Chapter 5 [My Angel]

Happy Reading^^

Chanyeol bangun lebih awal pagi ini padalah semalam ia tidur larut malam, tentu bukan tanpa alasan karena sebenarnya ia juga memikirkan ucapan baekhyun semalaman sampai ia susah tidur. Baekhyun benar dia sudah terlalu egois selama ini dia hanya mementingkan perasaannya tanpa pernah mementingkan perasaan orang lain terutama Luhan. Dia bukannya tidak peduli dengan perasaan Luhan ia tahu bahkan sangat tahu jika kakak perempuannya itu sudah sangat sering terluka karenanya. Ia juga sedih melihat kakaknya sedih tapi ia masih belum mampu untuk mewujudkan keinginan terbesar Luhan yaitu untuk meninggalkan kekasihnya karena ia juga masih belum sanggup untuk kehilangan kekasihnya itu.

Setelah mandi dan berpakaian lengkap ia langsung beranjak menuju dapur. Mencoba untuk membuat sarapan untuknya dan baekhyun. Ya sepertinya ia harus membicarakan sesuatu dengan gadis itu.

Chanyeol mulai sibuk dengan peralatan masaknya, ia memang bisa memasak karena dibiasakan hidup mandiri oleh orang tuanya. Pagi ini ia memutuskan untuk membuat pancake dengan topping saus strawberry kesukaan baekhyun. Hidup dalam satu atap selama beberapa minggu dengan gadis itu berhasil membuat chanyeol setidaknya mengetahui hal-hal apa saja yang baekhyun sukai begitu pun sebaliknya.

Baekhyun keluar dari kamarnya dengan kaos berwarna hijau dan celana jeans pendek selutut, gadis itu sepertinya baru selesai mandi. Ia berjalan menuju kulkas yang berada tepat di samping kiri chanyeol yang tengah sibuk memasak. Baekhyun mengeluarkan sebuah kotak susu strawberry dan menuangkannya kedalam gelas lalu meminumnya. Ia sepertinya masih kesal pada chanyeol buktinya ia sama sekali tidak menyapa atau mengusik chanyeol sedikitpun meskipun mereka berdiri sebelahan, tidak seperti biasanya padahal ia hobi sekali mengganggu chanyeol memasak.

Setelah mengembalikan kotak susu itu kembali kedalam kulkas baekhyun langsung pergi menuju ruang tv ia duduk di sofa depan tv lalu menyalakan benda elektronik berbentuk persegi panjang itu, menatap layar kaca di depannya dengan bosan ia beberapa kali mengganti channel televisi namun sepertinya tidak ada satupun acara yang menarik untuknya.

Chanyeol menghela nafas panjang melihat kelakuan baekhyun, dia pun segera menyelesaikan acara masaknya lalu menyiapkan pancake yang telah ia buat di atas meja makan.

"baekhyun makanlah aku sudah membuatkan pancake strawberry untukmu" ucap chanyeol dari arah dapur

Baekhyun jelas bisa mendengarnya tapi ia berpura-pura tuli dengan tidak menghiraukan ucapan chanyeol membuat sang aktor mau tidak mau harus menghampirinya.

"cepat baek" tegur chanyeol saat ia sudah berada di dekat baekhyun tapi baekhyun masih bungkam

"Byun Baekhyun kau masih punya telinga kan"

"..."

PIP

Baekhyun memandang Chanyeol tajam saat Chanyeol mematikan TV nya.

"cepat sarapan, aku sudah susah susah membuatnya"

"apa aku menyuruhmu? Lagi pula untuk apa kau mengajakku sarapan bersama bukankah aku hanya 'Orang Asing' yang tidak sengaja masuk kedalam kehidupanmu?" tanya baekhyun dengan menekankan kata 'Orang Asing'

"jangan kekanakan seperti ini, ayo cepat makan aku ingin bicara padamu"

Baekhyun masih belum bergeming di tempatnya membuat chanyeol kembali menghela nafas panjang.

"aku ingin membicarakan tentang tawaranmu kemarin baek" ucap chanyeol berusaha memarik perhatian baekhyun

"kau pikir aku tertarik?"

"aku serius byun baekhyun"

Hening beberapa saat karena baekhyun kembali tidak merespon ucapan chanyeol. Habis sudah kesabaran chanyeol ia kembali mendekati baekhyun lalu menarik tangan baekhyun dan menyeretnya menuju meja makan. Baekhyun langsung berontak tapi sayang tenaga chanyeol jelas lebih besar darinya.

Chanyeol mendudukkan baekhyun di kursi yang biasa diduduki baekhyun untuk makan selama beberapa minggu ini. Di atas meja sudah ada dua piring pancake strawberry yang menggiurkan. Baekhyun sangat ingin memakannya tapi dia masih menahan diri, dia kan sedang marah pada chanyeol.

Chanyeol mendudukkan dirinya di depan baekhyun lalu memakan sarapannya. Ia sebenarnya sedang menahan tawa melihat mata baekhyun yang berbinar namun tetap berusaha menahan dirinya untuk tidak memakan pancake di depannya.

"sudah makan saja tidak usah malu-malu" ucap chanyeol kemudian setelah makanannya sudah habis setengah

"baiklah jika kau memaksa" ucap baekhyun dengan nada (sok) terpaksa lalu melahap pancakenya dengan rakus karena pancake buatan chanyeol memang sangat enak

Chanyeol kembali menahan tawanya, lucu juga gadis ini.

Mereka makan dengan suasana hening. Yang terdengar hanya suara dentingan alat makan yang mereka pakai sampai pancake di piring masing-masing ludes tanpa sisa. Chanyeol membereskan piring kotor nya lalu mencuci piring-piring itu hingga bersih membuat baekhyun mengerjitkan keningnya. Sejak kapan chanyeol seperti itu biasanya ia akan menyuruh baekhyun untuk mencuci piring kotor jika ia sudah memasak sarapan untuk mereka, pasti ada maunya.

"Yak kenapa kau tiba-tiba sok baik begitu padaku, kau pasti ada maunya kan?" tuduh baekhyun

Chanyeol hanya tersenyum mendengarnya lalu kembali ketempat duduknya, di depan baekhyun.

"bukankah aku sudah bilang jika aku ingin membicarakan tentang tawaranmu yang kemarin? Apa masih berlaku sampai saat ini?" tanya chanyeol –mencoba- ramah tapi baekhyun hanya memandangnya datar.

"oke aku minta maaf jika ucapanku kemarin menyakiti hatimu, tapi aku mohon tolong dengarkan aku baek ini tentang Luhan Noona bukankah kau bilang kau menyayanginya juga?" ucap chanyeol sedikit frustasi menghadapi bocah seperti baekhyun.

"apa?" balas baekhyun masih dengan nada kesal "kau mau bicara apa?"

"aku setuju dengan tawaranmu kemarin" jawab chanyeol membuat baekhyun membelalakan matanya

"APA ? Kau tidak sedang bercandakan, Park?" kaget baekhyun

Chanyeol menghela nafas panjang "yaaah aku sudah memikirkan ini semalaman, kau benar aku sudah terlalu egois selama ini, sudah waktunya aku menjaga perasaan Luhan Noona dan orang-orang yang menyayangiku juga dan berhenti menyakiti mereka. kau mau membantuku ?" tanya chanyeol dengan wajah penuh harap.

Baekhyun menunjukan senyum pertamanya di pagi ini untuk chanyeol. Dia sangat senang mendengar permintaan chanyeol barusan.

"tentu, aku akan membantumu asal kau mau benar-benar berubah" jawab baekhyun yang sudah mulai kembali ceria

"aku sendiri sebenarnya belum terlalu yakin baek. Kau tahu aku..." chanyeol menggantungkan kalimatnya

"Kris ?" chanyeol menganggukan kepalanya lemah

"ya aku mengerti tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang kau sayangi" ucap baekhyun meski sedikit geli "tapi jika kau tetap mempertahankannya akan ada banyak orang yang terus tersakiti chan"

"aku tahu, maka dari itu aku mau belajar untuk berhenti membuat Luhan Noona menangis" ucapnya lirih

"aigooo adik manis" ucap baekhyun sedikit bercanda sambil menepuk-nepuk bahu chanyeol, tumben sekali mereka terlihat lumayan akur.

"oke sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kau bisa berpaling padaku. Seperti memberi tahu tentang tipe idealmu padaku mungkin" ucap baekhyun sambil menopangkan dagunya dengan kedua tangan, imut sekali.

"aku tidak mau seperti itu" tolak chanyeol

"eh? apa maksudmu? Lalu bagaimana bisa aku menarik perhatianmu jika aku saja tidak tahu tipe idealmu ?" protes baekhyun.

