini jauh dari kota."
"Alasanku menyukai tempat ini bukan hanya karena suasana disini Chennie." Ujar Xiumin sambil mengukir senyum manis.
"Lalu?"
"Aku…"
"Ne?"
"Karena—"
"Umm?"
"YAK! Kau berniat mendengarkan alasanku atau tidak, eoh?" Kesal Xiumin.
"Haha… mianhae noona. silakan lanjutkan kalimatmu tadi," Chen mengacak rambut Xiumin lembut, hingga menyebabkan rona merah muda menghiasi kedua pipi chubby-nya.
"Eung~ tidak jadi. Aku kesal padamu, Chen," Dengus Xiumin kesal. Yeoja itu memalingkan wajahnya agar Chen tidak melihat pipinya yang telah merona sempurna.
"Ah, noona wae? Mianhae noona…"
"…"
"Min noona~"
"…"
"Noona~"
"…"
Chen yang mulai kesal karena diacuhkan, dengan cepat memegang kedua pipi Xiumin dan menatap dalam ke iris sewarna batu Obsidian yang selalu dapat menenangkan di masa kecil mereka berdua dahulu.
"Ja-jangan menatapku seperti itu!" Ucap Xiumin sambil berusaha melepaskan tangan Chen yang menangkup kedua pipinya.
"Katakan dulu padaku alasan lain yang membuatmu menyukai tempat ini."
"Ish! Ara!" Xiumin mem-poutkan bibirnya lucu. "Aku menyukai tempat ini, karena di tempat ini… juga ada namja yang aku sukai."
Chen membulatkan kedua matanya. "M-mwo? Noona menyukai seseorang? Nugu? Mengapa noona tak pernah memberitahukan padaku?" Runtut Chen cepat.
"Karena kau tak pernah bertanya padaku, Chennie~"
"Tapi biasanya noona menceritakan apapun yang noona rasakan padaku!"
"Ne… tapi bukan berarti kau harus tahu siapa namja yang kusukai. Bukankah begitu?"
"Ish! Kau jahat, noona." Chen merengut kesal.
"Haha baiklah, baiklah. Akan kuberitahu," ucap Xiumin sambil tertawa pelan karena melihat wajah kesal Chen yang tampak aneh di matanya.
"Nugu noona?"
"Namanya~ umm… tidak jadi kuberitahu padamu, Chen."
"Wae?"
"Karena jika kau tahu, pasti tidak akan seru lagi."
"Noona, jebal…" Mohon Chen dengan wajah memelas.
"Shireo, Chen. Akan kuberitahu padamu. Tapi nanti, bukan sekarang."
"Jangan membuatku penasaran, Min noona.."
"Sudahlah… Kka~ kita kembali ke perkemahan~" Xiumin menarik lembut tangan Chen tanpa menggubris sungutan namja yang tengah di tariknya tersebut.
'Kau tahu Chen? Namja yang aku maksud adalah dirimu. Hanya dirimu, dan bukan orang lain. Tak mungkin aku memberitahukan hal ini padamu, bukan? Aku tak ingin kau menjauhiku jika kau mengetahui hal ini, Chennie…'
'Noona, siapa namja yang kau maksud? Apakah aku boleh berharap bahwa namja itu adalah diriku? Terlalu berharap memang… Tapi bolehkah? Noona, saranghae...'
.
.
.
HunHan's Side
"Hunnie~"
Sehun menolehkan wajahnya kearah yeoja yang memanggilnya. Senyum tipis terlukis pada wajah tampannya yang jarang menunjukkan ekspresi yang berarti kepada orang lain, terkecuali yeoja ini.
"Ne noona?"
"Ada yang tidak kumengerti… bisakah kau mengajariku?" Tanya yeoja tersebut.
"Bagian mana yang tak kau mengerti, noona?"
Yeoja itu menunjuk sebaris kalimat yang tertera pada kertas yang dipegangnya. Sehun menarik yeoja tersebut agar duduk di samping dirinya, lalu mulai menjelaskan yang tidak dimengerti oleh yeoja itu.