"tipe idealku itu seperti Kris hyung. Kau mau menjadi sepertinya eoh?" tantang chanyeol membuat baekhyun bergindik ngeri. Masa iya dia harus mencukur rambutnya seperti pria lalu berolah raga agar tubuhnya atletis seperti Kris yang benar saja -_-

"kau cukup membuatku tertarik padamu dengan caramu sendiri. Jika kau membuatku tertarik padamu dengan cara kau menjadi orang lain atau sebutlah yaaa Kris Hyung itu sama saja dengan aku masih menyukainya, bukan menyukaimu. Aku ingin mencoba terlepas darinya dan menyukaimu. Jadi buat aku tertarik padamu dengan caramu sendiri, sebagai Byun Baekhyun" jelas chanyeol membuat baekhyun tertegun mendengarnya

"a-ah o-oke akan ku coba" jawab baekhyun sambil mengangguk-anggukan kepalanya entah kenapa ia menjadi sedikit gugup

"terima kasih baek" ucap chanyeol sambil menggenggam tangan baekhyun yang ada di atas meja lalu tersenyum tulus pada gadis itu membuat jantung baekhyun berdebar tidak karuan.

'sial kenapa dia harus tersenyum seperti itu' rutuk baekhyun dalam hati sambil melepaskan tangannya dari genggaman chanyeol

"e-eh ke-kenapa kau rapi sekali apa kau ada jadwal pagi ini?" tanya baekhyun mulai mengalihkan pembicaraan sebelum ia semakin gugup di depan chanyeol

"astaga aku hampir lupa aku ada jadwal pemotretan setengah jam lagi, heechul hyung pasti sudah menungguku di studio" chanyeol langsung berdiri dan pergi menuju kamarnya untuk membawa tas, topi dan kacamatanya.

Ia kembali keluar dengan sedikit tergesa, kembali berjalan menuju dapur untuk mengambil minum lalu mendekati baekhyun yang masih duduk di kursinya sambil memperhatikan pergerakan chanyeol.

"aku pergi dulu baek, kau berhati-hatilah di rumah" ucapnya sambil sedikit mengusap kepala baekhyun membuat baekhyun sedikit merona.

"aku bosan dirumah aku akan mengunjungi Luhan eonni saja" jawab baekhyun sambil menundukan kepalanya.

"yasudah hati-hati"

"tidak usah berlebihan butik Luhan eonni kan dekat dari sini"

"baekhyun-ah... apa kau menyukaiku?" tanya chanyeol tiba-tiba membuat baekhyun langsung mendongkakkan kepalanya dengan mata yang membulat

"APA? Kenapa kau percaya diri sekali. Cih"

"sudah jujur sajalah, wajah memerahmu itu tidak bisa menipuku, aku tahu aku ini mempesona dan kau pasti akan dengan mudah terjerat oleh pesonaku, iya kan?" goda chanyeol

"YAAAAK" pekik baekhyun dan chanyeol langsung berlari keluar menuju pintu sebelum baekhyun melemparnya dengan benda apapun yang ada disekitarnya.

Sepeninggalan Chanyeol, Baekhyun tersenyum di tempatnya. Baru kali ini ia merasa lebih akrab dengan chanyeol. Apa chanyeol mulai bisa menerima keberadaannya? Karena selama ini baekhyun rasa chanyeol selalu terlihat risih dengan keberadaannya di apartemen ini. Yaah semoga saja.

.

.

.

Jongdae, Minseok dan Tao sudah tiba di rumah Joonmyun dari satu jam yang lalu. Jongdae menceritakan semuanya pada Joonmyun awalnya anak sulung keluarga Byun itu tentu kaget tapi mengingat kelakuan adik bungsunya yang memang sangat hobi berulah ia pun mulai mengerti.

Mereka berencana untuk mencari tahu alamat Luhan karena ternyata teman-teman kuliah Minseok yang dulu juga tidak tahu no telp Luhan yang sekarang. sepertinya gadis itu telah mengganti no handphonenya yang lama.

"Seoul itu besar Jongdae kita mau mencari gadis bernama Luhan itu kemana?" tanya Joonmyun yang tengah duduk di sofa ruang keluarganya di sampingnya ada yixing sang istri yang tengah memangku joonhee anak pertama mereka yang masih berusia 3 tahun.

"kita bisa mendatangi butiknya langsung, kata temanku Luhan sudah memiliki butik yang cukup terkenal di Seoul namanya 'Ludeer boutique' apa eonni tau dimana letak butik itu?" tanya Minseok

"ah aku tahu, teman-temanku banyak yang membicarakan butik itu. aku juga pernah beberapa kali kesana" jawab Yixing

"baiklah tunggu apalagi kita kesana saja sekarang" ucap Jongdae tidak sabaran

Mereka pun pergi menuju butik Luhan yang ternyata berada di daerah gangnam. Butik itu lumayan ramai terlebih saat weekend seperti ini.

"butiknya ramai sekali biar aku dan Jongdae saja dulu yang masuk. Nanti jika sudah bertemu aku akan menghubungi kalian" ucap Minseok lalu dibalas anggukan oleh Joonmyun, Yixing dan Tao.

Minseok mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru butik mencari sosok Luhan tapi yang ia lihat hanya para pengunjung dan beberapa pegawai butik saja.

"permisi apa aku bisa bertemu dengan Luhan?" tanya Minseok pada salah satu pegawai Luhan yang bername tag 'HyunJi Kim'

"apa anda sudah memiliki janji untuk bertemu sebelumnya?" tanya pegawai itu ramah

"tidak, tapi katakan saja padanya aku Minseok teman kuliahnya dulu" jawab Minseok

"baiklah aku akan tanyakan dulu pada Luhan sajangnim, nona bisa tunggu disini sebentar"

Pegawai itu pun pergi meninggalkan minseok dan jongdae lalu kembali lagi setelah beberapa menit.

"Luhan sajangnim ada di ruangnnya, anda bisa menemuinya disana mari saya antar" ujar pegawai itu ramah

"baiklah, terima kasih Hyunji-ssi" balas Minseok tidak kalah ramah.

.

.

.

Luhan tengah asik di meja kerjanya menggambar desain desain baru untuk koleksi baru di butiknya sambil berbincang dengan baekhyun. Mereka memang sudah sangat akrab, jika sedang bosan di apartemen chanyeol, baekhyun akan pergi kesini untuk mengunjungi Luhan.

"apa benar chanyeol berkata seperti itu baek?" tanya Luhan dengan mata berbinar ia juga sempat menghentikan aktifitasnya sejenak setelah baekhyun menceitakan tentang perbincangannya dengan chanyeol tadi pagi

"aku serius eonni aku juga sangat terkejut saat ia menyetejui tawaranku padahal kemarin malam aku hanya asal bicara saja" sahut baekhyun

"Ya Tuhaaan, ah semoga ini awal yang baik ya Baek" Luhan beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk baekhyun dengan senyum cerah

"iya eonni, semoga hehe"

Mereka kembali berbincang dengan asik, membicarakan segala sesuatu khas wanita. Luhan benar-benar sangat berharap baekhyun bisa jadi 'malaikat penolong' mereka untuk mengembalikan chanyeol yang dulu.

"masuklah" ucap Luhan saat mendengar ada suara ketukan pintu

"maaf Luhan sajangnim di depan ada yang ingin bertemu dengan anda, namanya Minseok-ssi dia bilang dia teman kuliah anda apa anda mau menemuinya?"

"minseok? Benarkah? Yaa ajak dia kemari saja Hyunji-ssi" jawab Luhan semangat

"baik sajangnim" Hyunji pun keluar untuk memanggil tamu Luhan.

Baekhyun terdiam di tempatnya "'minseok? nama itu mengingatkanku pada kekasih Oppa yang selalu dia banggakan, apa mungkin ? ah tapi kan yang namanya minseok itu banyak" pikir baekhyun

"eonni aku ke toilet dulu ya" ucap baekhyun lalu keluar dari ruangan Luhan saat Luhan sudah menganggukan kepalanya.

Luhan membereskan kertas-kertas yang berserakan diatas meja kerjanya, bersiap untuk menerima tamu. Dia sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan teman lamanya itu.

"masuklah" ucap Luhan saat kembali mendengar ketukan pintu

"KYAAAA MINSEOKKIEEEE" pekik nya saat mengetahui siapa yeoja mungil yang berada di balik pintu itu

"waaaa Luhan kau tambah cantik saja" ucap Minseok yang sekarang sedang dipeluk dengan erat oleh Luhan

"hah kau juga semakin cantik minnie, bagaimana kabarmu?" tanya Luhan sambil melepaskan pelukannya

"aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Kau tahu sulit sekali mendapatkan nomor kontak mu sehingga aku harus menemuimu kesini"

"aku juga baik-baik saja, yaa kau tahu no kontakku yang dulu selalu di penuhi oleh fans-fans chanyeol aku sudah sangat pusing mereka selalu menanyakan chanyeol padaku jadi aku ganti saja no kontaknya hehe"

"haha itu sih resiko mu jadi kakak aktor dengan ribuan fans sepertinya"

"ish kau ini, yasudah ayo duduk" Luhan pun mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya ini

"eh maaf ini.." Luhan menggantungkan ucapannya sambil melihat ke arah pria yang baru ia sadari kehadirannya.

"aku Jongdae, Byun Jongdae. Calon suami Minseok" ucap Jongdae ramah

"hai aku Luhan, Park Luhan. senang bertemu denganmu" balas Luhan tak kalah ramah

"jadi... apa kau mencariku untuk memberitahukan berita gembira bahwa kau akan segera menikah eoh ?" goda Luhan membuat pipi minseok sedikit merona

"yaaah itu jadi salah satu alasan juga mungkin" jawab Minseok "tapi tujuan utamaku kesini sebenarnya ingin menanyakan sesuatu padamu tentang... Chanyeol"

"Chanyeol? Ada apa ? tumben sekali"

"begini.. ngg apakah benar Chanyeol itu berpacaran dengan gadis bernama Byun Baekhyun?" tanya Minseok hati-hati karena menyadari Jongdae mulai gelisah di sampingnya

"yap, benar sekali. Aku senang sekali dengan hubungan mereka kau tahu Baekhyun itu adalah gadis cantik, baik, dan juga menyenangkan. Aku akan mengenalkannya padamu nanti" jawab Luhan antusias

"apa kau bisa memberitahuku dimana keberadaannya sekarang Luhan-ssi?" tanya Jongdae yang tidak suka bertele-tele membuat minseok menyikut perutnya

"eh? memangnya ada apa?" Luhan mengerutkan keningnya

"dia adalah adikku, aku kakaknya dari Pohang dia pergi ke Seoul satu bulan yang lalu dia bilang dia akan pergi mengunjungi kakak pertama kami tapi sampai saat ini ia belum juga menunjukkan batang hidungnya di rumah joonmyun hyung bahkan ia tidak mengabari siapapun selama satu bulan ini handphonenya juga tidak aktif dan aku menyusulnya ke Seoul untuk membawanya kembali ke Pohang" jelas Jongdae dengan wajah memerah menahan amarahnya. Ia bukan marah pada Luhan dia hanya kembali kesal saat mengingat kelakuan adiknya yang sangat hobi berulah itu.

"Jongdae-ya" ucap Minseok lembut mencoba mengingatkan kekasihnya itu untuk mengontrol emosi

"a-apa? J-jadi kau kakak baekhyun?"

"ya aku adalah ka- / eonni siapa yang-" kedua suara itu menghentikan kalimatnya

"BAEKHYUN/OPPA" pekik keduanya kembali bersamaan

"a-ah sebaiknya kita bicarakan semua ini di tempat lain" usul Minseok karena ia tidak enak jika harus membicarakan hal seperti ini di butik Luhan.

Ia sudah sangat hafal kedua tabiat kakak beradik ini apalagi jika jongdae sedang marah dan di pastikan baekhyun akan merengek sambil menangis, perdebatan ini tidak akan berlangsung mulus.

"nggg.. bagaimana jika kita membicarakan ini di apartemen chanyeol, jaraknya dari sini juga cukup dekat" usul Luhan

"baiklah" Minseok pun menyetujui.

.

.

.

Chanyeol baru saja menyelesaikan jadwalnya hari ini. Sekarang ia sedang berada di dalam mobil bersama heechul untuk pulang. Chanyeol terlihat aneh sekali hari ini ia banyak melamun seperti ada sesuatu hal yang mengganggu pikirannya membuat heechul memandangnya penuh tanda tanya.

"what's wrong, dude?" tanya heechul yang tengah menyetir mobilnya menuju apartemen chanyeol tapi aktor sekaligus sepupunya itu sama sekali tidak menanggapi pertanyaannya.

"YAK Park Chanyeol kau kenapa?" heechul mulai menaikan nada bicaranya membuat chanyeol tersadar dari lamunannya.

"e-eh? ada apa hyung?" chanyeol malah balik bertanya dengan wajah bingung

"ada apa ada apa, kau yang ada apa?"

"aku ? aku tidak apa-apa" ucap chanyeol lalu berusaha mengalihkan perhatian dengan memainkan handphonennya.

Seharian ini chanyeol memang gelisah karena sebenarnya Ia masih belum terlalu yakin dengan apa yang telah ia katakan pada baekhyun tadi pagi. Dia berkata akan mencoba untuk berhenti membuat Luhan menangis dengan cara mewujudkan keinginan Luhan untuk kembali menjadi chanyeol yang dulu –normal- tapi apa yang terjadi ? bahkan sampai detik ini ia masih selalu berhubungan dengan Kris dan belum bisa lepas dari Pria itu. Dia bingung sendiri harus memulai dari mana. Ia memang ingin terlepas dari Kris tapi dia juga tidak ingin menyakiti hati Pria yang sudah memberi kasih sayang penuh padanya selama beberapa tahun terakhir.

"kita sudah sampai tuan muda" sindir heechul saat chanyeol masih saja melamun padahal ia sudah memarkirkan mobilnya.

"eh?"

"cepat turun, atau kau masih mau disini? Yasudah aku duluan aku mau menemui baekhyun. Sepertinya aku merindukan bocah itu" heechul keluar dari mobilnya lalu berjalan menjauh. Chanyeol yang menyadari hal itu pun segera mengikutinya dari belakang.

Heechul membuka kode apartemen chanyeol yang sudah sangat ia hafal lalu segera masuk kedalam sementara chanyeol masih setia mengikutinya dari belakang seolah apartemen ini adalah milik heechul dan ia adalah tamunya.

Langkah heechul tiba-tiba terhenti saat mendengar suara pria yang tidak ia kenal dari arah ruang tamu, nada suara pria itu juga seperti orang yang sedang marah. Chanyeol juga bisa mendengarnya.

"pokoknya oppa tidak mau tahu cepat kemasi barang-barangmu lalu kita kembali ke Pohang"

"aku tidak mau Oppa ayolaaah aku akan kembali kesana setelah waktu liburanku habis, 2 bulan lagi" dan heechul sangat mengenal suara ini, suara ini jelas adalah suara milik Byun Baekhyun.

Chanyeol dan heechul saling tatap satu sama lain heechul menunjukan wajah penuh tanya nya pada chanyeol sedangkan chanyeol hanya membalasnya dengan mengangkat bahu tanda jika ia juga tidak tahu. merekapun memutuskan untuk melihat sendiri siapa pemilik suara itu. dan disana mereka bisa melihat ada seorang pria tampan berwajah kotak yang tengah berdiri sambil berkacak pinggang dan pria lain yang tengah duduk tenang disamping baekhyun yang sedang memeluk Luhan disana juga ada tiga wanita yang tidak mereka kenal.

"Byun Baekhyun kenapa kau hobi sekali berulah, tidak bisakah kau memiliki hobi lain yang lebih bermanfaat? kau tahu ini semua gara-gara kau membohongi eomma, appa dan aku jadinya seperti ini kan ? kau ini tidak ada kapok-kapoknya ya ayo sekarang cepat kemasi barang-barangmu" bentak pria yang tengah berdiri itu

"maaf tuan, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Heechul hati-hati membuat pria itu menolehkan kepala kearahnya

"KAU ? Kau Park Chanyeol itu kan? Apa yang kau lakukan pada adikku hah?" alih-alih menjawab pertanyaan Heechul pria itu malah menunjuk Chanyeol dan menatap tajam kearahnya. Lain halnya dengan mata Tao yang malah terlihat sangat berbinar melihat idolanya ada tepat di depan mata.

"y-ya, ak-aku..." chanyeol bingung untuk meneruskan kalimatnya

"jongdae-ya tenangkan dulu pikiranmu, duduklah kita bisa menyelesaikan ini semua secara baik-baik" ucap Pria lain yang duduk disamping baekhyun.

"Hyung, ini tidak bisa- aissssshhh aku bisa gila" jongdae mengacak rambutnya frustasi lalu menuruti apa kata kakaknya untuk duduk. Sekeras apapun Jongdae, dia tetap tipe adik penurut pada kakaknya tidak seperti baekhyun -_-

"maaf jika kami membuat keributan di apartemen anda Chanyeol-ssi" ucap Joonmyun dengan sopan.

"y-ya tidak apa" jawab chanyeol membalas sopan santun joonmyun. Ia pun permisi ke belakang dulu untuk mengambil kursi tambahan untuknya dan heechul karena sofa diruang tamu sudah penuh. Ah ramai sekali apartemennya malam ini.

"aku akan menjelaskan maksud tujuan kami kemari ah ya pertama kenalkan namaku Byun Joonmyun aku adalah kakak pertama Baekhyun, dan yang ini adalah Byun Jongdae kakak keduanya, yang berambut panjang hitam itu istriku Byun Yixing, yang disebelahnya Kim Minseok kekasih Jongdae sekaligus teman Noonamu, dan yang paling ujung itu Zitao sahabat Baekhyun" ucap Joonmnyun memperkenalkan rombongannya (?)

"ah ya aku Park Chanyeol dan ini adalah Kim Heechul sepupu sekaligus managerku" balas Chanyeol sambil tersenyum ramah.