"Jadi untuk sandi kimia, kita akan tetap menggunakan morse. Huruf vocal melambangkan huruf konsonan— huruf mati— melambangkan garis (-). Misalnya H2O, jika diubah kedalam morse akan menjadi (-.) dan jika diubah menjadi huruf biasa akan menjadi huruf 'G'." Jelas Sehun.
"Kalau sandi 007?"
"Sandi 007 prinsipnya mudah. Misalnya noona mendapatkan soal yang isinya—" Sehun menuliskan satu kata pada kertas tersebut. "SONLMRTE."
"Mwoya?"
"Akan ku jelaskan, noona. Prinsip sandi 007 hanya dengan menambahkan huruf sesuai dengan urutan 0-0-7."
"Maksudnya? Aku tidak mengerti," Ujar yeoja tersebut kebingungan.
"Begini noona…"
.
SONLMRTE
00700700
SOULMATE
.
"Hurus 'S' tidak perlu ditambahkan karena bertepatan dengan angka '0'. Begitu juga dengan huruf 'O'. Namun tidak untuk huruf 'N'. Huruf 'N' harus ditambahkan dengan angka '7' agar kita dapat menemukan jawaban dari soal."
Yeoja tersebut mengangguk mengerti "Ah~ arraseo… gomawo Sehunnie~"
"Ne, cheonma, Luhan noona." Balas Sehun sambil menunjukkan senyumnya.
Saat itu juga, Luhan merasa dunia berhenti berputar. Matanya terkunci pada senyuman langka milik Sehun yang menurutnya sangat —ehm— menawan. Perlahan ia merasa pipinya mulai memanas. Ditundukkannya kepalanya dalam-dalam.
"Noona gwaenchana? Wajah noona merah," Tanya Sehun khawatir.
"A-ah ne! Nan jeongmal gwaenchana~!" Jawab Luhan gugup.
"Jinjja?"
Sehun menyibakkan poni Luhan lalu menempelkan dahinya tepat ke dahi yeoja itu, bermaksud mengecek suhu tubuh Luhan. Namun mata Sehun justru terpaku menatap mata kecoklatan milik Luhan, dan menciptakan kontak mata diantara keduanya. Tak jauh berbeda dengan yang dirasakan Luhan. Wajahnya semakin memerah melihat wajah Sehun yang begitu dekat dengannya. Entah mengapa, Luhan merasa dadanya bergemuruh kencang.
Beberapa detik kemudian, Luhan tersadar dan memutuskan kontak mata diantara mereka berdua. Ia mendorong pelan tubuh Sehun, lalu segera berdiri dari tempatnya duduk.
"Aku harus kembali ke tenda sekarang. Gomawo telah membantuku, Sehunnie~ ppai~" Ucapnya dan segera berlalu dari hadapan namja berkulit putih itu.
'Aigo… ada apa denganku? Mengapa ia tampak sangat tampan? Aish! Luhan neomu pabo-ya! Kau bahkan baru saja mengenalnya! Tapi… apa tidak masalah jika aku jatuh cinta pada dirinya yang bahkan baru saja dekat denganku?'
'Noona… mengapa jantungku berdetak lebih cepat ketika bersama denganmu? Sebenarnya ada apa dengan diriku? Apa yang ada dalam dirimu hingga aku tak dapat mengalihkan pandanganku dari sosokmu?'
.
.
.
KrisTao's Side.
Kris menatap datar aliran sungai jernih dihadapannya. Pikirannya tak menentu. Kadang memikirkan persediaan di camp, peserta camp, materi, dan yang paling sering terlintas di benaknya adalah Tao. Ya, yeoja bermata panda tersebut. Yeoja yang mengisi relung hatinya dalam waktu yang dikatakan cukup lama. Kris terlalu sibuk memikirkan semua hal tersebut, hingga tak menyadari kehadiran Tao yang kini telah duduk disamping dirinya.
"Gege… Sedang apa?" Tanya Tao pelan.