"jadi Kau manager Kim yang memanfaatkan kepolosan adikku untuk mau menjadi kekasih pura-pura artismu itu dengan mengiming-iminginya tiket konser itu hah?" Jongdae memang sudah tahu semuanya karena baekhyun sudah menceritakan semuanya tadi. Dia kembali emosi sambil menatap tajam pada heechul

"apa maksudmu dengan memanfaatkan kepolosannya? Aku hanya berniat membantunya, kau tahu jika aku tidak membawanya kesini mungkin dia sudah jadi gelandangan di pinggir jalan" Heechul mulai terpancing karena ia tidak suka dengan tuduhan Jongdae barusan. Padahal kan memang benar -_-

"halah tetap saja kau membantunya karena kau ada maunya kan? Kau memanfaatkannya hanya untuk mengalihkan isu tentang ke tidak normalan artismu itu, apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan keluarga baekhyun yang ada di pohang hah? perasaanku, kakaknya sendiri yang sama sekali tidak tahu dimana keberadaan dan keadaan adik perempuan satu-satunya selama sebulan penuh. Untung saja orang tua kami sedang ada di luar negeri jadi mereka tidak tahu apa-apa. Dan lagi, jika kau memang berniat membantunya kenapa kau tidak membawanya ke kantor polisi dan membantunya untuk kembali kekeluarganya, apa otakmu tidak cukup pintar untuk memikirkan hal sekecil itu?"

Jongdae sudah benar-benar murka wajahnya memerah karena amarah dia sudah terlalu khawatir dengan keadaan baekhyun. Dan jika kita perhatikan lebih jelas sebenarnya matanya pun mulai berkaca-kaca tapi ia tidak akan sudi meneteskan air matanya disini. Yang benar saja mau di simpan dimana wajahnya jika menangis disini.

Heechul tidak membalas ucapan Jongdae, karena semua yang dikatakan Jongdae benar dan ia juga memang bersalah karena tidak membantu baekhyun untuk bertemu keluarganya. Dia terlalu dibutakan dengan keberhasilan misinya untuk mengalihkan isu tentang chanyeol.

"Jongdae, Hyung bilang kita bisa menyelesaikan semua ini dengan cara baik-baik jadi bicaralah dengan sopan" ucap Joonmyun dengan nada tegas membuat jongdae kembali mencoba mengontrol emosinya.

"maaf kan kami chanyeol-ssi, jadi sebenarnya maksud kami kesini adalah untuk menjemput Baekhyun. Dia sudah terlalu lama disini lagi pula tidak baik jika pria dan wanita tinggal dalam satu atap jika mereka bukan sepasang suami istri. Kami juga mau berterima kasih karena chanyeol-ssi sudah mau menampung baekhyun selama sebulan ini disini dan kami juga minta maaf jika baekhyun sudah merepotkan kalian" jelas Joonmyun dengan tenang dan sopan.

"Joonmyun Oppa tapi aku kan sudah bilang jika aku akan di Seoul selama masa liburan, aku akan pulang ke pohang 2 bulan lagi aku janji biarkanlah aku disini dulu" rengek baekhyun yang sedari tadi hanya menangis di pelukan Luhan. Dia memang selalu menangis jika jongdae memarahinya tujuannya sih agar jongdae luluh karena kakak nya itu tidak akan tega melihat baekhyun menangis tapi sepertinya usahanya kali ini hanya sia-sia.

"tidak bisa kau harus ikut pulang bersama kami malam ini juga" ucap Jongdae tegas tanda tidak mau dibantah

"Oppaaa~ aku tidak mauuu ayolaahh 2 bulan lagi saja setelah itu aku akan kembali ke Pohang aku janji" baekhyun terus merengek, ia mulai mengeluarkan jurus puppy eyesnya

"apa kau tidak punya telinga? Byun Baekhyun Oppa bilang Pulang ya Pulang. Cepat kemasi barang-barangmu" perintah Jongdae

"apa Oppa tidak dengar? Aku bilang tidak mau ya tidak mau" balas Baekhyun

"BYUN BAEKHYUN" bentak Jongdae

"jongdae kendalikan emosimu" ucap Yixing dengan nada lembut

"Noona lihat? Dia sudah berani membangkang sekarang"

"kau jangan terlalu keras padanya Jongdae, baekhyun akan semakin membangkang jika kau terlalu keras padanya" nasehat Yixing membuat jongdae kembali menghela nafasnya entah untuk ke yang berapa kali.

"engg... m-maaf sebelumnya tapi.. Hyung-nim bolehkan aku meminta Baekhyun untuk tetap tinggal disini?" tanya Chanyeol takut-takut

"APA? Apa maksudmu hah? tidak bisa aku tidak akan pernah mengijinkannya" Tolak Jongdae mentah-mentah "baekhyun harus pulang bersamaku sekarang juga, Byun Baekhyun Oppa ingatkan sekali lagi cepat kemasi barang-barangmu atau Oppa akan menyeretmu secara paksa"

"tidak mau tidak mau tidak mau Oppaaaaa aku ingin tetap di Seoul titik" ucap baekhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Jongdae-ssi aku juga minta agar Baekhyun tetap disini hiks aku janji aku akan menjaga dan mengawasinya selama disini, aku janji jongdae-ssi hiks aku mohon biarkan baekhyun disini" Luhan pun memberanikan diri untuk membuka suara, suaranya terdengar sedikit parau karena entah kenapa ia juga malah ikut menangis.

Minseok membelalakan matanya saat melihat air mata di wajah Luhan ia tidak menyangka Luhan akan sampai menangis hanya karena Baekhyun "apa mereka sudah sangat dekat ?" pikir Minseok

Tidak hanya Minseok tapi Chanyeol juga, dia sudah tidak mau lagi melihat Luhan bersedih jadi sekarang dia akan mengupayakan baekhyun untuk tetap disini agar Luhan tidak bersedih lagi.

"Hyung-nim percayalah aku akan menjaganya dengan baik, aku janji. Biarkanlah baekhyun disini selama liburan" ucap chanyeol berusaha meyakinkan Jongdae.

"Jongdae-ya biarkanlah Baekhyun disini, lihatlah Luhan dan Chanyeol sudah berjanji untuk menjaganya. Mereka adalah orang baik aku sudah mengenal mereka sejak lama, aku jamin baekhyun akan baik-baik saja selama disini" Minseok pun buka suara

"Jongdae-ssi aku tahu aku memang salah, maka dari itu biarkanlah aku menebus kesalahanku dengan menjaga baekhyun selama disini. Percayalah pada kami Jongdae-ssi kami akan menjaga adikmu dengan baik" sekarang giliran Heechul, dia juga ingin mempertahankan Baekhyun.

"Oppaaaaa aku mohon Oppaaa dua bulan sajaaaa" Baekhyun kembali merengek sambil menangis.

Jongdae menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya, ia sudah sangat pusing hari ini "baekhyun kau tahu Oppa melakukan ini semua karena Oppa menyayangimu. Oppa hanya takut mereka hanya akan memanfaatkanmu baek, seoul dan pohang itu berbeda tidak semua orang bisa kau percaya disini" ucapnya melembut sambil memandang baekhyun yang wajahnya sudah penuh airmata.

"Oppaaa percayalah baekkie akan baik-baik saja disiniiii~" baekhyun beranjak mendekati Jongdae lalu memeluknya dari samping "aku tahu Oppa sangat menyayangiku, aku juga sangat menyayangi Oppa. Oppa mau baekkie bahagia kan? Biarkan baekkie tinggal disini sampai waktu liburan baekkie habis" rengeknya masih dengan permintaan yang sama

"haaaaaaah sebenarnya apa yang membuatmu bersi keras untuk tetap tinggal disini?" tanya Jongdae yang lain hanya diam saja membiarkan kedua kakak beradik itu berbincang dengan 'nada normal' sejenak

"Oppa tau aku sudah lama ingin tinggal diseoul, beri aku kesempatan dua bulan ini saja Oppa" jawab Baekhyun, tentu saja bukan hanya itu alasannya.

"lalu kalian? Kenapa kalian menginginkan baekhyun tetap disini?" tanya Jongdae pada Luhan, Heechul dan Chanyeol.

"Aku menyayanginya seperti menyayangi adikku sendiri, biarkanlah baekhyun tinggal disini setidaknya sampai aku menikah bulan depan aku mau baekhyun ikut serta dalam persiapan dan pesta pernikahanku nanti. Aku menyayanginya Jongdae-ssi" jawab Luhan penuh keyakinan.

"aku... entahlah tapi aku tidak yakin chanyeol bisa sembuh tanpa baekhyun" ucap Heechul sedikit membuat yang lain bingung mendengarnya

"sembuh ? memangnya chanyeol Oppa sakit apa?" tanya Tao tiba-tiba dengan nada khawatir padahal sedari tadi dia diam saja karena takut melihat Jongdae yang sedang marah.

"aku.. aku tidak sakit apa-apa nggg.." chanyeol menghentikan kalimatnya dia lupa nama gadis bermata panda itu "Zitao-ssi" lanjutnya setelah mengerti arti gerakan mulut baekhyun yang memberi tahunya.

"dan ah ya alasanku mengapa aku mau baekhyun tetap disini itu karena.. aku- ngg aku... jujur saja aku masih membutuhkannya Hyung-nim aku membutuhkan baekhyun untuk tetap berada disampingku.. ya aku.. akuuu.. aku (sedang mencoba) mencintainya" jawab chanyeol dengan mengatakan kata sedang mencoba di dalam hati sehingga kaliamat yang mereka dengar dari chanyeol adalah 'aku mencintainya' .

"APAAAA?" pekik Tao "Op-Op-Oppa mencintai baekhyun? Dia ? gadis itu? astagaaaa" tanyanya heboh

"sudahlah tao nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu" jawab Baekhyun membuat Tao menatap curiga kearahnya "aku janji Zitao" lanjut Baekhyun

"bagaimana Hyung?" tanya Jongdae pada Joonmyun. Jika sudah begini berarti Jongdae sudah menyerah dan menyerahkan keputusan finalnya pada Joonmnyun.

"begini saja.. aku akan mengijinkan Baekhyun tetap di Seoul tapi tidak tinggal disini, Baekhyun akan tinggal dirumahku sampai waktu liburannya habis" Joonmhyun mengutarakan keputusannya

"tapi Oppaaaa~"

"Oppa sedang tidak ingin di bantah baek, tinggal di rumah Oppa atau pulang ke Pohang?" tanya Joonmyun dengan nada halus namun tegas

"tinggal di rumah Oppa" jawab Baekhyun lesu "tapi Oppa biarkan aku menginap sehariii lagi saja disini. Malam ini saja aku kan belum membereskan barang-barangku biar besok saja aku ke rumah Oppa. Oppa tuliskan saja alamat Oppa" rengek baekhyun LAGI. Cih manja sekali anak ini.

"kau janji?" tanya Joonmyun dan baekhyun membalasnya dengan anggukan penuh keyakinan.

"kapan aku berbohong pada Oppa" ucapnya sambil tersenyum manis

"dia memang tidak pernah berbohong padamu Hyung, jika padaku sih SANGAT sering" ucap Jongdae

"sudahlah jangan mulai lagi" lerai Yixing saat melihat Baekhyun akan membuka mulut untuk membalas ucapan Oppanya.

"okay tapi kau tidak boleh hanya berdua dengan chanyeol-ssi disini, biarkan Tao juga ikut menginap disini" ucap joonmyun "dan tidak ada bantahan lagi"

"APA? Aku? menginap disini? Di apartemen Chanyeol Oppa? Ya Tuhaaaan, Joonmyun Oppa benar-benar malaikat untukku" Tao kembali Heboh membuat yang lain sedikit terkekeh mendengarnya. Tidak apalah setidaknya ia bisa sedikit mencairkan suasana setelah suasana di ruangan ini terasa sangat tegang selama beberapa waktu.

"baiklah ini sudah malam Joonhee pasti sudah menunggu kita bersama bibi Jung" ucap Yixing mengingatkan suaminya agar mereka segera pulang

"ah ya kalau begitu kami mau pamit pulang chanyeol-ssi maaf jika sudah mengganggu waktu istirahatmu" pamit Joonmyun sambil beranjak bersama Yixing, Minseok dan Jongdae

"tidak apa Hyung-nim aku juga minta maaf jika tindakanku dan heechul hyung salah" balas chanyeol dan joonmyun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"uri baekhyun sampai jumpa besok di rumah ya" ucap joonmyun sambil memeluk adik bungsunya dan baekhyun membalasnya dengan anggukan kepala sambil tersenyum manis

"terima kasih Oppa, sampai jumpa besok"

"hey bacon nakal kau tidak mau memelukku?" tanya Jongdae nada yang dibuat ketus

"aissshh Oppa sebenarnya aku ingin memeluk Oppa dari awal kita bertemu tadi tapi Oppa terlalu menyeramkan ketika marah kekeke" canda baekhyun lalu memeluk erat kakaknya.

"Kau tahu Oppa sangat menyayangimu baek"

"aku tahu, aku juga sangat menyayangi Oppa"

Joonmyun dan rombongan nya pun pulang lalu sepuluh menit setelah itu Luhan dan Heechul juga pamit pulang. Dan kini hanya tersisa Baekhyun, Chanyeol dan Tao di ruang tamu. Ketiga nya nampak sibuk dengan pikiran masing-masing. Chanyeol yang bingung apakah ia bisa 'sembuh' jika baekhyun tidak lagi ada di dekatnya. Baekhyun yang memikirkan cara untuk mempercepat misinya agar chanyeol bisa sembuh dalam jangka waktu dua bulan. Dan Tao yang terus berbinar menatap wajah serius Chanyeol yang malah terlihat berkali-kali lipat lebih tampan.

"haaah sudah malam sebaiknya kita istirahat saja Zitao, ayo ke kamar" ucap Baekhyun lemas lalu beranjak dari tempat duduknya.

"iya tunggu baek" Tao pun ikut berdiri lalu menenteng tas bawaannya.

"eh c-chanyeol Oppa aku istirahat dulu ya" pamit Tao pada sang tuan rumah dan chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala.

Tao pun balas tersenyum lalu mulai berjalan mengikuti Baekhyun dengan perasaan campur aduk ia masih tidak menyangka jika ia bisa sedekat ini dengan idolanya. Gadis itu memberhentikan langkahnya lalu kembali berbalik ke arah chanyeol yang masih duduk disofa.

"engg C-Chanyeol Oppa namaku Zitao aku seorang Pyromaniacs, hmmm bisakah kita berfoto bersama?" tanyanya dengan wajah memerah.

Chanyeol kembali tersenyum "ini sudah malam Zitao-ie, kita berfoto besok ya. Sekarang kau istirahatlah aku janji besok kita akan berfoto dan aku akan memberimu tanda tangan, kau mau?"

"waaaaa tentu saja Oppa. Aku akan segera istirahat. Selamat malam Chanyeol Oppa" Tao memekik gembira. Baik sekali idolanya ini dan tadi apa? Dia memanggil namanya dengan panggilan akrab. Tao benar-benar senang malam ini.

"selamat malam Zitao" balas Chanyeol yang lagi-lagi tersenyum membuat mata Tao semakin berbinar sedangkan Baekhyun hanya mendelikan matanya

'cih so manis sekali dia di depan fansnya, padahal dia hanya akan tersenyum padaku jika sedang ada maunya saja. Dasar uke sialan' batin Baekhyun lalu ia pun menyeret Zitao ke kamar untuk segera istirahat.

.

.

.

Tao dan Baekhyun sudah berganti pakaian dengan piama tidur, mereka tengah berbaring di atas kasur, tao masih terus mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang selama sebulan ini menjadi kamar baekhyun. Ia masih tidak menyangka jika selama ini baekhyun tinggal seatap dengan Chanyeol dan sekarang ia pun bisa menginap di apartemen idolanya itu, benar-benar seperti mimpi. Sedangkan baekhyun terlihat sedang mengotak-atik ponselnya. Chanyeol mengirimnya pesan untuk menemui pria itu di balkon, baekhyun tidak mungkin menemuinya sekarang karena tao masih belum menutup matanya.

To : PCY

Aku akan menemuimu setelah Tao tidur

Setelah membalas pesan chanyeol dia pun menyimpan ponselnya di nakas samping kirinya.

"Zitao apa kau belum mengantuk?" tanya Baekhyun sambil pura-pura menguap.

"aku tidak akan tidur sebelum mendengar penjelasan darimu" jawab Tao dengan nada ketus.

"apa yang ingin kau ketahui lagi? Bukankah aku sudah menceritakan semuanya tadi padamu, tidurlah kau harus istirahat"

"jangan mengelak, cepat katakan kenapa tadi Chanyeol Oppa bisa bilang jika ia mencintaimu? Lalu kenapa kau juga bersikeras ingin tetap tinggal disini dan menolak untuk pulang apa kau tidak merindukan Pohang? Tidak merindukan keluargamu, teman-temanmu, dan juga aku ?" Tanya Tao bertubi-tubi

Baekhyun terdiam. Dia bingung sendiri harus menjawab apa? Haruskah ia menceritakan semuanya pada Tao? Apa Tao bisa menjaga rahasianya ah atau lebih tepatnya rahasia Chanyeol. Ya baekhyun ingat Tao bukanlah gadis bermulut ember sepertinya yang terkadang suka keceplosan, Tao pasti bisa menjaga rahasianya buktinya sampai saat tadi sebelum ia menceritakan yang sebenarnya pada yang lain mereka masih belum tahu jika tujuan pertama baekhyun ke Seoul adalah untuk menonton konser Kai.

"sebenarnya... ah aku bingung harus memulai dari mana semuanya terlalu rumit tapi aku yakin kau bisa menjaga rahasia ini apalagi ini menyangkut nama baik idolamu"

"idolaku ? Chanyeol Oppa ? ada apa dengannya baek? Cepat katakan padaku" desak tao tidak sabaran

Baekhyun sampai pusing sendiri apa dulu ketika dia menggilai Kai sikapnya juga seperti itu ? yaah sebaiknya ia berkaca kau bahkan lebih parah darinya Byun Baekhyun. Gadis mungil itu pun beranjak dari kasurnya lalu mengambil selembar foto dari laci nakas dan memperlihatkan foto itu pada Tao.