Kris terlonjak kaget saat mendengar suara Tao yang menyapa indra pendengarannya, namun dengan cepat ia menguasai kembali dirinya. "Aniya."
"Jinjja aniya, Ge?"
"Ne, jinjja."
Hening melingkupi sepasang namja dan yeoja yang saling berdiam diri dibawah pohon Oak yang menimbulkan bunyi gemerisik akibat gesekan antar daun dan ranting.
"Ge… cinta itu sebenarnya apa?" Tanya Tao membuka pembicaraan.
Kris menautkan alisnya, "Mengapa kau bertanya seperti itu, Tao?"
Tao menghela nafas. "Molla, Ge… aku bingung dengan perasaanku sendiri… apa yang kurasakan bisa dikatakan cinta? Atau hanya sebatas 'sahabat' dan 'saudara'? Entahlah…"
"Cinta itu… tak dapat di deskripskan dengan kata-kata yang tepat."
"Eoh? Maksud Gege?"
"Maksud gege, cinta tidak menentu. Kadang rasa senang bisa dalam sekejap berganti menjadi rasa sedih atau amarah. Cinta juga tak memiliki alasan. Jika kau mengatakan bahwa kau mencintai seseorang, kau tak akan bisa menjabarkan mengapa kau mencintai orang tersebut. Jika kau memiliki alasan, yang kau rasakan hanyalah sebatas 'suka' atau 'mengagumi' orang tersebut."
Tao menatap Kris intens. "Apa… gege pernah menyukai seseorang?"
"Pernah."
"Apa yeoja yang Gege sukai membalas perasaan Gege?"
"Molla…"
"Waeyo?"
"Karena… ia pergi setelah aku melakukan kesalahan padanya… dan ketika ia benar-benar kembali bertemu denganku, ia bahkan tak mengingat diriku, walaupun hanya namaku saja…" Ucap Kris datar, namun kesedihan tampak sangat kentara di dalamnya.
"I'm sorry to hear that…"
"Gwaenchana… kajja, kita kembali ke camp…" Kris mengulurkan tangannya, dan disambut oleh Tao.
'Kris-ge… mengapa aku merasa ada yang aneh dengan ceritamu tentang yeoja itu? Apa kalian berdua masih ada hubungannya denganku? Tapi apa? Aku tak pernah merasa terlibat dengan dirimu. Bahkan aku merasa tak pernah mengenalmu sebelumnya…'
'Tao, andai aku bisa jujur, aku ingin mengatakan bahwa kaulah yeoja itu, yeoja yang sangat kurindukan, yeoja yang tak kusangka dapat kutemui kembali setelah sekian tahun berlalu… bisakah aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu?'
.
.
.
.
.
T.B.C
.
.
.
~Eunhye's Corner~
Annyeong chingudeul~! :D
Masih ingat eksistensi fanfic ini? Bagi yang masih ingat, jeongmal gomawo nee kalau sudah lupa monggo dibaca lagi :3
Duh logat keluar /.\ /dilempar sepatu/dipeluk Chen/ #Plak xD
Mianhae updatenya kelamaan dan kependekkan ne readersdeul T.T
Berhubung… well yeah, tentunya readersdeul sudah tahu alasan keterlambatan yang sangat—amat—tak termaafkan ini disebabkan karena kendala sibuk ngerjain tugas, ulangan, dll, dsb, dst, dkk/?
PPKN tugas numpuk. Akutansi ada tugas males ngerjain. Matematika gatau rumus hft. Mungkin Eunhye memang haksaeng berat dosa -_-
Yang dipikirin kalau ga ff, weekly idol, ASC, EXO's Showtime, makan—tidur—mandi—makan—tidur—mandi.
Jangan dicontoh ne -_-v
Eunhye minta maaf sebelumnya, mungkin Eunhye harus hiatus full sampai UN SMP selesai, karena Try Out di sekolah Eunhye sudah mau dimulai ._.
That's all'^'
Least,
Mind to RnR? ;)