"waaah ini chanyeol Oppa saat masih sekolah dulu ya, aigooo dia tampan sekali kyaaaa" dan Tao malah berfangirl ria "tapi.. kenapa kau memperlihatkan foto ini padaku baek? Kau mau bilang jika sekarang kau juga fans chanyeol Oppa sampai-sampai kau menyimpan fotonya di laci ? apa kau sudah pensiun jadi fans rapper hitammu itu hah?"

"bukan Chanyeol yang ingin ku perlihatkan padamu, tapi Pria yang berada disampingnya" jawab baekhyun datar.

Tao kembali memperhatikan foto itu dan ia baru menyadari jika chanyeol tidak sendiri di foto itu, wajar dia adalah fans chanyeol jadi tadi matanya hanya terfokus pada idolanya saja.

"ini siapa baek? Teman chanyeol Oppa? Waaah tampan juga ya meski chanyeol Oppa jauh lebih tampan"

"dia Kris... " baekhyun menggantungkan kalimatnya

"Kris? Siapa dia?"

"kekasih chanyeol"

JEDEEEEEERRRR(?) Tao merasa baru saja disambar petir di siang bolong. Apa baekhyun bilang ? kekasih chanyeol? Namanya Kris ? dan dia seorang Pria? PRIA. P-R-I-A

"kau jangan bercanda Byun Baekhyun" bentak Tao. Dia tidak terima jika idolanya benar-benar seorang Gay.

"isshhh jangan keras-keras nanti Chanyeol dengar" desis baekhyun sambil menempelkan jari telunjuknya di depan mulut memberi isyarat agar Tao tidak berbicara keras-keras.

"kau jangan berani-berani mengarang cerita padaku ya"

"aku tidak mengarang Zitao aku bersumpah. Chanyeol memang benar seorang Gay dan Kris itu adalah kekasihnya, kau sudah tahu sendirikan jika aku disini hanya berperan sebagai kekasih pura-puranya hanya untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang beredar sebelumnya"

"jadi berita tentang chanyeol Oppa seorang Gay itu... HWAAAAAA Baekkie aku tidak relaaaa.. ya Tuhan aku bahkan lebih rela jika Chanyeol Oppa berkencan dengan gadis terjelek di dunia dari pada dengan pria bernama Kris itu.. HWAAAA CHANYEOL OPPAAAAA" Tao tiba-tiba histeris membuat baekhyun kelabakan sendiri

"yayaya Zitao jangan menangis seperti itu nanti Chanyeol dengar... akuu... aku berjanji akan membuat chanyeol kembali normal" ucap baekhyun lirih

"eh? apa kau bilang?" Tao berhenti berhisteris ria

"y-ya ak-aku akan berusaha membuat chanyeol kembali normal aku juga sudah berjanji pada Luhan eonni, chanyeol juga sudah setuju dia juga ingin berubah jadi bersabarlah kau hanya tinggal membantu dan mendo'akan ku agar chanyeol cepat-cepat berpaling padaku"

Tao terlihat diam di tempatnya "benarkah ? apa ini alasanmu ingin tetap di Seoul? Untuk membuat Chanyeol Oppa kembali normal?" Baekhyun mengangguk pasti

"tapi... YAAK kenapa harus kau? Apa tidak ada gadis lain yang lebih baik darimu?" pekik tao membuat bakhyun mendengus kesal mendengarnya.

"tadi kau yang bilang sendiri jika kau bahkan rela jika chanyeol berkencan dengan gadis terjelek didunia. Kau lihat aku ? aku tahu aku tidak secantik artis-artis di luaran sana tapi setidaknya aku memiliki niat baik untuk membantunya. sekarang aku tanya. Kau pilih chanyeol bersama Kris atau Aku?" tanya Baekhyun sedikit emosi, dia cukup tersinggung dengan ucapan Tao.

"ya memang lebih baik kau sih tapi ... aisshh ya sudah lah dari pada dengan sesama pria lagi pula jika memang Kau yang ditakdirkan untuk bersama Chanyeol Oppa aku bisa apa" ucap Tao lirih "tapi aku ingatkan padamu Byun Baekhyun jika sampai kau berani menyakiti Chanyeol Oppa. Aku tidak akan segan-segan untuk memberimu pelajaran"

"harusnya kau mengatakan kalimat itu untuk Chanyeol, Zitao. Aku ini sahabatmu dan yang memiliki potensi untuk menyakiti adalah Chanyeol bukan aku" balas Baekhyun ketus sedangkan Tao malah terkikik lalu menarik selimut untuk bersiap tidur.

"ya aku akan memberi pelajaran kepada siapapun diantara kalian berdua yang berani menyakiti siapaun" ucap Tao lalu memejamkan matanya yang sedari tadi sebenarnya sudah sangat mengantuk.

Baekhyun tersenyum tenang melihat sahabatnya yang sudah terlelap disampingnya. Dia merasa sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya. Tao adalah sahabatnya sejak mulai masuk kuliah meski persahabatan mereka baru terjalin selama 2 tahun tapi Baekhyun tau jika Tao sangat menyayanginya, begitupun Baekhyun dia juga sangat menyayangi Tao.

Baekhyun teringat pesan chanyeol tadi untuk menemuinya di balkon. Setelah memastikan Tao sudah benar-benar tertidur ia pun beranjak dari kasur lalu pergi menemui Chanyeol yang mungkin sudah menunggunya sejak 10 menit lalu. Baekhyun tidak yakin jika Chanyeol masih menunggunya mengingat pria itu adalah tipe orang yang tidak mau menunggu lama-lama.

"kau masih disini?" tanya Baekhyun saat melihat tubuh menjulang tinggi itu masih berdiri di balkon membelakanginya. Chanyeol nampaknya sedang menghabiskan waktu dengan memandangi gemerlap kota Seoul di malam hari dari sini.

"maaf jika menunggu lama, Tao baru tidur" ucap Baekhyun.

Chanyeol membalikan badannya lalu tersenyum ramah "tidak apa, duduklah aku sudah membuatkanmu coklat panas, tapi sepertinya sudah mulai dingin"

Baekhyun mengerutkan keningnya saat melihat chanyeol yang sekarang sudah duduk di salah satu kursi santai yang ada di balkon lalu menyesap coklat panas miliknya. Merasa diperhatikan pria itu pun balik menatap baekhyun lengkap dengan senyumannya. Chanyeol berdiri lalu membimbing Baekhyun untuk duduk di salah satu kursi yang ada disana tanpa paksaan seperti tadi pagi lalu ia ikut duduk di sampingnya kembali menyesap coklat panasnya.

"kau bisa melihat gemerlap kota seoul ketika malam hari dari sini sambil menikmati coklat panas. Indah bukan?" ucap Chanyeol dengan mata masih tertuju ke depan

"apa kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun sambil memandang Chanyeol dengan wajah khawatir yang dibuat-buat.

Chanyeol menoleh sekilas ke arah baekhyun sambil kembali tersenyum manis sebelum kembali fokus pada pemandangan di depannya.

"aku baik-baik saja baek" jawab Chanyeol

"kau yakin ? kau tidak salah minum obat kan? atau kau terbentur sesuatu mungkin"

"aku bilang aku baik-baik saja baekhyun"

"apa mungkin kau sedang kerasukan arwah gentayangan yang ketika hidupnya baik hati ya?"

Chanyeol akhirnya menghela nafas panjang. Senyuman manis yang ia tunjukan pada Baekhyun sedari tadi pun perlahan menghilang. "apa selama ini aku terlihat seburuk itu di matamu?"

"habisnya kau aneh sekali, tidak biasanya kau berlaku selembut ini padaku. Kau pasti ada maunya lagi kan?" tuduh Baekhyun

"tidakkah kau menyukai sikapku malam ini?"

"aku menyukainya, tapi-"

"aku hanya ingin memberi kesan baik untukmu. Ini adalah malam terakhir kau tinggal disini kan? Aku tahu kesanku selama ini sangat tidak baik jadi aku ingin memperbaikinya malam ini dan kau malah merusaknya" ucap chanyeol yang kembali ketus

"jadi ini salahku? Kau mau menyalahkanku begitu?" tanya Baekhyun tidak terima

Chanyeol kembali menghela nafas berat "bukan, bukan itu maksudku sudahlah baek. Bisakah kita menghabiskan waktu sebentar saja tanpa bertengkar?"

"kau yang memulainya"

"oke, maafkan aku" chanyeol pun mengalah "minumlah, nanti coklat panasnya semakin dingin jika kau hanya mendiamkannya"

Baekhyun memandang coklat panas itu dengan tatapan curiga "kau tidak menambahkan racun kedalamnya kan?"

"astaga baek apa ak-"

"hahaha aku hanya bercanda, baiklah aku akan meminumnya. Terima kasih ya" baekhyun pun meminum coklat panas buatan chanyeol membuat pria itu tersenyum kembali.

"bagaimana ?"

"apanya?"

"rasanya"

"biasa saja"

chanyeol mendengus kesal mendengarnya "kau tau aku butuh banyak perjuangan untuk membuatnya" sedangkan Baekhyun hanya terkikik mendengarnya.

Suasana kembali hening. Baekhyun sangat menikmati coklat panas buatan chanyeol, bohong jika ia tadi berkata rasa nya biasa saja. Ini bahkan coklat panas terenak yang pernah ia minum.

Baekhyun memejamkan matanya sambil menghirup aroma coklat panas yang tersisa setengah lagi di gelasnya sambil tersenyum. Ia sangat suka aroma yang keluar dari coklat panas ini. Dan tanpa baekhyun sadari chanyeol sedang memperhatikannya sedari tadi, mencoba untuk memperhatikan setiap detail wajah baekhyun dari samping. Wajahnya putih mulus, mata sipit khas orang korea, hidung mancung nan mungil, bibir tipis yang selalu melontarkan kata-kata yang terkadang tidak ia saring sebelumnya, lehernya yang jenjang, rambutnya yang berwarna hitam kecoklatan malam ini ia ikat secara asal sehingga meninggalkan anak rambut yang tergerai begitu saja.

Cantik.

Satu kata itulah yang keluar dari pikiran chanyeol. Baekhyun memang cantik dia juga imut dia tidak kalah cantik dari mantan kekasihnya dulu, Jung Nami gadis yang membuatnya patah hati dan membuatnya menjadi seperti sekarang. Namun sifat kedua gadis itu jelas berbeda. Nami datang ke kehidupan Chanyeol dengan semua pesona kecantikan dan kesempurnaan yang ia miliki untuk menjerat pria, membuat chanyeol jatuh cinta lalu tidak lama kemudian membuatnya patah hati. dan secara tidak langsung ia pula lah yang membuat chanyeol 'sakit' dan mulai membenci wanita. Sedangkan baekhyun ? gadis ini datang kekehidupan chanyeol dengan segala kelakuannya yang sangat apa adanya. Menawarkan diri untuk menjadi 'obat' dari kesakitan Chanyeol itu tanpa mementingkan kehidupannya sendiri dan chanyeol mulai sadar jika ia sangat membutuhkan Baekhyun di hidupnya. Ia tidak mau orang lain yang menjadi obatnya, ia hanya mau sembuh jika baekhyunlah yang menjadi obatnya.

Tangan chanyeol mulai terangkat menuju kepala baekhyun. Merapikan helaian rambut baekhyun yang sedikit tidak beraturan karena tertiup angin malam yang menerpa kepalanya membuat baekhyun tersentak dan segera membuka matanya menatap heran kearah chanyeol.

"terima kasih baek, terima kasih karena kau masih mau tetap tinggal di seoul. Aku tidak tahu harus berbuat apa untuk membahagiakan Luhan Noona jika kau tidak ada" ucap Chanyeol tulus

"kau jangan terlalu percaya diri. Aku melakukan ini untuk Luhan eonni bukan untukmu. aku sudah berjanji padanya untuk membantumu dan aku bukan tipe gadis pengingkar janji"

"aku tahu" chanyeol kembali tersenyum mendengar ucapan bernada ketus dari baekhyun "yasudah ini sudah sangat malam, anginnya juga semakin kencang kau tidurlah besok aku akan membantumu berkemas dan mengantarkanmu ke rumah Joonmyun Hyung"

"memangnya besok kau tidak ada jadwal?"

"ada, besok sore aku akan menjadi model di Seoul Fashion Week bersama Kai juga dan sepertinya Kyungsoo juga akan datang kesana. Kau mau ikut ?"

Mata baekhyun langsung berbinar. Ia jelas tidak akan menolak tawaran Chanyeol ini. Seoul Fashion Week adalah salah satu ajang fashion paling bergengsi di Korea. Akan ada banyak sekali atris-artis yang datang dan tampil menjadi model disana.

"aku mau aku mau. Ah aku tidak sabar untuk besok" ucap baekhyun bersemangat. Chanyeol kembali tersenyum mendengarnya

"yasudah sekarang cepat tidur kau tidak boleh bangun terlambat besok pagi kita harus langsung mengemasi barang-barangmu lalu kita kerumah Joonmyun Hyung dan sore harinya kau bisa ikut aku ke acara SFW. Oke?"

Baekhyun mengangguk setuju "tapi ngg.. apa aku boleh mengajak Tao juga? Dia pasti akan sangat senang. setidaknya aku ingin membuatnya bahagia sebelum ia kembali ke Pohang besok lusa"

"boleh, kau ajak saja sahabatmu itu. dia pasti akan sangat senang melihat idolanya menjadi salah satu model tertampan besok" ucap chanyeol percaya diri

"cih tampan-tampan juga percuma saja jika idolanya itu Gay apalagi seorang Uke" cibir baekhyun lalu segera berlari menuju kamarnya.

"YAK BYUN BAEKHYUN" pekik Chanyeol. Namun akhirnya ia tersenyum juga melihat kelakuan baekhyun yang seperti ini, dia tidak pernah menyangka jika di dunia ini ada gadis sejenis baekhyun.

'dia lucu juga kekeke, astaga aku sampai lupa membalas pesan Kris Hyung dari tadi. Dia pasti sudah menunggu' batin chanyeol lalu segera masuk ke dalam kamarnya untuk memeriksa handphone.

TBC

Pertama-tama aku mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk semua reader yang menjalankan^^

Waaaah FYI yak chapter ini adalah chapter terpajang yang pernah aku buat semoga kalian ga bosen bacanya yaaa hihihi. Aku usahain update ff ini tiap hari sabtu atau minggu deh ya soalnya aku cuman punya waktu luang buat nulis cerita tiap hari jum'at-minggu doang jadi aku update lanjutannya tergantung hari apa ceritanya beres aja ya hehe.

Oh ya aku mau curhat, aku bingung nih mau munculin Kris kapan? Udah keenakan sama chanbaek doang kkk~ tapi Kris tetep harus ada dong ya buat pemait(?) ff ini mungkin aku baru munculin dia di chap depan atau depannya lagi *terus aja bilang gitu*

Maaf juga buat kaisoo dan hunhan shipper aku ga munculin moment mereka disini T.T aku mau selesein dulu urusan baekhyun sama keluarganya biar dia bisa anteng di Seoul hehe.

Oke langsung balesin review aja deh ya aku makin seneng karena yang review semakin banyak di tiap chapternya hihi^^

Choi Hyun Young : makasih udah review^^ ini udah dilanjut semoga suka yaaa :D

younlaycious88 : makasih udah review^^ chan pasti balik normal kok tapi kapan-kapan aja *ditabok* kkkk~ itu Tao udah ketemu tuh sama idolanya. Emang ia aku juga ngerasanya gitu makanya disini yg paling marah itu si jongdae dia emang paling cocok jadi kakaknya baek hehe. Ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

dewilololala : makaish udah review^^ semoga mood nya cepet balik yaaa :D

VelanditaSelly : makasih udah review^^ yaelah gausah sampe cium kaki segala hahaha kurang panjang ? T.T ini aku bikin chap yg lebih panjang deh hihi aku gabisa update langsung 2 chap gitu soalnya aku bikinnya satu chap apdet satu chap apdet gituuuu maapin :3 lagian otak aku juga ga nyampe kalau buat bikin sekaligus banyak kkk~ aku cewek kok, mahasiswi yang mau naek ke tingkat 3 aku 95Line^^ *malah perkenalan diri udah lanjut semoga suka yaaa :D

meryleonahizhiz : makasih udah review^^ ini udah lanjut yaa semoga suka :D

sunrise blossom : makasih udah review^^ aku juga gamauuu :( tapikan harus buat pemait(?) kkk~ ini udah lanjut ya semoga sukaaa :D

ParkByun : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga suka yaa :D

melissaluph : makasih udah review^^ syukur deh kalau bisa menghibur hehe ini udah lanjut semoga suka dan bisa ngehibur lagi yaaak :D

ChanBaekLuv : makasih udah review^^ kalau ga nakal bukan Byun Baekhyun namanya kkk~ iya dia emang keras kepala tapi disini udah mulai luluh kok hehe. Hwaiting :D

exindira : makasih udah review^^ aku bingung mau munculin kris kapan T.T kalau Sulay udah tuuh hehe. Hunhan nikahnya bulan depan yaak kekeke~

indrisaputri: makasih udah review^^ itu chanyeol lagi usaha kok buat suka sama baekhyun hehe ini udah lanjut semoga makin suka yaa :D

biyachan :makasih udah review^^ waaaah aku juga seneng ada yang nunggu ff ini kkk~ kalau ga bikin kesel bukan Byun Baekhyun namanya :D ini udah lanjut semoga suka yaaa~

mrblackJ : makasih udah review^^ kapan-kapan aja deh yaakk kkk~ *ditabok* ini udah lanjut semoga sukaa. Fighting!

Rnine21 : makasih udah review^^ iya tao udah tau semuanya sekarang kkk~ Kris sama Tao ? ngg gimana ya ? tergantung mood aku aja ya hahaha *digetok*

YJYSCKCBShipper : makasih udah review^^ haiii salam kenal yaa :) chan lagi usaha kok buat suka sama baekhyun cuman lancar atau ngganya usaha chan tergantung aku juga kan *ditabok* kkk~ dan sebelum ketemu tao, kris pasti ketemu chan dulu dooong kkkk~ *author songong* ini udah lanjut semoga suka yaa:D

rikamaulina94 : makasih udah review^^ ya namanya Gay mau seimut apapun cewek itu susah buat bikin dia tertarik hihi. Dan kamu juga harus liat kelakuan tao disini :D ini udah lanjut semoga suka yaaa~

BluePink EXO-XOXO-COUPLE : makasih udah review^^ beluuum:( chanyeolnya belum suka masih usaha dia kkk~ kalau kepergoknya bemesraan beneran gimana ? kkk~ nggak deng.

Fuji jump910 : makasih udah review^^ kapan-kapan deh ya kan pangeran bule nya Tao masih kepincut sama uke labil (read : chanyeol) *ditabok*

ViviPExotic46 : makasih udah review^^ hihi syukur deh. Ini udah lanjut semoga suka yaa :D

IYou : makasih udah review^^ chan pasti normal lagi kok tapi ntaran aja yak *ditabok* kkk~ ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

fanoy5 : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

Ririn Cross : makasih udah review^^ kayaknya sih gitu, ayo tabok kris kkk~ ngga deng becanda. Tuh udah ada adegan jongdae nyusulin baek nya hehe ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

Shin Yo Yong: makasih udah review^^ tuh udah ada adegan taonya dia udah tau yg sebenernya kok hehe kris sama tao ? gimana moodku nanti aja deh yaa kkk *ditabok* aku baru bisa bikin moment chanbaeknya segituuu. Nanti diusahain bikin yg sweet deh hehe

KaiSooLovers : makasih udah review^^ jangan kan kamu aku aja yang ngetiknya ngeri o.o kkk~ ini udah lanjut semoga suka yaa :D

byunb : makasih duah review^^ kristao ? gimana moodku nanti aja deh yaa kkk *ditabok* ini udah lanjut semoga suka yaa :D

ByunAud : makasih duah review^^ tenang aja chan pasti berubah kok, tapi ntaran aja gitu kkk~ hahaha syukur deh bisa nenangin hati. hwaiting^^

KimChanBaek : makasih udah review^^ dia udah mau kok :) *mauapa kkk~ mereka pasti bersatu kok di ff ini tenang aja :D

Shallow Lin : makasih udah review^^ gapapa yang penting tetep review kkk~ jangankan kamu aku aja yg ngetiknya geli banget T.T semoga feelnya udah balik lagi yaa :D ini udah lanjut semoga suka yaa :D

Byunchanniebaek : makasih udah review^^ iya heechulnya pensiun dulu di sini juga dia dikit hehe ntar deh dimunculinlagi aku juga kangen heebaek kkk~ Ya meskipin di dunianyata baekhyun udah sama taeyeon tapi kalau di dunia ff kan chanbaek harus tetep berjaya kkk~ lagian ini kan cuman ff, imajinasi kita doang gitu jadi ya bebas aja asal masih dalam batas wajar. Aku emang chanbaek shipper tapi aku juga gamau kalau mereka beneran jadi couple di dunia nyata ntar malah kaya Krisyeol di ff ini kan geli juga hehe cukup di dunia ff aja gituuu yaa^^

Parklili : makasih udah review^^ baek meskipun suka asal ceplos tapi kadang omongannya tuh ada benernya juga ya wkwkwk

KimChanBaek : makasih udah review^^ iya aku tahu kok perasaan kamu apalagi kita sesama chanbaek shipper kkk~ itu juga sebenernya isi hati baek di chapter kemaren tentang perasaannya sama kai tuh aslinya perasaan aku T.T wkwkwk yaudah sih ya ikhlasin aja kita do'ain baek bisa bahagian sama pilihannya. Lagian baguskan itu berarti baek normal gak kaya chan di ff ini hihi. Fighting !

Guest : makasih udah review^^syukur deh kalau ffnya bisa menghibur hehe ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

Desak : makaish udah review^^ aku juga sebenernya bingung mau datengin kris kapan ke korea T.T dia beneran Gay kok -_- liat aja bukti chanttingannya dia ke chan di chapter kemaren genit gitu *ditabok* kkkk~

ParkByun : makasih udah review^^ waaaaah syukur deh hehe tetep suport baek yaaa^^ ini udah lanjut semoga sukaa :D

oh sehunia : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa :D

Guest : makasih udah review^^ kata siapa ga terpengaruh T.T aku juga awalnya kaget sih Cuma ya berusaha (sok) tegar aja wkwkwkwk. Yakali kalau dia normal udah kelepek-kelepek sama baek dari awal ketemu kkk~ nah iyaaa emang banyak org yg jadi Gay karena dikhianatin sama cewe makanya jangan cewe jangan jahat-jahat amat kkk *apedah . FIGHTINGGGG keep suport baekhyun dan yang lain yaaa^^

Chanbaekalwayshee : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D

Kai4do : makasih udah review^^ iya tuh chan udah mau belajar pensiun jadi uke kkk~ ini udah lanjut semoga sukaa :D

luhannieka : makasih udah review^^ belum waktunya baek nangis-nangis ntar diusahain ada saatnya dia melow deh kkk~ ini udah apdet semoga suka yaa :D FIGHTING !

rachel suliss : makasih udah review^^ adem banget liat review kamu penuh senyuman :D kkk~ dia udah mau berubah kok tapi ya masih gitu gitu doang, maklum lah uke labil *ditabok* kkk~ kamu juga harus merasakan rasa mual saat aku ngetik bagian itu :') wkwkwk

baekkiechan : makasih udah review^^ kata siapa orang dia pundung tuh di atas :( wkwkwk kamu kayanya gedeg banget ya ama chan disini. Lagian sok ganteng banget lagi ya tuh uke labil hahaha. Ini udah lanjut semoga suka yaaa^^

Guest : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D

Dobichan : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D FIGHTING!

byunbacot : makasih udah review^^ diusahain ampe tamat kok kkk~ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D

blackwhite1214 : makasih udah review^^ akhirnya ada juga yg ngerti perasaan chanyeol disini kkk~ Tao emang fangirl rada alay kayanya wkwkwkw tapi tenang aja masih kalah dia sama si baek.

Sonia : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D

nur991fah : makasih udah review^^ iya tuh dengerin tuh baek kkk~

Ikki Ka Jung99 : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D chan pasti suka kok sama baek tapi ntaran aja deh ya *ditabok*

mauvepearl: makasih udah review^^ baekhyun memang dilahirkan untuk jadi orang unyu kkk~ yaa harap maklum lah ya namanya juga uke labil haha ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

kaisoo's noona : makasih udah review^^ wah nakal ya kamu wkwkw gpp sih yang penting masih inget buat review *peyuk* ya ini kan hanya sekedar ff, imajinasi doang jadi ya gausah sangkut pautin sama masalah yang ada di dunia nyata laaah kan beda dunia(?) kalau di dunia nyata baekyeon kalau di dunia ff yang berjaya tetep Chanbaek kkk~ *oranggila-_-*

kamu coba bayangin gimana aku yg ngetiknya, mulesnya kek gimana T.T kkk~

tuh dia udah dilabrak kok sama jongdae+tao hihi

emangg T.T emang iyaaaaa wkwkwk itu sebenernya curhatan aku sih hihi

Senpaice : makasih udah review^^ waaah syukur deh udah bisa bikin ngakak hehe ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D

im kirin : makasih udah review^^ gpp yang penting udah review :D duuh cahyonooo cahyonooo ngakak aku bacanya kkk~

baekkkiee : makasih udah review^^ ini udah lanjut semoga sukaa yaaa :D

byunie66 : makasih udah review^^ gpp yang penting udah review :D iya apapun yg terjadi di dunia nyata aku usahain ga akan ngaruh ke ff aku soalnya kan ff itu cuman imajinasi jadi ya bebas aja asal masih dalam batas wajar hehe. Lagian aku juga ga ngarep chanbaek beneran di dunia nyata kok ntar geli lagi kaya krisyeol di ff ini wkwkwkwk

PCYloveBBH : makasih udah review^^ yah kapan sih byun baekhyun punya malu wkwkwwk

septhaca: makasih udah review^^ iya ngapain sih yg gitu doang di tangisin kkk~ ini udah lanjut semoga suka yaaa :D

sekali lagi makasih banyak buat kalian semua yang udah review jangan lupa review lagi yaak^^ buat reader lain yang belum sempat review aku tunggu juga reviewnya, tapi aku ga akan maksa kok segimana keikhlasan kalian aja mau ngasih review atau ngga soalnya dengan kalian udah mau baca ff aku yang mungkin sangat biasa aja ini aku udah seneng hehe, oke cukup sampai ketemu di chapter depan paipaiiiii^^